“CALL ME BABY” (CHAPTER 2)

“CALL ME BABY” (CHAPTER 2)

CALL ME BABY

 

 

Author          : FikaNofrika

Title                : “CALL ME BABY”

Main cast      : Byun Baekyun, Choi HyoRi (OC), Kim Jong In.

Support cast: find it by yourself ^^

Genre             : Romance, School life, Friendship, Sad.

Rating            : PG- 15/ PG 15 +

Length           : Chaptered

FF ini asli 100% buatan dan hayalan Author, jadi jangan PLAGIARISM ! ya readers ^^ . jangan lupa postkan komen di bawah setelah membaca FF ini. Hitung-hitung untuk motivasi melanjutkan karya-karya saya ^^ . MAAF KALAU ADA TYPO DIMANA-MANA .. 😉

 

* * * *

-Chapter sebelumnya-

“Baek Baekhyun!? Ya! Berapa lama kau berdiri disitu!?” bentak Hyori tiba-tiba pada Baekhyun. Dia takut kalau Baekhyun mendengarkan semua percakapannya dengan Soo Eun mengenai namja yang ia suka.

“Selama yang tak kau sadari!” jawab Baekhyun santai dan mulai duduk di bangkunya yang telah ditinggalkan Soo Eun pindah, lalu membuka kembali buku pelajarannya.

Hyori yang melihat sikap Baekhyun itu pun semakin takut. Takut kalau saja Baekhyun memang mendengar percakapannya tadi, dan takut Baekhyun akan menyebarkannya. Dalam hati HyoRi terus berteriak “Apa yang harus aku lakukan tuhan…”

_HyoRi POV-

Jam pelajaran di kelas pun berakhir. Kini saatnya praktik seni. Tapi sebelum itu aku memuruskan pergi ke kantin terlebih dahulu bersama Soo Eun untuk menghabiskan jam istirahat kedua karena perutku sudah melolong kelaparan.

“Kau tak membawa bekal Hyori ssi?” tanya Soo Eun padaku saat berjalan di koridor kelas menuju kantin.

“Ah aku tadi lupa untuk membawanya, aku takut akan terlambat di pelajaran pertamaku” jawabku jujur.

Yah tadi pagi-pagi sekali aku sudah menyiapkan bekalku sendiri. Jujur saja, aku tak begitu suka membeli makanan di kantin sekolah, ommaku selalu mengatakan kalau membawa bekal dari rumah itu lebih baik dan juga bisa menghemat uang saku. Tapi sayangnya aku begitu pikun, jelas-jelas bekal sudah ada di meja ruang tamu, tapi malah kutinggalkan dan sama sekali tak kulirik.

“ehmmm” jawab Soo Eun singkat sambil manggut-manggut tanda mengerti.

“Kau sendiri tak membawa bekal Soo Eun ssi” aku pun balik bertanya.

“Hahaha, aku tak bisa memasak dan juga aku tinggal sendiri di apartment, jadi mustahil untukku membawa bekal dari rumah” jawab Soo Eun yang kemudian terlihat sedih.

“ehm… kalau begitu kapan-kapan akan kubuatkan bekal untukmu” jawabku ceria sambil merangkulnya.

Aku tau kalau mungkin dia kesepian. Aku tak tau dimana keluarganya, dan aku tak berani menanyakannya pada Soo Eun, karena aku belum begitu dekat dengannya. Mungkin nanti kalau aku sudah benar-benar yakin dia merasa nyaman denganku.

“Hahaha, kalau begitu aku tunggu HyoRi ssi” jawabnya sembari tertawa lebar.

-Hyori POV END-

Di kantin Seoul Art School itu, sudah banyak siswa yang sedang menikmati makan siangnya. Banyak sekali yeoja ataupun namja yang makan sambil bersenda gurau, sangat berbeda dengan sekolah lamanya di Jepang. Di Jepang saat makan seperti ini sangat tenang, tak ada yang berani bersuara karena mereka sangat mementingkan tata krama saat makan.

Bukan berarti Hyori tak merasa nyaman dengan keadaan yang begitu berisik di kantin sekolah itu. hanya saja Hyori sedikit tercengang, karena tak pernah dia mengetahui keadaan seperti itu saat sedang menghadap makanan. Kalau boleh jujur, Hyori sangat senang berada di Seoul tempat kelahirannya. Meskipun berisik, tapi dia merasa nyaman dan bahkan dia selalu mengharapkan hal seperti itu.

