First love (Chapter 2)

POSTER CHAP2

Title: Firs love (Chapter 2)

Author: ByuneeAi (@syarifahaini054)

Main Cast: Kim Yura (OC) dan Byun Baekhyun (EXO)

Other Cast:    Jung Hana

Kim Minhwa

Park Chanyeol

(Masih ada yang lain di part selanjutnya ^_^)

Genre: Romance, Fluff(gagal), friendship, school life, dll.

Rate: PG-15

Legth : Chaptered

Summary: Kim Yura adalah gadis biasa yang tak mengenal dan tidak tau menau apa yang dinamakan cinta. Dan tak mengetahui bahwa rasa awal mengagumi seseorang, bisa menyukai bahkan mencintainya. Sampai dia bertemu seorang pria di sekolah barunya, Senior High School. Bagaimana perjalanan first love Yura? Apakah pria tersebut memiliki perasaan yang sama terhadapnya? Ataukah sebaliknya?

Declaimer: Cerita ini pure punya author, dan diadaptasi dari pengalaman pribadi seseorang. Jangan jadi plagiat or copy paste. Jan lupa RCL.

Happy reading, uri readers-deull ^_^

Chapter sebelumnya | Chapter 1/Prolog |

Author POV

Hari demi hari berlalu, setelah Yura secara resmi diterima di SOPA. Hari-hari yang dia lalui di sekolah itu sangat memorable baginya. Bagaimana tidak, selain dia memang mengidamkan sekolah itu, ada hal lain yang membuatnya semakin bersemangat untuk pergi ke sekolah. Yup, kehadiran sunbae yang membuatnya tidak pernah berhenti tersenyum seperti orang gila. Sampai-sampa temannya sendiri, merasa aneh dengan Yura. Seperti saat ini, saat Yura sedang menikmati semilir angin yang menyapu wajah cantiknya itu sambil melihat pujaan hatinya itu.

“Yak, Yura kau senyum-senyum sendiri lagi, bisakah kau berbagai ceritamu itu pada kita. Jangan membuat kita mati penasaran karenamu eoh?” tanya Minhawa yang sudah tidak tahan melihat tingkah laku sahabatnya itu.

“Sudalah, Minhwa sekeras apapun kau memanggilnya dia tak akan menggubrismu. Dia terlalu sibuk untuk memperhatikan sunbaenya itu” jawab Hana, membuat Minhwa menengok kearah sang empunya suara.

“Memangnya sunbae mana yang dia sukai. Lalu, siapa namanya?” tanya Minhwa kembali membuat Hana menyapu pandangannya mencari orang yang dimaksudkan itu. Dan gocca!! Ketemu.

“Itu, yang sedang bermain sepak bola di lapangan” katanya sambil menunjuk salah satu sunbae yang sedang bermain bola itu.

“Yang mana sih, disana terlalu banyak sunbae yang sedang bermain bola, Hana” jawab Minhwa bingung sambil celingak-celinguk mencari orang yang dimaksudkan Hana.

“Aduh, Yang itu. Yang rambutnya hitam pekat dan tinggi itu (emang baekhyun tinggi/?)” tunjuk Hana antusias.

Sibuk dengan kegiatan mereka, Yura berbalik menengok kedua temannya yang sedang asik membahas sunbaenya itu. Membuat Yura sedikit risih dengan itu, karena menurutnya yang boleh membahas atau memikirkan sunbaenya itu hanya Yura saja. (egois amat –“).

“Hei kalian kenapa ribut sekali eoh? Yang kalian bicarakan itu sunbaeku” sahut Yura serius, membuat teman-temannya bergidik ngeri.

“Yak, kau gampang sekali tersinggung. Kita hanya, tidak.., maksudku aku hanya menunjukkan sunbaemu itu pada Minhwa.” Jawab Hana membela diri, membuat Minhwa tersinggung.

