Under the Moonlight (Chapter 3)

Wolf

Tittle    :           Under the Moonlight

Author :           Ddangkoplak

Genre  :           Fantasy, Mistery, Friendship

Cast     :           Yoo Anna

Shim Simi

All member exo

…Chapter 3…

Segala aktivitas peserta perkemahan mendadak terhenti begitu jeritan dari kedua bocah tengik itu menggema di seantero bumi perkemahan. Para guru dan murid yang hendak berberes dan masuk ke tenda untuk tidur kini terbengong-bengong melihat kedua bocah itu berlarian sembari berteriak-teriak seperti dikejar setan.

“Monster… Ada monster!” jerit mereka panik. Sontak membuat semuanya mengerutkan dahi kebingungan.

“Yak! Park Chanyeol! Byun Baekhyun! Kenapa membuat keributan?” bentak Kris seraya mencengkeram bahu kedua anak itu hingga mereka tak lagi bisa berlari.

“Monster… ada… monster” jawab Baekhyun terengah-engah dengan keringat mengucur dari pelipisnya.

“Be… benar saem. Mons…Monster besar… Se..seperti…”

“Ck! Kalian pasti mengada-ngada” dengus Lay menyela perkataan Chanyeol.

“Anhi! Kami bersumpah bahwa kami melihatnya. Mereka besar dan berbulu seperti…”

Kata-kata Baekhyun terputus begitu saja ketika telinganya-dan telinga semua yang ada di bumi perkemahan menangkap bunyi aneh yang datang menuju ke tempat itu. Seperti gemuruh langkah-langkah kaki yang banyak dan sangat cepat. Mereka semua mengarahkan pandangan ke arah barat, arah Baekhyun dan Chanyeol berlari tadi. Semakin lama, suara itu semakin jelas dan keras hingga akhirnya…

Srek

Graaaawr

“Aaaaaaaaaaaaaaaa”

Spontan seisi bumi perkemahan berteriak dan berlari memencar begitu mendapati kemunculan makhluk-makhluk besar berbulu menyerupai serigala yang menyerbu bumi perkemahan.

“Semuanya lariiiii”

“Selamatkan diri kalian…”

“Suji-ya, ppaliwa” jerit seorang yeoja mungil sembari menarik tangan yeoja tinggi yang merupakan temannya.

Gubrak

Kaki yeoja tinggi tersebut tersandung batu hingga membuat badannya terjatuh.

“Jieun-ah chakkaman” yeoja itu memanggil temannya yang berhenti beberapa meter didepannya.

“Suji-ya…” yeoja itu mengurungkan niatnya untuk menolong begitu melihat gerombolan makhluk aneh itu sedang berlari kearah mereka.

“Jieun-ah, tolong aku” pekik Suji. Jieun bimbang antara menolong temannya atau melarikan diri. Gerombolan makhluk itu kini semakin dekat dan mustahil baginya untuk kembali kesana dan menolong sahabatnya.

Dan pada akhirnya kakinya berbalik dan berlari menjauhi tubuh telungkup Suji.

“Jieun-ah! Jieun-ah andwae! Jieun-aaah….” Panggil Suji namun tak kunjung membuat Jieun berbalik. Sebaliknya yeoja itu semakin mempercepat larinya.

“Suji-ya, mianhae” ucap yeoja itu sembari menghapus air mata yang meleleh membasahi pipinya. Yeoja itu kini menghilang dibalik gelapnya malam.

“Jieun-ah chakkaman… Jieun-ah… Jieun-aaaa Aaaaaaaargh”

Teriakan Suji menggema keras bersamaan dengan tubuhnya yang tercabik tanpa belas kasihan.

*Sementara itu*

“hhh..hhhh…hhh” namja mungil bermata bundar itu menghentikan larinya. Ia membungkukkan badan sembari mengatur nafasnya yang tersengal.

“Kyungsoo-ssi, gwenchana?” Tanya Anna. Namja itu balas mengangguknya.

