Falling

Falling

 

Title                 : Falling

Author             : Byunkachu

Genere             : Hurt              

Cast                 : Byun Baekhyun, Lee Yoo Bi

Rate                 : PG 13

Length             : 2.294 word (Oneshoot)

Disclaimer       : Pure my imagination, all the cast belongs to God

 

When i’m with you, i keep dreaming a dream that would never come true

byunkachu©Falling’copyright2015

 

Rintik-rintik hujan mulai turun membasahi bumi. Semua orang berlari kecil untuk menghindarinya dan berteduh di tempat yang aman. Namun tidak untuk seorang gadis yang saat ini tengah mengembangkan senyuman manisnya. Ia masih tetap menyunggingkan bibir itu kemudian menadahkan telapak tangannya seakan ingin menampung tiap buliran air yang jatuh dari langit. Berjalan dengan langkah besar, sembari sedikit meloncat girang. Selalu seperti itu, hujan yang seakan menghipnotisnya untuk tetap bertahan dalam posisi yang kadang dapat menyakiti dirinya sendiri.

“Kau akan sakit bila bermain hujan seperti itu, nona”

Gadis itu terkesiap, ia terpaku ditempatnya tanpa berusaha untuk membalas perkataan orang tersebut. Seakan terdapat tumpukan semen yang telah membeku, yang menahan langkah gadis itu untuk terus maju. Kristal air yang sedari tadi membasahinya kini terputus dengan adanya naungan payung yang melindunginya. Ia masih saja mengatupkan mulut sekaan tak percaya dengan sebuah dengungan yang baru saja masuk ke dalam indera pendengarannya. Apakah ia bermimpi?

Setelah otaknya sudah dapat memproses kejadian yang baru saja dialaminya, ia merasa malu. Orang itu tentu telah melihat kelakuan kekanak-kanakannya bermain hujan. Tersenyum, melompat, menampung air hujan, mau ditaruh dimana wajahnya sekarang? Kalut, akhirnya ia memutuskan untuk melangkah maju tanpa menoleh ke belakang.

“Ya! Lee Yoo Bi, jangan pergi!”

Gadis yang dipanggil Yoo Bi itu pun terdiam, diiringi dengan suara langkah kaki seseorang yang semakin dekat dengan posisinya sekarang. Tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan menggenggam bahunya erat. Tuhan apakah ia harus mati sekarang?

“Oh…Baekhyun-ssi, apa kaa…bar? A..da ya..ng bi..sa ku ban..tu?” ucap Yoo Bi tergagap sembari membalikan tubuhnya menghadap seorang pria bernama Baekhyun itu. Yoo Bi tak kuasa dan tak berani untuk melihat bola matanya, sehingga ia hanya bisa menunduk, menatap tanah yang tengah memamerkan riakan air hujan.

“Ini pertama kalinya aku bertemu gadis tidak sopan seperti mu. Bagaimana bisa kau pergi begitu saja disaat ada seorang pria baik hati yang menawarkan payung untuk mu? Itu tidak baik nona Yoo Bi” ujar Baekhyun dengan senyum sinisnya, sembari sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah Yoo Bi. Yoo Bi dengan spontan menarik dirinya, menjauhkan posisi mereka, ia terlalu kalut untuk berpikir jernih saat ini.

“Yoo Bi-ah, kenapa kau terlihat ketakutan sekali? Aku bukanlah orang asing yang perlu kau hindari. Aku teman sekelas mu, Byun Baekhyun, ingat?”

“Bu..kan, bukan begitu, Baekhyun-ssi, hanya saja aku terkejut. Di kelas, kita bahkan tidak pernah bertegur sapa dan kelakuan mu hari ini sedikit aneh, seperti kita adalah sahabat yang sudah akrab. Maafkan aku” bisik Yoo Bi dengan raut wajah menyesal memperlakukan Baekhyun seperti itu.

Baekhyun yang ingin mencairkan suasana pun menarik lengan Yoo Bi, menyambangi bahu gadis itu, dan menarik tubuh Yoo Bi agar lebih dekat dengannya. Sementara Yoo Bi hanya bisa pasrah dengan semua perlakuan mengejutkan Baekhyun kepadanya. Satu hal yang perlu ia lakukan hanyalah mengontrol detak jantung serta menahan semburat merah yang hampir memenuhi seluruh wajahnya. Baekhyun hanya terkikik tidak jelas melihat raut wajah Yoo Bi sekarang, sepertinya ia sukses membuat gadis itu tersipu.

