Love Is Complicated (Part 1 : Just Beginning)

Love Is Complicated (Part 1 : Just Beginning)

tumblr_mr8vizr7V41r29ufjo1_500

Author                  : DamchuJung

Cast                       : Park Chorong, Xi Luhan, Wu Yifan

Support cast       : Find by yourself

Genre                   : Romance, drama, a bit comedy

Rating                   : PG15

Length                  : Chapter

Disclaimer “The story is pure mine, don’t be silent readers please! Poster by Hyerims on tumblr. If you don’t like my pairing, I suggest u don’t read this FF. Untuk kepentingan FF ini aku menambah kata ‘Xi’ pada nama Luhan. Sorry for typo(s).

Also posted on my personal blog.

-Happy Reading-
-“Park Chorong aku menyukaimu.”-

Author POV

“Aish jinja aku terlambat, semoga dosen killer itu belum berada di kelas.” Chorong berlari tergesa gesa memasuki gedung kampusnya, jam yang menempel di pergelangan tangannya hampir menunjukan pukul 9 tepat. Hari ini kelasnya berada dilantai 4 itu artinya ia harus menaiki puluhan anak tangga untuk mencapai kesana. Sambil terus berlari mulut kecilnya mengekuarka umpatan pelan. Tepat ketika sampai ia langsung membuka pintu ruang kelasnya, tetapi saat akan melangkah memasuki ruangan tersebut alangkah terkejutnya Chorong mengetahui dosen Kim tengah berdiri dihadapannya.

“Jeong..soham….nida a…ku da..tang ter..lambat” dengan kepala tertunduk Chorong berucap, nafasnya terdengar terengah sekaligus gugup. Dalam hati ia tidak menyangka berhasil mengucapkan sederet rentetan kalimat tersebut.

“1detik..2detik..3detik.” ia berhitung dalam hati menunggu jawaban yang keluar dari mulut dosen dihadapannya, karna tak kunjung mendapat respon akhirnya Chorong pun memberanikan diri mengangkat kepala dan mendapati dosen Kim tengah menatapnya dengan tatapan membunuh, sontak saja keringat dingin mulai keluar dari tubuh Chorong.

Detik berikutnya dosen itu tersenyum lalu diikuti seringai jahat menghiasi wajahnya, Chrong bertaruh jika itu adalah tanda akan bahaya yang besar tengah ada di depan matanya, “Sampai jumpa 2 minggu lagi di kelasku nona Park Chorong.” terdengar dentuman pintu yang sangat keras tepat dihadapan wajah Chorong, oh astag dirinya serasa ditampar.

“Apa apaan dosen killer itu menutup pintu tepat di depan wajahku bagaimana jika pintu tadi mengenaiku.” Chorong menggerutu tak jelas sembari mengucapkan beberapa sumpah serapah, ia langsung mengacak-ngacak rambutnya gusar. Nah kan sudah ia duga pasti akan seperti ini.