“Yak, kita bedua yang membahasnya, bukan hanya aku saja. Kau itu…” perkataan Minhwa terpotong karena kedatangan seorang pria jakung yang tampan dengan senyuman yang membuat kaum hawa terpesona.(cieilah)

“Hei” panggil Minhwa sambil tersenyum. Membuat temannya aneh melihat perubahan mimik Minhwa yang secepat kilat itu.

“Yak, tadi kau memarahi kita, sekarang kau berubah seperti orang gila, yang tiba-tiba tersenyum, huh” singgung Hana dengan dengusan diakhir kalimatnya itu. Yang diajak bicara tidak menggubris dan hanya melihat pria tampan itu.

“Siapa sih dia?, membuat Minhwa tiba-tiba berubah jadi malaikat. Padahal tadi dia sudah ingin memakanku bulat-bulat” ucap Hana pada Yura, yang ditanya pun hanya mengerutkan dahinya memperhatikan wajah namja itu.

Hei, sepertinya aku tau namja ini, diakan… teman.. ucap Yura dalam hati, dan tiba-tiba berubah menjadi kaget “Sunbaeku” lanjutnya sambil menunjuk pria tampan itu.

“Ne, aku sunbaemu di sekolah ini. Oh ya, perkenalkan namaku Park Chanyeol siswa kelas 11-2, senang bertemu denganmu” ucapnya dengan senyuman manis (bukan kau yang dimaksudkan Yeol, -_-). Yah, dia Park Chanyeol salah satu siwa di SOPA, yang kebetulan menjadi sunbae mereka (read:Yura, Hana, dan Minhwa).

“Eoh.. oh..oh, ne. Aku Yura, siswi kelas 10-2, senang bertemu denganmu juga. Harap bantuannya” jawabnya gugup, sambil membungkuk sopan.

Aduh bagaimana ini?? Mati aku ucap Yura dalam hati sambil terus membungkuk. Membuat Chanyeol aneh melihat tingkah hoobae itu.

“Yak, jangan terlalu formal, biasalah padaku panggil saja aku Chanyeol atau Yeol juga bisa. Karena teman pacarku adalah temanku juga” pernyataan Chanyeol tersebut membuat Yura dan Hana membelalakan matanya, kaget. Dan yang dimaksud pacarku hanya tersenyum malu-malu.

Tiba-tiba bel masuk pun berbunyi, menyadarkan kedua insan yang mendapatkan terapi shock itu.

“Oh iya bel sudah bunyi, aku masuk dulu ya. Kau belajar yang rajin, nanti oppa jemput. Annyeong” ucap chanyeol sambil mengelus surai hitam Minhwa sayang, Minhwa hanya menjawabnya dengan anggukan sambil tersenyum manis pada kekasihnya itu. Chanyeol pun beranjak pergi dan segera kembali ke kelasnya.

***

“Yak, Minhwa kau berhutang pejelasan pada kami” ucap Hana dengan wajah kesal sesaimpana di kelas mereka.

“Terutama denganku” lanjut Yura yang tak kalah kesal. Sebenarnya Yura hanya ingin mengetahui dari mana Minhwa mengenal teman dekat sunbaenya itu.

Minhwa yang disudutkan karena tak memberi tahu pada Yura dan Hana pun hanya pasrah. Ia juga ingin memberitahukan berita bahagia itu pada mereka, tetapi tak jadi karena Hana dan Minhwa sibuk membahas sunbae-nya Yura tadi.

***

Sepulang sekolah, ketiga sekawan itupun duduk pada salah sau bangku di taman sekolah mereka. Dan disinilah, peristiwa pengintrogasian Minhwa dilaksanakan. Minhwa yang menjadi tersangka hanya pasrah, jika sesuatu terjadi pada dirinya nanti atau mungkin sudah tak berbentuk manusia lagi. (alah, lebay amat)

“Minhwa jawab dengan jujur, sudah berapa lama kau pacaran dengannya? Bagaimana awalnya kau mengenal Chanyeol sunbae? Apakah kalian berkencan sudah lama? Lalu apa yang kalian lakukan sehingga bisa pacaran?” tanya Yura bertubi-tubi membuka pembicaraan terlebih dahulu dan langsung to the point pada sang tersangka.

