I’m Sorry (Chapter 1)

I’M Sorry

CHAP 1 - Chanyeol & Ji Eun

Tittle               : I’m Sorry

Main Cast     : Park Chanyeol (EXO), Lee Ji Eun (IU)

Supp. Cast   : Han Yong In (OC) ,Sehun (EXO), Baekhyun (EXO),Taemin (OC),oth

Author           : Silvana Efrilia

Genre             : Romance, Sad , AU

Rating            : PG-15

Length           : Chaptered

Disclaimer    : Annyeong Haseyo Chingudeul. Ini adalah FF keempat aku buat,tapi ini FF pertama aku disini. Aku harap semua suka ya ^_^ . FF ini adalah hasil karya aku sendiri .Semua Cast ide aku sendiri but tetap milikNYA. Dan FF ini uga udah pernah aku posting di Blog aku K-Lover ^-^ , Tapi disini ada sedikit perubahan XD

Summary    : Kisah Cinta sepasang kekasih yang sangat mengharukan. Mempunyai seorang anak tanpa status hukum yang sah dan sebuah kesalah pahaman yang membuat mereka terpisah. Banyaknya rintangan yang harus mereka hadapi untuk bersatu kembali. Akankah mereka bisa bersatu kembali seperti dulu ?

Happy Reading, Chingu… Maaf, typo bersebaran dimana-mana. Don’t Be Siders and No Bashing… !

~*~

“Appa,kapan omma akan pulang,Taemin sudah sangat ingin bertemu omma ?” tanya seorang anak kepada appanya yang bernama Park Taemin

“Sabar ya sayang,omma pasti akan pulang. Appa akan akan lakukan apapun untuk membawa omma untuk Taemin” jawab appanya yang bernama Park Chanyeol

“Tapi appa teman-teman Taemin bilang Taemin tidak punya omma. Karna omma tidak pernah datang kesekolah Taemin bahkan bertemu saja tidak pernah. Apa omma membenci Taemin,apa salah Taemin appa?” tanya Taemin sedih

“Ani sayang,anak appa jangan bicara seperti itu lagi. Omma tidak membenci Taemin. Taemin tidak salah sayang. Omma mungkin hanya belum ada waktu bertemu Taemin. Jadi jangan bicara seperti itu lagi ya ? Taemin kan masih ada haraboji,halmoni,Suho hyung dan appa jadi jangan sedih lagi. Oh ?” jelas Chanyeol berharap agar anaknya tidak kembali bersedih memikirkan ommanya

“Nde appa,tapi omma benar-benar akan pulang kan ?”

“Iya sayang, appa janji akan membawa omma untuk Taemin. Appa ingin Taemin mau bersabar,arraso ?”

“Arraso appa” tersenyum kembali mendengar jawaban terakhir appanya

#… Flashback ON…

Di sebuah apartemen Chanyeol. Chanyeol dan Ji Eun sedang menonton TV dan terlihat asyik mengobrol.

“Oppa,kapan oppa akan mengenalkanku pada orangtuamu ?” tanya Ji Eun sambil merengutkan wajahnya merajuk

“sebentar lagi chagi-a,oooh ?” jawab Chanyeol

“eonje oppa ? appa sudah tanya kapan aku akan menikah ? ” tanya Ji Eun lagi

“Kalau oppa sudah bisa menghasilkan uang sendiri tanpa bantuan appaku Chagi, dan omma juga masi belum bisa menerima kalau oppa cepat menikah. Jadi sabar sebentar lagi ya chagi? emm emm” jelas Chanyeol sambil menggoda Ji Eun

“Arraseoyo,tapi oppa jangan lama-lama oh, oppa kan tahu aku cuma punya appa saja ,dan appa menyuruhku untuk cepat menikah” cibir Ji Eun

“Jamkkanman kenapa abonim ingin sekali melihatmu cepat menikah Chagi-a ? ada apa dengan abonim ?” tanya Chanyeol bingung

