The Third Team – Revenge Mission (Chapter 1)

The Third Team – Revenge Mission Part.1

poster 3rdteam

Created by : Alicia Kim | Edited by : Ririn Setyo

Park Chanyeol | Kim Minhee | Kim Jongin | Byun Baekhyun | Xiumin | Zhang Yixing

Other Cast : Kris Wu | Oh Sehun | Kim Joonmhyun | Song Jiyeon.

Genre : Action, Romance ( PG – 15 )

FF ini juga publish di blog: http://www.kireinara89.wordpress.com and http://www.ririnsetyo.wordpress.com dengan menggunakan Cast yang berbeda.

*

*

*

Third Team Secret Office

South Korea

“Ya!! Minhee Noona!!”

Protes seorang laki-laki bertinggi badan 174 centimeter, bermata sipit dengan umur yang baru menginjak 20 tahun, merasa terganggu oleh seorang wanita cantik yang baru saja datang, merusak waktu sengangnya menonton Drama Series Favouritenya.

“Kenapa kau selalu menganggu kesenanganku hah!!” laki-laki itu —Byun Baekhyun— melayangkan protesnya, menatap sengit wanita cantik yang mengganti chanel televisi begitu saja.

“Byun Baekhyun, Drama lagi? Kau itu anak laki-laki, seharusnya kau melakukan apa  yang biasanya dilakukan anak seumuranmu. Bermain basket, dating pretty girl atau melakukan sesuatu yang menyenangkan sesuai dengan umurmu.” Baekhyun mengerucutkan bibirnya, bosan mendengar Minhee yang selalu saja mengatakan hal yang sama, tiap kali mendapati dirinya sedang bersantai menyaksikan Artis Favouritenya Park Shinhye di televisi.

 

Kim Minhee 24th – Youngest Princess of Shinwa International Corporation, sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di Korea Selatan, Hotel dan Departement Store yang tersebar di beberapa negara di Dunia. Minhee sendiri merupakan salah satu Fashion Designer muda berbakat Korea selatan. Namun wanita yang terlihat feminime ini mempunyai hobi yang sangat tidak biasa, ia biasa menggunakan senjata tajam dan senjata api sejak berumur 13 tahun, ia juga mengusai bela diri dengan sangat baik dan karena kemampuannya itulah membuat NTS  secara diam-diam merekrutnya sebagai salah satu Agent.

Byun Baekhyun 20th – Third Team Agent  dengan kemampuan luar biasa, NTS secara tersembunyi merekruitnya sebagai salah satu agent. Ia dan seorang temannya merupakan Best Korean Data Analyst  dan Best Korean Hacker. Byun Baekhyun sendiri sebenarnya adalah Seorang putra bungsu dari pemilik Hanwa Internastional Corporation, namun dia tidak pernah mempublikasikannya, dia bahkan mengunakan  status dan marga yang berbeda dengan kedua kakaknya.

 

“Berbicara soal date, sebaiknya kau yang harus memikirkan hal itu Nona Kim. Apa aku lupa berapa umurmu? Tahun ini umurmu genap 24 tahun dan You Still Single!” seseorang menginterupsi percakapan Minhee dan Baekhyun, dua orang yang hobi sekali berdebat walaupun umur mereka terpaut cukup jauh.

“Ya! Zhang Yixing! Kau mau mati hah?!” Minhee menatap meja di depannya, melempar buah apel yang Minhee rasa milik Baekhyun lalu melemparkannya pada Yixing, tapi tentu saja dapat ditangkap oleh pria tampan berlesung pipi itu.

“Apa kau tidak sadar berapa umurmu saat ini? Tahun ini kau bahkan berumur 25 tahun dan kau baru menjadi Single juga kan?” Minhee mendengus, membalas perkataan Yixing dengan penekanan pada kalimat Baru menjadi Single.

Yak!!! Bisakah kau tidak mengungkitnya?” Yixing kesal, mengingat kisah cintanya yang kandas ditengah jalan. Sang mantan kekasih meninggalkannya begitu saja, berselingkuh dengan laki-laki lain. Ia pun merebahkan tubuhnya di sofa tempat Baekhyun berada, membuat Baekhyun mendesah putus asa seraya mengeser posisinya.

 

Zhang Yixing 25th – Mahasiswa lulusan Kedokteran Forensik yang mempunyai wajah tampan yang memabukkan, bertinggi badan 178 centimeter. Ia mempunyai IQ diatas rata-rata, mempunyai keterampilan untuk membaca gerak bibir seseorang, serta menguasai beberapa bahasa sulit di dunia, seperti Rusia, Jerman dan Spanyol. Namun pria tampan itu selalu bermasalah dengan wanita yang ia kencani, karena sepertinya ia lebih mencintai buku-buku kedokterannya dibanding kekasihnya.

 

So Episode kali ini tentang apa?” tanya Yixing pada Baekhyun, Minhee pun hanya mampu mendesah kesal melihat kedua laki-laki dihadapannya yang tergila-gila pada Park Shinhye.

“Pathetic!” Minhee mengelengkan kepalanya, ia pun terpaksa ikut bergabung dengan Baekhyun dan Yixing, menunggu waktu untuk bertemu dengan salah satu clientnya.

“Dimana yang lain? Kenapa sepi sekali.” Minhee melihat sekeliling, terlihat lebih sepi dari biasanya.

“Chanyeol Hyung, ia mengatakan akan sedikit terlambat karena sedang menciptakan sesuatu alat baru untuk kita semua.” jelas Baekhyun membuat Minhee menganggukkan kepalanya, seolah mengerti padahal ia sendiri tidak mengerti mengenai alat yang sedang Chanyeol ciptakan.

“Cheonsa Noona sedang ada kuliah tambahan, ia akan langsung kemari jika Profesor anehnya tidak memberikan tugas tambahan.” Baekhyun menatap Minhee, mengangkat kedua bahunya, kembali menatap layar televise.

 

Park Chanyeol 25th – Lulusan Fakultas Engineering, mempunyai kemampuan menciptakan alat dengan kelebihan yang tak terduga. Ia pernah membuat seluruh pemerintah Korea Selatan Shock, akibat salah satu alat yang ia ciptakan yang hanya sebesar pelembab bibir, namun berhasil membuat dua gedung berlantai 25 hancur tanpa sisa.

