Unpredictable (Chapter 2)

Unpredictable (Chapter 2)

Tittle      : Unpredictable (Chapter 2)

Author  : IAS

Cast       : Oh Sehun (Sehun EXO)

Lee Min Soo (Min Soo OC)

Support                : Find it

Rating   : G

Genre   : School Life, Romance, Drama

Length  : Series

000ooo000

“Kau tanya apa yang aku inginkan?” dia bertanya balik padaku. Astaga namja ini benar-benar

“Ya.. aku menanyakan hal itu padamu. Kau ini sangat tidak sopan terhadap wanita” ucapku lagi dan kini dengan nada yng sedikit tinggi. Lama dia diam dan menatapku tanpa ekspresi, akupun mulai kebingungan dengan sikapnya

“Kau cantik. Aku ingin menjadi kekasihmu”

“MWO???!!!”

Still Min Soo POV

Dia gila. Dia pasti sedang tidak waras.. astaga pasti otaknya sedang dalam masalah sekarang. Aku sempat terpaku dengan kata-kata gilanya yang tadi tapi untunglah aku dapat mengendalikan diriku dan langsung pergi meninggalkannya

“Hei Nona Lee.. apa jawabanmu?” aku bisa mendengar teriakannya saat aku sudah jauh beberapa langkah darinya. Aku tutup kedua telingaku dan mempercepat langkahku untuk menghindari namja aneh itu

Gara-gara insiden dikeluarkannya aku dari kelas dosen Choi akupun mendapatkan hukuman untuk membuat makalah tentang Bussines and Management dengan deadline malam ini juga. Kulirik jam tanganku yang melingkar di pergelangang kiriku dan ternyata jam sudah menunjukkan pukul 9 malam

“Sebentar lagi selesai” ucapku pada diriku sendiri sambil mem-print out makalah yang sudah selesai kubuat. Jam 9 tepat aku menyelesaikan tugas hukumanku dan langsung menaruhnya diatas meja dosen Choi

Bibipp..

“Sial… kenapa harus mati” aku menggerutu kesal saat hp ku berbunyi menandakan Low Battery dan aku benar-benar tidak membawa Charger saat ini. Aku sempat celingak-celinguk melihat keadaaan koridor kampus ini yang sangat sepi ditambah lampu yang temaram. Aku bukan tipe yeoja yang penakut akan hantu tapi aku adalah tipe yeoja yang takut akan orang jahat yang berniat buruk padaku. Dengan keberanian bulat akupun langsung berjalan menelusuri koridor dan menunju halte untuk menunggu bis

Suasana di halte sangat sepi karna memang hanya aku sendiri di halte ini dan ternyata saat kulihat di monitor jika bus terakhir yang melewati jalan apartemenku itu akan datang sekitar 30 menit lagi. Sial. Aku akan sampai rumah pada pukul 10 malam? Sedangkan malam ini sangat dingin dan aku lupa membawa mantel hangatku dasar Min Soo ceroboh. Karna cuaca mulai dingin dan aku tidak ingin pulang malam akupun memutuskan jalan kaki melewati gang kecil yang ada sekitar 10 meter dari halte tempatku berdiri

Srekk.. srekk..

Aku mendengar suara, suara seperti gesekan dedaunan dengan suatu objek. Akupun menolehkan kepalaku kebelakang dan ternyata aku tidak melihat apapun. Hanya beberapa lampu jalan dan aku sendiri. Gang ini memang hanya cukup sekitar untuk 5 orang dan tidak terlalu gelap. Akupun melanjutkan jalanku dan mempercepat langkahku

“Halo manis. Sendirian saja. Mau ditemani?” tiba-tiba ada seorang namja yang mncul didepanku begitu saja. Aku terperannjat beberapa langkah ke belakang akibat kaget dengan kedatangannya dan akupun mengerti apa maunya. Akupun berusaha menghindarinya dengan memutar tubuhku kembali kearah kampus tapi sialnya aku malah dijegat dengan 2 orang namja yang bisa kutebak adalah teman namja pertama tadi. Aku sudah mulai ketakutan. Sungguh

“Apa yang kalian inginkan?” ucapku berusaha mensterilkan nada suaraku agar tidak terdengar bergetar. Mereka bertiga tertawa sangat kencang dan mendekat kearahku. Akupun memundurkan tubuhku yang akhirnya menyentuh tembok

“Kami hanya ingin…” ucap namja pertama menggantung sambil mengunci tubuhku dengan kedua tangannya yang menempel pada dinding di sekitar kepalaku. Kulihat dia mulai melihat seluruh tubuhku dari atas hingga kebawah sambil tersenyum licik

