Maybe You The One (Chapter 11 – END)

Maybe You The One

Tittle : Maybe You the One (Chapter 11)
Cast :
– Bae Suzy (Miss A)
– Park Chanyeol (EXO)
– Kim Jong In (EXO)
– Do Kyungsoo (EXO)
Etc.
Genre : drama, romance, little bit sad
Length : Chapter
Author : Yuna21
Rating : PG-17
Disclaimer : karya ini murni hasil pemikiran saya. Terinspirasi oleh beberapa drama korea yang pernah sy tonton, cerita teman dan ff yang pernah saya baca. Sumber inspirasi utama saya sudah tentu EXO. Bila terjadi banyak kesalahan seperti penulisan, typo dan lain – lain, saya minta maaf. Terimakasi bagi yang sudah menghargai karya saya dan memaklumi kesalahan saya.

Chanyeol’s POV

[LONDON]
Aku sudah terbaring di tempat tidur di ruang operasi. Mataku melihat keluar jendela. Ku dapati sahabatku, Baekhyun sedang berdiri menungguku. Samar – samar terbayang sosok seorang yeoja berdiri di sampingnya. Suzy tersenyum ke arahku, senyum yang penuh arti bagiku. Ku kedipkan mataku Suzy menghilang. Tidak itu hanya halusinasiku saja.

“Kau siap?”tanya seorang dokter dengan jubah putihnya. Ku anggukan kepalaku.

Ku rasakan jarum suntik menusuk tubuhku. Serasa perih sama seperti hatiku yang merindukannya. Mataku terpejam perlahan. Kurasakan sinar lampu yang menyorot ke arahku.
—–

Suzy’s POV

Aku masih tak percaya dengan apa yang kulihat. Tanganku dengan gemetar menekan layar ponselku. Ku tempelkan benda itu ditelingaku. Terdengar nada sambung beberapa kali.

“Halo,”terdengar suara namja yang familiar diujung sana.

“Halo, oppa.” Jeda. “Apa aku bisa berbicara dengan Chanyeol oppa?”tanyaku.

“Chanyeol sedang berada di dalam kamar.”jawabnya dengan nada rendah.

“Kamar?”

“Ya.. dia sedang melakukan operasinya sekarang.”

PRANG!
Tanpa ku sadari, ponselku terjatuh dari genggaman tanganku. Mataku menatap kosong ke depan. “Mengapa aku tak menyadari ini dari awal?”batinku.
——

Author’s POV

[Beberapa Bulan Kemudian]

Hari ini musim dingin telah berganti dengan musim semi. Suzy berjalan menuju tempat pemotretannya. Hingga saat ini wajahnya sama seperti bulan sebelumnya. Rasa rindunya masih sama seperti bulan sebelumnya.

“Yakk!”sapa sahabatnya yang membuatnya sedikit terkejut. “Kenapa wajahmu tidak berubah, bukankah ini sudah musim semi. Ayolah tersenyum.” Tangan Krystal (baca Love is You) menarik pipi Suzy untuk tersenyum.

Dengan terpaksa dia tersenyum. Padahal hari ini ia sedang tidak berniat mengerjakan apapun. “Oh ya, di mana Sera?”tanya Suzy.

“Oh anak itu, dia sedang duduk di sana.” Jawab Krystal sambil menunjuk kursi tempat keponakannya terduduk.

Langkah Suzy menghampiri anak itu. Entah mengapa ia merasa sangat menyayangi keponakan sahabatnya itu. Ia sudah menganggap anak itu seperti keponakannya sendiri.

“Suzy!”panggil gadis kecil itu. Dengan senyum lebarnya dia berlari ke arah Suzy.

Suzy merendahkan badannya agar sejajar. Suzy hanya bisa tersenyum ke arah Sera. “Suzy, aku menunggumu sejak tadi.” Anak ini terlihat sangat dekat sekali dengan Suzy.

“Oh ya?” Sera hanya mengangguk. “Kalau begitu, kau pasti mau menemaniku.”

