Unpredictable (Chapter 3)

Unpredictable (Chapter 3)

Tittle      : Unpredictable (Chapter 3)

Author  : IAS

Cast       : Oh Sehun (Sehun EXO)

Lee Min Soo (Min Soo OC)

Support                : Find it

Rating   : G

Genre   : School Life, Romance, Drama

Length  : Series

000ooo000

“Lee.. Lee.. Lee.. anak tunggal dari pengusaha cukup terkenal di KorSel dan anak mandiri yang kemungkinan ya… mungkin membuka usaha sendiri seerti cafe misalnya? Atau… siapa ya? Lee.. Lee.. Lee.. Min Soo? LEE MIN SOO?!!” aku terpekik kaget saat tiba-tiba otakku mulai terpikirkan kearah nama itu “benarkah Lee Min Soo? Dia anak tunggal dan dia juga mandiri dan dia juga anak dari pengusaha yang cukup terkenal di KorSel” aku membatin sambil mendudukkan posisi tubuhku diatas ranjang dan tidak kusangka hatiku kemudian berdetak cepat dan bisa kurasakan bibir ipis milikku ini sudah membentuk lengkungan kecil yang indah

“Lee Min Soo.. yeoja dingin dengan julukan Ice Princess itu akankah di jodohkan denganku?” aku kembali berbicara pada diriku sendiri saat tau bahwa Lee Min Soo adalah yeoja yang akan.. ah sudahlah aku ingin tidur saja

000ooo000

Min Soo POV

Setelah kejadian 2 hari yang lalu kakiku masih sedikit sakit sekarang ya paling tidak berkat bantuan namja itu aku bisa sedikit berjalan dan tidak terlalu sakit lagi. Aku menggerakan kakiku dan langsung mendudukan tubuhku diatas ranjangku lalu kusenderkan tubuhku di head board ranjangku sambil memijat pelan pergelangan kakiku ini. Aku masih sangat ingat saat kemarin Donghae oppa memarahiku habis-habisan ya mungkin maksudnya bukan memarahi tapi lebih kearah khawatir karna aku tidak pulang seharian dan hp ku sama sekali tidak bisa dihubungi

Tokk.. tokk.. tokk..

“Masuk” jawabku dengan suara parau karna memang aku baru saja bangun dari tidurku

“Kau sudah bangun?” tanya seorang namja siapa lagi kalau bukan si ikan Donghae itu. dia masuk dengan tetap memasang wajah khawatiirnya sambil membawa nampan yang berisi sarapan yang kuyakini untukku

“Aisshh aku bukan anak kecil yang harus diambilkan makanan dan makan di atas ranjang” ocehku saat dia menaruh nampan berisi sarapan itu di meja kecil samping ranjangku

“Kau ini sangat berisik sekali, bersyukurlah kau masih kubuatkan sarapan hari ini” dia balik memarahiku kali ini.. huhhhh sudahlah biarkan saja

Setelah sedikit perdebatan di pagi hari itu usai kulihat Donghae oppa langsung mengotak-atik hp nya sendiri sambil sesekali memasang wajah bingung dan datar secara bersamaan. Entah apa yang dia lihat di layar hp nya tapi yang pasti aku sangat tidak bisa mendeskripsikan raut wajahnya sekarang

“Ada apa?” tanyaku tiba-tiba karna ikut kebingungan melihat raut wajahnya yang semakin lama semakin aneh

“Aniyo” jawabnya singkat dan masih fokus dengan layar hp nya itu baiklah akhirnya aku tidak menghiraukannya lagi dan mengambil roti panggang yang tadi di bawanya. Baru saja aku menggigit ujung roti itu tiba-tiba dia sudah keluar dengan langkah cepat dengan menempelkan hp nya itu ke telinganya ya benar seperti sedang mengangkat telepon

Sekitar 20 menit aku berendam didalam Bath Tub milikku. Berendam air hangat di pagi hari menurutku sangat menyegarkan apalagi aku juga sambil merendam dan memijit pergelangan kakiku yang masih sedikit sakit ini. Saat aku keluar kamar lengkap dengan baju yang sudah melekat sempurna di tubuh proposionalku ini aku langsung menuju meja makan untuk meminum jus jeruk yang tersedia di meja makan itu. Saat semuanya kurasa sudah lengkap aku langsung mengambil tas ku dan memasang sepatu kets milikku dan mengambil Papper Bag untuk meletakkan sepatu Sehun yang dia pinjamkan padaku kemarin

“Sudah jam 9 sebaiknya aku berangkat sekarang. Donghae oppa aku berangkat” ucapku cukup keras karna Donghae sedang berada di balkon apartemenku

“Min Soo-ya chakkaman” dia berlari kearahku sambil menahan pergelangan tanganku saat aku hendak keluar

“Mwoya?” tanyaku penasaran karna kulihat tampangnya sangat aneh

“Tadi pagi Appa mu menelepon” ucapnya menggantung dan sesekali menggaruk belakang kepalanya

“Lalu?” tanyaku yang saat ini sama sekali tidak mengerti arah pembicaraannya

“Hem.. maksudku.. ahh aku juga bingung ingin memulai darimana” ucapnya lalu putus asa dan memilih menyenderkan tubuhnya di dinding. Aneh sekali kan namja satu ini

“Kita bisa bicarakan nanti saat aku sudah pulang kuliah. Aku pergi dulu dan jaga aprtemenku baik-baik” ucapku lagi dan langsung berjalan keluar menghiraukannya yang masih memasang wajah frustasi ala ikan itu

