Maybe You the One (Chapter 8)

Maybe You the One

Tittle : Maybe You the One (Chapter 8)
Cast :
– Bae Suzy (Miss A)
– Park Chanyeol (EXO)
– Kim Jong In (EXO)
– Park Hyo Rin (OC)
Etc.
Genre : drama-romance
Length : Chapter
Author : Yuna21
Rating : PG-17
Disclaimer : karya ini murni hasil pemikiran saya. Terinspirasi oleh beberapa drama korea yang pernah sy tonton, cerita teman dan ff yang pernah saya baca. Sumber inspirasi utama saya sudah tentu EXO. Bila terjadi banyak kesalahan seperti penulisan, typo dan lain – lain, saya minta maaf. Terimakasi bagi yang sudah menghargai karya saya dan memaklumi kesalahan saya.

Author’s POV
Chanyeol pergi meninggalkan tempatnya penuh dengan rasa sakit yang teramat dalam. Sakit yang dapat membuat tidak bisa bernapas saat ini. Rasa kecewa dengan air mata yang menetes mengiringnya pergi dari tempat itu juga, saat ini dia hanya ingin ke tempat dimana dia bisa menjernihkan pikirannya.

Dari kejauhan Kyungsoo melihat Chanyeol dengan wajah yang dipenuhi rasa sakit. Matanya menelusur penyebab yang membuat temannya itu sesakit ini.

Matanya berhasil menangkap Suzy dan Jong In yang sedang berdiri di lobi depan kamar Suzy. Langkahnya mendekat, ke tempat bekas Chanyeol berdiri. Ditemukannya tas belanja. Tangannya mengambilnya, dan melihat isi di dalamnya.

Terisi sebuah amplop cokelat dengan dua kotak persegi. Rasa penasaran yang muncul dihati Kyungsoo menggerakan tangannya untuk membuka.

Hal pertama yang dibukanya adalah sebuah kotak berwarna hitam persegi panjang. Sebuah kaset berada di dalamnya. Pikirannya bertanya apa sesungguhnya isi dari kaset ini?
—–

Chanyeol’s POV
“Cha-chagiya?”sapa Hyo Rin yang menatapku heran. Dengan cepatnya aku masuk kedalam kamarku.

Tanganku mengambil koperku. Kemudian kumasukan baju – bajuku ke dalam koperku. Ku rasakan Hyo Rin yang masuk ke dalam kamarku. Tatapannya heran melihatku.

“Ke-kenapa kau berberes secepat itu?” Kuusahakan sebisaku untuk tidak terlihat sedih dihadapannya. Kupaksakan senyumku sedikit padanya.

“Aku ada pekerjaan mendadak di Korea, jadi aku harus pulang lebih dulu.” Kulanjutkan jalanku, kemudian mengunci kamarku dan berjalan ke Front Office.

“Chanyeol!”teriakan Hyo Rin membuat langkahku terhenti. “Ka-kau tidak marah padaku kan?” Jeda. “Apa kau marah karena aku me-memutuskan hubungan kita?”tanya dengan ragu.

Ya, aku tau kemaren baru saja kami memutuskan hubungan kami. Ini bukan permintaan Hyo Rin atau pun aku. Ini karena sepulang dari libur ini ia akan dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Ku pikir dengan begitu aku jadi bisa mendekati Suzy dengan mudah.

Kupaksakan senyumku sedikit. “Tidak, ini bukan salahmu. Aku memang ada kerja mendadak di Korea besok pagi.”tanpa menunggu respon darinya dengan cepatnya aku berjalan dan mengurus check-outku.
—–

Suzy’s POV

Pukul 9.00 pagi (Indonesian Time)

Aku keluar dari kamarku. Sekarang adalah waktu kami untuk pulang ke Korea. Sungguh aku sangat merindukan rumah, tapi aku juga ingin berlama – lama disini.

