Post Hoc, Propter Hoc (Chapter 14)

phph land

Title : Post Hoc, Propter Hoc (Chapter  14)

Author : Hyuuga Ace (@sosiyeology)

Genre : Drama, Hurt, Comfort, Romance, School Life, Family

Length : Multichapter

Rate : PG-15

Web : cynicalace.wordpress.com

Main Cast :

Park Gaemi (OC)

Oh Sehun (EXO)

Kim Junmyun / Suho  (OC)

Other Cast :

EXO

Oh Senna, Yang Chiya, Lee Heyoung, Im Jaelim, Hong Pulip,  Yang Choyun,  Baek Regi (OC)

Disclaimer :  OC and the plot of story are mine and pure from my idea. Don’t plagiarism. Thank you.

Author’s note :

YEAH~!!! Finally Post Hoc, Propter Hoc become END!! Semoga endingnya ga mengecewakan yahh~ makasih buat semua yang udh ngikutin FF ini baik yang udh komen ato yg engga.. makasih juga buat @ckltm98 dan NadyKJI yang udh bikini poster- poster buat FF ini, buat para admin yang ngepost FF ini juga.. MAKASIH BANYAK!!

Sampai berjumpa di FF selanjutnyaaa…

HAPPY READING!!

Summary :

“Masa lalu adalah sesuatu yang membentuk dirimu saat ini. Masa lalu terjadi lebih dahulu dibanding hari ini, sehingga hari ini ada karena disebabkan masa lalu. Post Hoc, Propter Hoc. Tapi hanya orang- orang yang memiliki keberanian untuk menatap masa depanlah yang berani untuk melepaskan masa lalu. Dan hidup karena hari ini, dan masa depan.”

Recommended Song : Westife –Fragile Heart , Westlife – The Rose

***

Kehidupan ini terus berputar, dan dalam prosesnya.. selalu ada yang pergi, datang, dan bertahan. Ketika seseorang memilih untuk mengetuk pintu keluar, dia akan pergi. Tidak ada yang bisa menahannya. Namun sekerasa apapun kita mencoba mengembalikannya, dia tidak akan ada di sana – di tempat di mana kita bisa meraihnya. Tapi bagaimanapun kehidupan akan terus bergerak, melewati beberapa fase. Terdapat kesedihan dan kebahagiaan sebagai perasaan unik yang bisa dikenang di masa kelak.

Kim Suho tidak pernah muncul lagi setelah hari itu, dan Gaemi sedikit banyak mengetahui bahwa dia tidak akan kembali padanya. Tapi saat itu ia ketahui bahwa, selalu ada orang yang ia cintai yang akan bertahan di sisinya. Dialah Oh Sehun.

Gaemi selalu tersenyum ketika mengingat bahwa awal kisah cintanya dengan Sehun dilingkupi dengan kesedihan dan juga penolakan. Penolakan akan diri sendiri dan orang lain.

Tapi toh sebagaimana mereka menolak perasaan mereka, membangun tembok tinggi di antara mereka. Cinta selalu tahu di mana seharusnya ia berada.

Waktu terus berjalan, dan tanpa mereka sadari… sebuah fase baru di kehidupan mereka telah menyambut tepat di depan mata mereka.

 

Ten years laters…

(Author’s PoV)

Baiklah! Kau bisa sedikit tenang, Park Gaemi. Exhale… Inhale… Exhale…

OEEEEKKKK~

“YANG CHIYA!!!”

Gaemi berbalik dan mendapati sahabatnya sedang kerepotan dengan dirinya sendiri. “Mwo?!” Reaksi ketusnya membuat Gaemi semakin panik.

“Kenapa Jongjin harus menangis di saat- saat seperti ini? Ini membuatku semakin panik.” Keluh Gaemi sambil terus bolak- balik di ruangan.

Nan molla! Memangnya itu kehendakku, eoh? Jongjin-ah, cupp cupp cupp~ uljimayoo~ ahjumma-mu yang itu nanti makin stress.” Chiya mengajak berbicara bayi dalam gendongannya sementara bayi laki- laki itu hanya bisa terus menangis. “Dan kau memang aneh, Park Gaemi! Aku baru menemukan seorang pengantin yang menunda pernikahannya karena anak dari sahabatnya yang terus menangis. Aku bisa membawa Jongjin keluar dari gereja dan kau langsungkan saja pernikahanmu.”

