Comeback to Me [Chapter 3]

comeback-to-me

Tittle : comeback to me

Author : Erlina Park (@erlinabatari)

Length : Chapter

Main cast  : Park Chanyeol (EXO) || Kim Minjung (OC)

Add cast : -Kim JoonMyeon (EXO) || Byun Baekhyun (EXO) || Oh Sehun aka Kim Sehun (EXO)

Genre : Romance, Sad, Hurt/Comfort, Married-life

Rating : PG 15+

Disclaimer : EXO milik orang tua nya, saya hanya meminjam Nama nya saja. Kim Minjung itu juga bukan punya saya, saya hanya memakainya dalam ff yang saya buat. Maaf jika ada kesamaan tokoh yang saya buat. Maaf juga banyak typo yang saya tebar.

Credit >> Poster by Jungleelovely@ Poster Channel

Happy Fun.

.

.

Author—

Chanyeol menarik tangan Minjung dengan lebut. Karna takut nantinya Chanyeol akan menyakiti tangan Minjung. Halaman rumah dengan pintu utama itu memang sedikit jauh.

Minjung menahan tangannya dengan cepat “Oppa? ini terlalu cepat. Aku belum siap?” Minjung meminta permohonan terakhir pada Chanyeol saat akan membuka pintu utama rumah Chanyeol “tutup mulut mu dan berikan senyuman terbaik mu Minjung-a” ucap Chanyeol dengan tegas pada Minjung.

Pintu utama terbuka. Tentu saja karna ada yang membukaan pintu itu dan orang yang membukanya adalah pembantu sekaligus orang yang mengurus anak Chanyeol dari kecil namanya bibi Jung. Bibi Jung hafal jam berapa Chanyeol akan pulang kerumah. Sekarang bibi Jung terkejut karna Chanyeol pulang saat makan siang.

“ohh, Chanyeol tuben kau pulang? Kau ingin makan siang bersama Yun? Dan siapa wanita yang ada dibelakangmu itu? Apakah dia pacar mu Chanyeol-ah?” lontaran bibi Jung membuat otak Chanyeol seketika pusing.

“kau membuat ku pusing Nyonya Jung. Aku akan menjawab pertanyaan mu yang pertama Nyonya–” Chanyeol memasukan pasokan oksigen ketika akan menjawab pertanyaan bibi Jung itu.

“Ya aku akan makan siang bersama Yun hari ini dan perkenalkan namanya Kim Minjung. Kim Minjung ini ibu dari anak ku Nyonya Jung. Apa jawaban ku kurang?” tanya Chanyeol pada bibi Jung. Bibi Jung yang mendengan penuturan Chanyeol hanya melongo tidak percaya dengan kata “Kim Minjung ini ibu dari anakku” kalimat itu membuat bibi Jung terkejut sangat.

“ibu dari Yun? Ya!! Kenapa kau baru memberitahu ku bocah nakal” tanya bibi Jung dengan memberi pukulan pada lengan kiri Chanyeol “aigoo” dan sampai saat itu juga bibi Jung masih berpikir keras mengenai ibu dari Park Yun itu.

“sudah lah Nyonya Jung. Kemana perginya anak ku sekarang?”

“Yun ada di halaman belakang. Mungkin Yun tengan bermain dengan anjing nya disana” jawab bibi Jung dengan santai.

“oh, ku hampir lupa mengenalkan diri ku pada mu Nyonya. Aku bibi Jung Dae In aku bekerja saat Yun masih kecil” bibi Jung memperkenalkan dirinya pada Minjung dan Minjung seketika memajukan tubuh nya yang semula berada dibelakang Chanyeo. “nde, bibi Jung. Namaku Kim Minjung. Jangan panggil aku seperti itu, membuat ku tidak enak pada mu bibi” perintah Minjung pada bibi Jung.

“kau dengar itu Nyonya Jung?” chanyeol menyahut pada bibi Jung “diam kau bocah nakal” jawab bibi Jung.

“Kajja kita kehalaman belakang”

“nde. aku permisi dulu bibi Jung” sopan Minjung pada pembantu Chanyeol itu.

*halaman belakang*

Park Yun? Sedang apa kau?” Sapa Chanyeol dari kejauhan

“Appa? Appa thudah pulang?” seketika Yun langsung berlari dan berhambur ke pelukan Chanyeol. Chanyeol yang mendapatkan pelukan dari anaknya itu langsung mensejajarkan tingginya dengan anaknya yang berusia 4 tahun itu.