Sesampainya di kampus aku langsung berjalan menuju kearah kantin untuk membeli minuman karna aku merasa sangat haus hari ini entah kenapa. Aku berjalan memang sedikit pelan karna walaupun kakiku tidak terlalu sakit tapi jika aku berjalan cepat rasa sakit itu kembali muncul. Bodohnya diriku kenapa memakai sepatu kets yang memiliki Heels seperti ini

“Min Soo pabo” rutukku pada diriku sendiri yang baru saja menyadari kebodohanku untuk yang kesekian kalinya. Saat sesampainya di kantin kampusku aku langsung memesan jus apel dan duduk di samping jendela yang mengarah ke lapangan basket sambil sesekali menatap serius hp ku hanya untuk sekedar membuka akun socmed milik cafe ku

“Gomawo” ucapku saat akhirnya pesananku tiba dan..

“Kenapa kau sangat bodoh?” aku langsung menatap tajam kearah namja yang berani duduk didepanku tanpa seijinku dan langsung mengejekku seperti itu

“Apa yang kau maksud?” tanyaku dengan nada se-dingin mungkin

“Kakimu masih sakit tapi kenapa kau malah memakai sepatu yang memiliki Heels seperti itu?” ucapnya dengan nada yang tidak kalah dingin dariku. Aku langsung membuang mukaku kearah jendela disampingku untuk menghindari muka konyolya itu

“Aku tau” jawabku singkat dan langsung mengambil Bag yang berisi sepatu miliknya itu

“Ini. Terima kasih atas bantuannya kemarin” ucapku dan langsung berdiri dan langsung berjalan kearah kelasku

“Baiklah” jawabnya dengan nada mengejek. Sungguh sebenarnya kakiku masih sakit untuk diajak jalan cepat seperti ini tapi demi menghindari namja konglomerat itu aku rela mengorbankan kakiku ini

“Pabo” makiku masih teringat akan kejadian tadi saat akhirnya aku mendudukan tubuhku di bangku kelasku. Aku langsung membuka tas ku dan mencari hp ku

“Omona. Dimana hp ku?” pekikku kaget saat aku tidak menemukan hp ku didalam tasku. Aku mencari kekolong kursi maupun meja dan bahkan seluruh tubuhku tapi NIHIL benda kecil yang sangat bermanfaat itu sama sekali tidak ditemukan

Akhirnya saat tiba-tiba dosen Park masuk aku langsung memasang kembali tegap tubuhku untuk duduk menghadapnya. Aku masih memikirkan hp ku yang entah dimana kutinggalkan itu. Selama sejam lebih aku memikirkan kejadian kemarin.. kemarin? Ya kejadian kemarin disaat nyawaku hampir saja terenggut atau mungkin keperawananku yang berharga ini hilang ditangan para pria berengsek saat itu. Mungkin jika namja yang bernama Oh Sehun itu tidak datang untuk menyembunyikanku mungkin disaat itu juga aku langsung… ah entahlah yang pasti sikapku yang tadi sangat tidak sopan untuk mengembalikan sepatunya yang sudah ia pinjamkan padaku. Apa aku harus meminta maaf padanya? Atau memang seharusnya begitu? Tapi pasti seluruh orang di kampus ini akan tercengang dan menganggapku menyukai Sehun karna bersikap ramah padanya.. ahh biarkan semua julukanku tentang Ice Princess itu toh aku hanya ingin menjadi diriku sendiri bukan menjadi orang lain yang hanya ingin dikenal atau dipandang di kampus ini

Tanpa pikir panjang akupun langsung mengambil tas ku dan berjalan keluar dari kelas dosen Park yang membosankan itu. Jalanku masih sangat perlahan karna nyeri dikakiku belum begitu hilang dan tiba-tiba aku teringat akan kantin dimana pasti aku meletakkan hp ku dimeja dan tertinggal. Buru-buru dengan secepat apapun aku langsung berjalan kearah kantin dan menuju mejaku

“Eodiso? Dimana hp ku?” aku bergumam tidak jelas saat hp ku ternyata juga sudah hilang entah kemana saat aku sampai di meja tempatku sejam yang lalu itu. Akupun terduduk lemah sambil mengingat kembali hp ku dan tiba-tiba saat pandanganku tertuju pada lapangan disamping kananku aku merasakan tangan yang besar dan kekar memegang pergelangan kaki kiriku akupun langsung tersentak kaget dan langsung menengok kearah bawah dan ternyata

“Apa yang kau lakukan?” aku menarik kakiku ddan menepis tangannya saat ia mencoba melepas sepatu heels ku itu dari kakiku

“Menggantinya dengan sepatuku. Apa lagi?” jawabnya santai sambil tetap berlutut dengan menopang satu kaki dan memandang ku dengan seringai ejekannya. Huh dasar laki-laki tidak sopan

Sehun POV

Ahhh… itu dia disana. Sedang apa dia disini? Keluar dari kelas dosen Park begitu saja tanpa mengatakan apapun. Dasar calon istri yang tidak baik, tunggu dulu apa yang kukatakan? Dasar Sehun pabo. Okeyy baiklah apa mungkin aku mulai tertarik dengan yeoja ini? Secepat inikah? Mungkinkah? Hahhh biarkanlah, biarkan ini semua mengalir seperti air

