Don’t Go (Chapter 1)

Don’t Go

poster ff don't go

Author : @twinkleelulu

Title     : Don’t Go

Genre  : School Life, Teenagers, Romance, Family

Rating : PG17

Length : Chapter

Cast     :
• Lu Han (EXO)
• Ahn Youra
• Ahn Jae Hyun
• Kim Joon Myeon (EXO)

Other Casts      :
• Byun Baekhyun (EXO)
• Kim Jongdae (EXO)
• etc…

welcome to my first fiction story guys.. aaahhh.. akhirnya kesampaian juga bikin ff soal exo. Setelah sekian lama nentuin waktu yang tepat dan inilah waktunya di luncurkan sedikit mengenai ff yang aku tulis, ini murni inspirasi dari otak sendiri haha.. termotivasi dari komik komik manga koleksiku sendiri, dan mungkin yang jadi pertanyaan adalah kenapa ada Ahn Jae Hyun author lagi suka banget sama orang satu ini hehe. Yap.. langsung saja scroll ke bawah.. have fun, don’t be a silent reader, maaf kalau nanti bakalan ada typo, no copy, mohon pendapatnya yaa…

—————————

Author Pov

“Apa!! Eomma dan Appa akan pergi ke Cina? Untuk berapa lama? Lalu aku harus tinggal dirumah dengan Jae Hyun Oppa? Aku tidak mau!!!”
Teriak Youra yang sedang berada diruang tamu rumahnya.

Ya, malam itu kedua orang tua Youra memutuskan untuk pergi ke Cina selama beberapa bulan. Mereka capek dengan tingkah laku Youra yang suka sekali bertengkar dengan Oppanya, dan mungkin inilah cara yang tepat untuk membuat mereka berdua akur kembali. Youra adalah Dongsaeng dari Jae Hyun. Sejak Youra SMP, mereka berdua tidak pernah akur karena sifat Youra yang terlanjur bandel, susah untuk di nasehati dan itu membuat Oppanya sangat capek yang berperan sebagai Kakak laki-laki yang baik, penurut dan penyayang.

“Apa Eomma tak merindukanku jika nanti akan tinggal di Cina? Aku pasti rindu Eomma dan sebaiknya Eomma bawa juga Oppa pergi ke Cina!!” Lanjut Youra dengan omelan khas dari anak yang baru saja menginjak SMA.

“Hey! Sebaiknya kau saja yang ke Cina dan biarlah Oppa disini menikmati kehidupan yang tenang tanpa rengekanmu itu, Youra!” Balas Jae Hyun dengan tegas yang mampu membuat mata Youra membelalak tajam ke arah Jae Hyun

“Mwo!! Andwae!! Oppa saja yang pergi” Lawan Youra dengan nada yang sedikit meninggi

Tak lama kemudian akhirnya Appa mereka angkat bicara.
“Ya!! Sudahlah kalian masih saja seperti anak kecil. Jae Hyun, kau adalah kakak laki-laki yang seharusnya menjadi panutan dongsaengmu sendiri dan Appa percaya padamu kalau kau pasti bisa menjaga adikmu itu. Lalu kau Youra, jangan banyak melawan lagi. Appa dan Eomma akan tetap pergi ke Cina besok pagi”.

“Arraseo, Appa..”
Youra menjawab dengan nada kesal, sampai kesalnya dia langsung berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

Pagi Hari…

Kriiiinggg…. Kriiiinggg… Kriiiingggg

Bunyi nyaring alarm jam sudah berbunyi tepat pada waktunya.
Hari ini adalah hari pertama Youra masuk ke sekolah menengah atas.
Entah apa yang membuat Youra dengan sigap bangun dan menyiapkan semua keperluan sekolahnya itu. Tak lama setelah Youra selesai dengan keperluan sekolahnya dia bergegas mandi lalu memakai seragam barunya. Setelah itu, tak sengaja Youra menengok jendela tetangga sebelah rumahnya. Samar-samar ia melihat seorang namja jangkung, berkulit putih dan berambut coklat sedang bersiap siap untuk pergi sekolah.

‘Siapa namja itu?’ Batin Youra

Youra memang belum mengetahui namja yang berada disebelah rumahnya. ‘Mungkin itu tetangga baru. Tapi….’ lanjut batin Youra lalu terdiam memikirkan suatu hal.