“Tamat sudah riwayatmu Park Chorong.”

~~~

Chorong tampak asik mengaduk aduk makannya asal. Setelah perisiwa sial tadi ia memutuskan untuk pergi ke kantin untuk membeli makanan ya walaupun sebenarnya ia tidak merasa benar-benar lapar. Ia duduk dibangku yang biasa ia tempati. Lalu secara tak sengaja iris matanya menangkap sosok lelaki tengah duduk dibangku pojok kantin, lelaki tersebut terlihat sedang bercanda dengan teman-temannya.

Chorong memperhatikan lelaki tersebut cukup lama hingga sebuah tepukan dipundaknya berhasil mengalihkan pandangannya dari objek yang ia amati.

“Sedang apa kau disini?” gadis yang menepuk pundak Chorong tersebut lantas duduk di sebelahnya sembari meletakan beberapa buku yang ia bawa diatas meja.

“Membaca buku— tentu saja sedang makan! kau tidak lihat ini di kantin.” Chorong menjawab sedikit ketus pada sahabatnya Lee Hyejin, untuk apa ia menanyakan pertanyaan bodoh seperti itu.

“Aku tahu, tapi seingatku kau ada kelas Kim songsaenim sekarang, benarkan?” Hyejin menopang wajahnya menggunakan kedua tangannya menatap Chorong menyelidik, sedangkan yang ditatap malah kembali mengamati objek yang ia perhatikan sebelum sahabatnya itu datang merecoki kegiatannya.

“YAK PARK CHORONG AKU SEDANG BERBICARA DENGANMU, DAN KAU SEDANG ME— UMMPH”

Tangan Chorong denga cepat membekap gadis disampingnya ini sambil mendesis pelan “Aish pelankan suara mu itu Hye, kau mau kita jadi pusat perhatian?” Hyejin buru-buru melepaskan tangan Chorong yang membekap mulutnya.

“Siapa suruh kau mengacuhkanku saat aku sedang bicara padamu, lagi pula apa yang kau perhati—Heol rupanya pria itu yang membuat kau mengacuhkanku! ” mata Hyejin menyipit melihat objek yang tadi diperhatikan Chorong. Segera Hyejin memalingkan wajah menatap sahabatnya itu.

“Jangan menatapku seperti itu Nona Lee, tatapanmu itu mengerikan.”

“Park Chorong mau sampai kapan kau menyukai pria gunung es itu huh? Kau tidak lihat sudah berapa banyak gadis yang ia tolak mentah-mentah, bahkan primadona kampus kitapun ia tolak, sudahlah menyerah saja. Aku bertaruh jika ia penyuka sesama jenis.” Hyejin kembali mengamati pria yang dipanggilnya gunung es itu dengan tatapan penuh selidik.

PLTAK..

Chorong segera menjitak kepala Hyejin, dengan seenak jidat gadis itu berkata bahwa Yifan penyuka sesama jenis? Tau apa dia tentang Yifan, Wu Yifan memang sosok lelaki yang dingin, terlihat arogan, dan tidak banyak dekat dengan para wanita tapi bukan berarti ia penyuka sesama jenis! wajahnya yang tampan percampuran antara Cina-Kanada bahkan membuat banyak gadis di kampusnya terpikat oleh pesona pria jangkung itu, termasuk Chorong.

“Dia itu lelaki normal Hye…” Chorong menghembuskan nafasnya kasar, berdebat dengan sahabatnya ini memang melatih kesabarannya.

Hyejin meringis pelan sambil mengelus elus kepalanya yang terasa berdenyut akibat jitakan Chorong “Oke..oke aku percaya, jadi apa yang kau lakukan disini padahal kau ada kelas? Apa jangan-jangan kau membolos?” tanyanya dengan penuh kecurigaan.

“Aku datang terlambat saat kelas dosen Kim dan yah kau pasti tau sendiri jika dosen killer itu tidak menyukai muridnya datang terlambat barang sedetikpun, jadilah aku disini dan kau tahu aku tidak boleh mengikuti pelajarannya selama 2 minggu kedepan.” Chorong menjawab dengan acuh seolah itu adalah lelucon di siang bolong. Sebenarnya ia terlalu malas mengingat kembali kejadian yang menimpanya beberapa jam yang lalau itu.

Mata hyejin membulat sempurna, kepalanya menggeleng menatap sahabatnya tidak percaya, “Jika aku jadi kau, mungkin sekarang aku sedang menangis kencang di toilet, kau tahu dosen killer itu pasti akan memberimu hukuman tugas yang menyusahkan, teman sekelasku pernah menjadi korban.”

