Uncle & I (Chapter 1)

uncle & i

Judul:              Uncle & I

Author:           Byulwu

Main casts:     Park Chanyeol
Park Hana
Byun Baekhyun

Genre:             Romance, Sad, Family, Drama

Rating:                        Remaja

Length:           Chaptered

Jangan copy-paste yap! Ide ini murni dari pikiran author :^) bahasanya mungkin kacau, tapi aku harap kalian suka ya ^^

Dia adalah pamanku.Sejak aku lahir memang begitu, karena dia adalah adik ayahku.Umurnya 24 tahun sedangkan ayahku 39 tahun.Mereka lahir dengan ibu yang sama dengan ayah yang berbeda. Ibu ayahku menikah lagi saat ayah masih berumur 15 tahun dengan seorang lelaki yang merupakan ayah dari pamanku.

Aku mencintainya.Ya, dengan pamanku.

“Hana, cepat bereskan kamarmu, pamanmu mau datang.” Ucap ibu sambil mengangkat jemuran.

Mata Hana membulat sempurna setelah mendengar perkataan ibunya. Cepat-cepat ia membereskan kamarnya dan segera masuk ke kamar mandi. Dia tidak bisa menyambut orang yang dicintainya dengan iler yang masih menempel di wajah tirusnya.

Setengah jam kemudian, bel pintu depan berbunyi nyaring. Hana bergegas untuk membukakan pintu, berharap orang yang menekan bel itu adalah pamannya.

“Oh, Hana!Annyeong!”

Suara berat itu menyapanya, membuat nafas Hana tercekat. Dengan sigap ia melingkarkan kedua tangannya pada pinggang orang itu. Erat, sangat erat hingga orang itu sedikit terkejut namun akhirnya membalas pelukan Hana.

“Chanyeol, Ayo masuk.Hana, seharusnya kau menyuruh pamanmu untuk masuk dulu. Diluar dingin.” Omel ibu.

“Ah, mian.”Hana mencoba untuk menahan airmatanya.Akan sangat memalukan apabila Chanyeol melihat airmatanya.

Dia pulang!

Sejak Chanyeol melangkahkan kakinya kedalam rumah, jantung Hana benar-benar tidak bisa berhenti berdegup dengan sangat kencang.Matanya, suaranya, senyumnya. Tidak ada yang berbeda! Hanya model rambutnya saja yang sedikit berubah.Aku suka! Rasanya Hana ingin berteriak seperti itu kencang-kencang ditelinga Chanyeol.

“AKU SANGAT SUKA!!!”

“Apanya?”

Hana terkejut setengah mati.Chanyeol tiba-tiba berdiri dibalik pintu kamarnya yang setengah terbuka.Dia kemudian melangkah masuk menghampiri Hana yang sibuk menutupi wajah merahnya.Hana tidak mungkin tidak tersipu saat melihat Chanyeol dengan rambut basah sehabis mandi.Tidak memakai apapun ditubuh bagian atasnya.Hanya memakai celana olahraga panjang berwarna abu-abu.Mana mungkin Hana kuat saat melihat tubuh Chanyeol masih terlihat basah akibat bulir-bulir air yang mengalir dari rambutnya.

Oppa!Pakai bajumu!” teriak Hana cepat lalu melempar Chanyeol dengan sebuah selimut yang berada disebelahnya.

“Baiklah, baiklah.Kau melihatku seperti melihat hantu, benar-benar keponakan jahat.”

Dasar bodoh! Aku bisa mati kehabisan oksigen kalau melihatmu seperti itu!

“Kamarmu jadi sedikit berbeda, ya.Tahun lalu lebih cerah, sekarang jadi lembut,” Ucapnya.

“Tentu saja.Tahun ini aku masuk SMU, jadi harus terlihat lebih dewasa,” Balasku.

“Ah, benar. Sekarang kau anak SMU! Jadi bagaimana keadaannya?Kau punya banyak teman?Apakah mereka baik?Atau jangan-jangan kau sudah punya pacar?”

“Oppa, pertanyaanmu banyak sekali.Pertama, keadaannya baik-baik saja.Tidak aku hanya punya seorang sahabat.Mereka membosankan. Tidak, samasekali tidak tertarik,”

“Kenapa membosankan?”

“Yang mereka bicarakan hanya tentang boyband favorit mereka, bergosip sana-sini, dan pacar.Aku bukan gadis seperti itu.Yeah, mungkin aku memang kurang pergaulan.”