“Kemana? Tapi bagaimana dengan pemotretanmu?”tanyanya.

“Sudah, ikut saja denganku.”tangan Suzy menarik lengan gadis kecil ini. Kemudian dia menatap ke arah Krystal. Dengan senang hati Krystal mengijinkan Sera untuk pergi bersama Suzy.

——

Suzy’s POV

Kini aku berada di dalam mobil bersama Sera. Tiba – tiba ponselku bergetar, membuatku menyuruh Sera mengangkatnya karena aku sedang menyetir.

“Halo,”sapa gadis itu pada orang di dalam telepon. “Oh, ne.” Kemudian gadis itu menutup teleponnya. Kepalanya menoleh ke arahku. “Suzy, tadi ada yang menelponmu. Katanya kau harus pergi ke pameran sekarang.”

Aku menatapnya heran sejenak. “Pameran?”tanyaku heran.

Kemudian ku arahkan mobilku ke pameran yang telah disebutkan alamatnya oleh Sera.

Mobilku terhenti tepat di depan gedung pameran. Kakiku turun dari mobil. Ku gandeng Sera untuk masuk ke dalam pameran. Sepertinya ini tempat yang dimaksud Kai. Untuk apa dia menyuruhku ke tempat ini?

Terdengar alunan lagu saat aku melangkah masuk. Lagu yang lembut dan mengingatkanku akan kejadian musim dingin.

Lying beside you, here in the dark
Feeling your heart beat with mine
Softly you whisper, you’re so sincere
How could our love be so blind

We sailed on together
We drifted apart
And here you are by my side

So now I come to you, woth open arms
Nothing to hide, believe what I say
So here I am, with open arms
[Chen] Hoping you’ll see what your love means to me…
Open arms

Living without you, living alone
This empty house seems so cold
Wanting to hold you, wanting you near
How much I wanted you home

But now that you’ve come back
Turned night into day
I need you to stay

So now I come to you, with open arms
Nothing to hide, believe what I say
So here I am, with open arms
Hoping you’ll see what your love means to me…
Open arms

Hoping you’ll see what your love means to me…
Open arms…
——

Chanyeol’s POV

Mungkin ini terlalu lama untuknya menunggu. Sudah saatnya aku menemuinya saat ini. Aku berharap bisa mengembalikan kondisi seperti dulu lagi.

Suasana pameran fotoku sangat ramai dikunjungi. Kakiku melangkah melihat – lihat hasil jepretanku. Banyak kenangan yang tersimpan di dalamnya. Sesekali beberapa orang menghampiriku.

“Hyung!”sebuah panggilan yang lama sekali ingin ku dengar. Dengan senyum lebar, Jong In menghampiriku. Senyumku mengembang dengan sendirinya, melihat kondisi adikku yang sesehat ini. “Hyung, aku baru tau beberapa bulan yang lalu kalau kau sudah menjalani operasi. Maafkan aku tidak menemanimu di London.” Kami berjalan sambil melihat foto – foto hasil jepretanku.

“Tidak masalah. Melihatmu sesehat ini hyung sudah merasa senang.”jawabku sambil merangkul adik kesayanganku.

“Hyung,” langkahnya terhenti disebuah foto terbesar yang ku pajang. Matanya menatap ke arah foto. “Dia sangat cantik.”kepala Jong In terarah kepadaku sambil tersenyum.

Rasa perih itu datang kembali kepadaku. Membuatku merasa sesak. “Hyung, aku tau kau lebih mencintainya. Dan dia juga memiliki perasaan yang sama terhadapmu.” Mataku menatap Jong In sejenak. “Ku rasa kalian sangat cocok.”lanjutnya. “Jangan khawatirkan adikmu ini.”tangannya menepuk punggungku. “Aku akan baik – baik saja. Oh ya, hyung aku punya hadiah untukmu.”

