Stupid Love (Chapter 1)

PicsArt_1430356345959

 Title: Stupid Love / Love Fool | Author: @hchnssi | Cast: Lee Ahreum (OC), Do Kyungsoo (EXO) | Other cast : find by ur self | Genre: Family,Romance, Comedy (little) | Ranting: PG-15 | Length: Chaptered | Disclamer: “OC and Story are mine”

 “Let us always meet each other with smile, For the smile is the beginning of love”

.

.

.

.

CHAPTER 01

‘Tap..tap..tap’ suara ketukan sepatu hak tinggi mengiringi wanita berumur 24 tahun itu yang berjalan menyusuri koridor Rumah Sakit ternama di Seoul, dengan setelan jas putih dan stetoskop yang melingkar di lehernya tak lupa dengan name tag yang terpasang di dada sisi kanannya bertuliskan ‘Lee Ahreum’ ya, dia salah satu dokter magang atau yang bisa disebut masih dalam masa percobaan sebelum menjadi dokter tetap disana. Sudah 2 tahun dia bekerja disana, dan beberapa bulan lagi ia akan resmi di anggap sebagai dokter tetap disana. Dengan keterampilannya dan ilmu pengetahuannya yang tergolong tinggi di bidang kedokteran tidak di ragukan lagi. Kini langkahnya terhenti tepat di depan pintu ruang kerjanya, ia membuka pintu tersebut perlahan dan sosoknya menghilang saat pintu ruang kerjanya tertutup.

“Ah hari yang sungguh melelahkan” ia merentangkan kedua tangannya ke atas bertujuan untuk merenggakan ototnya sedikit yang terasa pegal. ‘Rrrrrr’ ponsel miliknya yang berada diatas meja bergetar dan muncul nama pemanggil di layar ponsel yang sudah mengganggu waktu istirahatnya. Ahreum yang melihat nama yang tertara di layar hanya menatapnya kosong sesaat dan beberapa detik kemudian memutuskan untuk mengangkatnya.

“Nde, Yeoboseyo” jawab Ahreum.

“…..”

“Aku tidak mau”

“…..”

“Shirreo”

“….”

“Jangan memaksaku”

“…..”

Saat ucapan terakhir lawan bicaranya itu Ahreum memutuskan untuk mematikan ponselnya dan melempar asal kearah sofa. Ia mengacak-acak rambut ikal kecoklatannya itu dengan ekspresi depresi. Orang yang menelfonnya barusan adalah ibu angkatnya yang memiliki sifat sedikit memaksa, jujur sebenarnya Ahreum tidak pernah berani menolak permintaan kedua orang tua angkatnya dari ia berumur 12 tahun, saat ia kehilangan kedua orang tuanya karena kecelakan lalu lintas yang berhasil merenggut nyawa kedua orang tua kandungnya dan alhasil ia diangkat oleh keluarga kerabat terdekat ayahnya yang hanya memiliki anak laki-laki yang terpaut 3 tahun lebih tua dari umurnya. Tapi kali ini ibu angkatnya sudah kelewatan, yang benar saja Ahreum di jodohkan dengan laki-laki yang sama sekali belum pernah ia lihat, maupun kenal.

‘Rrrrr’ Kini telfon Rumah Sakit yang berada di atas meja kerjanya berbunyi. Dengan sigap Ahreum meraih ganggang telfon dan menempelkannya di daun telinga kirinya.

“…..”

“Nde”

“….”

“Nde,nde”

“…..”

“Baiklah, aku akan segera kesana”

Panggilan berakhir begitu saja saat perawat yang menghubunginya itu menyuruhnya segera menuju ruangan pasien tujuannya untuk memeriksa keadaan pasien yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit.

“Disini, Dr. Lee” Panggil perawat wanita itu yang barusan menelfonnya sambil mendorong meja yang lengkap dengan peralatan yang akan dibutuhkan nantinya.

“Tekanan darah anda sudah normal dan tolong jangan terlalu memaksakan diri untuk pulang jika belum ada persetujuan dari saya. Untuk sementara tolong perbanyak istirahat hari ini, jika sudah semakin membaik mungkin anda sudah boleh pulang besok” jawab Ahreum yang tengah melepas alat ukur tekanan darah di lengan pasien.

“Ah, terima kasih dokter” ucap pasien tersebut dan kembali dalam posisi tidur diatas ranjangnya.

“Baiklah kalau begitu, saya masih ada pekerjaan. Selamat beristirahat” Ahreum membungkuk sebelum mengilang di ambang pintu dan disusul degan perawat yang dari tadi mengiringinya. Perawat itu berjalan perlahan mendekati Ahreum dan memukul bahunya sedikit keras.

