“Call me Baby” (Chapter 3)

call me baby 2_副本_副本

“CALL ME BABY” (CHAPTER 3)

Author          : FikaNofrika

Title                : “CALL ME BABY”

Main cast      : Byun Baekhyun, Choi HyoRi (OC), Kim Jong In.

Support cast: find it by yourself ^^

Genre             : Romance, School life, Friendship, Sad.

Rating            : PG- 15/ PG 15 +

Length           : Chaptered

FF ini asli 100% buatan dan hayalan Author, jadi jangan PLAGIARISM ! ya readers ^^ . jangan lupa postkan komen di bawah setelah membaca FF ini. Hitung-hitung untuk motivasi melanjutkan karya-karya saya ^^ . MAAF KALAU ADA TYPO DIMANA-MANA .. 😉

* * * *

_Chapter sebelumnya-

Hyori dan namja itu pun saling bertukar pandang. Tak lama setelah itu, mulut Hyori dan namja itu pun serentak terbuka dan..

“Ya Hyori ssi? Kau Choi Hyori?” tanya namja tampan itu sambil terus menatap wajah cantik Hyori.

“Kim Jong In, Ya kai a?” Hyori juga melakukan hal yang sama seperti namja tampan itu.

“Ah jinjja. Hyori ssi!!!!” tiba-tiba saja namja tampan yang disebut Hyori Kim Jong In itu pun berteriak lalu berlari menuju Hyori dan segera memeluknya.

“Hyori ssi? Kapan kau kembali? Aku sangat merindukanmu!!” kata namja tampan itu sambil terus memeluk Hyori.

Soo Eun dan namja tampan satu lagi yang juga berpapasan dengan Hyori itu pun hanya diam dan terbengong-bengong tak mengerti melihat kelakuakn Hyori dan Kim Jong In.

* * * *

Hyori tak bisa mengendalikan detak jantungnya saat  Kim Jong In yang dipanggilnya Kai itu memeluknya dengan erat. Badannya bergetar tapi dia menikmati semua itu. dia merasa nyaman dan seperti tak ingin terlepas dari semua itu.

“A a mianae Kai a” kata Hyori terbata-bata.

Kim Jong In hanya tersenyu manis dan terus memeluk Hyori dengan hangatnya.

“Ka Kai a, bisakah kau ber-“ belum sempat Hyori melanjutkan kata-katanya, kau langsung menyahutinya.

“Tunggulah sebentar, aku sangat merindukanmu”

DEG—

Jantung Hyori sudah hampir lepas dari tempatnya. Darah di yang mengalir di sekujur tubuhnya tiba-tiba berdesir semakin cepat. Dia benar-benar tak menyangka Kai akan melakukan hal seperti itu padanya. Dia merasa seolah-olah dia menemukan cinta sejatinya. Yah, perasaan itu memang tak pernah hilang sejak saat itu. saat dimana musim dingin yang mampu membekukan segalanya terutama hati seorang gadis kecil yang polos. Gadis itu bertemu dengan pangeran tampan yang dengan bangganya memberikan sarung tangannya. Sejak itukah gadis cantik tersebut jatuh cinta untuk yang pertama kalinya, dan tak pernah berubah sampai sekarang.

Seperti yang kalian ketahui, gadis cantik nan polos itu adalah Hyori yang bertemu dengan pangeran tampannya yaitu Kim Jong In di musim dingin 10 tahun yang lalu. Dialah cinta pertama Hyori, cinta yang mampu membekukannya dan cinta yang membuatnya tak pernah berhenti memikirkannya.

Pelan-pelan, Hyori pun membalas pelukan Kai dengan hangatnya ketika mengingat kenangan-kenangan indah bersama pangeranya. Senyumannya pun berkembang dengan sempurna, yang mungkin mampu membuat para namja beku akan cantiknya senyuman itu.

“Kapan kau kembali Hyori ssi? Kenapa kau tak menghubungiku?” tanya Kai lembut sambil melepaskan pelukannya.

“Ah itu, aku tidak sempat Kai a” wajah Hyori masih menunduk menyembunyikan semburat merah di pipinya karena gugup dan juga malu berhadapan begitu dekat dengan namja yang dia cintai itu.