Gaemi berhenti bergerak dan duduk di sofa di sebelah Chiya dan Jongjin. Tangan kanannya terulur menyentuh pundak terbuka Chiya karena gaunnya, dan Chiya hanya bisa meringis karena sentuhan tangan Gaemi membawakan dingin untuk kulitnya. “Tanganmu dingin sekali.”

“Andwae, Yang Chiya! Kau harus melihat pernikahanku. Aku lebih memilih menunda pernikahan daripada kau tidak ada di sana untuk menjadi saksi pernikahanku karena tangisan anakmu.” Gaemi menggeleng ngeri. “Kim Suho sialan itu tidak menepati janjinya saja sudah membuatku sangat stress.”

“Kau seharusnya melihat bagaimana raut Sehun tadi ketika kau bilang. ‘Sehun-ah, bisa kita tunda sebentar pernikahan ini.’ Dia benar- benar terlihat mau mati. Mungkin dia rasa kau ragu padanya.”

“Ishhh.. Itu bukan maksudku. Baiklah nanti akan kujelaskan padanya.”

Chiya menggeleng, benar- benar habis pikir pada sahabatnya yang suka error di saat- saat tidak baik. Kurang lebih setengah jam yang lalu, Gaemi dan Sehun sudah siap untuk mengikrarkan janji mereka di altar. Namun ketika pendeta ingin membuka sambutannya, tiba- tiba anak di gendongan Yang Chiya -Kim Jongjin menangis dan sedikit banyak mengganggu proses sakral itu. Chiya sudah siap melangkah keluar dari gedung -atas persetujuan suaminya juga, Kai. Ketika Gaemi yang hari ini terlihat sangat cantik dengan wedding dressnya itu menghentikan prosesi dan meminta penundaan. Semua hanya karena ia ingin orang- orang yang ia kasihi menyaksikan pernikahannya.

Benar- benar bodoh!

EOH?!”

Chiya berhenti dari lamunannya ketika, tangisan Jongjin akhirnya berhenti juga. Jongjin kini tersenyum cerah ke arahnya dan membuatnya mendengus kesal. Ishhh bagaimana mungkin anaknya itu benar- benar persis seperti Kim Jongin! Umur bayinya baru 8 bulan namun sudah bisa membuatnya sangat kesal.

“Ya Tuhan! Akhirnya dia berhenti menangis juga.” Suara sahabatnya terdengar begitu lega.

***

“Gaemi, appa mohon. Jangan mencari masalah lagi, eoh? Appa malu…”

Gaemi tersenyum meminta maaf pada ayahnya yang baru saja mengulurkan lengannya untuk dirinya. “Mianhae, appa.”

Yeoja itu mengedarkan pandangannya ke depan dan mendapati Sehun yang kadar ketampanannya yang sedikit berkurang karena rautnya yang sedikit nyureng. Sepertinya ia masih kesal karena insiden barusan. Tapi ini jadi sesuatu yang sedikit unik. Rasanya Gaemi ingin sekali merekamnya baik- baik dalam memori hidupnya. Wajah suaminya ketika melihat dirinya yang kedua kali melewati jalur pengantin itu. Cute. Kkkk…

Lalu Gaemi mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya dan hatinya mencelos karena ia masih belum menemukan keberadaan Kim Suho. Apakah ia benar- benar tidak datang? Padahal Sehun berjanji akan mendatangkan Kim Suho sekaligus untuk memenuhi janji namja itu. Gaemi selalu curiga kalau Suho oppa masih sering berhubungan dengan Sehun.. Perasaannya saja sih.

Di sisi lain, Sehun hanya bisa menghela napas pasrah ketika melihat Gaemi berjalan anggun ke arahnya. Prosesi ini harus diulang 2x karena permintaan konyol calon istrinya. Lewat sudut matanya ia memperhatikan Kim Jongjin yang kini sangat tenang.

Jebal, anak kecil kau jangan menangis lagi. Atau aku berjanji akan mencekik ayahmu.

Kini Gaemi sudah berada -lagi- di sampingnya dan sekilas ia membisikan sesuatu ke telinga calon istrinya yang sangat aneh namun sangat ia cintai itu.

“Kau mau menunda lagi pernikahan ini jika ada tragedi lain?”

Mianhae, Sehunnie.” Ratap Gaemi sambil memasang puppy eyesnya.