Park Cheonsa 22th –  Tomboy, serba bisa (kecuali memasak) dengan daya ingat yang sangat memukau semua orang. Ia bisa membaca 1 buku dengan tebal 500 halaman hanya dalam waktu 3 jam, tanpa melupakan isi yang terkandung didalamnya. Cheonsa adalah Agent NTS specialist Data Analyst dan berkat ketekunan dan kerja samanya dengan Byun Baekhyun, membuatnya dapat melakukan lebih, yaitu menjadikan dirinya sebagai salah satu Best korean Hacker yang dimiliki NTS.

 

“Sisanya?” Minhee menatap Yixing dan Baekhyun yang mengangkat kedua bahu mereka.

Kim Jongin dan Xiumin. Dua agent terbaik NTS yang lolos seleksi dan ditempatkan bersama anggota Third Team lainnya.

The Third team adalah sekelompok anak muda pilihan yang mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki orang-orang pada umumnya, ditemukan secara rahasia oleh seseorang bernama Cha Seungwon, sang kepala Third Team Agent dan melatih mereka secara langsung. Cha Seungwon pria berusia 35 tahun, Agent Senior terbaik yang dimiliki oleh NTS, Ia diberi perintah langsung oleh Departement Pertahanan Negara, untuk membentuk Team khusus yang akan mendukung keamanan Korea Selatan dari ancaman atau serangan teroris.

“Lalu di mana Ahjussi tua itu? Tidak seperti biasanya aku tidak melihat batang hidungnya. Biasanya ia akan berteriak dan mengeluarkan sumpah serapah, jika mendengar keributan yang tidak perlu!” Minhee melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Seungwon untuk melihat keberadaannya.

“Aku tidak tahu, sejak aku tiba pun Ahjussi sudah tidak ada.” Baekhyun menatap Minhee yang sedang membuka pintu ruang kerja Seungwon, lalu menatap Baekhyun yang memberikan jawaban atas pertanyaannya.

“Baekhyun-ah sudah berapa lama kau ada di sini?” tanya Minhee yang masih berada di depan pintu ruang kerja Seungwon. Baekhyun mengerutkan dahinya, menatap Minhee yang masih tetap melihat kedalam ruang kerja Seungwon, membuat Yixing yang awalnya tak peduli ikut mengalihkan pandangannya pada Minhee.

“Kurang lebih 45 menit yang lalu!” Baekhyun menatap Minhee, mereka saling pandang sejenak, perlahan Minhee mengangkat sebelah kakinya, mengeluarkan Beretta 92 handgun yang tersembunyi dibalik celana panjang yang dikenakannya. Melihat hal itu Baekhyun dan Yixing pun meraih senapan mereka di saku belakang celana mereka.

“Berpencar!” Minhee memberikan kode menggunakan tangan pada Baekhyun dan Yixing. Tanpa diminta dua kali mereka pun mengikuti perintah Minhee, menyebar keseluruh penjuru rumah.

Ketiga agent terlatih itu pun menyisir rumah yang merupakan Secret Office yang khusus diperuntukkan untuk mereka. Memiliki luas 2Ha dengan luas tanah 900 m2, terlihat seperti rumah pada umumnya namun memiliki teknologi yang hampir setara dengan Blue House, memiliki bunker dan gudang senjata serta teknologih cangih lainnya.

 

“CLEAR!”

 

“CLEAR!”

 

“Di mana Baekhyun?” tanya Minhee pada Yixing yang menggelengkan kepalanya, ia yang terakhir bersama Baekhyun.

“Baekhyun-ah!!” Minhee dan Yixing berlari menuju halaman belakang Secret Office.

 

“Byun Baekhyun!!!”

 

“Di sini, aku disini!!!” teriak Baekhyun, Minhee dan Yixing pun berlari mencari keberadaan Baekhyun.

“Ada yang mencoba masuk kedalam Secret Office!” Baekhyun menunjuk pada beberapa ranting kayu yang berserakan di atas tanah, ranting kayu yang patah akibat diinjak oleh seseorang, mungkin beberapa orang lebih tepatnya.

“Bukan mencoba masuk namun mereka sudah berhasil masuk!” Minhee berlari ke dalam Secret Office diikuti Baekhyun dan Yixing.

“Hubungi yang lain, cari tahu dimana Ahjussi tua itu berada! Periksa CCTV! Beri aku kabar baik Baekhyun!” perintah Minhee.

“Laksanakan!” Baekhyun berlari menuju ruangan khusus yang terdapat di bunker Secret Office.

“Yixing ikut aku kita harus memeriksa sesuatu!” Yixing dan Minhee memeriksa ruang kerja Seungwon dengan seksama, walaupun ruangan tersebut terlihat rapih namun Minhee yakin ada sesuatu yang aneh didalam sana.

Yixing melangkahkan kakinya mengikuti Minhee menuju ruang kerja Seungwon, ia pun langsung mengaktifkan intercom yang terdapat di sisi meja kerja milih atasannya itu, agar mempermudah komunikasinya dengan Baekhyun yang berada di bunker secret Office.

“Baekhyun kau mendengarku? Apakah kau sudah menemukan di mana Ahjussi?” tanya Yixing yang masih berdiri dihadapan Intercom, menunggu jawaban dari Baekhyun.

“Aku belum menemukan Ahjussi, ia menonaktifkan telepone gengam miliknya, aku akan mencoba melacak keberadaannya melalui GPS yang terpasang di mobilnya!” jelas Baekhyun.

“Apa yang kalian temukan?” giliran Baekhyun yang bertanya pada Minhee dan Yixing. Yixing pun memandang Minhee yang sedang terdiam melihat keseluruh ruangan.

“Ini terlalu rapih, Ahjussi bukan typical orang yang akan meninggalkan ruang kerjanya dalam keadaan serapih ini. Kau mengertikan maksudku?” Yixing menganggukkan kepalanya, setuju dengan perkataan Minhee, ia pun mulai meneliti semua isi ruang kerja itu.

“I found it! Defense military services!” teriak Baekhyun bersamaan dengan Yixing yang menunjuk sebuah dokumen yang letaknya tidak sesuai dengan lainnya.  Yixing membuka dokumen tersebut dan membacanya dengan teliti.

