The Third Team – Revenge Mission (Chapter 4)

The Third Team – Revenge Mission Part.4

poster 3rdteam

Created : Alicia Kim | Edited : Ririn Setyo

Park Chanyeol | Kim Minhee | Kim Jongin | Byun Baekhyun | Xiumin | Zhang Yixing

Other Cast : Kris Wu | Oh Sehun | Kim Joonmyun | Song Jiyeon.

Genre : Action, Romance ( PG – 15 )

FF ini juga publish di blog: http://www.kireinara89.wordpress.com and  http://www.ririnsetyo.wordpress.com  dengan menggunakan yang berbeda.

*

*

*

“Nyalakan GPS serta telepone satelite kalian.” ujar Kenzi seraya memasang Earphones Wireless diikuti oleh yang lain.

“Minhee, aku sudah mengatur kendaraanmu dengan koordinat daerah tujuan, aku juga sudah memberikan titik Koordinat pada yang lain untuk menemui kalian di tempatnya masing-masing.”

“Kalian berhati-hatilah.” Minhee mendengar suara Jongin tepat setelah ia memasang Earphones pada telinganya.

“Helicopter ready 15 Minutes!” Jongin mengingatkan kepada Agent yang lain. Chanyeol, Baekhyun, Megan dan Kenzi harus mengunakan helicopter, mempersingkat waktu untuk sampai ke tempat tujuan mereka.

“Berhati-hatilah! Ingat jangan gegabah.” Chanyeol memberikan arahan kepada para agent. “Aku yang akan memimpin Tactical Operation kali ini, tunggu aba-abaku, karena kita akan melakukannya secara bersamaan.”

“Got it!” para Agent segera masuk kedalam kendaraanya masing-masing sesuai yang ditentukan oleh Chanyeol.

“Minhee-ya….” Minhee menghentikan langkahnya untuk masuk kedalam escalade yang akan membawanya menuju posisinya. Chanyeol menghampiri Minhee, memberi pelukan serta membisikan sesuatu di telinga Minhee.

“Take Care–“ Minhee tersenyum bersamaan dengan Chanyeol melepaskan pelukannya. Namun tak lebih dari 2 detik senyum Minhee pun menghilang ketika Chanyeol melanjutkan perkataanya.

”—Sweet Heart!” Chanyeol melangkahkan kakinya meninggalkan Minhee menuju kendaraan yang akan ia gunakan. Tanpa menghentikan langkahnya ia Ber-Hive dengan Baekhyun yang berusaha menahan tawanya melihat ekspresi wajah Minhee yang kesal. Chanyeol pun tersenyum mendengar bagaimana Minhee mengumpat serta memaki karena kesal.

“Ieuuhhh, Chanyeol!! Sweet heart?! Im not that Sweet!” umpat Minhee kesal, Minhee menggelengakan kepalanya, jijik mendengar kata-kata manis yang ditujukan untuknya seraya memasuki kendaraanya.

****

Hei Pretty!”

Kris tersenyum melihat Minhee yang berada dibelakang bagasi escalade bertuliskan plate milik FBI. Kris menghampiri Minhee yang sedang memakai Rompi anti peluru bertuliskan FBI didepanya, memeriksa 2 buah handgun serta AR15 yang menjadi salah satu senjata laras panjang favouritenya. Kris pun meraih AK-47 dari dalam kotak persediaan senjata dari dalam bagasi mobil.

“Ya! Stop calling me pretty and Sweet heart!” keluh Minhee seraya memasukan Handgun HK USP Compact 45 kedalam sarung senjata yang terdapat di balik celana panjang sebelah kanan.

“Why? You really looks pretty, even More.” tawa Kris yang berada bersebelahan dengan Minhee, ia memasukan handgun dengan seri yang sama pada saku belakang celana panjangnya.

“Wow! AR15.” Kris terpukau dengan senjata laras panjang yang akan Minhee gunakan, Kris tidak menyangka jika Minhee yang terlihat feminim menyukai senjata laras panjang yang biasa digunakan oleh laki-laki.

“Yup One of my Favourite!” Minhee tersenyum bangga.

“We ready ini 20 minutes guys.” wajah Jongin muncul secara tiba-tiba pada layar Monitor berukuran 14 inci yang muncul dari kursi belakang mobil. Minhee dan Kris pun terkejut bukan karena wajah Jongin yang muncul tiba-tiba, melainkan dimana ia berada saat ini.

