Classmates (Chapter 2)

1

Classmates (Chapter 2)
*Extracurricular*

Written by xyzWOLF

Stars: You (Yes, YOU!!); Sehun; Chanyeol; Kai
Supporting-Stars: Another EXO Members
Genres: Romance; School-life; Friendship
Length: Series
Rating: Parent Guide

.

[Teaser] [Chapter1-The Homework]

Classmates

“…semua tentangmu dan dua belas teman sekelasmu…”
Jadi, sekarang, di hadapanmu ada Jongin, Sehun dan seseorang yang baru datang, Chanyeol. Kau pikir Jongin saja sudah cukup untuk membuatmu tidak fokus dan susah bernafas, ini ada lagi Sehun yang memakai kaos slaveless. Dan Chanyeol… hanya memakai kaos hitam biasa (iya, iya, kau sudah bilang untuk tak usah datang ke rumahmu, tetapi Chanyeol tetap datang karena menurutnya ia tidak paham sama sekali walaupun sudah mencoba).

Suasana rumah—atau lebih tepatnya suasana dirimu—menjadi awkward.

Bayangkan saja jika tiba-tiba orang tuamu yang katanya akan pulang malam menjadi pulang cepat dan melihat ada tiga orang pria, dan yang dua orang di antaranya slaveless, bisa mati kau.

“Jadi, hanya kalian bertiga?”

Tiga pria tadi menoleh serentak ke arahmu.

Chanyeol mengangkat bahu, “mungkin akan ada Baekhyun, Chen, dan Lay.”

“Siapa itu Chen?” tanyamu.

“Kim Jongdae dan Lay itu adalah Yixing,” sahut Sehun spontan.

Kau mengangguk-angguk paham. Mereka punya panggilan masing-masing, walaupun tak semuanya punya panggilan tertentu. Tetapi kau menyadari sesuatu dan membuatmu melontarkan pertanyaan, “Bagaimana dengan yang lain?”

“Suho, alias Joonmyeon, mungkin mampu mengerjakan sendiri, mengingat dia cukup pintar dalam hal matematika,” kali ini Jongin yang berbicara, “Xiumin, alias Minseok, bersama dengan Luhan mengikuti bimbingan belajar sehingga dapat berkonsultasi di sana. Dyo, alias Kyungsoo juga ikut les privat. Sedangkan Tao dan Kris, Wu Yifan, biasanya hanya akan mengerjakan tugas ketika sudah deadline di kelas.”

“Aku heran mengapa Kris terpilih menjadi Wakil Ketua Kelas,” celetuk Sehun tepat setelah Jongin menjelaskan.

Tiba-tiba Chanyeol berguman padamu, “ah, omong-omong kau sekretaris bukan?”

Kau mengangguk.

“Tadi, aku diminta menyampaikan pesan pada sekretaris kelas untuk mencatat ekstrakulikuler anggota kelas. Kau harus mengumpulkannya besok.”

Kau mengangguk lagi. Lalu berkata, “sudahlah. Sekarang kita lanjutkan mengerjakan tugas. Kalian harus menyimak. Aku tidak mau mengulang berkali-kali. Dan, omong-omong, dimana Baekhyun, Chen dan Lay!? Mau datang jam berapa lagi!?”

***

Kepalamu sudah sedikit terganggu di pagi hari.

“Dan apa yang kaupilih?”

Dance Club. Kau sendiri?”

“Sepak bola. Oh iya, bukankah kita boleh memilih lebih dari satu?”

“Benarkah? Kalau begitu aku juga ingin ikut vokal!”

“Dan aku juga akan mengikuti fotografi dan basket.”

Yang benar saja, ternyata mereka semua cerewet. Kau mengetuk-ngetuk meja dengan jarimu, memberi kode bahwa kau bosan dengan suasana seperti ini. Kaupikir setidaknya ada satu atau dua teman yang duduk diam sepertimu tetapi nyatanya bahkan Kyungsoo dan Minseok yang kau pikir tidak boros kata malah ikut heboh.

