Step By Step (Oneshot)

ffuwo

Title                       : Step By Step

Author                  : Putri Dini

Length                  : Oneshot

Genre                   : Life, School Life, Romance

Main Cast           : Lee Hyeri (OC), Oh Sehun

Disclaimer          : This is my story, don’t bash, don’t plagiat and happy reading.

–Step By Step–

“..376..377..378..379” Hyeri yang berhenti ketika tepat berada di gerbang sekolahnya.

“Hyeri-yang, hitungannya sama seperti kemarin?” tanya petugas keamanan yang menghampiri Hyeri.

“iya, sepertinya besok aku tidak menghitungnya lagi” ucap Hyeri tersenyum.

Hyeri kembali melanjutkan langkahnya dan kembali menghitung mulai dari awal.

***

“hei,hei..Angka Gila sudah datang” riuh seorang siswa di dalam kelas melihat kedatangan Hyeri.

“..83..84” Hyeri berhenti tepat di depan mejanya.

“kenapa berbeda dengan yang kemarin? Sepertinya aku harus menghitung ulang besok” gumam Hyeri.

“sepertinya hitungannya salah” ledek siswi yang duduk di depan Hyeri.

“dia benar-benar gila, ia selalu menghitung langkahnya. Jangan-jangan ia juga menghitung air hujan yang jatuh..” sinis siswi yang lainnya.

Hyeri mendengar semuanya, ia berusaha tak memperdulikannya.

“julukannya benar-benar tepat ‘Angka Gila’” sambung siswi lainnya.

“hei-hei, mereka datang..” ucap salah seorang siswi yang membuat seluruh kelas menatap ke pintu.

Byun Baekhyun, Park Chanyeol, dan Oh Sehun. Kedatangan mereka, bagaikan datangnya pangeran dipagi hari.

“Baekhyun-ah, Aku membawakan roti kesukaanmu..” siswi berambut sebahu meletakkan sepotong roti diatas mejanya.

“Chanyeol-ah, ini coklat” siswi dengan rambut yang di kuncir meletakkan sebatang coklat di mejanya.

“Sehun-ah, ini ada hadiah dari ibuku yang baru pulang dari Jepang” siswi lainnya meletakkan sebuah kotak diatas mejanya.

“terima kasih semuanya..” ucap Baekhyun tersenyum.

Baekhyun lalu mengambil coklat diatas meja Chanyeol dan memakannya. Begitu juga dengan Chanyeol yang memakan roti yang diberikan kepada  Baekhyun. Siswi-siswi tadi pun terlihat kecewa dengan tingkah mereka.

“Sehun-ah, yang ini..” Chanyeol mengisyaratkan kotak diatas meja Sehun.

“kalian ambil saja..” ucap Sehun dingin dan langsung berdiri dengan memasukkan lengannya kedalam saku celananya.

Sembari berjalan ia pun memandang kearah Hyeri yang sedang menulis.

“baiklah, apa ya isinya?” Baekhyun tak sabar membuka kotak tersebut.

“Oh Sehun!!” teriak siswi tersebut.

Ia merasa telah diacuhkan begitu saja dengan Sehun. Siswi itu hanya bisa menahan amarahnya dengan menggigit bibir bawahnya.

***

Pelajaran sudah dimulai sejak 20 menit yang lalu. Terlihat rata-rata siswa tidak menyimak pelajaran. Begitu juga dengan Baekhyun yang sibuk bermain permainan di ponselnya. Chanyeol yang tertidur pulas diatas tumpukan buku yang sengaja ia buat. Dan Sehun yang duduk tetapi pandangannya lurus kepada Hyeri yang duduk di barisan sebelah kirinya dan duduk satu kolom di depannya.

“Sehun-ah, bagaimana cara mengalahkan yang ini?” Baekhyun berbalik menyodorkan ponselnya agar dilihat oleh Sehun.

Seakan tak mendengarnya, Sehun pun tak menoleh kearah Baekhyun.

“hei..”

Sehun pun tersadar. Ia segera menolehkan pandangannya kepada Baekhyun.

“kenapa?” tanya Sehun.

