When Our Love Came Suddenly (Chapter 2)

When Our Love Came Suddenly
(chapter 2)

Author : Hwang Sung Ji and Xiu Yu Ri

Main Cast    :

  • Lin Da (OC)
  • Ayu (OC)
  • Kim Joon Myun a.k.a Suho EXO
  • Park Chanyeol a.k.a ChanYeol EXO

Other Cast :

  • All EXO Member

Genre : Happy, Romantic, Friendship, School life, Little Comedy

Length : Chapter

Rating : PG 16

NA : Annyeong readersdeul. Wehehe, Alhamdulillah ya ketemu sama author-author gila lagi. Kali ini kita bakal balik sama ff WOLCS chap 2 nih. Walaupun di chap sebelumnya agak sedikit kecewa nih karena yang komentar masih bisa diitung sama jari tangan, hiks. Tapi ngga enak juga kalo harus bikin kalian yang udah kasih komentar nunggu kelamaan ya (Alasan doang sih itu mah, sebenarnya gara-gara ga ada jaringan wifi gratisan lagi. Wkwkwk). So, di chapter ini, kita bener-bener berharap dapet respon yang positif dari kalian semua, biar lebih semangat buat kita ngirim chap berikutnya. Buat yang udah komentar di chap sebelumnya, serius deh kalian bikin kita jingkrak-jingkrak ngga jelas pas pelajaran di kelas gara-gara kesenangan dapet respon dari kalian. Wkwkwk. Gumawo readersdeul, saranghaeyeoo…ff ini juga udh pernah di post di blog pribadi kok. Don’t bash, don’t copy, don’t be silent readers. Karena komentar kalian bener2 berharga buat kita, sekali lagi makasih dan selamat membacaaa..chu~

(Lin Da POV)

Teeeett!!!~

“Belnya sudah berbunyi? Kenapa cepat sekali? Padahal Ahn Songsaengnim baru masuk” aku bertanya pada Suho.

“Jinjja? Kau merasa ini cepat? Aku malah sebaliknya. Kau tau? Mapel yang diajarkan Ahn Songsaengnim adalah mapel yang paling membosankan.” Suho mulai mempoutkan bibirnya. Lucu, itu adalah hal pertama yang aku tau darinya saat dia mempoutkan bibirnya pertama kali dihadapanku. Sepertinya…

(Chapter 2)

“Annyeong!!!“ sapa seorang namja yang mirip seperti kartun larva dan dia berhasil membuyarkan lamunanku. Aku hanya tersenyum canggung.

“Nae ireumeun Oh Sehun Imnida!!! “ ujarnya semangat dengan mengambil tanganku dan mengajak salaman dengan paksa. Tanpa aku sadari bibirku menyunggingkan senyum. Aku segera melepaskan tanganku dari genggamannya yang cukup lama.

“Ah ye, ne ireumeun Erlinda Eka imnida.” ucapku dengan senyum semanis mungkin. Sehun menggaruk dahi lebarnya.

“Aishh, mengapa namamu masih panjang? Aku bahkan sulit mengingatnya!” ujarnya. Aku gelagapan, nama seperti itu masih terdengar panjang? Apakah orang-orang korea daya ingatnya sangat rendah? Aku meniup poniku dan menghela nafas sebentar.

“ Emm, kalau begitu panggil saja aku Lin..Da..” ucapku sambil menekankan namaku di akhir kalimat. Kulihat dia tersenyum sumringah sambil menggebrak meja hingga berhasil membuat aku dan Suho terkejut.

“Yak Sehun-ah bisakah kau bersikap sewajarnya saja? Kau sangat berlebihan!!!” teriak Suho seraya melempar Sehun dengan buku tebalnya. Sedangkan Sehun hanya menjulurkan lidahnya. Aku menahan tawa melihat sikap kekanak-kanakan mereka. Ahhh mungkin mereka adalah teman yang menyenangkan nantinya.

.

.

.

(Author POV)

“Eonni-ya!!!!” panggil Ayu pada Lin Da yang sibuk mengikat rambut “singa”nya. Mereka kini tengah berada di ruang ganti untuk mengikuti pelajaran olahraga. Lin Da yang notabennya masih sibuk merapikan rambut dan bajunya tak mengindahkan panggilan Ayu, dia terus melanjutkan aktivitasnya. Lin Da masih kesal dengan Ayu soal tadi pagi.

