Absurd

 

Author

owdeya

 

Cast: Chanyeol x OC // Genre: Comedy, Romance. // Length: Oneshot

 

Summary:

 

“You stupid idiot, I love you.”

.

.

.

.

“Cobalah, Hyun. Ini benar-benar enak!”

Chanyeol terlihat begitu bersemangat ketika memasukan potato wedges pesanan nya yang ia celupkan ke dalam semangkuk vanilla ice cream sambil terus mengoceh menyuruh ku untuk mencoba makanan yang seharusnya di baluri dengan cheese sauce tapi malah di celupkan ke dalam semangkuk ice cream.

Dengan wajah yang terlihat agak jijik, aku menatap nya sambil terus menggeleng dan menolak untuk mencoba hal-hal aneh ataupun makanan aneh yang selalu ia tawarkan kepada ku.

“Kau akan sangat menyukainya, cobalah!” katanya dengan wajah antusias nya.

“Aku masih waras, Yeol.” Dengan nada yang datar aku menjawab ajakannya untuk memakan makanan yang biasa namun jadi aneh setiap di makannya.

Aku kadang berfikir apa isi dari otak seorang Park Chanyeol. Well, di samping penampilannya yang cukup membuat beberapa wanita menyukai nya dengan gaya nya yang begitu kekinian, aku kadang cukup bersyukur mempunyai pacar seorang Park Chanyeol yang menjadi anggota band kampus ku yang mempunyai banyak sekali penggemar.

Namun, setelah aku mengetahui bahwa Chanyeol menyukai hal-hal aneh, um maaf maksud ku suka mencoba hal-hal aneh tepatnya, aku berfikir bagaimana aku masih bisa mencintai pemuda idiot yang berkelakuan masih seperti anak kecil setiap melihat mainan, melupakan tugas kuliah nya hanya demi mentamatkan game nya, membuat lelucon yang kadang tidak cukup lucu untuk di tertawakan, aku terus berfikir,

Chanyeol, bagaimana kau bisa terus berada di hati ku ketika aku begitu membenci keanehan mu?”

 

**

 

Nama ku, Yoon Hyun Jo. Aku adalah kekasih Chanyeol. Umur kami hanya beda beberapa bulan, Chanyeol lahir di bulan November sedangkan aku lahir di bulan Juni di tahun berikutnya. Kami telah menjalin hubungan nyaris satu tahun.

.

.

.

.

.

Awalnya, aku dan Chanyeol bukanlah seseorang yang saling mengenal satu sama lain. Kami tak pernah bertemu dan bertegur sapa walaupun kami satu kampus. Namun, ketika satu tahun lalu aku sedang berada di kafetaria menikmati greentea milkshake kesukaan ku sendirian. Siang itu ada acara semacam pentas seni kampus yang cukup meriah, namun tidak untuk ku. Aku benci keramaian seperti itu. Aku lebih suka sendiri, banyak teman ku yang menjuluki ku sebagai Loner Hyun karena aku lebih suka menghabiskan waktu ku dengan diri ku sendiri. Namun, aku tak pernah perduli dengan julukkan ku itu, aku hanya lebih menikmati waktu ku seperti itu di banding berdiri diantara keramaian yang terlihat menyesakkan untuk ku.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

Itu adalah kata sapaan pertama Chanyeol yang ia keluarkan ketika kami bertemu untuk pertama kali nya. Tidak ada kata sapaan seperti, hai atau pun halo. Aku cukup kaget saat itu, melihat seorang yang cukup tinggi, tampan, dengan setelan kemeja, t-shirt, dan ripped jeans tak lupa dengan sneakers yang membuatnya terlihat lebih keren. He’s my style, pikir ku saat itu.

“T-tidak, aku hanya- minum. Ya, minum.” Dengan gugup nya aku menjawab pertanyaan nya agak lama karena terpesona akan caranya berpakaian yang membuat ku nyaris membeku.