“Wae? Begitu lelahkah?” tanya Kai lagi sambil terus mendekatkan tubuhnya dengan Hyori yang mampu membuat Hyori hampir terjatuh kerana merasakan tubuhnya yang semakin ringan.

“A a ani, aku harus menyiapkan segala keperluan untuk sekolah disini” jawabku jujur yang masih tak mau menatap wajah tampannya atau mungkin lebih tepatnya tak mampu.

“ehmmm baiklah, kau tak masuk kelas?” tanya Kai kemudian.

DEG—

Sontak Hyori terkejut dan membelalakkan matanya menatap Kai. Kai yang merasa dipelototipun heran dibuatnya.

“Wae Hyori ssi?”

Hyori menepuk dahinya pelan lalu sedikit berteriak.

“Ah aku benar-benar bodoh. Ya Kai a, aku harus segera masuk ke kelas praktek, seongsaengnim pasti akan marah melihatku terlambat memasuki kelasnya”

“Hahahaha, baiklah Hyori ssi, cepatlah, aku tak mau melihat kau dihukum karena terlambat” kata kai sambil mengacak-acak rambut Hyori lembut.

Hyori pun tak mau menikmati kembali perasaan itu lagi. dia pun tersenyum lalu segera menarik tangan Soo Eun yang sedari tadi hanya terbengong-bengong tak mengerti. Hyori melambaikan tangannya sambil terus memasang wajah manisnya pada Kai ketika mulai beranjak pergi menuju kelas seninya.

Sepanjang perjalanan menuju kelas seni, Soo Eun hanya terdiam sambil terus mencoba meresapi perilaku Sahabatnya Hyori itu bersama dengan Namja yang dikenalnya dan mungkin dikenal oleh seluruh yeoja sekolah itu sebagai flower boy. Pertanyaan-pertanyaan akan hubungan yang di jalin antara Hyori dengan namja itu pun terus bermunculan dan berputar-putar di dalam kepalanya.

Soo Eun melihat wajah Hyori yang terus terlihat ceria, tak ada perasaan takut sama sekali meskipun sebenarnya mereka sudah terlambat memasuki kelas seninya yang mungkin sudah dimulai beberapa menit yang lalu. Soo Eun pun memutuskan untuk menanyakan hal tadi, karena tampaknya dia sudah tak bisa menahan rasa penasarannya.

“Namja chingumu?”

“Ne?” toleh Hyori pada Soo Eun dengan mata yang masih tetap berbinar.

“Namja itu, apakah dia namja chingumu Hyori ssi?” jelas Soo Eun sekali lagi.

“A ani..” cepat-cepat Hyori menggeleng pada Soo Eun.

“Ta-“ belum sempat Soo Eun berkata kembali, suara seosaengnimnya menggelegar di seluruh penjuru kelas bak halilintar. Yah saat itu mereka telah sampai tepat di depan pintu kelas seni.

“Ya! Choi Hyori, Han Soo Eun! Kenapa kalian terlambat!!” lagi-lagi suara Seosaengnim memecahkan telinga mereka.

“A anu Seosaengnim-“ lagi-lagi Hyori tak bisa melanjutkan kata-katanya karena Seongsaengnim sama sekali tak memberinya kesempatan untuk beralasan.

“Kalian mau masuk apa tetap berdiri disitu!!” bentak Seosaengnim lagi-lagi.

Hyori dan Soo Eun tak bisa menjawab lagi perkataan dari Seosaengnimnya. Mereka pun memasuki kelas dengan tertunduk malu. Tapi mereka bersyukur mereka tak dihukum karena terlambat 10 menit di kelas Seosaengnim mereka itu.

-Hyori POV-

“Ah aku benar-benar malu, ini karena aku terlalu terpukau dengan perilaku kai tadi” kataku dalam hati.

Sungguh aku tak berniat untuk terlambat dalam kelas seni pertamaku. Bahkan aku selalu menunggu-nunggu untuk hal ini. Mengekspresikan suasana hati dalam bentuk lukisan itu sangatlah menyenangkan bagiku.

