Devil Child (Part 8) #Last part

edit #42

Author : Z

Title : Devil Child (part 8) #Last_Part

Cast :

☆ Kim Jong In {Kai, nama aslinya di dunia iblis}

☆ Sung Ha Rim (OC)

☆ Oh Sehun

☆ Kim Tae Hyung

☆ Kim Min Ri (OC)

☆ Kim Seo Jin

Length : Chapter

Genre : Romance, Mistery, Supernatural, Action, Fantasy, Gore

Disclaimer : FF ini murni ide dan karangan author. No plagiat.

Author’s Note : Annyeong \(^o^)/ wahh ini udah Last Part aja >< author mau berterima kasih kepada seluruh readers yang sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca ff yang berfantasy tinggi ini. Dan terima kasih juga untuk yang sudah memberi saran dan kritiknya, itu akan menambah wawasan author dalam menulis. Jika di dalam ff menggandung hal yang tidak menyenangkan(?) author minta maaf karena author tidak bermaksud menjelekkan cast atau sebagainya. Kalau ada yang mau kenalan bisa follow twitter author; @z_millah atau fb; z cah ngablak.

Dan mungkin ff ini bisa ada sequel nya jika author tidak sibuk dan ada yang minat untuk di bikin sequel :v

Back Song : Yuya Matsushita – Bird  <~ bisa di download ini lagu ^-^)b

Happy reading..

。゚ °Devil Child °゚。

Di dunia malaikat, para prajurid malaikat dibantu Savaredia, Ratu mereka, masih bergulat dengan iblis-iblis yang keluar dari lubang sacara bergelombol.

Telihat Minri dan kembarannya, Seok Jin yang ikut didalamnya. Setelah sari dunia iblis Minri segera menolong Seok Jin dan mengobatinya. Pada awalnya mereka sembat berencana kembali ke dunia iblis sendirian tapi melihat prajurit iblis sebanyak itu sangat mustahil untuk bisa mengalahkannya.

Mereka memutuskan untuk menemui Ratu mereka dan membuat rencana penyerangan. Tapi sebelum sempat memasuki dunia iblis, para prajurit iblis itu tiba-tiba muncul dengan bergerombol dan itu membuat mereka tertahan. Karena tak mau jika hanya berdiam diri, Savarediapun ikut dalam pertempuran itu.

。゚ °Devil Child °゚。

Sung Ha melangkahkan kakinya mendekati Sehun. Wajah yeoja itu datar dan tatapannya kosong. Mata Sehun berbinar menatap Sung Ha. Cantik, itulah yang ia lihat dari Sung Ha, sayapnya yang indah dan aura yang pertamakali Sehun rasakan.

Api biru keunguan dengan cepat merambat di sekeliling Sung Ha. “Tak kan kumaafkan kau karena telah melukai Jong In.” api itu dengan cepat menyambar ke arah Sehun tapi bukannya menghindari, namja itu menahannya dengan perisai api yang ia buat.

“Kau memiliki api yang indah.” puji Sehun. “tapi sayangnya, apimu tak seindah milikku!” Sehun terbang ke aras dan mengarahkan tangannya ke arah Sung Ha yang masih berdiri menatap tampat yang beberapa detik yang lalu menjadi pijakan Sehun.

Gelombang api yang cukup besar muncul dari tangan Sehun dan tepat mengarah ke Sung Ha. Perlahan Sung Ha menoleh ke atas, wajahnya tak tersirat rasa takut ataupun rasa kagum dengan api yang mengarah ke arahnya.

BOOM!

Dengan dasyat api itu menghantam Sung Ha dan sekitarnya. Beberapa detik kemudian api itu mulai menghilang. Sehun mengedarkan pandangannya saat tak mendapati Sung Ha di tempatnya tadi. Kemana dia? Sehun sangat yakin jika ia mengenai Sung Ha.

“Kau mencariku?” Sehun mendongakkan kepalanya saat mendengar suara Sung Ha dari atas.

Brak!

Tubuh Sehun jatuh menghantam tanah sesaat setelah Sung Ha menendangnya. Sung Ha membuat sebuah lingkaran api di sekeliling Sehun dan turun menghampiri namja itu.

