Sehun, I’m Pregnant (Chapter 1)

Tittle: Sehun, I’m Pregnant (1)

Author: Park Sunghyo

Genre: AU-Romance-Marriage Life

Length: Chapter

Rating: PG-17+

Main Cast: Oh Sehun-Park Sungra

Mimin exofanfiction terimakasih sudah mau mem-publish ff ini. Yang minta waktu itu, gak tahu masih bisa dilanjut atau tidak Ice Cube Couple-nya. Masih dengan cast yang sama tapi ini sudah beda cerita dan gak ada kaitan dengan ff pertama.

Cerita ini ada kata-kata yang belum seharusnya dibaca buat yang belum remaja tua ya. Maaf kalau membosankan. Selamat membaca/

~*~

Suasana mencekam sangat terasa di ruang keluarga saat ini. Tuan dan Nyonya Park menampakkan wajah gusar menahan marah. Park Chanyeol tak henti-hentinya menahan diri agar tak memaki adiknya sendiri. Raut sedih dan tak percaya tergambar jelas dari wajah kedua orangtuanya.

Park Sungra hamil. 

Sungra menampakkan wajah setenang mungkin di hadapan kedua orangtua dan kakaknya. Meski demikian, hatinya sudah sedari tadi menjerit meminta bantuan pada Tuhan. Apa yang Sungra lakukan memang kelewat batas dan tak bisa dengan mudah diampuni begitu saja.

Jika bisa, Sungra ingin bumi menelannya saat ini juga. Sungra sangat malu kepada dirinya sendiri, terlebih kepada kedua orangtua dan kakaknya. Mereka pasti kecewa dengan Sungra, sangat. Bagaimana bisa gadis pendiam dan kaku yang selalu berjalan di garis lurus malah melakukan hal tercela lalu hamil?

Saat ini yang ingin Sungra lakukan adalah menangis sejadi-jadinya di hadapan namja kurang ajar itu. Namja yang telah merenggut kegadisan dan masa depannya.

Oh Sehun.

Tak punya hati. Tak berperasaan. Bahkan ia langsung meninggalkan Sungra dengan raut tenangnya setelah mereka bercinta malam itu. Sialan.

“Sungra. Katakan, siapa yang menghamilimu?”

Pertanyaan Tuan Park membuat hati Sungra teriris. Sosok ayah penyayang dan pengertian seolah telah luntur begitu saja setelah mengetahui keburukan anak gadisnya, tak ada lagi kebanggaan disana. Yang ada hanya kilatan penuh kecewa yang terpancar jelas dari mata sang ayah.

Sungra mati-matian menahan air dari kedua pelupuk mata. Nyonya Park menunduk menahan tangis sambil menggenggam sebelah tangan suaminya, mencoba menenangkan.

Sungra terdiam tak menjawab. Otaknya berputar keras mencoba mencari jawaban yang tepat. Namun ia tahu, jika ia sekarang melontarkan alasan maka ayahnya hanya akan bertambah marah. Jadi ia memilih langsung untuk jujur.

“Oh Sehun”

Suara Sungra terdengar seperti bisikan halus namun semua orang di ruangan itu masih bisa mendengarnya.

Raut kekagetan tak dapat disembunyikan sama sekali oleh kedua orangtua Sungra. Begitu pula dengan Park Chanyeol, Sungra dapat menangkap aura kemarahan disana. Chanyeol menatap Sungra seolah melontarkan pertanyaan “Bagaimana bisa?” dan Sungra hanya bisa menunduk takut.

“Oh Sehun anak dari pemilih Oh Corp.?”

“Ya”

“Kau benar-benar membuatku kecewa”

Perkataan Tuan Park barusan langsung menohok hati Sungra. Ayahnya benar. Ia memang sangat memalukan dan akan menjadi aib dari keluarga ini, memikirkannya saja Sungra sudah sangat terpukul dan tak hentinya menyalahkan diri sendiri.

“Sekalipun Oh Sehun adalah anak dari sahabat appa, kau tak semestinya melakukan hal tak terpuji itu nak”

“Ak—aku tahu” Sungra memaki suaranya sendiri yang terdengar serak. Ia mungkin akan menangis sebentar lagi.

“Apa aku membesarkanmu dengan uang saja? Kukira kau ingin sekali agar aku cepat mati”

“Ap—pa!”

