Maybe You The One (Chapter 9)

Maybe You The One

Tittle : Maybe You the One (Chapter 9)
Cast :
– Bae Suzy (Miss A)
– Park Chanyeol (EXO)
– Kim Jong In (EXO)
– Park Hyo Rin (OC)
Etc.
Genre : drama-romance, little bit sad
Length : Chapter
Author : Yuna21
Rating : PG-17
Disclaimer : karya ini murni hasil pemikiran saya. Terinspirasi oleh beberapa drama korea yang pernah sy tonton, cerita teman dan ff yang pernah saya baca. Sumber inspirasi utama saya sudah tentu EXO. Bila terjadi banyak kesalahan seperti penulisan, typo dan lain – lain, saya minta maaf. Terimakasi bagi yang sudah menghargai karya saya dan memaklumi kesalahan saya.

Suzy’s POV
Ku tatap kepergiannya. Sekuat tenaga kukerahkan untuk menahan tubuh, agar tak terjatuh. Mataku terasa penuh dengan air mata. Hatiku terasa nyeri untuk saat ini.

Ku paksakan sebuah senyum. Kakiku melangkah menaiki panggung yang telah menungguku. Kutatap bunga pemberiannya. Kuanggap ini sebagian darinya yang masih bersamaku.

Tanganku mengambil mikrophone. Ku edarkan pandanganku ke sekitar. Dihadapanku kini berdiri beribu – ribu penonton. Blitz dari kamera terus terpapar ke arahku. Ku tarik sebuah napas panjang yang bisa menenangkanku.

Mulutku mulai membuka dan mengatakan beberapa kalimat. “Terimakasih kepada hadirin yang telah bersedia datang ke showcase hari ini. Aku berdiri disini bukan semata – mata hanya untuk menghibur.”kalimatku terhenti sejenak. Suara begitu hening. “Aku disini untuk mengungkapkan sesuatu yang tak bisa terungkap lewat kata – kata. Mungkin lagu ini sangat sederhana, tapi ini kuberikan khusus pada seseorang yang menjadi teman dekatku. Dia tidak bisa hadir hari ini, tapi mungkin dia bisa merasakan apa yang kurasakan saat ini.”

Perlahan nada – nada mulai dimainkan. Ku persiapkan diriku sebaik mungkin untuk bernyanyi.
—–

Chanyeol’s POV
Aku terduduk di ruang tunggu Incheon. Ku tatap pesawat yang transit. Sebentar lagi pesawatku akan tiba. Aku harus siap meninggalkan kota yang penuh dengan kenangan ini.

Suara peringatan untyk memasuki pesawat telah berbunyi. Dengan segera aku berjalan sambil membawa kameraku.

Ku putar badanku sejenak. Berat rasanya hatiku meninggalkan negeri ini. Mataku menatap lurus ke depan sejenak. Aku menunggu sesorang.

Beberapa menit ku menunggu. Dia tak datang juga. Ku balikan badanku. Kakiku bersiap melangkah.

“Yakk!”sebuah panggilan membuatku terhenti. Senyumku sedikit mengembang. Perasaanku berubah senang. Ku putar badanku. Senyumku memudar perlahan.

“Chanyeol,”sapa Hyo Rin yang berlari menghampiriku. “Oh, aku belum terlambat. Ka-kau. Jaga dirimu baik – baik. Aku akan mendoakan yang terbaik untukmu.”aku hanya tersenyum padanya. Kulanjutkan kakiku melangkah.
—–

Author’s POV
“Anyeong!”sapa Suzy yang baru selesai tampil dan langsung pergi ke restoran tempatnya bekerja. Sebenarnya hari ini Kyungsoo telah memberinya cuti, tapi dia tetap saja ingin ke sini walau hanya melihat – lihat.

Suzy mendudukan dirinya di kursi yang berada di bar. Restoran ini sudah sepi, karena sebentar lagi akan tertutup. Hanya ada Kyungsoo, Suzy dan dua pegawai di sini.

“Wajahmu terlihat pucat, kau kenapa?”tanya Kyungsoo yang berada di hadapannya. Tangannya sedang membersihkan barnya yang kotor.

Suzy hanya menggeleng. Ditempelkannya pipinya ke atas meja. Ia terlihat seperti orang yang tak berniat untuk hidup.

“Apa kau tidak pulang? Sebentar lagi restoran akan tutup.”

“Aku tidak berniat pulang.” Kyungsoo memperhatikan pegawainya ini-pegawai yang sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri.

“Apa kau memikirkan Chanyeol?”tanyanya. Wajah Suzy terangkat namun wajah tetap terlihat menyedihkan. “Oppa jadi kasihan melihatmu. Ini.”sebuah tas belanja diberikan Kyungsoo.

Suzy menatapnya sejenak. Ia tak tau apa maksud dari perkataan orang yang telah dianggapnya sebagai seorang kakak. “Apa ini? Aku jadi banyak berutang budi padamu. Sudah cukup kau membayarkan uang sekolahku dan menerimaku bekerja disini.”tangan Suzy mendorong tas itu kembali pada Kyungsoo.

“Jangan begitu, kau itu sudah seperti adikku sendiri.”tangan Kyungsoo kembali menyerahkan tas itu pada Suzy.