“Apa yang kau lakukan?” ucapku dan sialnya suaraku sudah mulai bergetar dan akhirnya mereka mulai menertawakanku lagi. Namja lainnya hanya melihat ku dengan kebahagiaan mereka. Tanpa sadar namja pertama ini mulai menyentuh pipiku. Aku sangat tidak suka disentuh oleh namja yang tidak kukenal sama sekali langsung saja aku menendang selangkangannya yang berhasil tepat mengenai organ intimnya. Namja pertama itu langsung jatuh tersungkur sedangkan 2 namja lainnya mencoba menolongnya. Akupun dengan sisa tenaga mulai melarikan diri ke jalan yang tak tentu arah

“Hei jangan kabur kau yeoja sialan” teriak salah satu namja dan mereka mengejarku. Akupun mulai mempercepat lariku dan

“Aww” rintihku saat aku terjatuh dan terkilir akibat sepatu yang kugunakan sangat tinggi. Dengan tertatih aku tetap mencoba berlari dan menghindari mereka yang masih mengejarku

Hmmpppphhh…

Aku meronta saat kurasakan tangan besar seseorang berhasil menyekap mulutku dan menarikku kedalam gang yang sangat sempit. Pemilik tangan ini tetap menyekapku dan mulai mengunci tubuhku dengan tubuhnya. Karna ketakutan akupun mulai menangis karna aku tidak bisa menahan rasa takutku lagi

“Hei hei kau kenapa?” tanyanya dengan nada khawatir. Ternyata ia adalah seorang namja. Aku tidak tau siapa dia aku mulai takut dan mulai gemetaran saat ia melepaskan tangan besarnya pada mulutku

“Hei. Tenanglah namja berengsek itu sudah tidak ada” ucapnya lagi yang seekarang mengelus lembut kepalaku sedangkan aku tetap menangis karna takut. Dan sekarang ketakutanku ditambah dengan namja aneh yang membawaku ke gang sempit sekarang

“Hei Min Soo jangan takut. Ini aku Sehun” aku langsung mengangkat wajahku untuk melihat wajahnya. Air mataku masih berlomba-lomba untuk keluar dan ternyata Sehun sudah memasang wajah khawatirnya karna melihat keadaanku sekarang diapun langsung menempelkan kedua tangannya ke kedua pipiku dan mengelap air mataku lembut. Entah apa yang terjadi kepalaku sangat berat dan sungguh dengan jarak diantara kita ini membuatku semakin tidak bisa menahan bobot tubuhku. Pandanganku mengabur dan semakin gelap.. gelap.. dan.. gelap

Sehun POV

Seperti biasa setiap pulang dari kampus aku selalu menyempatkan diriku datang untuk berkunjung ke Swan Cafe. Aku menempatkan tubuhku ditepat yang biasa ku duduki. Sekitar 30 menit aku menunggunya tapi aku sama ssekali tidak melihat batang hidungnya “kemana dia? apa dia tidak kerja hari ini?” pikirku karna dia atau yang kumaksud Min Soo si Ice Princess itu tidak kunjung menampakkan batang hidungnya

Jarum panjang di jam tanganku sudah mulai menunjukkan pukul 9 malam dan bisa kulihat Swan Cafe ini sudah mulai membereskan tanda untuk tutup. Para tamu yang berkunjung juga hanya memesan untuk dibawa pulang dan sekarang tinggal aku sendiri disini

“Maaf tuan. Kami akan segera tutup” ucap salah satu karyawan Swan Cafe ini. Aku hanya tersenyum tipis kearahnya dan ia langsung pergi. “apa yang kulakukan? Kenapa aku duduk disini sampai larut malam? Apa aku menunggunya?” pikiranku terus berputar dan mulai muncul kenyataan ataupun pikiran bodoh yang mulai muncul di otakku

Akupun mengingat kejadian tadi pagi. Akupun masih bingung kenapa aku malah mengungkapkan kata-kata itu dari mulutku sendiri. Sungguh aku benar-benar tidak berniat untuk mengatakan kata-kata gila itu pada si Ice Princess itu. ahh bisa gila aku lama-lama berdiam disini, akupun langsung bangkit dari tempat dudukku dan mengeratkan mantel hangatku pada tubuhku serta merangkul tas ranselku. Aku masih bingung dengan sifatku tadi siang yang secara tidak langsung mengungkapkan perasaanku pada gadis dingin itu. sebenarnya apa yang kupikirkan.. Ya Tuhan ada apa denganku. Tanpa sadar aku sudah ada di komplek perumahan yang jaraknya beberapa blok dari rumahku lagi

“Aww..” suara apa itu? teriakan seorang yeoja? Malam-malam seperti ini mana mungkin ada yeoja yang teriak kesakitan seperti itu? aku menengok-nengokkan kepalaku kekanan kekiri kedepan kebelakang serya mencari siapa orang yang mengeluarkan suara yang mampu membuat sekelompok orang merinding itu

“Hei berhenti disana kau yeoja sialan!” apa lagi ini? Aku mendengar suara teriakan namja dari kejauhan dan beberapa langkah kaki yang sedang berlari. Karna takut akan hal yang tidak diinginkan terjadi padaku akupun langsung masuk kedalam gang sempit disampingku