Akupun menghampirinya yang sedang menatap kosong kearah jendela itu. Apa dia begitu menyukai melamun? Atau menemukan sosok pria tempan di lapangan itu? dan ternyata benar dugaanku dia masih memakai sepatunya yang tinggi itu. Tidakkah ia mengerti bahwa itu semua akan memperparah sakit dikakinya? Kenapa aku jadi peduli seperti ini? Ahh biarkan toh sebentar lagi dia akan menjadi istriku. Akupun mulai berlutut di sampingnya dan langsung melepas sepatu tinggi itu dari kakinya yang baru kusadari mulus ini

“Apa yang kau lakukan?” tanyanya dan langsung menarik kakinya lebih dalam kearah kanan dan menepis tanganku. Aku langsung menahan beban tubuhku dengan menyangga menggunakan satu kakiku

“Menggantinya dengan sepatuku. Apa lagi?” jawabku santai sambil menyeringai penuh arti terhadapnya. Mungkin memang konyol tapi entah kenapa aku suka jika melihatnya kesal atau cuek seperti itu

“Mwo? Oh oke dengar ya. Aku sudah lebih baik sekarang dan aku tidak ingin merepotkanmu lagi untuk itu” ucapnya dan langsung berdiri hendak meninggalkanku

“Aww” kejadiannya begitu cepat kakinya kembali terkilir dan aku hanya mendengar dia teriak kesakitan dan tiba-tiba aku menangkap kedua tangannya dan sekarang dia berposisi berlutut tepat dihadapanku

“Omona Min Soo-ssi. Gwenchanayo?” ucapku khawatir karna sekarang kedua tangannya yang kupegang sudah sangat lemas dan dia menunduk kesakitan. Akupun yang dilanda khawatir langsung berlutut dan memposisikan tubuhku sejajar dengannya

“Jinja appo” ucapnya pelan sambil tetap meringis kesakitan akupun membantunya berdiri dan mendudukannya kembali di kursi yang tadi. Astaga lutut kanannya berdarah dan lutut kirinya membiru dan pergelangan kakinya kembali lebam

“Kau terluka. Tunggu disini aku akan mengambil P3K dan segera kembali” ucapku yang hanya di jawab anggukan olehnya. Akupun langsung berlari secepat mungkin ke ruang kesehatan yang berjarak 100 meter dari situ dan saat sampai di ruang kesehatan akupun langsung mengambil kotak P3K dan kembali berlari ke tempat Min Soo

Akupun kembali berlutut dan mulai mengobati kakinya kulihat wajahnya semakin menunjukkan raut kesakitan akhirnya akupun mengobatinya sepelan mungkin yang kubisa. Saat lututnya selesai ku obati aku langsung beralih ke kakinya dan langsung menggantinya dengan sepatu kets milikku yang pernah kupinjamkan kemarin dan kali ini dia tidak menolaknya

“Sudah selesai. Sepertinya kau harus pulang karna tidak mungkin dengan keadaan seperti ini kau akan tetap melanjutkan kuliahmu hari ini” ucapku sambil merapihkan kembali peralatan serta obat kedalam kotak P3K ini

“Hp ku hilang. Aku lupa menaruhnya dimana” ucapnya lirih sambil menunduk. Akupun langsung merogoh kantong sakuku dan mengeluarkan Hp touchscreen berwarna putih dengan gantungan Teddy Bear dan Love ini dan langsung memberikan padanya

“Kau meninggalkannya di meja tadi dan aku langsung menyimpannya karna ku tau kau akan mencari ini” ucapku dan sekarang dia memasang wajah yang sedikit lega dan langsung mengambil hp nya dari tanganku

“Gomawo. Aku sungguh ceroboh” ucapnya dan langsung mengotak-atik hp nya dan menelepon seseorang di seberang sana yang ku yakini pasti saudarnya atau siapalah aku tidak tau

“Yoboseyo Hae Oppa”

“…”

“Emm nde.. bisakah kau menjemputku sekarang?”

“…”

“Ani.. kakiku kembali terkilir dan sepertinya aku sangat sulit untuk berjalan. Bisakah?”

“…”

“Arraseo. Aku akan menunggumu. Gomawoyo”

Dan percakapan singkat itu selesai dan dia kembali memasukkan hp nya kedalam tas berwarna putih miliknya itu. Akupun mulai duduk dihadapannya dan lebih memilih penampilannya kali ini. Ternyata dia memiliki selera fashion yang bagus

“Apa yang kau lihat?” tanyanya saat dia sadar bahwa aku sedang memperhatikannya

“Aniyo. Aku hanya menganggap selera fashionmu sangat bagus” jawabku seadanya dan langsung melempar pandanganku kearah jendela yang saat ini hujan mulai turun

“Jinja? Entahlah aku memakai pakaian yang menurutku nyaman” ucapnya dengan nada lembut dan saat kulirik dia sedang memijat kakinya yang terkilir tadi

“Apa masih sakit?” tanyaku dan langsung berdiri melihat kakinya

“Ya masih. Ahh hemmm Sehun-ssi. Terima kasih atas bentuanmu yang kedua kalinya dan maaf karna tadi pagi aku sangat tidak sopan terhadapmu. Aku tau seharusnya aku tidak seperti itu tapi hem… aku hanya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi” ucapnya dengan pelan dan saat ia selesai berbicara seperti itu ia langsung menunduk malu

“Apa benar kau si Ice Princess yang terkenal itu?” tanyaku yang sekarang mulai meledeknya dan mencairkan suasana dan benar saja dia langsung mengangkat kepalanya dan mulai memasang wajah polosnya