Dan ini hanya karena begitu banyaknya pilihan ekstrakulikuler di sekolah kalian.

“El, kenapa kau diam saja?” tanya Chanyeol (yang entah bagaimana bisa duduk di kursi Jongin), ia memutar badannya ke arahmu.

Oh Tuhan, akhirnya ada juga yang menyadari kehadiranku di kelas ini.

Kau menggeleng sambil mengangkat bahu.

“Kau bosan?”

Kau mengangguk.

Chanyeol tersenyum. Tiba-tiba ia mengacak-acak rambutmu. Entah kenapa itu membuatmu senang. Kau mengetahuinya, tidak semua gadis suka kepalanya—terutama rambutnya—diusap. Apalagi mengingat kemarin ia membuatmu kesal karena ia meminta tugas pada guru Min.

“Kau memilih ekstrakulikuller yang mana?”

“Jurnalis dan hapkido.”

“Hapkido? Sama seperti Baekhyun. Jika kau ingin tahu, aku memilih klub musik. Aku ingin menjadi anggota band sekolah. Musisi.”

Kau mengangguk.

“Oh iya, kudengar kau suka ramyeon, jam makan siang nanti kita pergi ke kedai ramyeon bersama saja,” ajaknya.

“Bukankah kedai itu berada di luar sekolah?”

“Bukankah tidak ada peraturan yang tidak memperbolehkan makan siang di luar sekolah?”

***

“Kupikir kau akan mengajak yang lain juga.”

“Untuk apa?”

“Untuk apa juga kita hanya berdua di sini?”

Chanyeol tertawa. Lalu ia meniup mie ramyeon-nya. Kau juga melakukan hal yang sama.

Setelah beberapa suap kau memakan ramyeon kau menyadari sesuatu. Kau ingat kau pernah melihat Sehun dikerubungi para sunbae? Chanyeol juga dikerubungi para sunbae hari itu! Saat itu kau melihatnya di lapangan tempat kau memarkir sepeda. Iya! Nah, sekarang sebagian dari sunbae itu ternyata ada di kedai ramyeon yang sama. Dan menatapmu tajam sambil berbisik-bisik.

“Abaikan mereka.”

Kau menoleh ke arah sumber suara. “Abaikan bagaimana? Bisa mati di-bully aku! Ayo kembali ke kelas!”

Ketika kau hendak beranjak bangkit, tangan Chanyeol mencegatmu. Ia menggeleng. Mulutnya masih mengunyah. Kau memperhatikan mangkuknya yang isinya belum habis separuh. Kau mengerti, ia ingin menghabiskan makanannya di tempat ini.

“Dengar, Chanyeol, jika ada kejadian buruk yang menimpaku karena hal ini, kau harus bertanggung jawab,” bisikmu.

Chanyeol hanya mengedipkan kedua matanya perlahan pertanda setuju.

Sudah mencoba setenang mungkin, kau tetap saja merasa tak nyaman jika ditatap dingin berpasang-pasang mata. Serasa badanmu ditusuk-tusuk. Kau sudah menyerah, selera makanmu juga sudah hilang.

Aku menyesal menerima tawaran Chanyeol untuk makan disini. Benar-benar menyesal.

Kau hanya bisa mengaduk-aduk ramyeon-mu sembari menunggu Chanyeol menghabiskan ramyeon-nya. Tatapanmu hanya terpaku pada ramyeon yang teraduk-aduk itu karena jika menatap sekeliling, ada gadis-gadis yang angkatannya di atasmu tadi masih tak beranjak dari tempat duduk mereka. Dan jika kau menatap wajah Chanyeol… mungkin kau akan berakhir hari ini juga.

“Aku sudah selesai makan,” ucap Chanyeol padamu. “Kau diam di sini. Jangan mengucapkan apapun. Kau boleh keluar dari kedai ini ketika aku sudah keluar. Aku punya rencana agar kau tidak di-bully.”