Saat di Jepang, Hyori selalu di tuntut bersikap sopan dan dilarang begitu banyak bicara saat menghadapi siapapun, entah itu teman appanya, ommanya, dan bahkan teman-temannya. Maklum, keluarga Hyori adalah keluarga yang sangat berpengaruh di Jepang, terutama dalam kesuksesan perusahaan-perusahaan seni disana. Tapi meskipun begitu, Hyori sama sekali tak merasa nyaman melakukan hal itu. Hyori merasa dia tidak menjadi dirinya sendiri. Padahal Hyori yang dikenal teman-temannya atau bahkan masayarakat yang dekat dengannya saat di Seoul. Mengenal Hyori sebagai anak yang ceria dan tak bisa diam.

Keluarga Hyori sangat berbakat di dalam bidang seni, dan memang sekarang menurun pada Hyori. Hyori pindah dari Seoul ke Jepang saat dia masih duduk di bangku SD. Dan sekarang dia sudah di tingkat 2 SMA.

#plak Author jadi bahas kemana-mana . 😀 okeh back to script 😉

Hyori pun segera memesan beberapa kimbab. Maklum Hyori sangat rindu dengan rasa makanan khas korea setelah 5 tahun berada di Jepang.

“Ya, kau rindu masakan korea Hyori ssi?” tanya Soo Eun kemudian saat Hyori mulai menikmati kimbabnya dengan lahap.

“emmm, ne mmmm” kata Hyori tak jelas sambil terus mengunyah kimbabnya, yang membuat Soo Eun geleng-geleng memaklumi.

“Kalau kau ingin menjawab, telan dulu tuh makananmu” saran Soo Eun sambil menyodorkan tissue pada Hyori setelah melihat mulut Hyori belepotan mayonnaise.

Hyori menelan paksa makanan yang sudah hampir penuh di mulutnya, lalu menerima tissue yang disodorkan Soo Eun dan segera mengelap halus mulutnya.

“Ah gomawo Soo Eun ssi” kata Hyori malu-malu karena sudah memperlihatkan sisi kanak-kanaknya pada Soo Eun.

Soo Eun tak menjawab perkataan Hyori dan terus menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu dia pun mulai menikmati Sup rumput laut yang ia pesan persama Hyori tadi.

-Hyori POV-

Aku sangat malu ketika Soo Eun mengetahui mulutku yang belepotan mayonnaise dan menyodorkan tissue padaku saat memakan kimbab. Ahhh… aku memang bodoh, kenapa sifatku masih juga kekanak-kanakan seperti ini.

“Soo Eun ssi” panggilku saat mulai menelan kunyahan terakhirku.

“emmm” jawab Soo Eun singkat yang sepertinya juga berusaha menelan makanannya dan menatapku penasaran.

“Maaf” kataku malu-malu sambil mencoba menutupi rona merah pipiku.

“whae?” tanya Soo Eun heran padaku.

“Karena kau sudah melihat sisi kanak-kanakku”

“Hahahaha, hahahaha” Soo Eun tak menjawab dan malah tertawa lebar. Dia juga tak mempedulikan tatapan-tatapan aneh dari penghuni kantin itu.

“whae!? Kenapa kau malah tertawa!?” tanyaku yang juga ikut heran.

Soo Eun pun mencoba berhenti dari tawanya, dan mengusap ujung matanya yang mengeluarkan sedikit air mata akibat tawanya.

“Ah mian, aku hanya kelepasan” jawabnya kemudian

“Jadi?” tanyaku lagi.

“Kau tak usah memikirkan itu Hyori ssi. Itu malah membuatku sedikit terhibur. Aku belum pernah berteman sedekat ini dengan siapapun sebelumnya” jelasnya sambil tersenyum manis.

“Jinjja? Wae? Kenapa kau belum pernah berteman sedekat ini dengan yeoja lain?” tanyaku penasaran.

“yah, itu karena bagiku yeoja-yeoja di sekolah ini selalu membicarakan atau bahkan mengumbar kesalahan orang lain, dan aku tidak menyukainya” jelasnya.

“Ah, aku tau, sepertinya aku juga berfikiran sama sepertimu Soo Eun ssi” jawabku jujur lalu ikut tertawa bersama Soo Eun.

-Hyori POV END-

Tawa Hyori tiba-tiba berhenti saat mengetahui Baekhyun namja yang baginya sangat menyebalkan itu tiba-tiba berada di belakang Soo Eun.

Baekyun menatapnya tajam dan menampakkan wajah datarnya. Hyori pun heran dengan sikap Baekhyun yang tak jelas itu.

“wae!? Kenapa kau menatapku seperti itu!!” Hyori pun akhirnya bertanya.