“Ahn Youra!!!! Cepatlah!!! Oppa capek menunggumu terlalu lama. Oppa akan terlambat pergi ke Universitas kalau begini terus.” Teriak Jae Hyun yang sedang menikmati sarapan di ruang makan.

“Arra Arra Oppa. Tunggulah sebentar. Dongsaengmu ini juga perlu berdandan.” Jawab Youra sambil menggerutu pelan. ‘Oppa ini tidak sabaran sekali jadi orang’

Pada saat di Sekolah

Youra Pov

“Syukurlah, aku tidak terlambat kali ini. Oppa cepat sekali mengendarai mobilnya. Eh.. namja itu? Kenapa ada disini dan sangat akrab dengan Suho Oppa?”

Aku berjalan terus menyusuri koridor berniat untuk mengikuti namja yang samar samar terlihat di sebelah rumah, tapi tiba-tiba saja…

Brakkk…

Aku tertunduk malu saat tubuh ku menabrak seseorang dan saat aku mendongak ke atas..

“Ahh Jongdae-Sunbae. Mianhae aku tidak melihatmu tadi.”

“Gwenchana Youra-ya. Kau sedang apa disini? Apa kau mau menuju ruang osis atau ruang klub vokal?”

“Tidak sunbae. Aku tadi hanya sedang iseng saja berjalan-jalan di sekitar sekolah sebelum bel masuk tiba. Hehe..”

“Oh. Baiklah. Kalau begitu aku duluan, ya. Soalnya ada murid baru di kelasku jadi aku harus buru-buru masuk. Bye”

“Bye, Sunbae.”

Aku melambaikan tangan ku ketika berpisah di koridor sekolah dengan Jongdae-sunbae. Aku mencoba mencerna kata kata Jongdae-sunbae tadi. Anak baru? Apa namja itu tadi anak barunya? Tapi kenapa dia akrab sekali dengan Suho oppa yang jelas-jelas ketua osis dan juga ketua klub vokal?

‘Ah sudahlah lebih baik aku segera cepat menuju kelasku sebelum Taemin Seonsaengnim datang. Dia sangatlah galak di balik wajahnya yang imut itu’ batinku lalu berlari menuju kelasku sendiri.

Setibanya di kelas, aku langsung duduk di sebelah Baekhyun. Yap, Baekhyun adalah sahabatku sejak SMP. Dia namja yang baik tapi juga terkadang menyebalkan. Begitulah Baekhyun.
Taemin Seonsaengnim sudah masuk ke kelas dan siap menerangkan pelajaran Seni. Kali ini dia menerangkan soal Koreografi yang tidak aku mengerti itu. Entah kenapa aku jadi sangatlah bosan ketika mendengarkan Taemin Seonsaengnim mengoceh menjelaskan tentang dance yang baik dan benar. Satu satunya murid yang mengerti hanyalah Kai. Kai, namja lincah yang selalu menjadi kebanggaan Taemin Seonsaengnim. Namja yang menyebalkan.

Aku terus melamun sehingga teriakan Taemin Seonsaengnim membuyarkan lamunanku.

“Youra-ssi!!! Bisa kau tunjukkan bagaimana teknik dasar dance hiphop?” Tanya Taemin Seongsangnim.

“Ahh… emmm… anu… emmm..” Aku terus berkutat dengan pikiranku yang tidak lekas menemukan jalan keluar.

Tak menunggu lama, Taemin Seonsaengnim datang menghampiriku dan dengan tegasnya ia berkata

“Tidak bisa!!? Baiklah, setelah jam pelajaran ku selesai datanglah keruangan ku”

2 jam berlalu.

Aku segera mengikuti Taemin Seonsaengnim keruangannya. Entah ceramah apalagi yang akan Taemin Seonsaengnim berikan. Sungguh melelahkan.

Setelah aku keluar dari ruangan Taemin Seonsaengnim, aku melihat namja itu lagi dan kali ini dia bersama Jongdae Sunbaenim.

“Annyeong Youra-ya. Kau habis dihukum ya atau kali ini kau di skors dari pelajarannya Taemin Seonsaengnim ? Hehe” Sapa dan tanya Jongdae sunbae dengan kekehan khasnya.