Mataku menatapnya seakan bertanya. Dia tak menjawab. Kakinya malah berjalan pergi. “Kau akan melihat hadiahku sebentar lagi!”teriaknya yang pergi meninggalkanku.

Tiba – tiba lagu ‘OPEN ARMS’ terdengar mengisi ruangan ini. Lagu yang mengingatkanku pada janjiku dengan Suzy. Bahwa aku akan menemuinya dan mengatakan hal yang ku pendam selama ini.
—–

Author’s POV

Suzy melihat foto – foto yang terpajang. Bukankah itu dirinya? Matanya terlihat terkagum dan rindunya semakin menjadi.

Dilihatnya fotonya yang berada di tengah keramaian kota Myeondong. Ia tidak mengingat kapan ada orang yang memotonya. Langkahnya berjalan mengikuti foto yang berjejer.

Dilihatnya dirinya yang sedang mengenakan baju putih terduduk mengelus seekor kucing dipinggir jalan. Foto yang diambil dari samping dengan jarak jauh membuatnya merasa kembali ke masa lalu.

Kemudian fotonya masih dengan pakaian yang sama menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. Matanya terus melihat sederet foto yang terpajang di tempat khusus yang hanya berisi foto – foto dirinya. Ia masih bertanya siapa yang mengambil fotonya ini?
—–

Suzy’s POV

Lalu mataku melihat ke arah foto yang ku rasa itu diriku. Berjalan di tengah salju, foto yang diambil dari belakang. Kemudian fotoku dengan payung kuning, tanganku memegang salju.

Melihatnya aku mengingat sosok pria yang sangat ku rindukan. Langkahku terhenti di sebuah foto besar yang terpajang. Sera yang berada di sebelahku ikut terhenti.

Mataku terfokus pada foto. Fotoku di tempat penjual pernak pernik. Dengan rambut lurus yang sedikit menutup wajahku, foto yang diambil dari samping ini terlihat sangat indah.

“Cokelat yang lezat!”seruan Sera membuat mataku melihat ke arah foto di sebelahnya.

Sebuah foto cokelat di depan pintu dengan nomor kamarku saat liburan. Mataku seakan tak percaya melihat foto itu. “Bukankah waktu itu dia mengatakan tidak pernah memberiku cokelat?”tanyaku pada diriku sendiri.

“Ya itu benar. Karena aku ingin memberimu kejutan.”sebuah suara membuat kepalaku berputar. Wajah yang berdiri di sampingku, wajah yang sangat ku rindukan. Ingin rasanya kulepaskan rinduku padanya.

“Kau menyukainya?”tanyanya. Menatapku sambil tersenyum. Aku hanya terdiam masih tak percaya dengan ini. Seperti mimpiku yang menjadi nyata.

“Suzy,”sapaan Sera membuatku sadar. Mataku melihat ke arah Sera.
—–

Chanyeol’s POV

“Suzy,”panggilan seorang gadis kecil membuatku melihat ke arahnya. Aku menatap gadis manis yang berada di sebelah Suzy.

Apa dia anak Suzy? Jadi apa ini artinya aku terlambat?

“Suzy, aku ingin ke sana.”beritau gadis ini.

“Ne. Temui aku disini lagi nanti.” Kutatap kepergian gadis kecil itu. Kemudian mataku beralih pada Suzy.

“Sudah lama kita tidak bertemu. Ternyata kau sudah memiliki seorang putri.” Kataku sedikit ragu.

Aku menunggu beberapa saat. Dia menatapku heran. “Putri?”tanyanya. Aku menganggukan kepalaku, sambil tersenyum masam.

“Ya, bukankah anak itu adalah putrimu?”tanyaku serius.

“Kau salah paham oppa.”jawabnya dengan tawa yang sangat kurindukan.

“Lalu itu?”

“Dia adalah keponakan sahabatku. Aku memang sangat dekat dengannya.”jawabnya santai.