Dengan sepiring makanan dan segelas americano dia duduk tepat di sebelah ku. Aku cukup gugup dan canggung awalnya namun setelah melewati beberapa perbincangan sepertinya kesan keren, tampan, dan bahwa dia adalah contoh pria idaman ku sepertinya harus ku coret. Karena aku merasa dia bukan pria normal, dia hanya sedikit.. idiot?

“Aku lebih menyukai sepiring nasi dengan saus bolognese dengan keju diatas nya. Aku tidak terlalu menyukai mie. Karena ibu ku bilang, mie tidak baik untuk kesehatan. Well, kecuali ramen.”

“Apa kau tahu segelas americano di blender dengan setengah gelas es dengan sedikit gula lalu ditambah sedikit creamer itu lebih menyegarkan di banding greentea shake mu itu? Tentu saja kau tak akan tahu karena bibi Jung hanya membuat kan minuman ini di kafeteria hanya untuk Park Chanyeol.”

Itu lah jawabannya ketika aku menanyakan makanan dan minumannya yang cukup aneh untuk dikatakan sebagai makanan dan juga minumannya. Dia pria tampan dengan selera yang cukup aneh.

Dan aku mulai tidak menyukai nya.

“Kau cukup unik ya.” Kata ku.

Niat untuk mengatakan aneh aku urungkan. Awalnya ingin sekali meneriaki nya pria aneh karena dia memang aneh namun itu sama saja aku mencari gara-gara dengan orang yang baru ku kenal.

“Kau orang pertama yang mengatakan ku unik, Jun.” Ucap nya dengan mulut yang penuh dengan saus. Dia bukan hanya aneh tapi juga jorok?

“Hyun Jo. Hyun bukan Jun.” Aku memperbaiki nya. Tsk, pria menyebalkan.

Dia mengangguk. “Maaf, maksud ku Hyun.”

“Biasanya orang-orang mengatakan aku aneh, tapi hanya kau yang mengatakan aku unik. Aku cukup senang mendengar nya.” Lanjut nya.

Aku tercengang. Mulut ku ingin sekali berteriak di telinga bahwa dia memang benar-benar aneh. Maaf, Chanyeol aku hanya berbohong. Kau memang aneh, kau alien.

“Ada saus di mulut mu.” Kata ku cukup jutek. Aku mulai malas melihat bagaimana tingkah nya yang begitu aneh dan menjijikan di depan mata ku. Aku benci dia.

“Oh,” dia mengelapnya. “Terima kasih, Hyun.”

Dia tersenyum.

Tapi

Terlihat

Manis.

Sekali?

Dan,

Aku

Nyaris

Membeku

Karena

Senyum nya

Yang

Begitu

Manis?

“Hyun Jo?”

“Ya?”

“Apa kau melamun?”

Rasa nya seperti ingin menguburkan diri ku di dalam di tanah karena beberapa detik sebelum nya aku mengatakan aku membenci nya namun senyum nya mengubah segala nya.

Well, aku membenci nya namun tidak dengan senyum nya.

Dia cukup normal jika tersenyum. Ya, maksud ku tersenyum seperti itu bukan senyum dengan memperlihat kan deretan gigi nya yang rapi yang membuat nya terlihat seperti Gofy.

Kami cukup canggung awal nya. Aku cukup jutek menjawab beberapa pertanyaan konyol yang ia ajukan, seperti:

“Apa kau mengenal ku?”

“Aku adalah Park Chanyeol. Gitaris Head Stank band kampus yang terkenal itu, kau serius tak mengenal ku?”

“Baiklah, aku akan memperkenalkan diri ku, aku adalah Park Chanyeol. Gitaris paling tampan di Korea Selatan bahkan lebih tampan dari pada Jonghyun CNBlue hanya saja aku mempunyai satu kekurangan, kau tahu apa?”

Dan dengan tolol nya aku membalas, “Apa itu?”

“Aku belum terkenal. Itu saja kekurangan ku.”

Dan saat itu rasa nya ingin sekali aku mengangkat kursi kosong di sebelah ku untuk memukul kepalanya dan berharap isi otak nya menjadi kembali seperti sedia kala. Mungkin saja dia terjatuh dan kepalanya terbentur sesuatu sebelum kami bertemu di kafeteria saat itu.

