“CALL ME BABY” (CHAPTER 1)

CALL ME BABY

“CALL ME BABY” (CHAPTER 1)

Author          : FikaNofrika

Title                : “CALL ME BABY”

Main cast      : Byun Baekyun, Choi HyoRi (OC), Kim Jong In.

Support cast: find it by yourself ^^

Genre             : Romance, School life, Sad.

Rating            : PG- 15/ PG 15 +

Length           : Chaptered

FF ini asli 100% buatan dan hayalan Author, jadi jangan PLAGIARISM ! ya readers ^^ . jangan lupa postkan komen di bawah setelah membaca FF ini. Hitung-hitung untuk motivasi melanjutkan karya-karya saya ^^ . MAAF KALAU ADA TYPO DIMANA-MANA .. 😉

* * * *

“Anyeonghaseo, Choi HyoRi imnida, mohon bantuannya semua!” begitulah HyoRi memperkenalkan dirinya di depan teman-teman barunya. Masih terdengar kaku, tapi Hyori sangat percaya diri.

Hyori adalah yeoja cantik dengan badan seksi, rambut panjang, wajah tirus, hidung mancung, bibir merah dan mata besar, yang rata-rata tampilan fisik seperti itulah yang selalu diidam-idamkan para yeoja-yeoja di seoul korea selatan. Tapi yang perlu digaris bawahi disini aalah, Choi HyoRi tidak pernah melakukan operasi plastik. Wajahnya original 100% cantik sejak lahir.

Selain wajahnya dan bentuk tubuhnya yang sempurna, Choi HyoRi juga berasal dari kalangan berada. Tapi semua itu tidaklah membuat Choi HyoRi menjadi yeoja yang manja dan sombong. Choi HyoRi adalah yeoja yang ceria dan mudah bergaul, dia juga yeoja yang pintar, dia sangat ulet jika diberikan tugas bahkan yang sangat sulit sekaligus. Inilah yang membuatnya selalu terkenal di sekolahnya. Sayangnya, Choi HyoRi tidak pernah berpacaran, bukan berarti tidak ada namja yang menyukainya, malah mungkin kebalikannya. Choi HyoRi tidak pernah berfikiran untuk menyukai seorang namja lain kecuali Cinta Pertamanya. Who’s her first love???

HyoRi saat ini adalah siswi pindahan dari salah satu sekolah menengah atas yang cukup terkenal di Jepang. Dia pindah karena appanya harus melakukan bisnis di Seoul. Kini dia harus mencari dan beradabtasi lagi dengan siswa-siswi di Seoul Art School itu. Alasan kenapa HyoRi memilih Seoul Art School adalah karena dia sendiri sangat menyukai seni terutama di bidang melukis. Dia ingin menjadi pelukis terkenal suatu saat nanti.

“ Baiklah HyoRi silahkan menempati bangku yang kosong di belakang ” pinta sosaengnim pada HyoRi.

“ Ne sosaengnim “. Jawab HyoRi sopan sambil menundukkan kepala pada sosaengnim.

Hyori kemudian berjalan menuju arah bangku yang ditunjuk oleh sosaengnim. Kebetulan bangku itu bersebelahan dengan seorang namja yang sepertinya tidak mempedulikan atau bahkan tidak tertarik sama sekali dengan kehadirannya.

-Hyori POV-

“ Anyeonghaseo, Hyori imnida “ aku mencoba memperkenalkan diri kembali pada namja yang sedari tadi tampaknya tak mempedulikanku.

Tak ada jawaban…

Namja itu hanya terus menekuni buku matematikanya tanpa sedikitpun menoleh kearahku. Aku semakin penasaran dan sekali lagi aku mencoba memperkenalkan diriku.

“ Hyori imnida, bolehkah aku berkenalan denganmu? “

“ Tak bisakah kau tenang! “ bentak namja itu tiba-tiba sambil melirikku tajam.

“ Aku hanya ingin berkenalan, tak bisakah kau lembut sedikit !?” jawabku sedikit membentak. Aku sama sekali tak menyangka namja tampan dengan rambut berponi coklatnya, mata sipit dan kulit susunya ini sangatlah tak punya perasaan dan sangat dingin dengan orang-orang sekitarnya.

“ Aku tak tertarik berkenalan dengan siapapun” jawab namja itu masih dengan dinginnya.

Aku sekali lagi membelalakkan mata, sungguh aku tak pernah berfikir akan satu bangku dengan namja seperti ini.

“Sombong sekali kau!” bentakku setengah berbisik. Aku tak mau ada yang mendengar pembicaraanku dengannya.

