So Fine (Chapter 2)

SO FINE (Chapter 2)

Author : Tamtam

Cast : Kim Jongin (EXO), Shin Hyuna (OC), Oh Sehun (EXO) dan lain-lain

Length : Chaptered

Genre : school life

Rating : 15

Disclaimer : FF ini terinspirasi dari lagu B1A4-So Fine

A/N : Kamsahamnida yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca FF ini J

Summary : Apa yang merasukinya saat ini? Atau tadi pagi kepalanya terbentur benda keras dan membuatnya menjadi begini? Hey, ada apa dengan mu Shin Hyuna?!

 

Author pov

Entah sudah berapa lama senyum itu terukir dibibir Sehun, padahal kini ia sudah berada didalam kelasnya. Sehun hanya menggeleng kepalanya pelan mengingat pertemuan tak terduganya dengan Hyuna.

“Gadis itu tidak berubah”

Sehun masih saja mempertahankan senyumannya. Membuat Chanyeol-teman sebangkunya-mengangkat salah satu alisnya. Chanyeol heran, apakah hari ini adalah hari luar biasa yang dianugrahkan oleh tuhan? Karena lihat, kedua temannya menunjukkan ekspresi yang tidak biasa mereka tunjukkan.

“Ya! Oh Sehun, apa yang sedang merasukimu saat ini?”

Chanyeol berbisik pelan kepada Sehun. Ia benar-benar penasaran apa yang membuat temannya ini tersenyum senang seperti orang gila.

“Park Chanyeol!”

Itu bukan suara Sehun, Chanyeol yakin karena suara itu terdengar lebih berat dari suara Oh Sehun. Chanyeol hanya bisa meneguk liurnya saat sosok seseorang berada dihadapannya. Itu Doojoon soensaenim, guru yang terkenal dengan aura hitam disekeliling tubuhnya. Berlebihan memang, tapi bila menatap mata hitam milik soensaenim itu. Dapat dipastikan tajam matanya akan membuat siapa saja lebih memilih tenggelam atau ditelan hidup-hidup.

“Chanyeol-ssi bisakah bersikap tenang saat mengikuti pelajaran?”

Chanyeol hanya mengangguk singkat. Sepertinya pertanyaan yang diajukannya terhadap Sehun tidak sepelan yang diperkirakannya. Sehun hanya mengangkat bahunya acuh saat Chanyeol menatapnya. Meminta pertanggung jawabannya.

 

Hyuna pov

Bel istirahat sudah berbunyi jadi secepat mungkin aku meninggalkan kelas. Saat ini atap sekolah menjadi tujuanku. Mengingat Jongin yang berjanji menemuiku dikantin saat istirahat. Aku menghindari Jongin? Bisa dikatakan begitu. Aku bena-benar kesal padanya. Bagaimana bisa ia tersenyum seperti itu pada yeoja lain. Walaupun bukan senyum manis yang biasa ia tunjukkan padaku. Tapi hatiku selalu kesal saat senyum itu dengan mudah ia berikan kepada Krystal sunbae.

“Aku menemukannya…”

Suara seseorang mengejutkanku, membuatku berpaling kekanan-kekiri untuk mencari dari mana suara itu berasal. Tidak jauh dariku, aku melihat seorang namja tengah merentangkan kedua tangannya. Membiarkan terpaan angin menyentuh permukaan kulit wajahnya. Tidak sadar sebuah senyum aku sunggingkan karena melihat tingkahnya.

“Kau?”

Aku hanya menggaruk kepalaku saat kedua matanya menangkap basah tingkahku yang sedang mengamatinya. Aku tersenyum kaku melihatnya yang masih menatapku lekat.

“Mianhae. Apa aku membuatmu terganggu?”

Ada jeda waktu yang tercipta membuat perasaan tidak enak pada hatiku. Bodohnya aku yang memilih mendekatinya, padahal aku sama sekali tidak mengenalnya.

“Aniyo. Kau tidak mengganggu”

Dia tersenyum setelah menyelesaikan ucapannya. Suasana menjadi canggung, bagaimana tidak aku sama sekali tidak mengenalnya. Jadi aku tidak tahu harus berkata apa.

“Kita belum berkelan. Shin Hyuna imnida bangapsseumnida”

Aku melihat perubahan dari wajahnya, ia terlihat sedikit kecewa. Butuh waktu satu menit sebelum ia memperkenalkan dirinya.

“Oh Sehun imnida bangapsseumnida”

Lagi-lagi sebuah senyum ia berikan, mau tak mau aku membalasnya. Sehun duduk sambil menyilakan kakinya, tangannya menyuruhku untuk duduk disampingnya. Aku mendekatinya kemudian duduk disampingnya.

“Apa yang kau lakukan disini?”

Sehun menutup mata kemudian menghembuskan nafasnya pelan. Tak lama mata itu tertutup karena seperkian detik berikutnya matanya sudah terbuka.

“Menghindari seseorang”

Jawabanku membuat wajah Sehun berpaling. Ia menatapku binggung. Lalu tak lama ia terkekeh pelan.

“Tugas apa yang belum kau kerjakan? Apa tugas yang diberikan Doojoon soesangnim? Kau benar-benar berani kalau begitu”

Aku menatapnya tak percaya. Apa wajahku terlihat seperti orang-yang-kabur-dari-hukuman? Kalau iya, malangnya nasibku ini?

“Apa wajahku terlihat seperti itu? Aish, aku ini salah satu murid teladan bagaimana bisa berbuat seperti itu?”

Ia kembali terkekeh tapi lama kelamaan kekehan itu menjadi sebuah tawa. Aku mengamatinya. Bagaimana bisa ia tertawa lepas seperti itu kepadaku? Sesorang yang baru dikenalnya tidak lebih dari sepuluh menit?