Kesimpulan kedua tentang Park Chanyeol di hari pertama aku bertemu dengannya. Dia menyebalkan.

Ada banyak sekali kejadian aneh yang ku alami setelah aku bertemu Chanyeol. Dan itu semua adalah hanya kurang dari ¼ keanehan seorang Park Chanyeol di hari pertama aku mengenal nya. Dan aku akan cukup lelah menjabarkan semua nya karena begitu banyak keanehan Chanyeol yang dapat membuat kepala ku pening. Aku bahkan sering berasumsi bahwa dia adalah seorang manusia dengan selera alien.

Aku cukup senang awalnya karena aku bisa berkenalan secara pribadi dengan orang yang paling di kagumi di kampus ku dengan kumpulan penggemar wanita yang gila akan perhatian nya, namun di saat-saat tertentu aku harus menahan rasa mual ku atas ulah aneh Chanyeol yang ia pasti lakukan dalam satu hari.

Namun, entah mengapa setelah aku mengenalnya hidup ku menjadi terasa lebih berarti. Dan aku belajar bahwa kita harus belajar bagaimana menikmati hidup yang sebenar nya. Chanyeol mengajarkan banyak tentang hal itu kepada ku. Ya, walau dengan cara yang tidak wajar.

Banyak hal aneh yang kami lewati. Bahkan jika aku menjabarkan nya mungkin banyak orang yang akan geleng-geleng kepala melihat bagaimana keanehan pria idiot yang sial nya kini adalah kekasih bodoh ku.

.

.

.

.

.

Siang itu di kampus, aku seperti biasa berada di taman untuk mengerjakan tugas dengan laptop di pangkuan ku. Tak ada yang menggangu. Karena, biasanya Chanyeol akan menanyakan kepada teman-teman ku apakah mereka melihat ku dan mengatakan aku dimana sekarang, dan itu sangat mengganggu ku. Dan juga, tak sedikit reaksi teman-teman ku yang mengatakan bahwa mereka iri kepada ku karena Chanyeol selalu mencari ku dan bahkan tak sedikit juga yang mengatakan bahwa Chanyeol menyukai ku, aku hanya tertawa kala itu jika mereka mengatakan bahwa seorang idiot bernama Chanyeol menyukai aku. Dia bahkan tidak termasuk dalam kategori lelaki pria idaman ku semenjak kejadian pertama kali kita bertemu di kafeteria.

Dan aneh nya selama seminggu itu aku tidak melihat Chanyeol, biasanya dia akan berada di kafeteria duduk diantara teman-teman nya dan bergaul seperti biasa, mendengar gelak tawa nya yang membahana luar biasa keras setiap kali menertawakan sebuah lelucon, mendengar tepukan tangan nya setiap tertawa, dan tentunya melihat bagaimana selalu diri nya membuat adegan konyol yang memalukan dengan teman-teman nya atau kadang hanya sendiri.

Aku heran awal nya namun aku tak berfikir banyak saat itu karena tugas kuliah ku lebih penting untuk difikirkan dibanding diri Park Chanyeol bodoh dan idiot.

Dan pada akhir minggu, Chanyeol datang ke rumah ku. Dan betapa menyebalkan nya ia menyembulkan kepalanya di jendela kamar ku sambil melambaikan tangannya dengan senyum yang paling ku benci sepanjang hidup ku dan menunjukkan deretan gigi nya yang membuat nya terlihat seperti idiot.

Aku menyuruh nya masuk ke kamar ku. Ia melangkah melewati jendela kamar ku.

“Apa kau tidak mengetahui apa fungsi sebuah pintu yang berada di depan rumah ku?”

Aku benar-benar jengkel. Saat itu jam 6 pagi dan dia terus mengetuk-ngetuk jendela ku lalu melakukan hal bodoh yang begitu menggelikan.

“Apa kau tidak merindukan ku?” tanya nya dengan wajah polos. Aku menaikkan sebelah alis ku.