“Appa ingin mengajak Yun untuk makan siang”

“Jinjja? Ayo Appa. Aku ingin makan mathakan Jepang” tawaran Yun langsung ditanggapi oleh Chanyeol. Chanyeol langsung merenggangkan pelukannya pada Yun “Yun tidak lihat Appa membawa seseorang” mata Chanyeol langsung menatap Minjung yang menundukkan kepala nya –lagi-

“thiapa wanita itu Appa? Dia thangat cantik” jawab Yun dengan menatap Minjung sama seperti yang dilakukan oleh ayah nya itu “benarkah wanita itu cantik? Apa Appa tidak salah dengar “ “Iya Appa, wanita itu lebih cantik dari Halmoni”

Chanyeol langsung tersenyum pada posisi yang sama.

DEG

Minjung kemudian merasakan jantungnya yang tidak normal saat anak dari Chanyeol berucap “Iya Appa, wanita itu lebih cantik dari Halmoni” itu cukup membuat Minjung tertawa dalam hatinya.

“Oppa? aku ingin pulang. Selamat siang” ucapan MInjung yang tiba-tiba membuat Chanyeol langsung berdiri mengejar Minjung yang telah pergi –tidak terlalu jauh- Chanyeol langsung menahan lengan Minjung “hei bahkan kau belum berkenalan dengan nya

“aku akan mengenalnya lain waktu” jawab Minjung dengan sedikit menahan rasa senangnya sekaligus gugup berhadapan dengan anaknya sendiri. “kau menangis? Ada apa Minjung-a “ tanya Chanyeol langsung membalik punggung Minjung supaya Chanyeol bisa memastika Minjung nya itu benar-benar menangis tau tidak.

“tidak Oppa. mata ku hanya terkena debu tadi” bohong. Ya Minjung tengan berbohong saat ini “Bahkan kau sedang berbohong didepan ku MInjung-a”

“hiskk..hiskk”

GREP

Minjung langsung memeluk Chanyeol dengan cepat karna saat ini hatinya tengah bahagia sekaligus gugup dengan ucapan anaknya itu. Entah kenapa Minjung menangis. Walau menurut –author- itu hanya ucapan bahagia..

“Ada apa Minjung-a?” tanya Chanyeol penasaran pada Minjung.

“Appa thiapa wanita ini? Kenapa wanita ini berani memeluk Appa begitu thaja?” tanya Yun dengan menarik celana kain yang Chanyeol pakai.

“sudahlah Minjung. Jangan anggap ini sebagai masalah besar. Bertemu dengan mu aku sudah cukup bahagia” Chanyeol berkata dengan sejujur- jujurnya pada Minjung. Sedangkan Minjuang? Dia masih menangis didada bidang Chanyeol.

“anakku kau harus lebih sopan pada orang tua mu” jawab Chanyeol pada Yun “tapi Appa. Thiapa wanita ini?” tanya Yun lagi pada Appa nya itu “Wanita ini adalah Eomma mu Park Yun” jawab Chanyeol beralih pada Yun saat ini. Dan membuat Yun saat itu bergembira “JInjja? Appa tidak berbohong? Akhirnya Yun bitha tertemu dengan eomma seperti teman-teman ku” jawab Yun langsung memeluka kaki Minjung. Minjung yang mendapat respon seperti itu dari Yun malah terus mengis.

“Ayolah Minjung. Anak ku sudah mengetahui status mu. Uljima Minjung-a” perintah Chanyeol dengan menghapus bekas air mata yang masih ada di pipi Minjung.

“Kajja. Kita masuk kedalam Nyonya Jung sudah memasak untuk kita”

*ruang makan

“Eomma? Appa bilang eomma bekerja diluar negeri? Apa itu benar?” tanya Yun yang langsung menatap pada Minjung. Sedangkan Minjung langsung menatap Chanyeol dengan intens. Chanyeol langsung menagangkat bahunya tegas sebagai wajaban “mana aku tahu”. Seketika Minjung melihat kearah Yun.

“memang nya Appa bilang seperti itu pada Yun?” tanya Minjung sambil menyendok nasi untuk Yun.

“Appa bilang. Eomma bekerja dilaur negeri thehingga eomma tidak bitha pulang karna pekerjaan eomma thangat banyak” Yun menjawab pertanyan Yun dengan panjang lebar

“eoh? Benarkan. Apa menurut mu eomma terlalu jahat padamu hingga..meninggalkan mu untuk pekerjaan?” Minjung saat ini sudah akrab dengan Yun karna Minjung tau batin antara ibu dan seorang anak itu sanggat kuat. Ketika itu juga Chanyeol menyadari hal aneh yang ada dibenak Minjung saat menyuapi Yun dengan berbincang-bincang.

“thama thekali tidak eomma. Karna Appa selalu menyuruhku untuk menunggu mu. Methkipun aku thudah tumbuh dewatha” penuturan Yun membuat Minjung seketika itu tersenyum ringan.

