Your Smile

Your Smile

Author : Margaretha Mung

Length : Oneshoot

Cast :

– Kris ( Wu Yi Fan )

– Kim Hana

Rating : PG-13

 

Annyeong semua !!! Sebenarnya aku buat fanfic ini dari tahun 2013 cuma belum sempat aku publish . Fanfic ini terinspirasi dari lagunya Taeyeon – Bye Ost Mr. Go . Sebenarnya awal bikin fanfic ini aku gak tahu dengan jelas apa arti dari lagu itu , cuma waktu pertama kali dengar lagu ini dan ada kata – kata “Annyeong nae sarang” langsung kepikiran cerita tentang seseorang yang mengucapkan salam perpisahannya kepada orang yang dicintainya . Dan aku memutuskan untuk membuat cerita yang mengucapkan salam perpisahannya dengan cara yang berbeda seperti ini .

FYI , aku pernah membuat fanfic yang sebelumnya juga di publish di blog ini ( Autumn with you ; That one person you dan your bride ) kalau sempet tolong dibaca juga ya hehehehehe

 

** HAPPY READING **

Aku mengedip – ngedipkan mataku beberapa kali . Aku dapat melihat dengan jelas cahaya matahari mengintip dari balik tirai yang terpasang dengan indahnya disisi kananku . Pertanda kalau pagi sudah datang menyambutku . Aku menoleh ke arah kiri tempat aku sedari tadi tertidur . Mataku akhirnya berhasil menangkap sosok seorang namja sedang tertidur pulas . Tanganku otomatis bergerak membelai lembut rambut kecoklatan nan halus miliknya . Nampaknya belaianku sukses membuatnya tersadar dari alam mimpinya . Namja itu mendongakkan kepalanya dan mengelus perlahan matanya . Aku tersenyum tulus ketika kedua mata kami saling beradu .

“ Annyeong , nae wangjanim

“ Morning , my princess “

Namja itu membelai rambutku lembut sembari tersenyum . Senyum yang begitu manis . Begitu tulus . Begitu menawan . Senyum yang mampu membuatku tergila – gila padanya . Senyum yang menjadi semangat untukku menjalani hidup ini .

 

## Pertemuan Pertama ##

“ Ya !! Sudalah jangan menangis lagi ! “

“ Tapi noona… “

“ Sudahlah Yongsuk , Kau ini kan seorang namja .. Apa kau ingat yang noona katakan ? Seorang namja tidak boleh cengeng “

Aku merubah posisiku dari berdiri menjadi berjongkok . Itu semua aku lakukan untuk menyamakan tinggiku dengan tinggi bocah kecil ini . Posisi ini juga mempermudah aku untuk menghapus tetesan – tetesan air mata yang turun ke pipi mungilnya .

“ Noona bilang kalau aku berlatih dengan giat semuanya akan berhasil . Tapi kenapa aku tidak berhasil ? Kenapa aku ditolak masuk ke tim ? “

Aku tersenyum kecil . Sudah kuduga , ia pasti akan menanyakan hal ini padaku . Pertanyaan umum yang dikatakan oleh seseorang yang kehilangan semangat .

“ Kau ingat perkataan noona yang itu tapi kau lupa perkataan noona yang lainnya ? “

Pertanyaanku kali ini sukses membuatnya mengerutkan kening . Sama seperti sebelumnya , aku tahu ia pasti akan lupa tentang perkataanku yang satu ini . Perkataan yang selalu dilupakan oleh orang yang sudah kehilangan semangat .

“ Jangan pantang menyerah . Itulah perkataan noona yang lainnya . Dalam mengejar mimpi , banyak rintangan yang menghadang di depan sana . Dan salah satu rintangan itu adalah kegagalan . Ada 2 jenis orang yang berbeda dalam menghadapi kegagalan . Pertama , kegagalan akan membuatnya merasa kalau semua hal yang ia lakukan sia – sia dan ia akan menyerah serta menjauh dari mimpinya . Dan yang kedua , kegagalan akan membuatnya mencari tahu dimana letak kekurangannya dalam mengejar mimpinya dan akan membuatnya berusaha lagi meskipun harus berusaha dari awal lagi dan ia akan semakin dekat dengan mimpinya . Itulah mengapa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda . Nah , jadi yongsuk , kau pilih menjadi yang pertama atau kedua ? “

Aku melihat Yongsuk menghapus airmatanya dan dari bola matanya aku yakin ia sedang memikirkan tentang pertanyaan yang aku ajukan padanya .

“ Aku pilih yang kedua “

Aku tersenyum puas . Mungkin bisa dibilang sangat puas mendengar jawaban dari bocah kecil dihadapanku yang tadinya sangat putus asa dan menyerah untuk mengejar mimpinya menjadi pemain sepak bola . Alasannya ? Tak lain dan tak bukan karena ia tidak dipilih masuk ke tim sepak bola sekolahnya .

Gomawo noona “

Ne , tapi kau harus janji jika kau ternyata gagal lagi , kau harus mengingat ucapanku itu “

Aku mengelus puncak kepalanya dan menarik tubuhnya pelan ke dalam pelukkanku .

Plukk !

Aku menoleh dan mendapati bola yang sedari tadi di gengam oleh Yongsuk terlepas dari pegangannya dan bergulir ke satu arah menjauh dari kami berdua . Dan bola itu sukses mendarat di kaki seorang namja yang sedang duduk di anak tangga paling bawah yang terletak beberapa meter dari tempatku berdiri .

Baru saja aku mau melangkahkan kakiku untuk mengambil bola itu , namja tinggi itu ternyata sudah bangun dari posisi duduknya dan memberikan bola itu padaku .

Gamsahamnida

Aku sedikit membungkukkan badanku , sebagai ucapan rasa terima kasihku padanya .

“ Ne .. Nado gomawo .. Annyeong ”

Namja itu tersenyum di akhir kalimatnya dan langsung berlari kecil meninggalkan aku dan Yongsuk tanpa memberitahu alasan dibalik rasa terima kasihnya padaku .

