Kidz Gang (Chapter 7)

3

Tittle   : Kidz Gang

Part     : 7

Lenght : Chaptered

Rating : T

Genre : School, Comedy, Romance and Sad

Author : Ji~Ra

Twitter : @JiRa_deeFA and @JiRa_adistri

Main Cast :

  • Hyo Young (Former 5Dolls) as Ryu Hyo Young
  • Chanyeol EXO-K as Park Chanyeol
  • Kim Ah Ra (You)
  • Kris EXO-M as Kris
  • Baek Hyun EXO-K as Byun Baekhyun
  • Luhan EXO-M as Luhan 

(Mohon kritik dan sarannya, ^^ maaf kalau kurang menarik. Read and Comment ya.)

*Authors Bow*

=================================================================

 PART 7

Hyo Young mencoba melihat siapa yang membuat para murid histeris. Seorang laki-laki yang tidak terlalu muda memasuki gedung sekolah. Ia sebenarnya tidak terlalu spesial, tapi gayanya yang keren membuat para murid tidak bisa diam. Laki-laki itu memakai topi dan gayanya sangat fashionista. Mungkin yang membuat murid berteriak bukan cuma gayanya yang up to date, tapi juga caranya masuk ke gedung sekolah. Bukan berjalan biasa, orang ini malah nge-dance.

“WUAHHHHH…TAE YANG SONSAENGNIM!. BENAR-BENAR KEREN!!.” Bomi berteriak di samping Hyo Young. Hyo Young memandanginya binggung.

“Taeyang sonsaengnim??”

“Iya, dia akan menjadi guru seni di sini!. Keren banget!” Bomi tidak henti-henti nya menganggumi setiap gerakan dan gaya Taeyang.

Hyo Young hanya geleng-geleng kepala dan masuk lagi ke kelasnya.

Keesokan harinya…

Taeyang memasuki kelas dengan gaya Michael Jackson. Ia terus nge-dance di depan kelas. Tidak lama ia berhenti juga menari dengan tepuk tangan dari anak-anak sekelas.

Taeyang duduk di kursi, lagi-lagi dengan dance membuka buku absen.

“Baiklah… Today, saya akan menjadi guru seni kalian. Menggantikan guru sebelumnya. My name is Tae Yang. You can call me Tae seonsaengnim. You got it?” Taeyang memandang semua murid.

Yes…Tae sonsanegnim” jawab semua murid serentak.

“Ini sebenarnya guru musik apa guru bahasa inggris sih?” Hyo Young bergumam pelan.

“Wuahhhh……” Taeyang berjalan ke arah Hyo Young.

Taeyang memandangi Hyo Young dengan kagum. Hyo Young hanya melihatnya aneh.

You look so handsome!” puji Taeyang saat melihat wajah Hyo Young.

Hand…handsome?” Hyo Young terkejut mendengar perkataan guru yang di anggap orang aneh olehnya.

Yes. You’re a perfect man!. Kau sangat serasi dengan murid perempuan yang dari kelas satu itu. Siapa ya namanya?. Dia cantik sekali”.

“Hayoung?. Maksud seonsaengnim murid perempua itu Hayoung ya?” Bomi mencoba menebak di belakang Hyo Young.

“Ya, benar sekali!. Hayoung…Oh Hayoung. Dia sangat cocok denganmu yang tampan. Kalian pasangan yang sangat serasi” Taeyang memandangi Hyo Young dengan penuh kekaguman. Lalu ia melihat ke arah Baekhyun di samping Hyo Young. Dengan tatapan penuh makna dan menaikkan alisnya ia memandang Baek Hyun dengan senyuman.

“Murid terpintar di sekolah ini kan?”

“Setelah Ah Ra” sambung Hyo Young malas sambil menatap Tae seonsaengnim dari atas hingga bawah.

Baekhyun hanya diam sambil tersenyum mendengar pernyataan Hyo Young.

“Saya juga mendengar kalau ada Kim Ah Ra di sini?. Mana dia?” Taeyang menginggat keingginannya masuk ke kelas ini.

Semua murid menunjuk ke belakang Taeyang, tepatnya bangku Ah Ra. Ia berbalik dan memandangi Ah Ra dengan senyum sumbringah. Ah Ra hanya tersenyum kecil dan menunduk sopan.

