Freaky Girl [7]

“Freaky Girl [7]”

freak girl

Author : alfykmn || Casts : Kim or Park? Chanyoung (OC) [*smirk*], Uri Secret Cast or Chanyeol [EXO], Sehun [EXO], Baekhyun [EXO], Luhan [EXO], etc || Genre : Friendship, Life, School-life, Love/Hate, AU || Lengrt : Chapter || Rating : Teen

(PS : already post at dreamersradio –fanfiction– dengan berbagai perubahan)

.

.

.

.

“Hey, Chanyeol!” Namja yang dipanggil Chanyeol itu tetap saja diam, tidak menanggapi suara lengkingan yang jelas-jelas di sebelahnya.

“HOI! PARK CHANYEOL!”

“E-eoh? Ya? Ada apa, Baekhyun-ah?” responnya sembari mengusap kasar wajahnya.

“Kau kenapa? Tumben melamun. Apa karena…”

“Adikku.”

“Ah ya dia, adikmu. Park Chanyoung bukan? Heu….” Baekhyun mengerutkan sedikit keningnya, terlihat sedang mengingat sesuatu sedangkan Chanyeol sudah menghela nafas entah untuk keberapa kalinya. Jauh berbeda sekali dengan dirinya yang sehari-hari selalu menebarkan happy virus brightly smile ke siapapun.

“Namanya mirip dengan Kim Chanyoung yang suka akting itu?”

“Itu memang adikku bodoh,” balas Chanyeol kelewat kesal tapi hanya ditanggapi oleh mata kecil Baekhyun yang melotot minta hampir keluar.

“MWO?!”

PLETAK!

“Reaksimu telat! Pakai acara berteriak lagi! Sebenarnya yang berakting itu adikku atau kau hah?!” serunya mulai berceramah sedangkan sang korban Byun mendengus seraya mengelus hadiah jitakkan tadi.

“Aku selalu membicarakan Kim-Chanyoung-yang-kau-bilang-adikmu-itu tapi apa kau tidak tidak marah karena aku menjelek-jelekkan adikmu sendiri?! Aku juga tidak berakting seperti bocah itu! Kau tau sendirikan kalau aku ini seperti apa di hadapan orang asing,” seru Baekhyun cukup keras. Untungnya mereka sedang ada di koridor yang paling sepi.

“Mana aku tau! Kau tidak pernah menunjukkan wajah anak yang kau bicarakan itu! Adikku juga begitu! She’s snowflake and snowflake will melt if it near ‘her’ friend, Sun!!”seru Chanyeol dengan suara bassnya yang terdengar buruk saat berteriak. Baekhyun pun sampai menutup kedua telinganya.

“Lalu kalian pasangan yang cocok dan menikah! Aku akan menyanyikan lagu ‘Love like snowflake’ milik Junsu JYJ sebagai lagu pernikahan kalian! Kau puas?!” Baekhyun bergidik ngeri, apalagi saat membayangkan dirinya akan berdiri di depan altar bersama seorang Kim –atau mungkin Park?– Chanyoung dengan wedding dress yang pasti tampak konyol dan tidak cocok –setidaknya untuk Chanyoung (tapi bukan berarti pemuda bermata sipit ini mau bersanding dengan gadis itu).

“Argh!! Aku tidak mau mempunyai kakak ipar yang gilamu! Dan tidak mau mempunyai adik freakymu yang beraninya melawan salju yang dingin seperti orang bodoh!” seru Baekhyun diiringi dengan ekspresi merinding sebaik mungkin tapi malah ditanggapi dengan geplakkan dari pemuda sebelahnya.

“Kakak ipar yang gila katamu? Apa? Ganteng begini! Adiknya juga tidak mirip orang gila! Dia itu manis….cantik….”

“Cih, mana ada gadis manis dan cantik tapi bertemu dengan pamanku terus,” gumam Baekhyun sembari komat-kamit agar jodohnya memang benar-benar bukan Kim atau Park Chanyoung itu.

“……Memangnya kau yakin tidak akan menikah dengan adikku? Memangnya kau sudah tau jodohmu? Kalau sudah, kau berani taruhan denganku kalau kau yakin tidak akan menikah dengan adikku?”

