When Our Love Came Suddenly (Chapter 1)

When Our Love Came Suddenly

(Chapter 1)

When Our Love Came Suddenly

Author : Hwang Sung Ji and Xiu Yu Ri

Main Cast   :

  • LinDa (OC)
  • Ayu (OC)
  • Kim Joon Myun a.k.a Suho EXO
  • Park Chanyeol a.k.a ChanYeol EXO

Other Cast :

  • All EXO Member

Genre : Sad, Happy, Romantic, Friendship, School life, Little Comedy

Length : Chapter

Rating : PG-16

NB: Aheem…Jeengjeenggg..This is itt!! Duet Fanfiction dari kita *Lol *abaikan. Ngga tau deh ya ceritanya amburegul gituh..Jangan dikomentarin ya!!!!! 😀 , maklum kita masih amatiran maaf typo, gaje bertebaran kaya kupu-kupu. Mian chingu kalo ceritanya ga bisa greget. Makasih semuaa!! Selamat membaca!! 😀 Real hasil kerja otak kita. Kalau ada kesamaan nama, tempat, alur cerita, dan lain-lain. Author minta maaf chingu. Murni ketidak sengajaan. Don’t Copy please.

(Author POV)

Dua gadis dari Negeri Seribu Budaya Indonesia yang mengikuti program pertukaran pelajar itu telah mendarat di Bandara Incheon Korea. Gadis berkulit sawo matang yang memiliki lesung pipi dan satunya gadis berkacamata yang memiliki bibir kecil. Mereka menenteng tas koper kesana-kemari dan mencari orang yang bertugas menjemput mereka disana.

“Anyeonghaseyeo. Apa kalian siswi dari Indonesia? perkenalkan Jung Shin Ri imnida. Aku akan bertanggung jawab pada kalian selama kalian disini. Sebelumnya Ahjussi, Ah..maksudku Pak Purbo mengatakan padaku jika kalian sudah bisa berbahasa korea.” Wanita paruh baya bernama Ibu Shin Ri menjelaskan dengan panjang lebar.

“Ah..ne” gadis-gadis itu menjawab seadanya.

“Selama kalian disini, kalian harus mentaati peraturan yang berlaku. Pertama, kalian dilarang keluar dari apartement lebih dari jam 11 malam. Kedua, tidak boleh membawa namja seenaknya tanpa izin dariku, ketiga…blablabla” Shin Ri Ahjumma menjelaskan kepada mereka selama perjalanan menuju Seoul.

“Lin, sepertinya dia tidak akan berhenti bicara.” Gadis berkacamata itu mulai lelah mendengarkan Ahjumma itu. Gadis berlesung hanya memberikan senyuman manis pada temannya yang mulai mengikuti gaya bicara Shin Ri Ahjumma.

Mobil yang membawa gadis-gadis itu tiba disebuah sekolah yang nantinya akan menjadi tempat mereka belajar. Seoul International High School, hanya siswa-siswa tertentu yang bisa belajar di sekolah bergengsi ini. Tentu saja mereka beruntung, dua gadis yang berasal dari desa bisa bersekolah di luar negeri dan ditempatkan di sekolah itu.

“Ini akan menjadi sekolah kalian. Hari ini, kami sudah mengurusi semua kebutuhan kalian dimulai dari biaya sekolah, hidup, dan semuanya. Besok kalian sudah bisa bersekolah. Dan berhubung kalian masih baru disini. Setiap hari kalian akan diantarkan oleh supir kami sampai kalian hafal semua jalan disini.” Kedua gadis itu hanya bisa tersenyum menyambut penjelasan Shin Ri Ahjumma.

.

.

.

“Kitaa sudah sampaai” Shin Ri Ahjumma menunjukkan bakat seriosanya.

Mereka sampai disebuah apartement bintang 5 yang mewah. Shin Ri Ahjumma mengatakan bahwa selama di Korea mereka akan tinggal di apartement ini. Senyum sumringah terukir di wajah kedua gadis itu. Mereka segera mengikuti Ahjumma menuju ke kamar milik mereka.

“Kalian harus mengingat semua yang aku katakan tadi. Jika masih ada yang belum jelas, kalian boleh menanyakan padaku. Ini adalah handphone yang akan kalian gunakan. Aku sudah mengisi dengan nomorku. Sekarang, kalian harus beristirahat dan bersiap untuk sekolah besok. Seragam kalian ada di almari. Selamat tinggal~” Shin Ri Ahjumma meninggalkan mereka.