“Hem.. orang-orang memberiku julukan seperti itu. Waeyo?” tanyanya

“Aniyo. Aku baru tau jika kau bisa berterima kasih dan meminta maaf. Dan ternyata kau tidak seperti dugaanku yang menyebalkan dan sangat dingin. Ternyata kau juga bisa hangat” ucapku dan langsung disambut senyuman manis miliknya

“Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri. Aku hanya ingin menjadi Lee Min Soo dan buka Ice Princess yang seperti dikatakan orang. Mereka tidak mengenalku dan mereka seenaknya memberiku julukan. Biarkanlah mungkin mereka terlalu mengagumiku” ucapnya sambil diselingi senyuman di setiap katanya

“Jadi apa aku orang pertama yang mengetahui sifat aslimu? Begitukah?”

“Ani.. Minah sahabatku juga mengetahuinya dan yahh… kau adalah namja pertama yang mengetahui sifatku.Tapi… belum semua sifat asliku kau ketahui tuan Oh” ucapnya dengan nada meledek. Baiklah jadi ini sebenarnya Lee Min Soo dia sangat seru untuk diajak berbincang ternyata

“Yoboseyo Hae oppa? Kau sudah sampai?”

“…”

“Oh arraseo. Tapi hujan sangat lebat. Apa di mobil tidak ada payung?”

“…”

“Aniya gwenchana aku akan segera kesana. Lagipula jaraknya lumayan dekat jadi mungkin basahnya juga tidak banyak”

“…”

“Hemm.. arraseo” dia pun kembali memutuskan panggilannya itu bersama ‘Donghae oppa’ miliknya

“Sehun-ssi. Aku harus pergi sekarang karna Hae oppa sudah didepan” ucapnya dan mulai berdiri akupun membantunya berdiri

“Aww.. ini sungguh sakit sekali” ucapnya lagi dan akhirnya dia kembali duduk

“Apa perlu ku gendong?” tawarku untuk terakhir kalinya karna menurutku tidak ada pilihan lain selain menggendongnya

“Ani.. aniyo.. aku masih bisa berjalan sendiri” tolaknya dan langsung menepis tanganku yang berada di pundaknya. Ternyata yeoja ini juga keras kepala

“Kau sama sekali tidak bisa berjalan lalu apa yang akan kau lakukan?” tanyaku sekali lagi dan akhirnya aku memaksanya untuk menaiki pundakku

Akupun menggendongnya dibelakang dan dia memeluk erat bahuku. Hujan masih sangat deras dan mobil Min Soo pun berjarak sekitar 200 meter dari arah kami berdua

“Apa tidak masalah jika kita melawan hujan?” tanyaku sedikit teriak karna hujan sangat lebat

“Tidak apa. Apa kau mau?” dengan persetujuannya langsung saja aku menerjang hujan yang lebat itu menuju mobil Min Soo disana. Baru lima langkah kami berdua sudah basah kuyup dan saat kami berdua hampir sampai namja yang bernama Donghae itu langsung keluar dan langsung membantuku untuk membawa Min Soo

“Terima kasih atas bantuannya” ucap namja itu sambil menyalami tanganku aku hanya mengangguk dan Min Soo hanya tersenyum dari dalam mobil akupun balas tersenyum

Akhirnya mobil Min Soo sudah hilang di tikungan sana sedangkan aku masih berdiri dan memilih kehujanan lebih lama untuk melihat kepergian mobil Min Soo. Ya hanya untuk memastikan bahwa dia akan selamat paling tidak hingga mobilnya hilang di tikungan itu

Min Soo POV

Sepanjang perjalanan Donghae oppa sibuk dengan temperatur penghangat yang ada di mobil dan berkali-kali menyuruhku untuk mengeringkan rambutku dengan jaket tebal yang ada di mobil. Aku hanya terdiam dan tetap melakukan Donghae oppa suruh karna aku masih memikirkan Sehun. Dia rela kehujanan dan basah kuyup demi mengantarku bahkan dia rela menggendongku. Dia ternyata sangat baik

“Apa dia kekasihmu?”

“Mworago?” jawabku saat tiba-tiba Donghae oppa menanyakan sesuatu yang menurutku sedikit mengejutkan

“Ya apa namja yang tadi menggendongmu itu adalah kekasihmu?” ulangnya lagi yang kali ini matanya mulai fokus ke arah jalan

“Aniyo. Dia hanya teman kampusku” jawabku singkat dan langsung membuang pandanganku kearah jendela sambil menikmati rintik hujan yang mulai mereda

“Baguslah” desisnya pelan yang masih bisa kudengar

“Mwo? Ada apa?” tanyaku penasaran karna dengan arti kata ‘Baguslah’ yang tadi dia ucapkan itu memiliki banyak makna dan tanda tanya di kepalaku

“Aniyo. Setelah sampai nanti kau harus langsunng mengeringkan tubuhmu dan aku ingin berbicara sesuatu” ucapnya yang masih fokus menyetir aku hanya mengangguk dan kembali fokus menghadap jendela

Kamipun akhirnya sampai di depan gedung apartemenku dan langsung saja Donghae oppa memarkirkan mobilku ke bagasi. Saat sudah selesai mobil terparkir sempurna Donghae oppa langsung turun dan berlari kearah pintu mobil tempaatku

“Ayo” ajaknya dan mulai berjongkok membelakangi tubuhku. Aku yang kebingungan hanya terdiam berpikir dan akhirnya mengerti apa yang dimaksudnya

“Aku bisa” ucapku dan mulai menurunkan kedua kakiku

“Jangan bodoh. Kalau memang kau bisa kenapa tadi kau mau di gendong dengan namja sepertinya? Apa kau mulai genit? Atau kau berpura-pura tidak bisa jalan agar bisa di gendong oleh namja seperti dia? apa aku kurang tampan?”