 

##Pertemuan Kedua##

Aku yang sedari tadi sedang asik membaca buku langsung menoleh ke arah kiriku ketika aku melihat sekaleng soda di sodorkan kepadaku .

“ Sekaleng soda di hari yang panas . Kau mau ? “

Aku menatap sosok seseorang yang menyodorkan sekaleng cola padaku . Menimbang – nimbang apakah aku harus menerima tawarannya atu tidak .

“ Gomawo “

Pada akhirnya setelah sedikit ragu , aku mengambil sekaleng cola yang ada di tangannya . Aku rasa tidaklah buruk menerima sekaleng cola ini . Cuaca hari ini sangat panas . Dan lagipula orang yang memberikanku cola ini bukanlah orang asing . Emm … mungkin .

“ Kau tak menyangka akan bertemu denganku lagi ? “

Tanyanya yang hanya ditanggapi dengan anggukan kepala dariku . Iya , memang benar aku tidak menyangka akan bertemu dengan namja yang aku temui sepintas disini sekitar 2 minggu yang lalu .

“ Sebenarnya aku menunggu disini sehari setelah kejadian itu . Aku bahkan terus menunggumu sekitar 2 minngu , tapi kau tidak pernah muncul “

Aku mengerutkan keningku mendengar perkataan namja ini . Menungguku disini setelah kejadian waktu itu ? Untuk apa ?

“ Aku hanya ingin memberikan penjelasan tentang mengapa aku mengucapkan terima kasih padamu . Kau pasti sangat bingung waktu itu “

Lanjutnya lagi seolah bisa membaca dengan jelas isi dari otakku . Setidaknya aku sudah tidak perlu lagi ber – repot – repot bertanya kepadanya .

“ Ne . Aku sangat bingung kenapa kau berterima kasih padaku . Kau bahkan langsung pergi tanpa memberikan penjelasan apapun “

Namja itu tersenyum dan memberikan jeda waktu sedikit sebelum dirinya memberitahukan alasan di balik ucapan terima kasihnya itu .

“ Ini semua karena kata – kata penyemangat darimu “

Mwo ?? Aku sama sekali tidak mengucapkan kata – kata penyemangat apapun padamu “

“ Kau memang tidak mengucapkan kata – kata penyemangat padaku “

“ Lalu ? Sebenarnya apa maksudmu ? “

Baiklah ! Aku yang merupakan salah satu murid pintar disekolahku kini harus mengakui bahwa otakku tidak cukup pintar untuk mencerna perkataan namja ini .

“ Waktu itu kau memberikan kata – kata penyemangat kepada seorang bocah kecil kan ? Karena bocah itu putus asa karena ia gagal masuk ke tim padahal ia sudah bersusah payah untuk mencapai impiannya bukan ? “

“ Ne . Lalu ? “

“ Waktu itu aku berada di posisi yang sama dengan bocah itu . Aku tak tahu tim apa yang dimaksud oleh bocah itu . Yang pasti keadaanku di hari itu sama dengan bocah itu . Aku gagal dipilih sebagai siswa yang akan mengikuti pertandingan basket bagi para pelajar di seluruh Seoul “

“Aku merasa sangat kecewa dan frustasi pada saat itu . Aku sudah berlatih sebanyak mungkin untuk seleksi itu . Aku juga sudah berusaha sebaik mungkin saat seleksi itu berlangsung . Tapi siapa sangka , aku yang selama ini dipuji karena permainan basketku yang baik ternyata malah tidak lolos seleksi “

Lanjut namja berambut hitam ini lagi setelah sempat menghentikan perkataannya sebelumnya .

“ Lalu apa yang terjadi padamu sekarang ? “

“ Sekarang ? Aku memilih yang kedua “

“ Mwo ?? “

Aku membulatkan mataku mendengar ucapannya , diiringi dengan tawa yang keluar begitu saja tanpa alasan dari kami berdua . Jujur aku tidak menyangka dia akan menjawab pertanyaanku dengan pilihan yang sempat aku ajukan kepada Yongsuk .

“ Aku senang kau memilih yang kedua “

Lanjutku setelah kami berdua berhasil mengatur kembali nafas kami usai tertawa bersama .

“ Ne . Aku rasa kalau aku tidak mendengar ucapanmu waktu itu , aku mungkin akan sangat membenci basket saat ini “

“ Ani . Ini bukan karenaku . Sebenarnya ketika kau mempunyai mimpi yang benar – benar ingin kau raih , kau akan berusaha mendapatkannya lagi meskipun kau sudah gagal . Tidak peduli berapa kalipun kau merasa putus asa , mengatakan kalau kau akan berhenti menyerah atau bahkan membenci mimpimu itu , kau pasti akan tetap kembali lagi mengejar mimpi itu . Jika itu tidak terjadi padamu , mungkin itu bukanlah mimpi sebenarnya yang berasal dari hatimu “

“ Benarkah ? Kalau begitu berarti basket adalah mimpi sesungguhnyaku “

“ Sepertinya begitu “

Entah mengapa aku merasa senang melihat senyum namja ini . Senyum yang aku lihat dari semua orang yang merasa bahagia akan mimpinya .

“ Berjanjilah satu hal padaku , jika kau mempunyai mimpi lainnya . kau harus mengejarnya tidak peduli apapun yang akan terjadi “

“ Ne , Dan berjanjilah juga satu hal padaku “

“ Mwoga ? “

“ Berjanjilah kalau mulai sekarang , kita akan menjadi teman “

Aku kembali tertawa kecil mendengar janji yang ia buat bagiku . Janji yang sebenarnya sedikit konyol dan kekanak – kanakan untuk pelajar sekolah menengah atas seperti kami ini .

“ Baiklah mulai sekarang kita teman “

Aku mengaitkan jari kelingkingku di jari kelingking yang sedari tadi sudah ia ajukan ketika membuat janji untukku . Sepertinya teman baruku ini akan menjadi teman yang sangat menyenangkan untukku .

