A Notebook

Title     : A Notebook

Author : The seonsaengnim – Han Jangmi

Genre  : Drama

Cast     :

  • Park Chan Nyeol (Channyeol – EXO)
  • Wu Yi fan (Kris)

Rating : G

Length : Ficlet (531 words)

Author’s Note:

Casts tercinta adalah milik Tuhan YME dan kita semua. Sedangkan cerita adalah murni karangan author. Jika ada kesamaan pada alur cerita dan tokoh, itu merupakan unsur ketidaksengajaan.

Walau hari ini ulang tahun Channyeollie, sedikit meng-galau-galau tidak akan membunuhmu. 😀

Selamat membaca J

Dan silakan meninggalkan jejak..

A Notebook

Di sebuah cafee cozy dengan lagu-lagu jazz mengalun mengiringi aktivitas tiap orang didalamnya, aku memanggil pria itu. Chanyeol duduk dihadapanku namun dia menghadap kopi espressonya dari pada aku.

Untuk beberapa saat tidak ada percakapan apapun diantara kami setelah basa-basi formal diawal kedatangannya tadi. Mungkin karena kami tidak lebih dari dua orang asing yang secara tiba-tiba saling kenal karena telah mengenal gadis yang sama.

“Dia itu seperti sebuah buku catatan…” Akhirnya dia membuka percakapan meskipun sebenarnya aku tak tahu apa yang sedang dia bicarakan. Dia sama sekali tak menatapku ketika mengatakannya. Sambil memainkan ujung jari telunjuknya di bibir cangkir minumannya, dia melanjutkan.

“…Kau tidak memerlukan sebuah kunci untuk mengetahui isinya. Dan kau juga tidak butuh sebuah kata kunci untuk membaca rahasia yang tersimpan di dalamnya. Yang kau butuhkan hanya kesabaran untuk mengajukan beberapa pertanyaan atau bahkan mungkin semua pertanyaan yang selama ini menggelayuti pikiranmu tentangnya. Dan dia akan menunjukkan semuanya padamu. Hanya, buku catatan ini tidak pernah menunjukkan tulisannya pada setiap orang begitu saja kecuali hanya pada dia yang benar-benar dan benar-benar mempunyai kemurnian hati untuk membaca buku tersebut.”

Alih-alih menatapku, dia memandang lurus ke balik jendela besar di belakangku, menerawang ke arah jalanan.

“Kau mungkin berpikir buku catatan ini tengah dikuasai sebuah mantra yang begitu ampuh sehingga tidak semua orang bisa membacanya. Namun, kau tahu, tidak ada satu mantra pun yang menguasainya. Dia hanya sebuah buku catatan dengan berjuta keistimewaan yang tersimpan.

Kau juga mungkin berpikir buku catatan ini hanya bisa ditemukan di tempat-tempat tertentu, misal di balik pintu Abunawas atau diantara tumpukan harta milik Korun atau mungkin di balilk kamar kebutuhan di sekolah Hogwarts? Oh-oh.. tidak satupun dari tempat-tempat itu. Dia selalu bercampur dengan buku-buku biasa lainnya, karena seperti yang aku sebutkan sebelumnya, dia hanyalah sebuah buku catatan…”

Dia meneguk minumannya, membiarkan kata-katanya menggantung disana. Sejak kapan seorang Chanyeol yang aku dengar begitu terbuka, spontan dan blak-blakkan bermain kata-kata seperti ini. Mungkinkah orang-orang itu telah keliru menilainya. Masih terdengar sayup alunan music jazz dari stereo cafee ini ketika akhirnya dia melanjutkan kata-katanya.

“Ya, dia hanya sebuah buku catatan dan kaupun bisa membacanya dengan sangat mudah. Dia tidak akan membohongimu. Hei, dia tidak akan pernah membohongimu.” Akhirnya dia menatap tepat kedua mataku dengan memberikan penekanan pada kalimat terakhirnya tadi.

“Semuanya tergeletak disana, di atas halaman-halaman putih tersebut.” Kali ini dia kembali menyandarkan punggungnya dan menerawang.

“Jika kau mulai berpikir dia berbohong,no-no, dia tidak akan pernah berbohong. Tataplah matanya, disana tidak akan pernah ada kebohongan.Dan kau akan selalu tahu itu. Karena, seperti yang aku bilang dia hanya sebuah buku catatan.

Dia hanya sebuah buku catatan yang tidak semua orang bisa membacanya begitu saja.”

Laki-laki di hadapanku ini sedikit menyunggingkan senyumnya, senyuman getir. Sebelum dia mengatakan,

“… dan kau beruntung hyung, dia membuka halamannya untuk mu.”

Sekali lagi dia tersenyum dan menundukkan kepalanya.

-DEG-

Apa ini. Aku tidak mau mengakui apa yang hatiku baru saja katakan tentangnya. “dia mencintai gadismu.”

“oh, come ondude, kau membuatnya terasa sulit untukku. Aku mencintainya dan aku ingin memillikinya. Aku membutuhkanmu untuk membantuku. Tapi… haha.. kau semakin menciutkan nyaliku…”

“Wait, apa tadi kau bilang, dia sudah membuka halamannya untukku?”

Dia tidak merespon pertanyaanku dan berlalu pergi.

“ya, channyeol mencintai sahabatnya, gadismu, Kris”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s