I Can’t Without You (Chapter 2)

I Can't Without You

I CAN’T WITHOUT YOU [ CHAPTER 2 ]

Author : Oh Se Na

Main Cast : Oh Se Na ( OC ) , Oh Sehun
Other Cast : temukan sendiri 🙂

Genre : Romance , School Life , Marriage Life , dll

Length : Chapter

Rating : G *mungkin*

Note : Gomawo buat kalian yg udah mau baca FF I Can’t Without You [ Chapter 1 ] , makasih yg udh mau comment buat lanjutin FFku ^^ Saranghaeyoo , ini lanjutannya , Happy Reading neee 🙂 Terus aku mau ralat , ini khusus pembaca di wordpress https://exofanfiction.wordpress.com/2015/06/20/i-cant-without-you-chapter-1/ , kalian liat di note aku , aku lagi bangga”in diri itu blog aku ahahhaa , pdhal engga , mksd aku itu wordpress https://kpopffindonesian.wordpress.com/ yg punya aku hehehe maaf yg sebesar”nya ya , aku bener” lupa ralat itu , beneran 😐 oh iya aku juga mau makasih bgt buat kalian yg udh baca ff di EXO Fancition , terima kasih buat admin di sana yg udh mau masukin ff aku yg jelek ini 😦 ga nyangka kalian mau baca ff ini :’) huaaa *nangisterharu* byk yg minta lanjut wkwk terus aku seneng bgt ada yg comment mencoba nebak – nebak si sena sma sehun gmna hehehe Ada yg nebak si sena sehun bakalan di jodohin , ada yg nebak si sehun punya perasaan lebih ke sena ahhaaha aku seneng kalian menanggapi hasil aku dengan bagus , dan aku sangat menerima saran dan kalian , dan aku masukin ke chap 2 hihi udh lah kebanyakan basa basi aku wkwk intinya terima kasih , saranghaeeeeee :*

► I Can’t Without You ◄

Aku tidak memperdulikannya , sampai aku tertegun ketika mendengar sebuah isakan. Ada apa ini ? kenapa ada yang menangis ? Bukankah barusan suara orang berteriak dan menjerit – jerit seakan dunia mau kiamat ?

Se Na POV

Aku takut , aku mulai menangis , sekarang wajahku sudah di basahi buliran crystal bening. Wajahku memerah, aku tidak berani melihat ke depan, sehingga aku memilih untuk menutup wajahku dengan kedua tanganku.

” Se Na-aa , k-kau ke-ke-kenapa ? ”

Aku merasakan bahwa mobil yang aku tumpangi mulai menepi, aku merasakan tubuhku bergetar. Iya, aku takut. Takut kecelakaan yg dulu merenggut nyawa Appa kembali terjadi. Itu adalah trauma terbesar untukku. Tapi aku selalu mencoba melawan, aku tidak apa-apa jika mobil yg aku tumpangi dalam kecepatan standar , tapi kalau di atas itu rasanya tubuhku kaku, bergetar, takut , keringat dingin mulai bercucuran dari pelipisku.

” Hikss Kau j-jahat S-s-sehun ” jawabku terisak, aku masih menutupi wajahku dengan kedua tanganku.

Sampai aku tiba-tiba merasakan sebuah kehangatan di tubuhku, membuatku mulai tenang. Seseorang memelukku,seraya mengelus rambut dark brown-ku halus.

Sehun POV

” Hikss Kau j-jahat S-s-sehun ”

DEG.

Aku tertegun mendengar kata-kata itu keluar dari bibir mungilnya. Dia masih menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Dapatku lihat kalau tangannya mulai basah karena air matanya. Aku tidak tega melihatnya menangis seperti itu. Dengan perlahan aku merengkuh tubuh rampingnya di pelukanku, ku biarkan dia menangis sejadi-jadinya di dada bidangku.

” Mianhe Se Na-aa , Mianhee. Gwenchana, aku di sini. Mianhee ”

aku terus berkata ‘ Mianhe ‘ walaupun aku tidak tahu apa salahku. Dia masih menangis, perlahan ku lepaskan pelukannya padaku, agar aku dapat melihat wajahnya.

