Idiotical – Monster #6 {Truth} 『Baekhyuncupcakes』

idiotical3

Idiotical

 

 

Baekhyuncupcakes

 

 

Sehun x OC // Hurt 

Idiotical – Monster #1 {Evil} |  Idiotical – Monster #2 {Trouble} | Idiotical – Monster #3 {Fear} | Idiotical – Monster #4 {Dangerous} | Idiotical – Monster #5 {Force-NC}

Summary:

Jika saja Hyemi tidak pernah di lahirkan menjadi terbelakang 

 

“Because i’m nothing special. Not beautiful, not talented, not funny, not smart 

 

and that scares me

 

 

 

 

A lot” 

.

.

.

.

.

.

YOUTUBE VIDEO TRAILER IDIOTICAL – MONSTER

==

Sehun menunggu di depan pintu kamar dengan penuh rasa cemas, sudah 2 jam Ny. Oh dan dokter Park berada di dalam sana. Memeriksa keadaan wanita yang keadaannya cukup mengenaskan itu, mereka yang tak kunjung keluar dari ruangan mampu membuat Sehun di landa kebingungan.

Setelah penantian yang cukup lama, akhirnya kedua insan yang Sehun tunggu – tunggu itu keluar dari kamar miliknya.

Pandangan kedua orang tersebut segera beralih kepada lelaki yang menunggu panik di depan kamar, melihatnya dengan pandangan yang bercampur antara tatapan tak percaya dan kecewa

Dokter Park sudah seperti bagian dari keluarga Oh, lelaki berumur 44 tahun itu sudah menjadi dokter pribadi keluarga mereka dari semenjak Sehun masih memakai popok. Beliau adalah sahabat baik appa dan juga eomma Sehun di masa muda.

Sehun yang menyadari pandangan tersebut segera berdiri, menghampiri dokter Park dan Ny. Oh yang sekarang sudah berbicara satu sama lain, seperti membicarakan sesuatu yang penting

“Apakah ia sudah sadar?” Tanya Sehun tergesa – gesa membuat dokter Park dan Ny. Oh serempak menghadap ke asal suara

“Ia sudah pulih, Istrimu akan baik – baik saja Sehun-ah, biarkan Hyemi beristirahat sejenak, jangan buat dia melakukan hal yang berat dan untuk sementara waktu biarkan dia sendiri, ini adalah resep obat dan terdapat vitamin di dalamnya, aku berjanji ia akan segera sembuh jika kau mengikuti apa yang aku katakan.” Ucap dokter Park sembari memberikan resep tersebut ke dalam genggaman Sehun

“Baiklah, terima kasih banyak dokter.” Balas Sehun

Pria yang sudah berkepala empat itu mengangguk dan tersenyum ramah kepada Sehun

“Tidak masalah. Aku rasa aku akan pergi sekarang, hubungi aku jika kau membutuhkanku atau terjadi sesuatu.” dokter Park memberi salam perpisahan kepada Sehun dan Ny. Oh lalu beranjak pergi

Keheningan terpancar dari kedua insan yang berada di ruang tamu sana, tidak ada yang berniat memulai pembicaraan dari Sehun maupun Ny. Oh sendiri.

Sehun pun cukup terkejut saat menyadari jika terselip peperangan dingin antara ia dan eomma nya. Semua hal ini berlangsung hanya karena satu orang.

Kim Hyemi

“Bagaimana keadaan Hyemi?” Setelah jeda beberapa saat, akhirnya Sehun berpendirian untuk memecah keheningan diantara keduanya

“Apakah kau akan merasa lebih baik jika eomma katakan ‘iya’?” Ucap eomma Sehun sedikit sinis

“Aku tidak bermain – main eomma!” Sehun mencoba menahan emosinya

“Kau juga harusnya tidak bermain – main saat kau memutuskan untuk memperkosa istrimu!” Nada bicara eomma Sehun mulai meninggi

“Aku tidak memper––”

“Ini adalah rumah tanggaku eomma! Biarkan aku yang mengurusnya sendiri.” Jawab Sehun

Ny. Oh memijat pelipisnya dan menghembuskan nafas panjang. Mencoba meredam emosi nya yang mulai tak bisa ia tahan, sebagai orang tua sekaligus penasihat putra satu – satunya itu beliau mencoba mengalah pada keadaan

“Semua pilihan ada di tangan mu Sehun, yang baik maupun yang buruk. Eomma hanya berharap kau mampu menerima konsekuensi nya jika kau memilih pilihan yang buruk itu.” suara wanita paruh baya itu kembali melembut, seperti semula. Tetapi ucapan beliau cukup untuk membuat Sehun memutar otak pintarnya, tidak mengerti makna yang di maksud.