“kau ini kenapa melamun? Apa yang kau lihat?” Baekhyun pun melihat kearah yang Sehun pandangi tadi.

“berhentilah memandanginya, atau semua orang akan mengetahui kau menyukainya” ucap Baekhyun.

“hei, kecilkan suaramu” Sehun yang takut orang akan mendengar.

“berhentilah memandanginya dari jauh, lebih baik kau ajak kencan lansung..”

Sehun kembali terdiam apabila Baekhyun sudah berkata seperti itu.

***

Hyeri mengantri makan siangnya.

“bibi, mana tempat yang paling sepi diduduki?” tanya Hyeri kepada bibi yang mengurus makanan.

“disana, karena dekat dengan tempat sampah, jarang ada yang mendudukinya”

“terima kasih, bi..”

Hyeri pun langsung melangkahkan kakinya ketempat tersebut dan tak lupa tetap menghitungnya.

“hei, itu Angka Gila” ucap Baekhyun menujuk kearah Hyeri.

“dia menghitung lagi langkahnya..” ucap Chanyeol yang melihatnya.

Sehun hanya meliriknya sebentar dan langsung kembali melahap makanannya.

“Sehun-ah, kenapa dia selalu menghitung langkahnya? Aneh..” tanya Baekhyun yang terlihat-benar-benar penasaran.

“apa aku terlihat seperti mengetahuinya?” respon Sehun yang sedikit kesal dengan pertanyaan Baekhyun.

“mungkin saja, karena kau menyukainya kau mencari tahu tentangnya..”

“kau sebarkan saja kalau aku menyukainya..” Sehun yang kesal mendengar kedua sahabatnya terus mengulangi kata bahwa ia menyukai Hyeri.

“maaf, maaf..” Baekhyun memanyunkan bibirnya.

“tapi, aku benar-benar penasaran. Apa ia bermain semacam lotere?” ucap Chanyeol yang mulai bodoh.

“bicaralah yang masuk akal..” ucap Baekhyun.

***

Jam pulang sekolah pun tiba.

“ahh.. akhirnya aku bebas hari ini. kalian sudah bekerja keras..” ucap Chanyeol mengelus kedua lengannya dan tubuhnya.

“bekerja keras untuk tidur?” Baekhyun yang menyindir Chanyeol.

Chanyeol hanya menggerutu tak jelas.

Mata Sehun lalu menatap kesebuah arah dan ia melihat Hyeri.

“oh? Angka Gila..” Baekhyun yang juga melihat kearah yang sama dengan Sehun.

“hei, ini kesempatanmu” ucap Chanyeol.

“apa?”

“Chanyeol benar, kau harus memulainya sekarang..” Baekhyun yang kali ini setuju dengan Chanyeol.

“lupakan, aku tidak punya waktu untuk berkencan..” ucap Sehun malas.

“tapi, kau mempunyai waktu untuk memikirkannya? Sudahlah, sekarang waktu yang tepat” Chanyeol seakan memberikan nasehatnya.

“kali ini aku setuju dengan Chanyeol..” ucap Baekhyun tegas.

Chanyeol dan Baekhyun pun mendorong Sehun kearah depan agar menghampiri Hyeri. Sehun yang awalnya terlihat ragu-ragu pun mulai meyakinkan langkahnya menghampiri Hyeri.

“Lee Hyeri..” panggil Sehun.

Hyeri yang merasa dipanggil pun menoleh kearah belakangnya.

“ada apa?” tanya Hyeri.

“emm..begini.. masalah tugas Matematika tadi. Kita buat kelompok berdua, bukan? Aku mau kita berpasangan..” ucap Sehun yang terdengar canggung.

“kenapa?”

“kenapa apanya?”

“bukankah kau mempunyai temanmu itu? kenapa tiba-tiba kau ingin bersamaku?” Hyeri memperjelas.

“Baekhyun sudah berpasangan dengan Chanyeol. Lagipula, apa yang bisa diharapkan dengan kondisi otak mereka..”

“aku tolak. Sepertinya aku lebih baik mengerjakannya sendiri, seperti biasanya..” ucap Hyeri mengakhiri pembicaraan mereka dan langsung pergi meninggalkan Sehun.

