You Should Be Mine [Chapter 2]

Untitled

YOU SHOULD BE MINE

Tittle                           : You Should Be Mine

Author                                    : DarkEyes

Main Cast                   : Oh Sehun (EXO)

                                      Kim Hana (OC)

Additional Cast          : find it by yourself

Genre                          : romance

Rating                         : General

Length                                    : Chaptered

Disclaimer                   : I don’t own anything beside the story and OC. This pure my imagination. If there are similarity, it’s not intentional and I apologize. Casts belongs to God and their parents. Please don’t be a plagiator and SIDERS. HAPPY READING!

Pernah dipublish di https://choupang.wordpress.com

WARNING!!! TYPO EVERYWHERE!!

 

[PROLOG] [CHAPTER 1]

 

Author POV

Perkataan Sehun terus terniang di kepala Hana. Dasar laki-laki gila. Mengajaknya menikah? Yang benar saja. Memangnya menikah itu hal yang mudah apa. Kini Hana sedang tiduran di kasurnya. Merenungkan apa yang menjadi kesepakatan appanya dengan keluarga tuan Oh tadi. Terutama perkataan Oh Sehun dengan dirinya.

Flashback

“Apa kau sudah gila? Menikah? Ayolah Sehun-ssi. Bahkan kita tidak saling mengenal” balas Hana dengan ketus. Hah. Apakah mengajaknya menikah itu hal yang mudah apa.

Sehun menyunggingkan senyum tipisnya yang lebih terlihat seperti seringai di mata Hana. “Ayolah nona Kim Hana. Apa kau pikir aku akan menikahimu dengan suka rela dan mengorbankan hidup damaiku hanya karena kesepakatan orang tua kita? Yang benar saja. Itu tidak akan terjadi”

“Lalu apa maksud perkataanmu yang mengajakku menikah tadi?”

“Aku hanya mengecek responmu saja tentang perjodohan kita. Ternyata kau juga menolaknya seperti ku”

Apa? Dia baru saja membodohiku? Hah! Dasar laki-laki menjengkelkan. Sangat menjengkelkan. “Lalu apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui responku?” ucap Hana sambil melipat kedua tangannya di dada. Muka Sehun kembali datar dan serius. Apakah orang ini punya keahlian merubah mimik wajah hanya dalam hitungan seperkian detik?

“Ayo kita buat kesepakatan”

–*_*–

Hana POV

Aku dan Sehun kembali keruangan tempat keluarga mereka makan bersama-sama. Appa nampak kaget melihat kedatangan kami yang bersama. “Oh. Apa kalian sudah mulai dekat sekarang?” ucap Appa sembari menyunggingkan senyumnya.

Aku hendak menjawab perkataan appa sampai suara berat di sampingku mendahului untuk menjawab “Kami tidak sengaja bertemu di dekat kamar mandi tadi”

“Lihatlah. Bahkan hal-hal kecil seperti ini bisa menunjukkan kalau mereka memang berjodoh. Bukankah bagitu Tuan Oh?”

“Tentu saja Tuan Kim. Mereka memang seperti ditakdirkan untuk bersama”

Aku memutar bola mataku malas. Ayolah. Kenapa appa menjadi benar-benar norak seperti ini. Sehun kembali duduk di tempatnya di ikuti aku yang mengekor di belakangnya.

“Jadi bagaimana masalah perjodohan mereka sekarang” Tuan Oh tiba-tiba merubah topik pembicaraan.

“Kalau menurut saya lebih cepat lebih baik hahaha” ucap Appa. Mata ku langsung melotot. Lemas mendengar ucapan appa yang ternyata tidak berubah bahkan setelah pembicaraan tadi. Ku tundukkan kepalaku pelan dan meruntuki Appa yang benar-benar sudah diluar batas kesadarannya. Tiba-tiba aku teringat Sehun. Ku angkat kembali kepalaku dan menatapnya penuh harap. Berharap dia bisa membuat orang tuanya berbeda pendapat dengan Appa.  Dan dengan muka datarnya di balas menatapku.

Aku mendecak pelan. Ayolah. Apa dia tidak berusaha untuk mempengaruhi orang tuanya agar perjodohaan ini tidak jadi terlaksana. Aku menunjuk-nunjuk kedua orang tuanya menggunakan dagu. Dan dengan golbloknya Sehun hanya membalas dengan mengangkat bahunya. Tuhan. Kenapa ada orang yang sebodoh ini di dunia, runtuk ku dalam hati.