“Molla” jawab Ji Eun sambil memencet tombol remote TV

“Ah,,,,,” ucap Chanyeol dengan senyuman yadongnya

“Ah ?” ucap Ji Eun yang menggeryitkan dahinya

“Abonim ingin cepat-cepat menginginkan cucu” bisik Chanyeol dengan senyuman mesumnya

“Mwo ? aishh Chanyeol-ah jangan mesum deh” teriak Ji Eun kesal dengan bisikan Chanyeol

“Ani,siapa yang mesum ? jadi apalagi alasan abonim menyuruhmu untuk cepat-cepat menikah Chagi kalau tidak ingin memiliki cucu oh ? “ goda Chanyeol sambil mendekatkan lagi posisi duduknya ke Ji Eun

“Oppa, apa yang kau lakukan ? cepat kembali duduk seperti yang tadi” teriak Ji Eun

“Wae ? Aku tidak merubah posisi duduk ku” jawab Chanyeol

“Ani,Maksud ku jarak oppa semakin sangat dekat. Aku tahu pasti fikiran oppa sedang me…” ucapan Ji Eun terhenti ketika bibir Chanyeol menempel di bibir Ji Eun. Lalu Chanyeol pun mulai berani menggeleda baju Ji Eun mengapsen setiap bagian tubuh Ji Eun. Ciuman mereka semakin panas. Lalu malam itu adalah malam yang indah untuk mereka.

#… Flashback OFF…

“Chanyeol,kapan kau akan kekantor ? sebentar lagi akan ada rapat,kenapa lama kali istirahatnya ? “ Tanya Suho kesal dan bingung

“Sebentar lagi hyung aku baru saja menjemput Taemin dan ini aku baru saja keluar rumah menuju kekantor” jawab Chanyeol

“Arraseo,palli oh. Kau sebagai pimpinan harus lebih awal datang di rapat sebelum yang lain ” ucap Suho lega

“Arraseo hyung. Gomawo” ucap Chanyeol tersenyum senang dengan perhatian yang diberikan sepupunya kepadanya yang sudah dianggap sebagai hyungnya sendiri.

.

.

Di sebuah Hotel,tepatnya disebuah ruangan.

“Ji Eun-ah apa sudah kau siapkan file-file dan berkas-berkas untuk rapat nanti ?” Tanya seorang atasan kepada sekretarisnya Lee Ji Eun

“Nde Sajangnim, semuanya sudah siap” jawab Ji Eun

“Yaakk Ji Eun tidak usah formal gitu denganku” ucap Sehun sambil tertawa mendengar ucapan formal Ji Eun

“Ani,ini sedang bekerja aku harus memanggilmu Sajangnim” jawab Ji Eun

“Arraseo,kalau begitu kita pergi. Nanti kita telat” ucap Sehun lagi sambil berjalan kearah Lift

“Ji Eun-ah siap rapat aku ingin mengajakmu makan malam. Kau ada waktu kan ?”

“O oh nde Sajangnim”

“Yaakk Ji Eun sudah berapa kali ku bilang jangan seformal gitu denganku” ucap Sehun kesal

“Tap…”

“Tapi apa ? tapi ini masih dalam bekerja ? arra,ini memang masih dalam bekerja tapi kalau hanya kita berdua saja tidak bisakah kau memanggilku oppa,oh ?” potong Sehun dengan mata penuh harap Ji Eun akan mengabulkan permintaannya

“Arraseo oppa” jawabnya dengan senyuman sedikit terpaksa

.

.

Mereka pun sampai di Perusahaan Park Heaven. Ji Eun dan Sehun langsung menuju keruang rapat. Tapi tiba-tiba Hp Ji Eun berdering akhirnya dia berhenti dan menuju tempat yang agak sepi untuk menerima telponnya.

“Yeobseo ? nuguya ?”tanya Ji Eun yang tidak tahu siapa yang menelpon karna nomor baru

“Apa benar ini Lee Ji Eun ? “ tanya seseorang dari telepon

“Nde, Lee Ji Eun-imnida, nuguya ?” tanya Ji Eun penasaran

“Na neun Yong In tetanggamu” jawab Yong In yang tidak lain adalah tetangga Ji Eun

“Oh Yong In,ada perlu apa menelpon ?”

