I Love You

I Love You

10936487_875194375835626_1720203298_o

Author : Kim Dong Ae.

Title : I Love You.

Cast : Byun Baekhyun and Min Hyosun.

Supporting Cast : Find it yourself.

Genre : Romance, Sad, Hurt.

Length : Oneshoot.

Rate : PG.

FF ini saya persembahkan untuk para readers-deul/? Baekhyun birthday project. Itu poster pas nama author saya masih Marilyne Monroe, karna bosen saya ganti jadi Kim Dong-ae. Jadi ini bukanlah plagiarisme. Ff murni dari saya, cast milik yang punya/?

Big thanks to ZoraArt . love u eon!/? ❤

 

“Stay with me, always.”

.

.

.

Seoul, 6 Mei 1997

Disebuah pesta ulangtahun

“Saengil chukkae hamnida. Saengil chukkae hamnida. Saranghaneun uri Baekhyun. Saengil chukkae hamnida.” Semua orang menyanyikan lagu ulangtahun kepada Baekhyun. Ibu Baekhyun menyodorkan kue dengan lilin menyala.

Baekhyun kecil memejamkan matanya, memohon dan meniup lilin itu. Setelah lilin mati, semua bertepuk tangan riang. Teman-teman Baekhyun menyelematinya dan memberikan kado ulangtahun untuknya. Seorang gadis seumuran dengannya menghampiri

“Selamat ulangtahun, Baekhyun-a.” Ucap gadis itu malu-malu sambil menyodorkan kado untuk Baekhyun.

“Gomawo.” Jawab Baekhyun kecil sambil menerima kadonya.

“Eum. Ka-kalkke.” Lanjut si gadis kecil itu kepada Baekhyun dan langsung berlalu dari hadapan Baekhyun.

Baekhyun dan gadis itu memanglah kawan lama, tetapi semenjak gadis itu pergi ke Amerika untuk beberapa tahun, persahabatan mereka merenggang.

“Hey tunggu.” Ucap Baekhyun menghentikan gadis itu. Gadis itu menoleh ke arah Baekhyun.

Baekhyun menghampiri lalu menggandeng tangan gadis itu.

“Ikutlah denganku.” Baekhyun mengajak gadis itu ke taman belakang rumah Baekhyun.

“Duduklah.” Baekhyun mengajak gadis itu duduk di bangku taman. Gadis itu menuruti setiap perkataan Baekhyun.

“Bagaimana kabarmu? Aku merindukanmu.” Ujar Baekhyun membuka pembicaraan.

“Aku baik, bagaimana denganmu?” tanya gadis itu.

“Aku baik juga. Bagaimana Amerika? Menyenangkankah?” tanya Baekhyun.

“Ya, begitulah.” Jawab gadis itu diakhiri dengan senyuman. Keheningan menyeruak. Hanya Baekhyun yang memperhatikan gadis itu terus dan si gadis yang memperhatikan bintang-bintang.

“Aku menyukaimu, Hyosun-a.” Ujar Baekhyun disela-sela keheningan.

“Ne? Mian, aku tidak terlalu menangkap perkataanmu.” Tanya gadis itu–Hyosun yang sebenarnya mendengar perkataan Baekhyun dengan sempurna tanpa gangguan apapun.

“Aku menyukaimu.” Ulang Baekhyun.

“Apa aku tidak salah dengar, Baek?” tanya Hyosun memastikan. Baekhyun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

“Nado, Baek.” Ucap Hyosun malu-malu, langsung memalingkan wajahnya dari Baekhyun.

“Jinjja!?” jawab Baekhyun antusias.

“E-eum.” Ucap Hyosun dengan senyum malunya.

“Berjanjilah untuk terus bersamaku, Hyosun-a.” Ujar Baekhyun sambil menyodorkan kelingkingnya.

“Eum!” jawab Hyosun riang sambil menuatkan kelingking mereka.

 

Seoul, 18 April 2012

Hari-hari berlalu dengan cepat. Tak terasa si kecil Baekhyun dan Hyosun sudah tumbuh menjadi dewasa. Baekhyun memutuskan untuk meneruskan perusahaan Ayahnya. Kesibukan selalu menjadi nomor satu bagi mereka. Walaupun kesibukan selalu mengganggu, mereka tidak pernah lost contact.

DRRTTT

Ponsel Hyosun berbunyi dan segera ia mengangkatnya.