“Sebaiknya kita berjalan saja. Kukira tempat ini sudah cukup aman” ujar Anna. Kyungsoo lagi-lagi mengangguk. Tak mampu untuk mengucapkan sepatah-dua patah kata lantaran nafasnya yang ngos-ngosan sehabis berlari tadi.

Grep

Sebuah tangan mungil namun cukup kuat kini memegangi lengan kirinya. Kyungsoo mendongak dan mendapati wajah datar Anna yang tengah menatapnya juga. Membuat jantung namja itu kian berdegup kencang.

“Ayo” ucap Anna pendek. Dan kini yeoja itu memapah badan mungil Kyungsoo menyusuri hutan yang gelap ini.

“Ehm… Anna-ssi.” Panggil Kyungsoo. Anna menoleh seraya menaikkan sebelah alisnya.

“Err, kurasa aku bisa berjalan sendiri”

“Geurae” bersamaan dengan itu, lepaslah kedua tangan Anna yang memegangi lengan kiri Kyungsoo. Yeoja itu kini berjalan duluan dengan wajah datarnya yang khas. Seulas senyum terukir pada bibir Kyungsoo sesaat sebelum namja itu berjalan menyusul Anna.

“Baekhyun-ah, eotokkhae?” Tanya Chanyeol pada soulmatenya yang kini tengah memeluk badan jangkungnya itu sambil gemetaran.

“Mmm…molayo” jawab Baekhyun singkat. Mereka berdua berjalan menyusuri gelapnya hutan dengan badan yang gemetar dan kedua tangan saling merangkul.

Kresek

“Yaaaaa” Spontan Chanyeol yang berjalan paling depan terlonjak kedalam gendongan Baekhyun yang berdiri dibelakangnya hingga membuat pria bermata sipit itu menggendongnya ala bridal style.

“Cih! Dasar homo”

Ledekan itu membuat mereka berdua tersadar dan menoleh kedepan, dimana seorang yeoja berekspresi datar tengah berdiri bersama seorang namja mungil bermata bundar. Spontan kedua namja itu tersadar dan Baekhyun bergegas menurunkan badan jangkung sahabatnya.

“A…apa yang kalian lakukan disini” Tanya chanyeol salah tingkah. Anna menaikkan satu alisnya “menurutmu? Melarikan diri, tentu saja” ketus Anna.

Chanyeol berdehem untuk menghilangkan salah tingkahnya sedangkan Baekhyun menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. Anna berjalan mendekat kearah mereka dengan kyungsoo yang mengekor dibelakangnya.

“Kurasa kita bisa bergabung bersama-sama untuk mencari tempat aman. 100 meter lagi ke arah timur dan kita akan menemukan pondok kecil untuk tempat berlindung sementara hingga besok pagi. Yah, setidaknya itu lebih aman ketimbang alam terbuka seperti ini. Bagaimana? Kalian mau ikut?” tawar Anna.

Chanyeol dan Baekhyun tampak saling berpandangan sesaat sebelum akhirnya mereka mengangguk berbarengan dan menjawab.

“Ya”

“Tidak”

Eh? Mereka berempat membulatkan mata mendengar jawaban yang samasekali tidak kompak itu.

“Ya! Apa yang kau katakan? Ku kira kau memiliki pikiran yang sama denganku” bentak chanyeol.

“Kupikir kau akan menerima tawaran mereka…”sergah Baekhyun.

“Jadi kalian tidak mau ikut?” Tanya Kyungsoo.

“Tidak. Kami bisa berjalan tanpa bantuan kalian.” Chanyeol menarik lengan Baekhyun dan mereka berdua melangkah meninggalkan Anna dan Kyungsoo.