“Jodohku ya Taeyeon SNSD lah! Taruhan? Cih, sudah tidak zaman!”

“Itu maumu! Kalau jodoh bisa dipilih begitu, aku mau bersama Dara 2NE1!”seru Chanyeol jengkel. Baekhyun hanya tertawa melihatnya. Diam-diam pemuda bermata besar ini juga terkekeh melihat sahabatnya tertawa. Padahal harusnya dia yang tertawa dan Baekhyun yang terkekeh karna menyadari dia yang sedang bersedih.

Bro, perasaanmu sudah baik kan? Kau kenapa bisa sekusut tadi?” Akhirnya Baekhyun menanyakan topik permasalahn yang melanda pemuda Park ini. Chanyeol yang merasa sudah cukup ‘tenang’ langsung menunjukkan wajah seriusnya dengan tatapan menerawang.

“Tadi ya, aku tidak sengaja bertemu Chanyoung yang ternyata sedang bermasalah di kantor pamanmu. Mereka berisik sekali sampai aku bisa mendengar kalau dia menyuruh pamanmu menghubungiku atau Yura noona tapi kalimat terakhirnya itu ‘kalau dia peduli’ jadi-”

“Merasa bersalah?”

“Ya, aku kakak yang buruk ya? Diam saja saat adiknya dalam masalah dan tidak bisa bertindak apa-apa,” ujar Chanyeol lesu. Bahunya yang lebar dan tegak itu bahkan sampai turun.

“Coba batah orang tuamu sekali-kali,” saran Baekhyun meskipun dia tau ini bukan ide yang bagus –untuk ukuranya mengingat Chanyeol tidak seperti dirinya yang suka membantah jika merasa itu salah atau tidak suka tapi tetap saja harus dicoba karena dia bukanlah bocah berumur 13 tahun lagi seperti dulu.

“Tapi-”

“Sikap yang diambil oleh orang tuamu salah bukan? Aku pernah membaca sesuatu kalau orang tua menyuruh kita diam padahal mereka melakukan hal yang tidak baik, kita harus membantahnya. Tenang saja, itu tidak termasuk ke kriteria anak durhaka.”

Chanyeol bergeming. Entah karna tidak tau mau menanggapi ceramah langka Byun Baekhyun atau memikirkan ulang ucapannya.

***

BRAK!

Chanyoung meletakkan pulpennya dengan kasar lalu menatap tajam Luhan yang pura-pura sibuk.

“Ada apa? Curi-curi pandang terus. Naksir padaku?” sahutnya kesal.

Geer! Sebentar lagi bel pulang, perlukah kita berempat makan di kedai es krim favorit?” Gadis itu mengerutkan keningnya. Sudah lama dia tidak makan es krim yang terkenal enak serta mahal itu. Terakhir kali itu tahun lalu, itu pun karena dia menangis akibat rindu teman-teman masa kecilnya dan mereka pasti ditraktir (lagi) oleh Sehun. Wah wah ada apa ini?

“Eh eh, aku tidak sedang menangis kok,” elak Chanyoung cepat-cepat menyimpulkan.

“Apa kau tidak rindu makan es krim itu? Aku hanya mengajak kok. Tenang saja, kali ini aku yang traktir,” sahut Luhan enteng tapi gadis di sebelahnya masih menatap curiga. Iya itu uang Luhan tapi pemberian dari Sehun. Siapa yang tau bukan?

“Tidak tidak tidak,” tolak Chanyoung tegas dan kembali terpaku menatap rumus matematika yang mati-matian dia hafalkan, mengabaikan semua ocehan –bahkan tawaran yang lebih ‘berharga’ dari si Raja Drama ini.

****

KRING!!

“YE PULANG!!”

KRING!!

Tap Tap Tap Tap….

KRI-

“Park Chanyoung!”

Sambil memasukkan buku-buku ke dalam tas, kepala si empu yang dipanggil bergerak-gerak mencari sumber suara. Meskipun dia benci dipanggil seperti itu, tapi rasanya aneh ada orang yang tau soal marga itu selain Sehun, Luhan, Kyungsoo, Chen, Baekyon songsaengnim, para guru lain, dan….