“Ah Ra si lengendaris itu?. Kepintaranmu sudah terdengar di seluruh Korea. Suatu kehormatan saya bisa bertemu dengamu” Taeyang melepas topinya dan membungkuk dengan tangan memengang topi di dadanya. Seperti seorang pangeran yang membungkuk pada putri cantik.

“Saya rasa, kau sangat cocok dengan Baekhyun, Ah Ra. Sama-sama the best di sekolah ini. You’re guys can be a hot couple” Taeyang memandangi Baekhyun dan Ah Ra bersamaan.

Ah Ra hanya tersenyum saja. Sementara Baekhyun, mukanya sudah mulai memerah karena malu. Hyo Young melihat Baekhyun, lalu ia memasang wajah jijik.

“Kenapa semua guru di sekolah ini gak ada yang beres?. Pada gila semua!” Hyo Young menggerutu sendiri dalam hatinya.

“Kelas ini sangat menarik…”

Raut wajah Taeyang menampakkan kekaguman pada kelas mereka. Ia tidak henti-hentinya menganggumi seluruh murid di kelas itu.

Terutama Hyo Young yang tampan, Baekhyun yang pintar, Ah Ra yang lengendaris, Bomi yang mulai saat ini jadi murid kesayangannya karena dance yang menganggumkan, dan Chorong yang keren karena bisa bermain musik dengan pesona yang mematikan.

***

“Ah Ra…” Hyo Young memanggil Ah Ra yang hendak pulang. Ia menghentikan sepedanya tepat di depannya. Ah Ra memandanginya binggung.

“Kau mau pulang?” Hyo Young bertanya dengan nafas yang ngos-ngosan. Orang yang ditanya hanya menjawab dengan anggukan seraya dengan senyuman lembutnya.

“Ke rumah sakit” Ah Ra menjawab dengan ekspresi datar.

“Ke rumah sakit?. Kau sakit?. Apa jantungmu kumat lagi?” Hyo Young membalikkan dan menggoyang-goyangkan tubuh Ah Ra. Ah Ra tertawa kecil.

“Pemeriksaan rutin” jawabnya pada Hyo Young. Hyo Young agak tenang sedikit. Namun ia penasaran juga.

“Apa aku boleh ikut denganmu?. Aku ingin melihatnya”

Ah Ra mengangguk. Lalu supirnya langsung membawa sepeda Hyo Young masuk ke dalam mobil besar dan mewah itu. Hyo Young duduk d samping Ah Ra.

***

@ Hospital

Siapa yang tidak tau Dongguk Hospital University. Rumah sakit yang paling hebat di Korea Selatan. Serta masuk menjadi salah satu rumah sakit dengan pelayanan serta fasilitas terlengkap di Asia.

“Kau sudah datang?” Dr. Hyun Joong menghampiri Ah Ra.

Dr. Hyun Joong adalah dokter yang merawatnya dari kecil. Ah Ra tersenyum padanya dengan lembut. Hyun joong mengusap-ngusap kepala Ah Ra. Baginya, Ara bukan sekedar pasien biasa.

“Sudah siap melakukan pemeriksaan nona cantik?” Hyun Joong menggodanya.

Ah Ra mengangguk sopan padanya. Ia membawa Ah Ra ke ruang pemerikasaan. Hyo Young terus mendampingi Ah Ra di sampingnya. Banyak sekali pemeriksaan yang dilalui Ah Ra. Mulai dari ronsen hingga pengambilan darah. Hyo Young tidak mampu melihat darah Ah Ra di ambil, bukan karena tidak tega, tapi ia takut dengan jarum suntik. Seumur-umur dia belum pernah menyentuh jarum suntik.

Setelah pemeriksaan yang panjang, Ah Ra dan Hyo Young duduk di bangku rumah sakit.

“Kau tidak merasa sakit?” Hyo Young memandangi tangan Ah Ra yang baru saja di ambil darah dengan ngeri.

