Ice Cube Couple

Ice Cube Couple

Tittle: Ice Cube Couple

Author: Park Sunghyo

Genre: AU-Romance-School Life

Length: Oneshoot

Rating: PG-17

Main Cast: Oh Sehun-Park Sungra

 

Terimakasih kepada admin sekalian jika ff ini bisa dilihat apalagi dipublish. Ini penulisnya amatiran jadi maaf sekali kalau aneh, membosankan, dan sangat membuat mata saudara sekalian sakit. Aku mencoba peruntunganku, semoga ff ini layak dibacaaa/

 

__0__

Ciuman itu.. masih terngiang. Dengan lancangnya ingatan bodoh itu muncul begitu saja. Mengapa bisa-bisanya aku dengan cepat terjatuh dalam pesona namja macam dia? Aku pikir aku akan gila.

“Nona Park”

Teguran Han seonsaengnim membuyarkan lamunan panjangku. Rasa malu merangkak naik hingga mencapai wajah akibat menjadi tontonan sekelas lagi, untuk yang kesekian kalinya.

“Apa ada masalah?” Tanya Han seonsaengnim sambil mengerutkan kedua alisnya.

“Animnida” Jawab Sungra menggelengkan kepalanya segan.

20 menit setelahnya bel pulang berbunyi. Sungra bergegas membereskan buku-buku dan peralatannya ke dalam tas, hari ini adalah hari akhir dari kesulitannya untuk belajar. Karena besok hari libur, ia berencana tidur sepuasnya tanpa gangguan apapun. Hanya seorang Park Chanyeol sajalah yang mampu mengusik hibernasi Sungra walau sehari, dan itu lumayan memuakkan.

Sungra berjalan cepat menuruni lantai 2, baru sampai di anak tangga terakhir, gadis itu menepuk jidatnya pelan tanda melupakan sesuatu. Ada tugas biologi yang harus dikerjakannya dan tidak tanpa buku cetak tebal membosankan itu. Sungra mengumpat dalam hati, letak perpustakaan agak jauh dari tempatnya berdiri, di ujung lantai 3 dan artinya ia harus merelakan kaki kurusnya untuk melangkah naik menuju ruang membosankan.

Sungra berdoa dalam hati semoga saja Jung seonsaengnim belum pulang dan ia bisa meminjam buku neraka itu sebentar lagi. Berlari sekitar 5 menit, ia sampai di tempat destinasinya. Gadis itu menghela nafas lega saat pintu perpustakaan masih dibuka lebar-lebar seolah mengizinkan siapapun bisa masuk.

Batang hidung Jung seonsaengnim sudah terlihat dan Sungra menyapa lewat senyum 3 cm miliknya. Ia bergegas menuju rak paling akhir dan sialnya buku itu bertengger manis diatas rak paling ujung. Han seonsaengnim harus membayar semua ini.

Kaki Sungra dengan bodohnya melompat-lompat dengan lengan memanjang keatas, berusaha meraih buku cetak itu. Sungra mendesis dan mencoba peruntungannya sekali lagi, namun nihil. Disaat keputusasaan melandanya, derap langkah kaki terdengar mendekat kearah Sungra. Gadis itu menghentikan sejenak kegiatannya dan menoleh hingga menemukan sosok namja tampan berdiri mematung tak jauh dari jangkauannya.

Oh Sehun.

Namja aneh dan sangat aneh. Setidaknya pemikiran Sungra tidak pernah berubah semenjak ia tahu bahwa namja itu adalah sosok pendiam namun entah sudah berapa kali dia mematahkan hati para yeoja.

Sehun mendecakkan lidahnya kesal masih dengan menatap Sungra.

“Kau berisik sekali” Tukas Sehun menatap sinis kearah Sungra.

“Apa perduliku?” Nada Sungra begitu dingin membuat Sehun tertohok dalam hati.

“Kaki kurus lemahmu itu melompat-lompat dan membuat suara berisik, sangat mengganggu” Jawab Sehun lebih dingin.