“Excuse me! What are you doing in Ops?!” Minhee menaikan sebelah alisnya, menatap Jongin tajam. Mendapat tatapan yang tidak bersahabat Jongin pun menjadi canggung, hanya bisa menggaruk belakang lehernya seraya menampilkan senyum yang menurutnya akan melelehkan hati wanita, namun sayangnya tidak berhasil untuk Minhee.

“We talked about it later, Kim Jongin!” Minhee pun melangkahkan kakinya meninggalkan Kris dan Jongin yang saling bertatapan melalui layar monitor.

“Is She always Angry like that?!” Kris bertanya dengan nada berbisik

“She totally rude, She will act like an angel but “BAM” in 3 second She can transform to be a devil!” bisik Jongin yang membuat Kris hampir tak bisa menahan tawanya.

 “I CAN HEAR YOU KIM JONGIN!!” teriak Minhee, Jongin membulatkan matanya terkejut mendengar suara Minhee. “I will call you later, Bye!” Jongin mematikan komunikasinya dengan Kris begitu saja.

***

“You Are conected!” ujar Jongin kepada seluruh Agent yang berada diposisinya masing-masing ia tak berhenti menekan tombol pada keyboard laptop yang berada di hadapannya. Ia juga meminta bantuan Ella dan beberapa staff untuk memantau kondisi para agent yang melakukan Tactical operation.

“Oke! I will let you know that im in Operation room now, Doctor said im clear from the virus, and Ella will help me to keep in eyes on you.” ujar Jongin penuh kebanggaan.

“Dont you want to Say Hello to me, your new bos!” Jongin kesal karena tak mendapatkan respon apapun.

“Siapa bos baru, hah?!” Jongin yang berada di Operation Room pun mengenyitkan dahinya, mendengar suara berat yang siap untuk membunuhnya kapan saja. Jongin pun menolehkan kepalanya dan mendapati Aaron dan Seungwon yang menatapnya dengan tatapan siap membunuh.

“The real bos is comming!” Jongin menghela nafasnya. Tanpa ia ketahui seluruh agent yang berada di lapangan berusaha menahan tawa, mendengar apa yan terjadi di dalam Ops melalui earphone satelite yang terpasang ditelinga mereka masing-masing.

“Status Guys!” tanya Aaron.

Issaquah?” tanya Jongin

“Ready.” jawab Chanyeol dan Megan bersamaan.

“County?”

 

“Good in our position.” jawab Kenzi.

“Olimpic Penisula?”

“Waiting For command!” jawab Granger dan Xiumin.

“Forks?”

“In Position!” jawab Minhee dan Kris.

“We ready in 5 second guys!” kembali mengingatkan.

“5-4-3-2-1, Everybody Move.” perintah chanyeol yang dapat didengar oleh selurug Agent yang bertugas. Bersamaan, para para pemimpin pasukan didaerahnya masing-masing, memberi kode kepada para Agent dan beberapa detective segera bergerak.

“Apa kalian menemukan sesuatu?” tanya Chanyeol tanpa menghentikan langkahnya. Ia berjalan perlahan, dengan senjata laras panjang yang mengarah ke berbagai arah dan siap untuk mengeluarkan timah panasnya.

Sudah 30 menit para agent mengelilingi hutan, namun mereka belum menemukan apapun. Hutan itu cukup lebat, pohon-pohon besar, semak belukar yang rimbun, tumpukan ranting yang hampir menutupi seluruh permukaan tanah, hingga sedikit menyulitkan mereka dalam pencarian kali ini. Chanyeol yang berjalan sedikit di depan mendesah pelan, pria tinggi itu terdengar bergumam tidak jelas, hingga beberapa agent mengernyitkan dahi mereka. Sepertinya Chanyeol lupa jika dia sedang memakai Earphone Satelite Wireless membuat mereka semua yang bertugas, hingga orang-orang yang ada di operation room, bisa saling mendengar apa yang mereka ucapkan bahkan hingga desah nafas mereka sekalipun.

“Sebenarnya bagaimana cara untuk mengerti wanita?” gumam Chanyeol yang kali ini terdengar sedikit lebih jelas, semua orang yang mendengar mengerutkan dahi mereka.

“Mana aku tahu Hyung, aku bahkan belum pernah punya pacar.” saut Baekhyun dengan kekehan jenakanya.

“Laki-laki kaku dan dingin sepertimu mana bisa mengerti wanita, ya Tuhan kasian sekali Song Jiyeon.” Minhee ikut bersuara.

Hyung juga tidak romantic Noona, ingat itu.” beberapa agent terdengar ikut terkekeh bersama Baekhyun, namun Chanyeol tidak peduli.

