I Like You (Chapter 5)

I Like You

part: 5 “A weird mission for Yun yoo”

i like you

Author: lilimissro

Cast  :

Kai (EXO)

Sehun (EXO)

Do kyung soo (D.O EXO)

Byun baekhyun (EXO)

OC (original caracter)

Sub cast :

Chanyeol (EXO)

Luhan (EXO)

Genre : romance, friendship, school life.

Length : chapter.

Recommended song : EXO – 365

All is author POV

“Dia sudah datang?” ujar eomma Kai begitu melihat Taemin masuk kedalam rumah. Taemin mengangguk dan menunjuk Yun yoo yang berada di belakangnya. “Annyeonghaseyo eomeonim.. kita berjumpa lagi.” ujarnya sambil membungkuk.

“Eoh,” eomma Kai mengangguk. “aku juga senang bertemu denganmu. Eh, kau masih ingat kan dengan yang kita bicarakan kemarin?”

“Ne, eomeonim.”

“Geurae.. kau sudah melaksanakan bagian pertamanya. Kita tinggal menunggu teman-teman Kai itu tiba.” Ibu Kai mempersilahkan Yun yoo duduk sementara Taemin sibuk dengan Kai yang sedang berusaha keluar dari kamarnya untuk melihat siapa tamu tak diundang itu.

Flashback

Setelah menginap di rumah Yang da, Yun yoo yang bangun lebih dulu dari yeoja itu berniat mencari air minum di dapur dan tanpa sengaja melihat Taemin, Seon kyu dan kedua eomma mereka sedang berbisik-bisik. Yun yoo berjalan mendekat dan menguping pembicaraan mereka.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kita ini bertetangga. Mana boleh mereka terus bertengkar seperti itu. Mereka harus berbaikan dan menjadi teman.” Ujar eomma Kai yang disambut anggukan eomma Yang da.

“Memangnya kenapa mereka harus berbaikan?” Tanya Seon kyu bingung.

“Eommanya saja berteman. Wajar saja mereka kesal melihat anaknya yang tidak bisa akur.” Jawab Taemin asal. Seon kyu hanya membulatkan mulutnya.

“Ada apa ini?” Tanya Yun yoo tiba-tiba dan membuat keempat manusia di depannya terlonjak kaget. Eomma Yang da langsung menjawab, “Kami harus membuat Kai dan Yang da akur, Yun yoo-ah.”

“Aku tahu kenapa mereka bisa sangat tidak akur eomeonim.” Tukas Yun yoo. “Mereka sepertinya pernah bertemu sebelumnya, pertemuan yang buruk aku rasa.”

“Lalu kita harus bagaimana??” Taemin menaikkan alisnya.

“Aku punya ide.” Tiba-tiba eomma Kai berbicara. “Bagaimana jika Yun yoo berpura-pura telah kehilangan sesuatu dan mencari Kai. Pasti Yang da akan bingung karna kalian semua pasti tahu jika Kai dan Yun yoo tidak saling mengenal. Nah, setelah Kai, Yang da, Yun yoo dan teman-temannya berada di kamar namja itu, Yun yoo berpura-pura memaksa teman-teman namja itu membantunya mencari di seluruh rumah Kami. Setelah itu kita kunci kamarnya.”

“Bukankah mereka malah akan saling mencakar?” sanggah Taemin.

“Tidak jika aku menambahkan beberapa orang yang akan membuat suasana menjadi canggung.” Ujar Yun yoo penuh misteri. “Tenang saja, jika mereka bertengkar lagi. kita akan mencari rencana lain.”

“Geurae.” Jawab mereka semua bersamaan.

Flashback end

**

“AnnyeonghaseyooO…..” ujar Kyung soo, Chanyeol, Baekhyun dan Sehun yang di daulat sebagai pelancar rencana saat masuk kedalam rumah Kai.

