EXO : History… (Chapter 1)

EXO History2B

Author: SakuRaa (@_raraa84)

Title: EXO: History… (Chapter 1)

Cast:

-Kim Joon Myun (Suho)

-Park Chanyeol (Chanyeol)

-Byun Baekhyun (Baekhyun)

-Do Kyungsoo (Kyungsoo)

-Kim Jongin (Kai)

-Oh Sehun (Sehun)

Genre: Brothership, Friendship, Family, Slight! Sad.

Rating: General

Length: Chaptered

(Yang belum baca, silahkan lihat [Teaser]-nya terlebih dahulu) search aja :v

“Ketika keutuhan sebuah grup mulai dipertanyakan…”

==================

Kedipan lensa-lensa kamera saat ini bisa dibuktikan, bahwa acara ini sangat menarik perhatian para wartawan. Ya, bagi seorang wartawan berita ini sangat menarik, dan bisa menaikkan rating penayangan disetiap TV yang meliputnya. Bagaimana tidak, seorang grup Boyband nomor 1 di Korea Selatan—EXO, akan mengadakan jumpa pers untuk meluruskan atas semua berita yang terjadi pada mereka akhir-akhir ini.

Semua fans berharap-harap cemas diluar gedung sambil menatap layar putih berukuran raksasa yang sengaja dipasang disana untuk menyaksikan apa yang terjadi didalam gedung ini. Mereka semua membawa Banner berisi dukungan untuk Idola mereka, walau mereka tahu, Idola mereka tak akan pernah melihat apa yang mereka bawa dan perjuangkan saat ini. Penjagaan sangat ketat, CCTV dimana-mana, membuktikan betapa pentingnya acara jumpa pers ini.

Sebentar lagi semua pertanyaan para fans akan terjawab, tentang berita-berita yang sempat melebar luas dimedia akhir-akhir ini. Semua akan tahu jawabannya, dan… apa jawabannya?

.

.

.

*

Suho menarik napas dalam dan mengeluarkannya perlahan, sudah 15 menit ia berbuat seperti itu sambil sesekali mengintip kearah kamera-kamera yang sedang menyorot didepan sana.

Suho meneguk air mineral dari botol yang ia bawa, ia akan berbicara banyak nanti, menjelaskan tentang apa yang seharusnya ia katakan, jika salah sedikit saja, mungkin semua akan berakibat fatal.

Ia juga sesekali menoleh kearah member lain yang sedang duduk diam dikursi rias, Sehun berkali-kali menyuruhnya duduk, tapi jawaban Suho akan tetap sama. Ia pasti akan menolaknya.

Terdengar suara Bass dari Manajer mereka untuk menyuruh mereka keluar ketempat acara Pers berlangsung. Semua sorot Camera seketika tertuju pada 6 pria yang mengenakan jas hitam resmi sebagai seragam mereka kali ini, setiap detik selalu ada kedipan lampu Blitz yang menyilaukan, mereka seakan tak ingin melewatkan moment yang amat-amat langka seperti ini.

Mereka ber-6 duduk ditempat masing-masing, senyuman mereka tetap seperti biasa, hanya sorot mata mereka yang berbeda. Tak ada semboyan ‘We are One’, tak ada semboyan ‘We are EXO’ yang biasa mereka ucapkan sebelum tampil diatas panggung, yang ada hanya tundukan kepala sebagai rasa hormat.

*

 

“kami tetap bersama, tak ada yang berubah. Alasan kami break selama 6 bulan hanya untuk mengambil masa libur kami, kalian pasti tahu, kami sudah 3 tahun berkarya dan kami belum pernah mengambil masa libur. Walau tak ada photoshoot, syuting drama, atau pembuatan album, kami masih harus naik turun panggung, melakukan Solo Consert beberapa minggu yang lalu, jadi wajar jika kami merasa lelah.”

.

.

.

“dengan acara Pers kali ini, kami harap kalian bisa mengerti, apalagi untuk para EXO-Stan yang selalu mendukung kami, men-suport kami selama ini, kami harap kalian semua bisa menunggu hingga EXO kembali Comeback, dan kami harap juga mulai saat ini tak ada lagi berita-berita yang buruk tentang EXO.”

 

“EXO Saranghaja!”