“Min Soo” ucapku pelan saat kulihat Min Soo sedang berusaha berlari dengan tertatih-tatih. Dia sangat berantakan dan bisa kulihat kakinya pasti terkilir akibat sepatu kets tinggi yang ia kenakan. Dasar bodoh cuaca malam begini kenapa dia tidak memakai mantel hangat? Dan kenapa ia baru  pulang. Tanpa pikir panjang lagi akupun langsung menarik lengan kecil Min Soo dan menyekap mulutnya aku tau pasti segerombolan namja tadi sedang mengejar Min Soo dan berniat jahat pada yeoja dingin ini

Hmmmppphhh…

Aku mulai menariknya masuk kedalam gang sempit yang cukup untuk 3 orang ini. Aku mengunci tubuhnya dengan tubuhku dan merapatkan tubuhnya ketembok. Masih bisa kurasakan kedua tangannya yang mencoba melepaskan tanganku dari mulutnya

“Hei hei kau kenapa?” astaga aku mulai merasakan tangan kananku yang mulai menghangat. Astaga yeoja dingin ini menangis? Dia menangis?

“Hei. Tenanglah namja berengsek itu sudah tidak ada” uca[ku lagi dan melepaskan sekapan tanganku paa mulutnya dan mulai mengelus lembut puncak kepalnya

“Hei Min Soo jangan takut. Ini aku Sehun” bisa kulihat matanya yang masih mengeluarkan air mata itu mulai terangkat dan menatap mataku. Ternyata benar dia menangis aku benar-benar baru pertama kali melihat yeoja menangis apalagi dia adalah yeoja yang dingin dan cuek. Aku sangat khawatir dan iba melihatnya nangis seperti ini pasti dia sangat ketakutan atas insiden yang menimpanya barusan. Akpun mulai mengelus kedua pipi dinginnya dan mengusap lembut air matanya. Matanya mulai sayu dan bisa kulihat dari sisa-sisa temaram lampu jalan jika matanya sudah mulai mengedip berkali-kali dan akhirnya dia kehilangan keseimbangan dan pingsan

“Min Soo.. Min Soo-ya.. bangun” untung aku langsung menangkap tubuh langsing nya ini dengan sigap pada kedua tanganku. Astaga aku tidak tau dimana rumahnya dan aku tidak membawa mobil. Jarak terdekat dari lokasi kami berdua sekarang adalah rumahku. Dengan keputusan bulat akupun menggendong Min Soo. Bisa kurasakan tangan kiriku yang menyentuh lengan panjangnya yang tertutup kemeja biru ini sangat dingin dan tangan kananku yang memegang pahanya sangat dingin juga. Dasar yeoja ceroboh mengapa dia malah memakai pakaian seperti ini jika dia tau akan pulang malam. Jarak rumahku tinggal beberapa blok lagi dan untung saja tubuhnya tidak terlalu berat jadi aku masih kuat untuk menggendongnya walaupun ini pertama kalinya bagiku untuk menggendong seorang yeoja. Aihh bahkan saat dulu aku berpacaran kami maksimal hanya berpegangan tangan dan saling merangkul

“Tolong buka gerbangnya” teriakku dari luar gerbangku saat kami baru saja sampai di rumahku. Supirku Kim ahjussi yang melihat itu langsung lari ke arah gerang dan membukanya lebar

“Tolong beritau Song ahjumma untuk menyiapkan pakaian ganti milikku dan kamar tamu sekarang” perintahku pada Kim ahjussi dan langsung mendapatkan anggukan cepat darinya dan dia pun langsung berlari kearah rumah

Akupun sudah meletakkan tubuh langsing dan tinggi milik Min Soo ini dikamar tamu di dalam rumah milikku. Appa dan Eommaku tadi pagi baru saja pergi ke China dan didalam kamar itu sudah tersedia baskom yang berisi air hangat dan kaos putihku. Aku menatap tubuh lemah milik Mi Soo itu cukup lama hingga aku pun duduk di pinggiran kasur itu. astag wajahnya masih sangat dingin.. apa dia sakit? Akupun langsung bangkit dan langsung mematikna AC yang menyala itu

“Song ahjumma tolong gantikan ia baju milikku dan kompres dengan air hangat lalu nyalakan penghangat ruangan. Aku akan meneepon dokter Park” ucapku pada Song ahjumma. Akupun langsung keluar dari kamar itu dan Song ahjumma langsung menutup pintu kamar itu. akupun menelepon dokter Park dan menyuruhnya untuk segera datang untuk memeriksa keadaan Min Soo