“Yak bisakah kau bertanya satu-satu, aku akan menjelaskannya. Tanpa kau bertanya. Aduhhh, membuatku pusing saja” jawab Minhwa kesal, seolah-olah dia sedang diintrogasi akibat ketahuan mencuri ayam tetangga*eh.

“Yak Minhwa cepat jawab, kau membuatku mati penasaran tau” lanjut Hana yang juga sudah penasaran mengenai Minhwa, sahabatnya dengan Chanyeol, sunbaenya di sekolah. Dengan satu tarikan napas, Minhwa pun menjelaskan semuanya.

“Begini, aku dan oppa sudah kenal sejak dulu. Bahkan dia juga sunbaeku saat sekolah menegah pertama. Aku bahkan sudah menyukainya, tetapi aku tak berani mengungkapkan perasaanku padanya, aku merasa tak pantas dengannya jika dibandingkan dengan wanita-wanita yang dekat dengannya. Karena memang oppa salah satu namja populer di sekolah dulu. Apalagi, dia menjadi kapten sepak bola saat sekolah menengah pertama dulu. Sampai lulus pun aku hanya mengaggumi dan memperhatikannya dari jauh. Pada saat itu, aku berpikir mungkin aku harus melupakannya dan melanjutkan hidup dengan pria lain. Tetapi, kenyataannya aku tetap tak bisa melupakannya. Sampai takdir berkata lain, kami dipertemukan kembali di sini, di sekolah ini. Padahal aku sama sekali tak tahu kalau oppa sekolah juga disini. Membuat jalan pikirku pun berubah, dan menyadari bahwa aku dan dia berjodoh, lalu aku memutuskan untuk tidak lagi menyerah untuk mengejarnya.” Jawab Minhwa panjang lebar, menceritakan kisahnya dan Chanyeol pada kedua temannya itu.

“Lalu, bagaiman kau bisa pacaran dengannya?” tanya Hana lagi pada Minhwa. Membuat Minhwa kesal, “Sabar sedikit, aku pasti akan menceritakkanya. Kau ini tidak sabaran sekali, eoh?” jawab Minhwa kesal, sambil menjitak pelan kepala Hana. Dan yang mendapat jitakan hanya menyingir akan ketidaksabarannya itu.

“Hehehe.. maaf, maaf jangan marah ne? Lanjutkan, lanjutkan..” ucap Hana, dan Minhwa pun hanya mengehela napas.

“Pada saat aku masuk ke SOPA, tepatnya pada saat hari pertama sekolah, aku lari tergesa-gesa menuju kelas karena takut terlambat. Dan aku tak sengaja menabrak seseorang, aku hanya membungkuk sambil terus meminta maaf padanya. Lalu aku memberanikan diri untuk menatap wajah orang yang aku tabrak. Betapa terkejutnya aku saat melihat orang itu, Chanyeol oppa. Aku tertegun melihatnya, dan dia pun mengingatku sebagai adik kelasnya semasa sekolah menegah pertama dulu. Mulai dari situ, kami sering bertemu dan berbagi cerita. Diluar dugaanku, dia tiba-tiba saja menyatakan perasaanya yang membuatku tak percaya. Aku menerimanya, dan sampai sekarang aku dan dia berstatus sepasang kekasih. Yah, begitulah. Perjalan cinta yang melelahkan sekaligus membahagiakan” lanjut Minhwa membuat kedua temannya manggut-manggut mengerti.

“Minhwa, sebenarnya Chanyeol sunbae itu teman dekat sunbaeku. Aku juga kaget melihatnya tadi, apalagi mengetahui bahwa kau berpacaran dengannya. Tapi aku salut dengan perjuanganmu. Mungkin nanti nasibku lebih mengenaskan darimu” tib-tiba ekspresi Yura sedih, sambil tersenyum miris melihat dirinya sendiri.