Aku menunggu seseorang di depan kamarnya. Kenapa dia tidak keluar juga? Dengan penuh kesabaran aku menunggu. Mungkin dia akan keluar sebentar lagi. Ku lihat Hyo Rin melintas dihadapanku. Aku hanya membalas senyumnya dan membalas sapaannya.

Sudah sepuluh menit aku menunggu, apa Chanyeol lupa kita akan pulang sekarang?

“Kau sedang menunggu siapa?”tanya Kyungsoo yang melintas dihadapanku.

“Chanyeol oppa.”

“Bukankah tadi malam dia sudah check-out? Apa dia tidak memberitahumu?”

Mulutku terhenti seakan tak mampu mengatakan apapun.
—–

Chanyeol’s POV

[Korea] Pukul 12.00 tengah malam
Sinar lampu diruang kerjaku, kunyalakan secukupnya. Setidaknya bisa menerangi kamarku yang gelap. Seharian ini aku hanya berada di dalam kamarku. Mataku hanya menatap ke arah foto – foto yang berhasil ku ambil.

Walau begitu, pikiranku masih saja tertuju pada Suzy. Kekhawatiranku akan dirinya tak dapat kupungkiri. Apa dia sudah tiba? Bagaimana keadaannya? Apa dia baik – baik saja?

Argh! Aku bisa gila dengan semua pertanyaan dikepalaku. Ku tatap ponselku. Tidak ada panggilan masuk atau pun massage darinya. Ingin rasanya aku menghubunginya, tapi bagaimana kalau dia sedang bersama Jong In?

Namun hatiku terus memaksaku menghubunginya. Ku buka ponselku. Tanganku memcari namanya dikontakku. Tanganku terhenti. Pikiranku masih dalam keadaan bimbang. Sulit untukku memutuskan, apa aku harus menghubunginya atau tidak.

Sekali lagi aku melakukan hal yang sama. Ku pikir – pikir lagi. Tanpa sadar tanganku menekan tombol memanggilnya. Sudah terlanjur bagiku, cara yang terbaik adalah mematikannya saat dia mengangkat.

Terdengar nada sambung. Beberapa detik kemudian telponku diangkat olehnya.

“Halo,”sapanya diujung sana. Tanganku kaku, tak mampu digerakan untuk mengakhiri panggilan.
—–

Author’s POV

Suzy masih terjaga. Dia hanya menunggu satu sejak dia turun dari pesawat. Berulang kali dibuka tutup ponselnya, tak ada panggil atau pun pesan masuk.

“Huff”ia menghela napas panjang.

DRT! DRT! DRT! Getaran ponselnya membangun moodnya kembali. Dilihatnya nama yang tertera dalam ponselnya. Orang yang ditunggunya kini menghubungi. Senyumnya mengembang dengan sendirinya. Dengan cepatnya tangannya tergerak untuk mengangkat telepon.

“Halo,”sapanya.

Hening. Tak ada jawaban dari seberang sana. Ditariknya ponselnya dari telinganya. Chanyeol tidak memutuskan sambungan. Tapi mengapa tidak ada jawaban?

“Halo,”sapanya sekali lagi.

Sementara doseberang sana, Chanyeol hanya terdiam mendengarkan suara Suzy yang menyapanya berulang kali. Banyak pertanyaan yang ingin ditanyakannya pada Suzy, tapi ia tak tau harus memulainya darimana.

“Jika tidak ada yang ingin dibicarakan, aku akan menutupnya.” Chanyeol terdiam beberapa detik.

“Suzy,” ancaman Suzy berhasil membuatnya mengeluarkan suaranya. “Apa kau masih disana?”tidak ad jawaban dari Suzy. Tapi Chanyeol yakin Suzy belum mematikan teleponnya.

“Suzy, aku-aku hanya ingin tau apakah kau baik – baik saja?” Tanyanya.
—–

Suzy’s POV

“Suzy, aku-aku ingin tau apakah kau baik – baik saja?” Aku telah menunggu, dan dia hanya mengatakan kata – kata itu padaku. Ada rasa kecewa yang terselinap dalam hatiku.