“Ya seperti yang Sunbae lihat” aku menjawab dengan mengerucutkan bibir ku.

Tak sengaja aku melihat raut wajah Namja yang berada disebelah Jongdae Sunbae. Hey, kali ini aku melihat namja itu dengan jelas di bandingkan tadi saat dirumah. Dan kenapa aku seperti mengingat sesuatu. Ah, ani ani… itu hanya halusinasiku saja.

“Hey! Hey! Youra-ya? Gwenchana?”

“…..”

“Ya!!! Youra-ya!!!”

“Aahh mianhae mianhae sunbae. Hehe” tanpa tersadar ternyata aku tadi melamun sebentar

“Oh ya aku lupa, ku perkenalkan ini Xi Luhan. Dia murid baru yang aku ceritakan pagi tadi”

“Oh Annyeong Haseyo. Jeoneun Ahn Youra Imnida” aku menyodorkan tanganku dan langsung di sambut hangat olehnya.

Youra Pov End

Luhan Pov

“Oh Annyeong Haseyo. Jeoneun Ahn Youra Ibnida”

Aku langsung membalas jabatan tangannya dengan hangat.

“Xi Luhan Ibnida”

Yeoja itu tersenyum singkat. Terlintas di pikiranku bahwa aku pernah bertemu Yeoja ini. Tapi dimana? Dan kapan?

Tanpa ku sadari, aku teringat masalah penyakitku yang tidak boleh ku ceritakan pada siapapun termasuk Suho. Suho adalah saudaraku di Seoul.

Flashback

Aku terduduk lemas bersama Eomma dan Appaku di ruangan dokter. Aku tidak begitu mengerti. Akhir-akhir ini aku sering sekali merasa pening dan dan terkadang mimisan. Aku memikirkan apa yang sebenarnya terjadi sampai pada akhirnya sang dokter masuk kedalam ruangannya.

“Dok, bagaimana Luhan? Apakah separah itu? Apa tidak ada penangkalnya?” Tanya Eommaku yang sudah panik duluan seperti orang kehilangan harta. ‘Ya memang aku hartanya’

Setelah berpikir lama sambil memandangku, dokter membuka suara.

“Kondisi Luhan cukup membaik dan akan bisa menjadi lebih baik jika Luhan rutin untuk check up serta minum obat. Aku hanya sedikit khawatir dengan saraf lain yang ada di otaknya. Luhan terkena penyakit saraf dan itu membuat ia sedikit lupa akan masa lalunya, semacam amnesia tapi tidak parah. Untuk sedikit catatan, tolong jangan buat pikiran Luhan menjadi berat dan jangan di hadapkan dengan masalah yang bisa membuat ia depresi.”

Aku terdiam mendengarkan penjalasan dokter barusan. Apa? Penyakit saraf? Amnesia? Apa rasa pusing itu mengganggu sarafku sampai aku amnesia? Tak mungkin.

Sedikit tak percaya bahwa aku kini mengidap penyakit saraf. Aku hanya bisa menghela nafas panjang dan aku memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk kedepannya. Tapi tentang masa laluku? Apa yang sebenarnya terjadi?

Flashback End

Author Pov

“Senang bertemu denganmu, Youra-ssi” Luhan mulai melontarkan kalimat setelah berjabatan tangan dengan Youra.

“Sama-sama sunbae, oh iya sun-…” jawab youra, dan kalimat Youra terpotong ketika Suho menyapa Luhan

“Luhan!”

Sontak semuanya menoleh ke arah Suho yang berteriak cukup lantang di koridor sekolah. Dengan berlari cukup kencang Suho menghampiri Luhan.

“Bagaimana sekolah ini menurutmu? Aku harap kau bisa beradaptasi lebih cepat, ne~”

“Cukup bagus. Ya semoga saja aku cepat beradaptasi”

Tak sadar, Youra sedari tadi hanya memandang wajah tampan Suho. Suho adalah namja pertama yang menyita perhatian Youra sejak dibangku SMP. Bisa di katakan Youra sering membuntuti Suho kemanapun sampai ia rela belajar keras demi masuk SMA yang sama dengan Suho.