” Kau kenapa ? apa aku berbuat salah ? Mianhe Se Na-ya , Ceritakanlah kalau kau mau ‘

Ia mulai tenang, setelah ku peluk , Jujur aku merasakan kenyamanan yang sangat saat tubuhnya berada di dekatku.

” A-aku takut S-sehun-aa , A-aku takutt hikss.. J-jangan seperti itu l-lagi hikss ” Ia menghapus air mata dengan punggung tangannya. Aku membantunya menghapus air matanya dengan mengusap pipinya dengan kedua ibu jariku.

” Mianhee , Mianhee Se Na-aa. Seperti itu bagaimana ? ” Aku bingung saat dia blg ‘ Jangan seperti itu lagi ‘. Ada apa sebenarnya.

” Jangan mengemudi terlalu cepat saat aku berada bersamamu atau tidak. Aku , aku takut kalau harus mengalami kembali hal itu, yang mengambil nyawa appa seketika. Aku tidak ingin kehilanganmu seperti aku kehilanggan Appa. Jangan seperti itu lagi. Aku aku trauma akan itu. ” dia bercerita penyebabnya. Sebegitu pentingkah aku untuk dirinya ? Atau dia hanya menggangapku sandaran hidupnya ?

” Ne , Mianhe Se Na-aa , Jeongmal mianhe , aku tidak tau kalau kau trauma dengan kecepatan ” jawabku khawatir. Sungguh aku merasa bersalah kali ini. Rasanya seperti ada ratusan pisau menghujam dadaku , saat aku mengetahui penyebabnya adalah aku. Kalau aku tau dia takut seperti ini , aku tidak akan mungkin melakukan hal tadi.

” Ne , gwenchana ” jawabnya.

Author POV

Suasana di dalam mobil terasa begitu sepi dan canggung semenjak kejadian tadi. Memang tidak enak berada di dalam suasana canggung

“Ehhm ” Sehun berdehem memecahkan keheningan.

” Nee ? ” Se Na menatap Sehun bingung. Jujur Se Na juga cukup canggung saat ini walaupun mereka sudah bersahabat sejak lama.

” Aku ingin bubble tea, apa kau juga ingin ? ”

” Hmm , aku ingin rasa Taro , kalau kau rasa apa ? ”

” Aku seperti biasa, original . Tunggu sebentar ne ? Aku akan memesannya sebentar. Dan ingat jangan bukakan pintu pada siapapun kecuali aku , Arraseo ? ”

” Nee , Gomawoo Sehun-ah ”

Sehun pun bergegas keluar dari mobilnya, dan segera menghampiri kedai di seberang jalan. Se Na hanya memperhatikan laki laki berkulit susu itu dari dalam mobil.

” Annyeonghaseyo ” Sapa pegawai kedai itu sambil membungkus 90 derajat. Sehun hanya membalas membungkuk dan memberikannya senyuman dingin yang menurut seluruh siswa sekolahnya dapat membuatnya terkapar seketika. Benar saja , sang pegawai tiba-tiba bergumam ” neomu kyeoptaa “. Sehun yg mendengar gumaman itu hanya membalik badan dengan tatapan bingung . ” Ah Ani-yaa , Mianhe ” jawab si pegawai setelah menyadari Sehun mendengar gumamannya. Sehun hanya tersenyum dingin kembali. Begitulah Sehun, dia memang bersikap dingin kepada siapapun termasuk keluarganya terkecuali Eomma , Appa , dan Se Na. Sebenarnya Sehun bukanlah namja dingin. Hanya saja dia tidak ingin terlalu terbuka kepada orang – orang. Hanya orang terdekatnyalah yang mendapat kehangatan dari seorang Oh Se Hun.

” 1 Bubble tea original dan 1 Bubble Tea Taro ” pinta sehun pada pegawai lain yang berada di bagian order.

” Regular / Jumbo tuan ? ” tanya si pegawai

” Regular ” jawabnya singkat dengan dinginnya.