Mulutku membuka hendak menjawab, namun tertutup kembali mendengar suaranya diseberang sana. “Aku tau kau baik – baik saja.”lanjutnya.

Aku hanya bisa mendengar kata – katanya tanpa bersuara sedikit pun. “Aku tau kau masih disana dan mendengarku sekarang. Ini mungkin tidak penting dan kau mungkin tidak berniat untuk mendengarnya. Aku hanya ingin kau tau.”

Telingaku tak lepas darinya, “Saat aku pertamakali melihatmu, kupikir kau tidak akan muncul lagi dalam hidupku. Tapi aku salah, kau selalu muncul dalam setiap mimpiku, hidupku dan kau selalu muncul dipikiranku. Dan kupikir kita akan menjadi teman baik, ternyata tidak seperti yang kubayangkan.”

Kalimat terakhirnya masih terngiang di telingaku. Apa kami memang tidak bisa berteman? Aku menunggu kata- kata selanjutnya. Tidak ada jawaban, mungkin dia sedang menunggu responku.

“A-apa kau-“kalimatku terpotong mendengar kalimatnya selanjutnya.

“Bisakah kau keluar sebentar, aku ingin berbicara padamu.”

TUT! TUT! TUT!
Nada putus terdengar diponselku. Apa dia sudah berada dirumahku? Tapi, darimana dia tau alamat rumahku?

Dengan cepat ku buka pintu kamarku, dan menuju balkon kamarku. Mataku melihat ke bawah. Ku lihat dia yang berdiri dibawah dan tersenyum padaku. Mataku melirik jam sebentar. Bukankah ini tengah malam, tapi ini serasa masih pagi saat aku melihatnya.

“Yakk!” Panggilannya dari bawah membuatku dengan cepat menyusulnya ke bawah.
—–

Chanyeol’s POV

Kulihat dia yang keluar dari rumahnya menghampiriku. Seperti biasa dia selalu menampakan senyumnya yang sangat manis dan berarti bagiku.

“Oppa, ada apa datang tengah malam seperti ini?”tanyanya. Sambil berjalan kami mengebrol.

“Kau sendiri kenapa belum tidur?”balasku bertanya.

“Aku tidak bisa tertidur. Oppa darimana tau alamat rumahku?”tanyanya dengan penasaran.

“Itu rahasia. Apa ada yang sedang kau pikirkan?”

Sebuah bangku ditaman dekat rumah Suzy menjadi tempat kami untuk duduk. Musim dingin ini terasa hangat jika aku berada di dekatnya. Salju yang turun juga tidak terasa dingin ditubuhku.

“Oppa, ku dengar kau dengan eonnie…”

“Ya itu memang benar. Lagi pula kami sudah tidak cocok lagi.”sahutku. Ku tatap dia sejenak.

PAK! Kepalanya bersender tepat dibahuku. Membuat jantungku berdebar. Tanpa ragu ku sandarkan kepalaku juga. Sungguh ini terasa nyaman. Jika aku memiliki kekuatan, aku ingin menghentikan waktu saat ini. Matanya masih melihat ke arah salju yang turun.

Kemudian matanya melirik ke arahku. “Oppa, di malam natal nanti… adalah hari kelulusanku.” Jeda. “Aku ingin kau datang ke sekolah. Oppa mau kan?”tanyanya penuh berharap.

Bagaimana aku mengatakan ini padanya, tapi aku juga tidak bisa menolaknya. “Ne, tentu saja oppa akan datang.” Jawabku dengan senyum yang kupaksakan.

Lebih baik aku tidak mengatakannya sekarang. Aku harus menunggu waktu yang tepat.
—–

Suzy’s POV

[Malam Natal]

Aku terduduk di ruang rias. Sebentar lagi aku akan tampil dihadapan semua orang sebagai persembahan terakhirku untuk sekolah ini.