Mereka berjalan tanpa ada satu pun yang memulai pembicaraan, dan Yoo Bi tidak nyaman dengan hal tersebut. Yoo Bi pun memberanikan dirinya untuk memandang Baekhyun, dan Baekhyun pun memandanginya. Bola mata Yoo Bi sarat akan rasa penasaran, ia ingin menanyakan ada apa dengan Baekhyun hari ini, mengapa Baekhyun melakukan semua ini padanya, namun mulutnya tetap tertutup rapat.

“Hmm..anggap saja aku ingin mengenal mu lebih dekat daripada sebelumnya, bagaimana?” ujar Baekhyun seakan dapat menebak pikiran yang tengah menggerayangi kepala Yoo Bi

“Kenapa?” tanya Yoo Bi spontan

“Maksudmu?”

“Kenapa kau ingin berteman lebih dekat dengan ku?”

“Itu karena aku mulai tertarik dengan seseorang” jawab Baekhyun dengan senyum termanis yang pernah masuk ke dalam retina Yoo Bi. Yoo Bi lagi-lagi berusaha menahan semburat merah yang dapat membuat wajahnya seperti kepiting rebus sekarang. Ia tidak bisa fokus lagi sekarang, langkah-langkah yang diambilnya hanya mengikuti Baekhyun dimana Baekhyun menjadi penuntunnya. Mereka pun tiba di sebuah kafe yang tidak terlalu ramai, di depan jalan raya.

“Mau minum teh?” tawar Baekhyun ramah

“Huh?”

“Akan ku anggap jawaban itu adalah iya, karena apapun yang akan kau katakan selanjutnya, aku tidak mungkin melewatkan momen berdua ini begitu saja bukan?”

**

Yoo Bi terus berusaha berkonsentrasi pada soal kalkulus yang tengah dikerjakannya, namun hasil yang didapatkan nihil. Suara tawa Baekhyun yang menggelegar di indera pendengaran nya terus mengganggunya. Ia pun sesekali melirik Baekhyun dengan sudut bola matanya, dan yang mengejutkan adalah Baekhyun pun memandanginya secara berkala, dan ini bukan halusinasinya.

Semenjak peristiwa hari itu, Yoo Bi dan Baekhyun menjadi semakin dekat. Mereka saling berbagi cerita, bermain serta belajar bersama. Yoo Bi kembali memandangi Baekhyun dengan seluruh fokusnya, sesekali ia terseyum membayangkan sesuatu. Mengingat bahwa awalnya mereka seakan dibatasi oleh sebuah tembok yang tak dapat dipanjat atau diruntuhkan. Namun sekarang, anggapan itu sirna seiring dengan berjalanannya waktu. Yoo Bi dan Baekhyun hanyalah dua orang insan yang dibatasi oleh rasa canggung dan malu, yang perlu dilewati agar keduanya berada pada sisi yang sama.

Ya, Baekhyun adalah orang yang selama ini disukai oleh Yoo Bi, namun Yoo Bi terlalu takut untuk sekedar berkenalan, menyapa ataupun bercanda ria. Ia hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar diberikan kesempatan untuk bisa memahami Baekhyun lebih dalam dengan cara apapun. Cara yang selama ini ia lakukan hanya memandang dari jauh, dan memperhatikan segala gerak-geriknya dalam bisu. Kini, semua fantasinya menjadi kenyataan, doanya dijawab oleh Tuhan melebih ekspetasinya selama ini.

Yoo Bi yang tengah melamun tidak menyadari bahwa Baekhyun telah berada tepat di depan nya, sambil mengayun-ayunkan tangan untuk membuyarkan lamunan Yoo Bi, namun usaha itu gagal. Menyerah, akhirnya Baekhyun pun memukul ringan dahi Yoo Bi dengan jemarinya, Yoo Bi pun sadar dan merintih kesakitan.

“Ah…Baekhyun-ssi, kenapa kau memukul ku?” ujar Yoo Bi kesal bercampur senang karena akhirnya Baekhyun menghampirinya. Baekhyun, sang pelaku hanya bisa tertawa melihat wajah kesal Yoo Bi. Entah mengapa, ia merasa bahagia menjahili Yoo Bi. Ada suatu desiran hebat yang membuat jantungnya memompa darah lebih cepat dari biasanya, dan itu terjadi saat ia bersama dengan Yoo Bi.