Sungra dapat merasakan aliran listrik di tubuhnya, semacam sengatan aneh melanda dirinya saat bertatapan dengan mata tajam itu. Sungra berusaha menenangkan diri karena ia sangat tahu bahwa dirinya adalah seorang pemarah, dan berurusan dengan namja seperti Oh Sehun hanya akan menghabiskan energinya saja.

Merasa tidak diindahkan, Sehun perlahan berjalan mendekat menuju Sungra. Sungra terdiam di tempatnya berdiri dan memandang Sehun tak minat, ia berusaha membangun dinding pertahanan, mencoba sebiasa mungkin berada di dekat Oh Sehun. Entah apa mau namja ini dan entah apa pula yang membuat Sungra tak bisa bergerak dari tempatnya.

Masih dengan wajah datarnya, Sehun semakin melangkah maju dan membuat Sungra harus mundur hingga tak sadar jika punggungnya telah membentur dinding. Sehun tertawa dalam hati menatap wajah bingung Sungra, gadis ini benar-benar polos, pikirnya.

“Kau fikir apa yang kau lakukan?” Ujar Sungra dingin.

Sepersekian detik, Sungra dapat merasakan hembusan nafas Oh Sehun menyapu wajahnya. Bahkan Sungra dapat mendengar geraman tertahan yang keluar dari bibir namja itu. Entah siapa yang memulai namun kedua bibir itu telah bertautan satu sama lain, Sungra dapat merasakan jantungnya memompa 3 kali lebih cepat dan kedua kakinya melemas seketika.

Dengan kesadaran yang tersisa, Sungra mendorong tubuh Sehun dengan tenaga yang dimilikinya. Sehun memandang tajam kearah gadis itu masih dengan bisu, Sungra tak berani lagi menatap kedua bola mata Sehun karena hatinya sudah tidak bisa diajak kompromi.

Satu-satunya hal yang terlintas di benak Sungra adalah ia harus berlari secepat yang ia bisa, kabur dari namja aneh dan gila di depannya sekarang ini. Ya benar, itu adalah cara terbaik. Maka dari itu, Sungra langsung berlari meninggalkan perpustakaan yang menjadi saksi bisu kejadian tersebut.

 

__0__

Sungra berguling-guling tak beraturan di ranjangnya. Entah sudah berapa kali gadis itu memaki dalam hati, betapa bodoh dan memalukannya ia karena bisa terlena dengan sikap Oh Sehun yang bahkan lebih bisa dibilang menyebalkan.

Pantas saja namja itu mendapat predikat ‘player’ dari gadis-gadis yang pernah dikencaninya, bahkan dia berani mencium seorang gadis di waktu pertama bertemu. Dasar aneh, gila, idiot!

Park Chanyeol menatap aneh kearah adik semata wayangnya itu. Adiknya bahkan melakukan gerakan-gerakan seperti tarian ulat kebakaran dan penulis pun tidak tahu bagaimana bentuk tarian ulat yang sedang terbakar.

Chanyeol menggelengkan kepalanya dan mendekati Sungra, menyadari pasti ada sesuatu yang salah dalam hidup adiknya itu.

“Apa kau keracunan makanan?”

Suara bass Chanyeol membuat Sungra yang tadinya menggeliat tak karuan menjadi bangkit terduduk, menatap kakaknya dengan pendangan sinis.

“Apa maumu?” Tanya Sungra dingin.

“Kau mungkin bisa membekukan Korea Selatan dengan nada dinginmu jika kau mau” Jawab Chanyeol sambil membenarkan posisi duduknya diatas ranjang Sungra.

Sungra memutar kedua bola matanya malas dan memilih diam saja daripada harus meladeni pertanyaan dan pernyataan dari kakaknya.

“Apa mulutmu sudah disfungsi eoh?”

