Miracle of Love (Chapter 1)

Picture2

 

Tittle : Miracle of love (chapter 1)

Author : Blue sky

Rating : PG-13

Length : Multichapter

Cast : Park chanyeol, Jung hana(OC)

Other cast: Kim byul, Xi luhan, kim jongin, oh sehun

Genre : School life, romance, sad(little), friendship

Ini ff pertama yang aku buat. Mungkin masih agak kaku nulisnya tapi semoga kalian suka, aku harap ada comment and don’t be a silent reader pleeeasee. Thanks and happy reading ^^/

 

~MIRACLE OF LOVE~

Seandainya keajaiban datang padaku, apakah itu mungkin?

 

>>>

Kelas 2-3 , tampak seorang Gadis yang sedari tadi hanya melamun, pandangannya tak pernah berubah menatap sebuah objek di luar jendela. Sedari tadi Ia hanya tersenyum sendiri.

 

“YAA!! Hana” sontak gadis berpenampilan biasa dengan kacamata dan rambut yang di ikat satu ini terkejut.

 

“OMOO!! YAA!! Byul micheseo? Kau hampir membuatku serangan jantung”

 

“HAHA.. perhatikan wajahmu itu, sedari tadi kau tersenyum sendiri seperti orang gila” ujar byul sahabat hana yang bisa di bilang cantik dan berpenampilan modis ini.

 

“A.. aku tidak senyum sendiri” bantah hana sambil memperbaiki letak kacamatanya

 

“ck, jangan bohong.. kau kenapa? Apa kau sakit? Atau kau salah minum obat?” byul menempelkan punggung tangannya ke dahi hana

 

“YAA!! A.. Aniyy” hana menepis tangan byul.

 

“terus ? apa yang kau lihat?” byul mengalihkan pandangannya melihat  ke luar jendela namun tangan hana sigap dengan cepat mengalangi penglihatan byul

 

“ tidak ada apa-apa”

 

KRINGG KRINGG!!

Suara dering bel mengalihkan perhatian mereka. Itu adalah pertanda bunyi bel istirahat,

 

“byul, kajja! Kita ke kantin. Aku lapar” hana mengalihkan pembicaraan.

 

eo, arraseo kajja!”

 

Akhirnya hana selamat dari situasi menegangkan, untung saja ia tak ketahuan oleh byul memperhatikan seseorang.

 

Yah, seorang namja yang selama ini ia sukai semenjak pertama memasuki genie high school adalah Xi luhan, namja itu setingkat dengan hana namun ia cukup popular di kalangan yeoja genie high school hingga membuat hana merasa seperti berada di sudut dunia dan di asingkan, bahkan hana tidak memberitahu sahabatnya sendiri yaitu byul bahwa ia menyukai namja yang nan popular itu.

 

>>>

@kantin

Seisi kantin tiba-tiba berubah menjadi gaduh, hanya karena seorang namja yang memasuki kantin. Dan yaah… itulah dia Xi luhan namja popular sejagat raya.

 

annyeong haseyo oppa” seorang yeoja berani menyapa luhan dengan senyuman yang semerbak “oh? Ne.. annyeong” luhan menjawab sapaan yeoja itu dengan senyuman.

 

Perilaku manis luhan membuat yeoja yang menyapanya terlihat seperti tak bernyawa dan hampir pingsan mendengar suara luhan yang menyapanya dengan ekstra senyuman yang manis.

 

Sementara hana? Ia hanya bisa melongo. “omo!! Popular namja membuat seisi kantin seperti pasar” byul menggeleng tak senang dengan atmosfer kantin dan kemudian melanjutkan makanannya.

 

Hana hanya bisa terdiam, ia tak menyangka semakin hari namja itu semakin popular dan membuat hana merasa semakin tersudutkan, ia memang tidak yakin bahwa bisa mendapatkan namja itu apalagi dengan penampilannya yang tak bisa di sebut CANTIK.

 

oppa duduklah di sini” ujar seorang yeoja yang berani memanggil luhan untuk duduk di sampinya tapi tak di perdulikan oleh luhan. Luhan hanya memperhatikan meja yang kini menjadi tujuannya untuk ditempati, meja itu di tempati juga oleh 2 yeoja hana dan byul. Luhan kemudian menduduki kursi yang berhadapan dengan hana dan byul

 

“tidak apa-apa aku duduk di sini?” ujar namja itu. Belum sempat di jawab, hana sudah tersedak. Byul sontak kaget dan mengambilkan tisu untuk hana “gwencana?” Tanya byul dengan nada khawatir, hana hanya mengangguk pertanda bahwa ia tak apa-apa.