“Baekhyun-ssi? Ayolah Yoo Bi, mengapa kau masih menggunakan embel-embel ‘ssi’? Kita sudah sangat dekat, aku bahkan berbagi banyak cerita dengan mu, dan kau masih memanggilku ‘Baekhyun-ssi’?” tanya Baekhyun tidak puas dengan panggilan yang ditujukan Yoo Bi padanya.

“Jadi kau ingin ku panggil apa? ‘Bacon-ah’ seperti yang sahabat laki-laki mu lakukan?”

“Hmm…hyun? Bagaimana dengan hyun-ah?”

“Kau ingin disamakan dengan Hyun Ah 4MINUTE huh?”

“Tidak! Aku kan pria, bagaimana bisa disamakan dengan wanita. Aku lupa ada penyanyi dengan nama itu. Kalau begitu bagaimana dengan byunkachu? Aku suka panggilan itu” jawab Baekhyun semangat

“Karena kau senang menonton pikachu, huh? Baiklah baiklah byunkachu kekanak-kanakan, haha”

“Jangan mengejek ku, Yoo Bi-ah, kau juga sering menonton kartun itu kan? Oh ya, apa yang tengah kau lamunkan tadi? Kau melamun tentang ku ya? Ayo mengaku saja”

“Bukan, kau percaya diri sekali. Mana mau aku terus-menerus disungguhi wajah jelek mu itu setiap waktu” jawab Yoo Bi lantang sembari menjulurkan lidahnya, mengejek Baekhyun yang membuat gadis itu semakin lucu di mata nya. Baekhyun mencubit keras kedua pipi Yoo Bi hingga menimbulkan sedikit kemerahan di wajah gadis itu.

“Baekhyun-ssi! Sakit!”

“Ya! Waktu baru menunjukan beberapa detik, dan ucapan menggelikan ‘ssi’ mu terdengar lagi di telinga ku. Ya! Lee Yoo Bi, kau harus menerima hukuman mu karena tak menuruti perintah majikan mu”

Yoo Bi hanya menatap bingung sekaligus menahan detak jantungnya yang semakin cepat berdetak. Entah sudah seperti apa raut wajahnya sekarang. Sentuhan Baekhyun yang terdampar di wajahnya selalu memberikan sensasi yang tak dapat dijelaskan. Yang jelas, ia menyukainya. Ia menyukai segala sesuatu yang di lakukan Baekhyun kepadanya.

“Ah iya, Yoo Bi-ah, aku ingin memberitahumu sesuatu, kau pasti akan terkejut”

“Hmm…apa? Apa? Cepat beritahu aku, jangan buat aku penasaran”

“Aku…”

“Iya?”

“Aku…”

“Eum..”

“Aku…”

“YA! BYUN BAEKHYUN!”

“Hahaha, baiklah-baiklah. Aku ingin menyatakan cinta pada seseorang”

Yoo Bi terkejut, jantungnya ingin melompat keluar. Kalau ia berharap sekarang, bolehkah? Apakah terlalu egois bila ia mengharapkan gadis beruntung tersebut adalah dirinya?

“Jadi selama ini kau sedang jatuh cinta pada seseorang dan tidak memberitahu ku?” tanya Yoo Bi berpura-pura sebal sekaligus menunggu sinyal dari Baekhyun.

“Maaf, maaf, sekarang kan sudah ku beritahu”

“Apakah aku mengenalnya?”

“Iya, kau sangat amat mengenalnya”

“Benarkah? Siapa?”

“Itu rahasia, yang pasti kau harus datang jam 5 sore ke taman, ok?”

“Baiklah, tapi kau pasti akan menunggu ku kan?”

“Tentu saja, tanpa pemeran utama wanita mana bisa pemeran pria berlakon sendirian”

“Maksudmu?”

“Ya Yoo Bi, kau adalah pemeran wanita, jadi pastikan untuk datang dan jangan terlalu terkejut dengan apa yang akan ku katakan pada mu ok?”