“Tutup mulutmu bodoh, pergilah”

Chanyeol mengangkat kedua tangannya keatas tanda dia menyerah walau Sungra sudah tidur membelakanginya sekarang.

Suara pintu yang ditutup membuat Sungra membuka kedua matanya kembali, mana mungkin ia bisa tidur dalam keadaan seperti ini?

Gadis itu perlahan merubah posisi tidurnya, menatap datar kearah langit-langit kamar dan bergumam tak jelas. Harus seperti apa jika bertemu? Bagaimana Sungra dapat menampakkan wajah di depan Oh Sehun setelah apa yang terjadi? Bagaimana ia harus bersikap nantinya? Dan selama 2 jam penuh Sungra habiskan dengan pertanyaan-pertanyaan yang berputar di kepalanya.

 

__0__

Hari libur terasa begitu cepat bagi Sungra, rasanya dia baru saja memakan burger favoritnya dan tiba-tiba saja ia sudah berada di sekolah. Tak jauh dari Sungra berdiri, tiba-tiba Sehun dari arah berlawanan berjalan mendekat namun tak menatap kearah Sungra sama sekali.

Hoh, sialan.

Bahkan namja itu dengan santainya melewati Sungra seolah gadis itu hanyalah loker berjalan. Ada perasaan aneh menjalar di tubuhnya, Sungra terdiam beberapa detik memikirkan tentang respon cepat tubuhnya terhadap Oh Sehun.

Tiba-tiba bayangan Kim Minhee berputar di benaknya, bayangan Minhee yang sedang menari ala ballerina gagal dan tersenyum-senyum layaknya orang gila. Itulah respon gila Kim Minhee saat sedang jatuh cinta.

Tunggu…apa? Jatuh cinta?

HAHAHAHAHAHA. Mana bisa begitu!

Sungra segera menghentikan pikiran gilanya dan bergegas menuju kelas.

Ketukan pena terdengar beberapa kali dari ulah tangan Han seonsaengnim. Guru biologi itu menatap Sungra tajam seolah anak muridnya yang satu ini tak boleh diberi ampun lagi.

Sungra mengumpat dalam hati mengapa ia bisa begitu bodoh dalam pelajaran biologi. Sudah ratusan kali Sungra menanamkan dalam fikirannya bahwa biologi adalah pelajaran keren yang menyenangkan namun usahanya gagal. Mana bisa suatu atom terkecil disebut sel dan darimana sel itu sendiri berasal? Dan mengapa pula peredaran darah harus melibatkan banyaknya nadi dengan berbagai fungsi? Rasanya Sungra mau mati saja.

Tak lama dari drama mengharukan antara guru biologi dan muridnya, ketukan pintu kelas terdengar membuat semua pasang mata di kelas tersebut mengalihkan pandangannya.

Tak terkecuali Sungra yang berusaha mati-matian antara menahan senyum dan meredakan wajahnya yang terasa panas. Kenapa namja gila idiot ini bisa ada disini? Pikirnya.

“Oh, Sehun, masuklah” Pinta Han seonsaengnim ramah.

Dan guru iblis satu ini bahkan tak pernah bersikap baik walau hanya untuk mengirimkan sinyal suara ramah pada dirinya. Hell.

“Saya ingin mengumpulkan tugas yang guru suruh kemarin”

“Kenapa harus menghabiskan waktumu untuk mengerjakan secepat ini, nak? Santai saja”

Perkataan Han seonsaengnim hanya dibalas senyum aneh dari Oh Sehun.

“Bisakah kau nanti ke ruang guru sebentar? Ada yang ingin kusampaikan” Pinta Han seonsaengnim pada Sehun dan namja itu hanya mengangguk lalu melenggang pergi. Menyisakan seluruh murid perempuan di kelas itu dengan percikan-percikan kagum, Sungra mendesis tak percaya. Bahkan dia sudah mematahkan hati yeoja separuh sekolah ini dan masih bisa mendapatkan perhatian dari mereka?