“haaahhh..” desah mereka berdua.

“Eon, aku lapar. Masakin dong.” titah gadis berkaca mata.

“Baiklah tunggu sini, aku akan memasakkan sesuatu” gadis berlesung pipi itu berjalan mencari dapur.

“Untuk apa kau membawa alarm ini. Sebegitukah kau menyayanginya? Bahkan itu bukan dari pacarmu.” gerutu gadis berkacamata.

“Yaa!! Lepaskan itu. Itu benar-benar berharga untukku!” teriak gadis berlesung.

“Ah, Ya! aku ingin mengingatkan. Saat diluar kita menggunakan bahasa korea. Tapi dirumah harus menggunakan bahasa kita. Ingat!” lanjutnya

“Heh! Cepatlah, aku sudah lapar tau!” jawab gadis berkacamata

“Yaaa!!! Lindaaa Eonni!! Palli ireonaa!! Kau tidak lihat ini jam berapa eoh?” teriak gadis berkacamata.

“Hey! Ini masih jam 5, bukankah Shin Ri Ahjussi meminta kita datang ke sekolah jam setengah 7” gadis berlesung itu melempar bantal pada temannya.

“Pabo!! Jam kesayanganmu itu belum kau betulkan! Itu waktu kita saat di Indonesia!!”

“Jinnjaaayo!!!” gadis berlesung itu segara berlari menuju kamar mandinya.

“kenapa kau tidak membangunkanku dari tadi!!!!!” lanjut gadis itu.

Gadis satunya hanya tertawa cekikikan karena berhasil menipu temannya. Tadi malam ia sudah mengubah jam temannya itu sesuai dengan waktu korea. Dia hanya tidak sabar untuk segera berangkat ke sekolah barunya mengingat jika mereka adalah siswa terpilih dari Negara tercintanya.

“Aigoo!! Bahkan rambutnya seperti singa! Ckckckck” tawanya.

(Linda POV)

“kenapa kau tidak membangunkanku dari tadi!!!!!” kataku sambil berlari menuju kamar mandi.

Kami tidak boleh terlambat, apalagi ini adalah hari pertama kami sekolah. Bagaimana jika kami melakukan kesalahan sekarang. Harusnya aku mengubah alarmku tadi malam. Linda pabo, aisshh.

Ceklek!

Aku berlari menuju kamar untuk berganti pakaian. Aku yakin ini sudah terlambat. Aku melirik jam dinding yang terpajang di atas pintu kamar kami. Tunggu dulu, kenapa baru jam?

“Eonni, kau sudah selesai? Aku bawakan sarapan untukmu, chaa~” Septia datang dengan membawa dua piring omurice dan meletakkannya .

“Yaa!! Kaaau menipuku eoh?? Awaas kau!!” ku lemparkan bantal yang sudah tertata rapi ke wajahnya. Jackpot, pas!

“Appo!! Mianhae, eon. Aku tidak sabar datang kesekolah, makanya aku membangunkanmu pagi-pagi. Hihi. Maaf ya. Sekarang ayo sarapan, supir di bawah sudah menunggu!” gadis ini bahkan masih bisa meringis.

(Author POV)

“Yaa!! Kalian mendengar berita terbaru??” Baekhyun berlari terpirit-pirit menuju segerombol namja yang duduk di belakang kelas.

Baekhyun adalah salah satu anggota Multitalented Team bernama EXO. Dari mulai olahraga, dance, menyanyi dan lainnya nyaris semuanya mereka sambangi. Tidak ada yang mereka tidak bisa. Seantero sekolah sudah mengenal Team yang beranggotakan 12 namja tampan. Jika ada yeoja yang tidak tergila-gila pada mereka, bisa dibilang yeoja itu “buta”.

“Aissh!! Kau ini. Apa sedang di kejar anjing? Hah?” rutuk namja jangkung bernama Chanyeol.

“Abaikan jika itu mengganggumu. Sekarang ada yang lebih penting. Ahn Songsaengnim berkata jika ada murid dari Indonesia yang akan bersekolah disini. Keren kan?” celoteh Baekhyun sambil bertepuk tangan.

“Ara. Aku mengetahuinya. Mereka akan masuk di kelas kita.” Lanjut Sehun.

