Love (Chapter 1)

Love

Title : Love Chpt 1

Author : Jongina ; Genre : Fluff, drama picisan, romantis gagal ; Rate : ; Length : 2.015

Cast : Lee Saemi (OC)

Kim Jong In

Othe Cast : Ny. Lee dan Ny. Kim

ini ff pertama gue, ff perdana, masih peyek bgt gue buat ff, haha. jadi sory yah kalo jelek, baku banget, trus banyak typo, dan ngebosenin abis.. happy reading ..

-Love-

Seorang gadis berseragam SMA ber name-tag Lee Saemi tengah berkutat dengan beberapa kantong sampah ditangannya. Sudah menjadi rutiitas harian bahwa tiap sore ia membantu Ny.Lee — Ibunya —membuang sampah ke TPA kompleks rumah. Tapi ia tidak menyangka kalau hari ini sampah rumahnya begitu banyak dan berat.

“perlu bantuan nona manis ?” seorang pria berkulit tan tersenyum lebar menatapnya. Pria itu tanpa izin mengambil kantong sampah yang dipegang saemi dan jalan mendahului saemi yang menatap kaget. Pria itu berhenti sebentar lalu menengok menatap saemi. “tidak jadi buang sampah nona ?” lalu kembali berjalan mendahuluinya.

Saemi mengerjapkan matanya beberapa kali lalu kembali berjalan. Matanya menatap pria itu dari belakang. Ia tidak kenal pria itu. Dahinya mengerut, mengingat-ingat siapa pria itu. Seingatnya hanya beberapa cowok yang tinggal di dalam kompleks perumahan. Dan pria yang ada didepannya tidak ada dijajaran cowok-cowok itu.

Setelah berfikir beberapa kali. Akhirnya saemi menyimpulkan mungkin pria itu tetangga barunya yang pindah beberap hari yang lalu. Ia memang tidak pernah melihat tetangga barunya, sibuk memulai semester baru di  kelas 3.

TPA komplek perumahan itu memang lumayan besar. Setiap pagi sekitar jam 10, truk pengangkut sampah akan mengambil sampah yang bersumber dari seluruh rumah yang ada. Maka dari itu saemi hanya membuang sampah waktu ia pulang sekolah. Saemi menaruh sampah-sampah berdasarkan jenis sampah yang ia bawa. Mana yang organik. Mana yang non organik. Matanya sesekali melirik pria disebelahnya yang sedang membersihkan tangan. Saemi membungkuk berterima kasih. Pergi mendahuli pria itu. Ia tidak ada niatan untuk berkenalan dengan pria tersebut.

Senyum merekah dibibir pria tadi menatap kepergian saemi. Pria itu berlari kecil lalu mensejajarkan langkahnya dengan saemi.

“aku kai . kamu ?” kata pria yang bernama kai tiba-tiba. Karena saemi yang tidak kungjung menjawab. Mata kai mengeja name tag namanya “Lee Saemi ? nama yang bagus. Siswa SD mana ?”saemi berhenti dan mendelik kaget. Tidak menyangka ada yang menyebutya ia siswa SD.

“aku kelas 3 SMA.”jawab saemi kikuk. Cepat-cepat ia pergi dari hadapan pria itu. ia malas berurusan dengan seorang pria.

Kai tersenyum mengikuti saemi. Bibirnya bersiul-siul kecil. Kemudian menyanyi.

‘annyeong naege dagawa (hello, you came to me)..

sujubeun hanggireul angyeo judeon neo (giving me your shy scent) ..

hmm~ .. (ceritanya lupa lirik)

oh~ neoui gaseume nae misoreul gieokhaejwo (oh.. remember my smile in your heart)..~

haruedo myeoccbeonsshik, saenggakhaejwo.. (think about it seveals times)~

oh ~ neo-ege hago shipeun geu mal (oh.. words i want to say to you)..

You’re beautiful.”

Sepanjang kai bernyanyi, saemi berfikir apa yang kai lakukan. Yah, ia tau kalau kai sedang bernyanyi. Maksud lebih tepatnya, kenapa kai menyayi lagu yang liriknya seperti itu. Mungkin kai sedang jatuh cinta, tapi ditelinganya saemi merasa lirik itu untuk dirinya. Tepat setelah kai menyebut ‘you’re beautiful’ tubuh saemi berhenti dan menengok kearah kai yang tengah tersenyum kearahnya. Senyum yang membuat jantung saemi berdetak keras. Pipinya seketika memerah merona. Ia tidak jadi membentak kai. Lidahnya kelu. Saemi membuang muka. Dengan cepat ia berlalu dari hadapan kai sambil memegang dadanya.