 

__0__

Sungra membereskan buku-buku dan peralatannya dengan malas. Minhee hari ini tak masuk beralasan sakit padahal ia terang-terangan bilang pada Sungra bahwa sedang liburan ke pulau Jeju. Gadis gila satu itu.

Sudah sahabat sedang tak ada, ditambah si guru iblis menyebalkan itu membuat hari Sungra memburuk. Pasalnya ia dipanggil ke kantor usai pulang sekolah, ingin rasanya Sungra menghajar kepala Chanyeol sebagai pelampiasannya tapi itu tak mungkin mengingat tinggi kakaknya yang seperti tiang listrik.

Langkah kaki Sungra terasa berat dari waktu ke waktu. Bisa saja Sungra kabur sekarang dengan resiko ia menjadi bulanan Han seonsaengnim dan itu lebih buruk. Jadi ia memilih memasukkan diri ke dalam kandang macan.

Sampai disana, Sungra terheran melihat Sehun yang nampak sedang mendengarkan Han seonsaengnim tentang penjelasan aneh yang diberikan. Sungra berjalan terseret, benar-benar malas menghadapi guru galak ini.

“Park Sungra. Melihat nilai biologimu yang semakin menurun, aku memutuskan untuk membuat Oh Sehun sebagai tutor biologimu selama sebulan”

Sungra sebisa mungkin menahan umpatannya. Guru satu ini benar-benar mengajak ia berkelahi tapi apa daya ia harus menuruti perintahnya, mengingat semua ini menyangkut nilai.

Di lain sisi, Sehun nampak tenang dan tidak merasa terganggu sama sekali. Han seonsaengnim mengerutkan keningnya bingung.

“Kenapa diam, Nona Park? Apa kau tidak menyetujuinya?” Tanya Han seonsaengnim sambil menatap tajam kearah Sungra.

Ya aku benar-benar tidak menyetujuinya dan aku mohon lepaskan aku sekarang juga guru sialan.

“Animnida, seonsaengnim”

Han seonsaengnim mengangguk dan mempersilahkan Sungra beserta Sehun keluar dari ruangannya.

“Kau terlihat senang, Park Sungra” Suara Sehun memecah keheningan diantara mereka. Organ pendengaran Sungra terasa geli mendengar panggilan Sehun kepadanya, terdengar sangat datar namun ada ejekan disana.

“Apa aku terlihat seperti yang kau katakan?” Jawab Sungra masih menatap lurus ke depan, tak ingin tergoda untuk memalingkan wajahnya kearah Sehun.

“Ya”

“Kau salah besar Tuan Oh”

“Lalu apa? Benci? Kesal? Marah? Semacam itu?”

“Bisakah kau tutup mulutmu?”

Sungra mendengar kekehan Sehun di sampingnya. Namja ini benar-benar tahu cara menggoda wanita, dan Sungra membencinya.

“Hari Kamis pukul 8 malam di apartemenku” Ujar Sehun.

“Kenapa aku harus pergi ke tempatmu?”

“Karena kau membutuhkanku” Jawab Sehun sambil tersenyum tipis.

Tubuh Sungra mendesir melihat senyum rupawan itu. Sungra masih tak menghiraukan Sehun dan tetap menatap kearah lain selain wajah namja itu setelahnya. Ia tak mau tubuhnya membuat respon aneh kembali, sudah cukup Sungra semalaman tidak tidur karena ciuman namja ini dan hal itu sudah benar-benar cukup.

 

__0__

Sungra menatap bangunan mewah menjulang itu sedari tadi namun tak ada keberanian sedikit pun untuk masuk kesana. Apa perjalanan yang ditempuhnya kesini sudah benar? Ini tidak apa-apa kan? Sungra menarik nafasnya perlahan, mencoba menenangkan diri sebelum berhadapan langsung dengan tutor barunya.