“Kembali ke kamarmu sekarang” Perintah Tuan Park dingin.

Sungra segera berbalik menuju kamarnya, ia tak ingin berlama-lama di ruangan ini dan dihakimi terus menerus.

Sungra menutup pintu kamar dan air matanya langsung berlomba-lomba untuk jatuh. Ia tak pernah merasa sesesak dan semenyedihkan ini, juga merasa sangat buruk dan menjijikkan.

Bagaimana bisa saat itu ia dengan polosnya langsung meminum cairan alkohol yang ia kira adalah air mineral biasa? Harusnya Sungra tak terburu-buru menegak minuman itu hanya karena kehausan. Harusnya Sungra menolak ajakan Chanyeol untuk merayakan ulang tahun pacarnya dari awal.

Sungra menekan perasaannya, ia harus menghadapi semua permasalahan yang ia dan Sehun timbulkan sendiri. Ia bukan pengecut yang bersembunyi di balik kesalahan, toh ini bukan sepenuhnya kesalahan Sungra.

Sehunlah yang tiba-tiba memasuki kamar dan mendorong Sungra hingga jatuh terlentang di atas ranjang. Mereka sama-sama dalam keadaan mabuk saat itu.

Entah kenapa hati Sungra sesak sekali mengingat setiap deretan kejadian malam itu. Disaat Sehun mendorong dan mencumbunya dengan kasar, dan sialnya Sungra mendapati bahwa ia tak melawan sama sekali.

Pagi harinya Sungra langsung ditinggalkan begitu saja. Tanpa kalimat penyesalan. Tanpa kata maaf.

Dua minggu setelahnya, Sungra sering mual tak karuan dan bolak-balik kamar mandi. Melihat reaksi tubuhnya yang tak wajar, Sungra memberanikan diri mencoba alat penguji kehamilan dan hasilnya positif.

Ternyata fikiran gilanya saat itu benar. Ia akan hamil.

Bukannya menangis, Sungra malah dengan ceroboh menaruh begitu saja alat uji kehamilan itu di nakas tempat tidurnya dan berakhir di tangan Chanyeol.

Lelah dengan kegiatan menangisnya di balik pintu, Sungra mencoba berdiri dan berjalan tertatih menuju tempat tidur. Memandang hampa langit-langit kamarnya.

~*~

“Bagaimana jika kita menikahkan mereka saja?”

Tuan Park nampak lebih tenang dibandingkan kemarin malam.

“Tentu. Anakku harus bertanggungjawab. Terlepas dari itu semua, mungkin memang ini yang terbaik” Jawaban Tuan Oh disambut anggukan setuju dari semua orang kecuali Sungra dan Sehun.

Sungra melihat rahang Sehun mengeras menahan marah mendengar keputusan itu. Mestinya Sungra yang disini merasa sangat marah bukan? Mengapa namja ini jadi sangat menyebalkan sekali di mata Sungra.

Setengah jam kemudian keluarga Oh pamit dan menyisakan kelegaan di wajah kedua orangtua Sungra. Tapi tidak dengan Chanyeol.

“Kau tahu apa yang kau lakukan?!” Tanya Chanyeol marah.

“Aku sangat tahu apa yang aku lakukan”

“YA! Dia menghamilimu! Sehun menghamilimu! Kau mengandung anaknya bodoh!”

Sungra terdiam dan mendapati hatinya tergores untuk kesekian kalinya. Tidak bisakah mereka berbicara biasa saja? Cih, kebanyakan manusia memang seperti itu. Langsung menyalahkan tanpa tahu bagaimana posisi mereka yang dihakimi.

“Tidak bisakah matamu melihat perbedaan antara yang baik dan yang tidak? Tak bisakah? Dia sudah memiliki Han Yesoo!”

Kumohon berhenti Park Chanyeol. Kau menyakitiku.

“Maaf” Hanya kata itu yang berhasil keluar dari bibir Sungra.

Chanyeol mendecak kesal.

“YA! Katakan sesuatu! Jelaskan padaku!”

“Belum saatnya”

Chanyeol meremas rambutnya frustasi dan membanting keras pintu kamar Sungra. Setelah kepergian Chanyeol, Sungra merasakan tubuhnya bergetar menahan tangis.