” Ne , Semuanya 7,800 Won tuan ” kata si pegawai sembari memberikan bon dari pembelian Bubble Tea Sehun.

” Gomawo , silahkan menunggu sejenak tuan ” perintah si pegawai dengan lembut setelah Sehun membayar. Tidak sampai 5 menit pesanan Bubble Teanya telah selesai. Sehun pun segera kembali ke mobilnya untuk memberikan Bubble tea pesanan Se Na.

Se Na POV

Ahh , akhirnya dia kembali. Tiba – tiba ponselku berdering, ku lihat nama yg tertera ‘ Eomma ‘. Ohh eomma , tapi tumben sekali eomma menelefon sepertinya ada yang penting. Aku langsung mengangkat telefon dari eomma.

” Yeoboseyo ? ” jawabku.

” Ah Sena-ya kau ada di mana ? ”

” Aku sedang di kedai bubble tea bersama Sehun eomma , ada apa ? ”

” Nanti malam bersiap”lah, eomma akan bertemu teman lama appamu , eomma akan menjemputmu jam 6.30 nanti , arraseo ? ”

” Ne eomma , tapi ada apa teman appa meminta bertemu ? ”

” Lihat saja nanti , sudah dulu ya , eomma masih mau meeting sebentar lagi , Annyeong , jangan lupa nanti malam ”

” Eom – ”

tut tut tut tut tut tut

Selalu saja seperti itu memutuskan panggilan secara sepihak, menyebalkan sekali sih.

” Ini Bubble Tea mu kalau kau masih saja bertelefon mungkin bubble tea-mu sudah lenyap hahahaha ” kata sehun sembari memberikan bubble tea pesananku tadi.

” Ne , Gomawo Hunnie. Kalau kau akan menghabiskannya kau tak perlu membelikan untuk ku Sehun. cih ” Menyebalkan dia akan menghabiskan bubble teaku kalau aku tadi tidak memutuskan sambungan telefonnya.

Author POV

Sungguh Sehun sangat gemas melihat Sena yang sedang kesal saat ini. Sehun segera mencubit pipi kanan Sena dengan gemas. Mungkin pipi yeoja itu akan memerah setelah dicubit Sehun.

” Aku hanya bercanda , pabo ” ucap Sehun masih dengan mencubit pipi Sena.

” Yakkk ! Lepaskan , ini sakit sehun ” rengek Sena merasakan pipinya kesakitan karna ulah Sehun

” Tidak akan , Yeoja paboo hahaha ”

” Antarkan aku pulang Sehun, cepatt aku masih ada urusan ”

” Baik Nyonya Pabo hahaha ”

” Aku tidak Pabo , kau yang Pabo ”

Sehun mulai menyalakan mesin mobilnya, dan segera melajukan kecepatnnya standar. Karena ia takut akan membuat yeoja di sebelahnya yang notabene adalah sahabatnya akan menangis lagi.

” Kau memang tidak Pabo, tapi kau cengeng hahahaa ”

” Tidak tidak tidak , Diam kau Sehun , aku membencimu, sungguh ”

” Aku menyayangimu Oh Se Na hahahaha ”

” Akan aku laporkan kau pada Jongin karena kau sudah membuatku menangis , lalu berniat meminum bubble teaku , lalu kau akan merebutku dari Jongin” oceh Sena panjang lebar karena sudah sangat kesal kepada Sehun.

” Laporkan saja, nantinya juga kau yang akan memohon untuk menjadi yeojachingu-ku hahahaha ”

‘ Cih , teruslah bermimpi kau Sehun , karena aku tak akan mau bersama namja tengik sepertimu ‘ batin sena

” Bermimpilah kau Sehun ” cibir Sena

Begitulah mereka, saling mengejek satu sama lain, tapi tidak bisa tahan lama untuk berdiam – diaman. Tak lama mereka sampai di depan rumah yang cukup megah. Itu rumah Sena dan ibunya, peninggalan appanya. Lalu Sena turun dari mobil sehun lalu melambaikan tangan ke arah sehun.