Aku pun melangkah ke bangku belakang tepat dimana namja yang paling membuatku kesal itu berada. Yah tepat di sampingku. Satu hal lagi yang membuatku benar-benar kesal saat ini.

Aku membuang nafas berat saat mulai duduk di samping namja tampan tapi menyebalkan itu, Byun Baekhyun. Tanpa berkata apa-apa atau meliriknya, aku meraba laci mejaku untuk mengeluarkan beberapa media lukis disana, tapi tiba-tiba aktivitasku dihentikan oleh namja sialan di sebelahku itu. tangannya tiba-tiba menyentuh tanganku dengan kasar.

“WAE!!!!” tanyaku kasar dengan sedikit membentak.

Baekhyun tetap diam dan memasang wajah datarnya padaku.

“Ya! Byun Baekhyun WAE!! Lepaskan tanganmu itu!!” bentakku sekali lagi.

“Ya!! Choi HyoRI, bisakah kau tenang!!” bentak Seosaengnim padaku. Suaraku memang sangat keras saat itu dan menggema di seluruh penjuru kelas, pantas saja Seosaengnim memarahiku. Tapi ini buka salahku, ini salah Baekhyun namja menyebalkan itu yang tiba-tiba saja menghalangiku menegeluarkan alat-alat lukisku sambil terus memasang wajah gajenya padaku.

Apalagi, saat aku teringat kembali akan kata-katanya saat di kantin tadi waktu jam istirahat kedua berlangsung. Sungguh membuatku bertambah geram padanya.

Aku pun diam sambil melepas paksa tangan namja itu dari tanganku, lalu mulai mengeluarkan satu persatu alat lukisku. Aku sudah benar-benar tak mau tau lagi tentangnya.

“Haha, ku rasa aku benar, kau itu yeoja yang menyedihkan!” tawa sinis dari mulut Baekhyun pun keluar begitu saja.

Aku pun yang mendengar kata-kata itu pun spontan menghentikan aktivitasku untuk menuang cat di dalam palet. Aku sduah berada di puncak kesabaranku. Namja ini memang sangat menyebalkan, aku sama sekali tak merasa telah berbuat salah padanya, tapi, dia terus saja berbuat jahat padaku.

Aku pun memutuskan untuk tak mempedulikan kata-katanya, dan mulai menuang cat lagi meskipun hal itu sangat sulit untuk kulakukan. Aku tak peduli dengan Baekhyun yang terus melirikku tajam. Entah apa yang dia fikirkan, aku hanya terus menganggapnya tak ada disana, agar aku tak berteriak dan yang akhirnya mendapat betakan Seosaengnim lagi.

-Hyori POV END-

Di dalam kelas yang bercat abu-abu muda, dengan dua AC mini yang terpasang di masing-masing sudutnya dan juga sebuah piano besar di depan kelas itu terdapat dua namja yang sedang serius membicarakan sesuatu.

“Ya,siapa yeoja itu Kai?” tanya namja di sebelah kai itu.

“Ah dia. Dia adalah teman masa kecilku sehun” jawab Kai santai tanpa memperhatikan namja yang dipanggilnya sehun itu.

“Aku kira Yeochingmu” kata Sehun sambil manggut-manggut mengerti.

Kai tak menjawab perkataan Sehun dan hanya tersenyum.

“Oh ya ngomong-ngomong, aku belum pernah melihatnya di sekolah ini, apa dia siswi baru?” tanya Sehun pada Kai.

“Ne, dia siswi pindahan dari Jepang” jawab Kai santai.

“Ne? tapi kenapa bahasa koreanya sangat bagus?” lagi-lagi Sehun bertanya.

“Dia memang asli korea hanya saja ada beberapa alasan dia tinggal di jepang untuk beberapa waktu”. Kai masih tak melihat Sehun yang terus menatapnya penasaran mengenai yeoja itu.

“mmmm, memangnya alasan apa?” lagi-lagi Sehun bertanya yang kali ini membuat Kai kesal karena telah diganggu ketenangannya.

Kai yang mendengar pertanyaan sahabatnya itu pun hanya meliriknya tajam tanpa berniat menjawab pertanyaan-pertanyaannya lagi. Sehun yang merasa dicueki Kai itu pun memonyongkan bibirnya, tapi kemudian wajahnya kembali ceria dan semakin mengeratkan tubuhnya pada Kai.