Sungra tahu benar jika Sehun sudah memiliki kekasih. Han Yesoo. Gadis anggun dengan sejuta pesonanya. Mungkin saja Sehun mengira ia sedang bercinta dengan Yesoo dan bukan dirinya.

Jadi bagaimana reaksi Yesoo nanti mengetahui kekasihnya akan segera menikah dengan gadis yang telah mengandung anak Sehun?

Membayangkannya saja sudah membuat Sungra ngeri sendiri. Bagaimanapun Sungra memiliki raga Sehun, jiwa dan hati namja itu tetap akan menjadi milik Han Yesoo.

~*~

Park Chanyeol dan Kim Nayeon dipercaya oleh kedua belah pihak keluarga untuk mengantar dan memilihkan gaun pernikahan Sungra. Walau masih kesal dengan adiknya itu, Chanyeol tetap menuruti perintah kedua orangtuanya.

“Yang mau menikah itu adikku atau kau eoh?” Goda Chanyeol.

“Tentu saja Sungra yang akan menikah. Memangnya aku kenapa?” Balas Nayeon yang masih sibuk menentukan pilihan dari sederetan gaun.

“Pengantinnya biasa saja tapi malah kau yang sangat heboh seperti mau menonton konser”

“Aku tidak seperti itu, Park Chanyeol”

“Apa kau sudah tak sabar ingin menikah denganku? Apa hari pernikahan kita disamakan saja dengan Sungra?”

“YA!”

“Kenapa jadi kalian yang ribut?” Sela Sungra di tengah perdebatan mereka.

Satu jam berlalu dan mereka memutuskan untuk makan siang di salah satu restoran keluarga. Sampai disana pun, baik Chanyeol maupun Nayeon tak ada yang mau mengalah dan memilih untuk terus berdebat.

“Nona Park. Kau melamun lagi” Ujar Nayeon khawatir.

“Tidak, Onnie”

“Ya.. lihatlah betapa dinginnya Park Sungra. Berbeda dengan kakaknya yang sangat gila dan idiot, aku kadang berfikir apa kau anak buangan, Chanyeol-sshi?”

“Mungkin dulu eomma suka sekali memakan es batu ketika mengandung dirinya” Tunjuk Chanyeol sambil terus mengunyah makanan.

Anak buangan.. mengandung..

Sungra sejenak menghentikan kegiatan makannya. Perutnya terasa mual dan kepalanya mendadak pusing.

Mengapa tak kugugurkan saja kandungan ini?

~*~

Sungra menatap ponselnya. Ragu untuk menghubungi Sehun atau tidak.

“Halo”

“Ini aku”

“Oh Sehun. Nampaknya kau tak suka dengan kehadiran bayi ini” Lanjut Sungra.

Terdengar helaan nafas panjang dari seberang telpon.

Sungra mencoba menstabilkan emosi yang mulai menguasai dirinya.

“Aku akan menggugurkannya”

Hening beberapa saat.

“Dimana kau sekarang?”

Sungra langsung memutus panggilan dan bergegas menuju tempat tujuannya.

~*~

Obstetri dan Ginekologi.

Begitulah tulisan yang tertera di bangunan tersebut. Sungra menarik nafasnya dalam-dalam, mencoba bertaruh dengan keberaniannya sendiri.

Percuma saja Oh Sehun meminangnya jika tak ada dasar cinta sama sekali. Toh dengan Sungra menggugurkannya maka pernikahan ini akan segera batal.

Semua ini hanyalah kesalahpahaman belaka.

Sungra tak mau ambil pusing dan lebih menderita lagi karena masalah ini. Ia hanya ingin masuk universitas impiannya dan menjadi seorang dokter, bukannya hamil dan mengorbankan hatinya.

Sehun berlari tanpa memperdulikan siapa saja yang sudah ia tabrak. Ini masalah dua nyawa sekaligus. Mungkin Sungra selamat tapi tidak dengan bayinya, dan hal itu akan menjadi beban mental bagi Sungra maupun Sehun.

Setelah bertanya pada resepsionis, Sehun langsung berlari menuju ruangan Sungra. Namja itu langsung menerobos masuk ke dalam ruangan dan memeluk Sungra di tempat.

Sungra mematung dan mencoba mencerna keadaan.

“Kau fikir apa yang kau lakukan Oh Sehun”

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu” Jawab Sehun dingin.

Mobil Sehun memacu cepat membelah jalanan malam. Entah apa yang ada di benak Sungra sampai ia berani untuk menggugurkan kandungannya.