“Ap…apa kata kalian? Aku kaku, dingin dan tidak romantis?” Chanyeol menahan suaranya, mata tajamnya masih menelusuri hutan dengan cermat.

“Aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya Jiyeon bisa bertahan bersamamu selama 5 tahun, kau sangat kaku dan tidak pernah berbicara manis, tidak pernah mengungkapkan jika kau merindukannya ataupun mengucapkan kata cinta. Padahal aku sangat tahu, jika gadis itu selalu mengucapkan kata cinta tiap kali kau menelponenya.”

“Benarkah? Hyung kau keterlaluan.”

“Diam kau bocah kecil, yak! Minhee dari mana kau tahu?”

“Dari wajah idiotmu yang tersenyum seperti orang tidak waras, mengaruk tengkuk dan menendang-nendang udara kosong didepanmu, ah, terbaca jelas di keningmu jika Jiyeon pasti sedang mengatakan jika dia sangat mencintaimu.” wajah Chanyeol terlihat bersemu, seorang agent yang berada di dekatnya bahkan sampai menahan tawa menyadari jika Chanyeol yang dingin dan kaku itu bisa juga tersipu. Kris yang berada tak jauh dari Minhee terlihat mengeleng pelan, menahan senyum simpul di ujung bibirnya.

“Guys? Come on!” Xiumin yang berada di Olimpic Penisula tampak geram, walau tak bisa dipungkiri dia juga tengah menahan tawanya. Membayangkan wajah malu-malu Chanyeol benar-benar membuatnya ingin muntah, tapi dengan cepat dia kembali focus. Xiumin masih sangat ingat jika mereka semua, kini sedang berada dalam tahap pencarian sandera penculikan oleh tetoris.

“Ingat Jiyeon itu manuasia, dia gadis cantik yang juga butuh kata cinta, bukan Remmington 700  yang selalu di dekatmu dan hanya kau pakai saat kau membutuhkannya.”

“WHAT!!!” beberapa agent yang mendengar penuturan Minhee berseru, termasuk Chanyeol sendiri, bahkan Kenzi yang sejak tadi tidak peduli pada percakapan konyol di antara anak buahnya itu ikut mengeluarkan suaranya.

“Oh God… itu kejam Chanyeol, bagaimana mungkin kekasihmu kau samakan dengan senjata? Kau gunakan saat kau membutuhkannya saja, ya ampun.” Kenzi mengeleng pelan, termasuk beberapa agent yang ada bersamanya, mereka bahkan menampakkan mimic wajah kasian pada sosok kekasih Park Chanyeol, walau mereka semua tidak ada yang mengenalnya.

“Wa…wait, Kenzi ini tidak seperti yang kau bayangkan….” Chanyeol melirik Megan yang berdiri di sebelahnya, wanita itu terlihat mengeleng tidak simpatik. “Ini… Kim Minhee aku akan membunuhmu setelah ini!”

“Guys! JUST! SHUT UP! Bisakah kita teruskan lelucon ini nanti?” Chanyeol menutup mulutnya saat suara Xiumin yang meninggi terdengar.

“Aku hanya mengatakan apa yang….” ucapan Minhee terputus saat teriakan Xiumin kembali terdengar.

“Kim Minhee! You too!” Minhee mendengus kesal. “How old are you? Just stup up and give your attention.” tuntas Xiumin dengan nada perintah yang tak terbantahkan.

Minhee membuang muka, mendelik saat menatap Kris yang berdiri 5 langkah darinya terlihat menahan tawa. Namun itu hanya sesaat, karna tepat dimenit selajutnya wajah Kris kembali tampak serius, pria itu berjongkok, para agent yang berada didekatnya termasuk Minhee segera bergegas mendekat.

“Guys! I think I found Something” ujar Kris yang berada tak jauh dari Minhee memberikan kode kepada rekan NTS untuk mendekat ke arahnya.

“Jejak ban mobil. Terlihat dari pattern yang bertindihan seperti ini, aku bisa menyimpulkan 3 mobil berjenis SUV?!” ujar Minhee menatap Kris yang berjongkok di sebelahnya.

“I guess so, 3 cars and fresh!” ujar Kris meraih tanah yang berada di bawahnya, mengosokan dengan ibu jari dan telunjuk tangan kirinya.

Earphone Wireless satelite hanya menghubungkan komunikasi antara team Aaron dan Team Seungwon, tidak tergabung dengan para Agent lainnya yang berada di daerah masing-masing. Sedangkan untuk komunikasi antara Agent yang berada disetiap daerah, mereka memiliki earpone yang berbeda.