Namun tiba-tiba saja Baekhyun menghentakkan lengannya hingga terlepas dari genggaman chanyeol. “Ya! Kau pikir kita akan aman, hah? Lebih baik kita ikut saja dengan mereka…”

“Untuk apa kita percaya dengan mereka? Kita bisa melakukannya berdua tanpa mereka”

“Kau selalu saja sok tahu, Chanyeol”

“Aku bukannya sok tahu. Tapi aku memang tahu”

Tak jauh dari tempat mereka bertengkar, Anna memijit keningnya sementara kyungsoo geleng-geleng kepala. Kedua perusuh itu kini bertengkar layaknya bocah berumur 5 tahun yang berebut mainan. Kyungsoo berinisiatif untuk melerai mereka.

“Hei. Kita bisa bicarakan ini baik-baik”

“TIDAK” kompak mereka membentak Kyungsoo. Namja itu sontak terkejut dengan balasan yang ia dapatkan dari mereka.

“Sudahlah. Mungkin mereka ingin menghabiskan waktu berdua tanpa ada gangguan” celetuk Anna sembari menyeringai geli.

“benar. Kami tidak perlu orang sok tahu sepertimu untuk menuntun kami.” Chanyeol kini menarik Baekhyun menjauh dari mereka berdua tanpa memedulikan penolakan dari sahabatnya itu.

“Ya, ya… Pelan-pelan. Jangan tarik aku seperti it…”

Kresek

Mereka menghentikan langkah begitu mendengar suara dari semak-semak tak jauh dari sana. Sementara di belakang, Anna dan Kyungsoo mulai waspada. Tanpa mereka sadari, mereka kini berjalan mundur hingga saling merapat satu sama lain.

Terdengar suara ranting diinjak dan dedaunan bergoyang dari arah yang berlawanan dengan Baekhyun dan Chanyeol. Kedua namja itu gemetaran dari ujung kepala hingga ujung kaki begitu melihat beberapa sosok berbulu dengan kedua mata merah menyala dan sepasang taring yang bertengger di mulut menampakkan diri.

“Cccc….cccc….Chan..Chanyeol,, itu app..appa” gagap Baekhyun. Chanyeol terlalu shock untuk menjawab hanya menggelengkan kepala. Anna dan Kyungsoo kini berbalik dan sontak terkejut dengan kehadiran makhluk menyeramkan itu. Mereka melangkah mundur sementara makhluk itu semakin mendekat. Nafas Chanyeol terengah-engah. Ia mengakui kalau sekarang ia benar-benar ketakutan. Namun ia masih merentangkan tangannya untuk melindungi ketiga temannya dibelakang.

Rawr…

Makhluk itu melompat tinggi sekali ke arah mereka namun tiba-tiba saja sesuatu melompat dari belakang dan menerjang makhluk itu hingga mereka berdua bergulat di tanah.

Dan mendadak semuanya terasa gelap.

***

Yixing mengintip melalui celah pintu kayu yang terkunci rapat lengkap dengan penghalangnya. Namja itu saat ini tengah berada disebuah rumah kayu bersama keempat temannya serta Suho dan Shim Simi. Kelima siswa itu tadinya mendapat serangan hingga mereka diselamatkan oleh Suho dan Simi yang langsung menggiring mereka ke sebuah pondok kecil di kaki bukit. Setidaknya disini mereka masih terlindung dari serangan makhluk-makhluk menyeramkan itu meski saat ini badan mereka penuh luka cakaran. Beruntung luka-luka tersebut sudah dibersihkan sejak tadi oleh Suho dan Simi.

Yixing mengalihkan pandangannya ke arah keempat temannya. Sehun sedang duduk dilantai bersebelahan dengan Luhan. Namja itu menyandarkan kepalanya di lengan Luhan yang tengah menundukkan kepala. Minseok berjalan mondar-mandir di tengah ruangan sementara Tao duduk dikursi samping jendela yang tertutup gorden sembari menggigiti kuku jarinya. Suho melarang keras semua orang untuk membuka gorden meski hanya sedikit saja. Yixing tahu, keempat temannya memiliki pikiran dan rasa gelisah yang sama dengannya. Ya, mereka semua tengah memikirkan nasib Chanyeol dan Baekhyun yang saat ini entah dimana. Kedua orang itu terpisah ketika mereka semua lari dari bumi perkemahan.