Sungra menautkan alisnya bingung. Mobil Sehun berhenti di daerah sungai Han yang masih nampak ramai oleh pengunjung.

“Turun”

Nada perintah itu membuat Sungra mengumpat dalam hati. Namja ini benar-benar.

“Jadi kenapa kita harus berhenti dan duduk disini sekarang?” Tanya Sungra masih menatap lurus kearah sungai.

“Maaf”

Satu kata itu berhasil membuat Sungra memalingkan wajahnya kearah Sehun. Lama Sungra menatap wajah menawan di sampingnya, ia kembali menatap hampa kearah sungai.

“Kenapa harus minta maaf? Yang membuat anak ini kita berdua bukan?”

Sehun terkekeh dan menunduk sebentar, mencoba mencari jawaban yang pas untuk pertanyaan Sungra.

“Jangan melakukannya lagi, Park Sungra”

“Melakukan apa?”

“Kau hampir membunuh bayiku”

Darah Sungra mendesir mendengar Sehun mengatakannya dengan gamblang. Pria ini membuat malu saja. Batinnya.

“Ayo menikah”

Entah apa yang salah pada tubuhnya, namun Sungra mendapati dirinya tengah menahan senyum.

“Kau yakin? Han Yesoo mungkin akan menangis darah mendengarnya” Jawab Sungra.

“Jangan mengalihkan pembicaraan Sungra-sshi”

Hening beberapa saat.

“Berapa lama kita akan menikah?” Tanya Sungra datar.

“Aku tidak suka dengan pertanyaanmu”

“Lalu?”

Sehun tersenyum tipis mendengar jawaban Sungra.

“Aku ingin bertanya, Sungra-sshi”

“Tanya saja”

“Apa kau mencintaiku?”

“Atas dasar apa aku harus menjawabnya?”

“Hey mengapa nada suaramu langsung berubah? Aku hanya bercanda”

Sungra mengumpat dalam hati. Berani-beraninya namja ini menggoda Sungra seperti itu.

~*~

“Lee Hyera. Mengapa kau disini?”

Sungra bangun terduduk di ranjangnya. Mendengar suara pintu terbuka dan mendapati Lee Hyera—sahabat Sungra—berada disana.

Hyera mendekat dan mendudukkan dirinya di sisi ranjang.

“Aku sudah tahu semuanya, Sungra-ya” Ujar Hyera sambil memilin-milin rambut ikal Sungra.

“Baguslah jika kau sudah tahu, jadi aku tak perlu menjelaskan”

Hyera mengangguk dan tersenyum.

“Apa kau..baik?” Tanya Hyera ragu.

“Maksudmu?”

“Ah an—aniya”

Sungra tak menjawab lagi dan hanya melempar pandangan kearah jendela.

“Aku ingin bicara, Sungra-ya. Ini tentang Sehun sunbae”

Entah kenapa jantung Sungra langsung berdebar keras mendengar nama itu.

“Bicara saja”

“Aku melihat Sehun sunbae dan Yesoo sunbae berada di sebuah café daerah Gangnam”

“Lalu?”

Hyera mendesah sebal.

“Bukankah dia calon suamimu? Kau tak boleh membiarkannya. Bagaimana mungkin Sehun sunbae masih bisa memikirkan Yesoo disaat hari pernikahannya sudah dekat?”

“Itu bukan urusanku, Hyera-ya. Yesoo memang kekasih Sehun, jadi aku tak mempunyai hak untuk mencampuri urusan mereka”

“Demi Tuhan, Park Sungra!”

Hyera menjadi kesal sendiri. Sahabatnya ini memang sangat keras kepala. Bukan maksud Hyera menyakiti Sungra dengan memberitahu hal tersebut. Tapi ia ingin agar Sungra sadar dan lebih berhati-hati lagi pada Han Yesoo.

“Bukankah kemarin adalah 100 harimu dengan Byun Baekhyun? Ketua English Club di sekolah dengan wajah rupawannya, aku benar?”

“YA! Kenapa kau jadi membicarakan dia? Jangan bahas dia lagi di depanku, aku sedang ribut dengannya!”

“Tapi dia tampan”

“Ya dia tamp—apa? Heol, yang benar saja. Aku benar-benar membencinya!”