“Youra? Youra?”
Panggil Suho dengan menggerakkan telapak tangannya di depat mata Youra.

Tak lama Youra pun kaget.

“Mianhae Oppa. Hehehe. Aku kembali ke kelas dulu kalau begitu. Annyeong Suho oppa, Annyeong Sunbae”

Youra pun berlari meninggalkan 3 namja yang sedari tadi hanya bengong dengan sikap salah tingkah Youra.

Jongdae yang sangat mengerti mengapa Youra seperti itu hanya bisa tertawa kecil dan membatin.

‘Mau sampai kapan kau menahan perasaanmu terhadap Suho, Youra?’

“Ya!!! Apa yang kau tertawakan, Chen”

“Ani…Ani.. hehe. Hanya saja aku pikir Youra selalu memperhatikanmu, Suho.”

“Kau bisa saja mengarang cerita. Sudahlah, kajja kembali ke kelas.”

Mereka bertiga akhirnya kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran selanjutnya.

Kriiiiiinggg…. kriiiingg…..

Bel istirahat sekolah sudah berbunyi, waktunya untuk semua murid melakukan kegiatan bebas.

Di kelas Youra

‘Tukk…tukk..tukk’ Baekhyun memukul pelan kepala Youra yang sedang melamun.

Merasa tak di pedulikan Youra akhirnya Baekhyun menambah kekuatan memukulnya dan terjadilah insiden (apasih thooorr…-_-)

“Ya!! Kau ini apa-apaan bacon!!”

“Kau yang apa-apaan, daritadi melamun. Ini sudah jam istirahat dan aku lapar!!”

“Yasudah kajja ke kantin!” Dengan sedikit membentak akhirnya Youra beranjak dari bangkunya dan menarik Baekhyun (si Baekki disini sangat manja)

“Gomawo Youra-ya. Hihihi” bisik Baekhyun tepat di telinga Youra hingga membuat Youra menoleh geli.

Kantin

Youra duduk berhadapan dengan Baekhyun. Mata Youra menatap lekat diri Suho yang berjalan menuju salah satu meja yang di duduki Youra dan Baekhyun.

5 menit kemudian Suho menoleh dan memberikan senyum indah ke Youra.

‘Omo! Senyumnya.. Bibir merahnya dan ini Eye-contact pertamaku’ batin Youra. Dengan segera Youra menunduk untuk menyembunyikan muka merahnya itu.

skip

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Youra langsung mengambil handphone nya untuk menelepon oppanya.

Youra Pov

Akhirnya usai sudah waktu sekolahku, sungguh melelahkan dan aku ingin cepat pulang. Aku mengambil handphone di dalam tasku. Tentu saja untuk menelepon oppaku.

“Yeoboseyo. Oppa kau dimana? Aku sudah pulang. Kajja jemput aku. Palli!!!”

“Hey bisa tidak kau pelankan nada bicaramu itu anak kecil” jawab Jae Hyun dengan kesal karena dia memang tidak suka dibentak. Apalagi dengan saengnya sendiri.

“Mianhae Oppaku sayang. Hehe. Oppa dimana? Jemput aku. Aku lelah, Oppa”

“Maaf Youra, Oppa ada kegiatan tambahan. Kau pulang sendiri saja, ne. Atau kau bisa minta antar Suho.”

“Ya! Oppa jangan mulai. Yasudah oppa. Jal jinae (hati-hati)”

“Harusnya aku yang berkata seperti itu. Jal jinae, Youra.”

‘Tuutt….tuuutt…tuuutt’ bunyi nada telepon dimatikan

Yah, hari ini terpaksa aku naik bus lagi. Jarak antara sekolah dan halte lumayan jauh. Inilah yang aku benci saat aku tidak pulang bersama oppa.

Author Pov

Youra akhirnya berjalan menuju halte yang berada diujung jalan. Tiba-tiba sebuah mobil sport silver berhenti tepat di sebelah Youra. Refleks Youra menghentikan langkahnya dan menengok kearah dalam mobil.

“Sunbae. Annyeong. Kenapa berhenti?”

Ternyata yang ada di dalam mobil itu adalah Luhan. Anak baru yang sekolah di tempat Youra.