Banyak bekar-bekas jarum suntik disekujur tangannya yang membiru. Bahkan ia tidak mengeluh kesakitan sama sekali. Juga tidak malu ketika memperlihatkan tangannya. Ia malah tersenyum lembut melihat Hyo Young yang takut dengan jarum suntik. Hyo Young memandangnya kasihan. Air matanya seperti ingin jatuh. Namun, ia berusaha menahannya. Walaupun Ara dapat melihat hidungnya yang sudah memerah dan matanya yang berkaca-kaca.

“Tidak sakit kok” kata Ah Ra.

Hyo Young menatap Ah Ra lagi dengan khawatir dan sedih. Ah Ra tersenyum kecil melihat Hyo Young.

“Aku sudah biasa. Dari kecil hingga sekarang, setiap hari tanganku selalu jadi tusukan jarum-jarum. Rumah sakit ini juga seperti rumahku. Setiap hari aku melihat orang masuk dan pergi semudahnya. Aku tidak tahu kapan aku yang akan menjadi orang itu” Ah Ra menatap dinding di depannya dengan tatapan kosong.

Hyo Young memandangi Ah Ra sedih. Ia tidak sanggup memikirkan bila itu terjadi pada Ah Ra. Terlalu berat untuk gadis seumurnya untuk mengalami banyak mengalami penderitaan di hidupnya.

“Aku sangat iri denganmu” gumam Ah Ra.

Hyo Young memandangnya binggung. Seorang Ah Ra iri padanya?. Pada dirinya yang kesekolah hanya karena agar tidak dimarahi oleh ayahnya, yang belajar karena terpaksa dan tidak bisa bersikap menjadi wanita seutuhnya, juga tentang dirinya yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Seharusnya ia yang iri pada Ah Ra yang memiliki segalanya. Kecantikan, kepintaran, kekayaan serta keluarga.

“Hahaha…aku yang seharusnya iri padamu. Kau begitu sempurna!”

“Dalam hidupku aku tidak pernah merasa punya orang tua. Walaupun aku memiliki orang tua utuh tapi aku tidak pernah merasa mereka ada. Dan kau memang tidak memiliki orang tua utuh, tapi kasih sayang itu selalu ada untukmu” Ah Ra memandangi Hyo Young dengan senyum pucat.

Seketika itu juga Hyo Young memeluk Ah Ra dan menangis di pelukannya. Ah Ra memang tidak banyak bicara, tapi baru kali ini ia bicara tentang hidupnya. Hal yang paling mengaharukan bagi Hyo Young. Dan mulai hari itu, ia berjanji akan menjaganya selamanya.

***

@ Choi’s House

Kris membuka kamar Minho. Adiknya itu kaget, melihatnya yang tiba-tiba saja memasuki kamarnya.

“Apa kau tau anak laki-laki yang bertengkar denganmu itu?. Siapa dia?” Kris bertanya pada Minho.

Minho hanya menatapnya binggung.

“Hyo Joon maksudmu?. Yang sering masuk kantor polisi bareng aku kan?. Emang kenapa?”

“Hyo Joon?. Jadi itu namanya. Dia beneran berpacaran dengan Ah Ra?”

Minho menatap Kris binggung dan juga kesal, lantaran ketenangannya di usik.

“Ah Ra?. Ah Ra si legendaris maksudmu?. Mana aku tau pacarnya siapa?. Tapi, bukannya Joon itu homo ya?” Minho menginggat-ngingat kejadian lalu.

“Homo?. Lalu Ah Ra…” Kris memandang Minho ngeri.

Minho jadi penasaran. Ia tersenyum nakal pada Kris.

“Kok kau menanyakannya?. Jangan-jangan ia suka padamu ya?. Atau kau suka padanya?” Minho memandang Kris dengan muka licik. Kris merinding mendegar hal itu.

“Enak saja!!” Ia langsung keluar dari kamar itu.

***

@ GoJoong Hakkyo

Good morning students!”. Pagi-pagi Taeyang sudah meminta anak-anak untuk berkumpul di Aula. Ia tersenyum sumbringah memandangi semuanya.

Hyo Young menatapnya kesal. Dalam hatinya ia ingin sekali menyenter Taeyang seonsaengnim menjadi kecil, lalu memasukkannya ke dalam kotak dan mengirimnya ke antartika.

“Guru seni atau bahasa inggris sih?. Minta dimusnahkan juga ternyata nih orang!” Hyo Young menggerutu dalam hati.