“Saya juga setuju akan hal itu Tuan Kim. Bagaimana menurutmu yeobo?” timbal Tuan Oh yang kemudian menanyakan pendapat kepada Nonya Oh. Nyonya Oh yang sedari tadi lebih banyak diam mulai bergabung memberikan pendapatnya.

Hancur sudah hidupmu Kim Hana. Kalau Nyonya Oh mengatakan bahwa dia juga setuju dengan suaminya maka kau akan dipastikan menikah secepat Appamu bisa menikahkan mu. “sudah tidak ada harapan lagi” ucapku lirih sambil menundukan kepala.

“Bukankah sebaiknnya mereka untuk saling mengenal terlebih dahulu?”

Aku sontak mengangkat wajahku. Apa aku barusan tidak salah dengar?

Sehun POV

Melihatnya menatapku penuh harap, aku hanya bisa tertawa di dalam hati. Apa dia benar-benar sebegitu putus asanya dengan perjodohan ini? Apa karena dia sudah punya pacar dan tidak ingin putus dengan nya sehingga dia benar-benar bersih keras menolak perjodohan ini? Hah. Kenapa aku jadi memikirkan hal-hal bodoh. Tiba-tiba terlintas ide jahil dibenakku. Mungkin bermain-main dengan nya akan sedkit mengurangi rasa bosan di sini.

Ku balas tatapannya dengan muka datar ku. Dan berhasil. Dia tampak lebih putus asa dari sebelumnya. Kekekeke. Ini semakin menarik. Lalu dia berusaha memberitahuku dengan menggunakan dagunya. Ayolah. Aku tidak sebodoh itu untuk menebak apa maksud mu sedari awal Kim Hana. Dengan IQ ku yang hampir menyetarai Enstain, aku bahkan bisa menebak maksudmu dalam hitungan detik.  Aku hanya berpura-pura bodoh saja. Hahaha.

Aku membalasnya dengan mengangkat bahuku. Dan bertambah frustasi lah dia. Hahahaha. Aku sudah tidak tahan lagi untuk tidak tertawa terbahak-bakah saat itu sampai melihatnya menundukkan kepalanya sambil bergumam pelan, aku mulai merasa kasihan padanya. Memang apa salahnya menikah dengan seorang Oh Sehun. Aku tampan, berpendidikan, generasi kedua caebol, dan jenius. Kalaupun dia punya pacar mana mungkin laki-laki itu bisa lebih dari seorang Oh Sehun? Yang benar saja.

“Eomma” ucapku pelan di samping eomma.

“Ya sayang?” balas eomma dengan menolehkan wajah sendunya.

“Bisakah eomma membuat kami tidak menikah secepat abeoji bisa mikahkan kami? Aku bahkan tidak mengenal dia sama sekali. Bukankah kami harus saling mengenal dahulu, lalu jatuh cinta dan akhirnya bisa menikah dengan bahagia?” ucapku mempengaruhi eomma.

Beliau hanya balas tersenyum dan menepuk pelan tanganku yang berpangku diatas paha. Lalu eomma menganggukkan kepalanya pelan. Hingga suara abeoji membuat eomma menoleh kembali.

“Saya juga setuju akan hal itu Tuan Kim. Bagaimana menurutmu yeobo?”

“Bukankah sebaiknnya mereka untuk saling mengenal terlebih dahulu?”

Mission success. Tuan Kim dan abeoji sontak tercengang dengan jawaban eomma. Melihat tidak ada respon dari kedua laki-laki di samping dan depannya, eomma melanjutkan berbicara.

“Mereka bahkan sebelumnya belum pernah bertemu sama sekali. Mungkin untuk waktu dekat ini mereka cukup untuk bertunangan dahulu”

Aku bisa meihat perubahan ekspresi di wajah Kim Hana. Seutas senyuman mulai terukir dibibir mungilnya. Sebegituh senangnya mendengar hal ini? Gadis yang lucu.

Author POV

Perkataan Nyonya Oh bagaikan suara dari surga bagi Hana. Tanpa iya sadari seutas senyum mulai terukir di bibir mungilnya. Setidaknya masih ada seseorang yang berada di pihaknya walaupun tidak sepenuhnya memihakakan dirinya.

“Bertunangan hanya akan membuang-buang waktu saja jika diakhirnya mereka juga akan menikah. Kenapa harus melalui rentetan acara yang membuang-buang waktu jika akhirnya bertujuan pada hal yang sama” timpal Tuan Oh yang mendapat anggukan mantab dari Tuan Kim.