**

Yoo Bi sedikit berlari menuju taman bermain yang berada tak jauh dari sekolah nya. Ia tak lupa menyisir rambutnya memakai tangan agar rambutnya tertata sedikit rapi mengingat angin yang terus menerbangkan anak-anak rambutnya. Ia pun sampai dan melihat Baekhyun yang tengah memegang gitar sambil sesekali memetiknya. Alunan musik mengiringi langkah Yoo Bi yang semakin mendekati Baekhyun. Baekhyun yang tersadar menyambut Yoo Bi dengan senyuman. Ia pun bangkit berdiri, memberikan seikat bunga lalu mempersilahkan Yoo Bi duduk di bangku taman yang telah di dekor dengan sederhana.

“Yoo Bi-ah, aku ingin mengatakan sesuatu”

Yoo Bi tak bisa menyembunyikan senyumannya yang sejak tadi mengembang di wajahnya, penantiannya selama ini merekah. Ia menganguk kepada Baekhyun mengisyaratkan Baekhyun untuk memulai pengakuan nya.

“Namun sebelumnya, karena aku tau kau sangat menyukai suaraku, aku ingin menyanyikan sebuah lagu untukmu”

Sayup-sayup suara merdu Baekhyun mendominasi di detik-detik selanjutnya. Baekhyun dan Yoo Bi sama-sama menutup mata menikmati suasana harmonis yang telah terbangun di antara mereka. Kemudian ketika Baekhyun selesai bernyanyi, ia menaruh gitarnya, menggengam kedua tangan Yoo Bi lalu menatapnya lekat.

“Yoo Bi-ah, aku menyukaimu, maukah kau menjadi pacar ku?” tanya Baekhyun, dan seketika jantung Yoo Bi seakan berhenti berdetak saat itu.

**

Hari itu, langit tampak mengeluarkan keluh kesahnya dengan membiarkan air matanya mengalir deras ke bumi. Langit gelap disertai angin yang cukup kencang menjadi latar belakang suasana sore itu. Seorang gadis yang di indentifikasi bernama Yoo Bi tengah menunggu seseorang untuk menjemputnya di halte bis. Ia melirik jam nya yang menunjukan bahwa ia sudah menunggu orang tersebut selama 2 jam tanpa kepastian kabar orang tersebut akan datang. Hatinya sakit, pilu menjalari seluruh tubuhnya bila ia mengingat mengenai orang itu. Ingatan nya kembali bermain, menampilkan peristiwa dimana orang itu menghancurkan perasaanya.

“Yoo Bi-ah, aku menyukaimu, maukah kau menjadi pacar ku?” tanya Baekhyun, dan seketika jantung Yoo Bi seakan berhenti berdetak saat itu. Yoo Bi berusaha mengendalikan perasaan nya, ia pun berusaha mengucapkan sepatah kata yang sangat dinantikan Baekhyun untuk di dengarnya. Ia mengumpulkan semua tenaganya dan mengangguk pasti.

“Iya, iya, iya Baekhyun-ah, aku ingin menjadi pacarmu. Terimakasih telah menyukaiku”

Baekhyun pun memeluk Yoo Bi dengan spontan, demikian pula dengan Yoo Bi yang menggenggam erat Baekhyun, seakan tak ingin melepaskan nya. Kemudian Baekhyun mengendurkan pelukan nya, dan menatap Yoo Bi lekat, ia kemudian memegang kedua pundak Yoo Bi.

“Menurut mu, apakah ia juga akan berkata hal yang sama dengan mu?” Yoo Bi bingung dengan pertanyaan itu, namun senyum nya masih memenuhi raut wajahnya

“Maksudmu? Apa maksudnya? Aku tidak mengerti”

“Bo Young, apakah dia akan menerima ku juga sama seperti kau menerima ku?”

Senyum Yoo Bi meluntur, akal sehatnya berputar seakan tau kemana arah pembicaraan ini akan berlanjut. Tapi ia mengenyahkan pikiran pesimis itu dan terseyum kembali, berharap apa yang di dengarnya terakhir kali dari Baekhyun hanyalah khayalan semata.

“Apa maksudmu, Byun Baekhyun? Jelaskan dengan rinci pada ku”

“Kau tidak mengerti? Aku menyukai Bo Young, Park Bo Young, sahabat mu itu”

“Dan yang tadi itu?”

“Aku sedang gladi bersih untuk mengungkapkan cinta ku padanya nanti, karena aku gugup, aku ingin kau memerankan peran Bo Young, dan kau bereaksi seolah-olah kejadian tadi adalah nyata. Aktingmu sangat bagus, kau tau? Kau bisa menjadi artis kelak, haha”

Kemarahan Yoo Bi memuncak, ia tidak bisa lagi menahan nya,linangan air mata mengalir dari sudut matanya. Pertahanan nya runtuh, ia harus segera pergi atau perasaanya akan kembali terkoyak kedua kalinya.

