Our Disease (Chapter 1)

Our Disease 

disease poster

Title                 : Our Disease # 1

Author             : huntom61

Genre              : fluff,romance,sad/?

Rating             : PG-15 mungkin..karena mengandung beberapa kata yang kurang sopan

Main Cast        :           Oh Sehun as Sehun

You as Yoo Cheonsa (OC)

Other               :           Han Saebyeol

Shin Minri

Yoo Sunji

Length             : Chapter

Disclaimer       : All characters belong to God and his/her family.I wrote it by myself,sorry for typo(s),bad story,or similarity of the plot.Wish you to leave your comment for my story.Even you SiDers,it’ll be my pleasure that you spent your time just for read my weird imagine.No Plagiarism

Author’s Note :

Untuk para readernim..hati hati,poster,genre,dan judul gaje/?

Dan untuk para muslim,selamat menunaikan Ibadah Puasa~!

Happy Reading~~~~

Summary         :

Ketika putus asa,sebuah sinar yang terang datang.Di balik sinar,tersembunyi bayangan gelap.Selembar kekotoran putih yang membawa keajaiban.

OUR DISEASE#1

CHEONSA POV

.

.

.

“Kyaaaaa!!!kau tau tidak?siswa baru itu keren sekali..!!”

Kelas Berisik.

“Omomomo… Aku harus memperbaiki riasanku…!!”

Berias lah sampai wajahmu tampak seperti badut.

“Percuma bila kita berdandan…dia pasti tertarik oleh Cheonsa!”

Deg.

“Cheonsaaa…bisakah kau bertindak tak mencolok???Aku ingin dia tertarik padaku..” Kata seorang yeoja kerdil dengan raut wajah yang dibuatnya selucu mungkin.

“Ne?” Hanya sebuah kata itu yang terlintas di otakku untuk dilontarkan.

“Ayolah…Kita kan teman..Lagipula kau kan tak mungkin membutuhkan namja..”

Lanjut yeoja kerdil itu dan bergelayut menjijikkan di lenganku.

Hhh ..Cheonsa,patrikan seulas kurva yang manis itu di wajahmu ini….

“Hahahaha..ye..arrasseo.. geuneun neowi gottida Minrissi…(dia adalah milikmu)” Jawabku dengan menyebarkan sebuah kurva dan wajah semanis mungkin kepada yeoja yeoja tengik ini.

“Kyaaaaa… gomawo… Cheonsa …”

“Ne….” Jawabku masih dengan wajah semanis mungkin yang bisa kusajikan untuk mereka.

Teriakan menyebalkan.

Semua suara seakan menjauh dari telingaku.Bila bisa,biarlah Tuhan menutup pendengaranku untuk semenit saja.Semua terasa kosong… Hidupku tak lebih dari selembar kertas yang rusak seiring pasir waktu habis.Ya,kertas yang rusak karena pasir dan waktu yang terus berjalan.

AUTHOR POV

“…yya..”

“sa yya..”

“Cheonsa yya…”

“YAK!!NEGDE YYAHH (wolf)!!!”

Sebuah teriakan yang lolos dari mulut seseorang sukses membuat Cheonsa terlonjak kaget.Cheonsa yang terkejut,lantas menjatuhkan sebuah kotak.lantas Cheonsapun menoleh pada sumber teriakan maut itu dan berkata,

“Yakk!!Mwohago isseo?! (apa yang kamu lakukan?!)”

“Hehehe…Mianhae…habis kau melamun bak sebuah patung yang elok.” Kata sumber suara itu,yang ternyata seorang yeoja.

“Heish…sok dramatis…” Ejek Cheonsa

“Yak!!kenapa kau hanya berkata sekejam itu padaku eoh?!” Kata yeoja tadi.

“Nenene…mianhae byeolssi…” Kata Cheonsa sembari mengambil kotak yang terjatuh akibat teriakan seorang yeoja bernama Han Sae Byeol

.

“Yya…kenapa kau terlihat melamun?” Kata Sae Byeol.

“ani..ambuto anya…(nothing)” Elak Cheonsa.

“Yyah!! Negdeyah…kau kira aku sudah berapa tahun mengenalmu?Malhaebwa!(katakan)” Kata Sae byeol sembari menduduki tempat duduknya yang terletak disebelah Cheonsa.

“Ani…Ambuto anya…hanya pasir dan waktu..” Kata Cheonsa dengan ekspresi kosong.Sae Byeol yang melihatnyapun memasang wajah cemas.

“negdeyah..wae…ajikdo geugot e daehae saenggakhani??(kenapa kamu masih memikirkan itu?) lebih baik kau melupakan itu semua…” Kata Sae Byeol dengan dramatis dan penuh kasih sayang.