“Sebentar lagi akan ada Hakkyo Festival. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kalian harus datang berpasang-pasangan dan memakai baju resmi” Taeyang mengumumkan tujuannya dipanggil ke sekolah ini.

Semua murid mulai ribut dan antusias sekali dengan acara ini. Hyo Young bahkan sama sekali tidak peduli. Ia sangat benci dengan acara ini.

“Karena saya adalah guru seni kalian, jadi saya akan menentukan pasangan utama dalam acara ini”. Seruan taeyang membuat anak-anak teriak-teriak histeris dan antusias sekali ingin dipilih.

Baiklah…saya akan menjelaskan sedikit tentang Hakkyo Festival.

Hakkyo Festival adalah festival antar seluruh sekolah di Korea Selatan. Tepatnya sekolah-sekolah ternama di Korsel. Festival ini sudah jadi budaya untuk seluruh SMA di Korea. Setiap tahun pada musim panas, festival ini di adakan di taman terbuka yang cukup luas dan dipenuhi dengan banyak bunga. Banyak acara yang ada di festival ini. Mulai dari dance, nyanyi, drama, dan masih banyak lagi. Bahkan ada juga boyband terkenal korea yang akan manggung di sini. Seperti tahun lalu ada Super Junior dan Big Bang sebagai bintang tamu.

Dan acara puncak festival ini adalah penobatan king of korea hakkyo dan queen of korea hakkyo. Jadi setiap sekolah memilih dua pasangan untuk di adu di festival ini. Untuk sekolah yang menang, akan mendapatkan posisi sekolah terkenal di Korea dan tiket liburan.

“Untuk pasangan pertama, Kim Ah Ra dan Baekhyun. Selamat kepada kalian berdua!. Beri tepuk tangan semua!” seru Taeyang. Seluruh murid berdecak kagum dan memandang Ah Ra dan Baekhyun dengan rasa iri.

Hyo Young yang setengah tidur hanya memandangi mereka tidak acuh.

“Dan pasangan kedua adalah Oh Hayoung dan Ryu Hyo Joon!” Taeyang bertepuk tangan.

Seluruh kelas kaget memandangi Hyo Young. Yang benar saja?. Itu couple loh… masa sih perempuan sama perempuan?. Semuanya tidak bisa berkata-kata lagi. Mulut mereka menga-nga tidak percaya. Terlalu shock untuk mendengar kenyataan ini. Murid-murid laki-laki yang begitu nge-fans dengan Hayoung terduduk lemas di lantai.

Hyo Young yang tadinya setengah tertidur menjadi sangat kaget mendegar hal itu. Ia memandang Taeyang dengan binggung.

***

@ Haedmaster’s Room

“Seonsaengnim… ini sudah tidak benar!. Ini sungguh keterlaluan!.” Jo Kwon sudah berdiri tegap di depan Ji Sub dengan mengipas-ngipas badanya dengan kesal.

Di samping Jo Kwon berdiri Hyo Young, Taeyang, dan Hayoung.

“Seonsaengmin, aku tidak mau berpasangan dengan Joon!. Turun dong pamorku!” Hayoung memandang Hyo Young dan Taeyang kesal.

Why?. Dia sangat tampan. Kauu cocok dengannya” Taeyang berkata dengan mantap bahwa mereka adalah pasangan yang paling cocok. Ia merasa sama sekali tidak ada yang salah dengan pilihannya.

“Seonsaengnim, Joon ini perempuan!. Bukan laki-laki!” Hayoung menyakinkan Taeyang.

Taeyang tertawa kecil mendengar perkataan Hayoung. Ia merasa alasannya untuk tidak berpasangan dengan Joon sangatlah konyol.

“Perempuan?. Ah, yang benar saja!” Taeyang tertawa dengan gelinya.

Jo kwon memandanginya kesal dan mengetuk kepala Taeyang dengan kipasnya.

“Hei, apa kau bodoh?. Dia itu perempuan!. Namanya Ryu Hyo Young” Jo Kwon menunjuk Hyo Young dengan kipasnya. Ia sangat kesal menatap Taeyang.

Taeyang binggung. Ia memandangi detail-detail Hyo Young.