“Mereka pasti ditemukan. Kris, Kai dan Chen saat ini sedang mencari mereka.” Ujar Simi. Yixing yang terkejut segera menoleh ke arah gadis itu. Tak habis pikir, bagaimana bisa anak ini membaca pikirannya.

“Aku tahu kau pasti memikirkan mereka berdua. Kalian semua bersahabat dan saat ini kalian pasti mencemaskan mereka” jawab Simi lagi.

“Maaf. Tapi kenapa kau bisa…”

“Membaca pikiran? Tidak. Aku hanya melihatnya dari gerak-gerik kalian.”

Dan Yixing mengangguk meskipun masih tersisa beberapa kebingungan di benaknya.

“Mereka sudah dekat” ucap Suho tiba-tiba. Namja itu masih duduk di meja tempatnya sedari tadi, namun kini ia memejamkan matanya, berusaha untuk merasakan sesuatu. Perhatian anak-anak kini tertuju padanya. Simi mendekat. “Apa mereka menemukan anak-anak lainnya?”

Suho tidak menjawab. Matanya kini terbuka lebar dan ia bergegas bangkit untuk membuka pintu. Tak lama kemudian, muncul Anna yang dipapah Chen dan Kyungsoo lalu Kris dan Kai yang masing-masing tampak menggendong sesuatu di pundak mereka. Suho membiarkan mereka masuk ke tengah ruangan. Tampak wajah Anna yang penuh goresan luka dan tangannya yang mengeluarkan darah. Sementara itu kris dan Kai menurunkan sosok yang mereka gendong yang ternyata adalah…

“Chanyeol… Baekhyun”

Mereka semua mengerubungi kedua namja yang tak sadarkan diri itu. Syukurlah keduanya selamat meski harus mengalami luka-luka. Kini Kris dan Simi tampak mengobati luka disekujur tubuh Chanyeol dan Baekhyun. Sementara itu Chen dan kyungsoo mendudukkan Anna di sudut ruangan. Chen dengan sigap membersihkan luka-luka di kaki Anna dengan cairan infuse yang diambilkan Suho. Sementara Kyungsoo dengan hati-hati membuka kemeja jeans yang dikenakan Anna-kemeja jeansnya yang ia berikan pada Anna tadi. Setelah itu ia membersihkan luka-luka di tangan kanan Anna sementara Suho membersihkan luka di lengan kirinya.

Yeoja itu mengerang sakit begitu Suho mengoleskan obat merah pada luka di wajahnya. Spontan Kyungsoo menggenggam erat tangan Anna. Namja itu ikut meringis begitu mendengar erangan Anna, seakan-akan merasakan sakit yang sama dengan Anna. Dan melihat wajah yeoja itu mau tidak mau mengingatkannya pada kejadian beberapa jam silam…

“Kyungsoo. Bukankah kau juga terluka? Cepatlah minta obat pada Kris atau Kai. Maaf aku dan Suho harus mengurus Anna karena lukanya jauh lebih parah” ucapan Chen menyadarkan Kyungsoo.

“Eh? Aaa… Ani. Lukaku hanya sedikit. Aku mau menemani Anna disini.” Chen menghela nafas dan mendekati Kyungsoo. “Kupikir kau bisa paham setelah melihat kejadian tadi. Ini bukan luka biasa yang akan sembuh dengan sendirinya. Ini harus diobati karena jika tidak akibatnya sangat mengerikan. Mengerti?” Chen memandang Kyungsoo dengan tajam dan seakan memerintah.

Kyungsoo melirik ragu kearah Anna yang tengah bersandar di bahu Suho. Terlihat jelas luka-luka yang menggores sekujur tubuhnya.