Kai tersenyum geli menatap kepergian saemi. Yeoja yang sangat manis, menurutnya.

Sudah seminggu kai pindah rumah. Awalnya ia diliputi kebosanan akut. Semester kuliahnya akan dimulai minggu depan. Tugas-tugas kuliahnya sudah selesai. Ia juga sedang malas untuk pergi ke studio dance klubnya. Beberapa kali ia diajak sehun untuk cabut ke bar, yang dalam tanda kutip markas orang-orang  yang menyukai battle dance dan taruhan. Tapi, kembali lagi malas menyerang dan menolak ajakan sehun. Padahal ia tidak biasa malas jika bersangkutan dengan dance. Kakak sepupunya, minseok yang mempunyai sebuah kafe, juga sempat menawarkan pekerjaan menjadi pelayan untuk mengusir kebosanan yang melandanya. tapi ia kurang suka mencium bau kopi yang amat terasa disana. Yah, walaupun umurnya sudah mencapai 22 tahun, kai membenci kopi.

Tapi, kebosanan yang melianda Kai hilang saat ia melihat saemi tersenyum manis pamit dengan Ny.Lee utk berangkat sekolah beberapa hari yang lalu. Belum pernah ia melihat senyum semanis dan sepolos itu. Aktivitasnya berubah dari hanya nonton tivi-makan-tidur, menjadi makan-tidur-melihat gadis tetangga. Sampai ia hafal apa yang dilakukan saemi seminggu itu. Pulang sekolah jam 4 sore. Langsung menyiram bunga dan membuang sampah. Malamnya berkutat dimeja belajar sampai jam 9 malam. Posisi kamar kai ternyata sejurus dengan balkon kamar saemi. Dan ntah mengapa ia senang ibunya ingin pindah rumah ke rumah yang mereka tempati.

Dan sore ini kai sengaja membuang sampah untuk bertemu saemi. Eomma-appa nya menatap keheranan saat kai menawarkan diri untuk membuang sampah. Tumben sekali, seperti itulah yang difikirkan orang tuanya. Dan yah, akhirnya ia bisa bertemu saemi, yang walaupun pelit sekali bicara membuatnya semakin ingin mendekati gadis itu. Kai menebak saemi adalah anak yang jarang bermain seperti gadi-gadis pada umumnya dan tidak dekat dengan laki-laki.

Kai tersenyum mengacak-ngacak rambutnya dikamar memikirkan tingkah kikuk saemi. Lirik lagu yang tadi dinyanyikan olehnya saat dijalan memang untuk gadis itu. Hatinya menghangat saat melihat rona dipipi saemi yang membuat wajah gadis itu semakin manis. Kai terdiam dan tersenyum mengdengus kcil. Heran, ia bisa jatuh cinta secepat itu dengan seorang gadis yang bahkan belum lulus SMA. Padhal banyak wanita cantik di universitasnya berusaha mengajaknya kencan. Tapi, ntah mengapa ia benar-benar tidak tertarik dengan wanita yang mengelilinya. Tidak ada yang menarik dari wanita-wanita itu. Dan saat melihat saemi, perasaannya membuncah, seperti menemukan sesuatu yang amat berharga. Selain senyum gadis itu yang masuk memorinya, kai merasakan bahwa ada seuatu dibalik diamnya gadis itu yang membuat dirinya penasarn. Memang benar, sesuatu yang misterius memancing keingintahuan seorang manusia. Pikirnya.

***

“saemi-ah.. kamu bisa mengantarkan kue tteok ini ketetangga baru kita ? Itu yang menempati rumah xianri.” Kata Ny.Lee sambil mengikat sebungkus kotak kue tteok berukuran sedang yang baru saemi buat bersama Ny.Lee. Saemi yang sedang mencuci piring terdiam sebentar, sekilas ia teringat kejadian tadi sore. Kepalanya menggeleng kecil, dan kembali melupakan kejadian itu. Menurutnya itu tidak penting.

ne eomma.” Saemi menyelesaikan kegiatan mencuci pirinyanya. Menghampiri Ny. Lee.

“bilang ini harus cepat dimakan, nanti rasanya berkurang kalau hangatnya hilang.” Ny. Lee menyerahkan bingkisan kue tteok itu ketangan saemi yang mengangguk paham.