 

##Cinta Pertama##

Jinjja ? Benarkah yang kau katakan barusan , Taeyeon ? “

“ Ne , Aku tidak perlu mengulangi perkataanku lagi kan ? “

“ Waahhh !! Chukkhae !!! “

Namja itu langsung menyambar begitu saja tubuhku dan langsung ia dekap tubuhku yang lebih pendek darinya ini kedalam pelukkannya . Iya . Dia Kris . Kris Wu . Namja yang sama dengan namja yang mengucapkan terima kasih padaku dan juga namja yang mengajakku untuk menjadi temannya . Dan kini , aku dan dia sudah berteman selama 6 bulan lamanya . Kami menjadi sering bertemu sejak saat itu . Paling lama 2 minggu sekali kami akan bertemu . Mengobrol dan memceritakan banyak hal yang terkadang tidak bisa kami ceritakan kepada sahabat kita yang lainnya .

“ Aku senang sekali mendengarnya . Bagaimana dia menyatakan cintanya padamu ? “

Pertanyaan Kris sukses membuat pipiku yang semula memerah kembali menjadi merah lagi . Bahkan hanya dengan memikirkan kejadian tentang itu saja sudah membuat pipiku memerah .

“ Dia menyatakannya ketika kami pulang sekolah bersama “

“ Aish ! Bukan itu maksudku ! Apa yang ia lakukan ketika menyatakan perasaannya padamu ? Apakah ia memelukmu atau malah tiba – tiba mencium bibirmu ?? “

“ Ya !! Baekhyun tidak mesum sepertimu ! “

“ Ah appo !! “

Kris mengelus – ngelus lengannya yang berhasil aku cubit karena kesal dengan perkataannya barusan . Ia pikir Baekhyun lelaki yang tidak tahu sopan santun apa ? Tiba – tiba langsung mencium bibirku begitu saja .

“ Itu bukan mesum , tapi itu adalah hal yang wajar . Suasana bisa menjadi romantis kalau Baekhyun melakukan itu padamu “

“ Suasana sudah cukup romatis pada saat itu . Dia menyatakan perasaannya padaku sembari menggenggam erat tanganku dan menatap lekat mataku . Dan saat itu juga matahari akan terbenam . Cahaya matahari terbenam menjadi latar belakang pernyataan cintanya . Romantis bukan ? “

“ Baiklah baiklah , Aku terpaksa mengakui kalau pertanyaan cintanya padamu sangat romantis “

“ Ya !! “

Aku mendengus kesal mendengar ucapannya . Terpaksa ia bilang ? Jadi maksudnya pernyataan cinta yang aku terima dari Baekhyun , namja yang satu sekolah denganku sejak kelas satu sekolah menengah itu tidak romantis ??

“ Asal itu dari namja yang kau cintai , pernyataan cinta seperti apapun akan terasa begitu romantis “

Untuk kesekian kalinya , ucapan Kris berhasil membuat pipi ku kembali memerah . Memang betul apa yang ia katakan , karena pernyataan cinta itu berasal dari Baekhyun , Namja yang sangat aku sukai dan cintai selama 2 tahun lebih itu menjadi begitu romantis . Aku tak menyangka ternyata penantianku kepada Baekhyun akhirnya terbalaskan juga .

“ Bagaimana pun juga , selamat karena kau akhirnya mendapatkan cinta pertamamu “

Ucap Kris mengelus pelan puncak kepalaku sembari memberikan senyum tanda selamat untuk diriku .

##Patah Hati##

 

“ Sudalah jangan menangis lagi “

Kata – kata itu kembali terdengar . Kata – kata yang sama persis seperti apa yang aku ucapan kepada Yongsuk waktu itu ataupun kepada beberapa anak kecil dan temanku yang menangis di hadapanku . Tapi kali ini kata – kata itu terdengar bukan dari mulutku . Melainkan dari mulut Kris . Namja itu kini sedang duduk disampingku , sembari merangkulku dan menyuruhku agar menghentikan tangisku .

“ Taeyeon – ah “

“ Aku tidak bisa Kris .. Ini terlalu menyakitkan untukku “

Ucapku masih dengan air mata yang terus menerus mengalir keluar dari kedua bola mataku .

“ Aku tidak menyangka kalau aku akan berpisah dengannya . Cinta pertamaku “

“ Sudalah Taeng , cinta pertamamu bukan berarti jodohmu .. Sudalah jangan menangis lagi “

Aku masih tidak bisa menghentikan tangisku . Aku tak menyangka perpisahan dengan cinta pertama ternyata begitu menyakitkan . Apalagi setelah 2 tahun aku bersama dengannya . Setelah aku sudah terbiasa selalu berada disisinya .

“ Bukankah kau bilang padaku kalau kalian sering bertengkar akhir – akhir ini ? Aku rasa apa yang dikatakan Baekhyun benar , daripada kalian berdua masih bersama tapi selalu bertengkar lebih baik kalian mengakhiri semua ini “

“ Ne, kami memang selalu bertengkar setiap kami bertemu . Tapi aku tetap mencintainya seberapa banyak pun kami bertengkar “

Ne , aku dan Baekhyun memang selalu bertengkar setiap kali bertemu . Padahal intensitas kami bertemu pun sudah berkurang banyak . Kami hanya bertemu sekitar 1- 2 kali per bulan . Dan kami selalu bertengkar setiap kami bertemu . Ini terjadi karena keputusan Baekhyun untuk kuliah di luar kota , dan ini jugalah yang membuatku menjadi seorang yeoja pencemburu sehingga memacu pertengkaran kami . Jadi bisa dibilang hampir 100% ini adalah kesalahanku .

“ Ini semua salahku Kris “

Aniyo . Bukankah kau bilang kalau Baekhyun juga sedikit mencurigaimu ?? Jangan salahkan dirimu . Berhubungan jarak jauh memang selalu berakhir seperti ini “

“ Tapi tetap saja aku … “

“ Ah sudalah aku tidak mau mendengar kau berbicara lagi . Aku lelah berbicara dengan yeoja yang tidak mendengarkan perkataanku dan masih menyalahkan dirinya terus “

Dengan mata berlinang aku melihat Kris mengambil headseat dari tas ranselnya dan mulai memasangkannya ke kedua telinganya .