“Dia akan baik-baik saja, percayalah.” Ujar Chen. “Dia sangat kuat. Kau pasti tahu itu”

Akhirnya Kyungsoo mengangguk dan berbalik menuju ke ruang tengah dimana Kai dan Kris berada…

***

Cahaya rembulan malam menelusup di sela-sela gorden, memberikan secercah penerangan di sudut ruang yang gelap itu. Disanalah Kyungsoo duduk. Disebuah ruangan gelap yang mirip seperti kamar tanpa adanya lampu sebagai penerangan. Namja itu menatap gorden yang menutupi jendela dengan pikirannya yang masih melayang pada kejadian beberapa waktu lalu.

#Flashback

Sesosok makhluk menerjang monster yang tengah melompat kearah mereka dan kini keduanya tengah bergulat di tanah tak jauh dari situ. Kyungsoo semakin panic begitu melihat Chanyeol yang pingsan dihadapannya.

“Yak! Chanyeol cepat bangun” Baekhyun menggoyang-goyangkan tubuh Chanyeol dengan kasar.

Rawr…

Tiba-tiba muncul beberapa ekor makhluk dari segala arah yang kini menerjang mereka. Kyungsoo dapat merasakan perih di sekujur tubuhnya akibat cakaran. Namun ia masih berusaha melawan dengan cara berontak meski ia tahu hal itu sia-sia. Makhluk itu punya sepasang taring yang tajam dan berhasil mengoyak pakaiannya.

Ia tidak begitu ingat detailnya namun yang pasti, tiba-tiba saja makhluk yang menyerangnya terpelanting jauh darinya. Ia tidak bisa melihat dengan jelas lantaran kacamatanya yang sudah hilang entah kemana, namun samar-samar ia dapat melihat sesosok tinggi besar berbulu persis sama seperti makhluk yang tadi menyerangnya. Hanya saja sosok itu memiliki mata hijau. Sosok itu tidak menyerangnya, malah menyerang makhluk-makhluk yang bermata merah. Badan mungil Kyungsoo bergerak perlahan menggapai-gapai tanah disekitarnya untuk mencari kacamatanya. Hingga ia berhasil mendapatkan benda itu kemudian memasangnya.

“To..tolong” rintih seorang pria. Kyungsoo menoleh dan mendapat Baekhyun yang tengah tergeletak penuh darah tak jauh dari sana. Kyungsoo merangkak mendekati Baekhyun. Tak jauh dari sana, tampak Chanyeol yang masih tak sadarkan diri dengan luka yang jauh lebih mengerikan.

“Bertahanlah…” ucap Kyungsoo sembari merobek bagian bawah kausnya untuk menutupi luka di lengan Baekhyun. “Arrrgh” jerit Baekhyun dan sejurus kemudian namja itu kehilangan kesadarannya. “Yak! Jangan pingsan, yak!” jerit Kyungsoo mengguncangkan tubuh Baekhyun.

Kyungsoo mendongak menatap pertarungan antar makhluk menyeramkan yang masih terjadi. Hanya saja saat ini tinggal tiga ekor makhluk bermata hijau yang masih bertahan membantai seekor makhluk bermata merah yang tersisa.

Terdengar suara lenguhan dari arah samping. Begitu Kyungsoo menoleh dilihatnya seekor makhluk berbulu dengan mata hijau tengah tergeletak tak jauh dari sana. Sekujur tubuh makhluk itu terluka cukup parah. Makhluk itu memandangi Kyungsoo sembari melengking. Dan yang terjadi selanjutnya benar-benar membuat Kyungsoo membelalakkan matanya. Karena saat itu juga ia melihat tubuh makhluk itu perlahan menyusut disertai hilangnya bulu-bulu di tubuhnya hingga akhirnya makhluk itu menjelma menjadi sesosok perempuan yang meringkuk sambil meringis menahan sakit.

“Ann…na…” gumam Kyungsoo.