“Hei, jangan seperti itu, nanti aku akan bantu mencari infomasi mengenai sunbaemu itu pada oppa. Aku yakin, oppa pasti mengerti dan ingin membantumu” jawab Minhwa sambil mengelus-elus punggung temannya itu, agar tak sedih dan terus berusaha sepertinya dulu.

“Benar Yura, jangan sedih seperti tu. Kau pasti bisa mendapatkan sunbaemu itu. Percayalah” timpal Hana menyemangati Yura. Dan tiba-tiba ponselnya berbunyi, dan terpampang nama seseorang disitu, membuat Hana tersenyum.

“Ne?”

“…”

“Eoh, tunggu aku. Aku kesana sekarang”

“…”

“Teman-teman aku pulang duluan yah, buru-buru soalnya. Selamat sekali lagi yah Minhwa, besok kita lanjutkan lagi” ucapnya setelah sambungan telponnya terputus, kelihatannya orang yang sedang menunngu Hana sekarang adalah orang yang spesial sampai membuatnya tersenyum seperti itu.

Kedua temannya hanya melihat punngung Hana menjauh, sampai tak terlihat lagi.

“Oh, iya. Aku juga duluan yah, soalnya oppa sudah menunggu diluar, kau tidak apa-apakan kutinggal sendiri?” ucap Minhwa setelahnya sambil memerhatikan jam tangannya.

“Aku tak apa, pergilah nanti oppamu itu kesal karena menunggu lama, setelah ini aku juga akan langsung pulang” jawab Yura. Minhwa pun hanya tersenyum sambil melambaikan tanggannya.

“Baiklah, aku pergi. Kau hati-hati yah. Annyeong”

Yura pun melambaikan tangganya, sambil melihat temannya itu menjauh. Tanpa melakukan apa-apa lagi. Yura langsung beranjak dari tempatnya, lalu segera pulang. Tetapi langkahnya terhenti ketika melihat seseorang di gerbang sekolah, yang sedang memberhentikan kendaraannya lalu berbalik melihat orang yang memanggil namanya.

“Baekhyun.. tunggu, kita pulang bersama ne? Aku sedang terburu-buru sekarang” ucap salah seorang pria padanya, mungkin dia temannya.

“Ah, baiklah. Cepat naik” ucap pria tampan itu sambil memasang helmya kembali. Lalu setelah temannya naik, dia langsung menancapkan gasnya menjauh dari sekolah.

Yura yang melihat itupun hanya terpaku, sambil mencuri-curi pandang melihat namja tampan berada diatas motor yang ternyata sunbaenya, takut ketahuan bahwa dia memperhatikan namja itu.

“Huh, akhirnya.. Ternyata… namamu Baekhyun..” ucapnya sendiri, sambil tersenyum menyadari bahwa dia telah mengetahui nama dari sunbae yang dia sukai sejak pertama masuk sekolah itu. Dia pun pulang dalam keadaan senang dan tak henti-hentinya tersenyum.

***

Kilauan kelap-kelip lampu di langit, menerangi gelapnya malam setiap umat manusia dengan damai. Dan tak jarang menghasilkan hal yang menakjubkan, membuat siapa pun yang menyaksikannya akan berdecak kagum. Dan menanyakan bagaimana Engkau menciptakannya dengan begitu sangat sempurna? Sampai tak ada celah sedikit pun untuk bisa mengoreksinya. Semuanya diatur sesempurna mungkin. Membuat manusia berpikir dua kali untuk tak mempercayai hal-hal yang tak masuk akal. Salah satu manusia yang mengakui itu samua adalah gadis yang sedang berdiri pada balkon kamarnya, sambil memperhatikan indahnya lukisan yang terpampang begitu nyata dan sempurna. Dengan senyuman yang tak pernah hilang dari bibirnya, membuat gadis itu tampak semakin cantik sambil memeluk dirinya sendiri dengan kedua tangannya berusaha menghangatkan tubuhnya, sesekali mengelus, dan menaik turunkan tangannya. Merasakan hangatnya mantel bulu yang tak terlalu tebal menutupi tubuhnya dari angin malam.