“Empty House.” ujar Baekhyun yang berada di County bersama Kenzi yang memberi kode kepada Baekhyun untuk bersama-sama mendekati rumah kosong tersebut.

“Kalian bertiga ikut aku dan tiga lagi mengikuti agent kenzi, sisanya menyebar mengelilingi rumah ini.” perintah Baekhyun.

“Baekhyun Kenzi, hati-hati! ” ujar Chanyeol yang berada di Issaquah.

“Guys status?!” tanya kenzi pada agent yang berada didaerah yang sama dengannya.

“Im ready.” jawab Baekhyun yang menganggukan kepalanya kepada para Agent yang berada dekat dengannya.

“One Two Three.” Kenzi memberi aba-aba.

BRAAAKKK!!!—

Kenzi dan Baekhyun menendang pintu rumah yang diduga menjadi tempat menyandra anak-anak, Kenzi menyerbu bagian depan sedangkan Baekhyun melewati pintu belakang.

“FBI!!!” teriak Kenzi dan Baekhyun bersamaan.

Kenzi memberi kode kepada Baekhyun untuk memeriksa lantai kedua rumah tersebut. Baekhyun memberi kode kepada agent yang bersamanya untuk terlebih dahulu menaiki tangga, di ikuti olehnya. Baekhyun melangkahkan kakinya menuju lantai dua, mengarahkan senjata ke berbagai arah sejak menaiki tangga rumah tersebut diikuti oleh Agent yang berada dibelakangnya. Setelah 5 menit melakukan pengeledahan Baekhyun dan Kenzi tidak menemukan apapun.

“CLEAR!!!” teriak Kenzi diikuti oleh beberapa Agent yang berada di lantai bawah.

“CLEAR!!!” teriak Baekhyun kemudian dari lantai dua.

“SIR! We found body!” ujar salah satu agen menghampiri Baekhyun. Baekhyun pun melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan berukuran 4×4, menemukan sebuah mayat laki-laki mengenakan pakaian angkatan laut Amerika.

“5 jam yang lalu.” Baekhyun menduga waktu kematian laki-laki yang diduga tentara angkatan laut tersebut. Baekhyun pun mengambil gambar wajah mayat dan mengirimkannya langsung pada Jongin yang berada di Ops.

Baekhyun melangkahkan kakinya mendekati sebuah lemari yang terletak di pojok ruangan. Ia mencurigai ada sesuatu di dalamnya, ia membuka perlahan pintu lemari tersebut, membulatkan kedua matanya dan terkejut mendapati sebuah rangkaian dengan berbagai macam kabel berwarna dengan angka-angka yang berjalan mundur.

“EVERYBODY GET OUT FROM THIS HOUSE!! teriak  Baekhyun seraya berlari keluar ruangan tersebut.

“GET OUT!!! GET OUT!!” teriak Baekhyun menuruni tangga diikuti Agent yang lain, Baekhyun menarik Kenzi yang berada didapur tak jauh dari tangga.

 

“BOM!! GET OUT!!!” teriak Baekhyun, berlari kencang seraya menarik Kenzi yang mau tak mau berlari dengannya. Beberapa Agent sudah berlari menjauh rumah kosong tersebut, dan sisanya berada dibelakang Baekhyun dan Kenzi.

“RUN RUN RUN!!” teriak Baekhyun

DUARRR!!!! DUARRR!!!! DUUUAAARRR!!!

Baekhyun dan Kenzi sera beberapa Agent terlempar hingga 10 meter akibat ledakan besar yang terjadi dari dalam rumah tersebut.

****

Di sisi lain Washington, Chanyeol, Megan, Minhee, Kris, Xiumin, Granger menghentikan gerakan mereka, ketika mendengar Baekhyun berteriak memerintahkan seluruh Agent keluar dari rumah tersebut hingga terdengar tiga kali suara ledakan yang cukup besar.

“Baekhyun!! Baekhyun-ah! Byun Baekhyun!!!” panggil Minhee panik, suarana bergetar, ia sangat cemas dan kalut saat tak ada jawaban apapun dari Baekhyun. Minhee menghentikan langkahnya menunggu jawaban dari Baekhyun. Kris yang berada bersamanya pun ikut menghentikan langkahnya, dia ikut pun cemas karena tak mendengar apapun dari Kenzi. Kris memberikan insteruksi kepada Agent yang berada didaerah yang sama dengannya untuk berhenti sejenak.

“Kenzi?! Kenzi?!”  terdengar suara Granger yang bersama Xiumin memeriksa keadaan rekannya.

“Jongin, Give me a good information!” perintah Chanyeol pada Jongin yang berada di Ops.