“tapi bagaimana kalu eomma tidak kembali” tanya Minjung lagi pada anaknya.

“Yun pathti kecewa pada eomma” Minjung seketika mendadang kaku dengan jawaban anaknya. Chanyeol menyadari hal itu dan langsung berjalan kedekat Minjung dan Yun.

“kau anak nakal jaga bicaramu” Chanyeol memutar kursi Yun ketika berucap seperti itu “lihatlah wajah ibu mu saat ini”

“maaf kan Yun eomma, maafkan aku” ujar Yun saat tersadar dengan ucapan Appa nya itu.

“Minjung?” panggil Chanyeol menghentingkan kegiatan Minjung yaitu melamunkan ucapan Yun.

“Tidak Yun seharusnya eomma minta maaf pada mu. Maafkan eomma nde?” karna disini yang bersalah adalah Minjung karna tidak bisa mengurus dan merawat darah dangingnya sendiri. Minjung tau itu.

Yun meganggukan kepalanya sebagai jawaban dan memeluk eomma nya penuh sayang. “jangan tinggalkan Yun dan Appa lagi eomma” mohon Yun pada Minjung “tidak akan” jawab Minjung lantang. Tapi Minjung tidak tahu kalau jawabannya itu akan menjadi sebaliknya.

Setelah mereka bertiga makan siang. Chanyeol dan Minjung tidak kembali ke kantor karna ingin menemani Yun untuk bermain di belakang halaman rumahnya. Minjung yang asik bermain dengan Yun membuat Chanyeol sedikit tersenyun miring, entah apa yang ada dipikirannya saat ini dengan meyilangkan kedua kakinya itu. Seketika ide muncul dalam pikiran Chanyeol saat ini. Entah itu ide baik atau buruk.

Hampir lama Minjung dan Yun bermain ternyata Yun tertidur ketika Minjung menceritakan sebuah dongeng untuk anaknya. Karna permintaan dari Yun itu.

“Oppa?” panggil Minjung pelan kearah Chanyeol sambil melambaikan tangannya.

“apa?” Chanyeol menjawab tidak kalah pelan dari Minjung “Yun tertidur” ucap Minjung pada Chanyeol.

Mengintrupsi supaya Chanyeol menggendong Yun untuk tidur dikamarnya. Chanyeol langsung melangkah kearah Minjung dengan santai. Mengangkat Yun dengan pelan supaya anaknya tidak terbangun saat berada digendongan Appanya.

“pelan-pelan jangan sampai Yun terbangun” ujar Minjung tepat ditelingan Chanyeol “baiklah”

Chanyeol mengantar Yun kamarnya yang bernuansa biru bituh juga langit-langit ruangan ini bernuansa dark membuat Minjung terkagun saat memasuki kamar anaknya tersebuit Bertanya kenapa Yun tidur dikamar sendiri padahal umurnya baru 4tahun? Itu karna permintaan dari Yun dan Chanyeol tidak mempermasalahkan hal itu.

“tidurkan Yun hati-hati Oppa?” perintah Minjung terdengar oleh Chanyeol saat akan merebahkan Yun diatas tempat tidurnya.

“baik Minjung” jawab Chanyeol.

“sekarang kita keluar. Jangan ganggu Yun” perintah –lagi- dari Minjung pada Chanyeol. Membuat Chanyeol geram saat ini.

Dengan cepat Minjung keluar dari kamar Yun yang disusul oleh Chanyeol. Chanyeol memandang punggung Minjung dari belakang. Minjung menuruni tangga dan berjalan kearah dapur untuk meminum air karna kenggorokan nya saat ini kering akibat menongeng untuk Yun tadi. Masih dengan Chanyeol yang mengekori Minjung dari belakang.

Minjung berjalan tepat pada ruangan yang tergeletak TV. Ini pukul 15.45 acara film kesukaan nya sudah terlewat 1jam yang lalu. Minjung langsung menghidupkan Tv. Sedangkan sang empunya Tv hanya mengelengkan kepalanya karna Chanyeol tidak percaya bahwa sikap Minjung 4 tahun yang lalu masih sama dan tidak ada perubahan sama sekali. Chanyeol berjalan kearah Minjung dan mendaratkan bokongnya tepat disebah Minjung duduk bersilah kaki *ngertikan?*

“Kau tidak berubah Minjung?” Minjung mengerutkan dahinya karna tidak tahu apa yang sedang Chanyeol bicarakan.

“Lihatlah bahkan ketika acar Tv mu berlangsung kau melupakan ku sperti itu” Minjung baru menyadari maksud dari ucan Chanyeol

“aku tidak berubah. Lihat wajah ku bahkan masih tetap” ketus Minjung pada Chanyeol. Chanyeol yang menyadari hal itu hanya menggelengkan kepalanya.