Sehun tidak tahan ketika melihat hal itu sehingga pada akhirnya ia tersenyum singkat. “Aku benar- benar mencintaimu. Kau perlu ingat hal itu.”

“Tentu saja!”

“Jadi, apa kita bisa mulai prosesi ini?” Gaemi dan Sehun mengangguk antusias ke arah pendeta yang sedari tadi menunggu mereka semua memberikan sedikit perhatian padanya.

“Oh Sehun dan Park Gaemi.” Suara pendeta terdengar berwibawa untuk memulai prosesi. Fokus semua orang di ruangan itu kembali pada mempelai yang kelihatan bahagia itu.

Sehun, merasa dirinya adalah laki- laki paling beruntung hari ini. Dan Gaemi selalu merasa begitu bahagia setiap kali ia bisa berada di sisi namja itu. Walau ia akui hati kecilnya sedikit bersedih karena Suho oppa tidak menepati janjinya untuk datang di pernikahannya bersama Sehun.

Sudah 10 tahun semenjak terakhir kali ia bertemu dengan namja itu…

Hhhh… Sejujurnya ia sangat merindukan Kim Suho. Setelah 10 tahun Gaemi berharap Suho tidak berubah agar suatu waktu ketika mereka papasan di jalan mereka bisa saling mengenal..

“Ya, Oh Sehun! Park Gaemi! Bagaimana bisa kalian menikah tanpa menunggu kedatanganku?!”

“Haishhhhhh….” Sehun lagi- lagi mendengus kesal ketika pernikahannya harus ditunda lagi – ia tahu Suho akan datang tapi ia tidak berharap ia datang di saat pendeta baru saja mau memberkati pernikahannya dengan Gaemi.

Sementara Park Gaemi sudah berbalik dan matanya membiaskan kebahagiaan lain ketika ia melihat namja itu tepat berada di pintu masuk.

KIM SUHO DATANG!!!!!!!

OPPA!!!!!”

Orang tua Gaemi dan Sehun, rekan, dan tamu yang mengisi penuh ruangan itu lagi- lagi menghela napasnya. Ada apalagi sekarang? Mereka menoleh ke belakang dan semua fokus mata jatuh pada sosok namja yang sangat tampan dan rapih di balik jasnya. Rambutnya di tata rapih dan senyum merekah lebar di sudut bibirnya.

“SUHO OPPA DATAAAANG!!!!” Gaemi hendak turun dari altar dan menyambut Kim Suho dengan pelukannya ketika tangan Sehun mencengkram tangan kanannya.

Calon suaminya menatap intens mata calon istrinya, dan wajahnya begitu serius. “Gaemi aku sangat amat bersedia menikah denganmu! Kau mau juga kan menikah denganku?!” Suaranya terdengar frustasi dan Gaemi rasa ia tahu apa alasannya. Ia melirik Suho sekilas dan segera menjawab pertanyaan Oh Sehun.

“Aku bersedia!”

“OKE! Sekarang kita sah suami istri!”

CUPPPP

“WAAAAAA~!!!!!!”

Percaya atau tidak, pendeta berkepala botak itu hampir saja jatuh dari podium menyaksikan kedua insan itu melangsukan pernikahan mereka dengan caranya sendiri. Dan kini semua mata di ruangan itu hanya bisa menatap takjub ketika Sehun menarik tubuh Gaemi dengan tangannya dan merengkuh pinggangnya, lalu mencium Gaemi dengan begitu bersemangat. Sementara Gaemi hanya tertawa saja di sela- sela ciuman mereka.

“Aku merasa mereka adalah pasangan pengantin paling aneh yang pernah kutemui.”

Eoh~ seharusnya saat kita menikah dulu kita melakukannya dengan cara seperti itu.”

Komentar Kai dan Chiya didengar oleh seluruh orang di ruangan dan mereka semua hanya bisa bertepuk tangan sebagai reaksinya.

***

TOK TOK TOK

Kai menggeram frustasi ketika Chiya tidak juga membukakan pintu kamar mereka. Sekarang sudah pukul 11.45 dan tubuhnya sudah lelah sekali, ia hanya ingin segera terjatuh di atas kasur dan tidur bersama istrinya yang cantik itu. Resepsi pernikahan Sehun dan Gaemi yang sangat megah itu baru selesai sekitar sejam yang lalu, dan tanpa banyak kata lagi Kai langsung mengaburkan dirinya bersama istri dan anaknya dari tempat itu. Bukan sahabat yang baik, tapi terserahlah.. Ia hanya lelah sekali.