Memakan beberapa waktu hingga sampailah Sungra di depan pintu apartemen mewah Oh Sehun. Sungra mengatur detak jantungnya sedari tadi namun tetap saja benda satu itu tak menurut, malah semakin berdetak keras tak karuan.

Sungra membalikkan tubuhnya, membelakangi pintu apartemen itu dan mengeluarkan sumpah serapahnya. Ia benar-benar kesal dengan keputusan Han seonsaengnim, karena keputusannya itulah yang membuat Sungra dihantarkan menuju neraka Oh Sehun.

“Kalau dia macam-macam, pecahkan saja kepalanya”

“Pecahkan kepala siapa?”

Suara berat dari belakang Sungra seketika membuat gadis itu merinding ngeri, ia langsung berbalik dan pandangannya langsung bertemu dengan tatapan tajam itu. Masih dengan wajah datarnya, Sungra berkata “Apa aku boleh masuk?”

Sehun tersenyum miring dan membukakan pintu selebar yang dia bisa tanda Sungra dipersilahkan masuk. Dan Sehun bukanlah tipe tuan rumah yang baik karena Sungra bahkan tak disuguhkan minuman, atau setidaknya ditawarkan sesuatu. Namja ini benar-benar.

“Jadi kita mulai darimana?”

“Kau to-the-point sekali, Sungra-sshi”

“Apa perduliku. Cepat mulai”

Sehun tertawa dalam hati melihat wajah masam gadis di hadapannya. Ia nampak lucu dengan bibir mempout seperti itu, hidung kecilnya yang lancip, mata ukuran sedang dengan tatapan dingin itu, rambut lurus panjangnya yang disampirkan ke samping. Nampak anggun dari segi manapun.

Mana bisa Sungra belajar jika Sehun menatap terus-terusan seperti itu? Yang benar saja.

10 menit berselang, Sehun kembali dari dapur dengan membawa 2 botol soda. Sungra masih asyik dengan muntahan soal biologi, tak sadar daritadi Sehun telah memperhatikannya.

“Diminum dulu” Ujar Sehun kalem.

Sungra mengangguk sekilas dan meraih kaleng soda tersebut. Bukan minuman segar yang ia dapat, tapi justru darah yang menetes dari ibu jarinya. Sehun langsung terbangun dari duduknya dan pindah tempat ke hadapan Sungra. Sehun langsung mengambil ibu jari Sungra dan memasukkannya kedalam mulutnya, membuat Sungra mematung di tempat.

“Jangan seperti ini Oh Sehun”

“Kenapa? Aku mau melakukannya” Jawaban dingin itu membuat Sungra terdiam.

“Terserah kau sajalah”

“Hey pipimu memerah. Aku tidak berbohong” Godaan Sehun berhasil membuat Sungra melotot kearahnya. Sehun dengan tenangnya berdiri dari dia duduk dan kembali ke posisinya semula.

Entah setan apa yang merasuki Sungra hingga ia berdiri dan duduk di pangkuan Sehun saat itu juga. Membenamkan bibirnya di bibir Sehun hingga membuat otak keduanya meledak bersamaan, tak bisa berfikir jernih. Ciuman Sungra terkesan tergesa dan menuntut membuat Sehun tersenyum dalam ciuman mereka. Baru kali pertama bagi keduanya bisa bergelut semacam dan disituasi seperti ini, mereka terlalu hanyut. Sehun terlalu memabukkan untuk Sungra. Menjadi malam yang indah bagi mereka.

1,5 jam berlalu dan itu artinya Sungra diharuskan pulang.

Sehun sengaja mengantar Sungra hingga ke lobi bahkan menunggu Sungra di pinggir jalan sampai mendapat taksi.

“Kau sangat keras kepala”

“Aku tidak seperti itu”

“Biar aku saja yang mengantar, ini sudah larut”

“Apa perdulimu”

“Demi Tuhan, Park Sungra!”

Sungra tak menjawab lagi dan beberapa menit kemudian mereka tenggelam dalam keheningan.