“Aku tahu, jadi kau mau membantuku kan?” Chorong tiba-tiba memasang wajah puppy eyesnya.

Sementara Hyejin yang melihatnya pun nampak bergidik ngeri “Yak..Yak! jangan memasang ekspresi seperti itu aku jadi ingin muntah, tapi aku tidak janji minggu ini ada laporan yang belum aku selesaikan jika aku memiliki waktu luang aku akan membantumu, jadi apa tugasnya?”

Chorong lalu berpikir sebentar, “Um….Ia belum memberikan tugas apapun padaku, mungkin nanti siang.” Ucapnya santai. Saat Chorong akan kembali memperhatikan Yifan, nihil pria itu sudah tidak ada ditempatnya.

“Kemana dia?” batin Chorong.

“Jika kau mencari pria gunung es itu, ia sudah pergi beberapa menit yang lalu bersama teman-temannya.” seolah tau apa yang sedang di cari Chorong, Hyejin berucap dengan malas.

”Cho dari pada kau memikirkan Yifanmu itu,um ngomong-ngomong bagaimana hubunganmu dengan Luhan sunbae?” mimik wajah Hyejin seketika berubah menjadi penuh antusias.

“Bagaimana apanya? Hei asal kau tahu aku tidak memiliki hubungan apapun dengan rusa gila itu!” Chorong menjawab dengan sedikit meninggikan suaranya. Ia mendadak kesal saat Hyejin menyebutkan nama Luhan. Ugh gara-gara sahabatnya ini ia jadi mengingat kembali kejadian itu.

“Kau tahu tidak? Akhir-akhir ini semua orang di kampus sedang membicarakan tentang kau, ‘Park Chorong wanita beruntung yang menjadi yeojachingu Luhan.’ jadi apa tanggapanmu nona Park?” sepertinya Hyejin sangat amat penasaran dengan kisah asmara sahabatnya ini.

Yang benar saja mana mungkin Chorong tidak tahu mengenai masalah itu, bahkan kemanapun ia pergi, di perpustakaan, laboratorium, toilet, kantin, orang-orang terlihat berbisik membicarakannya. Sejujurnya ia hanya pura-pura tidak mendengar, lagi pula ia tidak memiliki waktu untuk meladeni berita bodoh itu.

“Tidak ada yang perlu aku tanggapi, jangan percaya pada gossip murahan Hye, aku dan dia hanya sebatas senior dan junior tidak lebih.” Chorong mengerling matanya malas menanggapi pertanyaan Hyejin.

“Tapi aku setuju jika kau menjalin hubungan dengan Luhan sunabe.” Hyejin menyikut badan Chorong pelan dengan tatapan menggoda. Sedangkan Chorong hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, akan kelakuan bodoh Hyejin.

“Lagi pula apa yang kurang darinya dia tampan, kaya raya, pintar bermain basket, memiliki senyum yang menawan, ah idaman para gadis.” Sambungnya kemudian dengan mata yang berbinar-binar, Hyejin tak henti-hentinya menunjukan kekagumannya pada sosok Luhan.

Satu lagi casanova kampus mereka yakni Xi Luhan, pria dari jurusan teknologi informatika itu memang bisa dibilang termasuk katagori idola kampus. Chorong akui Luhan memang sosok pria yang sempurna dengan sejuta pesona, tapi sayangnya predikat casanova kampus itu tidak dapat menarik perhatiannya. Dan ada satu hal yang paling mencengangkan dari sosok yang banyak dikagumi itu. LUHAN TERNYATA MENYUKAI SEORANG PARK CHORONG, mungkin sebagian gadis akan senang disukai oleh lelaki tampan seperti Luhan, tapi tidak dengan Chorong.

-Flashback On-

Suasana kantin memang sangat ramai apalagi jika sedang jam makan siang seperti saat ini, semua orang tengah sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Diantaranya terlihat Chorong sedang duduk sembari menyantap makan siangnya sesekali bercengkrama bersama para sahabatnya. Dan dalam sekejap suasana riuh itu lenyap akibat suara teriakan dari lelaki yang baru saja memasuki area kantin tersebut.