“Ssshhh. Jangan berisik. Kai akan mendengar suara kalian. Kita masuk kekamarnya saat Yang da sudah ada disini.”ujar Yun yoo sambil mengisyaratkan keempat namja itu untuk diam.

“Arraseo..” ujar Baekhyun sambil berisik. Ia langsung duduk bersama ketiga temannya di ruang tamu. Yun yoo kemudian mengambil ponsel di sakunya.

“Yang da. Aku membutuhkanmu.”

Mwo? Jigeum?”

“Kau pikir kapan? Sekarang kesini. Jika kau tidak mau sendiri ajak saja batu itu <Seolhwa> bersamamu.”

arraseo…”

Yun yoo menutup sambungan telfonnya dan memandang ketiga namja itu bergantian. “Sekarang kalian naik. Pura-pura mengajak Kai bermain.”

Mereka berempat segera mengangguk. Eomma Kai dan Yang da sudah menghubungi dan memberitahu keempat namja itu sebelumnya tentang rencana itu.

Sembari menunggu Yang da datang bersama Seolhwa, Yun yoo tiba-tiba teringat sesuatu. ‘ah, kenapa aku begitu semangat melakukannya? Lagipula tak ada pihak yang diuntungkan dengan hal ini selain eomma Kai dan Yang da.’

**

“Kenapa kalian begitu lama eoh?” cerocos Yun yoo begitu melihat kedua yeoja itu di depan gerbang rumah Kai.

“Kami harus bersiap dulu.” Tukas Seolhwa.

“Bersiap apa? Apa kalian harus melakukan ritual dulu sebelum kerumah ini? palli, ayo masuk. Aku dari tadi ingin mencari Kai, tapi ternyata ada teman-teman namja itu.” Sungut Yun yoo sambil berbohong dan langsung menggeret Seolhwa beserta Yang da masuk.

Eomma Kai yang melihat Yun yoo tengah menggeret Yang da masuk langsung tersenyum geli sendiri dengan ekspresi bingung Yang da dan melanjutkan aktifitasnya memasak.

Brak!   Yun yoo membuka pintu kamar Kai dengan kasar. Semua teman-teman Kai langsung berpura-pura kaget dengan alami. Apalagi Chanyeol yang terlihat seperti tidak bernafas.

“Dengan ijin dari eommamu untuk masuk kerumah ini, aku ingin mencari buku milikku yang kau bawa!!” teriak Yun yoo begitu Kai melihat wajahnya.

“Mwo? Aku?” Kai menunjuk dirinya sendiri. “Aku kau bilang?”

“Kalau begitu ada yang bernama Kai selain dirimu disini?” Yun yoo memicingkan matanya. Kai menatap yeoja itu bingung. “Kenapa aku harus mengambil bukumu hah? Apa kau tak berpikir tentang orang lain?”

“Aku melihatmu mengambilnya dari loker Yun yoo.” Ujar Chanyeol dan membuat Kai membeku. “Hei, memangnya kapan aku pernah melakukannya?”

“Aku juga melihatnya.” Tambah Sehun yang membuat Kai membulatkan matanya. “Ya! kau juga ikut memojokkanku hun-ah?” Sehun hanya mengangkat bahunya.

“Aku harus mencarinya. Yang da, Seol hwa, bantu aku.” Ujar Yun yoo sambil menggeret Seolhwa dan Yang da yang ada dibelakangnya. Yun yoo memutari setiap sudut dan terus berpura-pura mencari benda itu. Yun yoo sesekali meilirik Kyung soo, Chanyeol,Sehun dan Baekhyun. Namun, sepertinya Baekhyun tak memperhatikan apapun karna sibuk melamun.

Yun yoo melihat kebelakang dan mendapati kedua temannya itu hanya diam tanpa melakukan apapun. “YA! kenapa diam saja eoh???” yang da dan Seol hwa hanya mengangkat kedua alisnya dengan wajah cengo. Yun yoo menghela nafasnya, Seol hwa pasti sedang sibuk menenangkan hatinya yang tiba-tiba bergemuruh melihat Baekhyun, tapi Yang da? Apa yang membuat yeoja itu tiba-tiba bodoh?