“Baekhyun….” lirihnya dengan senyum manis

“Baekhyun sunbaeku… nama yang bagus”

“Kuharap kau juga mengetahui namaku, dan menyebutkannya saat melihat bintang harapan pada malam hari. Terimakasih, telah meberitahuku, meskipun hanya namanya. Selebihnya, biarkan aku yang berusaha sendiri” ucapnya pada bintang-bintang yang tetap memancarkan sinarnya.

“Baekhyun sunbae, semoga kau tak mengecawakanku tepat disaat aku benar-benar berharap padamu” gadis cantik itu pun masuk kembali ke kamarnya dan tak lupa mengunci pintu balkon tersebut. Melangkahkan kakinya menuju tempat ternyaman untuk memasuki alam mimpi.

***

Seperti hari-hari biasa, gadis cantik itu malas untuk melangkahkan kakinya keluar kelas, sekedar untuk menghirup oksegen disana. Dia lebih suka memakan kotak bekalnya di kelas dengan aman dan tenang meskipun bersama sahabat-sahabatnya. Tetapi, saat salah satu sahabatnya memiliki pasangan, dia sudah jarang makan bersama lagi. Dia lebih memilih makan di cafetaria bersama kekasihnya itu. Lalu bagaimana dengan Yura? Bukannya dia juga memiliki sunbae yang dia sukai? Apa dia tak ingin melihat sunbaenya itu? Semua pertanyaan yang sering Hana dan Minhwa tanyakah pada Yura, tetapi jawaban yang selalu diberikan gadis itu hanya kata “malas” dan “aku bukan wanita yang suka mengejar-ngejar pria yang kusukai seperti detektif, sehingga membuat alasan-alasan yang tak masuk akal agar aku bisa melihat bahkan bertatapan dengannya. Kalaupun sudah takdir, pasti disaat itupun aku pasti melihat atau bahkan bertemu dengannya” begitulah kata Yura. Membuat temannya kesal bukan kepalang, mana ada seseorang yang tak memperjuangkan cintanya? Bukan Yura tak ingin bertemu dengan sunbaenya, tetapi dia lebih memilih takdir yang mempertemukan mereka dengan alamiah.

“Yak Yura, cinta itu tak datang dengan sendirinya, kau juga harus menjemputnya” kesal Hana pada Yura yang sedang asik membaca itu, yah memang Yura adalah anak pintar dan selalu mendapat peringkat pertama.

“Benar yang dibilang Hana, Byun Baekhyun juga tidak akan pernah tahu tentang perasaanmu padanya jika kau tak menunjukkan itu Yura. Kau itu bagaimana sih?” timpal Minhwa yang setuju dengan Hana.

“Oh, jadi marganya Byun…”ucapnya mangut-manggut sambil tetap fokus pada bukunya itu, membuat kedua temannya kesal.

“Yura kau tahu, kau itu pintar disegala bidang, tetapi sangat bodoh dalam bidang percintaan” ucap Hana kembali, membuat Yura menatapnya.

“Baiklah, aku akui itu. Aku hanya malu padanya, dan tak berani menatapnya. Itu saja” Yura akui memang benar, dia bodoh jika berurusan dengan cinta.

“Nah, sekarang kita keluar. Kulihat dia sedang bermain bola bersama Chanyeol oppa. Kajja!” kata-kata Minhwa membuat Yura dan Hana tersenyum. Mereka pun keluar dan duduk pada pinggiran koridor untuk melihat sunbaenya Yura bermain bola.