“Ya! Jika kau mengetahuinya, kenapa kau tidak memberi tauku pabo!” Baekhyun menjitak dongsaengnya.

“Appo hyung. Mian, aku ingin melihat reaksi hebohmu itu. Hahaha!” Sehun tertawa terbahak-bahak namun tak ada satu pun yang merespon candaannya. Sehun akhirnya mendengus.

“Aku jadi penasaran bagaimana wajah mereka. Hahaha. Pasti mereka yeoja-yeoja yang hitam seperti Kai. Ckckckck” sekarang ganti Chen yang terbahak-bahak.

“Yaaak!! Hyungg!! Awass kau kemari!!!” Kai berlari mengejar hyungnya Chen sampai akhirnya.

Ceklek!! Ngiieekk!! *ceritanya backsound gitu

Ahn Songsaengnim masuk dengan membawa buku dan tongkat panjangnya. Serta dua gadis asal Indonesia yang membututi di belakangnya.

“Pagi semua!!!” Ahn Songsaenim menyapa ramah.

(Chanyeol POV)

“Pagi semua!!!” Ahn Songsaenim menyapa ramah. Aku melihat dua orang yeoja di belakangnya. Mungkin mereka yeoja yang dimaksud Baekhyun.

“Hari ini, kita mendapat teman baru yang special. Mereka adalah siswa yang mengikuti program pertukaran pelajar dari Indonesia. Perkenalkan diri kalian.” Songsaengnim menepuk yeoja di sebelahnya.

“Ne, Songsaengnim. Annyeonghaseyeo. Nae ireumeun Erlinda Eka Kurniawati imnida. Nae ireumeun Septia Ayu Permatasari imnida. Bangapseumnida!” kata kedua yeoja itu bertautan dan menundukkan badan mereka.

“Hwaa!! Daebak!! Nama kalian panjang sekali! Itu terlalu panjang untuk kami memanggil kalian.” Lay hyung yang sedari tadi hanya tersenyum mulai membuka mulutnya.

“Tidak harus memanggil keseluruhan. Kalian bisa memanggilku Ayu dan memanggil temanku Linda.” Tutur yeoja yang berkacamata.

Yeoja berkacamata itu terlihat familiar, wajahnya yang polos dan bibirnya yang mungil. Bukankah dia adalah yeoja yang tadi malam?

(Flashback)

“Kai-ah, aku pulang dulu, ne? aku tidak membawa motorku hari ini. Jadi aku harus naik bus umum. Annyeong, titipkan salam untuk Suho Hyung.” Aku berlari menjauh dari Kai dan segera menuju ke halte bus.

“Ne, hyung, annyeong!!” teriaknya sambil melambaikan tangannya.

“Aigoo!! Aku akan ketinggalan bus sekarang!!” ku lihat jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 9.45 malam.

Bukkk!!!

“Ahh..mianhae..aku tidak melihatmu.!” Yap, aku menabrak seorang yeoja. Sepertinya dia bukan dari Korea. Kulitnya sedikit seperti Kai.

“Ahh..ne..gwaenchanha..maaf, aku yang berjalan tidak lihat depan” yeoja itu menundukkan badan.

“Aigoo!! Aku tidak punya banyak waktu! Aku harus segera pergi. Jeongmal mianhae! Annnyeong!!” aku mulai berlari meninggalkannya.

(Flashback end)

“Ah..matta!! yeoja yang ku tabrak semalam!!” kataku sambil meyakinkan akan memoriku.

“Kau mengenal yeoja itu? Bagaimana bisa?” Suho hyung terheran-heran.

“Ne, hyung. Tadi malam saat aku pulang dari latihan kita. Aku menabrak yeoja berkacamata itu. Tapi karena aku terburu-buru. Jadi aku tidak sempat berkenalan dengannya.” Jelasku pada hyung. Suho hyung mengangguki perkataanku dan kembali focus melihat kedua yeoja itu.

“Suho dan Chanyeol.” Songsaengnim tiba-tiba memanggilku.

“Ah, ye? Ada apa Songsaengnim?” Suho hyung sepertinya terkejut ketika Ahn songsaengnim memanggil kami tiba-tiba.

“Suho, kau pindah ke meja belakangmu. Linda kau duduk disebelahnya, dan Ayu duduk di sebelah Chanyeol.” Perintah Ahn Songsaengnim. Aku duduk dengan yeoja itu, kenapa mereka tidak jadi satu meja saja, dan kenapa harus Suho yang pindah?