Melihat Hyeri yang pergi, Baekhyun dan Chanyeol yang sedari tadi melihat dari kejauhan pun menghampiri Sehun yang masih berdiri.

“hei, apa yang kau lakukan tidak mengejarnya?” ucap Baekhyun.

“sudahlah, dia juga tidak mau” Sehun yang sudah tak perduli lagi.

“hei, apa kau hanya sebatas ini?” ucap Baekhyun sedikit kesal.

“oh?” Sehun bingung.

“kau mempermalukan lelaki, lelaki sejati tidak akan pernah menyerah sampai ia masuk kedalam tanah. Sedangkan kau, baru ditolak dengan satu pembicaraan, kau sudah menyerah..” jelas Chanyeol.

“kau sangat mengecewakan..” Baekhyun dan Chanyeol meninggalkan Sehun.

“hei, Byun Baekhyun! Park Chanyeol!..” teriak Sehun yang tak digubris oleh kedua sahabatnya itu,

“kenapa mereka marah?” gumam Sehun.

***

Sehun sudah selesai melakukan kerja paruh waktunya sebagai kurir. Langit sudah gelap, ia datang ketempat majikannya untuk mengembalikan sepeda motor yang ia pakai. Sehun keluar dari sebuah toko dengan memasukkan kedua lengannya didalam saku jaketnya.

Sembari berjalan, tak sengaja mata Sehun melihat Hyeri yang baru saja keluar dari sebuah toserba dengan membawa kantong plastik yang cukup besar. Sehun yang melihat Hyeri pun mempercepat langkahnya tetapi tetap menjaga jarak agar tak diketahui keberadaannya.

“20..21..22..23..” Hyeri yang tetap menghitung menghitung langkahnya.

“apa yang ia lakukan dengan angka-angka itu?” gumam Sehun yang sebenarnya juga penasaran.

Sehun selalu memperhatikan Hyeri. Dan kemana pun Hyeri pergi, ia selalu menghitung langkah kakinya. Bahkan menuju dari mejanya kedepan jika dipanggil gur, Hyeri tetap menghitung langkahnya.

Hyeri lalu berhenti di persimpangan kecil yang memasuki gang. Ia lalu mengeluarkan sebuah perekam suara dari kantong jaketnya.

“dari toserba ke persimpangan, 54 langkah” Hyeri merekam suaranya.

Sehun semakin bingung melihat tingkah Hyeri yang merekam suaranya tentang langkah yang ia hitung tadi. Setelah merekamnya, Hyeri kembali melanjutkan langkahnya memasuki gang tersebut. Dan tak lupa menghitungnya kembali dari awal.

“sebenarnya apa yang sedang ia lakukan?” gumam Sehun yang terus tetap mengikuti Hyeri.

“37..38..39..aww..” Hyeri terjatuh akibat menabrak seseorang didepannya.

Sehun yang ingin menolong pun berusaha untuk menahannya. Karena jika ia kesana sekarang, maka ketahuanlah bahwa ia sedang mengikuti Hyeri sedari tadi.

“maafkan aku..” ucap Hyeri.

Ia lalu mengumpulkan barang-barangnya yang ikut berserakan. Tapi, tiba-tiba tatapan matanya menjadi hitam. Ia mencoba mengedipkan matanya berkali-kali dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“kenapa harus sekarang..?” gumam Hyeri.

Seketika matanya menjadi gelap. Ia tak bisa melihat apapun. Ia pun meraba-raba tanah mencari barang-barangnya yang jatuh tadi.Sehun yang melihat Hyeri terus meraba-raba tanah membuatnya semakin bingung.

“apa ini pertunjukkan?” gumam Sehun bingung dengan tingkah Hyeri.

Sehun kemudian menghampiri Hyeri. Hyeri tak menyadari kehadiran Sehun yang sudah berdiri dihadapannya. Sehun lalu berjongkok dan menatap wajah Hyeri. Hyeri benar-benar tidak mengetahui keberadaan Sehun.

Ekspresi Sehun langsung berubah ketika melihat Hyeri tak sadar akan ada dirinya.