“Aku minta perhatian untuk semua orang yang berada disini.” ucapa lelaki itu sedikit berteriak sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin, mencari keberadaan seseorang. Bisa kita lihat teman-teman pria itu berdiri tepat dibelakangnya. Refleks semua orang menghentikan aktifitasnya masing-masing karena penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh pria bernama Xi Luhan tersebut.

“kalian lihat perempuan yang duduk disana?” manik mata Luhan menatap lurus pada gadis yang ia tunjuk menggunakan dagunya, sontak saja semua pasang mata mengikuti kemana arah pandang Luhan.

Disisi lain Chorong sudah menebak siapa pemilik suara yang berhasil mengganggu gendang telingnya, Ya siapa lagi jika bukan Xi Luhan, makhluk yang gemar tebar pesona di kampusnya atau mungkin lebih tepatnya sunbae yang berada satu tingkat diatasnya. Awalnya Chorong tidak tertarik dengan apa yang pria itu katakan, sebelum sikutan gadis disebelahnya membuat ia harus berhenti menyuapkan makanan dan melihat sunbaenya itu sedang menatap tepat kearahnya.

Chrong yang merasa ditatap seperti itu pun berguman bahkan nyaris terdengar seperti bisikan, “Sedang apa ia melihat kemari? Mengapa semua orang menatapku seperti itu?” lantas ia tengokan kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan wajah penuh kebingungan, tak lama Kim Nara— gadis yang duduk disebelah Chorong berucap pelan.

“Stttt…Cho perempuan yang dimaksud Luhan sunbae adalah kau.”

“Mwo? Perempuan ? Perempuan apa? Aku tidak mengerti? “ dahi Chorong berkerut, mencoba mencerna ucapan dari gadis disampingnya ini. Tapi belum sempat ia berfikir, tiba-tiba sebuah suara berhasil menerobos indra pendengarannya.

“Park Chorong aku menyukaimu.” suasana kantinpun menjadi riuh akan ucapan Luhan, terlihat beberapa gadis memasang wajah kecewa, ada pula yang memasang wajah sinis tidak terima. “Dan untuk kalian semua aku harap kalian tidak menggangu dia, jika ada yang berani mengganggunya kalian akan berurusan denganku.” Sambung Luhan kemudian.

Chorong yang tidak suka menjadi menjadi pusat perhatian lantas bangkit dari duduknya, bermaksud menanggapi perkataan Luhan, “Tapi sayangnya aku sama sekali tidak tertarik padamu.” Gadis itu menjawab dengan wajah dingin tidak suka, ia kemudian kembali duduk dan melahap makanannya, para sahabat Chorong yang menempati tempat duduk yang sama dengannya dibuat menganga atas jawaban yang Chorong lontarkan.

Dan rupanya bukan hanya para sahabat Chorong yang demikian, tapi semua orang terkejut. Yang benar saja XI LUHAN SANG CASANOVA KAMPUS MEREKA TERNYATA DITOLAK MENATAH-MENTAH OLEH HOOBAENYA SENDIRI, lelucon macam apa ini? Tapi bukannya marah Luhan justru tersenyum manis dan perlahan melangkahkan kakinya menuju tempat Chorong berada. Setelah berada disamping gadis itu, sejurus kemudian Luhan menundukan sedikit badannya lalu tanpa aba-aba mencium pipi Chorong dan berbisik.

“Kata-katamu sangat manis aku jadi tambah menyukaimu, sampai jumpa lagi nona Park.” dan setelah itu Luhan pergi meninggalkan Chorong yang terpaku di tempat. Belum hilang rasa terkejutnya akibat pengakuan bodoh tadi dan sekarang pria itu seenaknya mencium pipinya di depan umum!!!

“Pria gila.” guman Chorong, tak lama suara desas-desus para gadis terdengar memenuhi kantin.

-Flashback Off-

“Aku harus pergi sekarang, 15 menit lagi aku ada kelas sampai jumpa Cho.” Hyejin bangkit dari duduknya sembari merapikan buku-buku yang tadi ia bawa, tak lupa membisikan sesuatu di telinga Chorong.

“Sampaikan pada Luhan sunbae, ‘aku mendukungmu kau telah mendapat restuku’.” Sambung gadis itu kemudian, diikuti oleh kedipan mata dan gelak tawa.

“YAK!! LEE HYEJIN AWAS KAU…” Sebelum menjadi korban amukan Chorong, Hyejin buru-buru mengambil langkah seribu pergi meninggalkan gadis itu sendirian dengan muka memerah.