“Kris .. Kris .. Kris .. “

Ucapaku berkali – kali pada Kris . Aku tahu ia pasti mendengar suaraku meskipun ia kini sedang memakai headseat . Aku tahu ia pasti berpura – pura tidak mendengarku karena kesal denganku yang tidak mendengarkan kata – katanya sama sekali .

“ Wu Yi Fan .. “

Aku menarik salah satu headseatnya dan memasangnya ke telingaku . Benar dugaanku lagu yang ia dengar saat ini begitu pelan dan entah bagaimana bisa terdengar menyedihkan di telingaku .

“ Aku iri padamu “

“ Ne ? “

“ Kau bilang Jessica adalah cinta pertamamu kan ? Kau beruntung masih bersama dengan cinta pertamamu setelah 6 tahun lamanya “

Aku merasakan Kris kembali merangkulku dan mengelus pelan pundakku . Aku rasa ini ia lakukan untuk mencoba memberikan sedikit kekuatan kepadaku yang mulai menangis lagi .

“ Cinta pertamamu mungkin begitu menyakitkan . Tapi aku yakin cinta terakhirmu lah yang akan membahagiakanmu sampai akhir hayatmu “

Aku tertawa kecil medengar ucapan dari Kris . Ya , meskipun aku sudah mengenalnya selama hampir 3 tahun lamanya , semua ucapan bijaksana yang keluar dari mulutnya selalu berhasil membuatku tertawa kecil . Aku masih sulit menerima kenyataan kalau namja yang selalu terlihat dingin bagi semua orang , ternyata memiliki sisi seperti ini juga .

“ Waeyeo ? Kenapa kau tertawa ? “

“ Ani . Gomawo Kris .. Aku harap cinta terakhir kita membuat kita bahagia sampai ajal menjemput “

 

##Patah Hati##

“ Kris !! “

Aku menghela nafas dan mengambil nafas panjang sebelum melanjutkan kembali kata – kataku .

“ Ya Kris !! Hentikanlah !! “

Entah sudah berapa kali aku mengulang kata – kata ini dari mulutku . Aku lelah . Suaraku mulai serak karena terus menerus berteriak kepada namja itu . Tapi hasil yang ku dapatkan adalah ketidakpedulian darinya .

“ Awww “

“ Taeyeon –ah , gwaenchana ( Tidak apa – apa ) ?? “

Kris langsung menghentikan aktivitasnya detik itu juga dan langsung berlari ke arahku yang sudah dalam posisi duduk sembari memegang kepalaku .

“ Apa kau sudah gila ?? Kenapa kau melakukan hal itu ?? Kau tahu yang kau lakukan barusan bisa melukaimu ?? “

Aku merasakan luapan emosi dari diri Kris . Aku tahu yang aku lakukan bisa membahayakanku . Tapi aku juga tahu kalau itu satu – satunya cara agar dia mau mendengarkanku .

Mianhae , aku melakukannya agar kau mau berhenti dan mendengarkan perkataanku “

Ucapku pelan sembari menunduk . Aku tak berani menatap matanya yang penuh dengan kemarahan karena aku yang tiba – tiba berlari ke arah ring basket untuk membuatnya berhenti bermain basket . Hasilnya ? Bola basket itu sukses jatuh di atas kepalaku , untung saja bola basket itu sempat membentur ring dulu sehingga tidak benar – benar kencang jatuh di kepalaku , meski aku harus mengakui kalau rasanya begitu sakit .

“ Ani .Kau tidak perlu meminta maaf , aku yang salah karena tidak mendengarkan ucapanmu sedari tadi . Tapi aku harap lain kali kau tidak akan melakukan hal konyol yang membahayakan dirimu seperti itu lagi “

“ Ne , ini minumlah “

Kris mengambil sebotol air mineral yang aku sodorkan padanya dan meneguknya dengan cepat . Ia pasti begitu kelelahan karena sedari tadi terus menerus bermain basket tanpa henti . Bahkan ia tidak meminum setetes air pun sejak awal ia bermain basket tadi .

“ Taeyeon – ah , Kau tahu kenapa aku tidak bisa lepas dari basket sama sekali ? “

Tanyanya tiba – tiba setelah sekian lama kami berdua terdiam di tempat ini . Duduk di tengah – tengah lapangan basket , di temani lampu sorot yang membantu menerangi penglihatan kami di malam hari ini .

“ Karena basket membuatku membuat menemukan hal baru dan juga orang – orang baru . Termasuk dengannya , Jessica Jung “

Aku terdiam . Aku tak tahu harus berkomentar apa saat ini . Yang aku tahu ada sedikit rasa sakit dibalik ucapannya .

“ Aku pertama kali bertemu dengannya saat pertandingan basket . Dulu aku tidak pernah menyadari kalau aku satu sekolah bahkan satu angkatan dengannya . Tapi suatu hari setelah aku dan sekolahku memenangkan pertandingan basket antar sekolah yang diadakan di sekolahku , ia berteriak paling kencang di antara semua penonton dan tentu saja hal itu menarik perhatian semua orang termasuk diriku . Dan yang lebih mengejutkan lagi , dia menungguku di depan sekolah setelah pertandingan selesai . Ia mengatakan padaku kalau aku memang pemain basket yang hebat . Dari situ aku tahu kalau dia sangat menyukai basket . Dan dia juga selalu melihat aku dan yang lainnya bermain basket sepulang sekolah . Sejak itulah kami menjadi dekat dan aku menyukainya “

Kris menghentikan ucapannya dan kembali terdiam sembari menatap kosong ke arah depan .

“ Menarik . Rasanya baru beberapa bulan yang lalu aku menyuruhmu untuk berhenti menangis karena cinta pertamamu . Tanpa peduli betapa menyakitkannya hatimu waktu itu . Ternyata kini aku berada di posisi yang sama sepertimu dan rasanya ternyata begitu menyakitkan “

“ Gwaenchana , aku mengerti rasanya kehilangan cinta pertamamu “

Aku mengelus pelan punggung Kris . Aku tahu ia begitu terluka . Ia bukanlah namja yang bisa menangis bahkan ketika ia merasa sangat terluka seperti ini . Oleh karena itulah ia melampiaskannya dengan bermain basket sepanjang hari . Meski aku tahu pikirannya saat ini tidak ada pada basket , terbukti dengan selalu gagalnya ia mencoba melempar bola masuk ke dalam ring .