‘apa ia tidak bisa melihatku sekarang?’ batin Sehun yang bisa dibilang cukup terkejut.

Sehun mencoba memastikan pikirannya itu, tetapi ia tetap berharap bahwa itu semua tidak benar, bahwa itu semua hanya sebatas imajinasinya yang tak beralasan. Tapi, hatinya langsung terasa sangat sakit ketika ia melambaikan tangannya didepan mata Hyeri dan Hyeri tak menyadarinya.

Tangan Sehun lemas seketika. Ia menatap Hyeri dengan tatapan tak percaya. Ekspresinya sudah tidak bisa ia kontrol lagi. Bibirnya bergetar, matanya terbelalak, jantungnya berdegup sangat kencang. Ia sudah tak bisa berfikiran jernih lagi.

“apa ada orang? Bisakah kau membantuku?” ucap Hyeri yang akhirnya mulai sadar ada seseorang bersamanya.

Telinga Sehun sudah tak dapat mendengar dengan jernih perkataan Hyeri barusan. Ia langsung berdiri dan berjalan dengan gontai. Tatapan matanya menjadi kosong.

Sedangkan, Hyeri masih terus mencari barang-barangnya yang jatuh. Lalu, tiba-tiba matanya mulai bisa lagi menangkap cahaya. Perlahan ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Walaupun sedikit buram, tapi itu masih lebih baik dibandingkan tadi.

Ia langsung mengambil sisa barangnya. Setelah mengambil semuanya ia langsung berdiri. Sebelum berjalan, Hyeri berbalik. Ia melihat seorang lelaki yang berjalan, yaitu Sehun. Dengan matanya yang masih belum bisa melihat dengan jelas, ia tidak mengetahui bahwa itu adalah Sehun.

***

Keesokan paginya, Sehun berjalan menuju ke sekolahnya dengan kedua tangannya tetap berada di dalam saku celananya. Ia berjalan dengan tatapannya yang tak fokus. Ia masih memikirkan kejadian semalam yang menyangkut dengan Hyeri.

“temaaann..” Baekhyun datang dengan berlari yang kemudian melingkarkan lengan kanannya di leher Sehun.

Sehun sama sekali tidak memberi respon, ia masih dengan dunianya sendiri.

“hei, ada apa denganmu? Kau masih marah denganku dan Chanyeol?” tanya Baekhyun yang melihat Sehun tak mengubah ekspresinya.

Sehun kembali tak menjawab. Ia tetap berjalan dengan tatapan yang kosong.

“hei, Oh Sehun!” seru Baekhyun mencoba menyadarkan Sehun.

“kenapa?” Sehun yang kesal karena Baekhyun terus bertanya.

“kenapa kau marah?”

Sehun menghembuskan nafas panjangnya. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Sehun mempercepat langkahnya meninggalkan Baekhyun.

“hei..hei..Oh Sehun!!” Teriak Baekhyun.

“apa dia ketularan gila gara-gara menyukai Angka Gila?” gumam Baekhyun.

***

Saat pelajaran berlangsung, Sehun kembali menatap Hyeri. Tapi, kali ini tatapannya berbeda. Sehun menatapnya dengan tatapan iba. Tanpa Sehun sadari, Chanyeol pun melihatnya sedari tadi.

“hei..” Chanyeol memanggil Baekhyun yang duduk di depannya.

“ada apa dengan Sehun hari ini? ia terlihat aneh” tanya Chanyeol ketika Baekhyun berbalik.

“aku juga tidak tahu, dari pagi sudah begitu..” jawab Baekhyun.

Tiba-tiba Hyeri melihat kearah Sehun. Sehun pun sontak langsung menghadap kearah lain. Hyeri melihat Sehun dari ujung kaki sampai ujung kepalanya.

***

Jam istirahat, Hyeri kembali ke kelasnya setelah makan siang.

“65..66” gumamnya saat sampai di tempat duduknya.

“berarti kalau lewat toilet 66 langkah..” Hyeri membuka tasnya dan seperti mencari sesuatu.

Tapi, ia terlihat bingung karena tidak menemukan benda yang ia cari.

“dimana perekamnya? Aku yakin membawanya..” gumam Hyeri yang mencari perekam suaranya.