~~~

Sore itu Chorong sedang berada di sebuah café yang letaknya tidak jauh dari kampusnya, ia tidak sendirian. Para sahabatnya Hyejin, Nara, Bomi, dan Joonmyun juga berada disana. Meskipun suasana café cukup ramai tapi rupanya keheningan nampak menyelimuti mereka seolah tidak ada seorangpun yang berkeinginan untuk membuat suasana menjadi lebih hidup. Mereka tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing.

“Dimana Yura dan Jongdae?” Nara yang pertama membuka suara untuk memulai pembicaraan.

“Yura sedang berada di perpustakaan mencari referensi untuk tugasnya sedangkan Jongdae sedang berkumpul bersama klub fotografernya.” Bomi menjawab seraya memasukan beberapa potong sushi kedalam mulutnya, kemudian dibalas Nara oleh anggukan kepala paham sebagai jawaban.

Saat keheningan akan kembali menyelimuti mereka, Joonmyun satu-satunya pria diantara mereka terlebih dahulu melontarkan sebuah pertanyaan pada Chorong.

“Cho apa benar kau um.. sedang menjalin hubungan dengan Luhan sunbae?”

Chorong yang sedang menyesap bubble teanya pun sedikit tersedak, dengan segera Joonmyun menyodorkan tisu yang ada dihadapannya pada Chorong. Terlihat sangat jelas raut wajah penuh penyesalan di muka pria tampan itu.

“Mian gara-gara aku kau jadi tersedak, gwenchana?“

“Hmm gwenchana.”

“Tapi aku memang benar penasaran apa benar kau sedang menjalin hubungan dengan Luhan sunbae seperti yang dikatakan Joonmyun tadi?” bukannya menyudahi, Nara malah memperkeruh keadaan dengan ikut-ikutan bertanya padanya, ugh sepertinya semua orang gemar menayakan status hubungannya dengan Luhan!

“Astaga aku sudah mendengar pertanyaan ini ratusan kali oh bakan mungkin ribuan kali, telingaku saja sudah panas mendengarnya, sudahku bilang aku dan dia hanya seb—“ belum sempat Chorong menyelesaikan perkataannya, namja yang menjadi topik perbincanganpun datang dan langsung mengambil posisi duduk di sebelah Chorong.

“Hai, kelasmu sudah selesai sayang?” Luhan mendaratkan ciuman ringan pada pipi gadis disampingnya ini. Sontak Hyejin dan Nara terbatuk menyaksikan aksi spontan Luhan, sedangkan Bomi dan Joonmyun saling pandang keheranan.

“KAU! Mengapa menciumku HAH? dan jangan memanggilku sayang! Aku bukan kekasihmu Luhan-ssi.”

Chorong nampaknya geram, buru-buru ia menggeser posisi duduknya menjauh.

“Kau sensi sekali hari ini, apa kau sedang kedatangan tamu bulanan? Dan hey apa kau lupa kita kan sudah resmi menjadi sepasang kekasih kemarin.” Luhan menjawab dengan enteng lalu meraih bubble tea di tangan Chorong, kemudian meminumnya tanpa merasa bersalah sedikitpun.

“DENGAR YA AKU SAMA SEKALI TIDAK INGAT PERNAH BERKOMITMEN MENJALIN HUBUNGAN APAPUN DENGANMU.” Sangat jelas terdapat penekanan disetiap kata yang ia lontarkan, sebisa mungkin menahan amarah yang sedang meledak-ledak dalam tubuhnya saat ini. Chorong kira ucapan Luhan kemarin hanya sebuah lelucon belaka, ternyata dugaannya meleset. Sekarang ia mengetahui fakta baru mengenai Luhan. Pernyataan yang kelaur dari mulut pria itu tidak bisa dianggap remeh. Meski Chorong telah menolaknya mentah-mentah sepertinya Luhan tidak ambil peduli. Dan yang paling parah sekarang Luhan beranggapan bahwa ia adalah pacarnya? Yang benar saja! Sepertinya ada yang tidak beres dengan otak pria ini!