“Dia memiliki tensi darah yang sangat rendah. Sepertinya dia memang memiliki penyakit Anemia sejak lama. Dia baik-baik saja berikanlah obat ini padanya saat dia sudah siuman nanti. Suruh dia makan terlebih dulu dan berikan susu serta suruhlah dia untuk meminum obat ini. Berikan dia ruangan yang hangat dan tolong tambahkan lagi selimutnya” ucap dokter Park padaku. Akupun langsung mengucapkan terima kasih padanya dan menerima obat yang diberikan dokter Park untuk Min Soo. Setelah mengantar dokter Park kedepan rumah ku akupun langsung masuk lagi kedalam kamar tamu yang telah diisi oleh Min Soo itu. Min Soo masih belum sadar dan aku menyentuh kembali wajahnya yang sekarang sudah menghangat. Syukurlah aku bisa bernapas lega sekarang

Krukk.. krukk.. (anggep suara perut Sehun bunyi kelaperan)

Aku baru sadar jika aku belum makan siang dan sekarang malah sudah menjelang tengah malam. Akupun bangkit dari sofa kamar itu dan menuju dapur untuk makan. Kulihat Song ahjumma yang sepertinya mengerti akan kedatangnku ke dapur diapun langsung menyiapkan makanan untukku

“Apa dia adalah kekasih tuan Sehun?” tanya  Song ahjumma tiba-tiba. Aku langsung memasang wajah bingungku kearah Song ahjumma yang sedang menahan tawanya sekarang

“Aniya. Dia hanya temanku. Ahjumma tau kan Swan cafe yang terkenal itu? dia adalah pemilik cafe itu” jelasku pada Song ahjumma dan dia terlihat sangat kaget akan penuturanku

“Dia nona Lee Min Soo? Ternyata yeoja cantik bak bidadari itu adalah nona Min Soo pemilik Swan Cafe itu? astaga tuan Sehun beruntung sekali memiliki yeojachingu yang sangat cantik dan terkenal sepertinya?” ucap Song ahjumma yang sudah meletakkan piring berisi 2 potong sandwich dan kembali lagi kedapur sambil tersenyum gajelas

“Dia bukan yeojachinguku ahjumma. Dia hanya seorang teman kampusku” bantahku lagi saat Song ahjumma mengatakan bahwa Min Soo adalah kekasihku.. apa-apaan dia? dasar Song ahjumma mentang-mentang umurnya sudah menginjak 60 tahun dia langsung lupa kata-kataku beberapa detik yang lalu

“Aihh tuan Sehun. Kenapa hanya teman? Nona Min Soo itu sangat cantik dan dia sangat ramah.Anak ahjumma bekerja sebagai waitress di cafenya dan dia bilang kalau nona Min Soo ini sangat baik dan ramah. Dia juga memiliki tubuh yang indah sangat sama seperti tubuh para model maupun para Girlband di negara kita ini. Hihihi ahjumma sangat beruntung bisa menggantikan baju seorang yeoja cantik dan terkenal” ucapnya sambil tertawa senang dan mengelap meja dapur itu. Tanpa sadar aku malah meberhentikan aktivitas makanku dan malah lebih memilih menelan air liurku sendiri akibat mendengar penuturan Song ahjumma tadi. Astaga aku mulai memikirkan hal yang tidak-tidak tentang Min Soo. Ini bahaya Sehun fokuslah untuk mengisi perutmu jangan memikirkan tubuh indah Min Soo yang dibicarakan Song ahjumma tadi

Author POV

Jam sudah tepat menunjukkan pukul 6 pagi. Sehun yang semalam selesai makan langsung pergi kekamar tamu yang dtempati Min Soo untuk menemaninya tidur. Sehun sangat mengkhawatirkan Min Soo semalam hingga pagi ini karna Min Soo tidur dengan posisi yang tetap dan tidak berubah maupun bergerak sama sekali

“Apa dia mati? Kenapa dari semalam posisi tidurnya tetap sama?” ucap Sehun yang baru saja bangun tidur dari sofa yang ada dikamar itu. sehun berjalan mendekati Min Soo yang masih menutup matanya

“Sebaiknya aku menyiapkan makanan untuknya jikalau dia bangun nanti” Sehun pun berjalan keluar kamar dengan jalan yang masih sempoyongan karna tidur trlalu malam dan bangung terlalu pagi. Dirumah Sehun tidak ada pembantu yang menetap karna seluruh pembantu maupun supir hingga tukang kebun akan datang pada siang hari dan pulang pada tengah malam

Sehun sekarang sudah berdiri di depan kulkas sambil memilih beberapa makanan yang akan dimasaknya. Sehun sempat berpikir ia akan memasak apa karna dia tau pasti Min Soo belum makan dari kemarin. Dia ingin memasak nasi goreng tapi ia tidak bisa masak. Akhirnya ia hanya mengambil beberapa potong roti untuk dibuat sandwich untuk Min Soo dan untuknya

“Ternyata dia belom bangun juga” ucap Sehun sambil meletakkan nampan yang berisi dua potong sandwich serta segelas susu dan air  putih dan juga obat-obatan yang diberikan dokter Park semalam