“Perempuan?. Yaa…seonsaengnim!. Jelas-jelas dia ini laki-laki!. Dari mana perempuan?” Taeyang menatap Jo Kwon kesal. Ia merasa tidak salah liat.

“Apa kau bodoh?. Kau tidak melihat daftar murid?. Atau kau tidak pernah mengabsen?. Namanya Ryu Hyo Young. Ryu Hyo Joon hanya nama bodoh yang dibuat gadis yang terobsesi menjadi laki-laki ini. Pokoknya aku tetap tidak setuju!” Jo Kwon masih kesal sekali. Ia memalingkan mukanya dengan kipas di tangannya.

“Tidak bisa!. Ini urusan saya!. Dan acara ini saya yang atur. Jadi, semuanya harus mnegikuti peraturan dan perintah saya” Taeyang juga merasa jengkel.

Terjadilah adu mulut sengit antara Jo Kwon dan Taeyang di ruangan itu. Mereka bertengkar soal jenis kelamin Hyo Young. Ji Sub hanya memandangi mereka cuek. Kuping Hyo Young sudah panas mendengarnya.

“Stop!. Stop!. Aku rasa kalian sangat cocok!. Lebih baik kalian menikah saja. Aku yang siapkan semuanya!” Hyo Young memandangi mereka santai.

Mereka berdua berhenti dan memandangi Hyo Young ganas.

“Pokoknya aku tidak setuju seonsaengnim!. Dia ini perempuan!” Jo Kwon masih bersi keras.

“Tidak!. Mereka harus tetap jadi couple!” Taeyang juga bersi keras.

Ji Sub memandangi mereka tenang. Ia lalu tersenyum pada keduanya.

“Begini saja. Hayoung dan Hyo Young tidak jadi pasangan utama. Kita ganti saja mereka dengan pasangan lain.”

“Siapa?”. Mereka semua menatap Ji Sub dengan binggung

“Chorong dan Kai…”

“Apa?” Hyo Young dan Hayoung sangat terkejut namun Taeyang dan Jo Kwon malah mengiyakannya dan terseyum dengan raut wajah yang sangat setuju.

***

@ Hyo Young’ s House

Sepeti biasa, kerjaan Hyo Young dirumah hanya malas-malasan di depan TV dan tidur. Jika oppa-oppanya mulai menyuruhnya ini-itu, maka hal dilakukannya adalah kabur ke rumah Baek Hyun, atau pergi sampai malam hingga kedua oppa serta ayahnya panik. Sikapnya yang manja membuat Sungmin muak melihatnya.

“Ya!. Hyo Young!. Tolong ambilkan surat di kotak surat.” Sungmin berteriak ke arah kamar Hyo Young.

Hyo Young dengan malas bangun dari tempat tidur.

“Ambil sendiri!” Hyo Young berteriak.

“Aku sedang sibuk!. Cepaat!” terdengar suara Sungmin yang membentak.

Hyo Young berdiri dengan kesal dan menuju kotak surat yang berada di luar rumahnya.Ia membuka kotak surat yang isinya sangat banyak itu. Ia mengambil surat-surat itu. Ketika ia ingin memegangnya namun tiba-tiba surat-surat yang menumpuk itu jatuh ke tanah. Ia memunggutnya sambil menggerutu kesal.

“Kenapa lama sekali sih Hyo Young?” Sungmin sudah ada di depan Hyo Young memandanginya penuh rasa kesal.

Tiba-tiba ada sosok jangkung yang berdiri disebelah Hyo Young.

“Hyo Young?. Bukankah kau Hyo Joon?” tanya Kris yang datang entah dari mana sambil menatap Sungmin dan Hyo Young bergantian dengan binggung.

Sepertinya Kris habis belanja sayuran di pasar dekat rumah Hyo Young, jika melihat barang bawaannya.

Sungmin dan Hyo Young menatap Kris heran dan kaget.

“Ahjussi?” Hyo Young menunjuk muka Kris.

“Siapa itu Hyo Young?. Kau Joon kan?” Kris menatap Hyo Young tidak percaya.