“Oh begitu…”aku hanya mengangguk – angguk. “Lalu apa kau sudah…”
——

Suzy’s POV

“Lalu apa kau sudah…”kalimatnya tergantung. Aku menatapnya bertanya. “Sudah… em…”lanjutnya masih tergantung. Aku sangat tau jelas maksud pembicaraanya.

“Apa oppa sudah menemukan pengganti Hyo Rin eonnie?”balasku bertanya.

Senyumnya mengembang. “Tentu saja aku sudah menemukannya.” Jeda. “Kau sendiri?”

Perasaanku merasa kecewa mendengar kata – katanya. Apakah secepat itu dia melupakan janjinya? Ataukah aku yang menunggu terlalu lama?

TAP!
Mataku terarah pada tangannya yang memegang pergelangan tanganku. Di tariknya diriku untuk pergi ke suatu tempat. “Oppa, bagaimana dengan Sera?”tanyaku sedikit khawatir.

“Tenang saja. Aku sudah melepon Baekhyun untuk menemaninya.”
——

Chanyeol mengarahkan jalanku, karena mataku tertutup oleh kain hitam. “Apa sudah samapai?”tanyaku.

“Sedikit lagi. Kau akan tau siapa orang yang mengisi hatiku saat ini.”jawabnya. Rasa perih mulai bermunculan dalam hatiku.

Perlahan tangannya membuka penutup mataku. Sedikit demi sedikit ku buka mataku. Ku dapatkan diriku bersamanya berdiri di atap gedung tempatnya mengadakan pameran.

Bintang di malam ini menghiasi langit gelap. Ku tatap lilin yang berjejer melingkari kami dengan membentuk hati.

“Suzy, kau ingin tau siapa wanita beruntung itu?”pertanyaannya membuatku tak sanggup mendengarnya. “Kau tau, dia adalah….”sebuah kecupan mendarat dibibirku. Membuat jantungku terasa berhenti berdetak.

Meskipun itu telah usai, namun rasanya masih terasa dibibirku. “Kau adalah orangnya.”lanjutnya dengan menatapku. “Aku sudah mencintaimu sejak kita bertemu di dalam mimpi.”kata – kata terakhirnya membuatku teriangat akan mimpiku sebelum pertama kali bertemu dengannya.

“Oppa pernah bermimpi tentangku? Apa sebelum kita mengenal?” Sebuah anggukan diberikannya. “Jadi pria yang berada dalam mimpiku saat itu adalah kau?”tanyaku.

“Kau bermimpi tentangku juga?”tanyanya heran. Aku hanya mengangguk dan ter senyum malu. “Apa kau mau hidup bersamaku selamnya?”tanyanya dengan nada serius.

“Tidak.”kulihat raut wajahnya berubah mendengar ucapanku. “Aku tidak akan menolaknya.”jawabanku membuat senyum merekah kembali.
—–

Author’s POV

Diam – diam Sera, Baekhyun, Kyungsoo, Jong In, Hyo Rin dan Krystal melihat adegan romantis di hadapan mereka. Mereka berjejer mengintip Chanyeol dan Suzy dari tangga.

Walau ada rasa sakit di hati Jong In, tapi itu tak masalah baginya. Kemudian Chanyeol dan Suzy berpelukan.

“Yakk!”teriak semua orang yang mengintip. Membuat mereka berdua melepaskan pelukan mereka dengan salah tingkah. “Sepertinya akan ada berita baru yang mengatakan ‘Suzy tertangkap kamera sedang bertemu seorang photografer terkenal yang diduga adalah kekasihnya.’ Hahaha.”celetuk Baekhyun.

Keadaan menjadi riang kembali. Sepertinya mereka telah membuka lembar baru. Dan menjalani kehidupan baru.

“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, walau hanya berawal dari mimpi.”

           THE END

4 pemikiran pada “Maybe You The One (Chapter 11 – END)

  1. Aku berharapnya suzy sama jongin tapi yasudahlah 😀 , ffnya keren thor, di tunggu karya ff exozy lainnya Semangat smoga hari author menyenangkan 🙂 ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s