“Hyakkk.. apa yang kau bicarakan? Dasar ikan Pabo! Aku tidak mungkin sebodoh dan semurahan itu! kau ini memang benar-benar menyebalkan. Kakiku ini masih sakit kau tau?” aku langsung naik pitam saat mendengar kata-katanya yang menyebalkan itu langsung saja aku memeluk pundaknya dan langsung mendekapnya erat

“Aigoo.. ternyata kau berat juga” ucapnya dan mulai menggendongku dan masuk menuju gedung apartemen

“Diam kau ikan. Ini kan yang ingin kau lakukan? Sekarang cepat jalan karna aku kedinginan” ucapku lagi

Saat kami berdua sudah berganti pakaian dengan pakaian kering Donghae oppa yang sudah memesan ayam dan bir itu langsung menyuruhku untuk makan. Dengan langkah perlahan dan juga sekantong es batu di tanganku aku mulai keluar dari kamarku dan menuju ruang makan

“Woahh.. ternyata kau mempunyai uang untuk memesan makanan” ucapku asal dan langsung mendapat jitakan pelan darinya. Karna dia melihatku berjalan dengan susah payah dia pun langsung membantuku berjalan dan langsung menyuruhku duduk di kursi meja makan

“Soo-ya. Aku ingin memberitau mu sesuatu” ucapnya saat aku mulai memakan paha ayam yang lezat ini dan saat kulihat dia hanya meminum bir nya dan bersiap untuk berbicara. Wajahnya terlihat sangat serius dan tidak seperti biasanya

“Apa” ucapku masih dengan mulut yang penuh dengan ayam lezat ini

“Ehem.. Appa mu tadi pagi meneleponku untuk memberitahu bahwa.. bahwa.. besok.. hemm.. besok..” dia berbicara sambil menggaruk kepalanya seperti orang kebingungan dan ya seperti itulah. Karna aku semakin dibuat penasaran aku langsung saja menyuruhnya untuk melanjutkan berbicaranya

“Berbicaralah yang benar. Jangan seperti itu” ucapku sambil tetap memakan ayam-ayam goreng yang sudah berada didepanku ini

“Besok Eomma dan Appa mu akan pulang dan akan memperkenalkanmu pada seseorang yang akan dijodohkan padamu” ucapnya cepat. Seperti waktu yang diberhentikan tiba-tiba semua hening bahkan aku berhenti melakukan aktivitas makanku termasuk mengunyah daging ayam yang berada dimulutku. Sekitar 10 detik aku diam dan tetap dalam posisi seperti patung itu hingga akhirnya aku kembali menyadarkan diriku dari listrik yang baru saja menyambarku

“Aku tau” ucapku dan langsung menaruh ayam yang masih setengah itu kedalam tempat sampah. Akupun langsung berdiri dan menuju tempat cuci piring untuk mencuci tanganku dan mengambil air putih dari kulkas dan langsung kubawa kedalam kamar

“Soo-ya. Kau tidak ingin.. makan lagi?” tanya Donghae dengan nada hati-hati. Aku kembali melangkahkan kakiku kedalam kamar. Entah kekuatan apa yang kupunya sakit di kaki ini sudah tidak terasa lagi karna semua sakit sudah berpusat di otakku yang sedang mencerna keinginan Appa sejak beberapa hari yang lalu

“Tidak” tepat setelah aku menjawabnya aku langsung menutup pintu kamarku dengan cara membantingnya

Malam ini aku benar-benar tidak bisa tidur padahal jam sudah menujukkan pukul 12 malam tepat. Bulan pun juga sudah tidak menunjukkan wujudnya lagi karna kini hanya awan hitam mendung serta cuaca dingin yang bisa kurasakan hingga menusuk ke tulangku. Padahal semua jendela dan penghangat ruangan sudah kupasang tapi kenapa aku masih merasa kedinginan?

Tokk..tokk..

Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan Donghae langsung memasuki kamarku saat melihat aku masih duduk terdiam diatas ranjangku

“Ada apa? Ini sudah malam kau seharusnya tidur” ucapku datar tanpa menengok kearahnya bisa kurasakan dia duduk di pinggir ranjangku dan memijat pelan pergelangan kakiku yang tadi terkilir

“Apa masih sakit?” tanyanya sambil tetap memijit pergelangan kakiku

“Tidak. Aku tidak merasakan sakit lagi. Mungkin sudah sembuh” ucapku masih tetap dengan nada datar dan lebih memilih membuang pandanganku kearah jendela di samping kananku

“Kau tidak apa?”

“Kenapa mereka sangat ingin menjodohkanku? Apa aku tidak bisa memilih pria idamanku sendiri?” ucapku tiba-tiba dan saat itu juga Donghae langsung berhenti memijat kakiku. Aku langsung menatap matanya seperti hendak mencari jawaban atas pertanyaanku tadi

“Kapan?” tanyanya tiba-tiba tidak kalah datar dariku. Aku mulai kesal dan dianggap sebagai perempuan yang hendak dijual bahkan Donghae yang sudah kuanggap sebagai kakak pun tidak sama sekali membelaku? Apa mereka benar-benar ingin menjodohkanku

“Mereka bisa menunggu. Aku ini yeoja aku juga akan merasakan jatuh cinta..”