“Ji Eun-ah appamu masuk rumah sakit lagi. Aku sekarang lagi ada di Seoul Hospital. Apa kau bisa datang sekarang,soalnya aku harus kekantorku lagi” jelas Yong In ,tetangga Ji Eun

“Nde,arraseo aku akan kesana sekarang. Apakah appaku baik-baik saja ? bagaimana keadaannya sekarang ? “ tanya Yong In cemas bahkan tidak sadar matanya mulai memerah dan tubuhnya bergemetar

“Aku juga belum tahu keadaannya sekarang karna masih diperiksa oleh dokter. Tapi saat ku membawa ahjussi kesini ahjussi tampak sangat kesakitan” jelas Yong In lagi

“Mwo,arraseoyo aku akan kesana secepatnya ? appa eottoke ? aku mohon bertahanlah “ ucap Ji Eun sambil menutup telponnya dan mengangis karna sudah tidak bisa lagi membendung air matanya,tidak sadar akan kehadiran Sehun dibelakangnya

“Ji Eun-ah,kenapa menangis ? apa ada orang yang menyakitimu ?” tanya Sehun bingung melihat Ji Eun menangis

“Ooh Oppa, eottoke ?” ucap Ji Eun yang langsung memeluk Sehun. Sehun pun yang dipeluk Ji Eun secara sepontan membalas pelukannya mengelus pundak Ji Eun menenangkan Ji Eun

“Wae ? ada apa ? cerita saja ada apa, uljima oh” bujuk Sehun sambil menghapus butiran bening milik Ji Eun

“Appa,,,,appa Ji Eun masuk rumah sakit lagi. Yong In tetangga Ji Eun tadi menelpon sekarang appa sedang ada di Seoul Hospital. Terakhir Yong In melihat keadaan appa,appa sangat kesakitan. Bagaimana ini oppa ? Ji Eun tidak mau kehilangan orang yang Ji Eun sayangi lagi. Eottoke eottoke oppa ? jelas Ji Eun dengat tangisan yang semakin menjadi-jadi membuat baju Sehun basah akan butiran air mata Ji Eun

“Mwo ? abonim sakit lagi ? bukankah kemarin baru pulang dari rumah sakit ? ayo kita kerumah sakit sekarang “ tanya Sehun terkejut mendengar penjelasan dari Ji Eun sambil memegang tangan Ji Eun untuk cepat pergi kerumah sakit

“Nde,Ji Eun pun juga tidak tahu kenapa bisa begini ? tapi oppa ada rapat penting sekarang. Biar Ji Eun saja yang pergi. Tapi apa boleh Ji Eun pergi disaat penting begini ?” tanyanya dengan perasaan tidak enak dengan Sehun pergi disaat-saat yang penting seperti ini,tapi baginya appanya juga adalah yang paling penting sekarang

“Ji Eun-ah, aku sudah mengenalmu dari kecil kenapa kau masih menganggapku orang lain sih” jawab Sehun kesal mendengar ucapan Ji Eun yang masih menganggapnya hanya sebagai teman

“Tapi opp..”

“Pergilah,aku akan mengurus masalah pekerjaan sendiri. Sekarang yang terpenting abonim. Aku sudah menganggap abonim sebagai appaku sendiri jadi jangan buang waktu mu sekarang,palli ” ucap Sehun sambil mengusap air mata Ji Eun dan mendorongnya untuk segera pergi ke rumah sakit

“Oppa,gomawo jeongmal gomawoyo” ucap Ji Eun sedih karna mengucapkan kata-kata yang membuat Sehun tersinggung lagi karna selalu saja tidak pernah menganggap Sehun ada untuknya sebagai seorang lelaki melainkan masih menganggapnya sebagai teman lama. Lalu Ji Eun pun pergi ke arah Lift,menunggu Lift yang belum kunjung terbuka akhirnya Ji Eun memutuskan pergi lewat tangga. Beberapa detik Ji Eun pergi Lift pun terbuka dan tampaklah 2 namja keluar dari Lift tersebut.