“Baekhyun-ah kau tetap disini, laporkan semua yang kau dapatkan, aku dan Minhee akan ke markas NTS!” Yixing mematikan intercom, keluar dari ruang kerja Seungwon menuju garasi mobil diikuti oleh Minhee dibelakangnya.

Im on It, berhati-hatilah.” Baekhyun mengakhiri percakapannya, kembali fokus pada CCTV yang terdapat diseluruh Secret Office. “Baiklah Byun Baekhyun, mari tunjukan kemampuanmu!“ Baekhyun meregangkan kedua jari tangannya sebelum kembali menari di atas keyboard laptop yang ada dihadapanya.

****

NTS Headquarters         

Yixing dan Minhee menunjukkan ID card mereka pada security yang bertugas di depan pintu masuk markas besar NTS tanpa menghentikan langkah mereka untuk menuju Operation Room NTS, Yixing mengesekkan ID card dan menekan tombol angka rahasia pada alat yang terpasang di dinding untuk membuka pintu masuk Operating room tersebut. Yixing dan Minhee pun dikejutkan dengan keributan yang tiba-tiba terjadi didalam ruang Operation room, mereka berlari mendekat NTS Chief yang memimpin seluruh Team yang terdapat dalam NTS, Parki Bum Soo.

“Third Team! Zhang Yixing dan Kim Minhee melapor Pak!” Park Bum Soo menganggukkan kepalanya tepat setelah dia melihat Yixing dan Minhee ada dihadapannya.

“Apa yang terjadi?” Minhee menatap 3 layar yang terdapat dalam Operation Room, layar yang berukuran sangat besar yang sama besarnya dengan yang ada didalam teather. “Seseorang meledakkan gedung di sisi barat dan sisi Timur Korea Selatan.” Jelas Park Bum Soo.

“Mereka juga melakuannya di perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara, 25 orang meninggal dunia dan 10 lainnya luka-luka!” jelas seseorang yang tidak lain adalah Park Chanyeol membuat Park Bom Soo, Kim Minhee dan Zhang Yixing mengalihkan pandangan mereka pada Chanyeol yang baru saja datang.

“Aku langsung menuju kemari ketika Baekhyun memberitahukan mengenai kondisi Secret Office, ledakan yang terjadi dibeberapa tempat, aku sudah memerintahkan tim koroner untuk menyisir serpihan-serpihan dan melaporkannya padaku sesegera mungkin.” jelas Chanyeol.

“Dan diwaktu yang bersamaan mereka juga meledakkan dibeberapa tempat lainya, di belahan dunia yang lain!” Yixing, Chanyeol dan Minhee menolehkan kepalanya pada seseoang yang tak lain adalah Cha Seungwon yang berdiri bersebelahan dengan Park Bum Soo.

“Seriously… what the?!” Minhee membulatkan matanya, kesal menatap Seungwon yang tiba-tiba muncul dimarkas besar NTS. Sementara Seungwon hanya tersenyum seraya mengangukkan kepalanya singkat, seperti mengatakan “aku tahu, nanti akan ku jelaskan!”

“Amerika, Korea, Jerman, Belanda!” Cheonsa yang entah sejak kapan juga berada di dalam markas besar NTS, berlari mendekati anggota lainnya, membawa laptop yang berada ditangannya, jari-jarinya kembali menari di atas Keyboard Laptop  sebelum semua yang ada di laptopnya muncul pada big screen. Cheonsa menampilkan beberapa ledakan yang terjadi di 4 negara pada waktu yang bersamaan.

“Lalu apa lagi yang kau dapatkan!” Seungwon bertanya, Cheonsa mengetik cekatan diatas keyboard laptop miliknya membuat beberapa wajah Most wanted muncul pada big screen.

“Who are they?!” gumam Minhee menatap 4 wajah asing yang terdapat pada BigScreen, karena sisanya merupakan warga negara Korea dan mereka semua sudah menjadi target NTS bahkan masuk dalam daftar pencarian FIB serta CIA.

“Byun Baekhyun, bicara!” Cheonsa menekan tombol enter pada keyboard menampilkan wajah Byun Baekhyun yang berada dalam Bunker Secret Office.

“Revenge Mission! Aku menamakannya seperti itu. Pertama Park Youngchul, merupakan Mafia Korea Selatan yang mempunyai kekayaan miliyaran Dollar Amerika,  ia menguasai jaringan pasar gelap, narkoba dan perdagangan senjata ilegal.” jelas Baekhyun yang menatap webcam laptopnya, jari tangannya pun tak berhenti menari diatas keyboard laptop miliknya.

“Kedua Steven Yun, adalah warga negara Amerika yang lahir di China, kembali ke Amerika setelah di deportasi akibat perdagangan wanita dan aksi teror yang ia lakukan 4 tahun yang lalu.” jelas Cheonsa kali ini.

“Lalu apa yang ia lakukan di Amerika?” kali ini Yixing yang bertanya pada Cheonsa dan Baekhyun.

“Mempunyai Kartel Narkoba terbesar di wilayah Amerika bagian selatan, ia bekerja sama dengan Young Chul untuk menciptakan senjata rakitan yang dikirim ke beberapa negara termasuk ke korea selatan!” jelas Jongin yang baru saja tiba.

“SIR! Take a look at this!” ujar seorang data analist mengetik sesuatu agar membuatnya muncul dalam layar besar.

Terdapat gambar yang NTS dapat dari satelit, bus sebuah universitas yang di bajak oleh yang tak dikenal para sandera terdiri dari putra puteri orang yang cukup berpengaruh di AmerikaSerikat bahkan diseluruh dunia,  beberapa diantaranya adalah Putra President AS, dan Putra Perdana Menteri Korea Selatan, Putri Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Putra dari salah satu angota intelegen China yang ditugaskan di Amerika, anak salah satu Duta Besar Indonesia di Inggris yang bersekolah di Amerika dan masih banyak lagi.

“Mereka mencari perhatian lebih dengan menculik mereka!” gumam Cheonsa.

“Pak, Menteri Pertahanan ingin bertemu Anda dan Third Team di ruang meeting.” bisik salah seorang agent NTS kepada Park Bum Soo yang masih memperhatikan bigscreen.

“Baiklah! Aku akan segera kesana!” bisik Park Bum Soo yang membuat agent tersebut undur diri menuju ruang meeting.