“ Taeng “

“ Emm ? “

“ Kau kemari untuk mencoba menghiburku kan ? Lalu kenapa kau tidak mengucapkan satu pun kata penghibur padaku ? “

“ Emm .. Aku tidak tahu apa yang harus aku ucapkan “

Jujur saja meskipun aku sering menghibur orang yang putus asa , tapi aku sama sekali tidak pandai untuk menghibur orang yang sedang patah hati .

“ Emm ..Bagaimana dengan ini ? Sudalah Kris , cinta pertamamu bukan berarti jodohmu “

“ Apa ?? Kau meledekku ? Itu kan kata – kata yang aku ucapkan padamu waktu itu “

Tawa Kris meledak seketika . Iya , meskipun aku tidak bisa menghiburnya tapi aku lega karena setidaknya aku bisa membuatnya tertawa .

“ Kris .. Aku rasa ada satu kalimat yang paling tepat untukmu saat ini “

Kris menatapku penuh dengan tanya apa maksud dari ucapanku barusan .

“ Kata – katamu terakhir yang kau ucapkan padaku waktu itu “

Senyum Kris dan aku sama – sama mengembang kini . Dan aku yakin itu pertanda ia mengerti apa maksud perkataanku .

“ Cinta pertamamu mungkin begitu menyakitkan . Tapi aku yakin cinta terakhirmu lah yang akan membahagiakanmu sampai akhir hayatmu “

Ucap kami berdua bersamaan .

 

##Pertemuan Kembali##

Aku melangkahkan kakiku berjalan melintasi kerumunan manusia yang memenuhi area pertokoan di Seoul . Berjalan melewati malam seorang diri . Tanpa seorang kekasih , teman ataupun Kris . Hal ini sering terjadi padaku sejak Kris pergi meninggalkanku . Bukan pergi meninggalkanku setelah ia melakukan sesuatu yang buruk padaku . Bukan juga pergi diam – diam tanpa mengucapkan satu kata pun . Bukan , Kris bukanlah orang yang seperti itu .

“ Aku baru memberitahukan padamu sekarang karena aku tidak ingin melihat kau bersedih . Dan harus aku akui juga kalau aku tidak sanggup mengucapkan salam perpisahan padamu . Karena aku tidak ingin berpisah darimu

Itulah kata –kata terakhir yang Kris ucapkan padaku 5 tahun yang lalu , sehari sebelum kepergiannya ke Canada . Ayah dan Ibunya bercerai , dan sebagai putra yang baik , ia memutuskan untuk menemani ibunya tinggal di Canada .

Kami memang masih saling berkomunikasi satu sama lain melalui telephone ataupun jejaring sosial lainnya . Tapi tentu saja berbeda dengan bertemu dengan dirinya . Berbeda karena aku tidak bisa mendengar suaranya langsung , menatap wajahnya langsung dan juga menyentuh tubuhnya langsung .

“ Aku merindukanmu Kris , selalu “

Aku jatuh tersungkur terduduk di tengah – tengah lapangan basket . Kembali di terangi lampu sorot untuk menerangi penglihatanku di malam hari ini . Harus ku akui , aku merasa kesepian tanpa dirinya disisiku . Aku memang mempunyai banyak teman di sampingku , tapi tentu saja berbeda dengan Kris .

Tanpa dirinya disisiku aku menyadari satu hal . Kalau ia bukan hanyalah seorang sahabat bagiku . Tapi perasaaku padanya sudah bertambah menjadi perasaan antara seorang wanita kepada seorang pria . Salahkan lah aku yang terlambat menyadari perasaanku padanya dan tak mampu menyatakannya sekarang . Aku tidak tahu kapan ia akan kembali ke Korea , begitu juga dengan dia . Mungkin aku dan dia tidak akan bisa bertemu lagi selamanya .

“ Kris , aku benar – benar merindukanmu “

Aku memeluk erat kedua lututku dan menunduk . Rasanya air mataku hampir terjatuh setiap kali rasa rindu yang luar biasa ini datang menghampiriku .

Plukk !

Aku merasakan sesuatu mengenai sebelah kiri kakiku . Aku mendongakkan kepalaku untuk memastikan benda apa yang mengenai kakiku barusan . Bola basket ?

“ Permisi , bisakah kau melemparkan bola basket itu padaku ? “

Tanpa aba – aba secara tiba – tiba aku membalikkan badanku untuk melihat sosok yang berbicara barusan . Aku yakin siapa pemilik suara itu meskipun tanpa melihat wajahnya .

“ Kris “

Aku masih mematung di tempat aku berdiri , menatap dalam sosok Kris yang hanya berjarak beberapa meter saja dariku . Meskipun wajahnya sedikit berubah dan rambutnya yang menjadi kecoklatan , aku masih bisa mengenal dengan jelas wajah Kris .

“ Tidakkah kau ingin memeluk teman lamamu ini ? “

Tanya Kris sembari merentangkan lebar kedua tangannya . Tanpa sungkan aku langsung berlari dan mendekap tubuhnya yang sangat aku rindukan .

“ Teman lama apanya , kau ini sahabat terbaik yang pernah kumiliki “

Setelah sekian lama berpelukkan , kami akhirnya melepaskan pelukkan kami dan duduk di tempat kami berdiri tadi .

“ Aku tak menyangka kau menjadi seperti ini . Meskipun wajahmu masih sama imutnya dengan dulu , tapi kau terlihat lebih dewasa sekarang , ditambah lagi dengan rambut blondemu “

“ Aku juga tidak menyangka kau masih menyimpan baju yang kuberikan padamu waktu itu “

Ujarku melihat Kris yang saat ini tengah mengenakan kemeja kotak – kotak hitam biru . Kemeja yang aku berikan sebagai hadiah perpisahan .