“Ck. Kalian ini benar-benar”

~*~

Dua minggu setelahnya.

“Ya.. apa kau benar Park Sungra? Sangat cantik!” Pekik Hyera.

Sungra memilih diam dan hanya melempar senyum.

Nayeon dan Hyera tak henti-hentinya memberikan wejangan tentang cara menjadi istri yang baik. Berbanding terbalik dengan Chanyeol yang melontarkan kiat-kiat untuk malam pertama mereka. Dan Sungra menahan mual saat itu juga.

Selang beberapa menit, Tuan Park memunculkan batang hidungnya dan tersenyum hangat pada Sungra.

“Sudah saatnya nak”

Satu kalimat yang berhasil membuat Sungra menahan detak jantungnya untuk tak berlebihan dalam berbunyi. Ingin rasanya Sungra menghilang dihisap dinding sekarang juga daripada harus menjalani ritual pernikahan.

Sungra mengangguk dan mencoba tersenyum sebisa mungkin.

Sungra mengaleng lengan Tuan Park. Perlahan pintu besar terbuka dan Sungra hanya bisa mengaitkan lengannya lebih kuat lagi pada Tuan Park, mencoba mencari kekuatan disana.

Sungra dan Tuan Park berjalan di atas altar diiringi lagu penuh khikmat. Semua pasang mata tertuju pada mempelai wanita yang sedang berjalan, mengagumi betapa cantiknya gadis itu.

Sungra dapat melihat Oh Sehun dalam balutan tuxedo hitam miliknya. Namja itu berdiri tegap dengan wajah tegas jelas terlihat, siap untuk menerima Sungra dari Tuan Park.

“Oh Sehun. Jagalah anakku”

“Tentu Tuan”

Semua orang memuji betapa serasinya kedua mempelai terlihat. Sekarang mereka tengah berdiri berdampingan, siap untuk mengucapkan ikrar pernikahan.

“Oh Sehun. Apakah anda meresmikan pernikahan ini sungguh dengan ikhlas hati?” Tanya sang imam.

“Ya, sungguh”

“Bersediakah anda mengasihi dan menghormati istri anda sepanjang hidup? Bersediakah anda menjadi ayah yang baik bagi anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada anda, dan mendidik mereka menjadi anak yang berbakti pada agama?”

“Ya. Saya bersedia” Jawab Sehun mantap.

Sungra mati-matian menahan kegugupannya yang sudah berada di ambang batas. Sungra ingin mati saja sekarang.

“Park Sungra. Apakah anda meresmikan pernikahan ini sungguh dengan ikhlas hati?”

“Ya, sungguh”

“Bersediakah anda mengasihi dan menghormati suami anda sepanjang hidup? Bersediakah anda menjadi ibu yang baik bagi anak-anak yang dipercayakan Tuhan kepada anda, dan mendidik mereka menjadi anak yang berbakti pada agama?”

“Ya. Saya bersedia”

“Dengan ini saya nyatakan kalian resmi menjadi suami-istri. Kau bisa mencium mempelai wanita sekarang”

Suara riuh dari Chanyeol beserta para sahabat Sehun memenuhi ruangan. Tak ketinggalan teriakan heboh dari Nayeon dan Hyera.

Sehun mematung di tempatnya, ia berdehem sebentar sebelum menatap Sungra tajam.

“YA Oh Sehun. Kau pria atau bukan? Cium pengantinmu sekarang!” Teriak Kai.

Suara riuh makin terdengar diiringi tawa dari beberapa undangan.

Sehun mendecak kesal mendengar penuturan Kai. Perlahan Sehun menarik pinggang Sungra mendekat. Bahkan dalam jarak sedekat ini Sungra dapat mendengar detak jantung Sehun yang tak karuan.

Bibir Sehun perlahan menyentuh kedua belah bibir Sungra. Keduanya merasakan aliran listrik mengalir di tubuh mereka, perasaan aneh yang tak bisa dijelaskan.

Para hadirin bersiul dan kedua pasang orangtua mempelai tertawa melihat adegan ciuman tersebut.

Beberapa detik setelahnya, Sungra menjauhkan diri dari Sehun. Otak dan hatinya tiba-tiba tak sinkron dan saling melawan.

Sungra mengumpat dalam hati. Mengapa respon tubuhnya menjadi ganjal dan sulit dikendalikan? Perasaan yang hanya timbul jika berdekatan dengan Oh Sehun.