Chorong beranjak dari duduknya tanpa menoleh sedikitpun pada Luhan, dimasukan buku-buku kuliahnya ke dalam tas kemudian berucap pada teman-temannya, “Aku ada urusan mendadak kalian bisa pulang duluan, Annyeong.” Hyejin, Nara, Bomi dan Joonmyun menganggukan kepala perlahan dengan kompak. Disaat Chorong akan melangkah pergi Luhan dengan sigap meraih pergelangan tangan gadis itu.

“Kau mau kemana? Ada urusan apa memangnya? Mau kuantar?” tanya Luhan bertubu-tubi.

“Jangan ikut campur urusanku, urusi saja urusanmu sendiri. Sekarang bisakah kau lepaskan tanganku?!” Chorong sedikit memberontak. Meski rasanya percuma saja karena genggaman pria itu sangat kuat.

“Tidak akan aku lepaskan sebelum kau menjawab pertanyaanku tadi nona Park.” Chorong menghela nafasnya sesaat sebelum menjawab pertanyaan dari Luhan.

“Aku harus menemui dosen Kim, Puas?” gadis itu menyerah, Luhan bukanlah tipikal orang yang mudah mengalah pikirnya. Setelah mendengar jawaban Chorong, Luhan baru melepaskan genggamannya dan membiarkan gadis itu pergi.

Selang beberapa menit Joonmyun kemudian bangkit dari duduknya, “Aku harus menjemput dongsaengku ia baru saja mengirimku sms, aku duluan ya sampai nanti.” Joonmyun menyambar kunci motornya di atas meja dan bergegas pergi, Menyisakan Hyejin, Nara dan Bomi yang saat ini tengah ditatap tajam oleh Luhan.

“Aku ingin bertanya sesuatu pada kalian, aku harap kalian menjawab dengan jujur.” tiba-tiba atmosfer di sekitar mereka terasa berbeda, ketiga gadis itu meneguk salivanya dalam dan saling berpandangan.

“Ini mengenai Park Chorong.” ucap Luhan dengan nada serius

“Bingo!” Bomi sudah menebak dalam hati, pasti sunbaenya ini akan menanyakan mengenai sahabatnya, lagi pula sudah pasti Jika Luhan mengajak mereka bicara itu pasti mengenai Chorong. Akhirnya Bomi mengeluarkan suaranya dengan hati-hati.

“Memangnya sunbae ingin menanyakan apa kepada kami?”

“Eum begini, beberapa hari lalu aku sering melihat Chorong sering kali menemui dosen Kim , benar begitu?” Tanya Luhan dengan penuh selidik

“Nde itu benar sunbae.” Kali ini Hyejin yang menjawab pertanyaan Luhan dengan ragu, bisa gawat jika ia salah-salah menjawab apalagi tatapan Luhan saat ini seperti ingin menelan mereka hidup-hidup.

Luhan mengangguk-anggukan kepalanya. Matanya nampak menerawang jauh menerka sesuatu sehingga terjadi keheningan diantara mereka, tapi tak lama kemudian pria itu akhirnya membuka suara “Mungkinkah mereka sedang berkencan?” Luhan bertanya dengan wajah polos, sedangkan tiga orang wanita dihadapannya hanya bisa melongo mendengar pertanyaan konyol dari sunbaenya itu.

To be continued…..

Gimana? Jelek kah? Heheh maklum aku masih amatiran buat FF, tapi thanks loh yang udah mau baca. Aku mau liat respon FF ini pada suka apa engga, pada tertarik buat lanjut apa engga? Kalo banyak yang komen dan tertarik aku bakal lanjut post FFnya, semua itu tergantung kalian para readers ^^ karena FF ini masih banyak kekurangan jadi di mohon kritik dan sarannya ne J *Bow

Iklan

3 pemikiran pada “Love Is Complicated (Part 1 : Just Beginning)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s