“Yeobeoseyo?” ucap Hyosun kepada yang menelpon.

“…”

“Ah geurae? Gwenchana.”

“…”

“Eum, jeongmal gwenchana. Kita bisa cari waktu lain.” Ujar Hyosun sambil tersenyum.

“B-baek, aku ingin menanyakan sesuatu.” Lanjut Hyosun.

Silahkan, Hyo.” Balas Baekhyun dari sebrang telpon.

“Apa kau-“ ujar Hyosun malu-malu tetapi sebelum menyelesaikan kata-katanya, Baekhyun memotong kata-kata itu.

Mianhae Hyosun-a, aku harus pergi. Akan ku telpon saat aku sudah tidak sibuk. Annyeong.” Jawab Baekhyun memutuskan sambungan telpon.

Hyosun memandangi telponnya dengan muka heran.

“Apa yang sebenarnya kau sibuki, eoh Baek?” tanya Hyosun pada dirinya sendiri.

“Sebenarnya apa hubungan kita, Baek? Apa kau masih memegang janji 15 tahun lalu?” lanjut Hyosun.

 

===

Warna langit berubah menjadi jingga kemerahan, Hyosun merapikan meja kerjanya dan barang-barangnya bersiap untuk pulang. Karena jarak kantor dan rumah yang Hyosun tempati tidak terlalu jauh, Hyosun memutuskan untuk pulang-pergi kantor dengan berjalan.

Hyosun melangkahkan kakinya keluar kantor menuju lift. Ia masuk ke dalam lift dan menekan tombol satu.

KRRIINNGG

Ponsel Hyosun berbunyi, segera ia mengangkat panggilan telpon itu.

“Yeobeoseyo?” ujar Hyosun kepada orang yang menelponnya.

“Oh eonni! Bogoshipoyo! Tumben sekali kau menelpon, ada apa?” tanya Hyosun.

Nado bogoshipo. Apa kau sibuk?” yeoja itu berbalik bertanya.

“Aniyo. Wae?” jawab Hyosun.

Temuilah aku di cafe dekat kantormu. Aku akan menunggumu.” Ujar yeoja itu.

“Joah! Sampai jumpa, ne~! Annyeong.” Jawab Hyosun mengakhiri percakapan.

“Ku kira, ini akan menjadi hari burukku karena tidak jadi lagi bertemu Baekhyun.” Ujar Hyosun pada dirinya sendiri diakhiri dengan helaan nafas panjang.

 

===

Jarak antara kantor dan cafe yang Hyosun tuju tidaklah jauh. Dari depan pintu gedung kantornya pun sudah terlihat. Karena sudah lama tidak bertemu dengan Eonni-nya, ia memutuskan untuk membeli kue terlebih dahulu. Ia mengirim sebuah pesan singkat kepada Oppa-nya.

To: Eonni.

Aku mau mengunjungi suatu tempat terlebih dahulu. Tak akan lama. Tunggu aku ya!

xoxo.

Disaat yang bersamaan, Baekhyun pun baru saja selesai membereskan barang-barang. Karena ia menggantikan posisi Ayahnya pemilik perusahaan ternama, jadi pekerjaannya lebih sibuk.

DRRTT

From: 010-8663-0507.

Aku akan menunggumu di cafe biasa, arraseo?

Baekhyun yang melihat pesan itu hanya cengar-cengir. Baekhyun pun membalas pesan itu. Setelah itu, ia menuju parkiran mobil untuk berangkat menuju cafe.

 

===

Baekhyun sampai di cafe itu, memarkirkan mobilnya dan langsung masuk. Orang yang ia cari duduk di meja dekat jendela. Orang itu memberi tanda pada Baekhyun bahwa ia duduk disitu. Baekhyun menghampirinya dan duduk didepannya.

“Hey.” Sapa orang itu.

“Hey.” Balas Baekhyun.

Baekhyun berbincang-bincang dengan orang itu cukup lama.

Hyosun baru saja keluar dari toko kue dan berjalan menuju cafe yang tempat ia akan bertemu dengan Eonni-nya. Saat di jalan, terlihat kaca cafe itu. Menampilkan sesosok yeoja duduk berhadapan dengan seorang namja. Hyosun terkekeh melihatnya.

“Kapan kita seperti itu, Baek?” ujar Hyosun disela-sela kekehannya.