Tanpa disadari, tangan bebasnya terkepal erat dan giginya bergemeletuk.

Sial.

Siapa lagi yang mengetahui marga lamanya dan dengan tidak terduga berani meneriakkannya selain Park Chanyeol sinting itu.

“Park Chanyoung, kau lama sekali! Ayo kita pulang bersama ke rumah~!” Tiba-tiba gadis berambut pendek itu merasa tubuhnya benar-benar ringan kali ini. Bahkan kalau saja kesadarannya tidak tiba-tiba muncul, dia pasti sudah jatuh.

“Park Chanyoung!!! Kalau kamu lama nanti aku tinggal loh!”seru seorang namja berperawakkan tinggi dengan senyum lebar menghiasi bibirnya sedangkan di hadapannya ada seorang yeoja kecil yang mirip dengan namja berperawakkan tinggi itu tengah tergesa-gesa memasukkan bukunya ke dalam tas.

“Oppa! Tunggu! Jangan tinggalkan aku!!”

“Bye bye Park Chanyoung!!”

“Oppa! Aish! Kakak macam apa ini?! Ya! CHANYEOL OPPA!”

Chanyoung mengerjapkan matanya berkali-kali ketika sekelebat memori lewat begitu saja saat dirinya ‘menerawang’ sesuatu yang bahkan ragu ia sebut masa lalu. Harusnya dia tidak perlu melakukannya jika begini jadinya.

“Cih, siapa kau? Kau mau mati?” Cengiran lebar yang menghiasi namja yang memanggil gadis itu tadi pudar, tergantikan dengan ekspresi terkejut. Luhan sendiri yang sudah siap untuk melangkah keluar kelas juga tak kalah kagetnya.

“P-Park Chanyoung…”

“Park Chanyoung siapa? Aku ini Kim Chanyoung. Apa itu adikmu yang telah mati ya?”

“Park Chanyoung….”

“XiLu, ayo kita pulang. Pasti yang lain sudah menunggu,” Luhan bergeming, tetap menunjukkan wajah terkejut tanpa memberikan respon apapun membuat teman sebangkunya itu merasa kesal seperti berbicara dengan patung.

“Aku jalan duluan. Jangan lupa nyusul,” sahutnya sinis seraya melangkahkan kakinya lebar-lebar saat tiba-tiba muncul seseorang yang mencegat akses jalan satu-satunya untuk keluar-masuk.

“Minggir, Byun Baekhyun,” Baekhyun tertawa sekilas tapi sedetik kemudian, sepasang matanya menatap tajam Chanyoung.

“Benar-benar tidak punya hati, kakakmu sudah berbaik hati begitu tapi kau tanggapi dengan buruk. Kalau kau begini bukan sedang berakting cool tapi berakting untuk menjadi heartless.”

Sok tau! Kau….Kau….Tidak tau apa yang aku rasakan! Kau tidak tau kalau aku……asdfghjkl ARGH! Aku tidak bisa! Aku bukan heartless, mereka yang membuatku begitu! Lagipula, memangnya mereka akan balas berbaik hati padaku kalau aku lembek sekarang? Tidak akan! Tapi…..ARGH! Tubuh dan pikiranku menolak hal itu!

“T-tau apa kau tentang dia? Kakakku? Kalau dia memang kakakku, harusnya dari dulu dia melakukan hal ini bukan sekarang. Too late,” desis Chanyoung tanpa rasa takut membalas tatapan pemuda di depannya dengan tatapan yang lebih tajam. Meskipun begitu, ia tak bisa menyembunyikan suara gemetarnya tadi dan sayangnya, Baekhyun menyadari hal itu. Benar-benar menyadarinya.

“Mumpung sedang sepi. Buka topengmu dan aktingnya, bodoh.”

“Akting apa? Kau bercanda? Ahahahaha ternyata-”

“Aku bukan orang yang pintar bahasa tapi kau benar-benar mengingatkanku pada Snowflake. Dingin dan beku namun saat jatuh ke jalanan yang keras, saat jatuh di tangan manusia, dan saat matahari muncul setelah tertutup awan dia akan meleleh.

