[KyungHye Series] Babo!

[KyungHye Series] Babo!

Series2

[KyungHye Series] Babo || Story&Art Choco481 || Do Kyung Soo (D.O EXO) X Lee Hye Soon (OC) || Romance || Oneshot || PG-13 || Another Series at http://chocosekai.wordpress.com/

Aku si bodoh…

Aku, si bodoh yang hanya melihatmu.

Aku cinta kamu,

tak peduli perkataan atau ejekan orang lain.

Aku tetap si bodoh yang hanya melihatmu.

.

.

.

Aku menghempaskan tubuh lelahku ke atas kasur. Menggerutu pelan seraya melempar smartphone milikku yang sedari tadi terus bergetar. Getar yang tidak ingin berhenti sedari tadi. Siapa lagi kalau bukan tuan egois itu yang menghubungiku.

Iya tuan egois itu adalah pacarku, Do Kyung Soo.

Atau…

harus kusebut tuan terhormat D.O EXO?.

Entahlah. Tidak peduli. Ujarku dalam hati.

Aku menekankan kedua jariku pada daerah di samping alis dan memejamkan mata. Tanganku mengacak-acak rambut hitam milikku dengan frustasi. Tak biasanya aku segusar ini, tapi pertengkaran singkat yang tadi kami alami via telepon benar-benar membuatku gila.

Ya, Do Kyung Soo adalah penyebab kekesalanku sore hari ini. Aku merasa sangat bodoh dan marah!!.

“Argg!” Geramku. Aku butuh melampiaskan kekesalan ini, jika tidak, bisa saja aku berakhir melakukan hal bodoh dengan mengangkat telponnya dan meminta putus, atau memaafkannya lagi. Dengan cepat aku menyembunyikan smartphone yang masih saja bergetar itu di balik bantal. Kulangkahkan kaki ku ke meja belajar.

Aku butuh melampiaskan kemarahan ini.

Aku tidak melampiaskan kemarahan dengan cara mengerjakan soal matematika atau fisika yang rumit. Aku hanya butuh menulis. Bukankah saat kita tidak bisa menyampaikan sesuatu dengan kata-kata kita cukup menuliskannya dalam kalimat. Hal ini cukup efektif untukku. Tanpa sadar aku telah menemukan diriku sedang menulis dalam buku harian… sepuluh alasan mengapa Lee Hye Soon pantas disebut bodoh dan Do Kyung Soo pantas dibenci.

Aku tertawa kecil, kata sepuluh tampaknya masih sangat kurang untuk menggambarkan kebodohanku. Kebodohanku karena ulahnya. Aku berpikir sejenak sebelum akhirnya pulpen hitam itu bergerak-gerak dengan cepat di atas kertas putih polos tersebut.

Sepuluh alasan kenapa Lee Hye Soon pantas disebut bodoh dan Do Kyung Soo pantas dibenci :