“Akhh, wae?!” Ahreum mengelus pundaknya yang terasa sakit. “Agioo,Aigoo..Hei! Tersenyumlah sedikit, kau ini dokter atau malaikat pencabut nyawa huh? Tidak ada manis-manisnya sama sekali di depan pasien, untung saja sampai saat ini tidak ada pasein yang meng-klaimmu karna sifatmu itu” sahut perawat wanita tersebut yang terlihat sebagai teman dekat Ahreum. “Hei Yong Gayoung! Kau ini seperti baru mengenalku kemarin saja, kau tahu kan kalau dari dulu aku tidak bisa tersenyum. Memangnya kau ingin aku tersenyum seperti apa hm? Seperti ini?” balas Ahreum dengan kedua jari telunjuknya mendorong pipinya keatas dan mendekatkan wajahnya ke wajah teman SMA-nya sekaligus teman kuliah-nya itu. “Kau benar-benar mirip seperti joker yang ada di film batman, sungguh menyeramkan” ucap Gayoung sambil menatap Ahreum sinis. Ahreum yang mendengar respon dari temannya itu kembali ke posisi semulanya dan kembali berjalan di koridor Rumah Sakit ditemani oleh temannya itu. Mingkin hari ini akan menjadi hari yang panjang bekerja di Rumah Sakit sebelum jam makan siang.

Jam sudah menunjukan pukul 1.45 PM, waktu makan siang. Ahreum dan Gayoung sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian casual dan memilih mengambil waktu makan siang di luar. Mereka berdua berhenti di salah satu Café yang tak jauh dari Rumah Sakit tempat mereka bekerja dan mulai memesan makanan & minuman yang tertara di buku menu. Mereka berdua memiliki waktu 20 menit sebelum makanan dan minuman mereka tiba. Namun keduanya enggan membuka percakapan terlebih dahulu, suasana hening. Gayoung yang tidak tahan dengan kebisuan diantara keduanya mulai membuka percakapan.”Hei, Ahreum-ah..” panggil Gayoung. “Wae?” Ahreum yang sedari tadi mengarahkan pandangannya kea rah jendela Café mengalihkan pandangannya kearah temannya itu. “Apakah sebab kau tidak bisa tersenyum sejak aku menegnalmu pertama kali di bangku SMA ada terkaitnya dengan masa lalu-mu itu? Kau tahu, tentang kedua orang tua kandungmu yang meninggal dan akhirnya kau diangkat oleh kerabat ayahmu, Keluarga Lee” ucap Gayoung pelan agar tidak terdengar oleh pelanggan Café yang lain dan tidak menyinggung perasaan Ahreum yang sekarang menatapnya dengan tatapan yang belum pernah iya lihat sebelumnya, kedua alis Ahreum kini bertemu dengan sedikit tekukan mata namun masih dengan ekpresi yang datar itu. “Tolong jangan mengungkit-ungkit masa lalu lagi, kumohon. Aku benar-benar tidak ingin mengingatnya lagi” balas Ahreum tegas dan masih menatap tajam Gayoung. “Arraseo, aku tidak akan menanyaimu lagi. Tapi cobalah untuk tersenyum sekali saja, aku yakin kau akan terlihat lebih cantik jika tersenyum” Tepat setelah itu pesanan mereka pun tiba dengan nampan yang terisi penuh. “Maaf sudah menunggu lama” kata pelayan yang mengantarkan pesanan mereka dan menaruh satu-persatu hidangan di atas meja. “Selamat menikmati” lanjutnya lalu berlalu di balik ambang pintu dapur.

Baiklah, awal Musim Panas yang akan mereka lewati dengan kesibukan di Rumah Sakit membuat nafsu makan mereka meningkat 2 kali lipat. Dengan lahap keduanya menyantap Memilmakguksu pesanan mereka. “Ayo makan yang banyak” seru Gayoung yang mengangkat tangan kanannya yang memegang kedua sumpitnya ke atas sebelum memulai kembali menyantap Memilmakguksu miliknya, Melihat tingkah temannya itu Ahreum hanya terdiam dan kembali melanjutkan makan siangnya.