Perlahan tangan Suzy membukanya. “Itu dari Chanyeol untukmu.”dengan cepatnya kepala Suzy terangkat mendengar kalimat yang diucapkan Kyungsoo. Sebuah senyum diberikan Kyungsoo sebagai isyarat untuk membukanya.
—–
Suzy’s POV
Mataku melihat ke dalam tas. Dua kotak hitam dan sebuah amplop cokelat. Tanganku ingin membuka saat ini. Tapi ku kurungkan niatku.

“Oppa, jam berapa ini?”tanyaku.

“Jam sepuluh lewat lima belas menit. Memangnya kenapa?”

BRAK! Dengan cepatnya aku bangkit dari dudukku. Kakiku berlari menuju jalan. Semoga aku belum terlambat.

Tanganku melambai, berusaha untuk mengehentikan taksi. Di dalam taksi pikiranku masih saja tertuju padanya. “Semoga aku bisa datang tepat waktu.”batinku.
——

Chanyeol’s POV
Aku tersenyum pada Hyo Rin yang melambai ke arahku. Ku lihat gadis ini melangkahkan kakinya pergi dariku.

“Apa kau benar – benar tidak ingin menemuiku?”batinku.

Ku putar badanku, kakiku melangkah. Satu langkah. Dua langkah. Aku sangat mengharapkan kehadiranmu disini. Tiga langkah.

“Oppa!”teriakan itu membuat langkahku terhenti. Ku balikan badanku. Mataku menangkap Suzy yang berlari ke arahku. “Oppa,”sapanya dengan napas tersengal.

Aku hanya bisa tersenyum menatapnya. “Oppa, aku belum terlambatkan?”

“Aniyo.” Jawabku. Kepalanya mendongak menatapku. Sebelah tanganku mengambil tangannya.

Sebuah kalung dengan mainan kunci kuletakkan ditelapak tangannya. Ditatapnya tangannya sejenak. “Oppa aku-“kalimatnya terpotong.

“Maaf tuan silahkan segera menuju pesawat.”

Ku tatap Suzy sejenak. Sebuah senyum kuberikan padanya. “Jaga dirimu baik – baik.”hanya ini kalimat terakhir yang bisa kuucapkan untuknya.

Matanya menatapku. Segelincir air mata membasahi pipinya. Ku balikkan badanku, kemudian melangkahkan kakiku.
——
Deo-neun mang-seol-i-ji ma je-bal nae shim-jang-eul geo-du-eo ga
Geu-rae nal-ka-ro-ul-su-rok jo-a dal-bich jo-cha-do nun-eul gam-eun bam
Na anin dareun namjayeotdamyeon huigeuk anui han gujeorieotdeoramyeon
Neoui geu saranggwa bakkun sangcheo modu taewobeoryeo
Baby don’t cry tonight eodumi geochigo namyeon
Baby don’t cry tonight eobseotdeon iri doel geoya
Mulgeopumi doeneun geoseun nega aniya kkeutnae mollaya haetdeon
So baby don’t cry cry nae sarangi neol jikil teni
Ojik seororeul hyanghaeinneun unmyeongeul jugo bada
Eotgallil su bakke eomneun geu mankeum deo saranghaesseumeul nan ara
When you smile, sun shines eoneoran teuren chae mot dameul challan

On mame pado chyeo buseojyeo naerijanha oh

Baby don’t cry tonight pokpungi morachineun bam (Baekhyun) (u~ haneuri muneojil deut)
Baby don’t cry tonight jogeumeun eoullijanha
Nunmulboda challanhi bitnaneun i sungan neoreul bonaeya haetdeon
So baby don’t cry cry nae sarangi gieokdoel teni

Eodukeomkeomhan gotongui geuneul wi ibyeorui munteoge naega muchamhi
Neomeojyeodo geumajeodo neol wihaeseoramyeon gamdanghal teni
Uh, daesin nareul julge birok nal moreuneun neoege
Don`t cry, tteugeoun nunmulbodan chadichan useumeul boyeojwo baby,
Say no more (baby) no more (don`t cry)
Jebal mangseorijineun marajwo mulgeopumi doel geu challa
Say no more (baby) no more (don`t cry)
Nunbusin sarameuro nameul su itge charari geu kallo nal taewojwo
Ne nun soge gadeuk cha oreuneun dalbit woo~
Sori eobsi gotong soge heulleo neomchineun i bam
Baby don’t cry tonight eodumi geochigo namyeon
Baby don’t cry tonight eobseotdeon iri doel geoya
Mulgeopumi doeneun geoseun nega aniya kkeutnae mollaya haetdeon
So baby don’t cry cry nae sarangi neol jikil teni
Ireun haessari noga naerinda
Neoreul darmeun nunbusimi naerinda
Gireul irheun nae nuneun ijeya cry cry cry

—–
Author’s POV

Chanyeol bergerak keluar menuju pesawat. Suzy hanya bisa menatapnya dengan penuh airmata.

“Oppa, aku pasti akan selalu menunggu kedatanganmu.”

TBC

Iklan

Satu pemikiran pada “Maybe You The One (Chapter 9)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s