Sebelum Sehun mendapat kesempatan untuk bertanya, resep yang berada di genggamannya sudah berpindah ke genggaman Ny. Oh

“Eomma sendiri yang akan membeli resep obat Hyemi, kau tunggulah disini. Bibi Jung akan datang setiap pagi ke rumahmu untuk merawat Hyemi.” Sehun hanya mengangguk

“Mulai besok akan ada seorang gadis bernama Kang Jin Hee yang akan datang rutin kesini untuk bertemu Hyemi, kau tidak perlu tahu untuk apa, kau hanya perlu membukakan nya pintu dan mempersilahkannya masuk. Oh! Satu hal lagi! Maksud dokter Park sebenarnya tentang ‘membiarkan Hyemi sendiri untuk sementara waktu’ adalah beberapa hari. Jangan menemui istrimu untuk beberapa hari, bibi Jung yang akan merawatnya sementara eomma kembali ke Paris, kau tidak perlu khawatir.” Jelas eomma Sehun

“Apa yang terjadi? Mengapa aku tidak boleh menemui Hyemi?”

“Kau yang membuatnya terjadi, seharusnya kau mengetahuinya lebih dari siapapun.” Jawab eomma Sehun

“Aku tidak––”

Hyemi akan baik – baik saja. Hanya itu yang bisa kujanjikan padamu. Sekarang istirahatlah dan ingat pesanku untuk tidak menemuinya.” Dengan itu Ny. Oh pergi meninggalkan Sehun yang masih tidak kunjung mengerti apa yang sebenarnya dibicarakan

Dering telepon berbunyi membuat Sehun terbangun dari tidur lelapnya. Sudah 3 hari semenjak terakhir kali dokter Park memeriksa Hyemi, semenjak itu pula Sehun belum juga menemui gadis itu seperti yang di perintahkan eomma nya

Ny. Oh tidak berbohong saat beliau mengatakan jika akan ada seorang gadis bernama Kang Jin Hee yang akan rutin datang ke rumah Sehun, Sehun sendiri pun juga tidak tahu alasan kedatangannya, ia hanya datang tepat jam 8 pagi, tersenyum ramah pada Sehun dan masuk di dalam kamar Hyemi selama berjam – jam, lalu saat waktu sudah mulai larut ia akan keluar dan pergi dari rumahnya.

Dengan langkah gontai bercampur malas Sehun mengangkat kasar gagang telepon yang terletak di meja ruangan tamu miliknya itu,

“Yeoboseyo?” Suara serak Sehun berbunyi

Sehun-ah? Kau disana? Ini adalah bibi Jung, maaf mengganggu tidurmu di pagi hari. Bibi hanya ingin memberi tahumu jika sepertinya aku tidak dapat merawat Hyemi untuk hari ini, bibi sepertinya sedikit sakit, tetapi jika kau ingin, aku bisa menyuruh putriku untuk merawat istrimu. Kau tidak masalah?” tanya bibi Jung dari seberang sana

“Tidak perlu bibi Jung. Bibi tidak perlu khawatir, aku yang akan merawat Hyemi sementara putrimu yang akan merawat bibi.”

Tidak, jangan. Bibi tidak apa – apa. Bibi dapat mengatasinya sendiri, Sehun-ah,

“Aku memaksa. Istirahatlah yang cukup dan cepat sembuh, aku tutup dahulu.” Sehun tidak memberi kesempatan kepada wanita itu untuk menjawab perkataannya, alih – alih Sehun langsung memutus panggilannya secara sepihak

Sehun’s POV

Bukan hari keberuntunganku rupanya, aku lagi – lagi harus merawat gadis yang berstatus sebagai istriku itu.

Kedua tanganku penuh akan nampan yang berisi obat dan makanan yang baru saja aku beli dari restaurant untuk dia. Kim Hyemi.