” Terima Kasih sudah mengantarku dan mentraktirku bubble tea, Annyeong ”

” Ne , aku pulang dulu , Annyeong ” balas sehun sambil melambaikan tangannya sekilas

” Jangan pernah mengebut lagi Sehun ” pesan sena sebelum mobil itu melesat pergi

Sena mulai memasuki rumahnya, di lihatnya jam masih menunjukan pukul 14.00.Masih lama untuk mempersiapkan pertemuan yang di katakan eommanya. Ia segera bergegas ke kamarnya, sesampainya di sana ia segera merebahkan tubuhnya di kasur.Hpnya kembali berdering menandakan ada pesan LINE yang masuk.

‘ Apakah kita bisa bertemu sebentar di kedai ice cream dekat rumahmu ? aku sudah di sana. Hanya sebentar. Aku ingin membicarakan sesuatu ‘

Begitulah bunyi pesan yang masuk ke HPnya. Tanpa pikir panjang ia segera melesat ke tujuannya tersebut untuk bertemu orang tersebut.Tak lupa ia mengganti bajunya dengan kaos dan celana hot pans.Sesampainya di kedai.

” Se Na ” seseorang menyerukan nama yeoja itu memberi tanda ‘ aku di sini ‘ kepada yeoja yang sedang mencari keberadaannya.Suara berat itu terdengar sangat indah di telinga Se Na, segera saja Sena menghampiri suara tersebut.

” Oppa , ada apa ? ” tanya Sena kepada sosok di depannya.

” Kau ingin pesan apa ? ” bukannya membalas pertanyaan Sena , namja itu malah menanyakan hal lain kepada Sena.

” Anni , aku sudah minum bubble tea tadi , jadi ada apa oppa ? ” Sena merasakan sesuatu hal aneh di dalam hatinya, seperti akan ada kejadian buruk yang akan menimpanya.

” Dengan si Mayat Es itu ? ” tanya namja itu sinis. Lagi – lagi namja itu mengalihkan pertanyaan Sena.

” Namanya Sehun, Oppa. Bukan Mayat Es ” jawab Sena kesal. Bagaimana tidak sahabatnya sejak kecil malah di sebut dengan sebutan ‘ Mayat Es ‘.

” AKu tidak peduli, sudah ku bilang jangan pernah bersamanya lagi. Susah sekali sih sepertinya ” jawab namja itu dengan nada super dingin yang membuat yeoja di depannya hanya terdiam. Beberapa menit berlalu dengan berdiam – diaman. Lalu Sena mulai membuka suara.

” Mianhe oppa, tapi Sehun adalah sahabatku sejak kecil. Aku tidak mau bertengkar Oppa. Jadi ada apa sebenarnya Oppa mengajak bertemu ? ” Sena mulai bertanya dengan keadaan menunduk.

” Lihat aku, aku hanya mengulanginya sekali saja. Dan tidak ada siaran ulang. Jadi perhatikan baik – baik ” ucap namja itu dingin.

” Ne ”

” Aku ingin hubungan kita berakhir ” ucap namja itu enteng.

JEDER !

Bagai ada petir yang menyambar hatinya. Hatinya rasanya mencelos begitu mendengar kata ‘ Aku ingin hubungan kita berakhir ‘.

” Tapi ada apa Oppa ? kalau ada yang salah aku akan memperbaikinnya oppa ” Sena menahan tangisnya, ia harus memperjelas semuanya.

” Aku bosan denganmu ”

JEDER !

Sungguh Sena benar – benar tidak bisa menahan bulir air matanya lagi. Air matanya lolos begitu saja menerjang pipi mulusnya. Rasanya baru saja mersakan kebahagian bersama kekasihnya, Jongin sebulan yang lalu, tapi sekarang ia harus menerima kenyataan bahwa hubungannya berakhir.

” Baiklah jika itu maumu oppa. ” Jawabnya lesu, dan masih dengan wajah yang berlinangan air mata.

” Baguslah jika kau mengerti. ” Jawab Jongin dingin.

” JONGIN OPPAAA !! ” tiba- tiba terdengar suara seorang Yeoja yang memanggil namja di depa Se Na.