Sambil memeriksa kembali berkas-berkas yang dipegangnya Chanyeol pun bertanya kepada Baekhyun yang memang benar status Baekhyun adalah teman sekaligus sekretaris . “Baekhyun-ah ,tidak ada lagi yang ketinggalan kan ? semua sudah beres ?”

“Nde Chanyeol,sudahku siapkan semua. Hari ini kita akan menandatangani kontrak kerja sama dengan Roma Hotel. Dan akan menanamkan saham kita ke Roma Hotel” jawab Baekhyun santai

“Oh,arraseo. Aku juga sudah membacanya. Aku juga sudah memeriksa latar belakang Roma Hotel. Sepertinya bersih dari para tangan korupsi, disana saham kita akan aman tidak akan bermasalah lagi seperti Hotel milik Kai. Apa sudah kau urus masalah saham kita dengannya Baekhyun-ah ?” tanya Chanyeol lagi

“Nde,sudah aku urus dan ternyata saham kita disalah gunakan oleh aboji Kai. Kai juga tidak mengetahuinya. Setelah kami selidiki ternyata abojinya menggunakan untuk para wanitanya” Jelas Baekhyun

“Bagus kalau begitu,kita akan mendapatkan kembali saham kita dengan untuh” jawab Chanyeol yang sudah sampai di pintu ruang rapat. Dan langsung duduk serta menyapa beberapa orang yang sudah hadir diruangan tersebut. Setelah semua berkumpul rapat pun dimulai. Dan akhirnya mereka mendapat kesepakatan mereka setelah 1 jam mereka rapat.

Setelah keluar dari ruang rapat,akhirnya Sehun memutuskan untuk bicara dengan Chanyeol karna mereka berjalan searah dan hanya diam saja sangat membuat suasana jadi canggung untuk rekan bisnis “Tuan Park,kalau begitu terima kasih atas kerja samanya. Kapan-kapan kalau ada waktu kita bisa makan bersama. Kalau bisa kita membawa pasangan kita”

“Oh,iya Sehun-ssi. Tapi jangan panggil aku tuan Park,panggil saja Park Chanyeol dan sepertinya kita seumuran. Ok,kalau ada waktu aku akan menelponmu untuk makan malam dirumahku,tidak apa kan ?” sahut Chanyeol

“Oh,tidak apa-apa berkunjung kerumah anda suatu kehormatan bagi saya Chanyeol-ssi”

“Ah Sehun-ssi segitunya hehe, kalau begitu kenapa kita tidak minum coffe sebentar ?”

“Minum Coffe ? aduh maaf Chanyeol-ssi aku harus kerumah sakit sekarang. Nae aboji sedang sakit sekarang” jawab Sehun menyesal menolak ajakan Chanyeol karna memang keadaannya yang tidak memungkinkan

“Aboji mu sakit ? sakit apa ? kalau begitu ayo kita jenguk sekarang. Kenapa tidak bilang dari tadi ?” jawab Chanyeol turut sedih juga karna bagaimanapu Sehun adalah rekan bisnisnya jadi sangat tidak sopan jika hanya ikut turut bersedih

“Tidak usah Chanyeol-ssi maksudku bukan abojiku tapi calon aboji” ucap Sehun malu-malu mengucapkan calon karna Chanyeol pasti tahu apa maksud perkataan Sehun

“Oh,arraseo. Kalau begitu pergilah jangan buat mereka menunggu. Juga sampaikan salamku pada yeoja chingumu dan abojinya, dan juga semoga cepat sembuh “ ucap Chanyeol mengerti maksud dari perkataan Sehun. Lalu Sehun pun pergi meninggalkan Chanyeol dan mengendarai mobil dengan kecepetan yang lumayan cukup kencang.

.

.

Sesampai dirumah sakit.