  1. Aku membencinya. Aku membencinya saat melihat Kyung Soo dalam acara musik itu. Dia membiarkan para cewek idol duduk didekatnya, melakukan skinship (sedikit sih) dengannya, dan mendekatinya. Tapi bodohnya aku akan selalu melupakan semua teriakan amarah yang ingin aku lakukan hanya karna dia TERSENYUM TIPIS kearahku dari atas panggung. Padahal mungkin saja dia sedang tersenyum ke fansnya yang berada disebelahku. Babo!
  2. Aku membencinya. Aku membencinya saat tau Kyung Soo sedang sakit dan dia tidak mencoba menghubungiku sama sekali. Padahal aku pacarnya. Apa aku tidak boleh mengkhawatirkan pacarku sendiri? dan bodohnya, aku akan memaafkannya begitu saja saat dia mengirimkan satu pesan video. Babo!
  3. Aku membencinya. Aku sangat membenci suara nyanyian Kyung Soo. Dia sama sekali tidak tahu bahwa suaranya adalah ancaman bagi seluruh umat manusia pencinta musik. Bagimana bisa seorang manusia mengeluarkan suara semerdu ini? dan entah keberuntungan atau kesialan, dia malah selalu menyanyikan aku lagu secara pribadi saat dia ada waktu. Bodohnya lagi setiap mendengar suaranya semakin membuatku addicted terhadapnya.
  4. Aku membencinya, sangat membenci senyuman Kyung Soo. Apalagi ketika dia tersenyum kepada cewek lain. Kenapa dia harus selalau menebar senyum kepada semua? tidak bisakah dia hanya tersenyum datar untuk sekedar bersikap sopan, tak perlu tersenyum seperti itu,tak perlu tersenyum dengan tatapan seperti itu,dan bodohnya aku akan melupakan semua luapan emosi ini saat dia menatapku dengan tatapan khasnya dan tersenyum.
  5. Namun aku lebih benci untuk melihat wajah suram Kyung Soo dibandingkan wajah ramah tebar pesonanya. Aku tidak tahan melihatnya bermuram durja dan cemberut. Seperti waktu itu, dia menunggu permintaan maaf dari ku ketika bulan lalu dia membatalkan kencan rahasia kita.Bodohnya aku tidak tahan melihat wajah cemberut serta sedihnya dan kembali memaafkannya lagi. Babo!
  6. Aku sangat membenci obsesi berlebih para fan girls nya dan sebagian besar cewek di dunia padanya. Dan sekali-lagi, aku selalu benci saat dia menebarkan pesona dengan tatapan,senyuman, dan suaranya. Tidak bisakah dia hanya beramah-tamah sekenanya saja? Bukan berarti aku cemburu, hanya saja sifat sok-tebar-pesona-kesana-kemari-layaknya-casanova seperti itu tidak baik dimiliki seorang idol Apa lagi dimiliki olehnya. Aku hanya berusaha mengingatkan. Bukan cemburu!.
  7. Aku sangat membenci bagaimana Kyung Soo bisa membaca jalan pikiranku dengan mudahnya. Dia seperti sangat memahamiku dan di saat bersamaan dia juga seperti tidak memahamiku sama sekali. Dia mungkin seorang pembaca pikiran yang baik namun dia sama sekali tak memiliki pengetahuan tentang cewek. Lebih tepatnya tentangku.
  8. Aku sangat membenci sifat tenang dan poker facenya. Kyung Soo selalu saja dengan tenangnya membuatku berdebar-debar tidak karuan dan panik sendiri, sedangkan dia malah menggodaku dengan tatapan khasnya. Bodohnya, aku malah sangat menyukai saat dia menggodaku.
  9. Aku sangat membenci—

Kegiatan menulisku terhenti saat suara bel apartmenku menggema. Bunyi bel itu terdengar berruntun dan tidak sabaran. Siapa sih?. Gerutuku dalam hati. Rasa kesal akan pertengkaran dengan Kyung Soo masih menempel cukup lekat. Dengan cepat aku langsung membuka pintu tanpa melihat intercom dulu.

Seketika mataku membulat dengan sempurna, sosok didepanku sukses membuatku merasa horor. Pasalnya hal ini sangat tidak diduga olehku. Sesosok cowok dengan topi hitam, baju lengan panjang hitam, celana panjang hitam dan, sepatu full color yang tidak asing berdiri tepat didepan pintu kamar apartmenku.

Aku membeku..

Lelaki serba hitam ini,

dia adalah Do Kyung Soo.

D.O. EXO,

pacarku.

Ya, seseorang yang paling mustahil masuk dalam daftar tamu sore hari di apartmenku. Tatapan mataku terkunci ke arahnya, begitu juga tatapan khas miliknya.

Hening sesaat.

.

.

.

“Aku nggak mau putus,” Suara khasnya menembus gendang telingaku.

“tolong percayalah sedikit pada perasaanku ini….”

Kalimatnya semakin membuatku membeku ditempat. Kami terdiam lama dalam posisi ini. Aku tidak bisa melepas dan lepas dari pandangan matanya.

Tik

Tok

Tik

Tok

Tik

“Lihat siapa itu?”

“Bukankah sekilas seperti D.O EXO?”

Percakapan singkat nan pelan itu tertangkap olehku. Dengan cepat kurasakan es yang membekukan tubuhku mencair. Kulihat sosok dua cewek di ujung koridor,tepatnya mereka baru saja keluar dari lift. Dengan cepat aku meraih pergelangan tangan Kyung Soo dan menariknya masuk.

Blam.

Pintu tertutup.

Aku melepas genggamanku pada pergelangan tangannya dan dengan gerakan yang cepat ia kembali menggemgam tanganku. Aku masih marah, dan dengan melihatnya langsung seperti ini semakin membuatku marah, atau tepatnya sedih. Entahlah. Aku membalikan tubuh saat merasakan bola mataku semakin memanas.

Aku memunggunginya yang masih terdiam sedari tadi.

Canggung dan,

hening..

.

.

.

“Hye Soon…”

.

.

“Lee Hye Soon.”

Hening.

Aku tdak menjawab. Mataku semakin memanas. Aku tidak berani membalikan tubuh dan bertatapan dengannya. Lebih tepatnya aku tidak sanggup melihat wajahnya saat ini.