“Kau senangkan? Bagaiman caranya mau dilihat, kau saja tak pernah terlihat.” Singgung Hana pada Yura. Tetapi seketika Yura kaget dan gelagapan, alhasil dia lari terbirit-birit ke kelas. Membuat kedua temannya juga bingung, tetapi mebiarkan Yura pergi dan lebih memerhatikan orang yang mereka sukai bermain bola. Yah, tidak ada yang tahu bahwa Hana sedang dekat dengan Sehun, siswa kelas 11-1. Yang dikenal sangat tampan dan pendiam. Tetapi hubungan mereka hanya sebagai teman dekat, dan belum terikat status apapun. Membuat Hana sedih jika mengingat kenyataan itu

***

Yura POV

Aku lari terbirit-birit seperti dikejar hantu dan langsung lari ke kelasku. Apa yang kulihat tadi? Aku tidak mimpkan? (tidak) Dia menatapku, kutegaskan sekali lagi, DIA MENATAPKU (iya, tau). Benarkah ini? (iya, benar) Dia melihat kearahku untuk pertama kalinya, meskipun tanpa senyuman yang terlihat diwajah dinginnya tapi dia selalu saja tampan dan berkharisma dimataku.. aaaaaa sunbaeku kau yang terbaikkkk..!!

Apakah ini pertanda baik? Ayolah Yura, dia bahkan tanpa sengaja menatapmu, tetapi kenapa harus lari. Dilain kesempatan aku tak boleh lari seperti itu lagi.

Aku pun menenangkan diriku, dan kembali melihatnya, tetapi hanya dari balkon kelasku hehhe. Aku takut kesana lagi, siapa yang bertangung jawab kalau tiba-tiba aku serangan jantung? Hah sudahlah, kurasa yang itu terlalu berlebihan.

Yura POV END

Baekhyun POV

Aku sedang asyik bermain bola bersama teman-temanku. Yah, aku beberapa kali ditawarkan untuk bergabung di klub bola tapi aku menolak dengan alasan bahwa aku hanya menjadikan sepak bola untuk mengisi waktu luang saja. Lagi pula aku juga sudah memiliki ekskul, jadi buat apa ikut yang lain lagi. Merepotkan.

Disaat aku dan teman-temanku bermain. Aku tak sengaja menghamburkan pandanganku ke sembarang arah dan tak sengaja melihat seorang gadis yang sedang menatapku, kurasa dia sudah menaptaku sedari tadi. Cantik. Ucapku tanpa sadar dalam hati. Tapi aneh, tiba-tiba saja dia menjadi gelagapan dan langsung lari terbirit-birit entah kemana.

Yak, apa yang kau pikirkan Baekhyun? Tadi kau bilang apa? Cantik? (iya, cantik) Astaga, tidak biasanya kau menyebutkan kata itu pada seorang wanita selain ibumu. Tapi dia benar-benar cantik, dengan surai panjang yang dikuncir kuda dan anak rambutnya yang menghalangi pipi tembem gadis itu karena terbawa oleh angin yang bertiup. Mebuatnya terlihat indah, yang entahlah seperti aku ingin menatap wajah itu lebih lama lagi. Tapi rasa malu itu ada disaat seperti ini. Sepertinya dia gadis pertama, yang berbuat seperti itu padaku. Hahahah sepertinya kau sudah benar-benar gila Baekhyun. Berhentilah memikirkannya, mungkin hanya tidak sengaja bertemu pandang. Yah, tidak sengaja. Hanya tidak sengaja Baekhyun.

Tapi……… namanya siapa?

Gadis kuncir kuda yang cantik..

TBC

Annyeong, balik lagi ama author pemula. Yang nulis karya pertamanya, sekedar mencoba. Dan ingin mengetahui reaksi kalian semua para readers.

Maaf yah, atas TYPO yang bertebaran dimana-mana. Part ini juga belum ada BaekRa moment yang berarti. Karena aku mengisahkan awalnya dulu. Tapi pada chapter selanjutnya, janji deh bakalan banyak BaeRa moment. Ditunggu yah, kalau nggak ada halangan. Aku post ff-nya setiap seminggu sekali.. Bye bye ^_^*

One thought on “First love (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s