“Kapan? bilang padaku kapan? besok? Lusa? Minggu depan? Bulan depan? Atau tahun depan?..”

“Ada apa denganmu? Aku membutuhkan dukungan bukan malah kau ikut memaksaku dan..”

“Aku mempunyai pemikiran sama olehmu Soo-ya. Aku ingin membelamu. Tapi, hari ini aku sudah cukup berpikir bahwa memang inilah jalan yang terbaik untuk..”

“Apa? Ada apa? Kalian menyembunyikan sesuatu dariku? Apa yang kalian inginkan dari ku sebenarnya kenapa..”

“Perusahaan Appa mu di ambang kebangkrutan sekarang. Perusahaan milikku sudah gulung tikar karna perusahaanku memiliki banyak hutang dengan perusahaan lain. Ini semua alasanku datang kembali ke Korea. Aku hanya tidak ingin Appa dan Eomma mu bahkan kau merasakan apa yang kurasakan sekarang, Soo-ya. Appa mu hanya ingin membuatmu bahagia dengan semua jerih payahnya. Apakah semuanya salah dengan cara kau di jodohkan dengan partner perusahaan ayahmu yang nantinya akan membawa keuntungan sendiri bagi Appa mu, Eomma mu bahkan dirimu sendiri? Ini bukan masalah materialistis ataupun menjual mu pada siapapun demi menyelamatkan perusahaan. Bukan Soo-ya. Appa dan Eomma mu sudah cukup tua untuk mengurus semuanya. Mereka hanya memiliki perusahaannya untukmu dan keluargamu nanti. Inilah cara Eomma dan Appa mu memperlihatkan kasih sayang mereka. Tanpa kau sadari” ucapnya dengan ketegasan di setiap katanya. Aku langsung terdiam dan mulai mencerna kata demi kata yang tadi di lontarkannya. Apa ini benar?

“Appa mu meberikan calon suami yang terbaik untukmu Soo-ya. Mereka tidak mungkin memberikan putri kesayangan satu-satunya milik mereka pada sembarang orang. Aku sudah pernah bertemunya karna dia adalah mantan partner ku saat itu. Dan sekarang dia sedang membantu perusahaan Appamu untuk kembali berdiri” lanjutnya lagi yang tanpa sadar aku menitikkan air mata. Sedih? Tidak. Hanya saja aku kaget dengan semua kebenaran yang selama ini mereka sembunyikan dariku. Mereka semua menyembunyikan realita ini demi masa depanku nanti? Astaga

“Sekarang semua terserah padamu. Aku hanya ingin memberi saran untukmu. Ambillah keputusan yang menurutmu baik dan jangan menyesal dengan keputusan yang akan kau buat. Appa, Eomma serta keluarga calon suamimu sedang menuju kesini sekarang.” ucapnya lagi aku hanya terdiam dan mulai menidurkan tubuhku dan kemudian.. terlelap

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV

Biiiipppp… Biiiipppp… Biiiipppp…

Jam weker yang berada di meja kecil itu terus berdering semakin kencang sedangkan sang pemilik belum juga bangun dan masih sibuk terlelap dalam aktivitas tidurnya

Diiinngggg… Diiinnngggg.. Diiinnnnggggg…

Hp putih yang tergeletak tak berdaya samping bantalnya pun ikut menyala dan mengeluarkan suara yang memekakkan telinga hingga akhirnya sebuah tangan kekar dengan terpaksa mematikan hp itu dan bangun terduduk diatas kasurnya

“Mwoya..?” ucapnya masih dengan menggaruk rambutnya yang sudah sangat berantakan. Dia menoleh kearah kiri dan menemukan jam wekernya yang masih berbunyi dengan waktu yang menunjukkan pukul 7 pagi

“Kapan aku memasang alarm? Huaaahhhhh.. dan sejak kapan aku memasang alarm di hp ku dengan nada alarm seperti itu hahhhh…” ucap Sehun yang berbicara sambil menguap dan menggaruk lengan kirinya. Tanpa pikir panjang dan karna memang dia belum bisa berpikir dengan benar karna mata sipitnya itu masih tertutup dan raganya yang berjalan terhuyung menuju lemari itu dan mengambil setelan jas yang tergantung di handle pintu lemarinya

“Apa ini?” ucapnya pada dirinya sendiri dengan sambil mengucek mata sipitnya itu. Dia mencoba membulatkan matanya berkali-kali walaupun pendingin kamarnya belum dimatikan

“Ahh perih” ucapnya saat matanya terkena udara dingin AC yang ada dikamarnya itu. Akhirnya ia hanya menatap sekilas setelan jas itu dan mengambil note yang ditempel di lemarinya itu

“”Sehun sayang..
Eomma dan Appa mendapat panggilan mendadak ke Busan sekarang Eomma dan Appa akan berangkat jam 6 pagi dan pulang sekitar tengah malam. Eomma dan Appa sudah menyiapkan jas itu untuk kau kenakan pagi ini. Pakailah setelan jas itu dan berdandan lah yang rapih dan tampan lalu kau harus pergi ke restoran Uncle Ben yang ada di pinggir kampus mu yang jaraknya dekat dengan Swan cafe. Lalu temui yeoja mu itu dan makan sianglah bersamanya. Eomma sudah menelepon yeojamu dan ia akan memakai dress berwarna hijau. Eomma sayang padamu nak dan salam hangat dari Appa

p.s. berilah first impression yang baik terhadap yeojamu dan cepat pergilah bersiap saat semua alarm telah berbunyi