Setelah memastikan tidak ada di dalam tasnya maupun kolong mejanya, ia pun bangkit dan keluar kelas untuk mencarinya. Dengan langkah kaki yang sibuk dan panik ia mencari ke seluruh sudut sekolah.

Saat Hyeri berjalan, seluruh siswa pun menatapnya dengan tatapan sinis. Mereka seperti mengasingkan Hyeri.

“kau mencari perekammu? Sepertinya ia sedang berenang..” ledek seorang siswa tersenyum sinis.

Hyeri pun segera berlari menuju kolam renang setelah mendengar ucapan siswa tersebut. Dan betapa terkejutnya Hyeri saat membaca sebuah tulisan yang tergantung diatas kolam renang. ‘perekam berenang, milik Angka Gila’ dengan sebuah tanda panah yang yang menunjukkan di bawah.

Hyeri pun bisa melihat perekamnya berada di dasar kolam. Ia langsung mencari sesuatu yang bisa mengambil perekamnya itu. Ia kemudian mengambil sebuah jaring yang biasa digunakan untuk membersihkan kolam. Jaring itu terlalu pendek. Hyeri pun ingin masuk ke dalam kolam. Tiba-tiba, sebuah tangan menarik Hyeri, ialah Sehun.

“kau gila? masuk menggunakan seragam” ucap Sehun.

“minggir” Hyeri menepis tangan Sehun.

“apa itu sebegitu pentingnya, hah?” Sehun mulai meninggikan suaranya sembari kembali menarik tangan Hyeri.

Hyeri terdiam. Ia menatap Sehun. Sehun kemudian berbalik, hendak kembali ke kelasnya.

“benar, aku tidak bisa melihat” ucap Hyeri tiba-tiba yang membuat langkah Sehun terhenti karena terkejut.

“apa yang kau bicarakan?” Sehun pura-pura tidak mengetahuinya.

“yang semalam itu kaukan? Kau sudah mengetahui semuanya. Lucukan? Melihatku buta, menyenangkan, bukan?”

“apa?”

“perlahan-lahan penglihatanku akan hilang. Dalam beberapa bulan, atau bahkan beberapa hari lagi aku sudah tidak dapat melihat lagi, selamanya. Lalu, kau bertanya apa perekam itu penting?” mata Hyeri mulai berkaca-kaca.

“..aku hidup sendiri. Walaupun aku buta aku tetap ingin hidup seperti biasanya. Nanti, takkan ada orang yang membantuku. Mungkin kau mempunyai banyak teman, tapi aku, tidak. Diriku ialah temanku” Hyeri menitikkan air matanya dan langsung pergi meninggalkan Sehun.

Sehun hanya berdiri dan terdiam mendengar semua perkataan Hyeri barusan.

***

Sehun duduk di kelas tanpa memperhatikan sang guru. Ia hanya memandangi kursi kosong milik Hyeri yang sudah pulang. Tiba-tiba, Sehun bangkit dari tempat duduknya dan langsung keluar tanpa permisi.

“Oh Sehun! Kemana kau?” teriak Baekhyun.

Sang guru pun hanya bisa melihatnya begitu saja.

***

Sehun keluar dari kolam renang sambil memegang perekam milik Hyeri. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengeringkan rambutnya. Kemudian, ia langsung mengganti pakaiannya dan pergi.

***

“jadi, sudah tidak bisa diperbaiki?” tanya Sehun.

“iya, airnya sudah terlalu banyak yang masuk”

Sehun pun mengambil kembali perekam milik Hyeri. Sehun pun berjalan gontai keluar dari toko tersebut.

***

Sudah 5 hari berlalu sejak kejadian itu. Hyeri tak pernah datang ke sekolah sejak insiden itu. Sehun pun berinisiatif mengunjungi rumah Hyeri.

Sehun membuka gerbang rumah Hyeri yang kecil itu.

“permisi..” ucap Sehun.

Tak ada yang membalas salamnya. Sehun pun membuka pintu rumah Hyeri. Dan terkunci. Sehun pun berfikir bahwa Hyeri sedang tak ada dirumah. Ia keluar dan berjalan menyusuri kembali gang tersebut.

