Sweet Without Meaning

Sweet Without Meaning

PicsArt_1436655325200Poster by Sifixo @PosterChannel

Title                       : Sweet Without Meaning

Author                  : Baektella

Cast                       : OC & Byun Baekhyun

Genre                   : Incest, Sad

Rating                   : PG

Length                  : Ficlet

Disclaimer          : The storyline and the poster are mine. I’m not own anything exept that two things. If there are some similarities with other story, I’m so sorry and it’s pure an accident. Sorry for some typos too, because my eyes is not good at observe. FF ini sudah pernah aku publish di blog pribadiku cherryblossom92x92@wordpress.com

Saat ini aku duduk di kasurku, ditemani lantunan lagu berjudul Creep dari Radio Head sambil membaca buku yang entah apa judulnya, aku lupa. Tak lupa dengan memakan selai Nutella tanpa roti ataupun biskuit, karena sungguh ini lebih enak.

Kemudian ponselku berdering keras, sepertinya ada yang meneleponku. Aku pun membatasi halaman yang belum kuselesaikan dengan tisu dan bangkit untuk mengangkat telepon. Namun aku menghembuskan nafasku kasar setelah mengetahui siapa yang menghubungiku di siang yang terik ini.

Byun Baekhyun.

“Dimana?” satu suara terdengar di sebrang sana ketika ketika dering telepon berhenti karena jariku menyapu layar ponsel.

“Dikamar, katakan kau butuh apa,” Aku menjawab.

“Aku sedang latihan nyanyi,” Dia berhenti sejenak.

“Aku tahu dear, ini hari Kamis. Itu sudah menjadi jadwalmu,”

Kemudian terdengar dia tertawa ringan, “Aku lupa bawa dompet,” katanya.

“Lalu? Bukankah kau bawa motor?”

“Aku ingin makan dan minum,” Kudengar nada bicaranya seperti tengah merengek.

“Kau bisa pinjam uang temanmu ‘kan?”

“Tak bisakah kau mengerti jika aku ingin kau membawakan makanan dan minuman untukku. Aku maunya kau, bukan orang lain. Kau mengerti?”

Dear God! Kau ingin membunuhku, Byun! Aku lelah,” Kemudian aku menghembuskan nafasku kasar.

“Ayolah sayang, please. Kau ‘kan cantik, melebihi Miss Korea sekalipun,” Dia mulai lagi.

Akhirnya aku memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Lalu aku berlari turun ke bawah dan keluar untuk mengambil sepedaku, karena jarak rumah ke sekolah cukup jauh. Kemudian aku mulai mengayuh sepedaku.

Aku pun sampai di sekolah setelah sebelumnya mampir ke minimarket untuk membelikan Baekhyun sekotak susu strawberry dan juga tteokboki dari kedai di sebelah mini market itu. Ah, kenapa aku baik sekali padanya?

Kemudian aku melangkahkan kakiku menuju ruang musik dimana band yang ber-vokaliskan Byun Baekhyun itu berlatih. Dan benar saja, kini ia tak bernyanyi. Ia hanya duduk, membuat ekspresi wajah yang terlihat sangat menyedihkan.

“Baek!” Aku berseru sambil meluruskan tanganku yang sedang membawa kantong plastik.

Wajahnya jadi sumringah tatkala melihatku yang membawa makanan. Ia pun menghampiriku dan merebut paksa kantong plastik yang aku bawa. “Kau baik sekali, Ji.”

Aku menghela nafasku sembari menatapnya jengah. “Kau sangat merepotkan,” ucapku padanya yang sedang meneguk susu strawberry-nya.

“Tapi kau tetap melakukannya ‘kan? Itu artinya aku adalah orang paling spesial di hidupmu” dia berkata sembari melirikku dua kali.

Ya, kau sangat benar. Bahkan aku mencintaimu. Aku berucap dalam hati.

Ah! Terima kasih, Ji. Kau sangat baik. Aku cukup kenyang,” Setelah itu dengan gerakkan cepat ia menyentuh bibirku dengan bibirnya, membuatku merasakan sensasi yang cukup aneh padahal ia cukup sering melakukannya. Kemudian ia memiringkan kepalanya ke kiri dan memperdalam ciumannya, ia bisa saja menghisap habis bibirku jika seperti ini.

“Hentikan, Baek! Kau menyebalkan,” ujarku setelah mendorong tubuhnya.

“Tapi kau meresponnya. Hahaha,” Ia tersenyum nakal padaku.

Aku menghentakkan kakiku dan berbalik. Namun sialnya, Baekhyun malah menahan tanganku, membuatku tidak dapat berjalan menjauh darinya. Karena jika tidak, dia akan mengetahui jika aku menyukainya. Asal kau tahu saja jika dia cukup jeli dalam memperhatikan seseorang.

“Apa?” kataku ketus.

“Kau marah padaku?”

“Iya! Lepas!” Aku menghempaskan tangannya dari lenganku.

“Jangan marah, Ji. Aku tak bermaksud begitu,” Wajahnya berubah sedih.

Aku merasa jika mataku kini memanas dan pandanganku terhalang oleh cairan bening yang datang dari mataku sendiri.

“Kau kenapa sih? Apa kau sedang datang bulan?”

Aku menggelengkan kepalaku, “Aku marah padamu, Baek. Apa kau tak mengerti juga?” Bibirku bergetar saat mengatakannya. Sial, airmataku jatuh.

“Kau menangis?” Dia hendak menghapus airmataku namun ku tepis tangannya.

Aku menangis bukan karena marah pada Baekhyun. Aku menangis karena aku sadar ciuman Baekhyun tadi tidak berarti apapun sekalipun rasanya sangat manis bagiku. Dia mencintai orang lain, sedang aku disini mencintainya. Aku juga sadar bahwa aku takkan pernah dapat memilikinya dan menjadikannya pendamping hidupku di masa depan nanti.

“Byun Shinji…” Dia memanggil namaku.

Karena aku mencintai seseorang yang pernah mendiami rahim yang sama denganku dan kami meminum ASI dari ibu yang sama. Aku… mencintai kakakku sendiri.

Tanpa sadar aku memeluknya erat, “Biarkan seperti ini dulu. Kumohon, Baek.”

“Jika kau ada masalah, katakan padaku. Aku akan mendengarkanmu, ‘kan aku kakakmu,” Dia membalas pelukanku, dan aku mengangguk.

Aku berjanji, mulai sekarang aku akan berusaha melupakannya.

-fin-

Iklan

6 pemikiran pada “Sweet Without Meaning

  1. Yaaaah.. Aku kira mereka sahabatan dari kecil, kalau adik Kakak gini, gak mungkin ada sequel.. 😥 ..
    Tapi ini keren ceritanya, Kak..
    Semoga Shin Ji dapat yang terbaik *ngayal 😀

  2. Huwwaaaa…Pantes sweet without meaning, org meaning nya adik-kakak 😥 …
    Dapet feel nya, Kak.. Keren FF nyaa.. ^_^
    Semoga Shin Ji dapat yang terbaik ^^ *ngayal 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s