“Ani yeobo. Aku paham maksudmu. Tapi menurutku, untuk anak-anak muda jaman sekarang sangatlah berbeda dengan jaman-jaman kita dahulu. Mereka bisa merencanakan hal-hal gila yang bahkan tidak bisa kita bayangkan agar pernikahan itu tidak terlaksana. Aku tidak ingin hal-hal seperti itu justru akan membahayakan Hana dan juga Sehun” Tuan Oh mendengarkan ucapan istrinya dengan mengerutkan dahinya, menunjukkan bahwa dia sedang berpikir keras tentang ucapan istrinya.

“Jadi menurutku mereka lebih baik untuk bertunangan lebih dahulu dan mungkin mengirim mereka untuk tinggal bersama adalah solusi terbaik untuk saat ini” lanjut Nyonya Oh.

Blam! Bagaikan kan ditembak bazooka, Hana langsung lemas. Kenyataan langsung menghantamnya kembali ke bumi. Kenyataan bahwa memang tidak ada yang memihak dirinya. Andaikan eommanya ada di sini. Ia yakin bahwa eommanya akan berdiri di bariasan paling depan untuk membelanya.

Tak hanya Hana, Sehun pun juga terkejut mendengar ucapan eommanya. Ini tidak sesusai dengan rencana awalnya. “Eomma, aku tidak pernah meminta untuk tinggal bersama dengannya” bisik Sehun ke Nyonya Oh.

“Diamlah. Kau bilang ingin aku untuk menyelamatkanmu? Ini adalah satu-satunya cara agar aku bisa mengeluarkanmu dari rencananya agar menikahkanmu secepat yang dia bisa” balas Nyonya Oh tanpa menoleh.

“Aku rasa itu bukan ide yang buruk. Bagaimana menurut anda Tuan Kim” timpal Tuan Oh

“Mengingingat pemikiran anak-anak muda jaman sekarang memang susah untuk ditebak. Menurut saya itu bukan ide yang buruk” jawab Tuan Kim. Kim Hana. Kau sudah berhasil keluar dari kandang singa lalu masuk ke kandang buaya, batinnya.

“Baiklah kalau begitu. Mari bicarakan acara pertunangan mereka lebih dalam” ucap Tuan Oh. Hah. Malam ini akan menjadi malam terpanjang dan terlama untuk Hana dan Sehun.

Flashback End

Ini sungguh gila. Benar-benar gila. Tidak pernah sekalipun Hana terpikir akan dijodohkan seperti ini. Hana tau kalau appanya memang overprotective terhadapnya. Tapi, sampai memilihkannya seorang suami yang notebane akan menjadi orang yang menemaninya sampai akhir hayat bukankan itu sudah terlalu berlebihan? Tidak bisakah dia memilih sendiri dengan siapa ia akan menghabiskan sisa hidupnya? Hah. Kepalanya sekarang sangat pusing. Pusing memikirkan hal-hal gila appanya. Sebaiknya ia tidur dan melupakan dunianya yang kacau ini.

–*_*–

Musim dingin sebentar lagi akan datang. Mengingat cuaca yang setiap hari semakin bertambah dingin saja. Hana mendudukan bokongnya di kursi taman belakang kampus yang sudah mulai sepi dari hilir mudik mahasiswa yang akan pulang. Hari ini dia mendapatkan kelas sampai sore, jadilah sampai matahari yang mau menenggelamkan dirinya di ufuk barat Hana masih berada di universitas. Matanya terpejam, sambil menghirup dalam-dalam angin sejuk yang sedari tadi berlarian kesana kemari, pikirannya melayang pada perjodohannya seminggu yang lalu. Dia hanya bisa tersenyum kecut dengan ending yang sangat tak terduga. Tinggal bersama katanya? Konyol!

Pikirannya terus melayang-layang hingga sebuah tangan mulai menggrayai pundaknya seperti dalam film-fim horror.

Hana membuka matanya, menyadari sosok itu telah berada di belakangnya sekarang. Dia tersenyum. Hanya tersenyum, kemudian menarik tangan itu tiba-tbia lalu menggigitnya. “YAAA!!! KIM HANA!! APA KAU SEKARANG JADI KANIBAL HAH!!” cerocos Kang Na Young memekakan telinga Hana.