Sungra berkali-kali bersumpah ria dalam hatinya. Kakinya terasa mau patah dan ia sangat mengantuk sekarang. Banyak sekali undangan yang harus mereka sapa dan Sungra menyesali mengapa tak mengundang orang-orang terdekat saja.

“Kau kira kau sangat cantik dengan wajah masam seperti itu?” Bisik Sehun.

“Aku tidak seperti itu”

“Kau seperti itu, Sungra-sshi”

“Aku harap aku bisa memukulmu sekarang juga”

“Harapan hanyalah harapan”

Sungra mendengus dan tak menjawab lagi. Mulut namja ini benar-benar sesuatu.

~*~

“Aku tak akan tidur denganmu” Tukas Sungra sambil berjalan di samping Sehun.

Mereka sedang berada di pelataran parkir.

“Kukira kita pengantin baru, Park Sungra”

“Lalu?”

Sehun mendesah sebal dan akhirnya menuruti Sungra. Sehun mengantarkan Sungra ke rumahnya dan Sehun langsung memutar arah mobil menuju ke apartemen.

Setengah jam berlalu, Tuan dan Nyonya Park beserta Chanyeol baru pulang dari gedung pernikahan dan mendapati Sungra sedang asyik menonton TV.

Kedua orangtua Sungra berkali-kali memaksanya untuk kembali ke apartemen Sehun, lebih tepatnya apartemen mereka berdua.

Chanyeol mati-matian menahan tawa akibat ulah konyol Sungra. Bisa-bisanya adiknya itu meninggalkan Oh Sehun di apartemen sendirian.

~*~

Setelah puluhan kali diceramahi oleh kedua orangtuanya dan ejekan Chanyeol yang tiada akhir, akhirnya Sungra mengiyakan walau hatinya tak ikhlas sama sekali. Chanyeol mengantar Sungra sampai ke kawasan apartemen elit daerah Gangnam.

“Kau mau mengantarku sampai mana Chanyeol?”

Chanyeol menampilkan deretan giginya yang rapi.

“Baiklah aku akan pulang. Jaga dirimu baik-baik, sister”

“Ya”

Setelah Chanyeol menghilang dari pandangannya, Sungra langsung bergegas menaiki lift dan memencet tombol lantai lima.

Untungnya Chanyeol mengoceh panjang lebar saat perjalanan mereka kesini. Jadi ia tak perlu bertanya lagi dimana letak tepatnya Sehun tinggal.

Denting lift berbunyi tanda Sungra sudah sampai di tempat tujuannya.

505.

Sungra kesal sendiri mendapati dirinya berjalan sendirian di koridor yang sepi. Belum sampai sepuluh langkah, Sungra harus melihat pemandangan yang tak diinginkannya sama sekali.

Sungra dapat melihat dengan jelas betapa eratnya pelukan Sehun kepada wanita itu. Sudah bisa ditebak siapa, Han Yesoo.

Sungra menahan seluruh gejolak di dadanya. Well, tahu seperti ini lebih baik ia berkeras di rumah saja daripada harus menyaksikan kenyataan secara langsung.

Bahkan mereka belum genap satu hari menikah dan Sehun sudah seperti ini. Tidak, ini bukan kesalahan Sehun. Salah Sungra sendiri mengapa ia tak ikut Sehun dari awal dan malah pergi ke rumah.

Sungra menundukkan pandangan dan tertawa lewat hidungnya.

Oh Sehun. Kau benar-benar namja gila.

Sungra berbalik dan berjalan menuju lift, berencana berdusta jika ia sudah sampai di rumahnya.

“Park Sungra. Berhenti”

Suara berat Sehun menghentikan langkah Sungra seketika. Tuhan, harus bagaimana ia sekarang?

TBC

Maaf kalau aneh sekali. Terimakasih sudah mau membaca//

Iklan

97 pemikiran pada “Sehun, I’m Pregnant (Chapter 1)

  1. Ane reader bru disini.. annyeong 😀
    Ff nya keceh. Langsung sukak pas di awal.
    Dn biasanya klo di ff sebelumnya si cowo yg mati matian nolak nikah. Tp dsini engga. Itu bearti si sehun punya niat tanggung jawab walau mgkin gk sepenuhnya. Karna dia msi punya si siapa itu namanya lupa 😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s