“Already on it!” dengan lincah Jongin menggerakan jari-jarinya diatas keyboard laptop yang sedang ia gunakan.

“I need satelite!” perintah Aaron.

“5 minutes!” ujar Ella tanpa menolehkan wajahnya dari layar komputer yang berada dihadapannya.

“2 minutes!” perintah Aaron dengan nada yang terdengar Khawatir.

“Work it on it!” jawab Ella.

“Im In” ujar Jongin berhasil menyalakan kamera yang terdapat disalah satu tubuh Agent, menampilkan Baekhyun terbaring dengan wajah yang penuh luka.

“OH MY GOD!” Jongin terkejut melihat Baekhyun menutup kedua matanya dengan posisi tengkurap. Dapat terlihat jelas oleh Jongin para agent yang berada di Ops wajah Baekhyun penuh luka dan berlumuran darah.

“Hubungkan aku dengan Baekhyun, aktifkan earphone miliknya.” perintah Seungwon. Tanpa diminta dua kali Jongin melakukan hal yang diperintahkan oleh Seungwon.

“Come on, Come on, Come on!” gumam Jongin.

“ Satelite?! Ella?!” Aaron mulai kehilangan kesabaran.

“in 5 second, and we were in!” ujar Ella menekan tombol Enter pada keyboard komputernya.

Aaron, Seungwon memandang layar besar dengan frustasi melihat sebuah rumah yang hancur berantakan akibat ledakan BOM. Dapat terlihat juga oleh para Agent yang berada di Ops beberapa pohon besar tumbuh sejak puluhan tahun tumbang menandakan besarnya ledakkan yang terjadi.

Find Kenzi and Baekhyun position!” perintah Aaron pada Ella.

“We are conected, You can talk to Baekhyun now.” ujar Jongin menatap Seungwon.

“Baekhyun-ah, Baekhyun-ah, Ajjhusi Here.”

“Baekhyun-ah, come on baby talk to me!” Seungwon berbicara dengan nada yang berbeda dari biasanya. Bagi Seungwon, NTS Agent bukan hanya sekedar Agent biasa, mereka adalah keluarga bahkan Seungwon pun sudah menganggap mereka seperti anaknya sendiri, terlebih Baekhyun yang tak pernah merasakan kasih sayang dari Ayah kandungnya.

 “Baekhyun ah, Daddy Was here, please wake up and talk to me.” Seungwon mengusap wajahnya kasar saat tak juga mendapatkan jawaban dari Baekhyun yang masih menutup kedua matanya. Seungwon membalikkan tubuhnya, mendongakkan wajahnya menatap langit-langit Ops, menahan air mata yang mulai tak bisa terbendung. Ia merasa menyesal jika sesuatu terjadi pada anak bungsu 3rd team yang selalu menjadi kesayangan semua agent.

“BYUN BAEKHYUN!!!!!” teriak Seungwon seraya membalikan tubuhnya, kembali menatap layar raksasa.

“HAAAAAAHHHHH!!!!” Baekhyun menarik nafasnya dengan cepat seraya membuka kedua matanya. Aaron, Seungwon, Jongin, Ella dan beberapa Agent pun bernafas lega melihat Baekhyun yang membuka kedua matanya.

“Hey Brother, are u oke?!” tanya Jongin tanpa bisa menyembunyikan kebahagiaanya.

“Im Good, hyung” Baekhyun berusaha bangkit dari tempatnya. Menolehkan kepalanya untuk mencari keberadaan Kenzi.

“Kenzi, Kenzi!, Kenzi!!, Kenzi!!, KENZIII!!!!” teriak Baekhyun.

“Im Here, Im Good!” Baekhyun menghela nafasnya mendengar suara Kenzi. Ia melihat Kenzi sedang berusaha bangkit dari tempatnya saat ini , yang berada 10 meter menyamping dari posisi Baekhyun saat ini.

“They are good guys, Kenzi dan Baekhyun dalam keadaan baik-baik saja!” ujar Jongin kepada seluruh Agent yang berada diberbagai daerah.

“Thanks God!” gumam yang lain.

“Aaron menuju County dengan tim forensik lengkap.” lapor Jongin pada yang lain.

****

“Hati-hati dengan jebakan teman-teman!” ujar Chanyeol kembali melakukan kegiatannya yang terhenti, begitu pula dengan yang lain.

Minhee dan Kris melanjutkan langkahnya menelusuri hutan untuk menemukan anak-anak yang masih menghilang. Kris berjalan mendahului Minhee, mengarahkan senjata laras panjang yang ia gunakan kesegala arah bersama dengan para agent lain. Dengan mengenakan pakaian lengkap, helm, senjata laras panjang, rompi anti peluru serta sepatu khusus untuk melakukan Tactic operation.