“ Kenapa kau tidak memberitahukan padaku kalau kau kembali hari ini ? “

“ Kalau aku memberitahukan padamu jika aku akan pulang hari ini , tentu saja aku tidak akan pernah melihat tangis rindumu padaku “

“ YA !! “

Aku malu mendengar ucapan Kris barusan . Iya , memang tadi aku menangis di dalam pelukkannya . Tangisan rinduku padanya .

“ Apa kau akan kembali lagi ke Canada ? “

Tanyaku hati – hati padanya . Ada rasa takut dibalik pertanyaanku . Takut kehilangan dia untuk kedua kalinya .

“ Sebenarnya aku sudah tidak tinggal di Canada lagi . Ibuku memutuskan untuk tinggal di Beijing bersama dengan keluarga besarnya sejak sebulan yang lalu “

“ Lalu kau akan kembali ke Beijing ? “

“ Suatu saat aku akan kembali ke Beijing . Tapi untuk beberapa saat ke depan , aku memutuskan untuk tinggal sendirian di Seoul . Ibu sudah bersama keluarga besarnya jadi aku tidak perlu khawatir “

“ Suatu saat itu kapan ? “

“ Kim Taeyeon , kenapa kau itu banyak bertanya ?Aku sendiri juga tidak tahu suatu saat itu kapan . Mungkin saja aku akan tinggal di Seoul selamanya “

“ Kau hanya akan tinggal di Seoul selamanya jika kau mempunyai keluarga di Seoul “

“ Benarkah ? Lalu haruskah aku menikah dengan wanita Korea ? Sejujurnya aku akui wanita Korea itu memanglah tipeku “

Entah kenapa mendengar ucapannya barusan membuat pipiku memerah . Bahkan membuat jangtungku berdegup ratusan kali lebih kencang dari sebelumnya . Mungkinkah aku manjadi wanita Korea yang menjadi pendamping hidupnya ?

 

##Pernyataan##

“ Taeyeon ! Taeyeon – ah “

Aku mempercepat langkah kakiku . Pergi menjauh dari sosok Kris sejauh yang aku bisa .

“ Taeyeon , Berhentilah ! “

Aku semakin mempercepat langkahku seolah tidak mendengar satupun panggilan dari Kris .

“ Sudah berapa kali ku bilang padamu kalau kau tidak boleh berjalan terlalu cepat ! “

Bentak Kris sembari menarik lenganku yang tentu saja membuatku menghentikan langkahku . Aku tahu tentu saja dengan langkah cepatku , Kris akan mudah mengejarku meskipun ia hanya berjalan biasa saja .Karena aku tahu langkah cepatku sebenarnya cukup lambat .

“ Lalu kenapa kau terus mengejarku jika kau tidak menginginkan aku berjalan cepat ? Kau seharusnya membiarkan aku pergi begitu saja “

“ Karena aku tidak bisa menerima jawabanmu atas pernyataanku “

“ Aku tidak peduli kau mau menerimanya atau tidak . Yang pasti aku sudah yakin atas jawabanku “

“ Wae ? Aku tahu bagaimana perasaanmu padamu padaku . Dan aku juga yakin pada perasaanku , aku mencintaimu . Kita berdua saling mencintai , lalu kenapa kau menolak lamaranku ? “

1 tahun setelah hari dimana Kris kembali ke Korea , aku dan dia resmi memutuskan hubungan persahabatan kami dan mengubahnya menjadi hubungan spesial , menjadi sepasang kekasih . Dan kini setelah 1 tahun kemudian , dia memintaku untuk menjadi pasangan hidupnya di taman ini , tempat pertama kali kita bertemu .

“ Karena aku tidak mau kau melakukan ini hanya karena kau kasihan pada diriku “

“ Kasihan ? Harus berapa kali aku jelaskan padamu , aku benar – benar mencintaimu sepenuh hatiku . Bukan karena rasa belas kasihanku padamu “

“ Aku tidak mau menjadi istri yang hanya bisa menyusahkanmu “

“ Aku sama sekali tidak merasa kau akan menyusahkanku .Bukankah sebagai seorang suami aku memang harus menjaga istriku ? “

“ Ini berbeda Kris .. kau harus ingat bahwa aku bukan seperti yeoja pada umumya , lebih tepatnya jantungku yang berbeda “

Aku tak tahan lagi menahan tangisku . Membuatnya jatuh tanpa perintah . Kris mendekapku ke dalam pelukkan dan aku membiarkannya . Ku akui aku memang membutuhkan pelukan hangat Kris saat ini . Disaat keadaanku yang seperti ini .

Aku menderita penyakit jantung. Jantungku berbeda dengan yang lainnya , entah bagaimana caranya yang pasti kini benda ini tidak dapat berfungsi dengan baik . Sama seperti ayahku yang dipanggil menghadap Tuhan karena jantungnya , aku rasa akupun akan mengalami hal yang sama cepat atau lambat .

Aku tidak dapat melakukan hal – hal normal lagi seperti dulu dan rasanya aku hampir saja mau mati jika mendadak jantungku bermasalah . Dan aku tidak mau merusak hidup Kris karena diriku . Ketika aku tahu akan penyakitku , berkali – kali aku menyuruhnya untuk mengakhiri hubungan ini dan melupakanku . Tapi berapa kalipun aku menyuruhnya , sebanyak itulah dia tidak menyerah terhadapku .

“ Lalu memangnya kenapa ? Aku mencintaimu sebelum semua ini terjadi . Dan setelah ini terjadi , perasaanku padamu masih sama , tidak pernah berubah sedikitpun “

Tangisku semakin menjadi mendengar pernyataan dari Kris yang kini sudah mendekapku erat . Bukan hanya kali ini saja ia mengatakan hal ini padaku . Ia juga selalu menyemangati untuk terus berjuang melawan penyakit ini . Meski aku akui , aku tidak punya cukup keberanian untuk berjuang melawannya .