“tatap aku Minjung!” perintah Chanyeol sama sekali tidak didengarkan oleh Minjung saat ini. Membuat Chanyeol bertambah kesal terhadap sikap Minjung.

“dengarkan aku Minjung?!” ucap Chanyeol -lagi- pada Minjung. Tapi Minjung masih focus dengan serial Tv kesukaannya itu “jangan sampai aku kelewatan sabar Minjung-a”

Dengan cepat Chanyeol membalikkan tubuh Minjung dengan kasar membuat Minjung kesakitan akibat perilaku Chanyeol itu.

“tatap kedua mataku Kim Minjung!” tegas Chanyeol pada Minjung

“….” Minjung menutup bibir nya rapat-rapat dengan mata yang menatap Chanyeol dengan intens.

HENING. Mereka berdua hanya menatap dengan tajam satu sama lain. Sama dengan hal nya Chanyeol saat ini, seolah berkata dalam tatapannya itu “aku sungguh merindukanmu Minjung-a” sedangkan Minjung juga berkata dalam diamnya “aku jauh lebih merindukan mu Oppa” Minjung seakan tau apa yang ada dipikiran Chanyeol saat saling bertatap wajah dengan tajam itu.

“bicalahlah sesuatu” Chanyeol memecahkan kan keheningan diantara mereka berdua.

“apa yang bisa aku bicarakan?” seketika Chanyeol menggembuskan nafasnya dengan tegas.

“misalnya, aku sangat merindukanmu?” seketika Minjung tetawa dengan sangat pelan.

“kenapa kau tertawa Minjung?” Chanyeol bertanya dengan dingin.

“untuk apa aku bertanya seperti itu kalau kau sudah mengerti jawaban ku Oppa?” Tegas Minjung pada pada Chanyeol dengan kedua tangan yang memegang wajah tegas Chanyeol.

“memangnya kau mengetahui jawaban ku hem?” Minjung mengangguk dengan cepat.

“aku mengetahuinya Oppa”

“apa bukti dari itu?” Minjung langsung menunjuk kuping Chanyeol “aku tau karna aku sudah mengenalmu lebih dari 7 tahun Oppa” jujur Minjung dengan senyum yang sangat manis menurut Chanyeol.

“Aku sungguh merindukan-mu lebih dari apa pun Minjung-a” Chanyeol melepas tangan Minjung dari wajahnya dan beralih pada wajah Minjung “terima kasih kau telah kembali untuk ku”

Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Minjung dan mulai mencium lembut bibir Minjung. Sedangkan Minjung? Dia hanya tersenyum didalam ciumannya. Minjung merasa ciuman ini berbeda karna selama ini Minjung tidak melakukan adegan ini bersama Chanyeol setelah berpisah diri.

Minjung mulai mengikuti alur jalannya permainan Chanyeol saat ini. Minjung melingkarkan tanganya tepat dileher Chanyeol menekannya sedikit karna Minjung sangat merindukan Chanyeol, tidak peduli meski tangan Chanyeol kini tengah bermain ke badan mulus Minjung dan Minjung menerima perlakuan itu. Tangan Chanyeol bermain dengan riang dibadan Minjung mengelus punggung Minjung dengan pelan. Namun tangan Chabyeol terhenti akibat ada suatu benda yang diyakini untuk menutupi daerah khusus untuk wanita seperti Minjung. Dengan cepat Chanyeol segera melepas pengait bra Minjung. Minjung dengan seketika melepaskan ciuman itu secara sepihak dengan tangan yang masih menggantung dileher Chanyeol.

“apa yang kau lakukan?” Chanyeol langsung tersenyum dengan riang.

“ikuti saja alur permainan ku Minjung!” Minjung mengerutkan dahinya dengan heran. Apa yang Chanyeol Oppa bicarakan? –Minjung bertanya pada hatinya.

“kau pasti akan sangat menikmatinya” Minjung paling kesal dengan pertanyaan yang tidak Minjung mengerti dan Chanyeol tau itu.

.

.

.

.

TBC

Ada apa dengan kuping nya Chanyeol Oppa? apa mirip sama Yoda nya Harry Poter? xD

Butuh saran nih. Aku udh pos chapter 4 di wp pribadi ku. Tapi ada unsur ya gitulah jadi aku pw. Aku butuh pendapat dari kakak dan adek disini.

Apa aku post disini tanpa unsur begitu gk aku pw? Apa kalian baca di wp ku tapi ada unsur gitunya tapi aku pw? Apa kalian mau baca seluruhnya?

Sekian terima kasih J mohon tanggapan nya ^^~ kalo ada saran lagi gpp kok.

24 pemikiran pada “Comeback to Me [Chapter 3]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s