Sehun bangkit, namja itu mulai tak suka dengan apa yang dilakukan Sung Ha padanya. “Dari awal aku tau kau bukanlah manusia. Makluk sepertimu, seharusnya tak boleh ada di dunia ini!”

Api yang ada di saya Sung Ha membesar, begitu pula dengan api yang mengelilingi dirinya dan Sehun. Sehun tersenyum remeh. “Apakah kau marah? Aku yakin Kai juga berpikir seperti itu! Makhluk-” ucapan Sehun terhenti saat api yang mengelilinginya tiba-tiba menyerang ke arahnya. Sontak membuat namja itu sedikit terkejut dan segera melindungi dirinya dengan perisai api yang ia buat.

Wuss!

Perisai api itu pecah hingga membuat api milik Sung Ha tampir saja mengenai Sehun jika namja itu tak segera terbang ke atas, menghindarinya.

Wuss!

Api milik Sung Ha berkobar ke atas, tepat mengarah ke Sehun. Dengan cepat namja itu kembali menghindarinya, tapi api itu tetap mengejarnya.

Sehun terbang menukik, tepat ke arah Sung Ha, namja itu berpikir jika ia terbang ke arah Sung Ha maka api itu akan mengenai Sung Ha.

Sung Ha mendongakkan kepalanya ke atas dan mendapati Sehun terbang ke arahnya. Yeoja itu mengangkat tangannya dan mengarahkan telapak tangannya ke arah Sehun.

WUUSS!

Api biru keunguan muncul dari telapak tangan itu dan tepat mengarah ke Sehun. Namja itu membelakkan matanya, terlambat, ia tak bisa menghindar.

Buk!

Tubuh Sehun terjatuh ke tanah. “Sialan kau!” Sehun bangkit dengan memegangi dadanya yang terdapat luka dikarenakan serangan Sung Ha. Namja itu tersadar, ia teringat akan suatu hal. Mata namja itu sibuk mencari sosok yang ia rasa berada di dekat lubang yang ia buat, dan benar saya sosok namja itu sedang tergeletah di tanah.

Sehun tersenyum penuh makna.

Di sekeliling Sung Ha telah terdapat banyak kobaran api yang entah sejak kapan itu bertambah semakin banyak. Yeoja itu kembali mengarahkan apinya ke Sehun dan lagi-lagi namja itu terbang menghindarinya.

Api Sung Ha terhenti saat Sehun berdiri dengan menopang tubuh Kai. Sung Ha menggerang saat mendapati rasa sakit kembali menyerang kepalanya.

“Aarrgghh!” Sung Ha merasakan sakit di seluruh tubuhnya.

“Sung Ha..” ucap Kai lirih, tapi Sehun masih bisa mendengarnya.

“Ada apa dengannya? Apakah dia akan berubah kewujudnya yang lain?”

“Kau tak tau apa-apa tentang Sung Ha!” ucap Kai dengan susah payah. Sehun semakin menarik baju Kai dengan kuat membuat luka di punggung namja itu semakin terasa perih.

“Kanapa kau menyembunyikan makhluk sepertinya di rumahmu?” bisik Sehun.

“SUNG HA!” Sehun dengan cepat menoleh ke atas dan mendapati sesosok yeoja yang ia tau bernama Savaredia, bukan hanya yeoja itu tapi di belakangnya berdatangan malaikat-malaikat lain. “SUNG HA! HENTIKAN! AKU MOHON!”

Dari raut wajah Savaredia, jelas terlihat bahwa yeoja itu sangat menghawatirkan keadaan Sung Ha saat ini.

Sehun melembar Kai ke tanah. Sepertinya ada tamu yang harus dijamu terlebih dahulu. Dengan menahan luka yang menurutnya tak terlalu parah Sehun terbang ke hadapan Savaredia.

“Lama tak bertemu yang mulai Ratu, Savaredia.”

“Apa yang kau lakukan! Hentikan ini sekarang!” setelah bersusah payah mengalahkan gerombolan prajurit iblis yang dikirim Sehun ke dunia malaikat, Savaredia segera pergi ke dunia iblis karena Minri memberitahunya bahwa Sung Ha ada di sana.

“Sung Ha..” lirih Minri saat melihat Sung Ha yang merasa sangat tersiksa. Yeoja utu mengedarkan padangannya, mencari Kai, tak ada, ia tak melihat Kai. Yeoja itu menurunkan pandangannya, kebawah. Ia terbelak melihat tubuh Kai yang terdapat luka yang parah.

