Kim Family : Hyoyeon and Her Cat

Kim Family : Hyoyeon and Her Cat

Author : Park Hyura

Genre : Family

Length : Oneshot

Rating : General

Main Cast : Kim Jongdae & Kim Hyoyeon

HYOYEON POV

“Hyo, kau dengar itu?” Sooyeon memegang tanganku erat-erat. Apa lagi yang ia takutkan? Tidak bisakah sehari saja dia tidak takut sesuatu? Ck, dasar Sooyeon penakut. Menyebalkan.

“Apa lagi yang kau takutkan? Aku tidak peduli. Ayo cepat pulang! Kau ingin aku dimarahi eomma karena pulang terlambat?!” bentakku. Aku melepaskan tanganku. Tapi dasar Sooyeon penakut, ia menarik tanganku lagi dan membuatku kembali ke posisi awal.

“Yak! Kau periksa dulu semak-semak itu. Baru aku merasa aman. Ayo cepat, kalau tidak aku akan berdiri di sini terus dan memegang tanganku. Jadi kita tidak bisa pulang.” Baik, aku mengalah. Dasar Sooyeon menyebalkan. Bisa-bisanya aku pulang bersamamu.

Aku menerobos semak-semak di samping Sooyeon. Oh God, suara apa, sih, yang didengar Sooyeon? Di sini tidak ada apa-apa. Tunggu, aku menemukan sesuatu!

***

JONGDAE POV

Aku masuk rumah dengan wajah acak-acakan. Tampaknya Byun sonsaengnim ingin membuatku tersiksa. Terbukti dengan gunung PR yang ia berikan  setiap minggu. Dia pikir tidak lelah apa mengerjakan PR darinya?

“Yak! Kucing siapa ini?!” teriakku ketika menemukan seekor kucing sedang asyik menonton TV. Dia benar-benar menonton TV. Duduk santai sambil memperhatikan acara TV.

Oppa, itu kucingku!” adikku Hyoyeon, tiba-tiba muncul dan menggendong kucing itu. Ck, Hyoyeon memelihara kucing?!?! Apa dia lupa kalau aku takut kucing? Atau dia memang sengaja?

“Cepat buang kucing itu atau kau akan dimarahi eomma,” ancamku. Sepertinya dia tidak peduli. Ia malah mengelus kepala kucing itu.

Eomma sudah memberi izin. Kata eomma tidak masalah kalau aku memelihara kucing. Yang penting aku merawatnya dengan baik,” Apa eomma lupa aku takut kucing? Ini mengerikan. Aku tidak mungkin hidup bersama kucing itu. Aku bisa mati. Oke, lupakan. Kau tidak mungkin mati Kim Jongdae.

***

AUTHOR POV

Eomma, kenapa Hyoyeon memelihara kucing?” protes Jongdae saat makan malam. Eomma menatapnya heran.

“Memang kenapa? Ada masalah?” Eomma sepertinya benar-benar lupa kalau putranya itu menderita ketakutan terhadap kucing. Baik, bahasanya berlebihan. Lupakan.

Kata-kata eommanya berhasil membuat Jongdae berdecak kesal. Bagaimana mungkin eomma lupa soal ketakutannya ini? Jadi, bagaimana caranya agar eomma ingat?

Eomma, aku takut kucing!” teriakan Jongdae sukses membuat semua tertawa. Kecuali Jongdae tentunya. Mana mungkin ia menertawakan diri sendiri. Dan bagaimana mungkin hal seperti ini dikatakan lucu, batin Jongdae.

“Ah, eomma lupa kau takut kucing. Tapi kita tidak mungkin meminta Hyoyeon membuang kucingnya, kan?” Eomma masih tetap tertawa.

Oppa, kenapa kau takut ku…” pertanyaan Hyoyeon terputus dan digantikan suara tawa Hyoyeon yang jauh lebih keras daripada tadi. Ia ingat alasan Jongdae takut kucing.

Jongdae pernah dicakar kucing, dan ini membuatnya menangis seharian. Jongdae bahkan berteriak “Aku terserang rabies” ratusan kali dalam sehari. Kim Jongdae, kau hanya dicakar kucing, kau tidak mungkin terserang rabies. Lagipula, kucing Tn. Park yang menggigitmu adalah kucing baik-baik.

***

One Month Later…

Eomma, Appa, kalian lihat kucingku?” teriak Hyoyeon sepulang sekolah. Ia melempar tasnya sembarangan.

Eomma tidak melihatnya. Dan untuk apa kau memanggil appa? Ini jam berapa Kim Hyoyeon? Appamu belum pulang.” Eomma membalas dari dapur. Dan eomma membalas dengan teriakan juga -_- Sedangkan Hyoyeon hanya bisa mengacak rambutnya kesal.

“Hyoyeon, kenapa kucingmu tergeletak di tengah jalan?” Jongdae berlari masuk rumah.

“Dimana? Dimana kucingku?” Hyoyeon langsung berlari keluar rumah dan terkejut melihat keadaan kucingnya. Kucing itu tergeletak di tengah jalan. Cairan merah melumuri bulu putihnya. Kucing itu sudah tak bernyawa.

***

HYOYEON POV

Sudahlah, biarkan saja kucing itu mati. Lagipula sepertinya rumahku akan lebih tenang tanpa kucing itu. Jongdae oppa tidak akan berteriak ketakutan lagi. Ya, mungkin memang lebih baik seperti ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s