Didepan pintu rumah kai, saemi tidak langsung memencet bel. Sesaat saemi ragu. Tapi kemudian ia berfikir, untuk apa ragu kan ia cuman mengantarkan saja, tidak ada maksud apa-apa. Jarinya memencet bel rumah kai. Beberapa saat kemudian pintu terbuka, didepannya kai berdiri tersenyum kearahnya.

annyeong hasseyo. Mm.. ini bingkisan dari keluarga kami. Mohon bantuannya.” Saemi tersenyum kecil memberikan bingkisan ditangannya lalu membungkuk.

Kai tersenyum lebar. “gomawoyo.. bagaimana kalau masuk dulu ?” kai membuka lebar pintunya.

“ah.. tidak perlu. Saya kembali kerumah saja.” Saemi tersenyum kikuk. Tidak menyangka dipersilahkan masuk.

“ah.. gwenchanaseyo.. mari, kamu kan tamu.” Senyum kai membuat saemi kesal. Ia tidak ingin bertemu namja ini.

Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan saemi dan kai.

nuguseyoo… ahh.. gadis tetangga seebrang ? ada apa ?” seorang wanita yang walaupun sudah terlihat berumur tapi kecantikannya masih terpancar. Wanita itu menatap bingkisan yang ada di tangan kai. “ini kue tteok ? wahh… ayo masuk dulu..” dengan santainya wanita tersebut merangkul saemi yang mau tidak mau masuk kedalam. “nama saya kwon tae-ah. Tapi kamu bisa memanggil saya eommoni “

“ne, eommoni. Mmm..  kata eomma saya, kue tteoknya harus cepat dimakan. Nanti kalau hangatnya hilang nikmatnya berkurang.” Tersenyum sopan kearah Ny.Kim.

geuree..? kalau begitu bagaimana langsung kita makan ? ikut yuk ?” ny. Kim malah mengajak saemi ikut mengonsumsi kue tteoknya. Dirinya digiring menuju ruang makan.

“ah.. tapi eommoni..” saemi tidak enak. Dia yang memasak, masa dia yang memakan. Kan tidak etis. Lagipula alasannya kerumah itu hanya untuk mengantarkan, bukan malah ikut makan bersama. Tapi, mau tidak mau saemi menuruti Ny.Kim yang sudah mendudukannya di kursi.

Kai meletakkan bingkisan itu dimeja dan duduk didepan saemi.  Matanya menatap geli saemi yang walaupun tersenyum manis dan sopan, tapi jelas mata saemi menunjukkan rasa tidak enaknya. Kai bersyukur eommanya datang. Kalau tidak, ia tidak bakal sukses mengajak saemi ke dalam.

Ny. Kim membuka bingkisan kue tteok. “mmm…wanginya enak sekali. Ini kamu yang membuat sendiri ?” kemudian mencomot satu kue tteok tersebut. “wahh.. mashigenne ..jongin-a ppalli mokja.. sayang kalau hangatnya hilang.. iya kan ?”

“ah… geugo.. ibu saya yang membuat, eommoni..” jawab saemi tersenyum. Ia senang jika ada yang menyukai buatan ibunya.

Kai mulai mencomot kue tteok tersebut. “kamu tidak makan ?”

Saemi mengalihkan pandangannya ke kai. “tidak.”

“sayang sekali kalau kamu tidak mencobanya juga. Ayo ikut dimakan juga.” Ny. Kim menyodorkan kotak teoknya kedepan saemi. Dan lagi, mau tidak mau saemi menuruti perkataan Ny. Kim.

“jongin-a… jangan dihabiskan. Tunggu appamu !” protes Ny. Kim yang melihat kai sudah megambil kue tteok ke 3. Kai memberikan cengiran khasnya.

Ny. Kim memanggil Tn. Kim yang tidak kunjung turun. Akhirnya Ny. Kim dengan gemas menghampiri suaminya keatas. Tinggallah saemi dan kai berdua.

“umurku 4 tahun diatasmu. Kamu bisa memanggilku Oppa.” Kai menatap saemi sambi mengunya h tteok ke 4 nya.

Saemi menelan kunyahannya, matanya sedikit menyipit agak kaget, mereka belum berkenalan secara resmi dan kai sudah memintanya memanggil kai dengan sebutan oppa ? “ne ?”