 

“emm.. apa aku mengganggu kalian?” namja itu kembali bertanya pada dua yeoja yang ada di hadapannya “CK, YAA!!” byul memukul meja makan dihadapannya dengan keras, luhan sontak terkejut “ Kalau kau mau makan, makanlah saja! Lagipula itu bukan kursi nenek moyangku” emosi byul sudah mencapai ubun-ubun kepala .

 

“byul, tenanglah” hana menahan byul yang sudah naik pitam. Byul melihat di sekeliling dan banyak yang memperhatikannya akibat aksi yang ia buat “APA YANG KALIAN LIHAT?” sontak orang-orang yang memperhatikan byul mengalihkan pandangan,

 

“ayo kita pergi” hana menarik pergelangan tangan byul, kedua yeoja ini berlalu meninggalkan luhan yang duduk mematung, namun bukannya merasa naik pitam juga, luhan malah tersenyum kecil.

 

>>>

@Kelas 2-3

“huuft.. kenapa kau menarikku tadi?”

 

“emosimu sudah berlebihan byul-ah”

 

byul membuang nafasnya dengan kasar, kemudian memperbaiki tata rambutnya. “Ck, gara-gara namja itu, penampilanku jadi berantakan” sedangkan hana hanya bisa menggeleng, byul memang cantik dan feminim tetapi jika emosinya keluar ia seperti raja singa yang mengamuk.

 

BEBERAPA JAM KEMUDIAN

 

KRINGG KRINGG !!

 

Bel berbunyi pertanda bahwa proses belajar mengajar telah selesai, seluruh siswa siswi berhamburan keluar kelas.

 

Hana merapikan bukunya. Dan memasukkannya ke dalam tas yang terletak di atas bangkunya. Tiba-tiba ponsel yang  terletak di samping meja hana bordering, dengan sigap tangan yang kurus dan putih itu menggapai benda tersebut dan memencet tombol hijau.

 

yeoboseyo

Byul melirik hana yang berada di sampingnya “Ne.. arraseo oemma

Kemudian gadis ini menutup pembicaraan di telepon, “byul-ah.. mian.. sepertinya aku tidak bisa pulang denganmu hari ini, ibuku menelepon dan memberitahuku kalau akan menjemputku, soalnya ada urusan penting”

 

Eo.. arraseo..” hana tersenyum, byul meraih tas yang terletak di atas bangkunya. “mian.. kau jadi pulang sendiri” ujar byul dengan wajah cemberut. “aku tidak apa-apa.. cepatlah pergi, nanti ibumu kelamaan menunggu”.

 

“oke byee

 

bye” byul meninggalkan hana yang masih sibuk merapikan bukunya.

 

Setelah beres merapikan buku-buku yang tadinya berserakan ke mana-mana, hana berjalan keluar sekolah. Di halaman sekolah masih banyak siswa-siswa yang berhamburan menuju gerbang sekolah.

 

BRUUK!!

 

“ah.. appo” hana tersungkur ke tanah, ia merasa ada seseorang yang menabraknya, penglihatannya kabur dan ia menyadari itu akibat kacamatanya yang tidak lagi melekat  di sepasang bola matanya.

 

mian.. gwancanha?” Tanya seseorang yang berada tepat di hadapan hana, suaranya terdengar seperti seorang namja. Hana menyipitkan matanya, ia tak dapat melihat jelas wajah namja itu.

 

“kacamataku? di mana kacamataku?”

“ini.. ambillah” namja itu menyerahkan kacamata hana. Hana memasang kacamata di sepasang mata coklatnya, kemudian memperhatikan namja di hadapannya. Mata hana membelalak ketika ia melihat namja di hadapannya yang tentu saja ia kenali sebagai orang yang ia sukai Xi luhan.

 

gwencanha yo?” luhan mengulurkan tangannya. Hana membalas uluran tangan namja itu, ia pun berdiri dan kembali memandang luhan dengan perasaan tak percaya.