Belum sempat kau habis mencerna kata-katanya, tiba-tiba Chanyeol menyirammu dengan air yang ada di gelasnya. Terdengar desahan terkejut dari penjuru kedai itu. Kau sadari mulutmu menganga dan tanganmu kaku di atas udara. Chanyeol sendiri pergi dengan wajah dingin keluar dari kedai.

Setelah tertawa kecil, para sunbae tadi mengikuti Chanyeol.

RENCANA APA ITU, HAH!? Awas kau Park Chanyeol!

***

Kau selesai mengeringkan diri dengan saputanganmu setelah itulah kau kembali ke kelas tanpa menghiraukan setiap mata yang menatapmu dikarenakan kau memasang wajah yang bertekuk di sana sini.

YA! Park Chanyeol! Dimana kau!?” pekikmu dengan penuh emosi ketika kau sudah berada di depan pintu kelas.

Semua teman sekelasmu menatapmu keheranan. Sementara Chanyeol sendiri tak ada di antara mereka. Kemana pria itu? Sudah berapa kali ia membuatmu malu?

“Hei, hei, tenang nona,” ujar Baekhyun sambil menyeringai.

Joonmyeon mendekatimu yang sedang berjalan mendekati tempat duduk. “Ada apa, El? Ada masalah?”

“Ada. Banyak.”

Dengan wajah teramat-sangat-ingin-tahu, semua orang yang ada di kelas mendekatimu. Dan melontarkan banyak pertanyaan. Sebagian berteriak, sebagian bertanya dengan lembut, dan kau tentu tahu siapa saja yang berteriak dan siapa saja yang bertanya dengan gentle itu.

“Tolong biarkan aku duduk dulu!”

“Sehun-ah, minggir dari tempat duduknya,” ucap Luhan. Sehun menyeringai sebagai tanda merespon, tetapi ia tak mau beranjak. Tatapan yang dilontarkannya seolah-olah mengatakan ‘katakan dulu apa masalahmu lalu aku akan pergi’.

Minseok menjitak kepala Sehun. “Minggir.”

Akhirnya kau bisa duduk di kursimu.

“Owh, El, sepertinya rambut dan seragammu basah,” pandang Tao.

Semua memperhatikan hal itu. Yap, walaupun sudah dilap dengan saputangan, tetap saja terlihat basah.

“Jadi, ada apa El?”

“Jadi, ceritanya, tadi, ada seorang pria yang menyiram air padaku di hadapan banyak orang….”

TBC

[CLASS MEMBERS’s EXTRACURRICULAR]
Kim Joonmyeon: Klub Matematika, Klub Ilmiah
Wu Yifan: Fotografi, Basket, Seni Lukis, Klub Drama, Jurnalistik
Xi Luhan: Sepakbola, Otomotif
Kim Minseok: Sepakbola, Taekwondo
Zhang Yixing: Dance Club
Byun Baekhyun: Hapkido, Vokal
Kim Jongdae: Vokal, TI
Park Chanyeol: Klub Musik
Do Kyungsoo: Klub Drama, Sinematografi
Hwang Zitao: Wushu
Kim Jongin: Dance Club, Taekwondo
Oh Sehun: Klub Sains, Judo, Klub Panah
dan kau: Jurnalistik, Hapkido

03 Mei 2015

A/N : Weeeww… selesai juga *lompat-lompat*
eh btw, Yifan banyak banget eskul-nya!? Because Kris’s so fabblous 😀
Oh iya, Chap3 udah ada di blog pribadi author, bisa dilihat di: xyzwolf.wordpress.com
Kalau mau baca yang Chap3 di blog EXOFF ini, tunggu aja pas dipost sama adminnya^^
Jangan lupa komentarnya untuk Chap2 ini ya!!!

xoxo

49 pemikiran pada “Classmates (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s