“Ya!! Eonni…Apa kau tak mendengarkanku?” Ayu mengguncang-guncangkan tubuh Lin Da namun tetap saja Lin Da tak bergeming sama sekali. Lin Da keluar dari kamar ganti dan memasukkan seragamnya ke dalam loker miliknya.

“Apa kau marah denganku?” Tanya Ayu dengan memiringkan wajahnya yang membuatnya semakin terlihat imut. Lin Da menutup lokernya dan berbalik untuk menuju lapangan basket. Ayu tak kehabisan akal dia terus mengikuti kemana Eonninya ini melangkah.

“Mian…” Ayu berhenti tepat di depan Lin Da.

“Neo? ahhh Jeongmal!! Kau tahu kau telah mengurangi jatah waktu tidurku? Lihat!!” Lin Da mengomel tak jelas sambil menunjukkan kantung matanya. Ayu hanya terkikik dan kembali memasang muka melasnya untuk mempengaruhi Lin Da. Lin Da yang tak tega dengan tatapan bersalah dari Ayu pun akhirnya luluh juga.

“Ne, aku maafkan.“ Ujar Lin Da malas. Ayu tersenyum senang dan memeluk Lin Da erat, bahkan sangat erat hingga membuat nafas Lin Da sesak.

“Yakk!! Kau mau membunuhku eoh?” Umpat Lin Da mendorong Ayu dengan kesal.

“Anni..” Ayu menjawabnya dengan sangat singkat kemudian pergi mengambil bola basket dan memainkannya. Lin Da menggerutu kesal.

“Cihh!! Tadi saja memohon-mohon, sekarang???”  Lin Da mengambil bola basket dan mendriblenya dengan kuat dan keras sebagai pelampiasan. Hingga tanpa ia sadari bola basket itu mental dan mengenai dahinya sendiri.

“Awww!!! Appo!!” rintihnya seraya mengusap-usap dahinya. Ayu yang melihat kebodohan eonninya ini pun tertawa terbahak-bahak.

“Kau sangat ceroboh!” Ujar Suho yang entah dari mana tiba-tiba berada di hadapan Lin Da. Suho menarik tangan Lin Da dan membawanya pergi ke pinggir lapangan untuk mengoles dahi Lin Da yang sedikit lebam dengan salep.

“Ini untuk mencegah agar dahimu tidak memar.” ujarnya dengan suara yang errrr berat dan tegas. Lin Da menatap mata angelic Suho.

“Gomawo, Suho-sshi” ujar Lin Da dengan malu-malu.

.

.

.

“Sepertinya Suho menyukai temanmu itu.” ujar Chanyeol pada Ayu yang sukses membuatnya melompat. Ayu menoleh pada Chanyeol yang tengah memainkan bola basket di tangannya. Sejak kapan dia berada di belakang Ayu.

“Ah..Jeongmalyo?” Ayu memandang kembali eonninya dan Suho dengan curiga. Chanyeol berjalan ke samping Ayu lalu mencondongkan tubunya dan mulai membisikkan kata-kata pada telinga Ayu.

“Bagaimana kalau aku menyukaimu?” bisiknya. Ayu membolakan matanya, jantungnya berdetak kencang, darahnya mengalir desir, keringatnya mulai dingin. Mulutnya terbuka menampilkan wajah terkejutnya. Chanyeol tertawa evil.

“Emmm!! Kyeopta…Hahahaha!!!“ Chanyeol mencubit pipi chubby Ayu dan menggerakkannya ke kanan dan ke kiri.

“Hei, lupakanlah! Aku hanya bercanda.” Chanyeol mengusap rambut Ayu. Ayu segera sadar dari wajah cengonya, Ayu menunduk malu, ternyata Chanyeol hanya bercanda.

“Mau main denganku?” tawar Chanyeol dengan mengangkat bola basketnya.

“Ah geundae..igo..aku tidak terlalu bisa main basket.” Ujar Ayu malu sambil menggaruk tengkuk lehernya.