Udara sangat dingin malam itu membuat Sungra otomatis merapatkan jaketnya. Melihat hal itu, Sehun dengan tiba-tiba memeluk Sungra perlahan, memberikan kehangatan disana.

Tubuh Sungra seperti terlepas dari jiwanya, kakinya lemas seketika dan segera jatuh jika saja Sehun tak menopangnya. Seolah ada ribuan malaikat yang mengelilingi Sungra untuk memberikan rasa aman, dan seperti itulah perasaan Sungra saat mendapati dirinya tak melawan bahkan untuk melayangkan protes satu pun.

Sungra berusaha melonggarkan pelukan itu namun Sehun malah semakin mengeratkan pelukannya. Sungra mendecak sebal dan meronta dalam pelukan namja itu namun sia-sia saja.

“Biar sebentar seperti ini saja”

Tak ada balasan Sungra di pelukan itu. Ia hanya membiarkan Sehun dengan kelakuannya dan tingkah bodohnya sendiri yang tak bisa menolak.

Beberapa menit kemudian Sungra mendapatkan taksi untuk pulang ke rumah. Sikap protektif Sehun menyuruhnya untuk mengikuti gadis itu sampai rumah, memastikan Sungra aman tanpa ada lecet satu pun. Sungra mungkin gadis ketus dan dingin, tapi dibalik itu ia tetaplah seorang perempuan. Jadi Sehun benar-benar mengantar Sungra ‘secara tak langsung’ sampai ke rumah.

“Aigoo.. darimana saja kau nak? Tak tahukah eomma sangat merindukanmu hm?”

“Eomma dan appa kapan datang? Kenapa tidak mengabariku?”

“Kau saja yang susah dihubungi, memangnya ponselmu rusak atau apa?” Tiba-tiba Chanyeol menyela dari dalam rumah dan ikut memeluk ibu dan adiknya tersebut.

“Sakit Park Chanyeol. Lepaskan bodoh!”

 

__0__

Sudah seminggu Sungra seperti mayat hidup, gadis itu sudah menceritakan segalanya pada Minhee. Minhee bahkan mengeluarkan sumpah serapahnya untuk Oh Sehun. Bisa-bisanya namja itu seperti menaik-turunkan hati sahabatnya, membuat Sungra menjadi patung berjalan.

“Sudah Minhee-ya, tak ada yang perlu dikhawatirkan” Ungkap Sungra mencoba tersenyum walau sebenarnya ia juga kesal dan bingung atas sikap Oh Sehun padanya.

Secara tiba-tiba namja itu menghilang seperti di telan bumi. Dengan resmi dia mengundurkan diri menjadi tutor Sungra dan bahkan Sungra tak tahu alasannya. Bahkan belum genap 3 minggu tapi Sehun seperti membuangnya begitu saja, baiklah jika itu yang dia inginkan. Apa dia fikir Sungra tak bisa hidup tanpanya? Yang benar saja.

Bel istirahat pertama berbunyi dan Sungra harus merelakan waktu tidur berharganya dengan pergi ke perpustakaan. Han seonsaengnim makin memperburuk keadaan, membuat opini seolah semua adalah kesalahan Sungra karena Sehun menjadi menyerah seperti itu. Padahal semua nilai Sungra mencapai tingkat sempurna seperti yang diharapkan, tapi entah mengapa biologi tak pernah bersahabat pada jalan hidupnya.

Sesampainya disana, Sungra langsung mencari buku yang diincarnya dan menyerahkannya pada Jung seonsaengnim untuk dicatat.

Beberapa menit perjalanannya menuju ke kelas, Sungra dihadang oleh 3 yeoja yang ia tahu adalah seniornya.

“Ikut kami sebentar” Ucap yeoja berambut cokelat di ujung.

Sungra mengucapkan persetujuan dan langsung mengikuti arah yang ditujukan para seniornya.

Mereka tiba di atap sekolah. Sekali lagi pandangan sinis diperlihatkan terang-terangan oleh Sungra, ia tak suka sok digurui dan beberapa orang yang gila hormat.

