No Regret (Chapter 2 – END)

No Regret

Title                             : No Regret (Chapter 2)

Author                         : Baby Panda

Main Cast                    : Kris Exo, Lee Haru

Supporting Cast           : Changmin

Length                         : Chapters

Genre                          : Romance, 17+

 

 

 

 

Kris:

Aku jemput sekarang ya,

 

‘Mwoya? Eomma-appa berangkat dulu saja. Aku nunggu Kris dulu,’ aku keluar dari mobil appa dan masuk lagi ke dalam rumah—menunggu Kris. Inilah alasan kenapa aku belum bisa menganggapnya sudah berubah—dia masih suka datang dan pergi sesuka hatinya.

 

DING              DONG

 

Aku yang baru saja merapikan make up ku langsung berjalan menuruni tangga dan membukakan pintu untuk Kris. Aku tersenyum padanya—aku selalu suka melihat Kris mengenakan setelan jas karena bahu lebarnya akan tampak sangat nyaman untuk bersandar.

‘Kau boleh melanjutkan mengagumi tubuhku lagi nanti saat kita hanya berdua saja,’ Kris tersenyum nakal memergoki ku yang terpana melihatnya dalam setelan kemeja putih dan jas hitamnya. Aku menutup pintu dan langsung berjalan menuju mobilnya tanpa bicara sepatah katapun sembari menyembunyikan wajahku—kesal bercampur malu.

 

 

 

Changmin oppa:

‘Aku masih menunggu jawabanmu’

 

‘Ada apa?’ Kris mengagetkanku yang memandangi layar ponselku dengan tatapan kosong.

‘eoh, bukan apa-apa kok. Ayo jalan, kita sudah terlambat.’ Aku memasang senyum palsu dan Kris menjalankan mesin mobil menuju ke pesta pernikahan Changmin oppa.

 

 

 

Kris membenturkan bahunya dengan bahu ku—mencoba meminta perhatian ku. Dia mengarahkan telunjuknya ke arahku sebelum menujuk dirinya sendiri dengan jempolnya. Dia lalu membuat lingkaran dengan tangannya di depan dada dan menggoyangkan badannya ke kanan dan ke kiri sembari melirik lantai dansa tempat beberapa pasangan sedang berdansa. Aku memberinya tatapan mengejek namun tetap mengulurkan tanganku dengan gaya angkuh—menyetujui ajakannya.

 

 

 

‘Kau lebih payah daripada Eomma ku,’ Aku yang terlalu sibuk menatap dalam mata Kris, mencari sebuah jawaban—tepatnya sebuah pembenaran atas keputusan yang baru saja kuambil—sampai tidak sadar baru saja Kris mengkritisi kemampuan dansaku.

Kris yang melihatku masih diam saja meletakkan tangannya di pinggangku dan menarik tubuhku mendekati tubuhnya sampai hanya menyisakan jarak 3 senti diantara kami.

‘Begini sepertinya lebih baik,’ katanya sesaat setelah kami mulai berdansa lagi.

Aku yang masih belum bisa membuka mulut hanya bisa tersenyum kecil sebelum akhirnya ku tempelkan puncak kepalaku di dada Kris—aku tidak ingin airmata yang sudah mengumpul dikelopak mataku ini menetes tepat didepan matanya. Aku yang terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri tanpa sadar melangkahkan kaki mengikuti langkah Kris yang sedari tadi sudah memimpin dansa kami. Kami berdansa dalam diam.

Secuek apapun Kris, dia selalu tahu saat-saat dimana aku sedang tidak ingin di ganggu seperti saat ini. Dia membiarkanku menggelayut di dadanya—menyembunyikan semua permasalahanku darinya.

‘Boleh ku pinjam Haru sebentar?’ sebuah suara yang sedang ingin ku hindari menyela langkah kaki kami. Kedua tanganku yang melingkar di leher Kris secara refleks mencengkeram punggung lehernya. Aku sekuat tenaga menutup mataku, mencoba mengendalikan rasa takut dan sedih yang mulai merasukiku.

Aku dapat merasakan kepala Kris yang mulai menunduk mencoba mensejajarkan matanya dengan mataku. Ku buka mataku dengan sangat perlahan saat kurasakan Kris sudah berhenti menunduk, dan di sanalah aku menemukan sorot mata Kris yang belum pernah kulihat sebelumnya—sorot mata yang sangat hangat yang tiba-tiba memberiku kekuatan. Aku tersenyum dan samar-samar mengangguk—meyakinkan Kris kalau aku akan baik-baik saja. Dia menepuk lenganku—menyemangati—sebelum pergi meninggalkan aku dengan changmin oppa.

‘Kau tahu alasan kenapa aku melamarmu tadi malam?’ Changmin oppa memulai percakapan diantara kami saat kami sudah mulai bergerak—ya, aku berdansa dengannya.

Aku tidak menjawab karena aku sedang berusaha menatap matanya tanpa merasakan perasaan yang sudah kupendam selama ini.