“We Got A company!” Kris, Minhee serta beberapa agent yang berada disana langsung menyembunyikan diri mereka. Beberapa diantara mereka memilih untuk tiarap dibalik ilalang dan rerumputan, sementara Agent lain, Minhee dan Kris memilih untuk bersembunyi dibalik pohon yang berada didekat mereka.

“Hold On Your fire!” Kris memberi aba-aba kepada agent yang berada disekitarnya untuk menghentikan kegiatan mereka. Kris dan Minhee memperhatikan dengan seksama ketiga mobil SUV yang melintas begitu saja.

“Jongin. Check BLACK SUV with plate  34758 DGT, 56374 TYU and 47093 TEG.“ Minhee menekan earphone Wireless yang ia gunakan.

Minhee melangkahkan kakinya dengan cepat namun tetap hati-hati mengikuti kemana SUV itu bergerak. Kris yang melihat Minhee pun segera mengikutinya, ia tak mungkin membiarkan Minhee melakukan sesuatu seorang diri, meminta para beberapa Agent tetap berada ditempatnya, dan sisanya mengikuti dirinya menyusul Minhee.

“Minhee-ya! Minhee-ya!“ Xiumin  yang berada di Olimpic Penisula memanggil Minhee setelah mendengar kabar dari Kris jika Minhee melakukan kebiasaan lamanya dengan bergerak sendiri tanpa berdiskusi terlebih dahulu.

Wae?!” jawab Minhee kesal.

“Jangan bertindak seorang diri!!!” Minhee mendesah kesal mendengar Kris dan Agent NTS mengatakan hal yang sama dengan bersamaan, membuat Agent FBI pun mengernyitkan dahinya heran.

“Aku tahu! Aku Tahu!!” ujar Minhee kesal tanpa mengalihkan pandangannya dari sebuah rumah berlantai dua dengan halaman yang luas, Minhee melihat tiga black SUV memasuki perkarangan rumah tersebut. Minhee juga melihat dengan jelas beberapa orang yang turun dari mobil tersebut melangkahkan kakinya masuk kedalam Barn yang berada tepat bersebelahan rumah tersebut.

“Total semuanya ada 8 orang. 4 di antara mereka masuk ke dalam sebuah Barn dan sisanya masuk ke dalam rumah.” Minhee melaporkan kondisi terakhir pada Kris dan beberapa Agent yang berada di Ops.

“Im In position.” Minhee menolehkan wajahnya, menangkap Kris yang sudah bersiap untuk menyerang.

“Aku melihat 6 Orang yang berada didalam rumah dan 4 Orang berada didalam Barn.” ujar Kris mengenakan kacamata hitam dengan teknologi Khusus infra merah yang dapat melihat berapa jumlah orang berdasarkan suhu tubuh yang dimiliki oleh manusia.

“Bagaimana dengan anak-anak?!” tanya Seungwon yang berada di Ops. Kris dan beberapa Agent di Ops dapat melihat keadaan rumah serta barn yang dimaksud oleh Minhee dan Kris,  melalui kamera Wireless yang terdapat pada kedua agent terbaik mereka.

“Aku tidak melihat tanda-tanda keberadaan anak-anak.” jawab Kris.

“Chanyeol, Xiumin fokuskan pencarian kalian.” perintah Seungwon.

“Roger that!” jawab Chanyeol dan Xiumin bersamaan.

“Standby in your position guys.” Minhee memberi aba-aba kepada para agent yang berada bersama mereka. Minhee menatap Kris yang berada tak jauh dari dirinya saat ini, Kris pun menganggukan kepalanya.

Ajjhusiii?” panggil Minhee menunggu komando.

“GO!”

Roger!” jawab Minhee dan Kris bersamaan, Kris mengambil alih komando dari Seungwon untuk mengkoordinasikan formasi beberapa Agent yang berada bersamanya.

“6 agent ikut bersamaku, 5 agent bersama Minhee.” perintah Kris yang dimengerti oleh Minhee dan beberapa Agent lainnya, dengan cekatan mereka mengikuti instruksti yang diberikan oleh Kris.

Ready in position.” ujar beberapa agent yang sudah berada dibelakang rumah dan barn. Minhee dan beberapa Agent bersembunyi dibalik Mobil SUV hitam yang terbyunir asal di dalam pekarangan rumah.

Hold your position.” Minhee menyerahkan AR15 serta rompi anti peluru yang ia gunakan pada salah satu agent yang berada disebelbyunya.