Seperti yang aku katakan bukan? Merawatnya. Mungkin kali ini aku akan sedikit berbaik hati terhadap perempuan itu, hanya sedikit.

Setapak demi setapak mulai ku langkahkan kedua kaki ku dengan pelan, memasuki kamar wanita itu tanpa menimbulkan suara yang keras.

Ruangan kamarnya cukup sunyi dan aku bisa melihatnya tertidur pulas disana, cukup menyedihkan karena masih terdapat banyak bekas – bekas memar yang sudah mulai memudar di sekujur tubuhnya.

Hal yang sulit dipercaya adalah diriku sendiri penyebab semua ruam – ruam biru keunguan itu, mungkin aku bertingkah terlalu kasar padanya, tetapi aku juga tidak bisa menghindari fakta jika dia sendiri yang membuatku berlaku kasar, jadi aku rasa semua ini bukanlah sepenuhnya kesalahanku.

Baru saja jemariku akan menyentuh kulit tubuhnya yang masih di balut selimut tebal, ia sudah tersentak terlebih dahulu dan mendudukan diri di atas kasur empuk itu, masih belum sepenuhnya sadar.

Helaan nafasku yang terkesan kasar dan keras membuatnya menoleh, menatapku dengan mata hazel coklatnya. Sudah 3 hari semenjak terakhir kali kami bertemu secara langsung, pesan eomma dan harga diri membuatku mengurungkan niatku untuk sekedar melihat keadaan parahnya yang diciptakan oleh diriku.

“AAAAAAAAKKKKKKKK!” ia berteriak nyaring, terlampau nyaring membuatku melompat terkejut

“PERGI DARI KAMAR HYEMI! PERGI SEKARANG!” Lagi – lagi Hyemi berteriak histeris, ia memandang Sehun seolah Sehun adalah monstet kejam yang paling ia takuti

“Hey Hyemi, tenanglah. Ini hanya aku, Oh Sehun, suamimu. Aku tidak akan melakukan apapun, aku hanya membawakanmu makanan untuk kau makan,” jawab Sehun ragu dan menyodorkan nampan yang berisi penuh dengan makanan itu ke arah Hyemi

PRANG

Nampan berwarna silver itu jatuh, Hyemi menghempaskan nampan dari tangan Sehun dengan kasar, ia berlari ke arah sudut tembok kamar miliknya dan menekuk lutut, menekuk punggungnya lalu menyandarkannya ke arah dinding seperti orang yang benar – benar ketakutan, depresi dan putus asa.

Hyemi, aku tidak akan melakukan apapun padamu, sungguh. Kemarilah!” Rayu Sehun. Sehun cukup panik dengan apa yang ia hadapi sekarang, apakah ini semacam trauma yang di alami Hyemi? Apapun hal itu ia harus mengetahui alasannya

“Tidak! Jangan coba membodohi Hyemi! Oppa bukanlah Sehun oppa, Sehun oppa tidak perduli pada Hyemi. Oppa adalah monster! Mengapa oppa melakukannya pada Hyemi? Hyemi dahulu mempercayai oppa, oppa seharusnya tidak kembali lagi! Pergi!” Ia tidak lagi berteriak histeris, tetapi mengapa ia melihatku bukan sebagai Sehun?

Hyemi! Aku adalah SehunSehun oppa. Aku datang kesini bukan bermaksud untuk menyakitimu, Percayalah!” Aku mencoba menahan tangannya yang mulai mendorong tubuhku

“Oppa pembohong! Hyemi benci pembohong! Hyemi mempercayai oppa dahulu sekali! Hyemi tidak mau lagi bertemu dengan oppa! Hyemi sudah bersama Sehun oppa sekarang, jangan ganggu Hyemi lagi!” Pandangannya menyiratkan ketakutan, ketakutan yang sangat dalam

“Aku ti–” perbincanganku terhadap Hyemi terpotong saat menyadari sepasang lengan menarik tubuhku keluar dari ruangan kamar

“Hey! Apa yang kau lakukan?” Tanyaku dengan nada yang cukup sinis sambil merapikan beberapa bagian pakaianku yang mulai kusut

Seseorang yang menarikku adalah Kang Jin Hee, gadis misterius yang datang ke rumahku beberapa hari belakangan ini

“Tentu saja melakukan apa yang harusnya aku lakukan, mengeluarkanu dari sana. Kau tidak seharusnya berada di dalam sana, tidakkah eomma mu memberi tahumu?” balasnya

“Ini sudah beberapa hari. Lagipula alasan konyol apa yang membuatku aku tidak boleh menemuinya, aku adalah suaminya.”