“Jadi aku hanya boneka mu? Yang bisa kau permainkan kapanpun kau mau?”

“Yoo Bi-ah, kenapa kau berprilaku seperti ini? Apakah kau menganggap tadi sungguhan? Bahwa aku benar-benar menyukai mu? Kau tidak sebodoh itu bukan? Kita bersahabat, aku mengganggap mu sebagai seorang sahabat, bukan seorang gadis”

Perkataan itu benar-benar menusuk batin Yoo Bi, ia pun melangkah kaki meninggalkan Baekhyun sendirian yang sibuk memanggil namanya. Ia tidak ingin menoleh ke belakang, tidak ingin membiarkan Baekhyun mengetahui perasaannya dan kembali menghancurkannya. Saat itu Yoo Bi tau, bahwa tembok antara mereka masih ada, dan Tuhan tidak menjawab doanya seperti keinginannya.

“Tuhan, mengapa semua menjadi seperti ini?”

Flashback itu pun berakhir dan entah mengapa rasa pilu itu masih saja menjalari tubuhnya. Yoo Bi hanya tersenyum kecut mengingat hal itu dan memandang langit. Apakah langit tau bahwa ia sedang bersedih sehingga langit mengirimkan butir-butir air untuk mewakili air matanya? Tiba-tiba handphonenya berdering, ia pun mengangkatnya dengan bersemangat untuk kemudian kecewa pada akhirnya.

“Yoo Bi-ah, apa kau masih menunggu ku?”

“Eum, kau akan datang kan?”

“Maafkan aku, aku sedang bersama Bo Young sekarang, ia ingin aku menemaninya untuk berbelanja. Tadi aku menonton film, dan lupa mengabarimu untuk tidak menunggu ku, dan dengan bodohnya kau menunggu ku”

“Kau mengatai aku bodoh setelah aku menunggu mu selama 2 jam? Hebat sekali tuan Byun”

“Kau kan sudah tau kebiasaan ku, aku bukan orang yang suka keterlambatan, jadi bila aku telat sampai 2 jam, kau tau aku tidak akan datang. Mengapa masih mau menungguku nona Lee?”

Yoo Bi tersenyum, ia tau bahwa Baekhyun tidak akan datang, ia tau bahwa membohongi perasaannya hanya akan semakin menyakitinya. Namun apa mau dikata? Akar yang telah ditanamkannya untuk memberikan cinta kepada Baekhyun terlalu kuat. Celakanya akar itu tidak bisa dicabut kembali.

“Kau ingin tau mengapa aku masih menunggu mu?”

“Hah? Apa kau bilang? Disini sangat ramai”

“Kau ingin tau apa alasanku masih menunggu mu disini walaupun aku tau kau tak kan pernah datang?”

“Hah? Maaf Yoo Bi-ah, aku tak bisa mendengar mu. Ku tutup ya, sampai jumpa”

“Karena aku mencintaimu, Byun Baekhyun. Karena aku mencintai mu, bodoh” ujar Yoo Bi yang hanya bisa didengar angin sebagai saksi bisu pengakuannya.

 

END

Halooo semua, ini pertama kalinya aku kirim FF ke sini, hehe. Bagaimana hasilnya? Jelek kah? Maaf ya kalau typo betebaran dimana-mana, hehe. Hayooo, siapa yang jadi baper setelah membaca ff ini? Silahkan tunjuk diri dengan memberikan komentar berupa kritik dan saran ya supaya aku bisa memperbaiki tulisan di karya ku yang selanjutnya. Maaf juga ga ada posternya ya, hehe, poster nya belum jadi dan aku udah ngebet banget mau ngirimin FF ini. So, ada yang ingin tau project ku lebih lanjut? Atau ada yang ingin request FF? Ingin mengenal ku lebih dalam? Bisa kontak aku di twitter @byunkachu, ataupun kunjungi blog pribadi ku di ulteriorvantage.wordpress.com ya. Silahkan mampir J Baiklah, cukup basa-basi nya, sampai jumpa di FF ku selanjutnya ya, hehe

 

16 pemikiran pada “Falling

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s