Tak ada jawaban. Namja itu hanya terus asyik dengan bukunya, sesekali membolak-baliknya tak jelas. Entah apa yang sedang dia lakukan aku sama sekali tidak peduli. Aku cukup dibuatnya kesal di hari pertamaku memasuki sekolah. Eh tunggu, aku sempat melihat sampul buku warna biru milik namja sombong itu, aku yakin tulisan itu adalah “Baekhyun”. Mungkinkah itu namanya? Entahlah aku tak mau menebak-nebak orang yang bahkan sama sekali tidak menghargaiku. Aku pun memilih untuk memperhatikan sosaengnim yang menjelaskan di depan kelas.

-Hyori POV END-

Teettt….teettt….teett….

Jam istirahatpun berbunyi di seluruh penjuru sekolah. Siswa yang mendengar bel itupun spontan berteriak lega karena akhirnya mereka bisa beristirahat dari pelajaran yang menuntut mereka untuk tetap berkonsentrasi selama berjam-jam yang tentu membuat mereka lelah.

Hyori pun mengangkat tangannya tinggi-tinggi lalu menghembuskan nafas kasar. Dia sangat lega bisa melewati jam pertama sampai keempat dengan lancer, meskipun sempat dibuat kesal oleh namja di sebelahnya.

“Dasar yeoja tak jelas!” kata-kata dingin sedingin es di kutub utara itupun keluar begitu saja dari mulut namja sebelah Hyori ketika melihat Hyori menggeliat tak jelas di tempat duduknya.

Spontan Hyori menghentikan aktivitasnya tersebut lalu melirik ke arah namja itu dengan tatapan membunuhnya. Hyori benar-benar telah dibuatnya kesal setengah mati.

Namja yang merasa diperhatikan itu pun tak menggubris dan sama sekali tak membalas lirikan Hyori. Dia hanya terus merapikan bukunya lalu membawa beberapa alat tulisnya dan mulai berjalan keluar kelas dengan wajah datarnya.

Hyori sama sekali tak ingin tau kemana namja sombong itu akan pergi, dia malah berharap dia tak akan kembali duduk di sampingnya.

-Hyori POV-

“Sangat mengesalkan namja itu!” aku benar-benar sangat kesal saat ini, aku pun mengacak-ngacak rambutku sebal.

“Annyeong Hyori? Wegeurae?” tanya seorang yeoja cantik berambut pendek yang tiba-tiba duduk di bangku depanku.

“Ah bukan apa-apa” jawabku berbohong sambil memaksakan senyuman.

“Apakah karena Baekhyun?” terka yeoja itu.

“Baekhyun? Nugu ?” tanyaku yang merasa asing dengan nama itu, atau mungkin tidak…

“Namja yang duduk di sebelahmu” jawab yeoja itu sambil melirik bangku di sebelahku.

“Ah namanya Baekhyun” kataku sambil menyeringai.

“wae ? apa dia melakukan hal buruk padamu?” selidik yeoja itu sekali lagi.

“Aa ani, hanya saja dia sedikit menyebalkan”

“Sudah kuduga kau pasti akan bicara seperti itu. oh ya aku sampai lupa, perkenalkan namaku Han Soo Eun” kata yeoja cantik itu sambil mengulurkan tangannya.

“Oh Choi Hyori imnida, senang berkenalan denganmu” jawab Hyori senang sambil membalas uluran tangan yeoja itu, yang mungkin akan menjadi teman pertamanya.

“Jadi, apa kau membencinya?” Soo Eun tiba-tiba berkata serius lagi.

“Ne ?” jawab Hyori bingung.

“Aisshh jinjja, apa kau membenci Baekhyun Byun Baekhyun, namja sombong yang duduk di sebelahmu?” jelas soo eun yang tampak tak sabar menunggu jawabanku.

“Wae ? kenapa aku harus membencinya?” jawab Hyori yang lagi-lagi bingung dengan pertanyaan Soo Eun.

“Bukankah dia membuatmu kesal? Jadi wajar saja kalau kau membencinya” jelas Soo Eun tak percaya.

“Hahahaha, aku bukan yeoja yang sangat sensitive seperti itu Soo Eun” tawa Hyori tiba-tiba meledak mendengar penjelasan Soo Eun yang menurutnya tak masuk akal itu.

“Ya ! kau tak tau sebenarnya seperti apa Byun Baekyun itu Hyori ssi, dia itu namja yang dingin tak pernah tau perasaan yeoja, bahkan dia selalu menolak yeoja-yeoja itu dengan gampangnya dengan wajah datarnya, sungguh dia tak punya perasaan!” jelas Soo Eun bersemangat, mungkin dia memang sangat kesal dengan perilaku namja yang disebutnya Baekhyun itu.

“Jinjja? Apa dia benar-benar seperti itu?” tanya Hyori yang tampaknya masih ragu.

“Aku tak mungkin mengada-ngada Hyori ssi, sebaiknya kau berhati-hati dengannya. Dia memang tampan dan banyak sekali yeoja yang menyukainya. Tapi setelah aku fikir, dengan sikapnya yang seperti itu, kurasa dia tidak akan pernah mendapatkan yeoja chingu” kata Soo Eun sambil memonyongkan sedikit bibirnya.