“Kau yakin menganggap Hyemi sebagai istrimu? dan tolong berbicaralah dengan nada sopan padaku, aku berumur enam tahun lebih unggul dari umurmu,” Aku terdiam, tidak sepenuhnya yakin jika aku menganggap Hyemi sebagai istriku. Ia berumur dua puluh tujuh? Tidak heran wajahnya terlihat sedikit lebih tua

“Apa yang terjadi dengannya? Mengapa Hyemi bertingkah seolah ia tidak mengenaliku? Lalu bagaimana kau bisa menerobos masuk ke dalam rumahku?” Bukan sebuah jawaban melainkan helaan nafas panjang yang aku terima dari nya

“Kau tunggulah di luar, aku hanya akan memberi obat tidur pada istrimu dalam beberapa menit setelah itu aku akan menjelaskan semua hal yang jauh dari yang kau ketahui selama ini” aku mengangguk dan menuruti perintahnya. Dari nada bicaranya terlihat jika hal tersebut adalah sesuatu yang penting tetapi aku mencoba tetap tenang agar rasa penasaran yang mulai menghantuiku tidak terlihat jelas olehnya

Sesekali aku menghentakkan jari – jariku ke meja yang terletak di ruang tamu, sudah lima menit tepat keheningan memancar di dalam seluruh ruangan

Perempuan itu dan diriku duduk berhadapan sudah dari semenjak lima menit yang lalu tetapi tidak ada satu pun orang yang membuka suara, tidak tahu dari mana harus memulai lebih tepatnya

“Jadi, bisa kau jelaskan padaku apa yang terjadi dan siapa sebenarnya kau?” Aku mulai membuka suara memecah keheningan yang sudah tercipta

“Nuna, panggil aku nuna. Untuk menjawab pertanyaanmu, aku adalah seorang psikolog yang menangani Hyemi semenjak ia masih kecil, aku mengenal Hyemi jauh sebelum dirimu mengenalnya.” Jelasnya

“Psikolog? Menangani? Hal apa yang kau tangani? Ia memang mempunyai keterbelakangan tetapi untuk apa ia membutuhkan seorang psikolog?”

“Lihat bukan? Kau bahkan belum mengenalnya. Aku tahu apa yang kau lakukan kepadanya di hari lain Oh Sehun, kau memperkosanya. Cukup mengejutkan dan mampu membuatku geram, tetapi tidak ada gunanya membuang energiku untuk pengecut sepertimu, aku lebih memilih mengatasi trauma perempuan yang sudah ku anggap sebagai adikku sendiri daripada menghadapimu.” Ejeknya

“Bisakah kau jelaskan padaku mengapa kau lebih memilih ‘mengatasi‘ adikmu dibanding menghadapiku, nuna? Cara mu berbicara terlalu bertele – tele” balasku tidak mau kalah terhadap perkataannya