Soo Eun yang mengetahui hal itu pun segera membalikkan pandangannya menuju arah mata Hyori. Dan segera dia terkejut ketika melihat kehadiran Baekhyun yang tak pernah mereka undang, atau bahkan yang tak pernah mereka harapkan datang.

“Ya! Wae!?” tanya Hyori lagi yang merasa tak dianggapi Baekhyun.

“Aku hanya merasa tak menyukaimu! Kau memalukan!” jelas Baekhyun yang mampu membuat mata Hyori dan Soo Eun terbelalak tak mengerti.

Setelah mengatakan hal yang menyebalkan itu, Baekhyun pun segera meninggalkan tempatnya tanpa mempedulikan Hyori yang menatapnya kesal.

“Ya! Byun Baekhyun!!!” bentak Hyori kemudian sambil melihat punggung Baekhyun yang mulai menjauh dari mejanya.

Tettt…tettt….tetttt….

Bel tanda berakhirnya istirahat kedua itu pun berbunyi nyaring. Hyori yang sangat kesal dengan sikap dan perkataan Baekhyun itu pun membuang nafas berat.

“Ayo kita kembali Soo Eun ssi” pinta Hyori pada sahabatnya itu.

“Ah ne, gwaenchanna?” tanya Soo Eun yang tampaknya khawatir dengan Hyori.

“Gwaenchanna, ja kita ke kelas seni” jawab Hyori berbohong yang jelas merasa sakit hati dengan sikap Baekhyun padanya sambil menarik lembut tangan Soo Eun.

 

Di tengah-tengah perjalanan menuju kelas seni mereka, Hyori dan Soo Eun tak sengaja berpapasan dengan dua namja tampan yang tingginya hampir sama.

Hyori pun merasakan hal yang aneh saat berpapasan dengan dua namja itu. dia pun memperlambat langkahnya dan akhirnya berhenti begitu saja, yang tentu membuat Soo Eun heran.

“Ada apa Hyori ssi? Gwaenchanna?” tanya Soo Eun penasaran.

“Ah ani. Sepertinya aku baru saja melihat seseorang yang aku kenal” jawab Hyori ragu-ragu.

“jinjja ? nugu?” tanya Soo Eun lagi-lagi sambil menengok ke kanan kiri ke depan belakang, namun tak menemukan siapapun kecuali dua namja yang menurutnya sudah sangat terkenal di sekolah itu.

Pelan-pelan Hyori membalikkan badan. Begitu pula dengan salah satu namja yang tadi sempat berpapasan dengan Hyori dan juga Soo Eun.

Hyori dan namja itu pun saling bertukar pandang. Tak lama setelah itu, mulut Hyori dan namja itu pun serentak terbuka dan..

“Ya Hyori ssi? Kau Choi Hyori?” tanya namja tampan itu sambil terus menatap wajah cantik Hyori.

“Kim Jong In, Ya kai a?” Hyori juga melakukan hal yang sama seperti namja tampan itu.

“Ah jinjja. Hyori ssi!!!!” tiba-tiba saja namja tampan yang disebut Hyori Kim Jong In itu pun berteriak lalu berlari menuju Hyori dan segera memeluknya.

“Hyori ssi? Kapan kau kembali? Aku sangat merindukanmu!!” kata namja tampan itu sambil terus memeluk Hyori.

Soo Eun dan namja tampan satu lagi yang juga berpapasan dengan Hyori itu pun hanya diam dan terbengong-bengong tak mengerti melihat kelakuakn Hyori dan Kim Jong In.

 

Yaahhhh… Ini dia Chapter keduanya sudah aku selesaikan. Jangan lupa post Komentar yah guys. Sekali lagi DON’T BE SIDERS and DON’T PLAGIARISM. Nah loh makin kesal aja yah lihat kelakuan Baekhyun pada Hyori, lalu kira-kira siapa yah namja di sebelah Kim Jong In tadi?? Dan juga, siapa sih Kim Jong In itu menurut Hyori. Coba tebak yah .. hehe ^^

Tunggu saja Chapter selanjutnya. Dijamin bakal lebih seru deh .. ^^

14 pemikiran pada ““CALL ME BABY” (CHAPTER 2)

  1. hihi seru:G tapi baekhyunnya dingin bgD;3 jadi gimana gituuuu;V padahal kan dia anaknya yaaa ada sedikit gangguan diotaknya;V jadi sifatnya bertolak belakang banget, tapi aku suka ko thor karna baekhyun bias 1 aku, dan kai bias ke 2 aku\=d/ fighting thor~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s