“Kalian semua ikut aku, Menteri Pertahanan ingin bertemu!” Park Bum Soo melangkahkan kakinya meninggalkan Operation Room diikuti Third team.

****

Washington Dulles International Airport

Washington DC – United States

Sebuah Jet Pribadi mendarat pada landasan kedatangan Internasional Washington Dulles International Airport. Third Team mendapatkan tugas langsung dari Presiden Korea Selatan melalui Menteri Pertahanan untuk menangani kasus penyanderaan yang terjadi di Amerika Selatan. Penyanderaan yang melibatkan warga sipil Korea Selatan.

“Kris Wu! FBI agent! You guys really fast.” Kris memuji kecepatan NTS Korea Selatan.

“Cha Seungwon, NTS Third Team!“ Seungwon menghentikan langkahnya, menyambut uluran tangan Kris kemudian ia dan anggota NTS lainnya —Jongin, Xiumin, Chanyeol, Minhee dan Baekhyun— melanjutkan langkah mereka, menuju mobil Escalade keluaran terbaru milik FBI yang akan membawa mereka menuju markas besar FBI.

“So Whats the status?” tanya Minhee tanpa mengalihkan pandangannya yang menatap ke arah luar.

“You are so fast baby girl.” mendengar perkataan Kris, Jongin bersiap untuk menahan Minhee untuk tidak mencekik Kris karena memanggilnya dengan akhiran yang sangat ia benci.

Kris menarik sebelah bibirnya mendengar pertanyaan Minhee, Minhee melirik ke arah Baekhyun yang duduk disebelahnya. Tidak semua anggota Third Team berangkat ke Amerika, Yixing dan Cheonsa tidak ikut mereka ditugaskan untuk mencari Informasi dari Korea, Third Team mencurigai keterlibatan orang Korea dalam kejadian ini.

“Im Not you baby Girl! Explain fast Please!” Minhee membalas dengan nada yang tidak bersahabat. Kris menjelaskan dengan detail apa yang sedang terjadi kepada Third Team selama perjalanan menuju Washington DC tempat kejadian perkara berlangsung.

“Secret Services Found Dead10 Minutes ago – the same place they took the kids!, My Forensic Team are On The way!” jelas Kris bertepatan dengan diakhirinya hubungan telepone antara dirinya dengan FBI agent.

“Im the only one who will kill your team if they ruin My Scene!” Minhee ber-hi-five dengan Baekhyun membuat Xiumin dan Chanyeol menahan tawanya melihat kedua Juniornya yang bersifat kekanakan.

****

Washington International University

Washington DC

Seungwon, Jongin, dan Xiumin memutuskan berpisah dengan yang lain, mereka bertiga pergi menuju tempat ditemukannya Jenazah salah satu Secret Services Agent yang bertugas mengawal putra president Amerika Serikat saat itu.

 

US Secret Services (USSS) lembaga pemerintahan Amerika yang salah satu tugasnya adalah untu memberikan perlindungan kepada pemimpin nasional AmerikaSerikat, seperti President, Wakil President yang masih aktif atau pun yang sudah tidak aktif beserta keluarganya. Tidak hanya itu US Secret Services juga bertugas memberi perlindungan kepada Pimpinan negara asing yang berkunjung ke AmerikaSerikat serta para Kedutaan Asing yang berada di Amerika. Sementara itu FBI (Federal Bureau Of Investigation) adalah Biro Investigasi yang bekerja langsung dibawah Departement KehaParkan Ruang Lingkup FBI adalah  menjalankan fungsi keamanan, Intelegen dan penegakkan hukum federal di dalam Negeri AmerikaSerikat.

 

“So this is what your team does?” Minhee menyungingkan senyum sinisnya, melihat Aula Universitas yang sangat kacau, FBI agent tidak bisa menangani para orangtua yang bertanya tentang keberadaan anak-anaknya. Kris menghela nafas melihat bagaimana kualahannya para FBI agent, menangani kekacauan yang timbul akibat penyanderaan yang terjadi hari ini.

“Noona, do something please!” bisik Baekhyun yang berada disebelah Minhee, ia merasa Minhee harus melakukan sesuatu untuk menenangkan para orangtua.

Thats Not My Job, Im Curious what will happen next!” Minhee tersenyum sinis, berbisik pada Baekhyun.

 

Washington International University adalah salah satu Universitas terbaik di Amerika Selatan, memiliki sistem pengajaran yang berbeda dari Universitas pada umumnya, serta tingkat keamanan yang sangat tinggi membuat orangtua tidak akan ragu-ragu untuk memasukan anak mereka disana.

Minhee melangkahkan kakinya mendekati salah satu orangtua yang melempar kertas yang dibagikan oleh salah satu Agent FBI, ia meraih kertas-kertas yang berserakan di lantai dan melembyunannya kembali kepada salah satu orangtua tersebut. Sontak apa yang dilakukan Minhee membuat seluruh orangtua dan para agent membulatkan matanya terkejut. Kris yang terkejut pun melangkahkan kakinya mendekati Minhee, namun tiba-tiba ia merasa seseorang menarik lengannya, ia pun menolehkan kepalanya menatap seseorang yang menahan langkahnya yaitu Park Chanyeol. Chanyeol menganggukan kepalanya singkat seakan mengatakan “Biar Minhee yang menanganinya.

Tell her that you are sorry, Sir!! She is an Agent, you need her to find your Son and Daughter!! So please! Respect Her and other agent do to find them!!” Minhee menatap tajam laki-laki yang melempar kertas tepat ke wajah salah satu Agent FBI.

“Did you think we want to do all kind of this? As you know even this is our job, everynight we always pray everything will be oke, nothings will happen to everyone! Because this is already happen. Please Help Us and be Cooperate, thank you!” tambah Minhee dengan penuh penekanan, menatap ke arah orangtua sadera yang menganggukan kepala mereka mengerti apa yang dikatakan oleh Minhee. Minhee pun menganggukan kepalanya menatap agent FBI yang memegang kertas-kertas yang harus diisi oleh para orangtua .

“Kertas yang berada di tangan anda merupakan formulir yang harus diisi, formulir tersebut sebagai data acuan yang kami perlukan untuk melakukan investigasi. Aku minta kalian menuliskan apa yang harus kami tahu tanpa terkecuali!!Nama kalian, apa yang kalian lakukan, nama para pegawai kalian, hingga siapa nama penjaga toko tempat kalian membeli kopi setiap harinya – Terimakasih!” teriak Minhee yang kemudian melangkahkan kakinya mendekati Chanyeol dan Baekhyun, ia pun ber-Hi-five dengan keduanya, menunjukkan senyum manisnya.