Dan kini sesampainya di rumah, ketika ia beres mandi di kamar mandi bawah –kamar mandi di kamarnya rusak- dan ingin bergegas tidur. Istrinya malah mengunci diri bersama anaknya di kamarnya. Hhh…

“Kim Chiya!”

“Jangan masuk dulu, Kai! Aku sedang menyusui.”

Alis Kai bertaut, tanda bahwa ia bingung. “Lalu masalahnya di mana?”

Istrinya terdengar mendengus. “Pokoknya jangan masuk dulu.” Kai mengacak rambutnya frustasi ketika matanya sudah benar- benar siap untuk terpejam tapi rasanya banyak sekali halangan.

DRTTTT

Nah ini satu lagi halangannya.

Dia membuka ponsel dari saku celana tidurnya dan mendapati Sehun yang sedang berusaha menghubunginya.

GOD! Pengantin baru ini mau apalagi?!

MWO?!” Sapanya ketus setelah ia menyetujui mengangkat panggilan telepon dengan menggeser layar berwarna hijau.

“Temani aku di telepon malam ini.”

Selain istrinya yang aneh, rupanya sahabatnya lebih aneh lagi. Pernah mendengar seorang pengantin baru menghubungi sahabatnya tengah malam dan minta ditemani berbincang di telepon? Bukankah seharusnya pengantin baru itu melakukan ritual malam pertamanya, dan kenapa juga sahabatnya ini malah merecoki dirinya?! Grrrrrr…

“Tidak mau, sesaat setelah Chiya membuka pintu kamar aku mau tidur.”

“Ya! Jangan seperti itu. Sungguh aku kesal sekali di sini.”

Aigoo.. Aku juga sedang kesal yang mulia, Oh Sehun!

“Apa? Gaemi meninggalkanmu tidur duluan, eoh?”

Kai mendengar desahan frustasi milik sahabatnya dan ia rasa dugaannya tepat.

“Bukan.”

Ternyata salah..

“Lebih parah..”

Apakah Gaemi kabur bersama namja lain? Oh astaga pikiran Kai mulai melantur. Kai menyandarkan tubuhnya di badan pintu, baiklah ia akan mendengarkan Sehun malam ini. Ini adalah hadiah pernikahannya untuk sahabat konyolnya itu.

“Apa yang terjadi?”

“Gaemi terlalu asik mengobrol dengan Kim Suho sehingga ia mengabaikanku dan membiarkanku teronggok sendirian di dalam kamar. Bosan dan menyedihkan.”

Perlahan tapi pasti, bibir Kai mulai melengkung dan sesaat kemudian…

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA~!!!!!!

Ia tertawa terbahak- bahak dan Sehun hanya bisa semakin kesal di ujung sana.

***

“Aku tidak menyangka kau memilih mengobrol denganku dibandingkan menghabiskan malammu dengan suamimu, Park Gaemi.”

Gaemi merengut dan tatapannya melayang pada pintu kamarnya yang tertutup. Mungkin Sehun sudah tidur di dalam sana, jadi tidak ada masalah.

Setelah selesai dengan rangkain prosesi pernikahan juga resepsinya. Gaemi memaksa Kim Suho untuk ikut datang ke rumahnya dan Oh Sehun di kawasan Gangnam. Setelah selesai mandi dan berganti baju dengan sesuatu yang lebih ringan dan santai dibanding wedding dress ia menemukan Sehun dan Suho yang tengah berbincang di ruang tamu. Di saat itulah ia masuk dalam perbincangan dan berakhir hanya dia dan Suho yang berbicara. Beberapa saat yang lalu ia menyadari Sehun yang perlahan- lahan meninggalkan mereka dan masuk ke dalam kamar.

Oppa, aku bisa bertemu Sehun setiap hari. Bahkan nantinya ia adalah orang pertama yang kulihat di pagi hari dan orang terakhir yang kulihat di malam hari. Tapi bertemu denganmu tidaklah mudah, bahkan setahun sekalipun tidak. Aku benar- benar merindukanmu.” Keluh Gaemi.

“Kau tidak berubah, Park Gaemi. Anehnya setelah 10 tahun kau masih saja menyayangiku.”