 

Luhan melambai-lambaikan tangannya karena sedari tadi yeoja di hadapannya ini hanya terdiam kaku seperti batu. “gwencanha yo?” hana menggeleng-gelengkan kepalanya tersadar dari lamunannya “ha? N.. Ne.. gwencanha

 

Mian.. aku lari terburu-buru dan tidak memperhatikanmu” kini wajah hana mulai memerah seperti kepiting rebus, luhan tampak bingung tadi yeoja ini memandangnya kaku seperti batu sekarang wajahnya memerah “apa kau tidak apa-apa? Apa perlu aku mengantarmu ke UKS?”

 

“ha? Ti.. tidak! aku tidak apa-apa”

“betul apa kau tidak apa-apa? Tapi..” luhan menempelkan punggung tangannya di dahi hana. “kau tampak sakit”. Kepala hana serasa ingin meledak, apa yang ia mimpikan semalam? Kenapa bisa bertemu dengan situasi seperti ini? apa takdir??. Hana hanya bisa tersenyum dengan pipi yang merona tipis. “kau lucu saat senyum” luhan tersenyum memandang yeoja dihadapannya.

 

>>>

 

Semenjak insiden tabrakan luhan dan hana, mereka berdua semakin dekat, bahkan byul juga. Hal ini membuat seluruh yeoja di sekolah heboh Mengapa dua yeoja itu bisa dekat dengan sang namja popular di sekolah?

 

@kantin

Hana dan byul menduduki kursi di kantin sambil menyantap makan siang mereka, namun suara namja yang terdengar dari jauh menghancurkan atmosfer kelezatan makanan yang mereka rasakan. Hana mendongkakkan kepalanya ke atas. Namja itu luhan

 

annyeong” ia meletakkan di meja yang di tempati hana dan byul, dan kemudian duduk di hadapan dua yeoja sahabat barunya.

“YAKK!! Kau bisa tidak berteriak? Telingaku hampir tuli” byul mengancam luhan dengan mengacungkan sumpitnya menunjukkan ingin menusuk luhan.

“ hehe mian, kau cantik kalau lagi marah”

“YAK!! PABO! Kau mau ku tusuk sungguhan?”

 

Hana hanya terdiam dan kemudian memotong perdebatan luhan dan byul “kenapa kau makan disini? Mana temanmu?”

“ah! Itu? Mereka sedang latihan basket. Tapi aku kelaparan makanya aku ke sini”

 

byul mendengus memutar bola matanya tak memperdulikan topik apa yang hana dan luhan bahas

 

“kenapa kalian latihan di jam istirahat?” hana melanjutkan pertanyaannya

 

“minggu depan ada pertandingan basket antara sekolah kita melawan SOPA high school” luhan mengingat sesuatu kembali melanjutkan “oh ya? Kalian juga harus menonton pertandingan basketku, ku mohon mau kan?” mata luhan berbinar-binar menatap dua yeoja di hadapannya berharap dua yeoja ini mengabulkan permintaannya.

 

Hana tidak percaya apa yang barusan ia dengar, luhan mengajaknya melihat pertandingan basket? Hana menyiku byul, byul hanya bisa mengendus dan mengangguk bertanda bahwa ia setuju, yeoja ini tersenyum bahagia melihat byul yang setuju “baiklah, aku dan byul akan pergi”

 

jinja?? Gomawo!!” luhan mengeluarkan senyum semerbaknya dan menggenggam dua tangan hana saking excited. Wajah hana kini terlihat seperti kepiting rebus, ia menunduk tak kuasa menahan detak jantungnya.

 

“oh ya! Byul” luhan melepaskan genggaman tangannya pada hana, namja ini menunjukkan jari kelingkingnya pada byul

Byul mengerutkan keningnya “apa-apaan ini?”

 

“berjanji lah padaku kau tidak akan membuatku kecewa”

“maksudmu?”

“berjanji saja, pallii” luhan masih menacungkan jari kelingkingnya berharap byul membalas janjinya

 

“trus? Hana? Apa kau tidak membuat janji juga dengannya?” luhan hanya menggeleng

“aku sudah yakin kalau hana pasti tidak akan mengecewakanku” hana hanya bisa mematung dengan mata terbelalak melihat luhan

 

“ck” byul masih melihat jari kelingking luhan yang mengacung padanya, kemudian melirik hana. Hana hanya tersenyum dan mengangguk menandakan menerima perjanjian

eo.. oe.. arraseo” byul membalas acungan jari kelingking luhan. Namja itu tersenyum.