“Ya! Berhenti ter-“

Suara dering handphonenya membuat ucapanku terhenti. Ia menjawabannya sambil menatapku sekilas.

“Mianhae, sepertinya aku harus pergi. Annyeong”

Sepeninggalnya Sehun aku terdiam. Baru kali ini aku bertemu Sehun padahal hampir dua tahun aku bersekolah disini. Tak lama suara pintu terdengar membuatku berpaling. Sehun berada disana, aku menatapnya bingung.

“Kau pasti tidak akan turun sampai bel masuk berbunyi, jadi aku bawakan ini”

Ia melempar sebungkus roti kepadaku kemudian pergi sebelum aku sempat mengucapkan terimakasih. Aku menatap roti pemberian Sehun. Rasa mocca. Aku tersenyum singkat, mengapa Sehun memberiku rasa mocca? Apa dia tahu bahwa rasa ini kesukaanku atau hanya kebetulan? Aku menggelengkan kepalaku pelan, mengingat nafas Sehun yang agak tersenggal saat berkata tadi. Apa ia berlari untuk membeli roti ini?.

Suara pintu kembali terdengar, membuatku berpaling dan tersenyum. Aku harap itu Sehun jadi aku bisa mengucapkan terimakasih. Tapi tak lama namja hitam itu terlihat, ia melipat kedua tangannya.

“Kenapa tidak menemuiku dikantin?!”

Suaranya begitu dingin, aku memandangnya sekilas kemudian mengacuhkannya. Aku lebih tertarik pada roti pemberian Sehun ini.

 

Jongin pov

Dia mengacuhkanku. Shin Hyuna mengacuhkanku. Ada apa ini? Bukankah seharusnya aku yang seperti itu karena tadi pagi ia membuat moodku turun drastis.

“Kajja! Kita pergi kekantin”

Aku mendekatinya kemudian menarik tangannya pelan. Bel masuk akan berbunyi sebentar lagi, dan pasti Hyuna belum mengisi perutnya.

“Aniyo, aku tidak mau kesana!”

Ia menatapku tajam. Hey, ada apa dengannya?

“Kau harus makan Hyuna atau kau akan sakit”

Hyuna tetap duduk tanpa memperdulikan ucapanku. Aku bisa saja menyeretnya agar mengikutiku. Tapi bila seperti itu dapat dipastikan dalam waktu seminggu nanti aku tidak akan bisa melihatnya.

“Ayolah, kau ini belum makan. Bagaimana bila sakit perutmu itu kambuh lagi? Ingat, kau itu tidak boleh terlambat makan”

Dia masih tetap diam, tapi tangannya menunjukkan sebungkus roti padaku. Walau kesal aku sedikit tenang karena tahu perutnya itu sudah terisi. Karena Hyuna terlihat tidak mau bergeser ataupun pergi dari sini, aku memutuskan untuk duduk disampingnya. Walaupun membiarkan perut ini meronta meminta makanan. Keheningan menyelimuti kami, walau bosan aku membiarkan sebab mulut Hyuna tengah menguyah.

“Apa aku sering membuatmu tersenyum Jongin-ssi?”

Hyuna menggunakan bahasa formal. Sesuatu pasti terjadi!. Aku menatapnya mencoba mencari penjelasan dari pertanyaan anehnya.

“Ada apa denganmu?”

Dia hanya menatapku sekilas setelah itu tersenyum samar.

“Tidak ada. Kajja, kita turun”

Hyuna berjalan mendahuluiku, ketika tangan ini ingin mengenggam jemarinya. Dengan Cepat Hyuna mengalihkan tangannya. Ia benar-benar berjalam mendahuluiku, Hyuna sama sekali tidak berpaling ketika kakinya melangkah masuk kedalam kelasnya. Membuatku terpaku, berpikir apa ada yang salah dari sikapku hari ini?

“Chanyeol-ah, kau tau apa yang terjadi dengan Hyuna?”

Jongin bersandar pada ring basket. Bel pulang sudah berbunyi, seperti biasa ia akan menghabiskan sorenya dengan bertanding basket bersama Chanyeol. Namun kali ini berbeda, dibangku penonton Hyuna tidak ada disana.

“Memang apa yang terjadi pada Hyuna?”

Jongin mengendus kesal, bagaimana pertanyaannya dijawab kembali dengan petanyaan.

“Lupakan”

Jongin bangkit dari duduk kemudian menggambil tasnya sebelum berjalan meninggalkan Chanyeol.

“Hei Chanyeol-ah”

Ketika bayangan Jongin tidak terlihat suara Sehun menengurnya.

“Waeyo?”

“Aku jatuh cinta”

Senyum Sehun mengembang sedangkan Chanyeol menatapnya tak percaya. Bagaimana bisa, setahu Chanyeol, Sehun hanya mencintai seorang gadis dimasa lalunya.

“Aku telah menemukannya Chanyeol, aku sudah menemukan gadis kecilku itu. Aku sudah menemukan ‘Jerry’ kecilku”

Sehun mengambil bola basket yang berada pada tangan Chanyeol. Ia mendribblingnya sambil tersenyum seperti orang gila. Sedangkan Chanyeol terdiam, ia memikirkan nama panggilan itu. ‘Jerry’, Chanyeol yakin pernah mendengar panggilan. Tapi dimana?

“Jerry, aku harus mendapatkanmu”

Dalam senyumnya, Sehun berikrar akan mendapatkan ‘Jerry-nya’ bagaimana pun caranya.

 

TBC

 

Maaf banget ya chapter kali ini updatenya lama banget. Terimakasih yang masih mau menunggu dan yang mau menikmati FF ini. Kritik dan saran sangat diperlukan. Kamshamnida J

Iklan

Satu pemikiran pada “So Fine (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s