Tak lama ia berjalan, ia sampai di pasar terdekat. Ia melihat kiri dan kanan, berharap bisa melihat Hyeri. Tapi, sebuah kerumunan menarik perhatiannya. Ia pun mendekat ke kearah tersebut. Dan betapa terkejutnya ia melihat Hyeri yang sedang terduduk disana.

“kenapa orang buta bisa berkeliaran?” ucap seorang lelaki.

“dasar orang buta, biki repot saja..” ucap kembali seorang penjual wanita.

“Hyeri-ah..” Sehun langsung berjongkok membantu Hyeri.

Hyeri terlihat sibuk mencari-cari barang di tanah. Sehun pun sigap mengutipnya semua dan dimasukkannya kedalam kantong dan kemudian ditariknya tangan Hyeri untuk pergi keluar dari kerumunan tersebut.

***

“kau tidak apa-apa?” tanya Sehun memegang kedua lengan Hyeri.

“lepaskan, aku bisa sendiri” ucap Hyeri.

“apanya yang bisa?”

“aku tidak mau mendengar tertawaanmu, aku sudah cukup menderita. Aku tidak mau kau membawa teman-temanmu dan menertawakanku” ucap Hyeri yang terlihat benar-benar takut.

“kenapa aku harus tertawa?” Sehun yang tidak bingung dengan skap Hyeri.

“kau fikir aku tidak tahu? ‘Angka Gila’, kau yang membuat julukan itukan? Perekam itu, ide kau jugakan? Dan sekarang, kau menghampiriku, kau ingin melihat betapa menderitanya dirikukan?” ucapnya dengan nada yang cukup tinggi.

“siapa yang membuat fitnah seperti itu?” Sehun yang mulai marah.

“..baiklah, aku juga tidak mau menolong orang yang tidak ingin ditolong” Sehun yang sudah lelah dengan sikap Hyeri.

Hyeri pun pergi dengan menggerakkan tongkatnya ke depan agar tak ada yang menghalangi jalannya di depan. Tapi, tiba-tiba ia menabrak seorang yang bersepeda.

“aw..” ringisnya yang jatuh ke tanah.

“kenapa ditaman seperti ini ada orang buta?” ucap orang itu dengan nada tinggi sebelum ia pergi.

“tongkatku..” Hyeri meraba-raba tanah mencari tongkatnya yang terlepas dari tangannya tadi.

Sehun yang melihat itu semua pun hanya berdiri dan diam. Ia masih kesal dengan perkataan Hyeri barusan. Sikap Hyeri yang keras kepala membuat Sehun kesal.

Hyeri yang mencari tongkatnya itu pun tak sengaja memegang kaki seorang pejalan kaki yang lewat.

“apa ini? minggir kau!” orang tersebut menghempaskan tangan Hyeri dengan kasar hingga Hyeri pun sedikit terhempas juga ke tanah.

“tongkatku..” lirihnya lagi sambil meneteskan air matanya.

Sehun langsung menghampiri dan berjongkok di depan Hyeri.

“bisa hidup sendiri menjadi kebanggaanmu, iya?” pekik Sehun.

“..tidak perduli dunia bagaimana, asal kau bisa hidup sendiri, itu sudah bagus? Itu kebanggaanmu?” sambung Sehun yang kali ini membuat Hyeri terdiam.

“asal kau tahu, semua yang tuduhkan kepadaku tadi semuanya tidak benar. Yang benar, aku ingin disisimu..” lirih Sehun lembut diakhir kalimatnya.

Hyeri tak sanggup menahan air matanya. Sehun tetap menatapnya, walaupun Hyeri kini tak bisa menatapnya lagi. Sehun lalu hendak bangun meninggalkan Hyeri.

“tolonglah..” Hyeri menarik lengan Sehun.

***

“pastikan kau sekolah besok. Kau bilang kau akan tetap sekolah..” ucap Sehun yang duduk disamping Hyeri.

“saat itu, aku hendak pergi sekolah tapi, diluar terlalu banyak orang. Tiba-tiba aku merasa takut..”

Sehun terdiam mendengar curahan hati Hyeri.