 

>>>

 

1 MINGGU KEMUDIAN

DI HARI PERTANDINGAN BASKET

 

Pertandingan akan di mulai 10 menit lagi, sudah banyak yang menduduki bangku penonton. hana dan byul hanya bisa membelalakkan mata tidak percaya apa yang ada di hadapan mereka

 

“apa-apaan ini? di mana kita bisa duduk?”

Hana hanya bisa menggeleng “molla.. sudah banyak orang”

 

Tiba-tiba seorang namja menghampiri mereka, dia adalah teman satu tim luhan KIM JONGIN

“YAA!! Kalian berdua”

“oh jongin” hana mengenali jongin dan kemudian tersenyum

“kalian berdua ikuti aku”

 

Hana bingung menatap namja di hadapannya “ke mana?”

“aku akan menunjukkan bangku agar kalian bisa duduk menonton pertandingan”

Dua yeoja ini hanya mengangguk

“YAA!! Apa yang kalian tunggu? Pallii.. ikuti aku”

 

Mereka mengikuti langkah jongin yang menunjukkan mereka di mana tempat bisa menonton pertandingan basket dengan nyaman. Kemudian langkah jongin tiba-tiba terhenti.

“ini bangku kalian”

 

Hana memperbaiki letak kacamatanya dan kemudian tersenyum “wahh!! Gomawo

Tanpa basa basi byul menyerobot dan menduduki bangku “Eo..gomawo jongin-ah” Hana juga menyusul menduduki bangku yang bersampingan dengan byul.

 

“kuharap kalian menyukai kejutannya” jongin tersenyum tipis

Hana dan byul mengerutkan kening “kejutan?”

Jongin mengangguk, “aku pergi dulu, sebentar lagi pertandingan dimulai” dua yeoja ini menatap punggung jongin yang menjauh dari mereka

 

>>>

 

Pertandingan akan di mulai, tim basket sekolah hana berdiri berhadapan dengan tim basket high school SOPA. Luhan berdiri sebagai kapten dan juga kaptem dari SOPA high school berhadapan dengan luhan, ia sangat tampan dengan kulit putih seperti susu. Penonton yang kebanyakan yeoja ini sontak bersorak kepada kedua kapten tim basket yang tampan ini.

 

PRIIITT!!

Bunyi peluit di tiup, dan bola basket melentang tinggi ke atas. Kedua kapten ini saling melompat meraih bola basket. Dan yang mendapatnya adalah luhan sontak penonton berseru, luhan mendribling bola namun di hadapannya seorang dari tim basket lawan menghalangi. Luhan melemparkan bola pada jongin, jongin sontak mengambil bola basket itu dan kemudian mendribling. Namun, bola basket terlepas dari tangan jongin, bola basket kini di tangan kapten high school SOPA, Oh sehun. Ia mendribling bola dan shoot menambah poin pertama bagi high school SOPA.

 

Permainan kedua berhasil di pimpin oleh  tim basket luhan, pertandingan sangat sengit. Hingga membuat poin kedua timbasket ini berbeda tipis.

Tetapi luhan tidak menyerah di sela-sela detik pertandingan, ia mampu menaikkan skor dan berhasil memenangkan pertandingan .

 

“wooww!! DAEBAAKK!!” Byul sontak berteriak saking semangatnya, semua orang berbalik menatap byul. Aura cantiknya kini tidak terjaga, yang ada hanyalah aura yang berapi-api keluar begitu saja.

 

Hana tersenyum bahagia “kau berhasil luhanie..” suara hana terdengar seperti berbisik, hingga byul yang di sampingnya pun tak mendengar.

 

Luhan terlihat melambaikan tangan pada hana dan byul dan menyuruh dua yeoja ini untuk segera ke lapangan. Dua yeoja ini mengangguk dan segera berjalan menuju lapangan basket.

 

hana menyipitkan matanya memperbaiki ulang letak kacamatanya, ada yang salah dengan penampilan luhan ? kenapa ia memegang seikat bunga mawar merah?

 

Setelah tiba di lapangan basket, tiba-tiba luhan menghampiri dua yeoja ini dengan seikat mawar merah di tangannya dan tersenyum manis. Luhan meraih tangan salah satu dari yeoja ini, dan itu adalah byul.

 

Luhan menarik tangan byul dan membawanya ke tengah lapangan basket. Hana membelalakkan mata dan kebingungan sebenarnya apa yang terjadi?

