Revival of The Mad Emperor: The Princess of Darkness (Teaser) (Seonsaengnim’s Reveal of Story)

A Storyline Present by @diantrf

 

Revival of The Mad Emperor: The Princess of Darkness (Teaser)

(Seonsaengnim’s Reveal of Story)

Main Cast:

Xiao Luhan, Park Chanyeol (EXO) | Park Cheonsa (OC)

Other Cast:

Kim Junmyeon/Suho, Oh Sehun, Kim Jongdae/Chen, Kim Minseok/Xiumin, Zhang Yixing/Lay, Wu Yifan/Kris (EXO) | Kim Myungsoo/L (Infinite) | Jung Jinyoung (B1A4) | Lee Gikwang (Beast)

Genre: Fantasy, Romance, Mystery, School-life | Rating: PG-17 | Length: Chaptered

Prev:

Part-1 | Part-2 | Part-3 | Part-4 | Part-5 | Part-6 | Part-7 | Part-8 | Part-9

0o0

Duduk di depan cermin membuatku menyadari segalanya. Perubahan pada tubuhku ini cukup signifikan dan terlihat aneh bagiku. Ya, aku hidup hampir tujuh belas tahun dan telah terbiasa dengan segala yang ada pada diriku. Namun sekarang, God, that can’t be me!

Kulitku tidak sepucat itu, rambutku pirang gading bersih dan tidak ada semburat kemerahan di helaiannya seperti yang nampak di cermin. Tapi mataku tetap hijau seperti biasa, yang membuatku semakin penasaran dengan perkataan Dokter Zhang tadi pagi. Memangnya mataku berubah menjadi apa?

Baiklah, singkirkan permasalahan physical appearance-ku dan kini saatnya fokus untuk menetralkan rasa panik yang bergejolak dalam diriku. Aku, bertemu dengan Junmyeon Seonsaeng? Bayangkan saja dirimu yang terjun dari Gunung Everest. Pria itu selalu terlihat menyeramkan bagiku—di luar fakta bahwa ia sangat amat tampan.

Tapi, mungkin ini bisa menjadi awal yang baik bagiku untuk mengetahui hal apa saja yang terjadi di masa lalu. Pikirkanlah, sekarang aku ini bukan manusia yang selalu merasa kesakitan dengan hawa vampir. Aku juga bukan lagi Cheonsa yang manja, yang takut dengan gurunya sendiri. Oke, dia memang bukan sembarang guru.

Lalu, di sisi lain aku juga bingung dengan sikap Chanyeol tadi yang langsung meninggalkanku bahkan mengabaikan keadaanku yang setengah lemas karena penyesuaian-kondisi-tubuh-oleh-Zhang-Yixing. Apa mungkin Chanyeol cemburu? Oh, mungkin saja mengingat sejarah tidak menyenangkan antara Chanyeol dan Junmyeon Seonsaeng selama masa sekolah belakangan ini.

Eh? Lagi-lagi monolog absurd-ku ini berakhir dengan sebuah pikiran ajaib di kepalaku. Aku sudah lama tidak masuk sekolah, dan yang paling membuatku terkejut adalah, kakekku merupakan kepala sekolah di sana. KEPALA SEKOLAH, dan otomatis aku akan bertemu dengannya  Bagaimana ya atmosfer di antara kami nanti?

Kurasa aku mulai bosan duduk memandangi cermin seperti ini selama kurang lebih setengah jam. Saatnya aku menemui Junmyeon Seonsaeng. Cheonsa, bersiaplah!

0o0

Ini gila. Terkutuklah mansion yang terlewat luas ini karena sampai detik ini pun aku belum juga menemukan di mana tepatnya kamar Junmyeon Seonsaeng berada. Aku kini heran sendiri, mengapa aku masih saja bertingkah layaknya manusia padahal nyatanya aku adalah seorang vampir? Aku tidak bisa menghilang seperti Dokter Zhang atau bahkan hal-hal canggih lainnya.

Menyebalkan, katanya aku adalah vampir terkuat, semua Strămoș bahkan Karya seperti Jongdae Sunbae saja bilang bahwa aku memiliki kekuatan yang hebat. Namun apa? Bahkan berpindah tempat saja aku tak bisa, hell.

Dengan langkah lelah aku kembali menyusuri lorong keenam selama pencarian panjangku ini. Terus dan terus berjalan, aku merasakan sesuatu yang aneh di dalam dadaku. Pandanganku terpatri pada sebuah pintu yang menjulang di hadapanku.