Saat ia menoleh ke arah yeoja itu lagi, ia memperhatikan namjanya. Hyosun mengerutkan dahinya.

“Baek-Baekhyun?” tanya Hyosun pada dirinya sendiri. Hyosun menghentikan langkah kakinya, memperhatikan namja itu lekat.

“Kalau iya itu Baekhyun, mungkin yeoja itu kliennya.” Ujar Hyosun berusaha meyakinkan dirinya.

Hyosun berdiri menunggu lampu lalu lintas berubah merah. Hanya tinggal menyebrang untuk menuju cafe itu. Lampu lalu lintas berubah merah, Hyosun menyebrang jalan. Memasuki cafe itu.

Hyosun mencari sosok yeoja yang menunggunya. Lalu dilihatnya yeoja itu melambaikan tangan. Hyosun tersenyum dan menghampiri yeoja itu.

“Eonni!” ujar Hyosun gembira yang dibalas senyuman oleh Eonni-nya.

“Ta-da! Aku membeli ini untukmu dan untuk eomma appa.” Lanjut Hyosun sambil cengar-cengir.

“Ah, gomawo saeng-a. Tak perlu repot-repot.” Jawab Sunye–eonni Hyosun.

“Apa yang membawamu kesini, eoh?” tanya Hyosun.

“Ani, aku rindu padamu. Jadi aku memutuskan untuk mampir sebentar.” Jawab Sunye.

Hyosun dan Sunye berbincang dan tertawa bersama melepas rindu yang teramat sangat. Sampai akhirnya langit berubah menjadi biru dongker. Sunye memutuskan untuk berpamitan pulang.

“Mampirlah pulang jika kau ada waktu.” Ujar Sunye pada Hyosun.

“Eum.” Jawab Hyosun singkat dan mengantarkan kepulangan kakaknya.

“Aku pulang ya. Jaga dirimu baik-baik.” Ujar Sunye.

“Eum. Eonni juga!” jawab Hyosun.

Hyosun mencari pasangan yang tadi ia lihat dari jalanan. Setelah menemukan mereka, ia lihat mereka sedang berpegangan tangan dan bermesraan lainnya. Hyosun memperhatikan wajah namja itu. Hyosun yakin kalau itu Baekhyun.

Dengan tidak sengaja, Hyosun menyebut nama Baekhyun.

“Baek?” panggil Hyosun.

Merasa namanya tersebut, Baekhyun menoleh kearah sumber suara. Disaat bersamaan Hyosun dan Baekhyun membelalakkan mata mereka.

Baekhyun bangkit dari duduknya, Hyosun mundur satu langkah dan memutuskan untuk pergi dari cafe. Setengah berlari, membuat Hyosun yang menahan tangis tersandung dan terjatuh. Matanya tak bisa lagi menahan air mata yang siap membanjiri wajahnya.

Orang-orang yang berlalu-lalang sesekali menghampiri Hyosun untuk menanyakan keadaannya. Hyosun tidak menjawab pertanyaan mereka satupun. Hyosun menangis tersedu-sedu.

Baek, apa itu yang kau sebut sibuk? Ku kira kau masih memegang janji itu. Bodohnya aku percaya oleh kata-kata anak kecil yang masih tidak mengerti apa-apa.” Ujar Hyosun membatin di sela-sela tangisannya.

Baekhyun berhasil bertemu Hyosun diluar cafe. Hyosun yang mendengar langkah kaki Baekhyun mendekatinya, memutuskan untuk membalikkan badan. Baekhyun memasang wajah bersalah, sedih, wajah campur aduk saat melihat wajah Hyosun yang benar-benar basah dengan air mata.

Hyosun mengusap air matanya kasar, menatap Baekhyun tajam seperti tidak akan memberinya belas kasihan.

“Mwo!? Apa ada yang kau butuhkan dariku, Byun Baekhyun-ssi!?” tanya Hyosun dengan penekanan pada nama Baekhyun.

“Hyo, mi-mianhae. A-aku.. aku tidak. Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu.” Jelas Baekhyun.

“Lalu apa maksud perkataanmu 15 tahun lalu!? Apa maksud janjimu itu!? Eoh!? Kalau akhirnya itu semua hanya sebuah kepalsuan!” tanya hyosun lagi dengan nada tinggi.

“Hyo, maafkan aku. Perkataan itu, janji itu semua tidak palsu. Itu jujur, Hyo.” Jelas Baekhyun dengan nada suara yang pelan.