Yeoja di tengah—Kim Eunjung—membuka suara.

“Kau fikir apa yang kau lakukan? Apa kau sangat cantik? Jauhi Oh Sehun dan bersikaplah seperti biasa. Buang jauh-jauh harapanmu untuk mendapatkannya karena kau bahkan hanya setitik dari segumpalan yeoja yang telah ia tiduri. Jauhi saja demi kebaikanmu, Park Sungra”

“Jadi kau kira aku sangat terpikat dengan Sehun? Yang benar saja. Bahkan aku lebih memusingkan biologiku dibanding namja seperti dia dan meributkan dia dengan kalian. Kalian benar-benar membuang waktuku saja”

“Tutup mulutmu! Kau fikir dengan siapa kau bicara?! Aku ini seniormu!”

“Lalu?”

“Kau! Kutegaskan sekali lagi, pergilah menjauh sebelum kau terluka, bodoh! Kau mungkin mengira aku berbohong tapi ini benar adanya!”

“Mana mungkin seperti itu, sunbae. Aku mencintainya”

Eunjung tergelak yang langsung mendapat tatapan datar dari Sungra.

“Gadis rendah sepertimu hanyalah pelarian untuknya kau tahu” Senyum miring terukir jelas di wajah Eunjung.

Perbandingan 50:50 terfikirkan di benak Sungra. Sehun saja masih amatir saat berciuman dengannya jadi bagaimana bisa ia mencumbu banyak wanita jika kemampuannya secetek itu?

Tapi sikap dinginnya yang menjauh dari Sungra, bahkan sampai mengundurkan diri dari guru privatnya, bukankah itu berlebihan? Sungra berusaha menahan air dari kedua matanya. Belum soal cintanya yang tumbuh pada Sehun, sekarang ada gadis pengganggu yang banyak mengucapkan hal memuakkan.

“Bagaimana bisa aku yang menjadi gadis rendahan disini? Kau bahkan berbohong soal Sehun yang tidur dengan banyak wanita. Itu hanyalah membuktikan betapa kau menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Sehun. Belum lagi kau memaksaku untuk meninggalkannya, aku yang harusnya bertanya, kau itu siapa?”

Tamparan keras melayang dan hampir sedikit lagi mengenai wajah Sungra namun segera ditepis oleh Sehun yang entah datang darimana. Sehun marah bahkan membentak ketiga gadis itu hingga membuat Eunjung menangis dan pergi dengan langkah lemas.

“Park Sungra. Bagaimana bisa kau sebegitu percayanya kepadaku?”

“Karena aku mencintaimu tentu saja”

“Aku tahu..”

Hening beberapa saat.

“Kau ciuman pertamaku bodoh. Jadi bagaimana mungkin aku bisa dengan berani mengajak semua yeoja yang pernah kukencani untuk tidur denganku? Aku tak bisa mengendalikan diriku jika berdekatan denganmu, jadi aku butuh beberapa waktu”

“Aku memang benar bukan?” Tanya Sungra seolah mengejek Sehun dan betapa hebatnya ia dalam hal percaya pada seseorang.

Sehun menatap tajam kearah Sungra. Dengan tatapan, nada suara, ekspresi datar seperti itu, mungkin Sungra bisa mencari namja lain saja. Tapi Sungra dengan anehnya terus tertarik dan masuk dalam rangkaian hidup Sehun.

Mereka mengakhiri kisah hari itu dengan memeluk satu sama lain. Menyalurkan rasa rindu yang saling dipendam dan melempar kata cinta yang terdengar aneh. Bahkan 2 batu es bisa saling mencair jika dipertemukan di situasi yang hangat, apalagi hati manusia?

Fin

Maaf, ff ini memang sangat amatir. Terimakasih yang sudah mau membaca//

 

 

Iklan

16 pemikiran pada “Ice Cube Couple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s