“luhan menyukai byul, inilah saatnya melihat pertunjukan haha” jongin berbicara pada hana yang berada tepat di sampingnya

 

DEG!!

 

Hana tak percaya apa yang di dengarnya, luhan menyukai byul?sejak kapan? Hana merasakan sesak di dadanya. Apa yang terjadi?

 

Di tengah lapangan basket luhan melepaskan tangan byul dan menghadap tegak pada yeoja di hadapannya, menatap lekat sepasang mata byul. “byul-ah.. sebenarnya aku sudah lama menyukaimu, kau adalah yeoja spesial bagiku” suasan atmosfer di lapangan basket sangat heboh menyaksikan kapten tim basket menyatakan perasaan di tengah lapangan dan di saksikan oleh banyaknya penonton serta guru-guru.

 

Sementara hana? Ia tak kuasa menahan tangisnya, ia ingin segera mengangkat kaki dari tempat ini. tak mau mendengar apa kata yang akan di lanjutkan oleh luhan

 

“Mm.. kau mau jadi yeojachingu ku?”

Byul terdiam sesaat dan kemudian mengangguk kecil.

 

Sementara hana menyaksikan apa yang ada di hadapannya ini, ia seperti berada di mimpi buruk “ah.. mian aku mau keluar sebentar”

“apa kau tidak…” belum sempat jongin melanjutkan pembicaraannya hana sudah berlari keluar lapangan. Jongin mengerutkan kening “ada apa dengannya?”

 

>>>

 

Hana berlari sekuat tenaga tak tentu arah dan tujuan, air di pipinya terus bercucuran. Ia tak peduli jika sekarang ada sebuah mobil yang menabraknya yeoja ini merasa ingin mati sekarang.

 

Merasa sudah cukup jauh dan lelah, yeoja ini tertunduk dan kemudian berjongkok ia menangis sekuat tenaga kacamatanya kini terlihat kabur, ia melepaskan kacamata dan mengusapnya kemudian memasangnya kembali di sepasang bola matanya, kini ia bisa melihat jelas. Ia menyadari bahwa dia berada di sebuah taman yang letaknya agak jauh dengan sekolah.

 

Mengingat kejadian tadi, hana tak menyangka bahwa sahabat dan namja yang ia sukai selama ini saling menyukai. Apa yang bisa ia lakukan? Selama ini ia salah tak pernah memberitahu byul bahwa ia menyukai luhan, yang ada hanya penyesalan kini ia hanya bisa menangis menyendiri di taman.

 

>>>

 

3 TAHUN KEMUDIAN

 

Sinar matahari mulai memancarkan sinarnya menusuk di balik kelopak mata yeoja ini. Hana mengerjap-ngerjap membiasakan  diri dengan cahaya, menggeser gorden berwarna putih tulang dan membuka jendela, menghirup udara segar “ingatan itu lagi” hana hanya bisa mengendus. Ia berbalik menatap jam digital yang terletak di meja samping ranjangnya menunjukkan pukul 06:30, yeoja ini meloncat dari ranjangnya dan bergegas menuju kamar mandi.

 

 

Pukul 07:15

Ontairo, Canada

Library Toronto university

 

Hana memperbaiki letak kacamatanya sambil focus membaca halaman demi halaman buku yang ia genggam, di atas meja sangat banyak buku-buku yang berserakan yang memepelajari tentang ilmu kedokteran.

 

Tak banyak yang berubah dari yeoja ini, sepasang matanya yang cokelat. Kulitnya yang putih serta kacamata yang selalu terpasang di sepasang mata cokelatnya namun rambutnya di biarkan tergerai indah dan lurus berwarna hitam pekat.

 

Hana tak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang memperhatikannya tak jauh darinya, ia bertopang dagu dan tersenyum melihat hana yang sibuk dengan dunianya sendiri “akhirnya aku bisa melihatmu lebih dekat hana-ah” ujar seorang namja yang bernama park chanyeol.

 

 

 

 

 

 

Iklan

3 pemikiran pada “Miracle of Love (Chapter 1)

  1. Semoga saja chanyeol bisa mengobati aakit hatinya hana karena cintanya bertepuk sebelah tangan apalagi melihat sendiri namja yang ia sukai malah mengutarakan perasaannya pada sahabatnya sendiri.
    Next chapternya ya semoga ia bisa move on.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s