“Hahaha, apa kau menyukainya Soo Eun ssi?” tanyak menggoda.

“mwo?? Michyeosseo, aku tak mungkin menyukai namja sepertinya. Apa jangan-jangan kau yang menyukainya Hyori ssi ?” Soo Eun menaikkan sebelah bibirnya dan berbalik menggoda Hyori.

“mwo!? Ani.. ani…” jawab Hyori tak terima sambil melambaikan kedua tangannya di depan Soo Eun.

“Lalu kenapa kau bilang tak membencinya padahal dia sudah membuatmu kesal?” Soo Eun menaikkan alisnya berulang kali dan terus mencoba menggoda Hyori.

“Aku sudah bilang, aku ini bukan tipe yeoja yang suka membenci orang. Hanya saja aku memang tak menyukainya seperti apa yang kau maksud Soo Eun ssi. Aku sudah menyukai namja lain” jelas Hyori yang tampaknya malu-malu. Dia menunduk dan mencoba menyembunyikan rona merah di pipinya.

“Ne?? jinjja? Nugu?” tanya Soo Eun yang mulai penasaran sambil melangkah lebih mendekati Hyori dan akhirnya duduk di bangku namja yang paling menyebalkan baginya yaitu tepat di sebelah Hyori.

Hyori tak menjawab pertanyaan Soo Eun dan terus menunduk malu. Sebenarnya dia tak bermaksud mengatakan hal itu pada Soo Eun, tapi entah kenapa, Hyori merasa nyaman saat berbicara dengan Soo Eun yang akhirnya mendorong kata-kata itu keluar dari mulutnya.

“Nugu ibnikka Hyori ssi? Apakah dia sekolah disini? Atau di Jepang?” tanya Soo Eun lagi yang tampak tak sabar dengan jawaban Hyori.

“Ne, dia satu sekolah dengan kita Soo Eun ssi” lagi-lagi rona merah semburat di pipi Hyori.

“JINJJA!!?? Wahhh daebak, nugu? di kelas mana dia? Apa dia kakak kelas? Bolehkan aku mengetahuinya? Apa dia cinta pertamamu?” tanya Soo eun dengan derasnya.

“Ya! Soo Eun ssi, bisakah kau menanyakannya satu persatu, aku bingung harus menjawab apa. Begini saja, aku akan menunjukkan namja itu padamu. Tapi kau tak boleh menceritakan hal ini pada siapapun ne.. yagsog ?” Hyori memajukan jari kelingkingnya di depan Soo Eun untuk membuat perjanjian.

“Ne, yagsog” jawab Soo Eun semangat sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke jariku. Lalu Soo Eun dan Hyori pun tertawa lebar dan terus melanjutkan obrolan mereka sampai tak sadar kalau bel tanda dimulainya pelajaran telah berbunyi. Dan kini baekhyun yang diyakini Soo Eun dan Hyori namja yang sombong itu sudah berdiri mematung di samping Soo Eun dan Hyori yang masih asik mengobrol. Baekhyun pun mendengar hampir semua obrolan yeoja-yeoja cantik itu, karena memang mereka sama sekali tak menyadari kehadian Baekhyun di dekatnya. Sampai akhirnya…

“YA! Bisakah kalian berhenti mengobrol dan menyingkir dari sini!” bentak Baekhyun yang mulai tak sabar, karena mereka masih belum puas saja mengobrol meskipun bel sekolah berulang kali berbunyi yang mestinya membuat mereka sadar kalau saat ini bukan lagi waktunya untuk bergurau.

“Baek Baekhyun!? Ya! Berapa lama kau berdiri disitu!?” bentak Hyori tiba-tiba pada Baekhyun. Dia takut kalau Baekhyun mendengarkan semua percakapannya dengan Soo Eun mengenai namja yang ia suka.

“Selama yang tak kau sadari!” jawab Baekhyun santai dan mulai duduk di bangkunya yang telah ditinggalkan Soo Eun pindah, lalu membuka kembali buku pelajarannya.

Hyori yang melihat sikap Baekhyun itu pun semakin takut. Takut kalau saja Baekhyun memang mendengar percakapannya tadi, dan takut Baekhyun akan menyebarkannya. Dalam hati HyoRi terus berteriak “Apa yang harus aku lakukan tuhan…”

* * * *

Akhirnya Chapter pertama selesai. Haha mungkin sedikit gaje, tapi ya sudahlah namanya FF pertamaku. Mohon Readers dukungannya yah. Jangan lupa untuk komen di bawah, yang 100% buat motivasiku buat meneruskan FF ini. DON’T BE SIDERS YAH GUYS! ^^

Kalau tidak ada coment, mungkin sebaiknya aku hapus aja nih FF gaje. 😀 jadi, mohon bantuannya yah Guys ^^ gamsahamnida ^^

13 pemikiran pada ““CALL ME BABY” (CHAPTER 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s