Hana hanya terkekeh pelan. “Na Young-ah. Siapa suruh kalu melakukan hal-hal yang kau tonton di film kepadaku? Lakukan lah dengan Chanyeol saja. Dia akan suka jika kau menggrayai tubuhnya seperti kau menggrayaiku barusan”

“YA! Kenapa kau bertambah mesum setiap menjelang musim dingin hah? Dasar otak kotor!” timpal Na Young lalu tertawa bebarengan dengan Hana.

Na Young. Kang Na Young adalah sahabatnya sejak SMA. Sifat Hana dengan Na Young bisa dibilang hampir mirip. Mereka suka ceplas-ceplos dalam berbicara, berisik, dan kadang kala juga bisa dibilang cerewet. Namun satu perbedaan mendasar dari mereka, Na Young sangat menggemari hal-hal yang berbau mistis dan horror sedangkan Hana tidak sama sekali.

Pernah suatu kejadian di waktu mereka masih duduk di bangku SMA, Na Young mengajak Hana untuk menemaninya menyelidiki sebuah rumah kosong yang katanya berhantu di daerah Gangnam. Sungguh kegiatan yang menyianyiakan waktu saja. Tapi karena Na Young mengintilinya hampir seminggu penuh agar Hana mau menemaninya, maka dengan berat hati dia pun ikut rencana tidak masuk akal Na Young.

Walaupun diakhirnya Hana harus masuk rumah sakit karena patah kaki gara-gara hal itu. Eits. Hana patah kaki bukan karena mau dibunuh atau dibanting kesana kemari oleh hantu-hantu penunggu rumah kosong itu, tapi gara-gara sebuah gorden putih kusam yang bergerak tertiup angin hingga dikira Hana adalah sosok hantu sehingga dia secepat kilat berlari tanpa melihat jalan yang di laluinya hingga terpreset dari lantai dua ke lantai satu. Sejak kejadian itu Na Young sangat menyesal kepada Hana dan berjanji tidak akan melakukan hal konyol seperti itu lagi baik dengan Hana maupun dirinya sendiri.

“Ngomong-ngomong soal Chanyeol, bagaimana hibungan kalian?” Tanya Hana

Na Young mendaratkan bokongnya di sebelah Hana, menarik nafas dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar “Kami jarang bertemu akhir-akhir ini. Chanyeol oppa sekarang sedang sibuk dengan skripsinya”

“Baguslah. Berarti kau memiliki banyak waktu untuk ku kekeke”  timpal Hana yang langsung mendapat tatap pisau dari Na Young.

“Ya! Kim Hana! Kenapa kau jahat sekali dengan sahabatmu hah? Kau tidak tau aku sangat tersiksa tidak bisa bertemu dengan Chanyeol oppa bahkan untuk di hari minggu? Rasanya aku seperti akan mati” runtuk Na Young sambil menyenderkan kepalanya di bahu Hana.

“Demi Tuhan kau sangat berlebihan. Memangnya hal seperti itu bisa membunuhmu? Tidak mungkin nona Kang” balas Hana sambil terkekeh

“Hey! Itu karena kau tidak punya pacar dan mengalami apa yang aku alami saat ini. Kau pikir itu hal yang mudah apa” ucap Na Young sambil menegakkan kepalanya dari bahu Hana.

“Baiklah-baiklah. Aku kalah. Kau puas?” balas Hana sambil tertawa. Na Young hanya mengerucutkan bibirnya mendengar jawab Hana yang terlihat tidak tulus dan terpaksa.

“Oh ya, ngomong-ngomong ada hal apa yang akan kau bicarakan padaku? Katanya hal yang penting tapi juga tidak penting. Hal apa itu” Hana langsung berhenti tertawa mendengar pertanyaan yang dilontarkan Na Young. Hana kemudian merogoh-rogoh sesuatu di dalam tasnya, kemudian memberikannya kepada Na Young. Sebuah undangan berwarna coklat dengan pita emas yang mengikat di atasnya, tampak sederhana namun elegan.

Na Young menatap Hana sekilas, lalu membuka undangan tersebut. Pertunangan Kim Hana dan Oh Sehun. Na Young terdiam setelah membaca sekilas undangan itu. Iya terlalu shok. Selama ini yang ia tau, sahabatnya Kim Hana tidak pernah berpacaran dan hanya mencintai dua laki-laki di dunia ini. Ayahnya dan Kyuhyun. “Apa kau sedang bercanda dengan ku sekarang?” hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulut Na Young saat ini.