“iya, oppa. ada yang salah ? sebentar lagi kita juga dekat. “ kai menaikkan kedua alisnya dan tersenyum.

Saemi tersedak tteok yang ia makan karena kaget mendengar kalimat kai. Kai langsung mengambil air didalam kulkas dan memberikannya ke saemi yg mengambil meminumnya dengan ganas sampai habis. Tangannya memukul-mukul pelan dadanya yang sakit.

Kai menjadi duduk di samping saemi. Tangannya refleks memukul pelan punggung saemi. “makanya makan pelan-pelan. Aku tidak percaya kamu anak kelas 3 SMA.”

Saemi menaruh botol minum yang menyelamatkan nyawanya dari kesedak kue tteok. Dia tidak memperdulikan omongan kai yang mengejek dirinya. Dia mencari tisue sekrang. “kai-sshi. Apakah ada tisue?”

“mmm ? sini..” tiba-tiba jari-jari tangan kai mengusap bibir saemi. “sudah..” kai tersenyum menatap mata saemi. Jarinya yang awalnya mengusap bibir saemi naik menjadi mengusap pipi saemi yang merah. Ada perasaan gemas ingin sekali mengecup pipi itu.

Saemi speechless dengan apa yang dilakukan kai. Jantungnya kembali berdetak tidak karuan. Mata nya terkunci didalam mata kai. Aigoo.. bagaimana ini.

Keributan dari lantai atas membuat mereka berdua tersadar. Kai kembali ke kursinya dan saemi dengan gugup kembali mengunyah teoknya. Saemi mengelus dadanya. Bukan karena tersedak lagi, tapi karena berusaha meredakan jantungnya yang berdetak sangat cepat.

***

Saemi tidak konsentrasi belajar dikamarnya. Otaknya memutar ulang kejadian kai waktu menusap bibir dan pipinya. Nafasnya memburu. Ada apa dengan pria bernama kai itu ? kenapa dia melakukan hal seperti itu ? apa dia tertarik padaku ? tapi ? keapa jantungku berdetak tidak karuan ? seharusnya aku menepis tangannya. Seharusnya aku bersikap biasa saja ! tidak kikuk seperti tadi. Saemi menjambak rambutnya. Kemudian memukul-mukul dadanya berharap detakan jantungnya kembali normal.

Tiba-tiba saemi kembali teringat saat kai mengantarkannya sampai ke halaman depan. Tangan kai mengelus pipinya lagi saat ia berpamitan pulang, dan kai menyuruhnya beristirahat. Kai menungguinya dengan tatapan yang saemi tidak bisa mengerti sampai ia masuk kerumah. Tanpa sadar saemi memegang pipinya. Ada perasaan hangat menjalar keseluruh tubuhnya. Walaupun saemi mengerti kenapa ia seperti itu. tapi, yang ia tidak mengerti, secepat itukah dia jatuh cinta ? ke seorang yang baru ia kenal 1 hari ? itu tidak mungkin menurutnya.

Saemi menelungkupkan kepalanya ke meja. Berusaha mengenyahkan kai dari otaknya. Ia tarik nafasnya dalam-dalam. Tapi tetap saja bayangan kai mengentayangi fikirannya. Akhirnya saemi memutuskan untuk tidur. Ia tidak bisa belajar.

Baru saja saemi mau menutup gorden pintu balkon kamarnya, ia melihat sesuatu. sesuatu yang membuat otaknya seketika berhenti bekerja.

Tbc.

-LOve-

hayoo.. udh selesai bacanya ? gimana ? jangan lupa berkicau ya di kotak bawah itutu .. pliss.. tpi no bashing. Hehe.
makasih banget yah yang udah mau baca dan komen.. tengkyu.

Iklan

3 pemikiran pada “Love (Chapter 1)

  1. Aaaaaa so sweeetttt…jadi iri bacanya
    Dinyanyiin lagunya baekhyun sama diusap pipinyaaa…awww
    Penasaran banget sama lanjutannya thor
    Nexxxxttt fightingggg!!!!!!

  2. Wah keren ni ff nya , cinta pandangan pertama hehe feelnya dapet thor pokoknya bagus alur ff ini. Penasaran apa si yang diliat ma saemi sampai dia mematung gitu? Ditunggu kelanjutannya Ouh y thor sedikit saran gaya penulisannya lebih dirapihin dan diperbaiki ya thor biar gx mengurangi kualitas dan feel dri ff ini ! semangat author! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s