Cheonsa yang melihat kesetia kawanan sahabatnya itupun terpana dan terharu,lantas dia berkata..

“Byeolli… “ dengan mata yang berkaca kaca karena terharu oleh perkataan sahabatnya.

“Lebih baik kau hentikan Byeolliya..”

“Pabo negdeyah….aku tak mau berhenti menemanimu Negdeyyah..” kata Sae Byeol.

Suasana yang mengharukan memenuhi atmosfer disekililing mereka…Ah…betapa setianya mereka terhadap kawan satu sama lain. Tangan Cheonsapun bergerak..

“CTAK!!!” suara sentilan maut dari tangan Cheonsa mengenai kening Sae Byeol.

“aaaa…Appoooo…ish..waeee?!?!?” Kata Sae Byeol.

“maksudku hentikan makan bekalku bodoh..” Kata Cheonsa.

“Apa kau tak tau aku mengkhawatirkanmu?Apa kau tak tau aku selalu memikirkanmu?Hingga membuatku lapar setiap waktu..Karena aku pintar,akupun memasukkan makanan buatanmu yang terlampau enak ini ke dalam mulutku yang indah…Bersyukurlah…that should be your pleasure ..” Kata Sae Byeol dengan gaya menggurui.

“Pabo Gateun..(sama bodoh)” Ketus Cheonsa dengan wajah terlampau datar.

“Haissshhh….kau benar benar Negde dingin kejam dan jahat..!!!” Kata Sae Byeol

Sae Byeol terus mengolok Cheonsa hingga tak sadar bahwa terbentuk sebuah kurva manis terpatri di wajah Cheonsa dengan sempurnanya tanpa gurat kebohongan sedikitpun.Hati kecil Cheonsa berkata

“Tentu saja aku tau,Gomawo Byeolli yah..”

Tok Tok Tok…….

Suara sebuah pen yang diketukkan di meja tanda Lee Saem menyuruh diampun terdengar.Lantas membuat seluruh murid membelokkan perhatiannya menuju meja guru.

“Everybody…Attention please..” Kata Lee Saem dengan rautnya yang bak laut sore yang indah,tetapi menyimpan beribu panah yang siap diluncurkan dibalik wajahnya yang elok itu.

Suasana kelaspun hening.

“okay,your class have a new student..Siswa baru,tolong perkenalkan dirimu dengan baik.”Titah Lee Saem.

“Annyeonghaseyo..jonen Oh Sehun imnida..bangapssemnida..”Kata siswa baru itu sembari membungkukkan badannya.

“Oh..dia incaran si kerdil” batin Cheonsa dengan menampakkan wajah tak tertarik dan memakan kue secara diam diam bersama Sae Byeol.

“Apakah ada pertanyaan untuk Mr.Oh?” Tanya Lee Saem.

“Saya..Sehunnie.. kau memiliki tipe ideal ?” Tanya Minri.

“Wow.pertanyaan aneh…dan berani” Pikir Cheonsa..Cheonsa beranggapan,mungkin hanya Cheonsalah yang berpikir bahwa itu adalah pertanyaan tak tau malu yang mungkin hanya bangsa Minri lah yang akan menanyakan hal itu dengan wajah bangga.Dan lagi,Minri memanggil namanya dengan panggilan dekat begitu.Sungguh aneh si kerdil Minri.

“obseo..(tidak ada)” Jawab Oh Sehun dengan ekspresi seadanya dan senyum yang tipis….dan…menawan.

“Sehunnn… Apa kau punya hobi?”Tanya yeoja lain.

“obseo.”

“Sehunnie yah..Bagaimana kalau makanan favorit?”

“Obseo.”

Berbagai pertanyaan dilontarkan hingga mulut para yeoja berbuih,dan hanya dijawab oleh satu kata menarik bagi Cheonsa.Ya,kata ‘obseo.’ Yang dilengkapi dengan wajah Lee Saem dan para yeoja menganga dan terpesona di satu waktu.

“pfft..Hahahahahhahahaha..ACARA LAWAK YANG MENYENANGKAN!”bisik Sae Byeol dan Cheonsa secara bersamaan.

Saebyeol dan Cheonsa pun menahan tawa mereka dengan susah payah,hingga terlihat air maat di ujung mata mereka.

“Baiklah.Mr.Oh,kau duduklah dibelakang Miss Yoo,disamping Miss Shin.” Tutur Lee Saem.

Lantas membuat seluruh yeoja berteriak dan berkata “ aaaa..tidaak.betapa beruntungnya kau Minriyah..” yang dilengkapi oleh wajah Minri yang menyebalkan.se menyebalkan ketika smartphonemu jatuh di lubang toilet.Ya,seperti itu.