“Lalu mengapa seperti ini, Baek? Wae!?” tanya Hyosun yang mulai merendahkan nada suara.

“Kita jarang bertemu, Hyo. Aku bingung. Maafkan aku yang meragukanmu.” Jawab Baekhyun. Baekhyun berjalan mendekati Hyosun, memegang tangan Hyosun.

“Lepaskan aku, paboya! Ini yang kau sebut sibuk? Sialnya aku, harus percaya oleh perkataan bocah kecil.” Ujar Hyosun sambil melepas tangan Baekhyun kasar. Melangkah mundur dan akhirnya membalikkan badan dan berlari menjauhi Baekhyun. Menyebrangi jalan yang tidak Hyosun sadari, lampu hijau.

Sebuah mobil truk melaju dengan cepat. Hyosun membeku tak dapat pergi dari tengah jalan. Baekhyun yang melihatnya, segera berlari ke arah Hyosun.

“HYOSUN-A! PERGI DARI SANA!” teriak Baekhyun dari kejauhan yang berusaha mendekat ke Hyosun.

BRUK

Disaat Baekhyun sampai pada Hyosun, Hyosun sudah terbaring lemas. Cairan berwarna merah dimana-mana. Baekhyun menunduk memegang badan Hyosun. Orang-orang memenuhi jalanan.

“B-baek.. Mi-mian-hae.” Ujar Hyosun yang sudah sulit berbicara.

“Aniyo aniyo. Ini semua salahku. Mianhae Hyosun-a, aku minta maaf atas semua salahku. Tetaplah hidup. Jebal. Jebal bertahanlah.” Jawab Baekhyun sambil memeluk tubuh Hyosun yang melemah.

“Tolong salah satu dari kalian. Telpon ambulan.” Ucap Baekhyun pada salah satu orang yang memperhatikan. Dengan segera, orang itu menelpon ambulan.

Hyosun tersenyum, “B-baek. Sa-“ ucap Hyosun terbata-bata berusaha meletakkan tangannya ke pipi Baekhyun.

Baekhyun mendekati pipinya agar Hyosun tidak bersusah payah menjangkau pipi Baekhyun.

“Sa-rang-hae, B-byun B-Baek-h-hyun-ssi.” Hyosun melengkapi kata-katanya.

“Nado. Nado. Mianhae, jeongmal.” Jawab Baekhyun memeluk tubuh Hyosun lagi.

Air mata mengalir. Baekhyun menangis, Hyosun menangis. Saat Baekhyun melepaskan pelukannya, tubuh Hyosun melemah. Tangan Hyosun mulai tak berdaya dan akhirnya Hyosun tiada.

“Andwae!! Hyosun-a, kau pasti bercanda kan? Kau tidak boleh mati!! Maafkan aku Hyosun-a!” ujar Baekhyun setengah berteriak tetapi samar-samar karena tangisannya.

 

3 tahun kemudian..

Baekhyun mengunjungi makan Hyosun, bersama keluarga Hyosun dan juga keluarga Baekhyun. Baekhyun tidak dapat melupakan kejadian kecelakaan itu. Setiap ia mengunjungi makan Hyosun, yang terulang di otaknya adalah kecelakaan itu.

“Hyo, aku disini. Selalu bersamamu.” Ucap Baekhyun pada Hyosun yang sudah tenang disana. Lalu pulang bersama keluarganya.

 

END

 

Whoawhoa/? Akhirnya selesai. Ini bikinnya ngejar deadline—maafkan saya jika tidak memuaskan, maaf ya sad end): lagi galau nih.gg jadinya begini xD . btw, don’t forget to like or comment. Tinggalkan lah jejak. Ku butuh kepastian/? xD

Untuk readers yang selalu baca ff saya:” saya sangat berterima kasih kepada kalian. Kalian daebak. Semoga yang baik-baik, selalu menyertai kalian:*

Iklan

4 pemikiran pada “I Love You

  1. Baekhyun tega dengan hyosun kenapa ia sangat jahat pada hyosun ia meragukan perasaan hyosun padanya dengan mendekati kakaknya hyosun sunye ah sedih banget apalagi hyosun harus meninggalkan baekhyun selama-lamanya .
    Keep writing untuk yang lainnya buatkah yang beda dari yang lainnya oke thor,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s