Hm, sebenarnya tidak ada yang aneh dengan pintu ini, hanya saja seperti ada sesuatu yang membuatku tertarik padanya. Seperti, masuklah ke sini dan kau akan mengetahui segala yang terlihat semu. Oh, abaikan kalimat puitisku barusan dan kita lihat ada apa di balik pintu ini.

Cklek!

Bagus, firasatku ternyata benar karena belum sempat aku memegang kenopnya, pintu itu telah terbuka dengan sendirinya. Hebat, Cheonsa, sepertinya ini memang benar kamar Junmyeon Seonsaeng.

Dengan sangat percaya diri aku masuk, walau dalam hati mengucapkan permohonan semoga tak akan ada adegan tak diinginkan yang terjadi.

Hm, kesan pertamaku pada kamar ini adalah, klasik. Semua perabot seakan tertata dengan sempurna sesuai dengan tempatnya. Ada empat sofa ukuran sedang berwarna gading yang mengelilingi sebuah meja kristal dengan hiasan mawar di tengah vasnya. Di sisi kiri kamar terdapat sebuah bilik yang terbuat dari kaca, sepertinya itu semacam ruang kerja pribadinya. Yap, walaupun Junmyeon Seonsaeng adalah vampir, ia tetap seorang guru.

And here we go! Aku melihat pria tinggi dengan kulit susunya yang pucat tengah berdiri memandangi jendela yang terbuka. Poninya yang agak panjang di bagian depan tertiup semilir angin, membuat ini mirip seperti adegan drama romantis yang pernah aku tonton.

Aku melihatnya dari samping, sehingga aku tahu bagaimana raut wajahnya. Tenang, namun seperti ada beban berat yang tersembunyi di balik wajah tampan itu. Benar-benar dewa dengan kesempurnaan yang memberkatinya. Sayangnya wajah itu tak dihiasi oleh sebuah senyum yang indah.

Hello? Mengapa aku jadi bicara aneh seperti ini. Melihatnya yang terdiam membuatku ikut terdiam juga. Apa yang harus aku lakukan? Menghampirinyakah? Atau…

“înger, senang bertemu denganmu lagi.”

Deg!

înger, jangan main jauh-jauh!”

“Bunda, tadi înger memberiku sebuah bunga yang cantik.”

“Ayah ingin kalian selalu akur, mengerti?”

“Diavol, aku menyayangimu…”

 

 

Tubuhku kaku, mataku terkunci oleh mata birunya yang indah. Air mata jatuh begitu saja dari tempatnya kala rasa sesak hinggap di dadaku.

I-ini… ini di luar ekspektasiku. Nalarku tak berfungsi dengan baik karena ingatanku yang masih kabur tak jelas.

Namun yang pasti, yang kutahu hanyalah ketika ia tersenyum manis padaku saat aku berlari ke arahnya dan memeluknya, mencurahkan kerinduan yang sepertinya telah mengendap sangat lama dalam ruang terdalam hati kecilku. Seperti ikan salmon yang bergerak menyusuri arus untuk menemukan kembali persinggahannya, aku selayaknya menemukan rumahku yang telah lama kutinggalkan.

“Kakak… hiks… Aku sangat merindukanmu.”

0o0

“Ini gila, bagaimana bisa semuanya terjadi dengan alur absurd seperti ini?!”

Welcome home, my princess.”

“Kau yakin tidak merindukanku sedikitpun?”

“Jadi, beginilah akhir cerita kita?”

înger, selamat tinggal. Terima kasih untuk segalanya.”

“Anhel!

“Hai, namaku Diavol, dan semua ini berawal dari sebuah hal yang tak akan pernah dapat diterima oleh akalmu.”

TBC

Mengingat masih banyak readers yang bingung dengan istilah aneh atau alur yang acak-acakan ini, Angel mau buat beberapa side story yang bakalan ngungkap hal-hal apa aja yang seharusnya diungkap dan menjadi pertanyaan kalian semua, wkwk. Oh, dan side story ini bukan POV Cheonsa! Entah pake POV siapa, liat nanti aja yaa.

Ini baru teaser, makanya pendek. Di teaser ini emang masih pake POV Cheonsa karena dia bener-bener syok sama fakta baru yang bikin greget. Jadi tolong perhatiin judulnya ya, karena ini bukan chapter 10, tapi side story.

Remember! Chapter Seonsaengnim selalu pake POV Cheonsa dan side story pasti POV orang lain, jadi hati-hati bingung yaa. Annyeong^^

65 pemikiran pada “Revival of The Mad Emperor: The Princess of Darkness (Teaser) (Seonsaengnim’s Reveal of Story)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s