“Ji Eun apa yang terjadi ? kenapa abonim di bawa mereka “ tanya Sehun sambil menunjuk arah seseorang suster yang membawa appa Ji Eun dengan penutup kain diseluruh badannya tapi tidak dengan kepala karna Ji Eun tadi yang membuka kain tadi untuk melihat pasti appanya yang sudah pergi

“Oppa..hiks hiks hiks” Tangis Ji Eun tidak sanggup berkata-kata lagi kecuali merengek dipelukan Sehun

Ternyata dengan tangisan Ji Eun Sehun sudah tau apa yang terjadi “Kenapa ini bisa terjadi kepadamu Ji Eun-ah,betapa malangnya dirimu. Tapi kau harus selalu tegar oh ? masih ada oppa disini. Oppa tidak akan meninggalkanmu sendirian” tutur Sehun menghibur Ji Eun berharap Ji Eun tetap tegar karna baru saja kehilangan appanya akibat sakit komplikasinya.

Tiba-tiba kedua orang tua Sehun datang dan ommanya Sehun langsung memeluk Ji Eun yang memang butuh teman untuk bersedih saat ini.

“Ji Eun-ah harus tegar, disini masih ada omonim,abonim dan juga Sehun. Ji Eun harus merelakannya pergi ini sudah takdir Ji Eun,kepergian seseorang tidak ada yang tahu dan kita tidak bisa menahannya,emmm ?” Jelas omma Sehun dan membujuknya untuk jangan berlarut dengan kesedihannya

“Omoni, na neun eottokeyo hiks hiks ? Ji Eun tidak punya keluarga lagi. Ji Eun sendirian sekarang didunia ini. Untuk apa Ji Eun hidup ? hiks hiks hisk” teriak Ji Eun frustasi dengan kenyataan yang ada dengan air mata yang sudah membasahi seluruh pipinya

“Ji Eun-ah,neo paboya ? jadi kau ingin mati huh ? jadi apa gunanya kami disini ? kami juga keluargamu ? “ teriak Sehun juga sambil menggoyangkan tubuh Ji Eun berharap Ji Eun sadar dengan apa yang diucapkan membuat Ji Eun jadi lebih menjadi-jadi menangisnya

“Sehun-ah sudah jangan seperti itu. Kau malah membuatnya menjadi semakin sedih. Wajar Ji Eun sperti itu dia memang ada benarnya juga orangtuanya adalah keluarga terutama buatnya sekarang dia baru saja kehilangan appanya. Tapi Ji Eun-ah kamu juga harus ingat saat sekarang ini kamu tidak sendirian masih ada kami “ tutur appanya Sehun

“Nde,hiks hiks. Gomawo abonim,omonim,oppa. Mianhae oppa Ji Eun tadi tidak bisa berfikir jernih saat ini” jawab Ji Eun yang tiba-tiba kepalanya mendadak pusing dan jatuh kepelukan ommanya Sehun

“Ji Eun” panggil omma Sehun

“Ji Eun kenapa ?” tanya appa Sehun

“Molla,aku juga tidak tahu. Tiba-tiba dia pingsang” jawab omma Sehun lagi

“Ji Eun bangun,ada apa dengan mu huh ?” teriak Sehun khawatir

.

.

“Oppa,aku sekarang ada dimana ? aku harus pergi melihat appa” ucap Ji Eun langsung bangkit membuka selang infusnya dari tangannya sontak membuat Sehun menggagalkan rencana Ji Eun

“Istirahat saja dulu Ji Eun-ah,kau sudah 2 hari tidak sadarkan diri. Sebenarnya sudah berapa hari kau tidak makan huh ?” tanya Sehun sambil mencoba membaringkan Ji Eun kembali tapi Ji Eun yang terkejut mendengar kata-kata Sehun mencoba bangkit lagi

“Mwo ? 2 hari ? aku pingsan selama 2 hari ? jadi dimana appaku oppa ?”teriak Ji Eun sambil mengeluarkan butiran bening miliknya

“Appa dan omma oppa sudah mengurus pemakaman abonim 2 hari yang lalu. Sekarang tolong dengarkan oppa istirahatlah” bujuk Sehun

“Mwo ? hiks hiks appa appa appa hiks hiks appa hiks appa” teriak Ji Eun memanggil appanya sambil memeluk dan memukul dada Sehun. Sehun yang merasa inilah cara terbaik untuk Ji Eun membuatnya mengeluarkan seluruh perasaannya supaya tidak berlarut lagi dalam kesedihannya