Dengan cepat yeoja itu turun, menghampiri Kai. “Apa yang terjadi?” tanyanya pada Kai.

Kai memegang lengan Minri. “Tolong sembuhkan aku, aku mohon.”

Tanpa ragu yeoja itu segera mendekatkan kedua telapak tangannya keluka yang ada di punggu Kai.

Seok Jin yang melihat Minri sekilas dan membiarkannya, sekarang yang menjadi perhatiannya adalah Sung Ha. Yeoja itu masih menggerang kesakitan.

“Seok Jin! Bawa Sung Ha ke dunia malaikat sekarang!” perintah Savaredia. Belum sempat Seok Jin mendekatinya Sehun menghalangi namja itu mendekat.

“Apakah kau mengenalnya?” tanya Sehun pada Savaredia.

“Itu bukan urusanmu.” Seok Jin kembali mencoba menerobos api itu tapi lagi-lagi ia terhalang oleh hal yang sama. “Apa maumu sebenarnya?” tanya Savaredia.

“Menurutmu?” Sehun mengarahkan telapak tangannya ke arah Savaredia.

“Aku sedang tak ingin melawanmu.”

“Kalau begitu aku akan memaksamu.” api biru muncul dari telapak tangan sehun dan tepat tertuju pada Savaredia.

Savaredia memejamkan matanya, ia menarik nafasnya dan mengeluarkannya. Tubuh yeoja itu bercahaya, ia membuka matanya dan mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah api itu.

Sebuah cahaya mencul dari telapak tangan itu dan membelah api yang mengarah padanya. Cahaya itu tetap lurus hingga menemukan sosok namja yang pemilik api tadi. Namja itu menggeser tubuhnya, menghindari cahaya yang mengarah tepat ke tubuhnya. “Sepertinya akan sangat menarik.” ucapnya dan tersenyum.

Kai segera menghampiri Sung Ha setelah luka di tubuhnya menghilang. Belum sempat namja itu menghampirinya, ia terhadang oleh api yang ada di sekeliling Sung Ha. “SUNG HA! INI AKU! KENDALIKAN DIRIMU!” teriak Kai.

Jauh di dalam diri Sung Ha saat ini, ia seperti sedang bertarung dengan dirinya yang lain. Kedua kekuatan yang ia miliki mulai melawan tubuhnya dan itu membuatnya merasa kesakitan.

Dengan apinya Kai membuka jalan untuknya supaya bisa mendekati Sung Ha. Ia segera menarik tangan Sung Ha dan membawanya dalam pelukannya. “Tenangkan dirimu.”

Api yang ada di sekeliling Sung Ha dengan cepat menyambar ke arah Kai, tapi namja itu dengan cepat melindungi dirinya dengan perisai api yang ia buat dengan apinya.

“Ahh.” nafas Sung Ha terengah-engah. “Sakit..” lirihnya pelan tapi Kai bisa mendengar itu.

Kai memegang kedua pipi Sung Ha dengan telapak tangannya dan mengarahkan wajah yeoja itu menghadap padanya. Kai terkejut saat mendapati sebelah mata Sung Ha adalah mata yang sama saat Sung Ha menjadi iblis, tapi mata kanan yeoja itu tampak normal seperti biasa.

“Jong.. In.. Aku.. Tak bisa manahannya..” ini pertamakalinya Sung Ha merasakan rasa sakit seperti ini. Tubuhnya terasa tercabik-cabik dan ia merasa sangat kelelahan.

Kai menatap manik mata Sung Ha dalam. “Kau harus bertahan. Kau harus bisa mengendalikan kekuatanmu!”

Air mata menetes dari mata kanan Sung Ha. Yeoja itu benar-benar tak sanggup menahannya lagi. Ia bergitu tersiksa dengan rasa sakit yang ia alami.

Dengan susah payah  tangan yeoja itu menyentuh wajah Kai. “Mianhae..” ucapnya lirih dan diikuti tubuh yeoja itu yang mulai menghilang, berubah menjadi debu dan bulu putih.

Dengan cepat Kai mencium Sung Ha dan meyakinkan bahwa ini tidak benar. Ia masih bisa merasakan lembutnya bibir Sung Ha yang menyapu bibirnya. Air mata namja itu menetes. Ia tak ingin melepaskan Sung Ha.