“Joon?. Siapa Joon?. Aku tidak kenal nama Hyo Joon disini” Sungmin memandang Kris tidak suka. Kata Hyo Joon adalah kata yang paling dibencinya didunia ini. Ia lebih baik mendengar orang lain memberi sumpah-serapah untuknya dari pada mendengar orang lain memanggil adiknya dengan Hyo Joon.

“Kau Hyo Joon. Tidak mungkin salah” Kris masih bersi keras.

Hyo Young hanya memandanginya pasrah. Ia terlihat santai dan tidak peduli pada Kris.

“Aku hanya punya adik bernama Hyo Young!. Tidak ada Hyo Joon di rumah ini!.” Sungmin menyeret Hyo Young masuk ke dalam dengan kesal. Ia membanting pintu di hadapan Kris.

Kris hanya menatap pintu rumah Hyo Young dengan binggung.

***

Sementara di sekolah…

“Kai… Kai…” Chorong memanggil-manggil Kai yang berjalan ke arah perpustakaan.

Kai membalikkan badannya dan melihat Chorong.

“Ada apa?”

“Apa kau sudah mendengarnya?.”

“Mendengar apa?” tanya Kai binggung.

“Itu loh, kita terpilih jadi couple utama di Hakkyo festival!” Chorong sangat antusias.

“Benarkah?” Kai menatap Chorong tidak percaya.

Chorong mengangguk senang dan Kai tersenyum pada Chorong.

***

@ GoJoong Hakkyo

Pagi-pagi semua murid sedang sibuk berkrasak-krusuk tentang Hakkyo festival. Mereka sibuk dengan baju apa dan make up apa yang harus mereka pakai pada saat acara nanti. Hyo Young menatap mereka dengan kesal dan tidak suka. Ia benci sekali suasana yang seperti ini.

Ia masuk ke dalam kelas dengan kesal.

“Kenapa kau?. Pagi-pagi sudah ngamuk?” Lay memandangi Hyo Young dengan binggung.

Hyo Young membalas dengan menatap Lay tajam.

“Aku kesal dengan suasana ini. Apa tidak ada pembicaraan lain ya?”

“Masalah Hakkyo festival?” Kata Kai ikut nimbrung.

“Apa kau tidak datang lagi seperti tahun kemarin?” Chorong memandang Hyo Young dengan penuh selidik.

Hyo Young hanya mengangguk.

“Ayolah, kau ini. Datanglah!. Tidak seru jika tidak ada kau!” Kai membujuk Hyo Young.

“Baiklah…aku datang!. Tapi pinjamkan jas mu untukku!” Hyo Young menatap Kai dengan senyum mautnya.

“Untuk apa?. Jangan bilang kau akan memakai itu!”

“Iya…aku akan memakainya. Kau harus memijamkannya padaku!”

Kai pasrah saja dan mengangguk.

“Eh… Bomi mana?” Hyo Young memandangi bangku sebelah Chorong yang kosong.

“Oh…dia sedang latihan dance buat festival. Sepertinya Tae sonsanegnim sangat mengandalkannya”

***

@ Hyo Young’s Room

Hyo Young memandangi jas milik Kai di kamarnya dengan kagum. Bagaimana tidak, jas milik Kai adalah hasil rancangan salah satu designer jas terbaik di Korea. Walaupun berat hati Kai meminjamkannya padanya, namun ia terpaksa. Kalau tidak hidupnya akan seperti di neraka di buat Hyo Young.

“Wah…keren banget!. Pasti aku nampak keren kalau pakai ini!. Kai memang selalu punya yang keren!” Hyo Young terus menganggumi jasnya.

Ia lalu berbarik di tempat tidurnya dan tetap memandang jas itu hingga ia tertidur lelap.

Setelah memastikan Hyo Young sudah tertidur lelap, pintu kamarnya terbuka. Ada orang yang masuk diam-diam dan tersenyum dengan licik.

***

Keesokan paginya…

Hyo Young bangun dari kasurnya. Ia berjalan ke toilet dan mencuci mukanya. Saat Ia masuk lagi ke kamarnya dan…

“HUAHHHHHHHHHHH!!!” Hyo Young berteriak histeris.

To Be Continued

Iklan

4 pemikiran pada “Kidz Gang (Chapter 7)

Tinggalkan Balasan ke ayumufujiwara Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s