Aku sedang menangis dalam diam. Air hangat mengalir dipipiku tanpa isakan. Dengan melihatnya langsung membuatku sadar bahwa aku sangat tidak ingin kehilangan sosoknya dalam hidupku.

Aku tidak ingin kehilangannya.

“Hye Soon, Aku—“

“Bodoh!” Potongku cepat.

Aku merasakan Kyung Soo semakin mengeratkan genggamannya. Tangan bebas Kyung Soo satunya meraih pundakku. Kurasakan tubuhku yang berputar menghadapnya. Dia membalikkan posisiku.

“Jangan menangis..”

“Bodoh! Kenapa sampai nekat datang ke apartmenku sore-sore gini sih…” kata-kataku tertahan oleh isakan tangis. Saat ini aku sudah berdiri berhadapan dengannya.

“…bagaimana-bagaimana kalau sampai muncul scandal?” Genggaman tangannya dipundakku seketika terlepas. Kyung Soo menyebarkan pandangannya seakan dia baru saja sadar dengan yang dilakukannya.

Dan memang benar dia baru tersadar dengan kelakuannya.

“Be-Benar juga…”

“Aku lupa,hehehe…” Ucapnya dengan menampilkan rona pink tipis di pipinya. Rona yang sangat tipis.

Curang.

Kenapa kamu semanis ini Kyung Soo.

Aku memeluknya. Melingkarkan tanganku ditubuhnya. Memeluknya dengan erat seakan-akan jika aku tidak melakukan itu dia akan menghilang menjadi buih.

Sepersekian detik selanjutnya Kyung Soo balik memelukku.

Hanya keheningan yang menemani pelukan kami.

Kyung soo melonggarkan pelukan kami. Aku sedikit mendongakan kepalaku untuk menatap wajahnya, dan selanjutnya yang ku lihat adalah tatapan lembutnya yang khas, tatapan yang biasa aku artikan sebagai tatapan yang terlihat begitu menyukaiku.

“Kyung Soo—” Kata-kataku terpotong saat Kyung Soo tiba-tiba memegang tanganku, lalu tangan bebasnya yang lain memegang tengkuk milikku. Aku menatapnya bingung, tapi tak ada waktu untuk menanyakannya, karena setelahnya Kyung Soo sudah menciumku.

Tepat di bibir.

Aku kaget, tapi hanya sebentar, dan kemudian aku memejamkan mata. Berusaha merasakan tiap kelembutan dan kehangatan dalam ciumannya.

Aku tahu, aku tidak akan bisa berpaling dari dirinya.

Bodohnya.

Lihatkan, aku memaafkannya lagi.

.

.

.

TUNGGU!!

“Bukankah hari ini EXO ada jadwal di radio?” Ujarku seraya menarik tubuhku. Melepaskan panutan pada bibir kami berdua. Dia terlihat kesal dengan aksi dadakan ku ini.

Kyung Soo hanya menatapku dengan wajah cemberutnya,

Lalu hening menyelimuti apartmenku.

“Ah!” Ucapnya tersentak. Tangan yang sedari tadi menggengam tanganku digunakannya untuk memukul pelan dahinya sendiri.

“Aku lupa,” ujarnya kemudian di akhiri dengan suara tawa ringan khasnya.

“Dasar bodoh,” aku memukul pelan lengannya.

“Aku jadi bodoh seperti ini kan gara-gara kamu,” ujarnya menggoda dan memelukku kembali.

Aku melepas paksa pelukannya “Sudahlah, berangkat sana,”

“Tidak mau!”

“Member yang lain pasti sedang mencarimu, Pergilah.”

“Tiiiidaak~”

“Kamu pasti pergi tanpa izin, pulanglah.”

“Tidak mau,toh syuting radionya off air,” ucapnya lagi seraya diakhiri tawa ringan nan singkat. Dengan gerakan cepat ia kembali menarikku dalam pelukannya, dan membisikan kata-kata ajaib tepat ditelingaku.

“Lee Hye Soon, aku cinta padamu.”

Blush.

Aku yakin saat ini pipiku sangatlah merah.

Si bodoh…

Kamu, si bodoh yang hanya melihatku.

Kamu cinta aku,

selamanya aku percaya, kita akan bersama.

Dua orang bodoh yang hanya saling melihat satu sama lain.

*END OF SLICE OF LIFE 02*

 

 

Note : Kalimat yang di italic di awal dan akhir itu sebenarnya potongan lirik lagu Juniel ft Jung Yonghwa – Babo. Dua part itu menginspirasi lahirnya FF ini. Makasih sudah membaca sampai akhir, dan tolong komentarnya ^^.

2 pemikiran pada “[KyungHye Series] Babo!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s