“She is Good!” bisik Kris pada Chanyeol yang berada disebelahnya.

“Yes She Does!” balas Chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya.

****

FBI Building

Washington DC

“Thomas Gibson, you can call me Aaron  FBI, thankyou for coming.”

“Cha Seungwon, NTS Third Team Chief.” Seungwon menyambut uluran tangan Thomas Gibson, leader dari dua team sekaligus BAU (Behavioral Analysis Unit) dan Violent Crime Unit. Ia bersama Third Team akan bekerja sama dengan FBI untuk misi penyelamatan warga negara mereka yang ikut disandera oleh  para manusia yang tidak bertanggung jawab.

“Apa FBI sudah menemukan lokasi keberadaan mereka?” Seungwon berjalan dengan Aaron masuk kedalam Operation Room FBI diikuti oleh para anggota Third team lainnya.

“Seluruh pasukan sudah dikerahkan, namun belum ada tanda-tanda keberadaan mereka!” jelas Aaron yang menerima Map berisi dokumen dari salah satu FBI Agent yang berada disana.

“Mereka tidak main-main! Ini hanya pengalihan, aku yakin itu!” Chanyeol berjalan mendekati sebuah papan tulis yang berisikan angka-angka koordinat yang memungkinkan menjadi tempat para penjahat menyandera para anak-anak.

Minhee berjalan mendekati sebuah Bigscreen berukuran hampir sama dengan yang ada di NTS Headquarters, ia memperhatikan dengan seksama dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan untuk bisa menemukan mereka “GPS! How about GPS inside the kids’s body? Beberapa orangtua menanamkan GPS didalam tubuh anak mereka untuk dapat dilacak.” Minhee membalikkan tubuhnya, menatap FBI agent dan Thirt team yang berada disana.

“Im Working on it!”  Baekhyun memilih untuk duduk diatas meja yang kosong, melipat kedua kakinya seraya mengeluarkan Macbook miliknya mengerjakan apa yang Minhee katakan. Minhee melangkahkan kakinya mengambil alih Dokumen yang ada ditangan Aaron dan mulai membacanya perlahan, kemudian menyerahkan dokumen tersebut pada Jongin.

Kris mengerutkan dahinya. “What are he doing? He—” Kris melirik ke arah Minhee yang menatap Baekhyun. “SSSTTTT!” Minhee menaruh telunjuk di depan mulutnya meminta Kris untuk berhenti bertanya

I found that?!” teriak Baekhyun yang tak mengalihkan perhatiannya dari layar laptop. “Aku akan menghubungkannya ke layar!” tambah Baekhyun yang masih fokus dengan layar laptopnya.

“Sebentar lagi, sebentar lagi. Tidak mungkin! Ini tidak mungkin!” gerutu Baekhyun yang masih berkutat dengan tombol-tombol yang berderet rapih dihadapannya.

“Ada apa?” Chanyeol menghampiri Baekhyun.

“Sinyal tersebut ada di sini, di dalam gedung FBI.“ Baekhyun menghentikan perkataannya, menatap Chanyeol dan Minhee bergantian.

“Find That – NOW!!!” teriak Aaron kepada para Agent yang langsung bergerak menyisir gedung untuk menemukan GPS yang Baekhyun maksudkan.

“Mereka mengeluarkan GPS yang dipasang didalam tubuh anak-anak, cerdas!” Minhee melangkahkan kakinya menatap para Agent yang sedang mencari keberadaan alat GPS yang diselundupkan kedalam gedung FBI.

“This is Weird! GPS itu ditemukan disini!“ Minhee berjalan kembali menuju layar besar, kembali memperhatikan 8 para tersangka yang diduga menjadi otak dibalik penyanderaan ini. “Apa yang akan mereka lakukan untuk mendapatkan keinginan mereka.” Minhee melihat ke arah Kris yang kini berdiri tepat di sebelahnya.

“PARENTS!! They will use the parents!!” ujar Minhee dan Kris bersamaan. “Berikan kami list seluruh orangtua.” ujar Kris pada agent FBI.

Sir! Aku dan Agent Kim berpendapat mereka akan mengunakan orangtua atau apapun yang berhungan dengan keluarga mereka.”

“Baiklah aku ingin data seluruh orangtua, alamat, pekerjaan dan semua hal yang dibutuhkan!” teriak Aaron yang langsung dilakukan oleh para FBI data analyst yang berada di Operation Room.

“Aku ingin kau memantau seluruh kegiatan mereka, Track GPS mereka, retas telepone gengam mereka dan semua kegiatan Online yang mereka lakukan, Byun Baekhyun” Cha Seungwon menatap Baekhyun yang langsung menganggukan kepalanya mengerti.

“3 teams! Kim Jongin, FBI Kenzi, Xiumin, FBI Megan, Kim Minhee, FBI Kris! Move  Move!” ke Enam agent berbeda negara itupun langsung beranjak meninggalkan FBI building menuju para rumah orangtua.

****

So where we go?” Kris bertanya pada Minhee yang meraih telepone gengam yang berada di tas nya. ”South Korea Embassy!” Minhee mengerakkan telunjuknya di depan bibirnya, meminta Kris untuk tidak mengeluarkan suara sedikit pun.

“Yes Brother! Where i am?  Ehhmm should i told you?? Emm!!” Minhee meringis menjauhkan telepone gengamnya dari telinganya, mendengar lawan bicaranya berteriak dengan kencang.

“Im here in Washington! Aku mengerjakan sesuatu untuk menunjang karir designer ku, lagi pula aku membutuhkan liburan. How long? Depends i can finish or i cant finish my work here!” Minhee tersenyum mendengar kakak laki-lakinya sangat banyak bicara.

“Yes… i will comeback soon – Love you too.” Minhee mengakhiri sambungan internasional antara Korea – Amerika dengan kakak kandungnya Kim Joonmhyun.

You looks so happy?” Minhee tertegun mendengar pertanyaan Kris. “With someone who call you?” jelas Kris membuat Minhee tersenyum memandang Iphone miliknya yang memasang foto Minhee dengan Joonmhyun.