Chanyeol bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju pintu. Sebelum dia keluar dia berkata, “Kau memang beda dari mereka, itu yang menjadi poin plusmu. Aku harus pergi.Kita lanjutkan obrolannya saat aku pulang, okay!”Membuat Hana tersipu, lalu pergi.Menyebalkan sekali.

Hana tidak bisa tidur semalam.Memikirkan Chanyeol yang berada dikamar sebelah membuat matanya bahkan tidak berkedip.Apa yang sedang pria itu lakukan? Apa dia sedang menelepon pacarnya? Ataukah dia sedang chatting? Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Hana gelisah dan ingin segera menghampiri kamar pamannya itu. Tapi dia takut akan mengganggu.

“Selamat pagi!” suara itu sontak membuat Hana kaget lalu segera membalas sapaan Chanyeol.

“Eh, dimana ayah dan ibumu?”Chanyeol duduk dihadapan Hana lalu mulai mengoles rotinya dengan selai.

“Mereka pergi subuh-subuh sekali.Nenek dari ibu sedang sakit. Ayah bilang akan menelepon oppa nanti. Aku sudah selesai sarapan, kalau begitu aku berangkat.”

“Biar aku antar, ya!Aku sedang tidak ada kegiatan.”

Hana kembali duduk sementara Chanyeol berlari ke kamarnya untuk mengambil mantel dan dompetnya.Setelah itu mereka pun berangkat menuju sekolah Hana.Jaraknya agak dekat jadi Hana selalu berjalan kaki ke sekolah.

Sepanjang perjalanan Hana bercerita banyak dengan Chanyeol, begitupun Chanyeol yang menceritakan pengalamannya selama tinggal di Jepang.Tetapi sebuah topic yang selalu membuat Hana penasaran akhirnya dibahas secara tidak sengaja.

“…Gadis itu sangat ceria, setiap pagi selalu menungguku di halte untuk berangkat bersama. Dia tidak pernah merasa tersinggung saat aku tidak sengaja memarahinya yang selalu ceroboh. Tapi kami tidak bisa bersama…”

“Kenapa?” potong Hana penasaran.

“Karena dia sudah menikah.Saat dia mengatakannya, aku sempat shock dan menghindar darinya selama beberapa hari.Kemudian aku sadar, aku memang sudah tidak punya kesempatan untuk merebutnya.”

Hana terdiam.Wajah Chanyeol kelihatan sangat sedih. Suasana menjadi tidak enak. Hanapun akhirnya bertanya sesuatu yang membuatnya penasaran sejak Chanyeol menceritakan kisah cintanya.

“Apa dia tahu kalau kau mencintainya?” Tanya Hana. Tangannya mengepal keras.Dia sangat berharap jawaban yang diberikan Chanyeol tidak sesuai dengan pemikirannya.

“Aku tidak pernah memberitahunya, tapi aku rasa dia tahu.Dia selalu menjaga jarak denganku. Mungkin dia takut akan menimbulkan kesalahpahaman. Entahlah, aku tidak peduli lagi sekarang.”

Syukurlah Chanyeol tidak pernah menyatakan perasaannya. Masalahnya pasti akan lebih rumit jika gadis itu tahu. Hana jadi merasa kasihan pada Chanyeol.Pria itu, ternyata bisa juga punya masalah seperti ini.

“Ah, ini sekolahku. Kalau begitu sampai jumpa, ya!Kau harus semangat dan melupakan dia, oppa!” kata Hana lalu berlari masuk kedalam area sekolah.

Chanyeol tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Hana.Gadis itu tidak berubah samasekali, pikir Chanyeol.

Attention, please!”

“Hana-ssi, attention!”

“PARK HANA!”

Hana sangat terkejut lalu dengan spontan berdiri dengan tegak.

Mr. Byun menggeleng-gelengkan kepalanya.Apakah Hana berpikir karena dia dekat dengan guru Bahasa Inggrisnya itu berarti dia bisa berperilaku seenaknya?Mr. Byun akhirnya menyuruh Hana untuk mengerjakan soal di papan tulis.Syukurlah Hana jago dibidang ini sehingga soal yang diberi Mr. Byun tidak membuatnya kesulitan.

“Hana, kita harus bicara nanti.” Bisik Mr. Byun saat Hana hendak kembali ke bangkunya.