“Nghh..” lenguh Min Soo pelan sambil mencoba membuka matanya dan memegang kepalanya yang terasa sakit itu

“Min Soo.. kau tidak apa? Apa masih sakit?” tanya Sehun pelan karna terlalu memerhatikan Min Soo yang wajahnya sedikit pucat saat ini. Min Soo langsung membangunkan tubuhnya dan mendudukkan tubuhnya di Bed Head

“Kepalaku sakit sekali oppa” ucap Min Soo masih sambil tetap memijat pelan kepalanya. Matanya yang masih setengah tertutup itu pun belum bisa melihat jelas bahwa namja didepannya ini bukan Donghae sepupunya melainkan Sehun

“Oppa? A.. aku.. kukira umurku hanya setahun lebih tua darimu Min Soo-ssi” ucap Sehun pelan dan penuh dengan nada kebingungan. Min Soo yang kaget dengan pernyataan itu langsung membelalakan matanya dan langsung melihat kearah Sehun dengan mata membulat dan ekspresi kaget

“Sehun? Apa yang kau lakukan dikamarku? Ah.. ani ini bukan kamarku. Dimana aku?” tanya Min Soo yang sekarang sudah menampilkan wajah bingungnya

“Kau dirumahku dan..”

“MWO???!!!  Apa.. apa yang kau lakukan? Apa kita? Bajuku.. ini.. ini ini bukan bajuku. Apa yang kau lakukan denganku semalam? Apa yang terjadi semalam. Jangan bilang jika..” ucap Min Soo histeris diotaknya sudah memikirkan hal yang aneh dan diapun masih tetap memegang erat atas bajunya seraya menutupi tubuhnya yang sedang memakai kaos putih milik Sehhun itu

“Aku tidak macam-macam. Aku hanya berniat membantumu semalam karna tiba-tiba kau pingsan. Kulitmu sangat dingin dan akhirnya aku membawamu kerumahku karna aku tidak tau dimana apartemenmu. Kau memang memakai bajuku tapi yang menggantiknannya adalah Song ahjumma pembantuku. Kita tidak melakukan apapun dan aku tidak tidur seranjang denganmu” ucap Sehun panjang lebar dengan nada datar

“Jinja? Go.. gomawoyo. Mianhae telah merepotkanmu” ucap Min Soo akhirnya saat mendengar penjelasan penuturan Sehun tadi. Min Soo terdiam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu dan pemandangan itu membuat Sehun kebingungan

“Ada apa?” tanya Sehun pelan untuk memastikn bahwa Min Soo baik-baik saja

“Aniya. Apa yang menyekap dan membawaku ke gang sempit itu adalah.. kau?” tanya Min Soo dengan suara pelan dengan tatapan kosongnya yang masih menatap lurus kedepan

“Iya” jawab Sehun singkat. Min Soo pun langsung menunduk dan tersenyum tipis. Senyuman pertama Min Soo yang diperlihatkan secara tidak langsung untuk Sehun. Min Soo tetap diam dan masih menampilkan senyum tipis miliknya Sehun yang melihat senyuman manis itupun ikut tersenyum

“Gomawo. Mungkin jika tidak ada kau saat itu aku.. aku akan.. aku.. sudah…”

“Sudahlah. Jangan membahas itu. makanlah ini dan habiskan susu ini dan minum obat ini. Semalam saat kau pingsan aku langsung menelepon dokter untuk memeriksamu dan dokter bilang jika kau memiliki penyakit Anemia. Apa itu benar?” potong Sehun dan Min Soo hanya mengangguk sambil tetap menunduk.. Sehun pun mengambil piring yang berisi 2 potong roti itu dan menaruhnya di pangkuan Min Soo

“Gomawo” ucap Min Soo sambil melahap sandwich itu sambil sesekali melirik Sehun yang menatapnya sambil sedikit tersenyum. Min Soo yang didera dengan situasi canggung itupun tetap berusaha memakan sandwichnya itu

“Omona. Donghae oppa. Dia.. dia pasti khawatir dengan keadaanku” ucap Min Soo tiba-tiba dan langsung meletakkan sandwich yang baru dimakannya itu di letakkan kembali ke atas piring dan langsung mengambil ranselnya yang berada di sampingnya

“Oiya hp ku low. Ehm.. Sehun-ssi apa.. apa aku bisa meminjam telepon rumahmu?” ucap Min Soo saat dia melihat hp nya yang mati dan langsung mendapatkan anggukan dari Sehun

“Ya tentu. Ada di ruang makan” ucap Sehun sambil menunjuk ruang makannya dari dalam kamar. Min Soo pun langsung tersenyum tipis seraya mengucapkan terimakasih dan langsung menurunkan kedua kakinya itu