“Apa maksud mu, bodoh?”

“Aku telah menghilang selama seminggu dan kau tak merindukan ku sama sekali?!” ucap nya seolah tak percaya.

Aku menatap nya dengan wajah yang begitu berantakan. Bayang kan saja, pagi hari jam 6 pagi dan tentu saja aku masih tertidur dan dengan tolol nya pria yang sedang duduk di hadapan ku dengan balutan tuxedo —ya, dia memakai tuxedo di pagi hari dan aku tak terkejut karena aku tahu bahwa Chanyeol bukanlah pria normal— menggangu tidur ku hanya untuk menanyakan apakah aku merindukan nya atau tidak karena selama seminggu dia telah menghilang. Hari itu benar-benar aku mendapatkan awal hari yang buruk.

“Kau berlebihan, idiot. Apa yang kau lakukan sepagi ini benar-benar membuat ku ingin memukul kepala mu dan berharap itu akan membuat efek bagus untuk otak mu agar berfungsi seperti layaknya orang normal, kau tahu?” oceh ku sambil kembali ke posisi tidur ku dengan guling di pelukkan ku.

“Tapi yang benar saja! Aku bahkan hampir tercekik bagaikan aku tak menghirup oksigen karena aku tak bertemu dengan mu selama seminggu, Yoon Hyun Jo!”

Aku tak menjawab dan si bodoh itu terus mengoceh. Aku hanya ingin tidur pagi itu. Dan Chanyeol mengacaukan semuanya, hingga..

“Apa yang kau lakukan sepagi ini dengan memakai tuxedo itu?” tembak ku di sela ocehan nya yang tak berguna yang terus menyalahkan aku karena aku tak perduli tentang kehilangan diri nya selama seminggu.

Ada jeda cukup lama untuk nya menjawab.

“A-aku—”

“Apakah kau ingin mengajak ku ke acara pernikahan kerabat mu dan menyuruh ku berpura-pura menjadi pacar mu, begitu?”

Aku terus bertanya tentang dirinya di jam 6 pagi dengan tuxedo. Dan itu menambah kesan aneh pada dirinya. Ku kira hanya selera nya saja yang aneh tapi cara berpakaian nya juga aneh. Dan aku tak kaget. Itu memang tipikal Chanyeol.

Huh?

Chanyeol tidak menjawab. Aku yang berada di posisi tidur menyamping dan membelakangi nya, menunggu jawaban nya.

5 detik.

10 detik.

20 detik.

30 detik.

45 detik.

1 menit.

2 menit.

3 menit.

Aku menghitung detik dengan jari ku dan mulut bawel si bodoh Chanyeol tetap tidak mengeluarkan suara. Aku akhirnya membalikkan badan dan melihat Chanyeol duduk sambil menundukkan kepalanya dengan sebuah kotak yang di bungkus kertas kado bergambar princess.

“Oh, jadi kau dengan tuxedo mu itu ingin pergi ke acara ulang tahun ya?” tanya ku begitu melihat sebuah kotak dengan bungkusan kertas kado bertemakan princess.

“Tidak, a-aku—”

“Kau kenapa?”

“A-ku, aku i-ing—in—”

Aku mulai aneh dengan sikap nya, aku agak sedikit panik juga Chanyeol menjadi kaku seperti itu, mulutnya menjadi gagap saat berbicara dan aku panik akan sesuatu mungkin terjadi pada Chanyeol, bagaimana jika dia mengalami kelumpuhan mendadak dengan mulut nya saat itu? Dan pikiran aneh mulai muncul.

Entahlah, aku selalu berpikiran aneh terhadap sesuatu sekarang karena mungkin telah bergaul cukup banyak dengan Chanyeol.

“Chanyeol, kau kenapa? Mengapa bicara mu aneh sekali?”

“Hyun, aku, aku ing-in—”

“Kau ingin ke toilet kan? Kau ingin poop kan? Sudah ku bilang jangan pernah menahan itu!”