“Ya! Maukah kau memperkenalkannya padaku. Dia sangat cantik” bisik Sehun tiba-tiba pada Kai.

“Ya! Kau namja sok keren!” jawab Kai tiba-tiba sambil menjitak kepala Sehun sedikit keras.

“Ya!! Appo, kau ini kenapa aku hanya ingin berkenalan dengannya!” protes Sehun sambil mengelus lembut kepalanya yang sakit akibat jitakan sahabatnya Kai.

Kai tak penjawab dan lagi-lagi tersenyum, tapi kali ini karena dia merasa lucu melihat mulut Sehun yang sedikit dimonyongkan seperti bebek itu.

Kai dan Sehun memilih jurusan musik dan acting di Seoul Art School. maklum mereka sangat pandai dalam hal-hal tersebut terutama kai yang suka sekali dengan musik. Mereka sekarang berada di tingkat kedua, sama dengan Hyori dan Soo Eun. Hanya saja, bidang yang mereka minati berbeda.

Kai dan Sehun adalah dua namja tampan dan juga kaya yang sudah menjadi perhatian para yeoja di sekolah itu, bahkan saat pertama kali mereka memasuki sekolah itu. banyak sekali yeoja cantik nan seksi yang menyatakan cinta pada keduanya, tapi mereka sama sekali tak tergoda dengan yeoja-yeoja itu.  mereka selalu menolak lembut yeoja-yeoja itu, sehingga mereka tak begitu merasa tersakiti meskipun sudah ditolak oleh dua namja tampan tersebut.

Tapi lain halnya dengan Kai dan juga Sehun. Baekhyun yang juga masuk dalam kategori namja tertampan di sekolah itu pun memiliki sikap dan sifat yang berbeda. Bahkan 180 derajat bertolak belakang dengan sifat dan sikap lembut dari Kai dan Sehun. Tiap kali ada yeoja yang memberanikan diri untuk menyatakan cinta  padanya, Baekhyun hanya menatapnya datar dan menyatakan satu kalimat yang mampu membuat yeoja-yeoja itu berteriak merasakan hatinya yang telah di robek-robek oleh Byun Baekhyun “Aku tak tertarik padamu”, itulah kata-kata yang menjadi momok tersendiri bagi para yeoja cantik di sekolah itu.

-Hyori POV-

“Ahhh… Hari ini aku benar-benar lelah apalagi setelah mengahadapi namja sombong itu” begitulah kata Hyori dalam hati.

Saat bel pelajaran telah usai, aku cepat-cepat berdiri dari kursi panas di samping Baekhyun itu dan segera keluar kelas bersama Soo Eun.

Sempat kuteringat dengan Kai. Yah aku harus bertemu dengannya lagi. Banyak sekali hal yang harus aku tanyakan padanya. Lagi pula aku juga masih sangat merindukannya.

di koridor kelas, aku sempat melihat Namja tampan yang sedang aku cari-cari itu, Kim Jong In. Aku pun segera berlari dan memanggilnya.

“Ya! Kai a!” teriakku dengan setengah berlari.

Kai pun berhenti dan menoleh ke arahku. Lalu sedetik kemudian, dia tersenyum ramah, yah senyuman yang sangat manis yang juga mampu membuatku tak bisa mengontrol detak jantungku.

“Oh Hyori ssi, kajja kita pulang bersama-sama” kata Kai setelah aku sudah berada tepat di sampingnya.

DEG—

Ah aku benar-benar akan gila. Sejenak aku pun melupakan hal-hal yang menyebalkan bersama Baekhyun tadi. Aku pun tersenyum senang dan berkata.

“Kajja…”

* * * *

Yah, ini dia Chapter 3nya. Wah aku sempat bingung mau nulis apa lagi. Tapi syukurlah ide-ide baru bermunculan begitu saja di kepalaku. Please give yor coment guys. DON’T BE SIDERS and NO PLAGIARISM!

Tunggu Chapter berikutnya yah. Yang tentu akan bertambah seru!! Gamsahamnida ^^

3 pemikiran pada ““Call me Baby” (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan ke babytao68 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s