“Apa yang akan anda lakukan?!” tanya Agent tersebut tidak mengerti.

“Minhee, Apa yang akan kau lakukan?!” Kris yang berada di bagian belakang rumah tersebut panik mendengar pertanyaan yang ditanyakan salah satu Agent pada Minhee.

Like the old time!” ujar Minhee menyungingkan senyumnya.

“Jangan melakukan hal bodoh Minhee-ya!” ujar Chanyeol sedikit berteriak.

“Minhee-ya!!” kali ini Xiumin menginterupsi.

Undercover mission start now, Jongin aktifkan kamera yang terdapat pada kancing kemejaku.” perintah Minhee. Jongin pun menuruti apa yang Minhee perintahkan.

“Jangan melakukan apapun tanpa aba-abaku, aku akan memberitahukan kepada kalian jika sesuatu terjadi.” ujar Minhee yang berjalan menuju pintu depan rumah tersebut dengan santai.

Beberapa agent yang berada disana pun langsung bersiap siaga, memandang ke arah sekitar dengan awas. Tanpa dipungkiri mereka masih tidak percaya dengan Minhee yang mempertaruhkan nyawanya guna mendapatkan apa yang ia mau.

Tok Tok Tok!

Seseorang membuka pintu untuk Minhee, dapat dilihat oleh para agent Minhee yang berada didepan seorang laki-laki berbadan besar dengan tato yang memenuhi seluruh tangan kirinya.

“Hai, Aku Angel.” Minhee tersenyum cantik, ia berbicara dengan nada manis yang sedikit dibuat-buat, senjata andalan yang selalu dilakukan Minhee jika sedang melakukan penyamaran.   “Aku sedang berjalan-jalan di hutan ini dan aku tersesat.” ujar Minhee tanpa menghilangkan senyum terbaiknya.

Laki-laki yang berhadapan dengan Minhee pun menolehkan wajahnya menatap teman-temannya yang berada didalam, seakan meminta izin untuk membiarkan Minhee masuk kedalam rumah.

“Masuklah!”

“Tidak-tidak, aku tak mau merepotkan kalian. Aku hanya ingin meminjam telepone untuk menghubungi keluargaku, memberitahukan keberadaanku dan meminta mereka untuk menjemputku.” Minhee menolak dengan halus. Minhee dan beberapa agent yang berada di Ops dapat melihat tatapan lapar dari orang-orang yang berada didalam rumah yang siap untuk menyantap makan malam mereka.

“Jangan masuk Minhee-ya! Jangan kau coba-coba untuk masuk kedalam!” Minhee dan para Agent mendengar nada Seungwon yang berubah seperti seorang Ayah yang mengkhawatirkan keadaan anak-anaknya.

Minhee tersenyum genit, menatap singkat ke arah para agent yang bersembunyi kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.

Thankyou!” ujar Minhee. “Nice House.” Minhee duduk disebuah kursi panjang yang terdapat diruang keluarga rumah tersebut.

Beer?” Minhee meraih beer yang diberikan oleh salah satu bagian dari mereka.

“Apa yang dilakukan oleh wanita cantik sendirian di hutan seperti ini?” Minhee menolehkan wajahnya menatap laki-laki bertubuh tidak terlalu besar, laki-laki tersebut duduk membelakangi jendela yang menghadap kehalaman belakang.

Like i said, aku hanya berjalan-jalan sebentar, memisahkan diri dari kamping menyebalkan yang diadakan oleh keluarga kekasihku.” Minhee berbicra dengan nada kesal dan gesture genit yang dibuat-buat olehnya. Minhee mengenakan kemeja putih berlapis tanktop hitam, 2 kancing kemeja paling atas di biarkan terbuka, celana Jeans dan Sepatu Kets yang biasa digunakan oleh orang-orang ketika  hiking.

And here i am, tersesat.” Minhee tersipu karena kebodohan yang ia lakukan. Ingin rasanya Minhee mengeluarkan mata mereka masing-masing karena berani menatapnya dengan tatapan menjijikan, tatapan yang menelanjangi tubuhnya

May i?” Minhee meminta izin untuk mengelilingi rumah.

“NO!” ucap salah seorang yang membuat Minhee terkejut, laki-laki tersebut menyerahkan telepone gengamnya pada Minhee. “Telepone seseorang untuk menjemputmu dan pergi dari sini!” ujarnya dengan nada tidak bersahabat. Minhee meraih telepone gengam tersebut, Ia melangkahkan kakinya menuju jendela yang menghadap halaman belakang. Minhee dapat melihat Kris yang menatapnya.