‘Aku tahu kau gadis yang sangat kuat, tapi aku tidak menyangka kalau kau akan sekeras kepala ini. Hari ini aku melakukan hal terbodoh seumur hidupku karena melepas mu. Kalau saja waktu bisa di putar kembali, aku ingin kembali ke masa SMP dulu tapi itu tidak mungkin kan? Kau tahu sejelek apapun kau menyanyi dengan suara cemprengmu itu aku jauh lebih menyukainya daripada harus melihatmu marah-marah melempar semua barang dikamarmu kemudian menangis sampai jatuh tertidur.’ Secara reflek aku mendongakkan kepala—kaget—mendengar perkataan Changmin oppa yang hanya tersenyum simpul.

‘Kau kira hanya dirimu saja yang suka mengintip tetanggamu? Eoh?’ Aku langsung mengalihkan pandangan melewati bahu Changmin oppa yang terlihat senang melihatku salah tingkah.

‘Maafkan oppamu ini kalau pernyataan ku kemarin ternyata malah menyakitimu. Oppa Cuma ingin kau tahu bahwa oppa mencintaimu. Kalau memang kau sudah menganggapku seperti oppa kandungmu sendiri, ku harap kau tidak menghindariku. Kau bisa datang kapan saja saat kau butuh seorang pendengar atau mungkin hanya sekedar seseorang untuk kau pukuli, kau bisa mencari oppamu yang tampan ini.’ Changmin oppa tersenyum jahil yang hanya bisa ku balas dengan pelukan.

‘Gomawoyo oppa,’ ucapku lirih.

Changmin oppa mengangguk, memberi tanda agar Kris mendekat.

‘Titip anak ini, jaga dia baik-baik jangan sampai aku tahu dia menangis gara-gara kau, arasseo?’ Changmin oppa menepuk bahu Kris sebelum meninggalkan kami berdua yang hanya dibalas dengan senyum ramah Kris saat mendengar pesan tersebut.

 

 

‘It’s always nice sitting here, right?’ Kris mengajak ku ke pinggir sungai Hangang meninggalkan pesta pernikahan Changmin oppa lebih cepat dari yang lain.

‘Kris-a, sebenarnya aku ………. Changmin oppa ………. Tapi aku ……….’

‘Gwencana, kau tidak perlu menjelaskannya. Aku sudah tahu semuanya kok,’ aku yang terbata-bata menjalaskan kejadian semalam dan hari ini kaget mendengar pengakuan Kris.

‘apa yang membuatmu jatuh cinta pada Changmin hyung?’

‘molla ……….(ku lihat ekspresi Kris yang masih datar—diam tak Bergeming) ………. Geunyang joha,’

‘Neon, Changmin hyung ajigdo saranghae? Jigeum? I sigan?’

‘ani, aku sudah menganggap Changmin oppa seperti oppa kandungku sendiri,’ Aku menjawab dengan mantap.

‘Tapi kan dia cinta pertamamu, ada yang bilang cinta pertama itu sulit dilupakan,’ Kris memandang air sungai yang berkilau terkena cahaya bulan sabit.

‘mungkin dia akan sulit dilupakan tapi dia sudah mulai tergantikan dengan cinta baru yang aku yakin akan lebih indah dan berwarna dari cinta pertamaku,’ aku diam, menunggu reaksi Kris, namun tiba-tiba sebuah kesadaran merasukiku,

‘dari mana kau tahu kalau Changmin oppa cinta pertamaku?’

‘geunyang ………’ jawab Kris, singkat. Aku naikkan salah satu alisku.

‘Taeyeoni?’ Tanya ku mendekatkan wajahku menyelidiki raut wajah Kris yang masih diam.

‘jangan-jangan ………. apa ………. kau ………. Cemburu?’ mataku melebar melihat Kris mulai salah tingkah.

‘oh—my—god, this is the first time ever the overly confident Kris is jealous! Omo omo omo eotteohke’ aku mulai tertawa melihat Kris yang makin salah tingkah.

‘kenapa juga aku harus cemburu dengan Changmin hyung kan yang sekarang disampingmu aku bukan dia.’

‘jinjja? Neon gwencana?’ aku menahan tawaku menggoda Kris.

‘naega wae angwencana?’

‘mwo ………. Geunyang ……….’

‘senang banget ya lihat aku cemburu?’ Kris mengaku.

‘Eo ……….’

‘aishhhhhhhhhhhh I yeojaga jinjja,’ Kris mengempit kepalaku dengan lengannya yang secara reflek aku balas dengan berontak dan beberapa pukulan dilengannya.

‘aaaaaaaa~rambutku berantakan……….. ugh!’ satu pukulan terakhir berhasil ku daratkan dilengan Kris saat aku berhasil meloloskan diri.

‘Igeobwa, ini nih alasan kenapa baru kali ini kau punya pacar,’

‘memangnya kenapa?’

‘mana ada namja yang mau sama yeoja brutal seperti dirimu kalau bukan aku?’

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s