Suho mengingat dengan detail apa yang ia ucapkan 1 jam yang lalu dihadapan puluhan awak Media, ia mengingat betul jika ia berkata dengan benar, ia melakukan hal itu dengan baik.

Walau hatinya sebenarnya berkata lain…

.

.

*
Baekhyun menutup pintu kamarnya dengan keras, ia bahkan tak berbicara satu patah kata pun sedari tadi,

tidak, sedari kemarin. Sedari mereka terakhir duduk ber-6 diruang Tengah bersama Manajer mereka untuk membahas apa saja yang akan mereka lakukan untuk Pers hari ini.

“aku kekamar dulu” ucap Chanyeol yang dibalas dengan satu kali anggukan Suho, sedangkan yang lain langsung duduk diruang tengah, menghempaskan tubuh mereka diatas tumpuan Sofa yang empuk. Mereka hanya saling diam, sehingga Sehun meraih remote TV disebelah sofa yang dia duduki untuk sedikit meramaikan Dorm yang besar ini.

Tanpa mengetuk pintu, Chanyeol langsung masuk kekamar dengan pintu yang tertulis ‘Bacon & Chanyeolli’ dengan tambahan emoticon ‘^_^’ disebelahnya, Chanyeol masih ingat, ketika mereka ber-2 dijadikan Roommate, Baekhyun membeli sticker Note berwarna warni dan menuliskan hal itu, agar siapapun yang berkunjung ke Dorm mereka tahu, bahwa inilah kamar Baekhyun dan Chanyeol –yang super duper berantakan- itu.

Chanyeol melihat Baekhyun terduduk dipinggir kasurnya sambil menutup wajahnya dengan bantal, Chanyeol tahu jika saat ini Baekhyun sedang menangis.

“Hai Baek…” sapanya dengan senyuman konyol khasnya.

Baekhyun mendongak, benar, matanya sembab dan semakin sipit. Ia menatap Chanyeol yang saat ini melepas resleting jaketnya dan meletakkannya dihanger belakang pintu.

“kau tak seharusnya berbohong, kau tak harus selalu tersenyum seperti itu didepan kamera jika kau tak mau, kau hanya terlihat seperti seorang Idiot!”

Chanyeol menoleh cepat, biasanya Baekhyun tak pernah berkata seserius itu padanya, apalagi mengatainya ‘Idiot’ dengan tampang putus asa seperti itu.

Chanyeol tersenyum miris, “ya aku berbohong, aku lebih baik seperti seorang idiot daripada harus menangis layaknya orang bodoh seperti itu” ucapan Chanyeol berakhir dengan suara pintu yang ditutup keras.

*

Sungguh menyedihkan, Sehun menyalakan TV, dan pertama kali yang muncul dilayar 42inch itu adalah berita grup mereka sendiri. Semua infotaiment membicarakan mereka, menyiarkan acara Converensi Pers yang mereka hadiri beberapa jam yang lalu.

Semua member menghela napas, Suho bahkan belum sempat duduk disofa dan sudah harus mendengar berita-berita tentang mereka (lagi).

Kyungsoo menatap satu-persatu raut wajah mereka, dia tahu saat ini adalah masa-masa tersulit yang pernah grup mereka alami. Mereka akhir-akhir ini sering tak akur, gosip-gosip bertebaran, bahkan mereka sering berkata ‘bagaimana jika EXO bubar saja?’. Itu adalah kata-kata yang paling putus asa yang pernah Kyungsoo dengar.

“matikan TV nya Sehun” ucap Kyungsoo dengan nada datar, Sehun menoleh kearahnya, butuh beberapa detik untuk akhirnya layar TV itu kembali berwarna hitam gelap.

“jika kalian melihat berita-berita seperti itu, tinggal matikan saja TV nya, untuk apa kita mendengar tanggapan mereka?”

Kai menghempaskan bantal sofa berwarna coklat yang sedari ia genggam kesampingnya. “apa harus kita melapor ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik? Mereka terkadang sudah menjelek-jelekkan kita, Hyung”

Kai benar, ia sering membuka Timeline account Twitter-nya, dan yang ia lihat hanya cemoohan dari orang-orang, entah mereka itu fans atau haters EXO, Kai sampai tak bisa membedakan hal itu.