Pasti ada orang yang dingin dan beku seperti snowflake tapi langsung mencair saat bersama sesuatu yang ‘hangat’,” Bersamaan dengan selesainya rentetan kalimat Baekhyun yang terdengar picisan, saat itu pula terdengar isakkan tangis. Entah ada angin apa, pemuda Byun itu merekuh tubuh kecil Chanyoung dengan hati-hati ke dalam pelukkannya seakan-akan dia mengerti apa yang dirasakan oleh gadis itu.

Aku bukan orang yang ‘hangat’ seperti tangan manusia atau cahaya matahari yang mengenai salju sepertimu. Tidak juga sehangat teman-temanmu.

Tapi snowflake memang rapuh –benar benar rapuh terutama saat dia satu-satunya tersisa dari milyaran snowflake yang jatuh. Saking rapuhnya, dia bahkan bisa bersender dengan siapapun meskipun dia tau itu tidak akan membuatnya ‘mencair’.

 

-TBC-

 

NB : Kemudian TBC datang dengan nistanya……… AAAAAA >.< YEEE POSTER BARU!! /salkus /ditimpukkin /iniudahhappinessbelom /hehe /ABAIKANSAJA

………aish……sedih aku teh padahal mau bikin lebih panjang dari ini tapi tapi…..gak bakalan seru dan ini terdesak/???

Hai hai hai kita jumpa lagi. Aku udah bener-bener gak hiatus mungkin mengingat udah selesai ujian dan libur panjang dan aku gak ada kerjaan dan….blablablabla. aku udah baca komentar kali semua (akhirnya!) dan berpikir setelah ini bakalan bales (karena aku baru aja menyamar/? menjadi orang aneh yang mengaku suka banget baca ffku dan menanyakan soal kira-kira gimana sikap author ff ini dan dia menjawab dengan tidak terduganya muehehehe:v /alahketawaketawaginipadahalngerasabersalah /sampekaget /sampebingung)

Aku bener-bener rasanya mau ngirim 3 part sekaligus tapi ya…..kurang greget ya? ARGH sampe bingung. Sampe kaget. Sampe terkejut asdfghjkl! /udahlahyaayoberhenti

Yaampun aku masih kepengen banget bikin kalian gumoh baca note gak penting ini tapi tapi liat aja lah ya nanti di kolom komentar xD jadi ayo yang baca kasih komentar juga!! Hehehehehe<3 ❤ ❤ ❤ sampai jumpa di kolom komentar! *bush!*

8 pemikiran pada “Freaky Girl [7]

  1. keren, posternya juga keren.
    apa baekhyun gak akan berantem lagi sama chanyoung. semoga chanyoung bisa baikan lagi sama chanyeol.
    gak sabar nunggu part berikutnya ><

    • ini part kesukaanku hehehehe (ketawa jahat/?)
      hah~syukurlah gak berkomentar aneh aneh/? soal poster karena ini poster yang kubuat setelah setengah tahun gak main sama ps dan bentuk perumpamaan aneh chanyoung yang berupa ice cream an baekhyun berupa es batu masuk ada di posternya (ini makin bikin aneh/?)

      aku lagi ngedit part 8 doakan aku kuat ngedit seharian yaaaa makasih komennya 😀 (fighting juga buat kamu yang mau nungguin ff ini yang endingnya masih jauh….)

  2. Kyaa thorrrr arrgghhh ini si baekki knp meluk meluk chanyoung akakak trs knp chanyoung ganti marga? >< Asli sumpah penasarann thorrr tanggung jawab next chap harus fast update! X'D
    Hwaiting!

    • awww apa kamu gak peka kenapa chanyoung tetiba tiba ganti marga? baca bagian awalnya lagi dong /maksa/ggg hehehe:D tapi nanti makin ketara jelas kenapa ganti marga kok di part 8 (btw tinggal nunggu itungan hari mau ngirim dan part 8 bakalan panjang sampe dipotong dua/?~)

      baek udah gak sabar kali meluk melukkan /gggg hihihi~ seneng deh bikin kamu penasaran~ makasih ya udah komen, komentarmu berharga banget buatku/? /ggg 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s