“My the one and Only Protective Brother.” jelas Minhee.

“So Designer? Did your family didnt know what exactly your job?” Minhee menatap Kris yang masih fokus dibalik kemudinya.

“Did your family know, You are FBI agent?!” Kris mengelengkan kepalanya.

“Ah— Are you korean or your parents come from korean? Because I have a lot of friends with PARK as a last name.” Kris tertawa mendengar pertanyaan Miinhee yang ia yakin akan segera ditanyakan oleh Rekan beda lembaga ini.

“Im the only one here! My parents still korean but they are stay in JAKARTA – INDONESIA!” Minhee mengangguk-nganggukan kepalanya mengerti, Kris menghentikan escalade miliknya menandakan mereka sudah sampai pada tempat yang dituju.

Bukankah seharusnya FBI agent ditempatkan disetiap sisi rumah para orangtua?” Minhee menatap sekeliling rumah Kedutaan besar Korea Selatan dengan mengerutkan dahinya menatap Kris.

“Yes we do – we ask…” perkataan Kris terhenti ketika menatap Minhee yang menundukkan kepalanya seperti mengatakan bahwa mereka berdua berfikiran sama, yaitu sesuatu terjadi didalam sana. Mereka berdua turun dari Escalade milik Kris seraya mengeluarkan Handgun milik masing-masing.

“Seriously Where is the Agent?!” bisik Minhee pada Kris. Mereka berdua yang berjalan dengan  cepat tanpa menimbukkan suara mendekati kedutaan besar Korea selatan.

Mereka berdua memegang handgun masing-masing dengan posisi siap menembak, dengan gerakan tangan Kris memberi Kode kepada Minhee untuk memutar ke arah belakang, sementara Ia akan memilih jalan depan.

Minhee bersembunyi diantara pepohonan ketika melihat beberapa orang yang ia yakini keluar dari pintu belakang, ia meraih handphone yang ada di saku celana nya untuk mengambil gambar dan dikirimkan pada Baekhyun. “Cari tahu siapa orang itu!” Minhee mengakhiri pembicaraan super singkatnya dengan Baekhyun yang berada di gedung FBI.

“FBI!!“ Minhee mendengar Kris berteriak dari dalam rumah keduataan besar Korea Selatan, dengan cekatan Minhee berjalan melalui pintu belakang, ia dan beberapa orang yang ada dibelakang sana terkejut dan sama-sama menodongkan senjata.

“NTS!! Siapa kau? Apa yang kau lakukan disini? Apa yang kau lakukan pada duta besar kami?” tanya Minhee tajam pada seseorang pria yang berada di hadapannya.

 

Agghhhh!!!”

 

Minhee tidak sadar jika ada orang lain berada dibelakangnya, ia pun tersungkur, pria tersebut memukul bagian belakang tubuhnya hingga Handgun yang berada ditangannya pun terlempar. Minhee pun tak tinggal diam, dengan cekatan ia melakukan perlawanan, memegang kaki pria yang memukulnya, memutarnya hingga membuat orang yang tak dikenal itu pun terjatuh. Minhee pun bangkit dari  tempatnya semula, meraih handgun yang berada tak jauh dari dirinya.

Dont move!” Minhee mengarahkan senjatanya pada laki-laki kedua yang tadi memukul dirinya dari belakang. Namun Minhee kembali harus mengalah karena laki-laki pertama yang tadi berada dihadapannya kini mengarahkan handgun miliknya pada Minhee.

“Hands Up Pretty girl and Throw your weapon— Slowly!” ujar laki-laki pertama yang mengarahkan handgun padanya.

Minhee manahan nafasnya kesal seraya mengangkat kedua tangannya keatas sesudah melembyunan Handgun miliknya.

“Im Sorry pretty Girl – Where is your friends?” pria pertama yang mengarahkan Handgun miliknya.

Im here!” Kris tiba-tiba muncul dibelakang pria kedua yang berada tepat berada dihadapan Minhee. Kris pun mengarahkan handgun miliknya pada pria kedua tersebut seraya menganggukan kepalanya kepada Minhee. Minhee yang menangkap Sinyal dari Kris pun segera melakukan sesuatu.

“ Im not your Pretty Girl!” Minhee melakukan tendangan memutar membuat Handgun yang berada di tangan pria pertama pun terlepas bersamaan dengan jatuhnya pria tersebut, tak menunggu lama Minhee pun segera meraih kedua tangan pria tersebut dan memborgolnya dengan borgol yang dilembyunan oleh Kris.

“I need a Back Up here! – Someone who told that im his pretty girl really pissed me off!” Minhee mengakhiri percakapanya dengan salah satu agent FBI melalui telepone gengamnya. Kris pun melakukan hal yang sama, memborgol pria kedua dengan Borgol milik salah satu polisi yang tiba 5 menit kemudian.

“Speak Byun Baekhyun!”

“Korean Embassy minister found, mereka diantar oleh Washington Police Departement (WPD) 1 menit yang lalu, mereka sedang berbicara pada Aaron dan Ahjussi.” jelas Baekhyun melalui sambungan telepone gengam miliknya.

Thankyou honey, you too.” Minhee mengakhir percakapannya.

“Baekhyun mengatakan Aaron dan Seungwon Ahjussi sedang bicara dengan duta besar Korea Selatan.” jelas Minhee pada Kris, bertepatan dengan Agent FBI yang datang menemui mereka.

“Bawa Mereka menuju gedung FBI dan katakan pada Agent Granger untuk menginterogasi mereka, satu lagi panggil Secret Services lalu tanyai mereka tentang hal ini.” perintah Kris pada Agent FBI yang datang bersamaan dengan polisi.

“Pretty girl? Kau terlihat kesal dengan kata-kata tersebut!” Kris berjalan dengan Minhee yang memutar kedua matanya kesal. “Stop calling Me PRETTY GIRL or i  will kill you!” Kris tertawa mendengar ancaman Minhee seraya memasuki Escalade hitam miliknya.

“Gadis yang menarik!” gumam Kris.

****

2 days laters

Washington DC Mall

Minhee dan Kris bergabung dengan Aaron dan Seungwon setelah mendapatkan kabar jika ada Bom yang akan meledak disalah satu Mall besar di Washington DC. Kris memberikan jaket FBI kepada Minhee untuk segera ia kenakan, melihat situasi yang tidak mendukung Minhee memutuskan untuk memisahkan diri dengan ketiga rekannya menuju tenda dadakan yang dibuat oleh anggota FBI tempat dimana Baekhyun berada.