“Terserah kalian saja.” ujar Yun yoo pasrah melihat wajah kedua yeoja itu. “Geurae.. Sehun, Kyung soo, dan Chanyeol. Bisakah kalian yang membantuku??”

Baekhyun membulatkan matanya dan menatap Yun yoo dengan pandangan. ‘kenapa aku tidak diajak?’ sementara Yun yoo hanya memandangnya sinis. tentu saja, Baekhyun dan Seol hwa adalah bagian dari rencana Yun yoo. Sekali dayung dua pulau terlampaui.

“Geurae!”

“Yeah!”

“Mari kita lakukan!!” ujar Chanyeol, Sehun dan Kyung soo bersahutan. Mereka langsung menggeret Yun yoo keluar. “Hei, kenapa kalian mengajaknya keluar??!! Yak!!” teriak Kai. Keempat manusia itu langsung mengunci pintu dengan kunci yang Yun yoo dapatkan dari Taemin dan berlari kelantai bawah.

**

Yun yoo melebarkan matanya melihat kue besar dihadapan matanya. Tak jauh berbeda darinya, Chanyeol dan Sehun juga melakukan hal yang sama. Terkecuali Kyung soo yang tidak bisa melebarkan matanya lagi karna sudah lebar*apa-apaan ini?

“Ini untuk kami?” Tanya Yun yoo dan Chanyeol bersamaan.

“Geureom. Ini hadiah untuk kalian. Entah kali ini berhasil atau tidak, yang penting rencananya sudah berhasil.” Eomma Kai tersenyum dan meletakkan cake itu di meja ruang TV dimana keempat bocah itu (bersama Taemin) duduk.

“waaah.. jalmogeseumnida..” ujar keempat bocah itu sambil menunggu potongan kue untuk mereka dengan tidak sabar. Taemin hanya tersenyum geli melihat wajah berbinar-binar mereka berempat.

“ehm, tapi apa rencana ini akan berhasil?” Tanya Kyung soo saat mereka akan mulai makan.

Yun yoo mengendikkan bahunya. “Molla. Semoga saja berhasil. Sekalian aku menyatukan Baekhyun dan Seolhwa.”

“Kenapa kau tidak melakukannya juga padaku dan Ha young?” Tanya Chanyeol dengan raut sedih. “Aku masih belum bisa melepasnya.” Yun yoo, Kyung soo dan Sehun hanya memandang wajah namja itu dengan raut datar. “Yeoja playgirl seperti itu saja kau pertahankan. Ck,ck,ck.” Gerutu Yun yoo. “Kenapa kau tidak sekalian saja dengan Min seo dan menjadi pacar ketujuh belasnya?”

Sehun membulatkan mulutnya kagum dengan ucapan Yun yoo sementara Kyung soo menelan ludahnya susah payah. Dan Chanyeol masih saja terdiam dengan raut melankolisnya. Tiba-tiba ponsel Kyung soo berbunyi dan membuat keempat manusia dihadapannya (+Taemin tentunya) langsung menengok dan memandang Kyung soo.

Kyung soo langsung mengambil handphonenya tanpa menghiraukan keempat manusia yang menatapnya bingung. “Yeobeoseyo.”

“Aku sedang dirumah Kai, wae?”

“Ania.. hanya.. kau tahu, bermain.”

“Eoh, geurae. Besok kita bertemu lagi. annyeong.” Kyung soo menutup sambungan telfonnya dan kembali memandang keempat manusia di sampingnya. Sehun memicingkan matanya curiga. “Apa dia orang yang menelfonmu saat Baekhyun berada di UKS?”

Kyung soo terdiam sesaat dan mengangguk. “Siapa dia memangnya?” Tanya Chanyeol tiba-tiba. “Dan, Kenapa kalian berbicara seperti.. err.. seperti..”