***

Di salah satu perumahan Gangnam yang tembok batu bata yang berdiri kokoh mengintari halaman rumah mewah itu, terlihat sosok laki-laki bertubuh pendek dari pada tinggi laki-laki pada umumnya. Ia berjalan keluar ke arah pekarangan rumah dengan tas ransel hitamnya dan tangan kirinya yang tengah membawa kunci mobil BMW hitamnya yang kini berada di hadapannya, ia terseyum kecil dan berjalan menuju pintu kemudi. Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarainya sudah berjalan menyusuri jalan daerah Seoul, ia mulai menginjak gas dengan kekuatan penuh karena tidak ingin terlambat kuliah di awal tingkat S2-nya. Waktu terus mengejarnya, kalau bukan karena lalu lintas di Gangnam yang sudah menyita waktunya karena macet, mungkin saat ini dia sudah berada di kampus 15 menit lebih awal.

Tiba-tiba saja mobil mengerim mendadak dan mebuatnya tejungkal ke depan, ia nyaris saja menabrak seseorang. Dia bergegas keluar dan melihat keadaan orang tersebut. “Apa anda tidak apa-apa? Ada yang terluka? Lebih baik kita segera ke rumah sakit” Laki-laki itu terlihat panik melihat keadaan korban yang duduk bersimpuh dan meringis kesakitan di bagian kaki kirinya. “A-Aniya, ini pasti akan segera sembuh. Hanya lecet sedikit” ucap orang itu dengan sedikit nada meringis. “Hei, Gayoung-a apanya yang tidak apa-apa? Kau! Lihat perbuatanmu ini !” Ketus Ahreum yang berusaha mengangkat temannya itu. Terlihat lutut kiri Gayoung yang tergores mengeluarkan se-tetes darah segar. Laki-laki itu terdiam saat melihat wanita berambut ikal coklat itu memakinya, bukan ekspresi kesal yang kini berada di wajahnya. Namun ekspresi terpakau, terpakau akan wanita itu. “Hei, kau dengar tidak?” Ahreum kembali memanggil laki-laki itu, memastikan kesadarannya kembali sepenuhnya. “Ah, maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf” ia membungkuk dalam kepada Ahreum dan Gayoung.

Ahreum berdecak kesal lalu berlalu begitu saja bersama Gayoung, namu laki-laki itu tidak bias melepas pandangannya dari Ahreum, wanita yang sudah memaki habis-habisan dirinya itu. “Akh, aku hampir terlambat!” gumamnya dan kembali memasuki mobil BMW-nya dan melajukan mobilnya ke tujuan utamanya.

***

“Kyungsoo! Kemana saja kau?” sapa laki-laki bertubuh jakung dengan rambut kecoklatannya. Ya, laki-laki yang baru saja mengalami insiden kecelakan di lalu lintas itu bernama Kyungsoo, Do Kyungsoo. “Ah, Chanyeol. Aku terjebak macet, apakah aku melewatkan sesuatu?” balasnya sambil berjalan kearah loker mengambil beberapa buku yang akan ia gunakan nantinya diikuti oleh Chanyeo yang mengekor di belakang Kyungsoo. “Tidak, kau tidak melewati apapun selain pelajaran dari Prof. Kim 30 menit yang lalu” jawab Chanyeol dengan tampang polosnya. Kyungsoo hanya diam mendengar jawaban teman kuliahnya itu dan kembali berjalan menuju ruangan yang akan mejadi jam kelas selanjutnya. “Hei, apa telah terjadi sesuatu?” tanya Chanyeol, benar-benar tepat sasaran, Kyungsoo beberapa menit lalu di daerah jalan Seoul mengalami insiden kecelakaan walaupun bukan dia yang menjadi korban, namun dia tidak menyesali saat itu. Karena saat kecelakaan itu juga dia bertemu dengan wanita yang berhasil memikatnya pada pandangan pertama, mungkin ia mengalami masa jatuh cinta pada pandangan pertama. “Kyungsoo-ah!” teriakan seorang gadis yang berada di belakang Chanyeol dan Kyungsoo membuat keduanya membalikkan badan, disana terlihat Hyewon, Kang Hyewon teman masa kecilnya itu. Kyungsoo hanya menghela nafas, dan berusaha tersenyum di hadapan Hyewon. Ia tahu teman masa kecilnya itu sejak saat SMA memilki perasaan kepadanya, namun Kyungsoo hanya menganggapnya sebatasnya ‘teman’ tidak lebih tapi Hyewon tidak menyerah sedikit pun pada perasaannya. Hyewon berlari kecil kearah mereka berdua dan merangkul kedua lengan laki-laki di hadapannya. Ketiganya kini bersiap-siap memasuki kelas yang akan menjadi jadwal pelajaran selanjutnya.