Pintu rias ku terbuka. Ku lihat Jong In yang telah selesai tampil menghampiriku. “Apa kau siap?” Aku hanya mengangguk. Di dalam pikiranku sekarang hanya ada Chanyeol, kemana dia? Kenapa dia tidak menampakan batang hidungnya sejak tadi?

“Kau pasti bisa.”setelah mengucapkannya, laki -laki ini keluar dari ruanganku. Ku tatap diriku dikaca sekali lagi. Apa dia benar – benar tidak memenuhi janjinya?

KREK!
Suara pintu membuat kepalaku berputar. Spontan aku langsung bangkit dari dudukku. Senyumku mengembang melihat siapa yang ada dihadapanku saat ini.

“Oppa,”sapaku. Dia tersenyum dengan sangat manisnya.

Serangkaian bunga mawar merah ditangannya. Namun pakaiannya tidak seperti biasa. “Ini untukmu.”kuambik bunga yang diberikannya. Rasanya hatiku sangat lega dan senang saat ini.

“Kau sangat cantik.”pujinya.

“Gumawo.” Sambil tersenyum kuucapkan. Entah mengapa rasanya kata – katanya sangat tulus dan mengandung arti yang sangat dalam.

“Sepertinya sudah saatnya untuk mengatakan ini padamu.”

Kata – katanya membuat jantungku tertahan. Ku siapkan telingaku baik – baik, aku tidak sabar mendengar ini darinya.

“Suzy,” ku rasakan matanya menatapku dalam – dalam. “Aku tidak tau harus memulainya dari mana. Tapi aku hanya ingin mengatakan ini padamu. Aku tau mungkin sudah ada orang lain dihatimu saat ini. Aku sudah berusaha menghilangkan perasaan ini, tapi aku tetap tidak bisa. Aku tidak bisa tidak memikirkanmu.”

DEG!

“Aku pasti akan menunggumu, selalu. Ya selalu menunggumu, hingga kau bisa melihatku.”
—–

Chanyeol’s POV

Aku menatapnya yang hanya terdiam sejak tadi. Ini kata – kata yang sangat sulit untuk kuucapkan. Ayolah bantu aku.

“Jika kau memiliki perasaan yang sama denganku. Apa kau akan menungguku?” Kupaksakan suaraku untuk keluar. “Aku harus kembali ke London sekarang, mungkin aku akan tinggal disana dalam waktu yang cukup lama.”

Tatapannya kosong ke arahku. “Suzy, mianhae. Aku tidak bisa memenuhi janjiku saat ini.”
—–

Author’s POV

Mereka bertatapan untuk beberapa saat. Mata Suzy mulai tergenang air mata. Ia merasa ini adalah mimpi buruk baginya. Mimpi buruk yang tak ia inginkan.

Mulutnya membuka, mengatakan sesuatu. “O-oppa,” Air mata yang ditahannya sekuat tenaga, terjatuh membasahi pipinya. Rasa sakit yang teramat dalam menusuk hatinya saat ini.

Chanyeol melangkahkan kakinya mendekati Suzy. Kedua tangannya memegang pipi Suzy. Dihapusnya air mata yang membasahi pipinya.

“Jangan mengkhawatirkanku, aku akan baik – baik saja.” Chanyeol mundur beberapa langkah. Dibalikkannya badannya dan berjalan pergi.

Suzy masih terpaku melihat ke arahnya. Chanyeol membalikan badannya sejenak. Dikeluarkannya senyumnya. Senyum terindah disaat mereka pertama bertemu, dan kini senyum itu harus menjadi senyum perpisahan yang sangat perih.

Dilangkahkan kakinya kembali. Ia sebenarnya ingin tetap berada disini, bersama Suzy. Namun keadaan memaksanya untuk pergi saat ini.

Suzy menatap senyum itu. Dilihatnya Chanyeol yang keluar dari ruang riasnya. “OPPA!!”teriaknya. Kini air matanya terus mengalir dengan deras, merasakan sakit yang harus ia rasakan.

TBC

Iklan

2 pemikiran pada “Maybe You the One (Chapter 8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s