“kita vakum untuk membersihkan nama EXO dari segala macam tuduhan, gosip, atau berita, jika kau melapor ke polisi, itu tak akan menyelesaikan masalah, kita nanti akan terus diliput oleh Media.” Jawaban Suho langsung diberi anggukan oleh member lain, ia lalu menghilang dari balik pintu kamarnya dan disusul oleh Sehun.

Kai menatap Chanyeol yang masih diam sambil memegangi knop pintu kamarnya, “Chanyeol Hyung bukankah tadi kau akan masuk kamar?”

Chanyeol menoleh kearah Kai yang duduk disamping Kyungsoo,ia lalu tersenyum singkat, “boleh aku dikamarmu, Kai? Kyungsoo?”

Kai dan Kyungsoo hanya saling tatap, mereka mengerti jika salah satu dari Baekhyun dan Chanyeol sedang bermusuhan, mereka akan tidur dikamar Kai dan Kyungsoo.

“tentu saja” Kyungsoo bangkit dari duduknya dan disusul oleh Kai, Chanyeol mengikuti mereka dari belakang.

*

Chanyeol duduk dipinggir jendela kamar Kai dan Kyungsoo, ia menatap kilauan lampu-lampu kota yang berwarna warni. Begitu indah, hingga ia mengingat Solo Concert mereka yang berakir beberapa minggu yang lalu, ia ingat betapa fans begitu semangatnya melihat konser mereka, membawa Lightstick, banner, bahkan tak jarang fans yang memberinya hadiah. Ia menunduk, ‘Semoga itu bukan konser terakhir kami…’

Kai duduk disandaran kasurnya, matanya fokus ke layar Smartphone ditangannya, dan kamar mandi terdengar gemericikan air, itu pasti Kyungsoo.

Kai sesekali mendengus, ia menginggit bagian bawah bibirnya sambil tangannya yang meng-scroll Handphone layar sentuh itu. Ia lagi-lagi membuka account Twitternya dan melihat ribuan mention di Notification-nya. Ia membaca satu-persatu Tweet yang muncul di TimeLine-nya secara singkat, dan berbagai tanggapan muncul dari mereka.

@yoong_na22 well, jika ada asap, pasti ada api, kan? Nggak mungkin para Netizen bisa menyimpulkan berita-berita itu kalau EXO-nya nggak mengawali berita itu sendiri! @Kai_EXO @Kyungiee_EXO @Chenchen_EXO @LeaderSh_EXO

 

@Sehuniii12fans @LeaderSh_EXO harus bijaksana dong! Nggak cuman bawa-bawa nama leader doang!

‘kenapa Suho Hyung? Kau pikir Suho Hyung tidak bekerja keras untuk kami, huh?’

@_raraa84 #staystrongEXO :” #webelieveinyouEXO

 

@RP_Kim jangan salahkan Netizen! Kami hanya berbicara tentang fakta! Kami yang lebih tahu tentang EXO karena kami diKorea! Betapa bagusnya penyamaran mereka selama ini sampai2 hal buruk seperti itu tak bocor ke fans Internasional!

 

(Warning, maaf karena saya menggunakan bahasa Indonesia-_- ini hanya fiktif!)

 

“Aissh!” Kai melempar Handphone kekarpet, untung lantai kamar ini semua tertutup oleh karpet, setidaknya Handphone Kai tidak pecah atau rusak.

Chanyeol seketika menoleh kearah Kai yang mengacak-acak rambutnya, ia melihat Handphone Kai yang tergeletak dibawah,

“ada apa? Media memberitakan kita lagi?” Kai hanya tersenyum miris sambil membenarkan posisi duduknya, ia meraih bantal berwarna biru kesukaannya dan segera memeluknya erat.

“kau tidak tahu apa tanggapan fans tentang kita di Social Media, Hyung”

Chanyeol bangkit dan mengambil Handphone Kai, layarnya mati, tetapi setelah ia menekan tombol On/Off, muncul pengunci layar dengan Background EXO ber-12.

“aku tahu, aku tahu sehingga aku tak perlu capek-capek membaca ocehan mereka satu-persatu, untuk apa kita membaca hal yang hanya membuat hati kita jengkel? Biarlah orang seperti mereka berpikir apapun yang mereka mau, karena hanya kita yang tahu seperti apa keadaan grup kita saat ini.” Ucap Chanyeol sambil memberikan Handphone berchasing Abu-abu itu pada Kai.