Gaemi melotot. Tentu saja! Tentu saja ia masih menyayangi Kim Suho! Bahkan tidak ada ukuran waktu untuk rasa sayangnya pada orang ini. Ia pun tidak tahu kenapa.

Oppa, tidak bisakah kau tinggal saja di Korea?”

“Dari mana kau tahu aku selama ini tidak tinggal di Korea?”

Gaemi tersenyum bangga, feelingnya lagi- lagi tidak salah. “Feeling saja. Dan oppa…” Gaemi berhenti sebentar ketika melihat Suho menegak air mineralnya. “Apa yang kau kerjakan selama ini?”

Suho terlihat terkejut dengan pertanyaan ini namun di sisi lain ia senang karena ia bisa menceritakan dirinya kini dan juga keberhasilannya. Dia bukan lagi orang yang sama dengan yang Gaemi kenal 10 tahun yang lalu.

Suho kini adalah seorang kepala dokter spesialis di salah satu rumah sakit besar di Washington. Dokter Kim. Dia benar- benar bangga akan panggilan itu, karena tidak mudah baginya untuk menjadi seorang dokter.

Dan selama 10 tahun ini, ia menepati janjinya untuk melindungi Gaemi dari kejauhan. Tanpa Gaemi ketahui, selama ini diam- diam Suho dan Sehun saling berkomunikasi untuk mengabarkan kabar terbaru Gaemi. Suho juga beberapa kali pulang ke Korea untuk melihat keadaan ayahnya yang masih berkecimpung di dunia sama. Namun perbedaannya, Jaemun akhirnya bisa menunjukan kasih sayangnya pada Suho dan posisinya sudah digantikan oleh generasi baru, sehingga ia lebih bisa menikmati masa tuanya dengan tenang. Semua akan sempurna apabila ada Gaemi di situ, tapi Suho tidak bisa lebih egois dari pada ini. Dia sudah bisa berinteraksi layaknya ayah dan anak pada masternya dulu saja seharusnya ia sudah sangat bersyukur.

Hidup telah berubah 180o sekarang. Semua terasa lebih mudah. Dirinya berhasil melewati masa itu, masa di mana ia terjatuh dan tidak menemukan tangan yang dapat membantunya untuk kembali berdiri.

Oppa.” Suho telah selesai menceritakan profile dirinya kini dan tengah berdebar menunggu reaksi Gaemi.

“Aku bangga sekali padamu! Kau hebat!”

Gaemi tersenyum lebar, matanya menyiratkan kebahagiaan yang begitu dalam. Ini yang Suho tunggu- tunggu, ia ingin melihat Gaemi mengakuinya. Seperti sekarang.

“Kau tidak akan pulang ke Washington dalam waktu dekat kan, oppa?”

Suho meringis dan tidak tega melihat raut adiknya yang kini terlihat sedih.

Mianhae, Gaemi-ya. Tapi lusa oppa harus kembali ke sana.”

Geurrae. Kau pasti sangat sibuk sekarang. Tak apa oppa, nanti kita akan bertemu lagi kan?”

Suho tersenyum, berbeda dengan sebelumnya. Suho akan berhenti hilang tanpa kabar untuk Gaemi. Kini di kala semuanya jauh lebih baik di banding dulu, sudah saatnya Suho menyurahkan kasih sayangnya secara nyata untuk adiknya.

“Mungkin oppa akan menetap selamanya di Amerika, tapi kini oppa janji akan selalu mengunjungimu ketika liburan ke Korea. Kau juga harus menghubungi oppa lewat alat komunikasi yang serba canggih, ne?”

Gaemi terlonjak dan refleks memeluk Suho. “Tentu saja oppa! Itu yang aku inginkan dari dulu!!!”

“Heyyy~ kau jangan sembarang memeluk namja. Nanti suamimu marah.”

Alih- alih melepaskan pelukannya, Gaemi malah mempererat pelukannya di tubuh Suho. “Sehun tidak akan melarangku memelukmu. Kau kan seorang kakak bagiku. Apa salahnya seorang adik memeluk kakaknya?”

Suho tersenyum, benar.. Seperti ini saja. Dia mau menjalani hidup seperti ini.

Perlahan tangan Suho terangkat dan masih dalam posisi duduk, ia memeluk Gaemi. Begitu erat, berusaha menyalurkan rasa sayangnya untuk adiknya.