***

“Pelan-pelan Ahreum..” ringis Gayoung yang menahan sakit luka lututnya yang diolesi obat oleh Ahreum, untunglah lukanya tidak besar jadi tidak perlu melakukan operasi penjahitan luka. “Tahanlah sedikit! Kau juga yang begitu ceroboh tidak melihat kanan-kiri terlebih dahulu sebelum menyebrang, jadi sebagian besar bukan salah laki-laki itu” ucap Ahreum dan kini ia meraih kotak P3K mencari-cari kapas dan kain pembalut untuk menutupi luka Gayoung. “Baiklah sudah selesai, berdirilah plan-pelan mungkin awalnya akan terasa sakit namun lama-lama pasti tidak akan terasa lagi” lanjut Ahreum membantu Gayoung beranjak dari sofa ruang kerja miliknya. “Akh, Go-gomawo Ahreum-a” jawab Gayoung yang masih menahan sakit di lulutnya dan posisi berdiri yang cukup aneh, mungkin jika tersenggol sedikit Gayoung akan jatuh. “Kau yakin tidak apa-apa? Atau aku perlu meminjamkan tongkat di meja resepsi?” melihat keadaan Gayoung, Ahreum mulai sedikit khawatir. “An-aniya, aku akan meminjamnya sendiri lebih baik segera mengganti baju dan kenakan jas labmu” bantah Gayoung yang berjalan terjungkal menuju pintu keluar dan menghilang di balik daun pintu.

Ahreum menghela nafas lalu bergegas mengganti pakaian, beberapa saat kemudian setelah selesai mengenakan jas labnya, ponsel yang tepat berada di saku jasnya bergetar. Dengan malas ia langsung mengangkat ponselnya, ini pasti ibu angkatnya yang sedikit keras kepala dengan urusan perjodohannya. Padahal kakak laki-laki angkatnya itu belum terdengar menjalin hubungan dengan wanita saat ini.

“Nde, eomma. Waeyo? Apakah kau akan membahas tentang perjodohan lagi? Kalau iya aku akan mematikan ponsel saat ini juga” jawab Ahreum dengan nada datar.

“Ini aku” ucap si pemanggil yang berada di seberang sana, suara laki-laki. Begitu sadar, ahreum melepas ponselnya dari daun telinga kirinya dan membaca nama yang tertara di layar. ‘Nomor tidak dikenal’ dan setelah itu ia kembali menempelkan kembali ponselnya ke telinga.

“Siapa?” jelas-jelas itu bukanlah suara Kakak laki-lakinya, ia sangat asing dengan suara itu.

“Cinta pertamamu”

-TBC-

A/N: Akhirnya selesai, 2 hari ngetik alur cerita hahaha..

Gmna? Kurang memuaskan? Dari awal udah pingin masukin karater yeoja yang muka datar/? Ga bisa senyum .no

Baiklah tanpa babibu lagi, tolong komentar mau berupa pujian/kritik author terima dengan lapang dada. Dibutuhkan komentarnya untuk kelanjutan post Chapter selanjutnya kawan! J

Btw, ini adalah karya pertama author, jadi kurang lebihnya mohon dikoreksi haha, maaf juga kalau ada typo yang tidak di sengaja maupun disengaja .gg

 

Iklan

16 pemikiran pada “Stupid Love (Chapter 1)

  1. Chapter satu mulai terlihat ya nanti siapa yang akan bermasalah dengan siapa..
    Gaya bahasanya udah bagus enak di baca..
    Mungkin untuk ke depannya bisa dibuat greget lagi ><
    Next..

  2. Bagus thorrr bahasanya enak buat dibacaa, btw first lovenya siapa tuuuu??? Penasaraaan… lanjut ya thorr!

    • Hmm.. siapa yaa, Hayo tebak hayo 😂😂 oke chapter selanjutnya akan dipost secepatnya, semangat ya nunggunya chinguu. Btw, thanks udah comment♡♡

    • Makasih udah comment 😊 semoga suka sama karya author yang satu ini ya haha, maklum kalau ada kata2 yang kurang atau bgaimana, chapter selanjutnya masih dalam masa perombakan chingu.. diusahakan akan di post secepatnya

  3. What? Cinta Pertamanya Ahreum? Siapa tuh? Dan, dio emang takdirnya gampang banget ya suka ama cewek lololol… Ahreum senyum dooong *colek pipi Ahreum.
    Ayo ayooo lanjutkan author -nim.
    Over all.. ide ceritanya bagus, tapi penulisannya diperbaiki lagi ya. Banyak kalimat yang terlalu panjang 😀 tapi ini cuma saran aja sih, mau gimananya teteeep doong keputusan author 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s