Kyungsoo tak bisa mengingat kapan kedua kakinya melangkah kesana. Ia juga tak sadar saat kedua tangannya melepas kemejanya untuk menyelimuti tubuh polos gadis itu. Ia juga tak tahu bagaimana bisa ia merengkuh tubuh lemah gadis itu.

Terdengar derap langkah mendekat, dan tiga namja topless tampak mendekat. Kyungsoo mengenali mereka sebagai Kai, Kris, dan Chen.

“Apa kau masih kuat? Bisakah kau ikut dengan kami ke tempat yang aman tak jauh dari sini?” Tanya Chen. Kyungsoo mengangguk cepat dengan tubuh gemetar. Jelas kalau ia masih shock.

“Biar aku membawa Anna.” Chen menarik Anna dari pangkuan Kyungsoo dan menggendongnya. Kai dan Kris juga mendekat dengan masing-masing membawa Baekhyun dan Chanyeol.

“Ayo kita pergi”

#Flashback End

“Ada yang ingin kau tanyakan?”

“Kyaaaa….”

Kyungsoo terlonjak kaget dengan kehadiran Anna yang begitu tiba-tiba. Namja itu mengusap-usap dadanya perlahan.

“Sej…sejak kapan kau masuk kemari?” Tanya Kyungsoo gugup. Anna menaikkan satu alisnya.

“Baru saja. Kau tidak mendengar?” Kyungsoo menggeleng pelan. Yeoja itu berjalan menuju sebuah kasur di lantai dan merebahkan diri.

“Aku mau istirahat. Kamar sebelah penuh. Kau keberatan?”

“Anhi… Samasekali tidak. I…Istirahatlah…” jawab Kyungsoo. Dan sejurus kemudian yeoja itu membelakangi Kyungsoo. Kyungsoo menangkap bekas-bekas luka yang kini sudah mengering di kulit tangan yeoja itu.

“Errr… Apa lukamu sudah sembuh?” Tanya Kyungsoo.

“Sudah” jawab Anna.

“Aneh… Kenapa cepat sekali…”

“Mwo?”

“Ah… Aniyo”

Terbesit rasa takut dalam diri Kyungsoo begitu melihat Anna. Sejujurnya, ia masih ragu apakah yang ia lihat tadi itu nyata atau hanyalah illusinya. Jika itu nyata, maka itu sangat tidak masuk akal. Dan jika itu hanyalah illusi, itu terlalu nyata. Mengingat itu semua membuat Kyungsoo merinding.

“Katakan saja jika memang ada yang ingin kau tanyakan. Do Kyungsoo” celetuk Anna. “Kris bilang ia menjanjikan suatu penjelasan kepadamu. Sekarang kau bisa tanyakan itu padaku”

Sedikit ragu namun akhirnya ia mulai bersuara. “Tadi aku melihatmu. Juga melihat Kai, Kris, dan Chen. Kalian…kalian semua…”

Mendadak Anna terbangun dan menghadap Kyungsoo.

“Apapun yang kau lihat hari ini… Maukah kau berjanji untuk merahasiakannya?”

“Eh?”

“Apapun yang kau lihat…. Mengenai kami. Kami mohon, rahasiakan itu” ujar Anna dengan pandangan memohon.

“Kami tidak pernah mengganggu manusia. Kami tidak berbahaya. Hanya saja… Kami… Kami… Berbeda” Anna menundukkan kepalanya.

Kyungsoo menatap Anna dalam diam. Rasa takutnya mulai memudar, tergantikan oleh rasa kasihan. Rasa ingin menenangkan dan menguatkan yeoja dihadapannya ini. Ia dapat melihat jelas adanya sinar kepedihan di mata Anna. Namun hal itu urung dilakukannya, karena rasa takut yang masih tersimpan dalam dirinya.

“Tapi… sebenarnya kalian ini apa?” Tanya Kyungsoo.