“ Taeyeon “

Kris melepaskan pelukkan dan menghapus jejak air mata yang ada di pipiku .

“ Aku akan bersamamu berjuang menghadapi semua ini . Selalu ada disisimu dalam keadaan apapun dan akan menjagamu semampu yang aku bisa . Tidakkah kau mengijinkan aku melakukan itu semua ? “

“ Tapi aku tidak akan bisa membahagiakanmu kris . Aku hanya akan membuatmu sedih dan aku juga akan meninggalkanmu lebih dulu “

Terlalu sakit rasanya membayangkan hal itu terjadi . Tidak bisa membahagiakannya dan membuatnya bersedih adalah hal yang paling menyakitkan yang ku lakukan padanya . Dan mau tak mau diriku kini sudah melakukan hal itu padanya .

“ Tidak ada yang tahu siapa yang meninggalkan siapa terlebih dulu karena itu rahasia Tuhan “

Kris menghentikan kata – katanya sejenak . Dia malah menatapku sangat dalam dan membuatku begitu merasa bersalah terhadapnya . Meski aku akui , tatapan itu juga lah yang berhasil menenangkan perasaanku .

“ Dan soal membahagiakanku , pernahkah kau melihatku menangis atau mengeluh karenamu ? Aku tidak pernah sama sekali melakukan kedua hal itu . Dan apa yang kau lihat ? Senyumku bukan ? Taeyeon – ah , kau lihat kini aku bahkan masih bisa tersenyum , itu artinya aku bahagia , aku bahagia bersamamu “

“ Kris .. “

“ Taeyeon .. Karenamu aku masih tersenyum , Tidak bisa kah kau juga melakukan hal yang sebaliknya padaku ? Tersenyum karena diriku ? “

Aku terdiam . Aku tahu Kris namja terkuat yang pernah aku temui . Atau mungkin hanya berpura – pura kuat saja dihadapanku . Ia sama sekali tidak pernah menangis ataupun mengeluh dihadapanku meskipun aku dapat melihat hatinya menangis . Dan apa yang aku lakukan sekarang ? Aku bukan membantu tangisnya berhenti tapi malah menambah tangisnya dengan menyuruhnya menjauhiku dan berputus asa menghadapi hidup ini .

“ Kris .. “

Aku mengambil nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatku . Memantapkan diri ini untuk mengatakannya dan melakukannya di dalam hidupku .

“ Aku mau melakukan hal yang sama denganmu . Aku mau tersenyum karenamu , aku mau bersemangat menjalani hidup ini karena senyummu . Dan juga aku mau menjadi pengantimu “

Ucapku sukses membuat Kris bersorak gembira . Memelukku dan mencium bibirku penuh dengan kasih . Iya , aku tahu , aku tidak boleh putus asa dan terus menyakitinya . Aku tidak mau melakukan hal itu lagi . Meskipun pada akhirnya Tuhan memanggilku , aku mau berjanji pada diriku dan dirinya bahwa hal terakhir yang aku lihat sebelum ajal menjemputku adalah senyumannya .

 

##Senyummu##

“ Annyeong , nae wangjanim “

“ Morning , my princess “

Namja itu membelai rambutku lembut sembari tersenyum . Senyum yang begitu manis . Begitu tulus . Begitu menawan . Senyum yang mampu membuatku tergila – gila padanya . Senyum yang menjadi semangat untukku menjalani hidup ini .

Sudah hampir satu tahun lamanya kami menjadi suami istri . Berbagai hal kami lewati bersama . Mungkin sedikit lebih melelahkan daripada pasangan lainnya . Tapi aku masih merasa bahagia . Kenapa ? Karena Kris masih bisa tersenyum dihadapanku , yang artinya ia masih merasa bahagia . Kebahagiaan Kris adalah kebahagiaan untukku .

Seperti saat ini , aku masih merasa sangat bahagia . Meskipun kini aku tengah tertidur di salah satu ruangan di rumah sakit . Rumah keduaku . Kapanpun penyakit itu menyerangku , saat itu jugalah aku harus berada disini . Dan kini sudah seminggu aku berada di tempat ini bersama Kris yang setia menemaniku .

“ Kris .. “

“ Waeyeo ? “

Tanya Kris sembari mendekap erat tanganku dan tersenyum begitu indahnya .

“ Kenapa diluar suaranya berisik sekali ? “

Tanyaku sembari menunjuk ke arah luar jendela kamarku .

“ Sebentar aku lihat dulu “

Kris berjalan ke arah jendela dan menengok apa yang terjadi di bawah sana . Karena kebutulan aku lamarku berada di lantai 3 , aku jadi tidak tahu apa yang terjadi diluar sana , tepatnya di bawah sana .

“ Wah ! Dibawah sana ada beberapa orang yang bermain basket “

“ Jinjja ? Bagaimana kalau kita turun ke bawah dan menonton mereka bermain basket “

“ Kau mau ? Baiklah , meskipun aku rasa kau akan bosan karena permainan mereka payah . Tidak sehebat diriku “

“ Tentu saja , mereka kan bermain hanya untuk mengisi waktu di rumah sakit ini . Ingatlah bahwa mereka juga pasien “

“Baiklah baiklah . Kajja

Kris segera menggendong tubuhku , membantuku untuk duduk di kursi rodaku dan dengan hati – hati mendorong kursiku menuju ke taman rumah sakit .

“ Wah !! Sudah lama sekali aku tidak melihat orang – orang bermain basket “

“ Nado “

Semenjak aku mengenal Kris , aku memang sering menonton pertandingan basket . Bisa dibilang aku mulai tergila – gila dengan basket , meskipun tak separah Kris .

“ Kris , kau pasti sangat merindukan basket “

Kris tidak menjawabku , ia hanya mengganggukkan kepalanya perlahan . Tentu saja ia pasti sangat merindukan basket . Semenjak aku sakit , ia sama sekali tidak mempunyai waktu untuk bersentuhan dengan bakset . Bahkan hanya untuk menonton pertandingan basket secara langsung pun ia tak bisa .