“Nde,ayo pukul saja oppa,mungkin ini akan membuatmu lebih tenang. Berteriaklah oh” ucap Sehun yang juga mengeluarkan butiran beningnya melihat keadaan Ji Eun yang sangat menyedihkan

“Oppa, bisakah kau berjanji padaku satu hal ?” tanya Ji Eun

“Nde, janji apa Ji Eun-ah ?” tanya Sehun lagi

“Berjanjilah jangan pernah meninggalkanku. Tetaplah bersamaku oh ? Jangan seperti mereke,mereka jahat kepadaku oppa hiks hiks. Mereka tidak memikirkanku hiks hiks mereka sengaja pergi meninggalkanku hiks hiks” ucap Ji Eun yang semakin erat memeluk Sehun. Sehun tahu ucapan Ji Eun bukanlah ucapan tulus dari hatinya kepada orang tuanya yang telah meninggalkannya. Mungkin saat ini membiarkan emosi Ji Eun keluar. ya, sebenarnya bukan emosi kemarahan atau apa,tapi hanya sebuah rasa bersalah yang tidak bisa melihat appanya dimakamkan atau melihatnya untuk terakhir kalinya dan juga sedih karna dia harus menerima kenyataan dia tidak punya siapa-siapa lagi.

“Ooh oppa janji tidak akan meninggalkan Ji Eun” jawabnya singkat langsung membalas pelukan erat Ji Eun juga

Suasana menjadi hening. Lalu Sehun mencoba untuk memulai pembicaraan.

“Tapi Ji Eun-ah,oppa boleh meminta sesuatu padamu ? maaf mungkin ini bukan waktu yang tepat. Tapi oppa hanya ingin memperjelas saja” ucap Sehun memulai pembicaraan

“Nde oppa, katakan saja. Ji Eun akan mendengarkan “ jawab Ji Eun sambil melepaskan pelukannya

“Bisakah sedikit saja Ji Eun mencoba membuka pintu hati Ji Eun untuk oppa ?” tanya Sehun sedikit ragu dengan pertanyaannya karna takut akan menyakiti perasaan Ji Eun karna Ji Eun sekarang pun masih dalam keadaan sakit Lahir dan Batinnya

“…”

“…”

“Oppa…” panggil Ji Eun

“Oh nde ?” jawab Sehun

“Na neun..”

“Baiklah aku akan memberimu waktu lagi untuk menjawab pertanyaan oppa. Jadi istirahatlah dulu. Jangan melakukan hal yang aneh-aneh,arraseo ? kalau begitu oppa pergi dulu karna harus berjumpa dengan Client dari Jepang” ucap Sehun yang langung meninggalkan Ji Eun

“Oppa Mianhae,bukan aku tidak ingin membuka pintu hatiku padamu. Aku bahkan sekarang tengah berbohong padamu,pada semuanya terutama pada appaku. Bahwa aku memiliki seorang anak. Aku bahkan belum sempat bercerita kepadanya. Aku harus menyimpan ini sendirian oppa. Aku bahkan tidak pantas untuk seorang manusia,meninggalkan anak ku yang ntah apa kabarnya. Apa dia baik-baik saja disana ? apa ini karma untukku karna meninggalkannya ? apa dia tahu aku adalah omma yang melahirkannya ? apa dia membenciku saat ini ?” batin Ji Eun menangis meratapi kehidupannya yang sangat menyedihkan.

Park Taemin

-TBC-

Salam kenal ya,ini FF pertama aku disini, ya walau bukan FF pertama buatan aku ^_^ Tapi masih banyak typonya XD

Tolong komentnya selain dari Next, Bagus *Plaak GR banget gue

Karna akan membuat aku kecewa jadi gak semangat dengan FF yang aku buat

Oke, sekian dulu….

Sampai ketemu di Chap selanjutnya….

Gamsahamnida & Anniyeong….

Iklan

Satu pemikiran pada “I’m Sorry (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s