“Kekasih?” Tanya Yun yoo yang langsung membuat Chanyeol menjentikan jarinya dan kembali menatap Kyung soo.

“Sudah kubilangkan, Dia hanya teman.” Tegas Kyung soo.

**

Seol hwa dan Yang da duduk di sudut kanan kamar Kai sementara Kai dan Baekhyun duduk di sisi berbeda dari kedua yeoja itu. Mereka berpura-pura menyibukkan diri mereka dengan melakukan hal-hal aneh. Seperti Baekhyun yang terus menerus berdehem tak jelas. Kai yang tiba-tiba berdiri dan mencari komiknya, namun bingung memilih. Yang da terus memandang jendela tanpa berani melihat kemanapun, kepalanya mendadak terasa seperti dipaku dan tidak bisa digerakkan. Sementara Seol hwa, berusaha mati-matian menelfon Yun yoo yang notabenenya berada di lantai bawah dengan ketiga teman Kai.

“Kumohon angkat..” gumamnya sambil menatap layar ponselnya. “Aissh!” umpatnya begitu menyadari Yun yoo tak mengangkat panggilannya lagi. baekhyun memalingkan wajahnya dan memandang Seol hwa. Yeoja itu langsung terhenyak dan terdiam begitu tahu Baekhyun tengah memandangnya.

Baekhyun awalnya juga ingin berhenti menatap Seol hwa dengan tatapan aneh itu. Tapi, sama dengan alasan Yang da kepalanya seolah dipaku dan tidak bisa digerakkan. Kai yang menyadari itu langsung berbisik pada Baekhyun. “Ya~ neo waeirae? Kenapa menatapnya seperti itu? Dia bukan hantu.”

Baekhyun langsung memukul lengan Kai dan mengalihkan pandangannya kelangit-langit kamar Kai yang bewarna putih. ‘Ah, aku sudah gila’ batinya.

Sementara itu Yang da yang tak memalingkan wajahnya sedikitpun ikut membantin ‘nan waeirae? Kepalaku.. pegal sekali’ tapi ia gagal membuat kepalanya bergerak karna saat ia berbalik pasti langsung memandang Kai yang berada di hadapannya.

Yang da dan Seol hwa duduk di sofa kamar Kai sementara kedua namja itu duduk di meja berlajar Kai dan terpisah oleh kasur besar di tengah-tengah ruangan.

“Aku rasa aku akan gila.” Ujar Seol hwa pelan dan Yang da langsung memandangnya. Sejenak kemudian ia tersenyum menyadari ternyata kepalanya tidak sulit digerakkan lagi.

“AARRGH!!” teriak Yang da tiba-tiba karna lampu kamar Kai ternyata dimatikan dari luar.

“Apa-apaan ini?!?!” Kai juga ikut berteriak.

“Seol hwa-ah!! Kau dimana? Ya! kenapa kau tiba-tiba hilang?!” ujar Yang da sambil berjalan kesegala arah. Tiba-tiba Seolhwa tidak ada disampingnya.

“Baekhyun-ah kau dimana? Ah, aku takut!! Baekhyun-ah! Jangan main-main ne? kita teman kan? Oh, ini kau rupanya. Aaah selamatkan aku!!” teriak Kai sambil memeluk seseorang didekatnya yang ia yakini Baekhyun.

Cklek (mian kalo suaranya mengganggu suasana)

Tiba-tiba lampu dinyalakan. Diluar sana Kai dapat mendengar suara kikikan Sehun dan suara dengusan Chanyeol. Aissh, jadi mereka yang merencanakannya? Kai langsung melonggarkan pelukannya dan langsung mejerit “Kyaa!!”

Seseorang yang dipeluknya, yaitu Yang da, hanya terdiam dengan wajah cengo plus syok. Kai langsung memutari ruangan dan mengusap-usap tubuhnya sendiri. “Aaaaa nan waeirae.. aaaa..”