*

Suho membuka knop pintu yang bertuliskan ‘EXO’S Manajement’ dengan tergesa, setengah jam yang lalu, Manajer-Hyung memberitahu Suho agar segera menuju SM Building karena ada seseorang yang saat ini menunggunya.

Suho menatap punggung pria berambut blonde sedang duduk disofa membelakanginya saat ini. Suho merasa tak asing dengan pria ini, sehingga ia mendekat,

“Kris…?”

Suho membulatkan matanya dan membuka mulutnya untuk beberapa saat, pria yang memang bernama Kris itu menoleh, menatap Suho dengan tatapan garang.

“duduklah!” ucap Kris sambil melipat kedua tangannya didepan dada, ia lalu bersandar disandaran sofa yang berwarna coklat muda itu. Suho mengangguk, ia lalu duduk dihadapan Kris. Jarak mereka hanya terpisah oleh meja oval dihadapannya.

“K-Kris, kau kembali?” Kris masih mengalihkan pandangannya kearah lain,

“bagaimana dengan EXO-M di China? Mereka semua baik-baik saja?”

Kris mendengus, sambil menatap Suho kesal. “mereka semua baik-baik saja. Lebih baik dari keadaaan EXO-K disini.”

“Kris, Dengar. Ini hanya—”

Kris memotong ucapan Suho sambil memajukan tubuhnya, “hanya apa? Suho! Kau itu Leader, kenapa bisa semua berantakan seperti ini, huh? Bagaimana tanggung jawabmu!”

Suho bangkit dari duduknya, “kau pikir kau bukan Leader?! Memangnya kau selama ini kemana? Bermain film, Drama, dan Meninggalkan EXO, lalu semua beban diberikan padaku!” bentak Suho sambil menekankan kata ‘Leader’.

Kris menghela napas sambil mengalihkan pandangnya kearah lain. Harus diakui selama ini ia salah, meninggalkan EXO karena sudah terikat kontrak bermain sebuah film. Memang, agency mereka mengijinkan, tetapi semua berimbas pada Suho, ia harus mengatur jadwal EXO-K dan EXO-M dari awal.

*

Suho menutup knop pintu kamarnya perlahan-lahan, ini sudah pukul 10 malam, ia tak mau dongsaeng kesayangannya itu terbangun karena kedatangan dirinya.

“Hyung darimana?” ucap Sehun yang masih tak bergeming dikasurnya, ia berbaring membelakangi Suho saat ini, dan Suho begitu terkejut karena Sehun belum tidur.

“kenapa belum tidur?” Suho melepas sweater biru dongkernya dan menggantungkannya dibelakang pintu, Sehun berbalik, ia menghadap Suho saat ini dan membenarkan selimutnya.

“aku menunggumu. Kau darimana Hyung? Mengapa jam segini kau baru pulang?” Sehun menaikkan oktaf suaranya karena Suho sedang dikamar mandi.

Tidak ada sahutan dari Suho, membuat Sehun bangkit dari posisi tidurnya dan duduk dipinggir kasur. “Aku menemui Manajer tadi, membahas hal yang harus kita lanjutkan setelah ini.” Ucap Suho setelah keluar dari kamar mandi, ia telah mengganti bajunya dengan piyama berwarna biru muda.

“lalu apa kata Manajer-Hyung?” Suho tersenyum, ia lalu naik kekasurnya dan membuka lipatan selimutnya.

“besok sekalian aku bicarakan pada member lain juga.”

“sekarang, ayo tidur, Hyung lelah.” Ucap Suho yang diberikan anggukan dari Sehun. Ia kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur dan mengucapkan selamat malam untuk Suho.

Suho menatap punggung Sehun dari seberang single-bed nya. ‘semoga yang lain masih mau mendengarkanku besok…’

.

.

.

.

*TBC*

First chapter is up!😀 well, maaf karena TBC nya terlalu cepet, atau terlalu lama :v

Gimana menurut kalian difirst chapter ini? Apakah bagian-bagian scene mereka adil? Huehuehue :3 ini masih permulaan.

Dan Warning! segala berita, atau twitter account mereka hanya fiktif! Tidak usah dicari di Google :v

(nggak enak juga kan kalau account Real isinya cuman jelek-jelekin doang?–“)

Coment dan saran tetap ditunggu, Bye. @_raraa84

5 thoughts on “EXO : History… (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s