Sepulang sekolah Hana mendapat pesan dari Mr. Byun yang berisi: “Hana, aku belum bisa pulang, tunggu aku ya! Mungkin jam 5 kita bisa pergi. Chuu~”

Sekarang baru pukul 3 sore, berarti Hana harus menunggu dua jam?! Ah, guru ini benar-benar tidak punya perasaan. Terpaksa Hana harus menunggu Mr. Byun di kelas.Sambil mendengarkan musik, Hana akhirnya ketiduran sampai tidak menyadari kalau ini sudah jam 6 dan Mr. Byun sudah ada dihadapannya sambil memandangi wajahnya.

Matanya terbuka perlahan, sambil meluruskan punggungnya ia berkata, “Kau sudah lama ada disini?”

Byun Baekhyun mengangguk salah tingkah.Hana sedikit heran dengan gelagat Baekhyun yang aneh. “Jadi kau ingin membicarakan apa?” Tanya Hana.

“Ayo bicara sambil minum teh.” Ajak Baekhyun yang ditanggapi anggukan oleh Hana.

Banyak yang heran dengan hubungan Baekhyun dan Hana.Bahkan ada rumor yang beredar disekolah bahwa mereka sedang pacaran.Namun mereka berdua hanya menanggapinya dengan biasa.Baekhyun bahkan sampai dipanggil kepala sekolah, tapi pihak sekolah tidak bisa menyalahkan Baekhyun begitu saja karena sesungguhnya Baekhyun dan Hana tidak pernah berbuat hal yang aneh selama berada didalam sekolah.Hubungan mereka diluar sekolah bukanlah urusan yang harus dipeduli oleh pihak sekolah.

“Byun seonsaeng—“

“Sudah kukatakan kalau diluar sekolah panggil aku Oppa, mengerti?”

“Tapi kau ‘kan tahu sudah ada rumor aneh yang menyebar disekolah!”

“Biar saja!Lagipula aku suka rumornya, hahaha.”

“Kau gila!”Hana mengerucutkan bibirnya.Kadang-kadang tingkah Baekhyun yang cuek membuat Hana gemas dan kesal.

Mungkin kalian penasaran bagaimana Hana dan Baekhyun bisa sedekat ini. Saat itu Hana masih murid baru dan sedang mencari klub untuk ia masuki. Hatinya pun menetap pada klub Bahasa Inggris yang dimentori oleh Baekhyun.Dia sangat baik pada Hana, hingga suatu hari Baekhyun berkata ingin lebih mengenal Hana lebih dalam.Sejak saat itu mereka sering bertemu diluar sekolah.Hubungan mereka menjadi semakin dekat sampai saat ini.Tetapi saat mereka disekolah keduanya jarang bertemu sapa ataupun berbicara banyak karena mereka menjaga hubungan antar guru dan murid.

Pada dasarnya Baekhyun adalah guru paling popular disekolah karena ketampanannya dan dia juga hobi melucu saat mengajar, semua murid menyukainya.Bahkan guru-guru senior menganggapnya seperti adik karena dia adalah orang yang ramah dan tidak segan memberikan bantuan kepada siapapun. Sangat bertolak belakang dengan Hana yang cenderung introvertdisekolah. Hana tidak terlalu suka bergaul, hal itu membuat teman-temannya sulit untuk berkomunikasi dengannya.Tetapi Hana gadis yang baik saat kau sudah mengenalnya, begitu menurut Baekhyun.

Mereka sampai di kedai teh tempat Baekhyun dan Hana sering bertemu.Seperti biasa Hana selalu memesan Jasmine Tea yang menjadi favoritnya.Ditempat ini mereka selalu berbagi hal-hal yang mengganggu pikiran. Tentang apa saja.

“Jadi kau mau bilang apa padaku?” Tanya Hana membuka topik pembicaraan.

“Apa kau tidak apa-apa?”Baekhyun kembali bertanya, membuat Hana mengernyitkan keningnya.

“Aku tidak apa-apa.” Jawab Hana.

“Bohong.”

Baekhyun tahu Hana sedang berbohong.Beberapa menit kemudian Hana menghela nafas panjang, lalu dia mulai bercerita.

“Pamanku sudah pulang dari Jepang…”

“Itu bagus, ‘kan?” potong Baekhyun.