Baekhyun dan Seol hwa rupanya langsung tiarap saat lampu dimatikan. Entah kenapa mereka bisa melakukan hal itu bersama-sama, tapi saat Seol hwa berdiri, ia mendapati Baekhyun yang juga berdiri dari lantai.

Chanhunsooyun yang berada diluar langsung tertawa bersama mendengar teriakan Kai yang seperti yeoja. Bahkan Chanyeol yang tak kuat menahan tawa hampir menyemburkan kue yang masih berada dimulutnya.

**

“Yeobeoseyo. Yak! Yun yoo-ah!! Kau ingin mati!!”

Mwo? Kenapa kau ini? jam 2 pagi menelfon? Michyeosseo?!”

“Hei, Setelah meninggalkan aku yang masih terkunci dirumah Kai tadi, mengerjai kami, kau masih bilang aku gila hah?”

“Lalu kenapa? Ini semua rencana eommamu kau tahu!”

“Wae? Kenapa dia merencanakan rencana sekejam itu padaku?”

“Karna kau tidak pernah akur dengan anak sahabatnya!!!”

“Mwo?”

“ya. dia otak dibalik semua ini? kau tahu kenapa? Karna ia hanya ingin kau dan Kai punya hubungan yang baik dan tidak saling mencakar seperti anak SD! Sudah jangan ganggu orang tidur. Kkeut.”

**

Yang da melangkah menuju kelasnya dengan lunglai. Ia bingung dengan apa yang orang-orang terdekatnya lakukan kemarin. Kenapa mereka begitu peduli jika dia dengan Kai tidak akur? Apa itu menyebabkan bencana besar? Hh.. mereka berlebihan sekali, Pikir yang da.

“Oi!” Yang da memandang seseorang yang memanggilnya tadi sinis. yeoja yang ia tatap malah tersenyum polos dan langsung menghampirinya. “Hei, kau tidak apa-apakan?”

“Sebenarnya apa yang membuatmu melakukan ini huh?” tukas Yang da ketus.

“Hmm.. awalnya sih, ini benar-benar murni dari hatiku. Tapi setelah memakan kue buatan eomma Kai.. aku jadi berubah pikiran.” Yeoja itu terkekeh.

“Mwo? Jadi Kau melakukan ini demi sepotong kue?!” Yang da mendengus tak percaya.

“Aissh. Lagipula aku tidak benar-benar menguncimu disana semalaman kan? Kau masih bisa pulang dan memakiku jam 2 pagi.” Yun yoo berdecak lalu berjalan meninggalkan Yang da dan mendahuluinya masuk kedalam kelas.

“Hei, kau marah? Choi yun yoo, kau marah?” Tanya Yang da beruntun dan mengikuti Yun yoo masuk kedalam kelas. Yun yoo langsung duduk dibangkunya tanpa berbicara sepatah katapun. Yang da menepuk dahinya sendiri dan langsung duduk disamping yeoja itu. “Mian. Aku tidak bermaksud memarahimu.”

“Dwaesseo..” Lirih Yun yoo sambil memasang wajah kesalnya.

“Jadi kau sudah tidak marah lagi??”

“Ania” Ujar Yun yoo lagi. “AKU BENAR-BENAR MARAH!!”

Yang da memanyunkan bibirnya dan terdiam sementara Yun yoo memalingkan wajahnya ke arah yang berlainan. ia langsung berdiri begitu melihat Seol hwa masuk. “Hei, kau.. eh?”

Yang da menatap wajah Seol hwa bingung. Kenapa dengan yeoja itu? Kenapa wajahnya terlihat begitu suram? Dan garis hitam dibawah matanya itu.. apa dia tidak tidur semalaman? Yang da semakin bingung melihat Seol hwa dengan ekspresi datarnya langsung duduk menghadap Yun yoo. “Aku butuh bantuanmu.”