Hana hanya tersenyum kecut, “Aku sedang tidak bercanda Na Young-ah. Aku…. Dijodohkan oleh Appaku minggu lalu, dan pagi tadi Appaku memberikan itu kepadaku lalu menyuruhku membagikannya kepada teman-teman ku yang ingin ku undang. Aku juga kaget melihat tanggal pada undangan itu yang menunjukkan akhir minggu ini. Bukan kah itu terlalu cepat?” ucap Hana dengan mata yang mulai sembab.

“Lalu bagaimana dengan Kyuhyun oppa? Apa dia tau kau akan bertunangan minggu ini? Apa kau juga akan mengundangnya?” mulut Na Young yang ceplas-ceplos tidak sengaja mengucapkan nama laki-laki yang dicintai sepihak oleh sahabatnya.

Mendengar nama Kyuhyun membuat air mata Hana semakin keluar dan tak terkontrol  untuk dihentikan. Dia hanya tersenyum pahit sambil mengusap air matanya dengan kasar. Menyadiari perkataannya, Na Young lalu memeluk Hana dengan hangat.

“Hey. Kenapa kau jadi cengeng seperti ini. Kau hanya akan bertunangan saja, tidak menikah. Kau bisa memutuskan pertunangan kapan saja kau mau kan? Sudah jangan menangis” ucap Na Young sambil menepuk-nemupuk punggung Hana pelan. Hana melepaskan pelukan sahabatnya itu, lalu menghapus sisa-sisa air matanya dengan kasar.

“Kau benar Na Young-ah. Aku hanya akan bertunangan. Bukan menikah. Dan aku bisa memutuskan pertunangan itu suatu saat nanti” Na Young tersenyum hangat mendapati sahabatnya sudah mulai kembali seperti biasanya.

“Dan lebih bagusnya lagi, kau masih bisa menemui atau bahkan berkencan dengan kyuhyun oppa nantinya” ucap Na Young antusias. Hana manggut-manggut menyetujui perkataan sahabatnya. Kini Hana sudah tenang seperti biasanya. Na Young yang memang usil mulai membuat candaan kepada Hana.

“Jadi apakah calon tunanganmu itu tampan? Apa lebih tampan dari kyuhuyun oppa? Ani. Kalau aku membandingkannya dengan cho kyuhyun itu aku sudah tau kau akan menjawab apa. Apa lebih tampan dari chanyeol oppa?”

Hana hanya terkekeh mendengar pertanyaan sahabatnya itu. “Ehmm….. lebih tampan chanyeol oppa mu itu” jawab Hana.

“Hah. Aku sungguh kasian kepadamu teman. Bagaimana mungkin kau mendapatkan tunangan yang lebih jelek daripada pacar sahabatmu hah? Setidaknya cari lah yang setara dengan chanyeol oppa. Ckckck aku sungguh mengasihanimu” timpal Na Young sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Iya, aku sungguh yeoja yang kasihan harus mendapatkan tunangan seperti dia” mereka berpelukan sambil tertawa renyah bersama. Mereka tidak menyadari bahwa ada sepasang telinga yang sedari tadi mendengarkan berbincangan mereka sejak awal. Sang empunya telinga tersebut hanya tersenyum sinis sambil menutup buku yang belum selesai ia baca.

To Be Continue

 

Haihaihai ketemu lagi sama author abal ini ^^ terima kasih banget buat kalian yang udah kasih saran dan kritiknya di chapter sebelumnya, ga nyangka banyak yang tertarik sama FF abalku ini huhuhu *mojok* xD buat next chapternya mungkin agak lama ya soalnya masih otw nulis, author juga lagi sibuk. Waktu buat nulisnya cuma pas istirahat sekolah sama pas mau tidur aja, itupun kalo ga ketiduran sih wks aku harap kalian bersabar buat nunggu kelanjutan FF ku sampai end papoiii ^^

19 pemikiran pada “You Should Be Mine [Chapter 2]

  1. Kayaknya sehun dah mulai tertarik sm hana.
    Hana knp dah masa sehun ga di bilang ganteng u_u nanti nayeong pasti kaget liat sehun ganteng u_u
    Wah yg nguping siapa sehun ya?
    Hana moveon lah dari kyuhyun sian

    Ditunggu chapt selanjutnya
    KEEP WRITING ❤️❤️❤️

  2. Ihhh itu siapaa yang ngupingg ?? Akkhhhhh selalu bikin kepo kalo tbc, thorr kepo nhh ama kehidupan hana sama sehun selanjutnyaaa gmna yaa ?? Next thorr yang cepet yaaa.-. ㅋㅋㅋ fighting !!^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s