Lama mereka bertahan dalam posisi itu, sampai Suho berdeham kecil. “Gaemi-ya, sekarang sudah tengah malam. Aku sudah harus pulang.”

“Oh benar.” Gaemi melepaskan pelukannya, begitu pun dengan Suho.

Oppa, janji yah akan terus menghubungiku! Mana ponselmu! Aku mau minta nomermu.” Suho tersenyum lebar sembari mengelus puncak kepala Park Gaemi.

“Kau harus ingat kalau oppa sangat menyayangimu.”

Oppa juga harus tahu kalau aku benar- benar senang ketika bertemu kembali denganmu. Apalagi kau mau berhenti main petak umpet denganku!”

Gaemi merasa kebahagiaannya sudah terisi penuh sekarang. Dia merasa sangat bahagia dan rasanya ia sanggup untuk meneriakan kebahagiaannya ke seluruh penjuru dunia.

Ia memiliki Sehun sebagai suaminya dan Suho sebagai oppanya…

Bisakah dunia lebih indah daripada saat ini?

Mungkin nanti ketika ia sudah memiliki malaikat kecil sebagai anaknya..

***

Gaemi berjalan pelan memasuki kamar dan Suho sudah pulang dari rumahnya beberapa saat yang lalu. Ia melihat tubuh besar Sehun yang tengkurap di atas kasur. Sepertinya Sehun benar – benar sudah tidur sekarang. Baguslah…

Dalam waktu kurang dari 30 detik, Gaemi sudah berada di atas kasur ukuran king itu dan siap untuk tidur ketika tiba- tiba suara Sehun menggema memenuhi seluruh ruangan.

“Sudah selesai urusanmu dengan oppamu, nyonya Oh?”

O-Ow.. Sehun belum tidur!

“Sehun-ah, mian karena mengabaikanmu.”

Sehun berbalik dan menatap tajam Gaemi yang masih duduk di atas kasur.

“Kau harus mendapat hukuman atas ini, Oh Gaemi.”

Mwo-YAAAAAAA!!!!!”

Gaemi melotot ketika tiba- tiba Sehun menarik tubuhnya dan menciumi seluruh permukaan wajahnya. Di sela- sela kegiatan itu Sehun kembali berbicara, sementara Gaemi merasa otaknya sudah konslet  karena tidak bisa berpikir apapun.

“Besok kupastikan kau tidak akan bisa bertemu dengan Kim Suho. Hukumanmu yang selanjutnya adalah tidak boleh keluar dari kamar selama 24 jam hari ini.” Sehun melirik sekilas ke arah jam di atas nakas, dan sekarang sudah pukul 00.35, hari sudah berganti.

“Oh Sehun, lepaskan aku- YAAAAAAA!!!!!!!”

***

Oppa!! Hikssss. Mianhae tidak bisa mengantarmu di bandara, Sehun menyanderaku.”

“Menyandera? Ya- Oh Gaemi!”

“Shhhh…” Gaemi mengarahkan jarinya menuju bibir Sehun dan memelototinya.

Gwaenchana, Gaemi-ya. Aku mengerti kok.” Gaemi merinding mendengar nada suara Suho yang terdengar.. Sudahlah.

“Kapan kau akan pulang ke Korea?”

“Mungkin nanti setelah kau mengabariku kalau aku punya keponakan.”

Sehun terkekeh, namja ini juga bisa mendengar suara Suho karena Gaemi yang memasang loudspeaker pada ponselnya. Tanpa suara Gaemi menoleh ke belakang mengatakan ‘Kau bisa diam saja tidak?!’ pada Sehun yang kini tengah memeluk posesif pinggangnya dari belakang.

“Oh ya oppa, kemarin aku lupa mengatakan sesuatu..”

“Apa itu?”

Gaemi tersenyum lebar, akhirnya ia bisa mengungkapkan isi hatinya. “Walau kau bukan oppa kandungku, aku selalu merasa kalau kau adalah oppaku yang sebenarnya. Tidak apa- apa, kan?”

Suho terdiam cukup lama sampai ia memiliki keberanian untuk mengatakan. “Kau selalu menjadi adik bagiku, Park Gaemi. Seperti  adik kandungku.”

Sehun mengecup sekilas pelipis Gaemi sebelum ikut masuk dalam pembicaraan.