(Ayu POV)

“Suho, kau pindah ke meja belakangmu. Linda kau duduk disebelahnya, dan Ayu duduk di sebelah Chanyeol.” Perintah Ahn Songsaengnim.

Sepertinya aku pernah mengenal namja jangkung itu. Dari rambutnya dan matanya. Aku merasa pernah melihatnya. Tapi semenjak Ahn Songsaengnim memerintahkan kami duduk bersebelahan dengan kedua namja itu. Semua yeoja yang ada di kelas itu mulai berbisik. Sebenarnya aku terganggu dengan itu. Karena aku tidak mau ada gosip yang muncul dan akhirnya merugikanku.

Aku dan Linda eonni mulai berjalan menuju meja kedua namja itu. Linda Eonni, dia adalah sahabat terbaikku semenjak kami mulai duduk di bangku SMA. Soal aku memanggilnya eonni, karena umur kami berbeda satu tahun dan dia lebih tua. Kami berhasil mengalahkan 500 lebih siswa dari Indonesia untuk mengikuti program ini. Tentu saja kami beruntung bisa ditempatkan di Korea, karena di Negara ini lah aku ingin bereksplorasi mengenai budaya mereka dan membuat akulturasi dengan budaya Negara kami.

“Annyeonghaseyeo.” Sapaku malu pada namja itu.

“Ne, annyeonghaseyeo. Chanyeol imnida. Bukankah kau yeoja yang semalam ku tabrak.” Namja jangkung bernama Chanyeol itu memaksaku membuka memori kemarin malam.

“Oh, jinjja? Mianhae soal tadi malam. Aku kurang berhati-hati” aku tersenyum padanya.

Dia membalas senyumanku dengan sumringah. Mungkin jika diukur, senyumnya bisa selebar 5 jari, bahkan lebih. Tapi dia lucu dan sepertinya juga baik. Ah, apa yang aku pikirkan. Aku disini hanya untuk belajar.

(Lin Da POV)

“Suho imnida. Bangapseumnida” namja bernama Suho itu tersenyum manis kepadaku.

Namja berkulit putih susu, berambut hitam rapi dan charming look. Itu yang bisa aku sebutkan mengenai namja yang duduk di sebelahku ini. Seperti malaikat. Walaupun aku tidak tau wujud mereka sebenarnya, tapi melihat senyumnya tadi hatiku benar-benar merasakan sejuk. Cukup lama aku memandanginya.

“Aigoo!! Apa yang aku pikirkan. Fokus linda!! Kau harus belajar, jangan sampai kau terkecoh!! Linda pabo!!” rutukku terlalu keras.

“Kau mengatakan apa? Aku tidak mengerti? Apa kau habis berkata Linda Pabo??” Tanyanya beruntun.

Ini adalah keuntungan bagiku bisa menggunakan dua bahasa. Aku bisa marah sesukanya dan berceloteh sesukaku tanpa mereka tau artinya. Seperti yang terjadi kali ini, Suho mendengar jelas apa yang aku katakana tapi dia tidak mengerti maksud ucapanku. See~

“Ahh..anni, aku hanya..hanya..” aku tergagap-gagap menjawabnya.

Teeeett!!!~

“Belnya sudah berbunyi? Kenapa cepat sekali? Padahal Ahn Songsaengnim baru masuk.” aku bertanya pada Suho.

“Jinjja? Kau merasa ini cepat? Aku malah sebaliknya. Kau tau? Mapel yang diajarkan Ahn Songsaengnim adalah mapel yang paling membosankan.” Suho mulai mempoutkan bibirnya. Lucu, itu adalah hal pertama yang aku tau darinya saat dia mempoutkan bibirnya pertama kali dihadapanku. Sepertinya…

TO BE CONTINUED…

9 pemikiran pada “When Our Love Came Suddenly (Chapter 1)

  1. ahh daebakk…
    ceritanya pertukaran pelajar di indonesia ke korea :)aku rasa benar ” dapet feelnya
    jadi ngiri, bicara soal pertukaran pelajar membuka memoryku yg beberapa bulan lalu,sayangnya aku gagal:( #mianjadi_curhat#
    next author aku rasa nyambung dengan ff ini. beri kejutan ya^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s