“Tenang saja, aku yang akan mengajarimu, Otte??” Ayu mengangguk semangat. Mereka pun memutuskan untuk main basket bersama yang otomatis menarik perhatian orang-orang dilapangan terutama yeoja-yeoja killer. Tanpa mereka sadari siswa perempuan di sekolah itu menatap iri ke arah Ayu. Bahkan tak jarang yang memberikan tatapan seperti ingin membunuh yeoja Indonesia itu.

.

.

.

Kantin, disinilah Ayu dan Lin Da berada. Lin Da menaruh kepalanya di meja kantin, matanya terpejam, sedangkan Ayu kini tengah memakan ddaekbokki dengan lahap yang membuat bibir dan sekitarnya belepotan dengan saus ddaekbokki, bahkan dia sama sekali tak meyadari bahwa eonninya kini tengah tetidur pulas.

“Eonni, ini enak sekali, kau harus mencobanya!!!” ujar Ayu antusias tapi sama sekali tak digubris oleh Lin Da. Karena penasaran Ayu pun melihat ke arah Lin Da.

“Ckckck…Tidur rupanya. Apa dia sangat kelelahan? Mianhae chingu..” Ayu mempoutkan bibirnya lucu, dia merasa bersalah karena telah membangunkan Lin Da pagi sekali hingga membuatnya kekurangan tidur. Namun pout bibirnya kini berubah menjadi seringai jahil.

“Ya!!! eonni!!! Ireonawa!!! bangunlah! Sebentar lagi jam masuk. Ireona!!” Ayu membangunkan Lin Da dengan cara sadis yaitu menendang kakinya. Lin Da mulai terusik dan mengucek matanya mencoba memfokuskan penglihatannya.

“Kenapa kau selalu menggangguku? Tak puaskah kau membuatku menderita huh?” Ujar Lin Da kesal dan meminum bubble tea yang sempat ia diamkan selama ia tertidur tadi.

TETTTT!! TETTTTT!! *anggap bunyi bel masuk

“ Kajja!” Ayu berdiri namun Lin Da masih duduk manis dan memandang Ayu dengan wajah bodoh.

“ Pabo ya! kau tak dengar bel masuk berbunyi eoh? “ Lin Da hanya menyengir tanpa dosa.

.

.

.

Kegiatan belajar mengajar telah usai. Kini para siswa berhamburan pulang, ada yang pulang ke asrama maupun rumah, kecuali para namja yang tergabung dalam EXO ini. Mereka tak langsung pulang, melainkan mereka pergi ke ruang latihan dance.

“Baekhyun, Chen kalian berisik sekali!” Chanyeol meluapkan kekesalnnya kerena ulah Baekhyun dan Chen yang teriak-teriak tak jelas.

“Ya Chanyeol-ah dari pada kau marah tak jelas, bagaimana kalau kau battle dance denganku?” tawar Kai yang seolah-olah mengejek Chanyeol.

“Oh? Geurae!! siapa takut!!” Chanyeol menaruh gitar kesayanganya berdiri dengan gagahnya. Dia sok merapikan seragamnya seakan-akan menandakan bahwa dia siap bertarung.

“Chanyeol? Kau yakin?” Tanya Xiumin dengan wajah ragunya.

“Apakah Chanyeol sudah gila? Tentu saja dia nantinya akan kalah!” bisik D.O pada Suho.

“Dia selalu memberi kejutan di akhir. Lihat saja nanti!” jawab Suho dengan wajah yakinnya.

“Ahh jebal, aku tak mau melihatnya!!” Xiumin menutupi wajahnya dia tak kuat melihat nasib Chanyeol akhirnya. Sedangkan yang lainnya mereka hanya terdiam mencoba menjadi penonton duel antara Kai dengan Chanyeol.

“Apa kau siap?” Tanya Kai evil. Chanyeol mengangguk mantap. Lay menghidupkan music hip hop yang menandakan pertarungan mereka dimulai.

(Di sisi lain ruangan)

Ayu dan Lin Da tengah berjalan di koridor sekolah, mereka pulang terlambat karena mengurus daftar ulang mereka. Ayu menghentikan langkahnya ketika telinganya menangkap sebuah sinyal alien *author alay kumat*. Lin Da memandang aneh Ayu. Ada apa dengan anak ini?