Aku dengan cepat berdiri dan menarik tangan nya untuk segera ke toilet. Namun, ketika aku ingin menariknya agar ia berdiri, tangan nya justru menarik ku yang membuat ku jatuh terduduk di atas kasur ku.

“Ya, bodoh! Apa yang kau lakukan? Aku tidak ingin kau poop di sini! Cepat ke toilet atau aku akan memukul—”

Dan aku masih ingat bagaimana Chanyeol membekap mulut ku untuk berhenti mengoceh dan uring-uringan menyuruh nya ke toilet dengan bibir nya yang saat itu menempel di bibir ku yang membuat ku membeku seperti es.

Karena,

Chanyeol

Mencium

Ku.

Aku diam tak membalas. Dan Chanyeol terus mencium ku. entah mengapa aku merasa ada ribuan kupu-kupu terbang di dalam perut ku dan jika seseorang dapat memeblah dada ku mungkin ribuan bunga akan mencuat keluar karena, Chanyeol mencium ku.

Si idiot itu mencium ku.

Dan aku diam saja.

Dan aku berfikir saat itu bahwa aku lah yang terlihat 1000x lebih bodoh daripada Chanyeol yang notaben nya adalah pria tampan dengan otak bodoh dan tingkah aneh dan konyol yang memalukan, dan aku lebih dari itu saat aku diam tak membalas ataupun memberontak saat bibir nya mencium ku.

“Hyun,” panggil nya.

Aku ingin sekali menutup kedua telinga ku dan berkata jangan sekarang karena aku tahu dia akan mengatakan sesuatu di luar nalar ku.

“Aku—”

“Chanyeol,” giliran aku yang kini memanggil nya. Namun si bodoh tetap tak menjawab dan terus melanjutkan pembicaraannya.

“Aku memang terlihat aneh, bodoh, dan kadang terlihat idiot. Dan aku juga tak jarang membuat mu malu akan sikap konyol ku. dan aku minta maaf, namun apa kau tahu apa alasan itu semua di balik tingkah konyol ku? “

Aku menggeleng. Dan mulut ku rasanya kelu untuk terbuka.

“Sekarang aku ingin menjelaskan itu semua. Aku melakukan hal konyol hanya untuk memebuat mu tersenyum, tapi maaf jika kau selalu merasakan malu setiap aku melakukan itu tapi sungguh aku hanya ingin membuat mu merasa senang karena entahlah, aku selalu menyukai dikala kau tertawa dan tersenyum atas tingkah bodoh ku.” Ujarnya panjang.

“Dan kau pasti aneh kan melihat ku berpakian seperti ini dengan kado di tangan ku? Karena hanya ada satu alasan dari ribuan pertanyaan atas sikap konyol, bodoh, aneh bahkan idiot ku di depan mu, Hyun.”

Dia memegang tangan ku, dan wajah nya mendekat.

Cup.

Untuk kedua kalinya bibir kami bersentuhan. Sedetik namun terasa lebih manis.

“Karena, aku mencintai mu, Yoon Hyun Jo.”

**

“Hyun, bisakah kau sekalian mengambilkan ku cheese sauce di sebelah sana?” ucap nya sambil menunjuk ke arah tabung saus keju refill yang berada di convenience store yang kini sedang kami kunjungi setelah pulang dari kampus.

Aku tanpa membalas ucapan Chanyeol mengambil kotak tempat khusus untuk saus keju yang Chanyeol pinta. Lalu, aku duduk di depan nya yang kini tengah mengaduk ramen nya.

“Aku tidak terlalu menyukai mie. Karena ibu ku bilang, mie tidak baik untuk kesehatan.” Ucap ku seraya memberikan pesanan saus keju nya.

Dia menatap ku dengan mata besar nya. “Apa yang kau katakan?”

“Ucapan mu, bodoh.”

“Ucapan apa?”

“Bodoh.”

Chanyeol menaruh sumpit ramen nya kasar. “Berhenti memanggil ku bodoh seolah aku terlihat benar-benar seperti keledai bodoh yang lamban. Jelas kan apa maksud mu?!”