Tubuh Sung Ha perlahan tapi pasti mulai berubah dan benar-benar menghilang. Kai tak lagi bisa merasakan sentuhan bibir Sung Ha, ia tak berani membuka matanya, ia takut jika ia membuka matanya ia tak dapat menemukan Sung Ha.

Namja itu menangis, pada akhirnya ia membuka matannya dan tak menemukan sosok yang ia cintai itu. Yang Kai lihat saat ini hanyalah debu dan bulu-bulu kecil bak bulu angsa yang berterbangan.

Kai menengadahkan tangannya, sebuah bulu putih jatuh tepat di telapak tangannya. Ia menggenggamnya dengan erat. “SUNG HA!!” namja itu berteriak sekeras yang ia bisa. Dadanya terasa sakit, kenapa ia harus kehilangan sesuatu yang ia cintai?

Mata Kai bersinar biru. Ia marah, pada dirinya sendiri karena tak bisa melindungi Sung Ha. Dan ia marah pada saudaranya yang telah membuat Sung Ha berubah menjadi iblis.

Api biru yang berbentuk sayap itu mencul menghiasi punggung Kai. Namja itu menatap tajam pada sosok yang tengah bertarung dengan Ratu malaikat.

Dalam sekejap mata Kai telah berpindah tempat ke depan Sehun dan menghantamkan namja itu ke tanah. Tak hanya itu, ia menahan tubuh Sehun dengan tubuhnya agar tak bisa bangkit. “Kau.” ucap Kai dengan penuh penekanan. “MATI KAU!”

Sehun menutup matanya. Apa ini? Kenapa ia merasa takut pada Kai?

Gejolak api biru dengan cepat menyambar tubuh Sehun dan Kai. Api itu semakin besar menyambar mereka berdua. Bagi Kai itu bukanlah masalah karena apinya tak akan bisa melenyapkannya. Tali bedahalnya denga Sehun, namja itu merasa tubuhnya akan lenyap jika Kai tak segera menghentikan serangan beruntun itu.

Savaredia dan yang lain hanya bisa terdiam melihat kedua iblis yang terbakar api di hadapan mereka. Mengerikan, itulah yang ada di pikiran mereka. Melihat Kai yang begitu marah dan begitu gusar.

Teringat akan suatuhal, Savaredia mencari soskk yeoja yang tak lain adalah anaknya, tak ada, yeoja itu sudah tak ada di tempatnya tadi. Ia kembali mengedarkan pandangannya. “Kemana Sung Ha?” tanyanya pada Seok Jin yang terbang tak jauh darinya. Savaredia terlalu sibuk bertarung dengan Sehun hingga melupakan Sung Ha.

Seok Jin terdiam, ia melihat saat-saat ketika Sung Ha lenyap. Dan itulah yang menyebabkan Kai marah, dan menghajar Sehun habis-habisan. “Dia..” Seok Jin tampak sedikir ragu mengatakannya, tapi dia harus mengatakannya. “Sung Ha telah lenyap..”

“Apa?” Savaredia memegangi dadanya. Benarkah Sung Ha telah lenyap? Dia bahkan bahkan tak pernah bercengkrama langsung dengan ibunya, bagaimana dia bisa lenyap secepat itu. Ada penyesalan yang ada di dalam hati Savaredia.

Perlahan api Kai mulai kembali normal setelah tak ada lagi sosok Sehun di hadapannya. Nafas namja itu terengah-engah air mata Kai kembali mengali membasahi pipinya. “Aaaaaaaa!!” ia berteriak sekuat tenaga, menghilangkan penderitaan yang ia rasakan.

Kenapa ini semua tampak begitu kejam untuk Kai? Kenapa ini harus terjadi kepada Kai?! Apakah ini adalah takdirnya?

。゚ °Devil Child °゚。

Tiga tahun telah berlalu semenjak kejadian penyerangan ke dunia malaikat.

Saat ini dunia iblis tengah di pimpin oleh Raja bernama Kai. Dalam tiga tahun ini ia telah menemukan beberapa iblis yang benar-benar bisa ia percayai. Mereka juga adalah teman Kai saat masih kecil, mereka tinggal jauh dari kerajaan, oleh karena itu tak ada yang mengetahui bahwa Kai memiliki teman lain selain Sehun dan Tae Hyung.