“Annyeong, Youra. Ku lihat sepertinya kau kelelahan. Apa kau mau menumpang?” Sapa Luhan yang pada akhirnya memberikan tumpangan.

“Aniyo, Sunbae. Tinggal beberapa langkah lagi sampai halte.” Tolak Youra dengan halus namun memang sebenarnya ia sangat lelah.

“Sudahlah. Kajja. Masuklah”

Merasa tidak sanggup untuk menolak akhirnya Youra masuk ke mobil Luhan. Setelah ia duduk, ia kaget melihat mini figur rusa kecil berwarna biru. Rusa itu mirip sekali dengan miliknya tapi warnanya berbeda. Sontak Youra mengingat kembali masa kecilnya.

Flashback

*disini Youra berumur 6 tahun*

Saat berjalan-jalan di Myeongdong bersama keluarganya, Youra kecil melihat mini figur rusa berwarna merah muda dan biru. Youra berhenti dan menghampiri toko yang menjual barang itu. Youra terdiam dan tak sadar ia berpisah dengan keluarganya. Youra kecil memandangi terus barang itu.

1/2 jam lamanya Youra memandangi barang tersebut sampai akhirnya Eomma menemukannya dan memeluk Youra.

“Youra akhirnya eomma menemukanmu. Eomma pikir kau diculik” Eomma Youra berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Youra kecil.

“Eomma, aku ingin itu.” Tanpa basa basi Youra langsung meminta kepada Eommanya.

“Baiklah, eomma akan belikan satu”

“Aniyo, Eomma. Aku mau dia berpasangan”

“Untuk apa?”

“Untuk teman baruku”

“Baiklah. Tunggu sebentar jangan kemana-mana”

“Hmm.” Angguk Youra mengerti.

Dirumah

Youra langsung beranjak dari kamarnya setelah membungkus rapi barang yang dibelikan Eommanya tadi.

‘Aku harap kita akan terus berteman, Lu’

Youra berlari keluar rumah dan menghampiri rumah tetangga di sebelah rumahnya.

Dengan riang Youra melangkah, tanpa Youra sadari disitu terparkir mobil ambulan dengan petugas rumah sakit yang berlari kedalam sambil membawa tandu. Youra tidak sadar apa yang terjadi saat itu.

Yakin berada tepat di pintu rumah itu, Youra memencet bel dan berteriak

“Lu-ge… Lu-ge…”

Brakkk…

Pintu terbuka keras. Petugas rumah sakit keluar dengan seseorang berada di atas tandu. Terbaring lemah dengan darah bercucuran melalui hidungnya.

Youra kaget melihat siapa orang itu. Dan itu adalah temannya, Lu. Youra terdiam. Eomma Lu keluar rumah, menangis dan menghampiri Youra. Tanpa pikir panjang Eomma Lu memeluk Youra dan berkata..

“Gadis kecil maafkan Ahjumma. Ahjumma tidak seharusnya membiarkanmu kaget seperti ini. Ahjumma harap kau tidak menangis.” Sambil tetap memeluk Youra dan mengelus rambutnya, Eomma Lu melanjutkan perkataannya..

“Ahjumma akan membawa Lu ke Cina untuk berobat. Kau tidak keberatan, kan? Karena ini juga untuk kebaikan Lu. Ahjumma dan Lu tidak akan pindah dari Seoul. Kami akan kembali lagi nanti.”

Youra kecil masih larut dalam diam. Ia tidak bisa membalas ucapan Eomma Lu yang lembut itu. Mencoba mencerna beberapa kalimat yang di lontarkan Eomma Lu, akhirnya Youra mengatakan sesuatu kepada Eomma Lu

“Ahjumma. Bisa Ahjumma berikan ini untuk Lu-ge? Dan katakan ‘Saengil Chukka Habnida’. Aku…hiks.. aku… aku tidak bisa melihat Lu-ge seperti itu Ahjumma” akhirnya Youra kecil menangis dan berlari menuju arah rumahnya.

Youra menghambur ke pelukan Eommanya dan menangis sejadi jadinya. Eomma Youra tentu heran. Selama ini Eommanya tidak menyadari kalau Youra berteman dekat dengan anak tetangga sebelah. Pertemanan mereka diawali dengan percakapan anak kecil lewat balkon rumah mereka masing masing.