Aku melanjutkan acara melahap hotdog yang ku pesan tanpa menghiraukan suara Chanyeol yang membuat pelayan toko menatap kami. Uh, untung saja toko ini sedang sepi jadi aku tak perlu repot-repot membekap mulut nya dengan tangan ku.

“Kau memang seperti itu, kan?”

Entah mengapa membuat Chanyeol kesal adalah hobi ku. Chanyeol adalah tipikal yang menyenangkan jika dia marah dan aku menyukai nya.

“Aku membenci mu, Hyun.”

“Aku bahkan lebih membenci pacar ku yang otak bodoh nya sudah tak tertolong lagi, Yeol.”

Dia tak menjawab dan hanya mendengus sambil menatap ku. begitulah Chanyeol dia selalu kalah telak dengan mulut dan kata-kata sarkastik ku.

“Ngomong-ngomong kau minta saus keju untuk apa? Kau pesan kentang goreng?” tanya ku sambil menunjuk saus keju yang masih utuh.

Dia tersenyum. Benar kan, Chanyeol memang aneh. Di tanya mengapa dia meminta ku untuk mengambilkan nya saus keju, ia malah tersenyum.

Tangan nya kini meraih saus keju itu dan mengambil mie dari mangkuk ramen nya dan menaruhnya di atas saus keju dan membaluri nya seola-olah itu adalah kentang goreng.

Aku membuka mulut ku kesekian kali nya. Entah ribuan atau jutaan kali aku telah melakukan itu karena kelakuan Chanyeol selalu membuat ku terperangah saking aneh nya.

“Dan sekarang kebiasaan aneh mu bertambah satu lagi. Astaga, kepala ku.”

Chanyeol hanya tersenyum lebar sambil melahap mie ramen yang dilumuri saus keju. Lalu menatap ku.

“Apa?”

Dia menggeleng lalu sumpit nya yang masih tersisa saus keju di tempelkan ke bibir ku yang membuat bibir ku penuh dengan saus keju.

“YA!—”

Belum sempat aku mengomel tangan nya memegang pipi ku yang membuat bibir ku membentuk mulut bebek lalu ia  beranjak dari kursi nya dan mencondongkan badan nya, dan..

Kini bibir nya membersihkan saus keju yang berada di bibir ku.

Mata ku membulat. Wajah ku memerah. Sialan. Aku kecolongan.

“Dan sekarang bibir mu bersih kembali.” Ucap nya dengan polosnya.

Aku masih terpaku. Entah mengapa bibir ku kini membentuk sebuah senyuman dan mataku tak lepas dari wajah nya yang tampan.

Chanyeol. Dia adalah pria yang bodoh, idiot, dan terlalu berusaha menjadi romantis walaupun aku membenci hal-hal yang berbau romantis namun sialnya, apapun hal romantis yang Chanyeol lakukan aku selalu menyukai nya. Bukan hanya hal yang ia lakukan, mau sebodoh, seidiot ataupun selamban apapun Chanyeol, aku akan selalu menyukai nya karena,

Aku menatap Chanyeol yang kini tengah mengunyah makanannya.

Dan kali ini entah dorongan dari mana aku melakukan hal yang mirip Chanyeol lakukan.

Cup.

Aku mengecupnya dan si bodoh itu menatap ku dengan mata besar nya yang seolah menanyakan, apa yang kau lakukan?

Dan aku menjawab.

You stupid idiot, I love you.

**

Iklan

7 pemikiran pada “Absurd

  1. Absurdnya ga main, romancenya ga main juga 😀
    hahaha, Chanyeol mah suka gitu *apadeh
    no comment yang lain deh selain ‘daebak’
    ditunggu karyanya yang lain, keep writing~ ^^

  2. Chanyeol blang gak mau makan mie soalnya ibunya blang mie gak baik buat kesehatan kecuali ramen di sini yg buat aku lol !!
    Gak kebayang kalau aku jadi hyun jo !! Tapi kalau cinta gak pandang apapunkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s