“ Kau jangan menyalahkan dirimu . Menurutku kau lebih penting daripada basket . Kau lebih cantik daripada benda bundar itu “

Aku tertawa kecil mendengar perkataan Kris . Ia pasti tahu rasa bersalahku padanya karena menjauhkannya dari basket . Tapi aku rasa ia tidak perlu sampai mengatakan bahwa aku lebih cantik dari bola basket . Semua wanita di dunia tentu saja lebih cantik dari bola basket yang hanya berbentuk bundar .

“ Aku jadi ingat saat pertama kali melihatmu . Entah kenapa kau terlihat begitu bersinar saat itu . Seperti seorang malaikat yang membantu orang yang berputus asa “

“ Pertama kali melihatmu , aku merasa kau adalah namja yang aneh . Tersenyum dan berterima kasih tanpa alasan begitu saja padaku “

“ Benarkah ? Lalu bagaimana setelah kau tahu alasanku berterima kasih padamu? “

“ Tentu saja aku terkejut . Aku tidak menyangka ada namja putus asa yang ternyata sibuk menguping pembicaraan orang lain “

Kris tertawa renyah mendengar ejekanku padanya .

“ Tapi aku merasa bahwa tindakkan mengupingku bukanlah hal yang buruk . Setidaknya karena itulah aku bisa bersama 2 hal yang paling aku cintai di dunia ini . Basket dan bertemu dengan dirimu “

Senyumnya , lagi – lagi senyumnya mengembang . Aku tersenyum kecil padanya sebelum akhirnya mata kami sibuk menatap pada orang – orang yang sedang bermain bakset . Aku mengalihkan pandanganku dari kerumunan orang di depan sana , menatapnya , memperhatikan gerak geriknya . Dia terlihat begitu manis saat ini . Menggerutu tidak jelas , tertawa dan juga tersenyum melihat permainan basket yang memang harus ku akui tidak sebaik dirinya .

“ Kris . “

“ Emm ? “

Tanya Kris masih dengan tatapan melihat ke arah orang – orang bermain basket .

“ Apa kau bahagia saat ini ? “

“ Tentu saja aku bahagia . Aku selalu bahagia bersama denganmu “

“ Kau benar , kau bilang aku adalah kebahagiaanmu . Apalagi saat ini kau juga sedang melihat permainan basket . Hal lain yang begitu kau cintai “

“ Ne , hari ini aku sangat bahagia karena aku bersama dengan 2 hal yang aku cintai . Basket dan dirimu “

“ Baguslah . Aku juga bahagia saat ini . Perasaanku rasanya begitu damai “

Ucapan pelanku sukses membuat Kris yang sedari tadi sibuk melihat kedepan , kini menatapku begitu aneh . Tatapan yang aku juga tidak mengerti apa maksudnya .

“ K-Kenapa kau juga merasa sangat bahagia ? “

“ Tentu saja aku merasa sangat bahagia karena saat ini aku melihatmu begitu bahagia karena 2 hal yang membahagiakanmu “

Kris mengenggam tanganku erat . Aku tidak tahu kenapa . Aku tahu dia sering mengenggam tanganku erat tapi ini rasanya berbeda . Dan aku juga tidak tahu kenapa rasanya suaraku sedikit lebih pelan dari sebelumnya .

“ Taeng , lebih baik kita masuk sekarang ya “

“ Aku tidak mau Kris . Aku mau disini saja “

“ Aku rasa kau butuh istirahat “

“ Tidak aku tidak mau istirahat dikamar . Aku mau istirahat disini saja “

Aku melihat Kris dengan wajah yang sulit dijelaskan kembali duduk di sampingku .

“ Kris , kau kenapa ? Ada apa dengan wajahmu ? “

Aku tidak suka melihat wajahnya yang sekarang , wajahnya sedikit murung dan dia tidak tersenyum .

“ Kau bilang kau bahagia saat ini . Tapi mengapa kau tidak tersenyum padaku ? “

Kris tidak menjawabku . Iya malah memeluk tubuhku dalam – dalam dan mengecup lama keningku dan bibirku . Setelah sekian lama mengecup bibirku , ia mengelus pelan kedua pipiku , menggenggam erat tanganku dan tersenyum . Aku bersumpah itu adalah senyum terindah darinya yang pernah ku lihat selama ini .

“ Aku senang melihatmu tersenyum “

Ucapku pelan dan membalas senyumnya .

“ Kris , aku rasa aku kurang tidur semalam . Aku baru bangun tidur 1 jam yang lalu tapi kini rasanya mataku sudah kembali lelah “

Kris tidak menanggapi ucapanku . Ia tetap tersenyum dan mengelus pelan tanganku yang ia genggam . Ia tetap tersenyum meski matanya tak terlalu bersinar seperti sebelumnya .

“ Bolehkah aku tidur sebentar disini Kris ? “

“ Emm .. Tentu saja boleh “

“ Gomawo . Aku senang rasanya melihat senyummu “

“ Aku juga senang menatap wajahmu “

Kembali , Kris kembali tersenyum . Membuat perasaanku semakin damai saat ini .

“ Kris .. Saranghae . Annyeong “

“ Nado saranghae Taeyeon . Annyeong “

Aku menutup mataku perlahan . Senyumnya , iya senyumnya adalah hal terakhir yang berhasil tertangkap mataku sebelum mata ini tertutup sempurna .

##END##

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

12 pemikiran pada “Your Smile

  1. Itu endingnya meninggal? T_T kasihan banget Kris,
    Kisah-kisah kayak gini tuh ngena banget, karena di kehidupan kita banyak banget yang kayak gini. Speechless, baguus alurnya 😀
    Keep writing..

    • sorry aku salah ketik , jadi awal aku bikin fanfic ini emang Kris x Taeyeon tapi krn ada sesuatu aku pingin ubah namanya menjadi Kim Hana .. Tapi pas mau ubah semua isi ceritanya jadi karakter “Kim Hana” otak aku tetap Taeyeon jadi aku memutuskan untuk tetap menggunakan Taeyeon dan aku lupa ganti nama castnya ^^
      Mianhae ya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s