Seiring berjalannya waktu Youra terus memandangi balkon tetangga samping rumahnya itu. Sepi. Seperti tak berpenghuni. Hingga Youra SMP akhirnya rumah itu telah diisi oleh penghuni lain. Yaitu keluarga Kim. Yang youra tau, keluarga tersebut mempunyai anak laki-laki beda 1 tahun dengan Youra. Anak itu bernama Kim Joon Myeon atau Suho. Dirumah itu Suho tidak menempati kamar yang dulu dihuni Lu.

Keluarga Kim berencana berkunjung ke rumah Youra, rumah keluarga Ahn. Appa Youra dan Appa Suho merupakan relasi bisnis yang teramat dekat. Dari pertemuan keluarga inilah Suho sangat menyita perhatian Youra. Sudah sangat jelas Youra memperhatikan gaya penampilan Suho yang sangat menawan. Tapi tak bisa di pungkiri pikiran Youra masih mengingat teman kecilnya itu, Lu.

‘Kapan kau akan kembali, Lu. Aku merindukanmu dan aku harap kita bertemu lagi’ batin youra.

*meanwhile*

‘Saengil Chukka Habnida, Lu-ge~’

Luhan kecil tersenyum melihat kertas biru muda terlipat rapi di atas mini figur rusanya. Yap, Lu adalah Luhan. Teman masa kecil Youra. Sayangnya memang Luhan belum begitu mengingat nama Youra dengan jelas dan terlebih lagi Eommanya hanya memberitahukan kalo ini pemberian dari gadis kecil tetangga sebelah rumahnya. Air mata Luhan menetes.

‘Maafkan aku. Aku tidak sempat membalas ucapanmu. Mianhae. Hiks’ batin Luhan dengan sendu.

Flashback End

Youra masih memandangi mini figur rusa yang ada di dashboard mobil Luhan itu. Luhan terus memperhatikannya. Luhan hanya terheran seakan tak menyadari suatu hal. Akhirnya Luhan memberanikan diri bertanya kepada Youra.

“Apa kau suka mini figur itu, Youra?”

“Aniyo, Sunbae.” Youra berpikir sebentar lalu melanjutkan kata-katanya.

“Rusanya lucu sekali, Sunbae. Dimana Sunbae mendapatkan itu?” Tanya Youra

“Itu pemberian teman masa kecilku saat aku berulang tahun. Kau menyukainya? Ambil lah”

“Shireo!! Itukan barang berharga. Sunbae harus menjaganya. Aku bisa meminta pada Eomma nanti. Hehe.”

“Arraseo. Kajja kita pulang”

Di perjalanan mereka berdua terhanyut dalam suasana diam hingga akhirnya Luhan memberanikan diri untuk bertanya alamat rumah Youra.

“Youra?”

“Ya, Sunbae. Ada apa?”

“Kau belum memberitahu alamat rumahmu.”

“Ahh andwae, Sunbae. Mianhae aku lupa”

“Gwenchana. Sekarang ayo beritahu alamatnya biar kita tidak berputar putar saja dari tadi.”

“Arraseo, Sunbae. Dari halte tadi Sunbae cukup lurus saja hingga lampu merah lalu belok kiri. Sunbae ikuti saja arah bus yang baru melaju tadi. Tak jauh dari sana nanti ada sebuah komplek perumahan sunbae masuk saja kesitu.”

“Tunggu. Sepertinya kita satu arah dan satu komplek perumahan. Nomor berapa rumahmu?”

“Blok XO no. 366″

“Youra. Sepertinya kita bertetangga. Rumahku blok XO no. 365.”

Youra terdiam ketika Luhan memberitahu kalau nomor rumahnya, nomor 365.

‘Itukan rumah Suho Oppa dan bekas rumah Lu-ge?’ Batin Youra.

tbc~

 

5 pemikiran pada “Don’t Go (Chapter 1)

  1. Luhan gak ingat ya.kalo youra itu gadis kecil mu itu. Sebenarnya luge sakit apa?
    Jadi suho belum tau kalo youra itu suka sama kamu. Thorr ada typo ‘ibnida’ hihihi 😀

    Lanjut chap ya thor 😀
    F I G H T I N G …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s