“Dengar dulu!Tentu saja itu bagus.Tapi… ini membuatku bingung.Maksudku, aku ingin menyatakan perasaanku padanya.Tapi kemarin dia menceritakan gadis yang dia sukai di Jepang.Gadis itu sudah menikah dan dia bilang sudah tidak ada kesempatan baginya.Apakah dia akan membuka hatinya padaku kalau aku menyatakan cinta?”

Baekhyun terdiam sejenak.“Aku pikir kau harus membuat gerakan dulu.Buat dia merasa nyaman denganmu lalu nyatakanlah.Kalau kau langsung menyatakan tanpa membuat gerakan terlebih dahulu, kurasa dia akan shock daripada membalas perasaanmu,” Ucapnya.

“Kau benar sekali!” balas Hana kegirangan.

“Ah, jadi ini yang membuatmu melamun saat pelajaranku?Kau ini!”

Mereka berdua tertawa ditemani dengan secangkir teh.

Ditengah perbincangan mereka, ponsel Hana  bordering dari dalam tasnya. Seseorang meneleponnya. Tak sempat melihat nama si penelepon, Hana langsung saja menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.

            “Halo?Hana kau dimana?Kenapa belum pulang?Ini sudah pukul 8!”

Belum sempat Hana menyapa sudah diserbu dengan banyak pertanyaan.

“Chanyeol Oppa? Ah, mianhae. Aku sedang bersama teman.Baiklah, aku pulang sekarang.”

Hana menyimpan ponselnya ditasnya lalu berkata pada Baekhyun, “Oppa, aku harus pulang sekarang.”

Baekhyun mengangguk, “aku akan mengantarmu,” ujarnya.

“Tentu saja!Memangnya kau tega melihat siswimu pulang sendirian?”

Baekhyun tertawa kemudian saat Hana hendak mengambil tasnya, Baekhyun buru-buru merebut tas milik Hana. Gadis itu agak kaget saat Baekhyun melakukannya.“Biar aku yang bawa.” ucap Baekhyun.

“Aku pulang!”

Rumah kelihatan sangat sepi saat Hana pulang. Dimana Chanyeol? Benar, sebelum Hana mencari pamannya itu, ada baiknya iamenuju kamarnya terlebih dahulu. Hana memutar kenop pintu dan betapa terkejutnya ia saat menemukan Chanyeol sedang tidur diranjangnya.

Oppa, aku pulang.” Ujar Hana.

Chanyeol mengerjapkan matanya ketika mendengar suara keponakannya itu. “Kenapa kau pulang lama sekali?! Aku mencarimu disekolah tapi sudah sepi. Kau membuatku khawatir!” kalimat-kalimat itu menyambut telinga Hana. Gadis itu tertawa, menertawakan tingkah Chanyeol yang sangat mirip dengan ayahnya.

“Mianhae, tadi aku sedang bersama temanku.” Kata Hana sambil terkikik.

Hana sangat terkejut ketika Chanyeol tiba-tiba saja memeluknya dengan erat.Tidak sampai disitu, Hana semakin dibuat bingung saat Chanyeol membisikkan sesuatu ditelinganya.

“Jangan lakukan itu lagi, jangan buat aku mengkhawatirkanmu.”

29 pemikiran pada “Uncle & I (Chapter 1)

  1. Hampir kaya pinocchio suka sm pamannya😂 tapi itu cinta terlarang dong, tapi hrsnya hana panggil chanyeol samchun kan? baekhyun ga sakit hati apa tau hana suka sama pamannya? neext

  2. Haalooo halloo haaiiii kaaakkkk… aku bii. Aku sebenernya udah baca ff ini sejak duuulllluuuuu… mungkin sejak chap 1 rilis. Tapi berhubung aku dulu gatau gimana cara komen jdi aku dulu siders. Maapkan sayaa :v trs aku pas udah tau cara kasih komen aku langsung rapel semua *ya gak sepenuhnya semua sih* fanfic yg pernah aku baca. Dan aku lupa udah pernah komen gak di uncle & i. Tapi seingetku belum. Jadi aku skrg mau kasih komentar buat kakak author ((=

    Aku seneng fanfic yg temanya kyk gini. Gak mainstream dan menurutku cerita yg agak rumit kyk gini itu kece. Bukan rumit krn oranf ketiga, tp krn suka sama orang yg gk seharusnya. Overall I love this fanfic. Muah muah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s