**

“huahahahaha!!” tawa Yun yoo meledak sekencang-kencangnya begitu mendengar curhatan Seol hwa. Yun yoo langsung menggeret Seol hwa menuju kantin pagi itu dan meninggalkan Yang da sendirian di kelas. Seol hwa hanya menghela nafasnya dan mengangguk. “Geurae.. aku memang aneh. Hal kecil seperti itu saja bisa membuatku gila. Hh.. aneh.”

“hei, aku tertawa bukan karna itu.” Ujar Yun yoo masih sambil terkikik. “Bagaimana kau bisa sebodoh itu? Temanku yang sangat cantik Hwang seol hwa, bagaimana bisa kau tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi padamu?”

“Apa maksudmu?” Seol hwa mengerutkan alisnya bingung.

“Biar aku jelaskan.” Tiba-tiba Min seo datang dan ikut dengan pembicaraan mereka. “Kau tidak tidur semalaman karna memikirkan perkataan Baekhyun yang ‘Bagaimana jika aku tidak bisa pergi dari kehidupanmu itu kan?’ dan aku rasa Baekhyun juga tidak tidur kemarin karna aku sempat bertemu dengannya tadi dan wajahnya sungguh mengenaskan. Dan agar lebih singkat, aku hanya menjelaskan satu kali dan kau harus mengingatnya oke?”

Seol hwa mengangguk. “Baiklah.”

“Kau dan Baekhyun saling menyukai. Titik.”

“Apa? Aku dan Baekhyun??” Seol hwa membulatkan kedua bola matanya dan terdiam sambil memikirkan perkataan Min seo. Sekarang bukan perkataan Baekhyun yang ia pikirkan, Minseolah yang membuatnya penasaran sekarang.

**

“Sehun-ah!!!”

Baekhyun berteriak dan langsung menarik kerah Sehun dari belakang begitu melihat Sehun melintas dihadapannya. Ia langsung menggeret Sehun ke kelas (untung bukan gudang lagi) dan mendudukkannya di kursi milik Chanyeol lalu Baekhyun duduk disampingnya. “Karna aku sudah terlanjur mengatakannya padamu, jadi aku akan bercerita denganmu untuk seterusnya.”

Sehun mendengus dan mengangkat alisnya bingung. “Ada apa ini? kenapa begitu tiba-tiba?”

“Tiba-tiba apanya? Kan aku sudah membicarakannya kemarin denganmu.”

“Oh, ya. mian aku sedikit kurang konsentrasi.”

“Sehun-ah aku tahu apa yang aku rasakan ternyata.” Baekhyun tersenyum sumringah.

“Memangnya apa?” Tanya Sehun setengah hati menanggapi namja itu.

“Aku rasa aku mulai menyukai Seolhwa..”

“Baguslah jika kau sudah sadar.” Ujar Chanyeol tiba-tiba. Sehun mengangkat alisnya sementara Baekhyun terlonjak kaget. “Oh, Chanyeol. Bagaimana kau bisa tahu??”

“Tentu saja aku tahu. Eh, omong-omong soal menyukai.. mungkin sebentar lagi kita bisa double date Baekhyun-ah.” Chanyeol tersenyum sambil tersipu.

“Maksudmu?” Tanya Sehun sambil mengangkat alisnya.

“Aku rasa aku mulai menyukai yeoja lain sekarang. Dan yeoja itu tidak seperti Ha young. Yeoja itu lebih menyenangkan dan tidak menuntut banyak hal. Aku langsung menyukainya saat kami berbicara. Hhh.. dia seperti malaikat. Senyumnya sangat cantik.”

“Hei, daripada kau terus memuji yeoja itu, kenapa kau tidak menyebutkan namanya saja dan membuat semuannya beres?” Tanya Sehun yang mulai mual dengan kalimat Chanyeol yang semakin dibuat-buat.

“Geurae.. kalian pasti mengenalnya. Yeoja itu Choi Yun yoo.”

**

“Yun hee-ah!! Yun yoo marah padaku!!” teriak Yang da sambil terisak di hadapan Yun hee yang baru datang. Yun hee hanya terdiam cengo melihat temannya itu. “Hei, jangan menangis di seragamku! Kau lihat, bajuku basah!” gerutu Yun hee.