“Aww.. awww jinja appoyo” ringis Min Soo dan tubuhnya jatuh begitu saja didepan Sehun. Sehun sigap dan langsung menahan lengan Min Soo agar tidak jatuh terlalu keras membentur lantai keramik itu

“Kau kenapa? Ada apa?” tanya Sehun yang sekarang sudah berjongkok didepan Min Soo sambil memasang wajah khawatirnya. Min Soo yang masih kesakitan pun hanya bisa meringis dan menahan rasa sakit itu sambil memijit pelan pergelangan kaki kanannya

“Sepertinya semalam aku terkilir” ucap Min Soo sambil tetap memijit pergelangan kakinya itu. sehun langsung membantu Min Soo berdiri dan mendudukannya ke atas kasur kembali

“Kau tunggu dulu disini. Aku akan mengambil telepon dan menyiapkan es batu untuk kakimu” ucap Sehun langsung jalan cepat kearah dapur. Benar saja tidak sampai 5 menit Sehun sudah kembali dengan telepon dan segumpal es batu yang dibungkus kain di kedua tangannya

“Gomawo” ucap Min Soo sambil menerima telepon dari ytangan Sehun

“Kau teleponlah kekasihmu dulu. Biar aku yang akan mengompres pergelangan kakimu” ucap Sehun yang sekarang sudah berlutut didepan Min Soo yang duduk di tepi ranjang

“Donghae bukan namjachinguku. Dia adalah sepupuku” ucap Min Soo singkat sambil menekan beberapa tombol di telepon itu. sehun hanya menatap Min Soo sebentar dan langsung menggidikan kedua bahunya. Dan langsung mengompres pergelangan kaki Min Soo ini dengan sangat perlahan dan lembut

“Aww.. ahh oppa yobseyo” ringis Min Soo saat pergelangan kakinya itu tersentuh oleh es batu dan bertepatan dengan Donghae yang menjawab telepon dari Min Soo

“Mian” ucap Sehun pelan sambil tetap mengompres kaki Min Soo

“Nde oppa. Aku tidak apa-apa”

“…”

“Aku ada dirumah temanku sekarang”

“…”

“Dirumah Sehun. Semalam aku.. aku terkilir dan.. aku.. aku pingsan dan dia membawaku kerumahnya”

“…”

“Iya dia memang seorang namja. Tapi..”

“…”

“Aniya oppa. Sehun tidak melakukan apapun padaku dan kita sama sekali tidak melakukan hal yang aneh. Dia malah membantuku dan menolongku”

“…”

“Aku masih dirumahnya sekarang. Dia sedang mengompres kakiku yag terkilir”

“…”

“Aku tidak tau”

“…”

“Mianhae membuatmu khawatir. Aku akan segera pulang”

“…”

“Tidak usah aku akan pulang sendiri”

“…”

“Aku tidak ingin merepotkanmu lagipula aku bukan anak kecil yang harus selalu dijemput”

Tutt.. tutt.. tutt

Min Soo langsung memutuskan panggilan itu. Sehun yang mendengar percakapan itu hanya diam dan masih mengompres pergelangan kaki Min Soo pelan

“Biar aku saja” ucap Min Soo dan langsung merebut gumpalan es batu itu dari tangan Sehun. Sehunpun langsung kembali duduk di kursi dekat Min Soo

“Apa sepupumu marah?” tanya Sehun sambil tetap melihat Min Soo yang sedang mengompre pergelangan kakinya

“Dia memang seperti itu” ucap Min Soo yang sekarang sudah kembali lagi menjadi dirinya yaitu Ice Princess. Sebernarnya memang sifat Min Soo sejak lahir yang sudah seperti itu bukan karna dia kesal ataupun marah pada Sehun

“Lanjutkanlah makanmu dan habiskan susu itu serta minum obatnya. Mandilah jika ingin mandi. Aku akan bersiap-siap dan mengantarmu pulang” ucap Sehun langsung berjalan keluar kamar itu

“Tidak perlu diantar aku ingin kuliah. Aku akan menelepon taksi saja” ucap Min Soo sambil tetap mengompres pergelangan kakinya itu

“Dengan keadaan seperti itu kau ingin kuliah? Kau juga ingin kuliah dengan baju yang sama seperti kemarin?” tanya Sehun yang sekarang sudah menatap Min Soo bingung. Sehun sangat bingung dengan jalan pemikiran Min Soo yang aneh dan perubahan sikapnya yang sangat cepat

“Aku tidak perduli. Aku yang merasakan dan memakai itu semua” ucap Min Soo tanpa beralih pandang kearah Sehun

“Dan kau juga ingin berkuliah dengan buku pelajaran kemarin?” tanya Sehun lagi dengan smirk nya yang ditampilkan. Min Soo langsung menatap Sehun dengan wajah bodohnya

“Baiklah aku pulang. Aku akan menelepon taksi untuk pulang”  ucap Mn Soo sambil dengan gerakan-gerakan salah tingkahnya dan langsung berjalan tertatih masuk kedalam kamar mandi yang ada dikamar itu