“What we Got?” Minhee berlari mendekati Baekhyun yang berada didalam tenda, Baekhyun berserta 6 analist FBI tak bisa mengalihkan pandangannya dari monitor laptop yang berada di hadapannya.

“Do you know who is she?” Minhee menatap pada layar monitor, memandang wajah wanita yang mengenakan sebuah rompi yang menyerupai rompi anti peluru milik FBI atau kepolisian. Rompi yang dipenuhi oleh Bom rakitan yang dipasang di tubuh wanita tersebut.

“Still searching it.” Baekhyun menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.

“What are they doing?!” Jongin menginterupsi, ia baru saja datang bersama Kenzi untuk bergabung bersama yang lain. Jongin melihat Seungwon dan Aaron berada di antara pengunjung Mall yang dievakuasi oleh anggota FBI, mendekati wanita yang dicurigai akan melakukan bom bunuh diri.

“They are damn Crazy!” gumam Kenzi melipat kedua tangannya didepan dada tanpa mengalihkan pandangan dari Monitor CCTV  yang merekam keadaan di dalam Mall.

“Our team too.” jari telunjuk Baekhyun menunjuk monitor yang terdapat Chanyeol dan Xiumin, mereka berada disana, diantara pengunjung yang dievakuasi oleh anggota FBI, berada beberapa langkah dibelakang Aaron dan Seungwon.

“Dia adalah ibu dari salah satu sandera yang bernama Eric Wilhem.” Baekhyun menatap Minhee dan Jongin bergantian.

“I will told them about these news.” Kenzi keluar dari tenda untuk bergabung bersama Kris dan yang lainnya.

“I need information about Eric and his family, everything!” teriak Jongin pada agent FBI yang berada didalam tenda bersama mereka.

“Dont Forget to Bom Squad too, Soon!!” lanjutnya lagi.

Minhee, Jongin dan Baekhyun memperhatikan layar monitor yang menayangkan CCTV dari dalam Mall. Mereka bertiga mendengarkan baik-baik apa yang dikatakan oleh wanita tersebut. Wanita yang bernama Erica yang merupakan ibu dari salah satu siswa yang disandera oleh Unknown Mafia.

****

“Mam, please don’t,” Aaron berusaha mencegah wanita tersebut untuk menekan pemacu Bom yang berada ditangannya, Kenzi berjalan dengan santai namun cepat menuju Aaron untuk membisikan sesuatu seraya memberikan earphone sebagai alat komunikasi padanya dan pada anggota FBI dan NTS yang lain.

“Im so sorry….” wanita yang bernama Erica itu mengucapkan perkataanya dengan berurai air mata.

“You dont have to do that Mam. We can talk about this.” Seungwon mencoba menenangkan.

“They told me that they will kill my son! They will kill all of them.”  Erica berusaha berbicara disela-sela isakkannya.

“We Promise, we will find your son. Please!” Aaron mengulurkan tangannya untuk menggapai tangan Erica Wilhem, isteri dari salah satu pengusaha kaya di Amerika Serikat.

“Erica!!!” teriak seorang laki-laki yang ternyata adalah suaminya —Mathew Wilhem— yang meninggalkan rapat pentingnya ketika melihat pemberitaan tentang yang dilakukan oleh isterinya melalui televisi.

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku harus melakukannya, kumohon pergilah! Aku melakukan ini demi Eric.” ucap Erica terbata.

Dont!” Erica menunjukkan telapak tangan sebelah kiri yang tak mengengam alat pemacu pada Kris, Aaron, dan Suaminya yang berusaha mendekatinya. “Jangan mendekat atau aku akan meledakkannya!!!”

“Honey Please Dont, aku takkan membiarkan kau melakukannya. Kumohon jangan membuatnya semakin sulit.” Mathew menatap isterinya dengan memohon hingga mengeluarkan air mata.

“Kalau begitu bawa anak ku padaku sekarang, i just want to see my baby.” isak Erica. “Please Bring my baby, Please.”

“GUN!!!!” teriak salah satu Detective yang berada disana menunjuk pada seseorang yang tiba-tiba datang dari arah belakang Mathew Williams dan mengeluarkan sesuatu dari dalam jaket yang ia kenakan.

“No No No Dont Shoot!!!” teriak Aaron pada anggota FBI lainnya yang mengarahkan senjatanya pada laki-laki yang belum diketahui namanya tersebut. Tanpa siapapun sadari Chanyeol meninggalkan scene perlahan untuk kembali kedalam tenda bersama NTS yang lain.

****

“Who the hell is he?” tanya Chanyeol pada anggota NTS yang berada dalam tenda.

“Still Searching.” jawab Baekhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari layar Macbook pro miliknya.

“Can someone give me information about Erica Wilhem?!” teriak Minhee membuat semua orang menghentikan kegiatannya, menatapnya dengan pandangan terkejut.

“I never tell you to staring at me, Just give me Information about Her, Everything that you got!!!” teriak Minhee lagi membuat pada anggota FBI yang berada didalam tenda pun kembali pada kesibukannya masing-masing.

“The Angel Transform into the Devil.” Jongin hampir saja tertawa melihat wajah lucu para FBI analyst yang pucat pasi, namun Jongin memutuskan untuk kembali menutup mulutnya ketika Minhee menatapnya dengan tatapan membunuh miliknya.

“Baekhyun?” Minhee menatap Baekhyun yang sepertinya sedang memasukan kode.

“I need database for all the Victim and those Jerk!”

“This is Crime!” Minhee menggelengkan kepalanya menatap Baekhyun yang juga menggelengkan kepalanya. “We dont have time, as long as we act like stupid person, i can guarantee we will got children’s body soon!” Minhee menatap Chanyeol dan Jongin yang menganggukan kepalanya setuju dengan yang dikatakan oleh Baekhyun.

Tak selang berapa lama Minhee menerima Map berisi informasi yang dibErican oleh FBI analyst, ia membaca dengan cepat seperti yang diajarkan oleh rekannya Cheonsa untuk dapat meraih inti dari setiap halaman bahkan setiap buku yang ia baca, namun tetap saja Minhee tak bisa membaca secepat Cheonsa.