Eomma & Appa OH””

“Nde Eomma..” ucap Sehun menjawab semua suruhan dari Eomma nya yang telah tertulis di surat itu. Masih dengan mata tertutup, rambut berantakan dan aktivitas menggaruk punggungnya itupun ia langsung masuk keddalam kamar mandinya

~Min Soo place (still Author POV)~

“YAKK!!! BISAKAH KAU MMENGETUK PINTU?!!!!” teriak Min Soo saat Donghae tiba-tiba masuk kekamarnya tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Untung saja Min Soo sudah selesai memakai pakaiannya

“Ah mian” ucap Donghae yang kembali keluar dari kamar Min Soo dan mengulang lagi dari awal

Tokk.. tokk.. tokk..

“Hah? Jinja? Bagaimana aku bisa mengenal dirimu Donghae” ucap Min Soo dengan nada pelan

“Min Soo-ya kau sudah memakai pakaianmu?” ucap Donghae yang bertanya dari luar kamar Min Soo. Min Soo yang baru saja menyambut pagi hari ini dengan tenang sudah dibuat gila dengan Donghae itupun langsung menghembuskan nafasnya pelan-pelan seraya menenangkan dirinya

“Yakk kau tau aku sudah. Dan kau sudah melihatku kan? Sekarang masuklah dan berhenti membuatku gila” ucap Min Soo datar dan pelan

Cklekk..

“Ah benar. Oiya ini adalah paket yang baru saja datang tadi pagi. Eomma dan Appa mu tidak jadi pulang hari ini karena mereka ada panggilan mendadak ke Busan tadi malam. Ini kotaknya dan ini suratnya” ucap Donghae lalu menyodorkan kotak berwarna biru muda dan surat dengan warna senada itu

Min Soo sayang..
Sebelumnya Eomma dan Appa meminta maaf dengan semua permintaan kami yang terlalu memaksamu seperti ini dan Eomma harap Donghae sudah membuka pikiran mu dengan ucapannya. Eomma dan Appa juga meminta maaf karena tidak bisa menemanimu untuk menemui calon suamimu pagi ini karena kami mendapat panggilan mendadak untuk ke Busan malam tadi. Pakailah dress ini karena ini adalah pilihan Appa mu saat kami masih berada di China saat itu. Pergilah ke restoran Uncle Ben yang letaknya dekat dengan cafe milikmu. Eomma dan Appa sangat menyayangimu Lee Min Soo

Eomma dan Appa

Setelah selesai membaca surat itu dan meletakkannya diatas meja riasnya Min Soo pun langsung membuka kotak itu dan mengambil dress yang diberikan oleh Appanya itu. Jreennggg.. Mata Min Soo membulat seketika dan mulutnya berbentuk lingkarang kecil saat dress selutut berwarna Hijau muda dengan lengan panjang itu terpampang tepat didepan mukanya

“Baiklah aku akan memakainya” ucap Min Soo pelan dan langsung meletakkan dress itu di atas kasurnya

“Cepatlah ganti aku ingin melihatnya” ucap Donghae yang masih berdiri di ambang pintu

“Mwo? Ingin melihatku berganti baju?” ucap Min Soo menampilkan Death Glare nya pada Donghae

“Ah aniyo.. ahh benar aku harus keluar.. mian” ucap Donghae kikuk dan langsung keluar dan menutup pintu kamar Min Soo sedangkan Min Soo hanya menggeleng kepalanya melihat kelakuan namja itu

SKIP

‘SeHun side’

“Hai, aku Oh Sehun..” ucapnya sambil menjulurkan tangan

“Hai Min Soo.. apa kau kaget?” ucapnya dengan melipat kedua tangannya didepan dada

“Hai Nona Lee.. aku calon suamimu” ucapnya sambil mengedipkan satu matanya

“Hai Min Soo aku.. aku.. aku adalah.. aihhh molla” ucapnya lagi untuk terakhir kalinya Sehun berakting didepan kaca toilet ini. Berkali-kali ia merapihkan rambutnya dan mengetes bau mulutnya dan saat semuanya sudah lengkap dan sempurna ia kini hanya harus menyiapkan ucapan pertamanya saat bertemu Min Soo nanti

“Baiklah Oh Sehun.. semuanya akan berjalan dengan baik. Mungkin dia hanya akan sedikit kaget seperti …‘Yak apa yang kau lakukan disini? Apa kau calon suamiku? Aihh apa ini sungguhan?! Yak pergi kau dari sini!!’… yaa seperti itu atau mungkin dengan gaya Ice Princess nya …‘Yak apa yang kau maksud dengan calon suamiku? Jangan bercanda! Aku tidak punya waktu untuk itu’… ahhh tidak tidak atau dia akan sangat senang …‘Oh Sehun ternyata kau adalah calon suamiku? Benarkah? Jinjayo? Jeongmalyo? Ahh astaga aku sangat senang. Oh Sehun ayo kita menikah sekarang juga’… ahh oke oke itu sangat baik.. ah tunggu tunggu, tunggu sebentar tapi bagaimana jika dia menjadi marah dan menyeramkan? …‘YAK!! APA KAU BILANG? KAU ADALAH CALON SUAMIKU?? KAU GILA?!! YAK OH SEHUN PERGI KAU DARI HADAPANKU SEKARAAAAANNNGGGGG!!!!’… ah maldo andwe! Andweyo Sehun-ah tidak tidak dia tidak akan semengerikan itu” ucap Sehun berkali-kali dengan gaya berkhayalnya tentang ekspresi-apa-yang-akan-ditunjukkan-oleh-MinSoo-nanti