Sehun sudah berada di garasi dan sedang memanaskan mobilnya. Tidak lama setelah Sehun memanaskan mobilnya Min Soo pun kelur dengan jalannya yang masih tertatih dan bodohnya Min Soo malah memakai sepatu kets yang tinggi itu

“Kau ingin menyakiti kakimu hah?” teriak Sehun dari dalam mobil yang sekarang sudah berada di depan gerbang. Min Soo pun yang masih berada didepan pintu rumah Sehun itu langsung menatap Sehun dengan wajah lugunya

“Aku tidak mempunyai sepatu lagi. Aku tidak mungkin berjalan tanpa menggunakan alas kaki kan?” balas Min Soo lagi yang sekarang sudah kembali berjalan menuju gerbang. Sehun hanya memutar bola matanya malas

“Masuklah. Aku yang akan mengantarmu pulang” ucap Sehun saat Min Soo sekarang sudah tepat disampingnya

“Aniya. Aku sudah cukup banyak merepotkanmu. Lagipula aku sudah menelepon taksi tadi. Aku akan menggantinya” ucap Min Soo sambil membuang mukanya melihat jalan mencari-cari taksi yang tadi di teleponnya

“Taksinya sudah datang tapi aku usir karna aku yang akan mengantarmu. Apa maksudmu dengan mengganti?” tanya Sehun bingung saat mendengar kata-kata ‘Mengganti’

“Mwo? Kau gila? Kenapa kau mengusirnya? Ya.. aku akan mengganti semua kelakuan baikmu padaku saat tadi malam” ucap Min Soo sambil menunduk malu

“Lupakan. Aku tidak butuh itu.cepatlah masuk dan aku akan mengantarmu pulang” ucap Sehun lagi yang sekarang sudah menatap malas kearah Min Soo. Min Soo pun bimbang antara ingin naik atau tidak

“Tapi aku.. aku tidak ingin..”

“Cepatlah naik. Aku akan terlambat jika kau seperti itu” bentak Sehun yang langsung membuat Min Soo naik ke samping tempat duduk Sehun. Selama perjalanan Min Soo selalu mem-pout-kan bibirnya karna sikap Sehun yang membentaknya tadi. Dia tidak suka dibentak hanya karna masalah sepele

“Ambillah sepatu yang di bawah kakimu itu dan pakailah. Aku tidak ingin melihatmu berjalan seperti orang pincang” ucap Sehu yang masih fokus dengan jalan didepannya. Tanpa perkataan apapun Min Soo langsung mengambil sepatu kets yang lumayan besar itu dan langsung memakainya di kakinya

“Gomawo” ucap Min Soo saat setelah selesai memakai sepatu kets milik Sehun itu

“Hem.. dimana apartemenmu?” tanya Sehun yang masih juga fokus menatap jalanan didepannya. Padahal  jalan raya kali ini tidak begitu ramai

“Hanya beberapa blok lagi dari sini. Hem… itu dia” ucap Min Soo sambil menunjuk sebuah gedung besar dan mewah itu. sehun langsung memutar kemudinya dan langsung menuju kearah apartemen itu

Akhirnya merekapun sampai didepan gedung apartemen tempat Min Soo tinggali ini. Sehun cukup bingung dengan gedung apartemen yang ditinggali oleh Min Soo ini. Karna gedung apartemen ini sangat mewah dan hanya orang kaya maupun terkenal yang tinggal disini. Saat Sehun sudah memberhentikan mobilnya teoat didepan pintu masuk utama Sehun pun langsung turun dari mobilnya dan berjalan cepat menuju pintu mobil arah Min Soo

“Ayo” ucap Sehun sambil membuka pintu mobil Min Soo. Min Soo cukup kaget dengan perbuatan Sehun yang diluar dugaannya itu dan Sehun langsung memegang pergelangan tangan Min Soo dan membantunya berdiri

“Gomawo untuk semuanya. Aku bisa jalan sendiri” ucap Min Soo saat Sehun mulai menuntunnya masuk kedalam gedung apartemen itu dan Min Soo langsung melepaskan genggaman tangan Sehun pelan dari lengannya

“Baiklah. Hati-hati” ucap Sehun dan hanya dijawab senyuman manis oleh Min Soo. Senyuman manis yang pertama kali dilihat oleh Sehun dari si Ice Princess itu. ini semua kejadian yang sangat langka bukan?