“Dengarkan baik – baik karena aku hanya akan mengatakan padamu hanya satu kali. Hyemi, ia memang benar keterbelakangan mental dari lahir, ia berkembang sama seperti anak lainnya hanya saja cara berpikirnya kadang lamban tetapi hal itu tidak menjadi masalah sampai saat dimana ia menemui teman lelaki pertamanya di taman sebelah halaman rumah tempat tinggal Hyemi, ia berumur lima belas tahun saat bertemu Hyemi, kami semua tidak tahu nama lelaki itu bahkan Hyemi pun tidak, Hyemi hanya memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’ tidak lebih. Hanya pelayan – pelayan pribadi Hyemi yang mengetahui persahabatan mereka, mereka tidak merahasiakannya hanya saja orang tua Hyemi sangat jarang kembali ke rumah dan sepertinya tidak berminat untuk mengetahui urusan putrinya. Lelaki itu berteman baik dengan Hyemi selama kurang lebih setahun, ia mengerti keadaan Hyemi yang terbelakang dan mengerti bagaimana cara menghadapinya, lelaki itu memperlakukan Hyemi seperti adik perempuannya. Tetapi seakan ia berkembang, lelaki itu masuk ke dalam pergaulan yang salah, teman – temen seperkumpulannya memerintah lelaki itu untuk berbuat tidak senonoh pada Hyemi yang saat itu baru berusia dua belas tahun, lelaki itu menurut, ia menipu Hyemi dan membawanya ke rumah tua gelap tak berpenuhi yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Hyemi. Hyemi mempercayainya, sangat. Tetapi Hyemi tidak menurut saat lelaki itu memerintahkan Hyemi, ia mulai melakukan perbuatan tercela nya seperti menyentuh bagian – bagian tubuh Hyemi dengan tidak berperasaan. Beruntung salah satu pelayan wanita Hyemi mengikuti nya dari awal dan dapat mencegah lelaki itu untuk berbuat yang lebih jauh. Hyemi selamat, tetapi pikirannya tidak, dan lelaki yang hampir melecehkan Hyemi itu pergi entah kemana, ia tidak bisa ditemukan. Semenjak kejadian tersebut Hyemi berubah total ia mulai mengalami trauma terhadap gelap dan sentuhan – sentuhan. Saat ituHyemi merasa dihantui bayangan lelaki yang ia anggap sebagai teman, Hyemi berteriak saat malam hari, ia seringkali dibayangi dengan bayangan lelaki itu. Orang tua Hyemi yang tidak mengetahui apapun segera memanggilku yang bahkan belum resmi seorang psikolog, butuh waktu sekitar dua minggu untuk mengembalikan akal sehatnya, tetapi aku berhasil memulihkannya dan Hyemi perlahan – lahan mulai kembali walaupun tidak sepenuhnya, setidaknya ia sudah bisa tersenyum. Tetapi memperkosanya di lain hari benar – benar membuat mimpi buruk istrimu kembali, saat kau memperkosanya ia tidak melihatmu sebagai Sehun tetapi sebagai lelaki yang dulu melecehkannya, bayangan figur lelaki itu kembali ke dalam memori Hyemi. Aku tahu kau membencinya, tetapi berbaik hatilah pada Hyemi untuk kali ini agar ia tidak lagi takut padamu, jika tidak kau hanya akan memperparah keadaan yang sudah kacau, Sehun-ssi” ia berjalan kembali ke arah kamar Hyemi tanpa menoleh sedikitpun ke arahku

Apakah semenderita itu hidup yang Hyemi jalani?

Apakah yang ku lakukan adalah kesalahan?

Heyhoooooo me comeback again setelah field trip dari bali yow. Hehehe

Gimana? Chapter ini uda menjawab pertanyaan kalian belum? Hehe

Mungkin ada yang belum terjawab tapi tunggu aja ya guys, cepat atau lambat kebenaran akan terbongkar satu persatu, dan disitu Hyemi emang rada, pas dia teriak2 itu dia bukan liat Sehun tapi ngeliat si ‘cowo misterius’ itu, bakalan terungkap kok tenang aja

Ini pendek? Emang, tapi aku juga punya limit ngetik. Jadi aku harap kalian ga maksa aku untuk ngetik yang lebih panjang dari ini apalagi update secepatnya.

Sorry banget, tapi aku emang uda rencanain untuk buat karakter Sehun dari awal itu keras, jadi kalo kalian tiba2 mau Sehun melunak atau jadi romantis aku belum bisa kabulin karena itu bakalan berlawanan sama ideku dan alurnya juga akan terasa weird

Kita buat Sehun sadar pelan – pelan aja, buat Sehun ngerasa apa yang uda dia lakukan itu salah besar. Nanti bakalan ada waktunya kok Sehun bakalan romantis dan melunak, tunggu aja okay.

Maaf juga aku terpaksa hapus yang non-NC part karena alasan tertentu.

Cepat atau lambat bakalan ada chapter yang di protect lagi walaupun bukan NC, aku agak sedikit lelah sama readers yang lebih memilih diam dibanding kasih sedikit apresiasi sama story ku. Jadi jangan harap dapet password ya kalau kalian ga pernah kasih tanggapan di comment^^

Okelah, segitu dulu aja, kritik dan saran dibutuhkan. Tolong maafkan segala jenis typo yang aku buat

Iklan

295 thoughts on “Idiotical – Monster #6 {Truth} 『Baekhyuncupcakes』

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s