Sedikit banyak perubahan yang terjadi di dunia iblis. Kai telah berjuang keras untuk menciptakan dunia iblis yang memang telah ia impikan sejak dulu.

Duhadapannya sekarang sebuah gerbang yang memisahkan dunia iblis dan dunia manusia. Namja itu hanya terdiam melihati gerbang itu, sudah lama ia tak melewatinya. Dengan ragu namja itu membukanya, ia berinisiatif untuk melihat dunia dimana ia tumbuh.

。゚ °Devil Child °゚。

Tin! Tin!

Suara kelakson mobil terdengar begitu riuh di telinga setiap orang yang ada di sana.

Setelah berkeliling di sekitar tempatnya tinggal dulu, Jong In berjalan menyusuri jalan yang entak akan membawanya ke mana.

Namja itu terhenti di depan sebuah toko yang menjual berbagai macam jenis buah. Sorot matanya tak henti-hentinya menatap sesosok yeoja dengan rambut yang terikat di belakang. Yeoja itu tengah sibuk menurunkan buah-buahan dari mobil bak terbuka yang ada di sebelahnya. “Sung Ha..” ucap Jong In pelan saat melihat senyum yeoja itu.

The End

Selesai >< Devil Child sudah selesai.. Jikalau pertarungan tadi cukup membingungkan(?) dan sulit dimengerti setiap gerakannya z minta maaf u.u habisnya z sendiri binggung membuat kata-kata yang pas dan mudah dimengerti. Dan untuk typo yang selama ini banyak mengganggu kenikmatan membaca(?) harap maklum ne, karena z memang punya penyakit typo parah(?)

Ff ini udah beneran selesai tapi masih bisa di bikin sequelnya. Jadi ada yang mau sequel? *Ga ada* oke kalau ga ada .-.

Untuk readers yang selama ini setia membaca ff Devil Child, z ucapkan banyak terima kasih ^^ dan see you again ^-^)/ ♡

19 pemikiran pada “Devil Child (Part 8) #Last part

  1. Thor sebelomnya aku minta maap gara” baru comment di chapt ini.. Soalnya aku udh ketinggalan bnyk bgt, jdi aku gabungin aja ya smua comment nya disini
    Ceritanya keren thor.. Bener
    Aku gak ngira kl SungHa bakal lenyap kek gtu
    Itu cewek apanya SungHa?
    Reinkarnasi kah? ._.
    Trs buat saran, msh bnyk typo, mending author periksa dulu sblm dipublish..
    Keep writing yah thor, ditunggu sequelnya 🙂

  2. Author imajinasimu daebak, ceritanya keren banget. Tapi endingnya kurang puas 😦 please please sequelnya dong, masih penasaran ama lanjutan kisah Kai ama SungHa thor. Ditunggu sequelnya ya thor 🙂

  3. Z-author nimmmmmm!!!!!
    Pertama-tama, DAEBAK!! Sumpah Z-nim, kalau ini dijadiin film…(aku nggak tahu harus bilang apa), kereeeen bangeeet… nek menurutku malah lebih keren dari maleficent(kenapa jadi ke situ ya)
    Keduaa, aku mau minta maaf karena nggak comment di setiap part-nya. Jujur aja Z-nim, aku ngopy ini ke laptop, UTUH dari poster sampai akhir, sampai curhatan author..tapi, bukan karena hal2 buruk. aku ngopi soalnya kan aku mau kemah ke pedalaman, terus biar g bosen aku ‘sangu’ ff, aku juga ngopi alamat web-nya kok… Z-nim tenang saja…
    Aaaaa~~~~\
    The Last, kalau dibuat sequelnya, aku nggak yakin bisa nahan galau di hati ini….
    Udah Thor, kayaknya, kok hati ini udah nyesek gitu ya..bacanya
    JEONGMAL GOMAWO Z-nim, dirimu telah membuat hidupku lebih berwarna.. :*

  4. Mf bru comment d chapter ini thor .q ngebut bca nya ,hehe

    Suka bgt moment” kai n sung ha ,kai keren bgt .

    Masih penasaran sma hubngn mreka .ap yg d lihat it sung ha yg jd manusia ? ,kalo gt smoga mereka bersatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s