Sehun POV

Kegiatan kuliah hari ini sungguh melelahkan aku dipaksa masuk ke grup dance dan ah.. sudahlah lupakan rasanya kakiku sudah terlepas dari tubuhku. Akupun melanjutkan menyetir mobilku menuju pulang kerumah

“Aku pulang” ucapku saat baru saja aku sampai dan membuka pintu rumah utama. Bisa kulihat Eomma dan Appa ku yang entah kenapa sungguh ‘tumben’ sekali duduk berdua di ruang tamu

“Sehhunnie bisa kau duduk sebentar?” ucap Appa yang langsung menegakkan tubuhnya sedangkan Eomma yang menuju dapur entah untuk apa. Terpaksa aku duduk di seberang Appaku walau rasanya aku sungguh ingin merebahkan tubuhku di atas ranjang milikku

“Ada apa?” tanyaku singkat saat kulihat Appa mulai menyeruput kopi hitamnya itu pelan dan langsung memasang wajah seriusnya

“Ada yang ingin Appa bicarakan. Minggu depan perusahaan Appa akan bekerja sama dengan perusahaan Lee yang cukup terkenal itu. Appa dan tuan Lee sudah cukup lama berteman sekitar setahun yang lalu. Dia memiliki anak putri yang sangat cantik dan juga anak tunggal sepertimu anak itu juga sangat mandiri dan dia juga berkuliah ditempat yang sama seperti dirimu. Appa lupa siapa namanya karna Appa hanya tau marganya adalah Lee. Seperti yang Appa dan Eomma bilang padamu saat itu jika kami menginginkan ya.. kau tau lah umur kami sudah tidak muda lagi” perkataan Appa saat ini memang sangat panjang dan juga lebar dan ditambah dengan istilah yang berbelit-belit namun karna aku bukan namja yang bodoh akupun tau apa maksud pembicaraan Appa ku ini

“Kau ingin menjodohkanku kan?” tebakku asal dan ya bisa kulihat dari ekspresi Appaku dan Eommaku yang baru kembali dari dapur itu langsung menarik nafasnya dalam dan tersenyum. Seperti film di tv maupun cerita novel atau mungkin cerita di blog yang sering kubaca ini sungguh ‘Pasaran’ haruskah aku dijodohkan? Apa benar anak tunggal seorang perusahaan harus dijodohkan?

“Kupikir kau terlalu bodoh untuk mencerna perkataanku tadi, nak” ucap Appaku lagi dan kali ini dengan senyum sumringahnya

“Kami tidak bermaksud menjodohkanmu kami hanya ingin kau bertemu dulu dengannya dan menjalin hubungan dulu jika kau merasa cocok atau mungkin kau bisa menemuinya secara sepihak di kampusmu. Namanya Lee.. Lee.. aihh Eomma lupa siapa namanya tapi dia satu kampus denganmu” ucap Eomma akhirnya. Karna aku sudah lelah dan kukira pembicaraan ‘Masa Depan’ ku ini sudah selesai akhirnya aku langsung beranjak dari sofa menuju kamar tidurku

“Lee? Anak tunggal? Yeoja mandiri?” aku berbicara pada diriku sendiri saat aku sudah merebahkan tubuhku diatas ranjangku. Aku masih memikirkan nama marga dari seorang wanita yang akan dijodohkan padaku

“Lee.. Lee.. Lee.. anak tunggal dari pengusaha cukup terkenal di KorSel dan anak mandiri yang kemungkinan ya… mungkin membuka usaha sendiri seerti cafe misalnya? Atau… siapa ya? Lee.. Lee.. Lee.. Min Soo? LEE MIN SOO?!!” aku terpekik kaget saat tiba-tiba otakku mulai terpikirkan kearah nama itu “benarkah Lee Min Soo? Dia anak tunggal dan dia juga mandiri dan dia juga anak dari pengusaha yang cukup terkenal di KorSel”aku membatin sambil mendudukkan posisi tubuhku diatas ranjang dan tidak kusangka hatiku kemudian berdetak cepat dan bisa kurasakan bibir ipis milikku ini sudah membentuk lengkungan kecil yang indah

“Lee Min Soo.. yeoja dingin dengan julukan Ice Princess itu akankah di jodohkan denganku?” aku kembali berbicara pada diriku sendiri saat tau bahwa Lee Min Soo adalah yeoja yang akan.. ah sudahlah aku ingin tidur saja

TBC..

‘Udah mentok nih untuk chapter keduanya entah kenapa jadi minggat semua inspirasinya.. huhuhu.. mianhae ne? Author janji untuk chapter mendatang akan lebih panjang dan seru.. mohon bantuan dan supportnya untuk author ne? Gomawo untuk yang udah baca RCL itu sudah author Sunahkan/? Soo.. silahkan bebas untuk para readerdeul yang ingin RCL atau tidak. Gomawo untuk yang udah baca^^’

Iklan

8 pemikiran pada “Unpredictable (Chapter 2)

  1. jadi min ae menyukai kai tapi kai menyukai naeun .
    kasihan sekali min ae tapi bukannya mereka saudara ya atau mereka saudara tiri.
    mungkinkah min ae atau kai itu saudara kandung sehun.
    next chapternya ya .
    penasaran banget deh

Tinggalkan Balasan ke M Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s