“oleh karena itu, aku kesini ingin memberikan ini..” Sehun memberikan perekam ke tangan Hyeri.

“perekam?”

“punyamu sudah rusak, ini punyaku. Besok, aku tunggu di depan gerbang. Pergilah, pagi buta agar tidak terlalu ramai..” ucap Sehun tersenyum walaupun Hyeri tak bisa melihatnya.

“kenapa kau melakukan ini padaku?” Hyeri yang merasa bersalah telah menuduh Sehun.

“kalau kau penasaran, dengarkan saja perekam itu..”

Hyeri terdiam sambil memegang erat perekam tersebut.

“aku pulang. Oh ya, Angka Gila bukan aku yang membuatnya. Perekam itu juga bukan aku. Dan aku menghampirimu karena aku ingin menolongmu” ucapnya sebelum keluar.

***

“378..379” gumam Hyeri.

“selamat pagi” ucap Sehun yang sudah sedari tadi disitu.

“bagaimana? Hitunganku benarkan?”

Hyeri menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

“setelah itu berapa langkah?”

“dari gerbang menuju tangga, 56 langkah” ucap Hyeri setelah mendengar kembali rekaman suara Sehun.

“baiklah, kau duluan berjalan. Aku akan mengawasinya dari belakang, agar kau mandiri” ucap Sehun.

Hyeri pun mulai melangkahkan kainya dengan tetap memegang tongkatnya.

***

“apa? Angka Gila buta?” pekik Baekhyun.

“iya, Sehun juga sudah duduk disebelahnya..” Chanyeol yang juga tak percaya.

Seluruh kelas ribut sedang membicarakan Hyeri yang buta dan Sehun yang duduk disebelahnya.

“disaat seperti ini, lebih baik mendengarkan rekaman itu dan hafalkan” ucap Sehun.

Hyeri pun langsung mengambil perekam tersebut dan mendengarnya melalui headset dengan mata yang tertutup agar lebih fokus. Sehun kemudian memakai earphone­-nya mendengar musik.

“ no 8. dari kelas ke kantin 89 langkah, kau ingat dimana ada persimpangankan?..” suara rekaman Sehun.

Hyeri sesekali tersenyum lucu mendengar Sehun yang terkadang bercanda dalam merekam suaranya.

***

Saat pulang sekolah, kelas sudah kosong. Sehun dan Hyeri masih duduk dibangku mereka.

“dan yang terakhir, dari hati Lee Hyeri ke hati Oh Sehun, kira-kira berapa langkah?..” Hyeri membuka matanya terkejut.

“aku tidak bisa menghitungnya, karena hati Oh Sehun sudah lama sampai di hati Lee Hyeri..” Hyeri kembali dibuat terkejut oleh Sehun.

Tangan Hyeri langsung mencari tangan Sehun yang duduk disebelah kirinya. Ia pun menemukan tangan Sehun dan langsung memegangnya.

“ada apa?” tanya Sehun melepaskan earphone-nya.

“apa maksud yang terakhir?” Hyeri benar-benar terkejut.

“kira-kira berapa langkah lagi, hatimu sampai?” Sehun yang terlihat serius.

“Sehun-ah..”

“kenapa? Apa hatimu masih belum mulai melangkah? Kalau begitu, aku akan menunggunya” Sehun tersenyum.

“Sehun-ah..” Hyeri mengeratkan genggaman tangannya pada lengan Sehun.

“kenapa?”

“kau bersungguh-sungguh? Setelah melihatku sepeti ini. Apa kau..”

Sehun langsung mengecupkan bibirnya di bibir Hyeri sebelum menyelesaikan ucapannya.

“apa ini cukup membuatmu percaya?” ucap Sehun setelah melepaskan kecuapannya.

Hyeri menelan ludahnya.

“melihatmu seperti ini tak merubah perasaanku padamu..” ucap Sehun.

“kalau begitu, aku akan mulai melangkah..” Hyeri tersenyum sambil menggenggam tangan Sehun.

Sehun pun memperkuat genggaman tangannya dan tersenyum melihat Hyeri.

–The End–

18 pemikiran pada “Step By Step (Oneshot)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s