Setelah selesai mengekspresikan jiwanya dan hasratnya yang terpendam sejak lama itulah /? Kini Sehun sudah bersiap kembali untuk menemui calon istrinya itu yang ia yakini adalah Lee Min Soo. Sekarang Sehun pun sudah bersiap duduk dan menyesap kembali kopi Latte nya yang sudah menghangat itu. Sehun yang gugup pun sesekali mengecek jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 9.30 tepat

‘Min Soo side’

“Telepon aku jika kau sudah selesai dengan acara pertemuan kalian” ucap Donghae saat mobil yang mereka tumpangi tepat berhenti didepan restoran Uncle Ben yang dimaksud

“Menurutmu ia tidak akan mengantarku pulang?” ucap Min Soo kebingungan mendengar ucapan Donghae

“Apa ia membawa mobil? Kau tidak mungkin naik motor dengan pakaian seperti ini kan? Dan ia juga tidak mungkin mengendarai mobil dengan pakaian resmi tentunya” ucap Donghae dengan lantang

“Yak Lee Donghae.. mana mungkin ia membawa motor? Bukankah kau yang bilang bahwa ia adalah partner Appa yang sangat membantu?” ucap Min Soo dengan kesal akibat kelakuan Donghae ini

“Tapi bagaimana jika ia diantar oleh supirnya? Atau ia benar-benar tidak membawa mobil? Atau mungkin dia khilaf/? Atau dia mungkin..”

“Yak!! Khi.. khilaf? Apa itu? Ah terserah lupakan saja. Aku belum masuk bahkan aku belum bertemu dengannya bagaimana bisa kita sudah membicarakan pulang?! Sudah ya aku turun sekarang” ucap Min Soo akhirnya dan langsung keluar dari mobil itu agar tidak mendengar ucapan-ucapan aneh dari Donghae lagi

Krinngg.. Kriinngg..

Pintu restoran tersebut berbunyi tanda ada pegunjung yang datang. Berkali-kali pintu itu berdering tapi yang Sehun harapkan belum juga datang

“Selamat datang nona. Apa anda sudah memesan tempat atau ingin bertemu seseorang?” ucap host yang berdiri di ambang pintu itu dengan ramah dan berwibawa

“A.. ah nde.. aku sedang ingin bertemu dengan seseorang disini. Namaku Lee Min Soo apa namaku sudah tertera?” ucap Min Soo gugup. Sedangkan sang host itu langsung membuka buku tamu kecil dan mencari namanya

“Ahh.. maaf nona untuk nama Lee Min Soo belum tertera di daftar kami. Apa nona ingin langsung duduk saja dan menunggu orang yang nona maksud?” ucapnay dengan ramah

“Nde.. aku akan duduk saja dan menunggu orangnya. Terima kasih” ucap Min Soo dan langsung berjalan ke arah tempat duduk 2 kursi yang berada di pojok ruangan yang berdempetan dengan jendela besar

“Ahh.. apa itu Min Soo? Calon istriku? Benarkah Lee Min Soo si Ice Princess itu adalah calon istriku? Ahh benar dia adalah calon istriku karena ia memakai dress selutut berwarna hijau” ucap Sehun pelan saat melihat Min Soo dari kkejauhan. Sehun yang duduk tepat di samping tempat duduk yang dipilih Min Soo itu tentu membuat mereka akan bertatap mata nantinya

“Se.. Sehun? Apa yang kau lakukan disini?” ucap Min Soo kaget saat melihat Sehun yang sedang menyesap kopi Latte nya dan tersenyum kepadanya

“oh sehun apa yang ia lakukan disini? Tu.. tunggu apa yang ia kenakan addalah pakaian resmi setelan jas? Maldo andwe!! Apa se.. sehun adalah calon suamiku? Tidakk.. tidakk mungkin”

~TBC~

Iklan

9 pemikiran pada “Unpredictable (Chapter 3)

  1. Okeh.. Jeongmal mianhae author.. Aku gabungin aja yaa dari chapter 1-3.. Dan inilah commentnya.JRENG JRENG!!
    Ohhh.. Gomawoo authorr kau membuat mood ku membaik.(tadinya lagi badmood :-p ).. Klo boleh aku bilang ini ditambahin ada genre comedy nya.karna pas chapter 1 aku ketawa ngakak sumveh.. Dan sepertinya banyakk typo bertebaran..kekeke~ klo saranku sih yahh diperbaiki lagi penulisannya karna menurutku ada yg kurang gimana gitu..asudahlah. Ditunggu yooo Kelanjutannya.. Jangan lama” yoo..
    SEMANGAT AUTHOR^_^

  2. Njirr seruu dehh ff nya, yahh itu di cut pada waktu yang tidak tepat, penasaran gue sama lanjutannya, sehun udah mulai tertarik itu sama min soo wkwk :v, njirr donge juga juga ikut nyempil di ff ini, semoga lanjutannya cepet di publish 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s