“Kau dengar eonni?” Ayu menaruh telapaknya di samping telinga untuk memperjelas pendengarannya. Lin Da menggeleng tak mengerti dengan maksud Ayu. Saat dia hendak melanjutkan langkahnya tiba-tiba Ayu menarik tanggannya dan membawanya lari kesuatu tempat.

“Ayu!! yak! Apa yang kau lakukan?” Lin Da menghempaskan tangan Ayu yang sudah berhenti. Ayu tak bergeming, dia menunjuk sebuah ruangan. Lin Da menoleh tepat ke ruangan itu.

“Dance room?” telunjuk Lin Da menunjuk kepada pintu yang dituju Ayu, sementara Ayu mengangguk antusias.

“Yak, kau mau apa?” teriak Lin Da saat Ayu mengendep-endap dan mengintip pintu ruang latihan dance. Mata Ayu berbinar ketika melihat pemandangan yang sangat menajubkan. Para member EXO tengah berada diruang itu, dan dapat dia lihat dengan jelas bahwa dua orang pemuda tengah melakukan break dance dengan sangat exotic.

“Wahh, daebak….. eonni sini!” Ayu melambaikan tangannya mengisyaratkan Lin Da untuk ikut melakukan hal yang sama dengannya. Karena penasaran Lin Da pun ikut mengintip kejadian apa yang telah terjadi di ruang itu hingga berhasil membuat temannya terkagum-kagum.

“Aku berani bertaruh jika mereka sedang battle!! Omo!!!” Ayu semakin menajamkan matanya, melihat dua orang yang sedang beradu bakat itu tengah meliak-liukkan tubuh mereka. Tunggu? Mereka?

“Bukankah itu Chanyeol dan Kai? Mereka sangat sangat keren!! Omo!! Lihat bagaimana caranya meliukkan tubuh mereka! Ayu-yaa!!! Hayati ga kuaat!!!” Lin Da yang terus melihat Kai dan Chanyeol yang tengah melakukan battle. Bahkan saking antusiasnya, logat Indonesia yeoja berlesung pipi itu keluar dari mulutnya.

“Mwo? Mereka keren? Dance Chanyeol seperti itu kau bilang keren eonni? Bwaa!! Bahkan dia tidak bisa mengikuti iramanya. Ck!! Sepertinya Kai saja yang pantas menyandang pujian “keren” itu!!” ucap Ayu sambil menekankan kata keren tanpa berhenti cuci mata dengan pemandangan eksklusif seperti ini.

.

.

.

“Sepertinya ada yang tengah mengintip kita” ujar salah satu member EXO yang memilki senyum joker, Chen. Chanyeol menghentikan aktivitasnya dan menengok ke arah pintu dimana terdapat dua yeoja berhimpitan mengintip mereka. Kai melangkah menuju arah pintu itu.

“Apa yang kalian lakukakan?” Tanya Kai pada Lin Da dan Ayu. Ayu membulatkan matanya ketika melihat namja  hitam sudah berdiri tepat dihadapannya. Ayu meneguk salivanya dengan kasar.

“Ahh Aniya, 1…2…3!! Kabooorrrrrrr!!!!!!!!!!!!!”

TO BE CONTINUED…

NA (from Hwang Sung Ji) : Huwaa..chap 2 done nih, gimana menurut kalian? Garing ga sih? Rasanya kaya gimana gitu. Jujur deh, agak kesulitan pas author satunya (Xiu Yuri) nge end chapter 1 nya rada ga pas *ditimpuk sandal sama Xiu Yuri. Hahaha..tapi buat kalian mah apa sih yang engga..*nyolek EXO-L. Jadi gue bener-bener berusaha sekeras mungkin biar ff ini bisa nyantol dan bikin perut kalian kuwer-kuwer gimana gitu. Mian kalo emang ga bisa dapet feelnya. Ditunggu respon dari kalian ya..serius ga boong..komentar kalian emang berpengaruh banget sama mood kita buat bikin chap selanjutnya. Wkwkwk. Gumawo semuaa.. terakhir nih! Yang biasnya SUHO sama CHANYEOL manaa suaranyaa?? Kaliaan Luar biasaaa!!!!! *baca ala Ariel Peterpan. Chuu~~

Iklan

Satu pemikiran pada “When Our Love Came Suddenly (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s