Anna kini menatap tajam tepat di kedua mata Kyungsoo. “Mian. Kami tidak bisa memberitahukanmu.” Anna kembali berbaring membelakangi Kyungsoo. Namja itu hanya menghela nafas pelan.

“Kyungsoo-ssi” panggil Anna pelan.

“Nde?”

“Apa kau tidak takut denganku?”

“Eh?”

Anna kembali bangkit dan menatap Kyungsoo.

“Setelah apa yang kau lihat tadi, apa kau tidak takut dengan kami?”

Kyungsoo menundukkan kepala. “Err…sedikit”

“Kau tidak perlu takut dengan kami. Kami tidak akan menyakiti kalian. Kalian tidak usah takut”

Kyungsoo mengangkat sedikit kepalanya dan langsung bertatapan dengan Anna. Yeoja itu bergerak mendekati Kyungsoo sembari memegangi kedua tangan namja itu. Membuat si empunya membelalakkan mata kaget namun tak dihiraukan Anna.

“Dengar. Kami akan melindungi kalian semua. Kami berjanji. Jadi tidak usah takut dan percayalah pada kami.”

Kyungsoo perlahan mengangguk hingga membuat Anna tersenyum.

Tanpa ia tahu bahwa saat ini jantung namja itu tengah berdegup keras.

***

“Bagaimana keadaan mereka?” Tanya Kris pada Suho yang tengah duduk di ruang tengah.

“Kurasa dua anak tadi sudah mulai membaik. Aku sudah menyuntiknya. Jadi mereka tidak akan infeksi.”

“Lalu bagaimana dengan anak-anak lainnya?”

“Luka mereka tidak terlalu parah memang, tapi aku sudah menyuntik mereka juga. Antisipasi”

“Anna?”

“Anak itu sudah sepenuhnya membaik walaupun mungkin tenaganya belum pulih seutuhnya. Mungkin ia harus banyak beristirahat dan makan daging. Luka-lukanya sudah menutup dengan cepat”

Kris tersenyum lega mendengarnya.

“Kuharap pagi cepat datang agar kita bisa pergi dari tempat ini…”

Tiba-tiba terdengar suara kaki berlarian menuruni tangga“Hyung…Hyung…” jerit Kai dan Chen. Suho dan Kris heran melihat mereka berdua yang berlari seperti dikejar setan.

“Apa ada yang salah?” tanya Kris was-was.

“Ini gawat…” ujar Chen ngos-ngosan.

“Gawat apanya?”

“Mereka… Mereka mengepung tempat ini….”

“Oh Shit….”

-TBC-

Annyeong,,, Maaf atas update yang amat sangat terlambat ini. Hehehe,,, habisnya aku baru punya waktu untuk menyelesaikan ff ini ditengah kesibukan kuliah yang sangaaat menyesakkan dada #lebay

Mungkin di chapter ini lebih banyak menceritakan Anna, Kyungsoo, Chanyeol, dan Baekhyun. Tapi tenang aja, semua cast pasti akan dapet jatah yang adil untuk diceritakan. Tapi nanti.

Oh iya, aku ngga bosan-bosan untuk minta kritik dan saran dari readers baik itu mengenai typo, jalan cerita yang gaje, atau tata bahasa yang berantakan. Aku sebagai author tentunya sangat berharap dapat membuat fanfic yang menarik dan disukai readers. Karena bagaimanapun, readers adalah kekuatan terbesar bagi seorang author #alaylagi wkwkwkwkwk

Udah, sekian yang bisa aku sampaikan. Semoga cerita yang aku buat bisa berkenan di hati kalian semua. Love you all :*

Iklan

5 pemikiran pada “Under the Moonlight (Chapter 3)

  1. Aaaa~ udah lama nunggu ff ini dilanjut, dan akhirnya dilanjut juga 😀

    ya ampun makin seru sumpah, itu kyungsoo udah tau siapa sebenarnya kris dkk. Cepet lanjut ya, semangat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s