“What?!” Jongin menatap Minhee yang menyentuk keningnya seraya mendengus kesal, Jongin merebut paksa Map berisi informasi tentang Erica yang berada ditangan Minhee.

“Whats FBI do? They just can get that trash information? Even our rookie can get more than that.” Minhee mengeluhkan kinerja analyst FBI tentang data yang saat ini berada di tangan Jongin.

“Hey You!, whats your name?” Minhee menyentuh pundak seorang wanita yang berada dua kursi dari tempat Baekhyun saat ini.

 

“Ella.”

 

“Ella, leave what you’ve done and help me!” Minhee berkata.

“Oke, what you need?” Minhee tersenyum mendengar pertanyaan Ella dengan nada yang bersemangat.

“BackTrack what Mathew and Erica Wilhem do since 3 days ago, Every Information that you get really helping us to find what happen exactly.”

“Got it!” tanpa diminta dua kali Ella melakukan apa yang Minhee minta dengan seksama.

“Damn!” Minhee melangkahkan kakinya mendekati Jongin dan Chanyeol yang sedang mengotak-ngatik sesuatu. Jongin sepertinya sibuk dengan laptop yang berada dihadapannya, sementara Chanyeol sedang membuka notes yang ia miliki seraya menatap layar monitor.

“Fokus kepada Life fest yang dikenakan oleh Erica!” pinta Chanyeol pada Jongin.

“Apa?” tanya Minhee.

“Aku mencoba mencari tahu, apakah ini adalah BOM sungguhan atau tidak.”

“Kau harus cepat, sepertinya wanita itu mulai kehilangan kesabaran.” Minhee memandang cemas ke arah Chanyeol.

“Mam!” Minhee berlari mendekati Ella. “Aku berhasil membobol CCTV keluarga Wilhem. Aku menemukan Ny Wilhem menerima telepone dari seseorang yang tidak dikenal.” Ella menunjuk kepada Erica yang sedang membuka sebuah kotak didalam ruang kerja suaminya dan terekam dalam CCTV.

“Call Agent Granger now! Minta ia untuk datang kerumah keluarga Wilhem, temukan telepone gengam itu untukku! Dan kau lacak dari mana panggilan tersebut berasal.”

 

“Roger that!”

 

“Bagaimana? Sudah ada kemajuan?” Minhee kembali mendekati Jongin dan Chanyeol yang masih berkutat dengan Bom yang terpasang pada life fest.

“Aku bahkan baru melihat rakitan seperti ini.” keluh Chanyeol yang tetap membolak balikkan notes yang berada dihadapannya.

Minhee mengambil tempat bersebelahan dengan Baekhyun dan menatap layar monitor Macbook dengan seksama. Ia mengetikan sesuatu pada keyboard yang berada dihadapannya, membuat layar tersebut terfokus pada laki-laki yang mengarahkan baretta handgun miliknya kearah Erica. Minhee kembali menekan tuts keyboard untuk memfokuskan layar CCTV kepada wajah laki-laki tersebut.

“Baekhyun hubungi Yixing, aku butuh berbicara dengannya.” Baekhyun mengerutkan dahinya menatap Minhee yang menatap layar laptopnya, serius seraya berusaha menghubungi Yixing, Baekhyun meletakkan telepone gengamnya di antara kedua laptop yang berada di hadapan dirinya dan Minhee.

“Heii Bebs, how Washington? I thought you already miss me?” canda Yixing yang berada di Korea.

“HA!” teriak Minhee membuat Yixing terbahak. “Shut Up!! I need your help.” ucap Minhee.

“Whats happen? Tell me!” Yixing mengubah nada bicaranya menjadi lebih serius. Tidak dapat dilihat oleh Minhee jika Yixing harus menghentikan makannya untuk fokus dengan yang akan Minhee katakan.

“Listen Carefully handsome. Bitting lips, eyes look down to another side.” Minhee mengatakan tanpa melepaskan tatapannya dari layar monitor.

“Guilty and Could be Shame.” Yixing melanjutkan perkataan Minhee.

Minhee mengalihkan pandangannya menatap telepone gengam yang digunakan untuk menghubungi Yixing dengan dahi berkerut, menatap Baekhyun sekilas kemudian beralih menatap layar monitor yang berada di hadapannya.

“So Whats Happen at there?” Yixing berkata.

“I sent  link to your Tablet.” Baekhyun mengetikan sesuatu dengan cepat, sedangkan Yixing yang berada di Korea Selatan segera mengeluarkan tablet dari dalam backpack, menekan tombol Link yang muncul dalam layar tablet 10 inch miliknya.

“Penyesalan, Malu, tertekan!” Yixing menganalisa wajah Erica dan laki-laki belum diketahui namanya tersebut dari Korea Selatan, melalui Tablet dan telepone gengam nya untuk berbicara dengan 3rd team partner yang berada di Washington DC.

“What Kind of terorist Show Guilty and Shame?” gumam Minhee yang dapat didengar oleh Yixing dan Baekhyun.

“His name is Bobby 34 th, Mantan tentara Amerika , ia diberhentikan secara tidak hormat oleh pemerintah 5 tahun yang lalu akibat pengedaran narkoba didalam Camp military di Irak.” Ella menghampiri Minhee dan Baekhyun dengan beberapa lembar kertas yang berada di tangannya.

“No No No, There was a Bom on His body!” Chanyeol bangkit dari kursinya untuk kembali ke dalam Mall disusul oleh Jongin.

“What kind Of Bom?!” teriak Minhee, membuat Chanyeol menghentikan langkahnya sejenak, kembali menatap Minhee dan Baekhyun yang juga bangkit dari kursinya. “The Real BOM!” Chanyeol kembali melanjutkan langkahnya.

“I need Bom Squad in 2 minutes.” teriak Jongin, sebelum berlari menyusul Chanyeol. Minhee mengacak-ngacak rambutnya kesal seraya menatap Baekhyun yang menghela nafasnya khawatir.

~ TBC~

Kritik dan Saranya ya… Enjoy

 

Iklan

15 pemikiran pada “The Third Team – Revenge Mission (Chapter 1)

  1. Haiii terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca dan menuliskan review nya disni .. seneng sekali ternyata ada juga yang suka genre action..

    Sekali lagi terimakasih 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s