“Habisnya.. habisnya Yun yoo marah padaku, Kau tidak berangkat bersamaku pagi ini. dan semuanya mengacuhkanku!!” isak Yang da lagi.

“Hei, aku tidak berangkat bersamamu pagi ini karna kau sudah berangkat duluan, Yun yoo marah padamu pasti karna kau mengganggunya dan semua orang mengacuhkanmu.. itu pikirkan saja sendiri.” Ujar Yun hee sok tahu dan langsung meninggalkan Yang da.

“Kau mau kemana?!”

“Mencari teman-teman. Kau mau ikut?”

Yang da mengusap air matanya dan mengangguk. Ia langsung merangkul lengan Yun hee dan berjalan pelan di koridor. “Yun hee-ah. Kenapa kau harus memakai heels disekolah sih? Lihat, berulangkali heelsmu menusuk kakiku..”

Yun hee langsung melepas pelukan Yang da, “Kemarin Yun yoo, sekarang Kau. Besok siapa lagi yang akan menyela fashion hah?” bentaknya. Yang da terisak lagi. yun hee memutar bola matanya malas dan menenangkan Yang da. “Mian. Aku tidak bermaksud begitu. Lebih baik kita cari teman-teman sekarang.”

Yang da mengangguk lemah dan mereka berjalan lagi. saat menuruni tangga Kai lewat dan sempat bertemu pandang dengan Yang da. Yang da menelan salivanya dan bersembunyi dibalik punggung Yun hee. Yun hee yang pada dasarnya sudah mengetahui segalanya karna dia manusia yang tidak bisa penasaran hanya memutar bola matanya malas. “Tidak usah bersembunyi.”

“Eoh, aku tidak bersembunyi.” Ujar Yang da kaku dan langsung menegakan tubuhnya.

“Kakimu bergetar. Kau takut dengan Kai?” bisik Yun hee pelan. Yang da langsung menatap kedua kakinya, benar, kakinya sedang bergetar. Ia bahkan belum sempat menyadari itu. Yang tersisa di kepalanya hanyalah tangan besar Kai yang memeluk tubuhnya kemarin malam. Hangat.. eh, kenapa tiba-tiba pikirannya tidak jelas begini sih? Apa yang Kau pikirkan Lee yang da?!

Lamunan Yang da terhenti saat Yun hee menyikut rusuknya sedikit kencang. Ia tersentak begitu menyadari Kai tengah berada dihadapannya. Namja itu terlihat begitu canggung, mungkin karna apa yang terjadi tadi malam.

“Mian.” Kai menggaruk kepalanya canggung.

“Tidak apa. Aku juga minta maaf.”

“Eommaku.. dia yang merencanakan semua ini. mian.”

Yang da sedikit merasa aneh saat mendengar kata maaf terlontar dari namja seperti Kai. Yang da memasang wajah tak enak. “Eommaku, eonniku, dan juga Yun yoo ikut terlibat. Mianhae.”

Kai menggaruk tengkuknya lagi dan langsung melesat pergi. Yang da membuang pandangannya asal. Rasa canggung yang Ia rasakan tidak kunjung hilang. Apa ini artinya hubungannya dengan Kai tak akan seburuk dulu? Apa akan lebih buruk lagi?

To Be ConTinUe

Iklan

3 pemikiran pada “I Like You (Chapter 5)

  1. yunyoo idenya cemerlang banget ya.. 😀
    semoga aja deh yang da ama kai jadi akur setelah rencana gila konyol yunyoo. baekhyun curhat XD lucu banget bayanginnya. thor penasaran ama cerita cintanya yunyoo gimana ya? soalnya dia kan semacam cenayang cinta (?) masa dia sendiri nggak punya kisah menarik :v
    waaa… suka banget ama cerita ini. ditunggu kelanjutannya!! jangan lama-lama ya thor. fighting!!! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s