Hyung, Gaemi sangat senang sekarang dia bisa meledak karena kebahagiaan itu. Dan satu lagi kau tenang saja, mulai sekarang aku akan mencintai dan melindungi adikmu ini seutuhnya. Kau bisa mempercayaiku, kan?”

Suho tertawa kecil. “Tentu saja. Aku titip Gaemi padamu, Oh Sehun.” Gaemi dan Sehun saling menukar pandangannya lalu tersenyum. “Baiklah sekarang aku harus masuk ke pesawat. Kututup yah.”

Annyeong, oppa! Sampai bertemu di lain waktu!”

“Hati- hati di jalan, Hyung!”

Arasseo, aku menyayangi kalian berdua. Jangan lupa.”

“Kami juga!!” Sahut Sehun dan Gaemi bersamaan.

BIPP

“Terkadang aku merasa pembicaraan kita benar- benar seperti sepasang suami istri dengan kakak dan kakak iparnya.” Aku Gaemi sambil berusaha melepas pelukan Sehun di pinggangnya.

Tapi Sehun malah semakin mempererat tangannya. “Oh ya, minggu depan aku memiliki perjalanan bisnis ke Paris. Mau ikut?”

Gaemi berdecak sebal. “Cih. Kenapa bulan maduku harus diiringi dengan embel- embel perjalanan bisnis, presiden direktur Oh?” Yeoja itu kelihatan merajuk ketika dia benar- benar menggunakan tenaga melepas pelukan Sehun. Tapi Sehun menahannya, dengan seringai ia kembali mendaratkan kecupannya di pelipis yeojanya.

“Aku hanya bercanda, sayang. Tadi aku mencoba mengajakmu berbulan madu dengan cara yang berbeda.”

Jinjja?! Bukan perjalanan bisnis?!” Bohong jika Sehun tidak menyadari nada antusias di balik suara istrinya ini.

Geurrae, bukan perjalanan bisnis. Tapi perjalanan untuk membuat teman buat Jongjin.”

“YA!!! KAU MESUM!”

BUKKK

Lalu dengan sangat berhasil, Gaemi melepas pelukan Sehun dengan menyikutnya. Dengan langkah cepat, ia buru- buru berlari ke arah kamar mereka.

Tapi sebelum kakinya menyentuh kamar, Sehun lagi- lagi bisa menangkapnya dan mengurungnya kembali dalam pelukannya.

“Aku sangat mencintaimu, nyonya Oh.”

“Walau aku sebal padamu karena suka bertindak menyebalkan. Tapi aku juga mencintaimu, jadi aku harus bagaimana?”

Sehun tersenyum lebar dan menenggelamkan kepalanya di lekukan leher istrinya. “Saranghae.”

Gaemi mulai kehilangan otaknya lagi ketika merasa nafas Sehun di lehernya, tapi sebelum ini berujung pada hal yang sama. Dia buru- buru mengalihkan perhatian Sehun dengan hal lain.

“Sehun-ah, kudengar Senna kini berpacaran dengan pasangannya di arena es? Aku melihatnya kemarin di resepsi kita.. ”

Sehun menyeringai. “Aku sudah tahu, dan jangan sekali- kali kau berani mengalihkan perhatianku.”

“Sehun bagaimana kalau sekarang kita main ke rumah Kai dan Chiya, aku rindu pada Jongjin.”

“Atau kita main ke rumah abeonim? Aku ingin lihat koleksi ginsengnya.”

Sehun mendengus, dalam hatinya.. sejak kapan seorang Park Gaemi tertarik pada ginseng?

“Atau.. Ke rumah orang tuaku. Mereka bilang ingin memasakan kita banyak makanan.”

“Atau ke kamar saja bagaimana?”

“WAAAAAAAA!!!!!!!”

Gaemi terkejut bukan main ketika Sehun menggendongnya ala bridal style secara tiba- tiba. Refleks tangan kanannya meraih leher namja itu. Setelah merasa Gaemi tidak akan jatuh di gendongannya, Sehun berlari cepat menuju kamar mereka yang hanya berjarak beberapa meter saja.

BLAMMMMM

“OH SEHUUUUUUUNNNN!!!!!!!”

FIN

(Epilog)

Ada kalanya di mana kebenaran tidak perlu diungkapkan, kebenaran itu akan melindungimu secara diam- diam dan lewat cara yang tidak kasat mata. Kebenaran tidak selalu apa yang diketahui, kebenaran yang terpendam juga merupakan kebenaran apabila itu melindungi seseorang.