” Oppa , siapa dia ? kenapa dia menangis ? Apa dia yang bernama Sena itu ? ” tanya yeoja itu beruntun.

‘ kenapa dia mengenaliku ? sebenarnya siapa dia ? apa penggantiku di hati Jongin Oppa ? ‘ batin Sena.

Sena sudah tidak kuat menahan semuanya, akhirnya dia pergi meninggalkan sepasang manusia di hadapannya itu. Ia tak tahu haru pergi ke mana. Ia hanya mengikuti langkah kakinya pergi. Hingga ia berhenti si Sungai Han. Iya , tempat yang menyimpan sejuta kenangan selama sebulan bersama namja yang benar – benar di sayanginya. Tapi mungkin sekarang ia tidak bisa merasakan kasih sayang dari namja itu.

” Aku membencimu Oppa , aku membencimu , kau jahat oppa , kenapa kau seperti itu oppa , kenapa ? aku masih menyayangimu oppa , kembalilah oppa ku mohon , AAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKK ! Kalian jahat ! aku benci kaliann ! ”

Sementara jongin yang berada di kedai itu hanya diam menatap kosong ice cream vanilla pesanannya. Ia sama sekali tak nafsu dengan ice cream di hadapannya. Hingga ice cream itu meleleh. ‘ Mianhe Se Na jeongmal mianhe , saranghae ‘.

Sena yang masih terisak di pinggir sungai Han akhirnya memutuskan untuk menelefon Sehun. Hanya Sehun satu – satunya yang dapat mengerti perasaannya saat ini.

” Yeoboseyo ” jawab di seberang sana.

” Sehun ke sungai Han sekarang. ”

Tut

Telefon di putuskan secara sepihak oleh Sena.

Sementara Sehun kebingungan dengan telefon itu. Tanpa banyak babibu Sehun langsung melajukan mobilnya ke tempat tujuannya. Ia tak peduli dengan ucapan Sena sepulang sekolah tadi untuk tidak ugal – ugalan. Yang ia pikirkan hanya Sena , Sena , Sena , Dan Sena. Tak sampai 10 menit akhirnya Sehun sampai di sungai Han. Dia langsung berlari mencari Sena. Hingga langkahnya terhenti saat ia mendengar isakan di pinggir sungai. Ia yakin itu pasti Sena. Benar saja, Sena sedang duduk di pinggiran sungai sembari memeluk lututnya dan terisak.

” Se Na ya , waeyo ? Uljimaa ” Sehun mengangkat kepala Sena dan segera menghapus air mata yang membanjiri wajahnya. Sehun sempat tersentak sebentar dengan keadaan yang kacau. Rambut berantakan , wajah penuh air mata , mata yang memerah. Ia segera merapikan kembali rambut Sena dan segera menarik Sena kedalam dekapannya.

” Sehun .. jo- jongin oppa hiks ” Sena benar – benar tak kuat untuk menceritakan kejadian tadi di kedai ice cream.Sehun sudah tau pasti apa yang terjadi, karena memang beberapa hari yang lalu Sehun melihat Jongin bersama yeoja lain di taman yang tak jauh dari sekolahnya.

” Ayo Pulang. ” ucap Sehun mencoba mengajak Sena untuk kembali kerumahnya.Sena hanya menurut, dan mengikuti Sehun.

Sena berniat membuka suara setelah 5 menit mereka hanya hening.

” Sehun ? ”

” Hmm ? ” jawabnya dengan berdehem karena sedang fokus menyetir

” Apa aku jelek ? ” tanya Sena

” Anni ” jawabnya santai

” Apa aku gendut ? ” tanyanya lagi

” Anni Sena- yaa ”

” Apa aku begitu buruk ? Sepertinya aku memang tidak pantas bersama Jongin oppa , iya kan ? ”

Sehun benar – benar kesal dengan pertanyaan Sena. Ia segera menepikan mobilnya kasar ke pinggir jalan. Emosinya sudah tak tertahankan.