“Ne saem.” Jawab Oh Sehun.

“Betapa kerennya dia…sifat dinginnya keren sekali…bla bla bla..” berbagai pujian dilontarkan para yeoja yang membuat Sae Byeol dan Cheonsa kegerahan.

Cheonsa lantas melihat Sehun dengan malas.Ketika mata mereka bertemu,Cheonsa tersontak kaget oleh sesuatu dan membuat Cheonsa menatap manik mata milik Sehun,hingga namja itu melewati dirinya.

“Ani…dia tidak dingin…”

“Dia…kosong…seperti..selembar kertas putih yang akan rusak…seperti…” Kata hati Cheonsa yang terpaku oleh apa yang dia lihat tadi.

===================== Istirahat==================================

“Yakk..sekian hari ini…ahh.. ya,jangan lupa untuk mengenalkan sekolah ini kepada Mr.Oh.” ucap Lee Saem,setelah mengeluarkan sebuah titah,Lee saem pun meninggalkan kelas itu.

Semua yeoja mengerubungi Oh Sehun,bertanya,berteriak,bertengkar,memperebutkan siapa yang akan mengantar Sehun..ahh..ingin sekali rasanya menyumpal mulut mereka.Sedangkan yang namja?mereka telah lebih dulu kalah oleh para yeoja..Jadi mereka hanya duduk atau pergi ke kantin.

CHEONSA POV

Kasian sekali dia…dikerubungi oleh sekelompok predator yang haus..

Kuharap dia selamat dari te-

….

Tunggu..senyum dan mata itu…

Gratak!

“Biar aku yang mengantarnya.” Kata kata itu tiba tiba saja lolos dari mulutku begitu saja.

Semua yeoja menatapku.

“Ehh?tapi..kami juga ingin.. Kami bla bla bla..”

“Sudahlah..kalian berisik sekali,lebih baik Cheonsa yang mengantarnya..” Kata para namja.

“Biar aku yang mengantarnya. Oh Sehunssi…ayo.” Kata Cheonsa dengan dingin sembari menarik tangan Sehun keluar.

Para yeojapun hanya bisa diam dan terkejut menatap kepergian mereka.

Sae Byeol menatap kepergian Cheonsa dengan senyuman penuh arti.

 

Sae Byeollah.. Geuron sikeuro nal bojima..don’t look at me like that.

 

—————————————— ======     ———————————————-

AUTHOR POV

“Jegohanda.(Lepaskan)”

Kata itu mebuat sepasang kaki milik Cheonsa berhenti melangkah

“Ye?”

“Nae soneul..Jegohanda.(tanganku..lepaskan.)”

“Ah.ne..jwesonghaeyo..” Kata Cheonsa sembari melepas tangan milik Oh Sehun.

“Gomawo.dangsineun nal guhae jwosseo..(Terima kasih.Kau telah menyelamatkanku.”

Kata Sehun dengan mata yang kosong.

“Cheonma..”

“Kenapa kau bisa tau..” Tanya Sehun.

“Tentu aku tau..”

Mata itu… Raganya disini,jiwanya pergi… seperti..

“Seperti kertas putih yang rusak karena pasir dan waktu yang berjalan.”

Kalimat itu membuat Cheonsa membelalakkan matanya.

“Seolma…ottohkae..neon..” Ucap Cheonsa dengan terkaget dan terbata bata.

“Pfft…Hahahahhahahah!!!!!!”

“Eh?”

Wajah itu.. wajah tulus.. Oh Sehun..tertawa?

“W-wae?” Tanya Cheonsa.

“Ambuto anya.”Ucap Sehun..

Terlihat…senyum itu.. Senyum Oh Sehun yang tulus.

“Y-yyaa… Kita belum mengelilingi gedung sekolah..!” Kata Cheonsa ketika Ph Sehun pergi menjauh.

Sehun lantas membalikkan badannya dan berkata..

“ Aku mengerti semua dari dua buah batu indah berdebu yang melekat pada sebuah mawar indah yang hendak layu…Karena milikku dan miliknya sama.” Kata Oh Sehun.

Lantas Oh Sehun pergi setelah member senyuman itu lagi..

Ya…senyuman itu..

Tanpa sengaja,timbulan detakan kecil di jantung mereka.

“…..”

“Seperti kertas putih yang rusak karena pasir dan waktu yang berjalan.”

Ucap kedua bunga yang menemukan sinar terang diiringi oleh kembalinya detak jantung mereka.

 

TO BE CONTINUED

Nahhh…gimana gimana???jelek?membingungkan?ga faham?kependekan??makin banyak respon,makin cepat publish next chapt nya…

Iklan

13 pemikiran pada “Our Disease (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s