“Your Phone number!” ujar Minhee berbisik.

Minhee tidak ingin penyamarannya terbongkar hanya karena sebuah nomor telepon. Semua orang yang berada diruangan itu memandang ke arah Minhee, beberapa di antaranya menatap Minhee dengan curiga. Kris mendengus mengatakan sesuatu yang tak kalah menggoda iman seorang Kim Minhee.

“Bagaimana mungkin seorang kekasih tak mengetahui nomor telepone kekasihnya.” perkataan Kris membuat Minhee geram, namun tidak dengan para agent lain yang berada di tempat yang berbeda. Para agent berusaha menahan tawanya mengingat apa yang akan dilakukan Minhee setelah ini. Minhee mengembalikan handphone yang ia gunakan untuk menghubungi Kris kembali ke pemiliknya.

“My Boyfriends Will Pick me up in 1 hours”  

****

I need to go to bathroom.” ujar Minhee yang mencari kesempatan untuk masuk kedalam sebuah ruangan yang sedari tadi menarik perhatiannya.

Sure! Ada di sebelah sana.”

Minhee berjalan dengan cepat, bukan menuju kamar mandi namun sebuah pintu berwarna cokelat yang bersebelahan dengan pintu kamar mandi. Ia membuka pintu secara perlahan, memandang ke arah sekitar memastikan tidak ada yang melihat atau mengikutinya.

Wow!” gumam Minhee mendapati dua buah laptop, beberapa kabel yang terpasang dengan alat GPS serta beberapa alat lainnya. Minhee meyakini jika alat tersebut di gunakan untuk mengalihkan sinyal atau membuat komunikasi tidak terdeteksi.

“Jongin, I send you something.” ujar Minhee seraya memasukan sebuah alat menyerupai Flaskdisk yang dia keluarkan dari dalam saku ke dalam port USB yang terdapat dalam laptop.

Jongin yang berada di Ops langsung mengetikkan sesuatu pada keyboard laptopnya guna meraih data yang terdapat dalam laptop tersebut, semua yang dilakukan melalui laptop tersebut akan terbaca dengan jelas.

“Done! And Get Out.” ujar Jongin yang memberi perintah kepada Minhee.

Minhee pun mencabut Flaskdisk tersebut kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat keluar ruangan. Minhee menutup pintu dengan sangat perlahan, ia terkejut ketika mendapati seseorang berada dihadapannya setelah ia membalikan tubunya.

“What Are you doing in there?” tanya laki-laki bernama Roman.

“Aku hanya melihat-lihat saja, tidak lebih.” Minhee melangkahkan kakinya kembali menuju ruang keluarga. Tanpa Minhee sadari Roman mengikuti langkahnya, ia tidak begitu saja percaya dengan apa yang dikatakan Minhee.

“I ask You, What are you doing in that room?!” Roman menarik lengan Minhee kencang, membuat Minhee kembali menhadapnya.

Hei ada apa ini?” tanya seorang temannya bernama Alex, Ia menghampiri Minhee dan Roman ketika mendengar argumen yang terjadi di ruang keluarga.

“Dia masuk kedalam Brown Room.” ujar Roman.

“Im not!” ujar Minhee. “Who Are You?!” Minhee meringis ketika Roman memojokkannya ke arah tembok dengan kencang.

“Who am I? Im Angel and You hurt me.” Minhee menahan sakit akibat benturan kencang yang terjadi pada punggungnya.

Roman mengeluarkan handgun, menempelkannya pada bawah dagu Minhee. “Answer me or i shot you.” Minhee menatap Roman dengan tatapan ketakutan, ia belum siap jika harus meninggal ditempat ini.

“Daddy Im so sorry!” gumam Miinhee ketakutan.

Alex menoleh ke arah pintu seketika, saat mendengar suara ketukan, ia mengerutkan dahinya mendapati seorang laki-laki yang sudah berada di depan rumahnya.

Hi! Iam Marty and Im searching my girlfriends, Angel”

TO BE CONTINUED

Iklan

7 pemikiran pada “The Third Team – Revenge Mission (Chapter 4)

  1. Sumpahhhhhh tegang bngettttyt
    Tp chanyeol mlah bkin kekonyolan seruuuuuuuuuuu akhhhh demi apaaaaa seriusannnn aq bacanya tegangggg

  2. Akhirnya bisa napas lagi setelah selesai baca
    Gila seru abis,,,menegangkan,,,gregetaann bacanya….berasa ikut main disitu
    Keren abis actionnya
    Next ditunggu jangan lama lama ya thor
    HWAITING!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s