” SUDAH KU BILANG TIDAK YA TIDAK SENA ! KAU CANTIK , KAU BAIK , KAU SEMPURNA , DAN KAU MEMANG TIDAK PANTAS MENDAPATKAN JONGIN, KARENA YEOJA SEPERTIMU TIDAK PANTAS MENDAPATKAN NAMJA BRENGSEK SEPERTI DIA ! SEKARANG DIAMLAH ! ”

Sena benar – benar kaget dengan amukan Sehun. Ini pertama kalinya Sehun membentak Sena dengan suara lantangnya. Sena tidak bisa menahan tangisnya kembali.

” Cukup antar aku sampai disini. Aku bisa pulang sendiri. Mian dan Gomawo sudah mengantar sampai di sini. Annyeong Sehun-ssi ”

Apa ?  dia memanggil Sehun dengan embel – embel ‘ ssi ‘ ? Habis sudah kau Sehun. Akhirnya Sehun benar – benar menyesal telah membentak Sena seperti itu. Ia memukul Setirnya dengan penuh penyesalan akhirnya dia kembali pulang untuk mempersiapkan nanti malam.

Akhirnya Sena sampai di rumahnya. Dengan langkah gontai ia memasuki kamarnya yang bernuansa peach seperti kesukaannya.

Ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Di liriknya handphonenya yang menunjukan pukul 18.28. Akhirnya ia segera melangkah ke kamar mandi karena memang eommanyanya akan menjemputnya sebentar lagi. Setelah menghabiskan sekiranya 15 menit ia keluar dengan tubuh berlilit handuk putih. Ia segera berjalan ke arah walk in closetnya. Ia memilih mini dress

Sena benar – benar cantik menggunakan mini dress berwarna soft pink tersebut. ia segera menuju meja riasnya, dan memoleskan wajahnya dengan beberapa alat kosmetik, tidak terlalu mencolok karena Sena lebih suka semua yang terlihat lebih natural. Ia berdandan hanya untuk menambah kesan fresh pada dirinya. Tidak lama terdengar ada pesan LINE dari handphonennya

‘ Eomma sudah di bawah, turunlah ‘ begitulah bunyinya. Sena segera melangkan ke arah halamannya rumahnya benar saja mobil audy putih milik eommanya sudah menantinya.

” Kita akan bertemu teman lama appa , kita akan membicarakan sesuatu penting , tapi sepertinya kau sedang tidak baik – baik saja Sena , ada apa ? ceritakan saja pada eomma.

” Anniyo , Na Gwenchana. Mungkin hanya efek kurang tidur. ”

Bohong ! jelas Sena tidak dalam keadaan baik – baik saja. Bagaimana bisa baik kalau 2 hal tidak di inginkannya menimpanya dalam waktu yang tak terpaut jauh ? Jongin yang tiba – tiba meminta mengakhiri hubungan , dan Sehun yang tiba – tiba membentaknya.

” Ohh , baiklah , sebentar lagi kita sampai , sepertinya keluarga teman appa sudah sampai. ”

Benar saja memang keluarga teman appanya Sena sudah sampai dan sudah menanti kedatangan keluarga kecil Oh untuk membicarakan tentang perusahaannya dan pertunangan anak mereka. Sena memang belum mengetahui ini begitu juga dengan anak dari keluarga teman appanya Sena. Mereka memesan ruang VIP khusus untuk 2 keluarga itu.

Sesampainya …..

” Annyeong haseyo , Sena Imnida ”

Lelaki yang sedari hanya memfokuskan diri kepada handphonenya tiba – tiba langsung mengalihkan perhatiannya ke arah suara itu. Dan…

” NEO ?! ”

” KAU ? ”

TBC …..

Gimana ? Seru ga ?

Siapa sih yang di temuin sama Sena di pertemuan itu ? siapa sih yang mau di jodohin sama sena ? pengen tau ga ? hehehe

tungguin next chap yaa , semoga kalian suka sama chap yang ini , ini udah sedikit lebih aku panjangin ehhehe, amaaf kalau masih byk kekurangan , jgn lupa untuk comment yaa , karna aku sangat butuh saran dari kalian 🙂 Gomawooo

Kecup hangat dari aku :*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s