Karena hal itulah, Kim Suho tidak pernah ingin mengatakan kebenaran yang sesungguhnya. Gaemi sudah bahagia lebih dari apapun sekarang. Melihat kebahagiaannya sudah cukup baginya, ia tidak bisa lebih egois dari pada ini dengan mengklaim secara nyata bahwa Gaemi adalah adik kandungnya.

Kim Suho adalah pahlawan yang sesungguhnya dalam kisah ini.

Dan Park Gaemi adalah seorang gadis tulus yang berhak mendapat kebahagiaannya.

Sementara Oh Sehun, seseorang yang berhasil mengubah Post Hoc, Propter Hoc-nya hanya menjadi teori belaka. Karena ia yang sekarang adalah dirinya yang ia pilih, bukan karena dirinya di masa lalu… Karena jika ia mempertahankan dirinya yang menjadi bentukan masa lalunya, ia tidak akan pernah hidup bahagia bersama Park Gaemi.

“Gaemi-ya…”

Eoh?”

“Kau tahu kan aku tidak bisa bernyanyi?”

“Kkkkk… kau mau apa?”

“Ada sebuah lagu yang mewakili perasaanku untukmu.. mau dengar?”

“Kalau bisa membuat baby Chaelin tertidur, maka jawabanku adalah ya!”

“Jangan tertawa yah… Suaraku memang jelek…”

“A fragile heart was broken before
I don’t think it could endure another pain
But there’s a voice from deep inside of you
That’s calling out to make you realize

That this new bond gives inspiration
To all who feel no love appeal no more
So how can I break this wall around you
That’s aiding both our hearts to grow in pain

So forget your past, and we can dream tomorrow
It’s hard, I know,
But oh, one thing’s for sure
Don’t go and break this fragile heart

A hurting mind in need of emotion
I don’t think it could endure another pain
But baby in you I’ve found affection,
Affection I have never felt before.

So don’t let your past destroy what comes tomorrow
Don’t go and break this fragile heart

With all this fire that burns between us
There’s so much to lose, yet so much more to gain
And if I could choose the world around me
The world I’d choose would all revolve around you
So help me complete the game inside me
And help to mend, to mend this fragile heart”

(Westlife – Fragile Heart)

“Sehun-ah, saranghae.”

Nado saranghae, Gaemi-ya…”

5 pemikiran pada “Post Hoc, Propter Hoc (Chapter 14)

  1. Finally!!!! It’s happy ending! Yeaaaaa! *tebar bunga buat couple Sehun-Gaemi Kai-Chiya + Suho oppa
    Ending yg bikin terharu, congrats ya buat author-nim yg berhasil menyelesaikan ff ini^^

  2. Jinjja Daebak !!!!!!!! Thor gk bisa ngomog lg. Greget, sedih, senang, terharu, bahagia, merana, gelisah semua jadi satu thor !!!! Eottoke ?? Di sini suho menderita banget. Itu kenapa gk kebongkar identitas sebenarnya suho sama gaemi?? Thor jinjja kamu benar” HEBAT, KEREN, dan BERBAKAT !!! cerita ini bacanya hanyut gitu saya nya thor. akkhhh thor kamu benar2 keren deh !!!! Apa tak ada extra chapter untuk baby sehun-gaemi nanti ?? Pingin banget liat suho menimang anak gaemi dan sehun. Mau nya jga ada ‘Master’ . Akhh tapi itu hanya khayalan saya. Karna gk mungkin author buatin krna author sibuk dngn dunia nyata ☺☺☺☺ .. gk papa thor yg penting ff ini adalah ff terbaik thor. New FF pingin cast nya sehun-suho yg berbelit persaudaraan lagi. Tapi semua member exo ikut nyantol. Dan di sini karakter sehun yg tertutup. Dingin. Dan punya masa lalu kelam sangat cocok untuk oh sehun. Jinjja sehun memang cocok dengan peran merana gitu deh thor. Banyak banget di sini kata2 yg sangat bermanfaat. Untuk mu yg menjadi author favorite saya tetap semangat ya!!!!!!!! Saya menunggu banget karya kamu yg lain nya. FIGHTING !!!!!!! 💪💪💪💪💪💪💪

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s