kiss syndrome (Part 2)

ks part 2

­Title : kiss syndrome

Author : yuensa

Length : chapter, chapter 2

Rating : PG 15

Genre : comedy, romance

Main cast: Kim jong in(EXO) – Park hyojin (OC)

Additional cast : Park chanyeol (EXO) – Kim shinyeong (OC) – do kyungsoo (EXO) and other cast

Disclaimer : “kebahagian yang bisa menghilangkan rasa traumamu mungkin akan kau dapatkan saat kau menemukan cinta mu… ya cinta”

Author’s note : anyeong~ kali ini author back with chapter 2, btw buat yang kemarin udah komen thank you :* kritik dan saran kalian adalah penyemangat untuk memperbaiki FF ku yang yah…. Begitulah -______-, mungkin kali ini juga partnya masih kependekan karna mau ngerubah nanti jadi ngerombak semuanya -_- takutnya gak sempat (masih banyak tugas) . Cerita kali ini semoga kalian suka *semoga*. Dan iyah kemarin FF ini udah sempat dipublish sampai chapter 4 tapi berhubung gak jalan -_- jadi saya pindah tempat(?). dan buat yang udah baca dan mau tau lanjutannya diharap sabar hehehe.

And for the next chapter check this out in Vanila96.wordpress.com.

☆☆☆

“ya!! apa yang kau lakukan?” hyojin melangkahkan kakinya mundur mencoba menghindari kai tapi kai masih saja terus mendekatinya bahkan kini kai sudah memamerkan smirknya yang bisa dikatakan ‘membunuh’, kai terus melangkahkan kakinya mendekati hyojin, hyojin masih berusaha melangkah jauh tapi sialnya tubuhnya sudah terhalang oleh dinding kamarnya dan itu membuatnya tidak bisa melarikan diri kemana-mana dan hanya bisa pasrah melihat kai yang semakin dekat bahkan hanya menyisakan jarak beberapa centi antara tubuhnya dan kai.

Kai semakin mendekatkan wajahnya kearah hyojin dan hanya tinggal beberap centi lagi, bahkan hidung mereka sudah saling bersentuhan.

Brukkk

Hyojin terjatuh dan tak sadarkan diri untung saja kai masih bisa menangkap tubuh hyojin ”hyojin-ssi?” kai panik dan mencoba menyadarkan hyojin yang benar-benar sudah tidak sadarkan diri lagi, kai mengangkat tubuh hyojin keranjang, “aishhh bagaimana ini? Kenapa dia bisa pingsan?” kai berjalan mondar-mandir sekarang pikirannya benar-benar buntu,”hyung? lay hyung! bisakah kau datang kemari nanti alamatnya aku sms” kai segera mengambil ponselnya dan menghubungi dokter kenalannya.

“bagaimana keadaannya?” tanya kai pada dokter yang keluar dari kamar hyojin. “dia sudah tidak apa-apa, biarkan dia istirahat” ucap dokter itu segera meninggalkan kai “hyung tunggu?” ucap kai “ada apa?” jawab lay

“sebenarnya apa yang terjadi padanya tadi? tiba-tiba pingsan begitu saja? Apa dia punya penyakit kronis?” ucap kai “syndromenya kambuh, oleh karna itu dia pingsan” ucap lay santai.

“syndrome? Maksudmu?” tanya kai lagi kali ini dia benar-benar bingung

“ne dia menderita kiss syndrome, sebuah syndrome yang disebabkan akibat adanya trauma masa lalu yang membuatnya kembali mengingat trauma itu ketika dia berciuman” ucap lay panjang lebar, kai hanya menganggukkan kepalanya “kalian berciuman tadi?” tanya lay

“tidak…. Ah ani belum tapi dia sudah pingsan” ucap kai dengan tampang tak bersalah.

“aishhh… kau ini” ucap lay

“lalu apa tidak bisa disembuhkan?”

“bisa”

“dengan?”

“cinta”

“cinta? Aku tidak yakin dia akan mendapatkan cinta nya, kau tau betapa mengerikannya gadis itu hyung, aku tidak bisa membayangkannya” ucap kai enteng dan segera mengantar lay keluar dari rumah hyojin.

“trauma?” ucap kai saat melihat hyojin yang terbaring ditempat tidur “gadis mengerikan sepertimu juga pernah memiliki trauma?”

☆☆☆

Sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela kamar seorang gadis yang kini mencoba membuka matanya perlahan, dia mencoba bangkit dari tidurnya “aw…” hyojin memegang kepalanya yang masih terasa sakit, hyojin mencoba mengingat apa yang terjadi kemarin sampai imajinasinya terhenti saat melihat sosok kai yang tengah tertidur lelap disofa yang berada dikamarnya “apa yang dilakukannya dikamarku?” Tanya hyojin kepada dirinya sendiri.

Kai tersadar dari tidurnya dan melihat hyojin yang sudah sadar kai segera bangkit dan menghampiri hyojin “gwenchana?” Tanya kai mencoba memastikan keadaan hyojin “ne…” jawab hyojin singkat

“syukurlah… eung… mianhae aku tidak tau kalau kau mengidap kiss syndrome” ucap kai masih menatap wajah hyojin yang masih terlihat sedikit pucat.

“sudahlah… lagi pula itu tidak terlalu bahaya” ucap hyojin.

“tunggu… tapikan aku sama sekali belum menciummu lalu kenapa kau bisa pingsan bukannya kalau terjadi sentuhan” ucap kai menyelidik

“ne?… oh itu.. it … aku tidak tahu hah sudahlah aku mau mandi keluarlah dari kamarku” ucap hyojin yang mendadak merasa sedikit canggung mendengar pertanyaan dari kai.

“baiklah” kai pun meninggalkan hyojin dikamarnya dan beranjak masuk kekamarnya.

“chamnan … apa katanya belum menciumku? Jadi dia sebenarnya benar-benar ingin menciumku dasar namja mesum aishhhhh” hyojin mengacak-acak rambutnya saat mencoba mengulang kata-kata yang diucapkan kai padanya.

“awhh… kepalaku” hyojin memegang kepalanya yang masih terasa sedikit pusing.

Hyojin keluar dari kamarnya dan melihat kai sudah keluar dari rumahnya dan pergi kesekolah, ya begitulah mereka agar tidak ada yang curiga jika mereka tinggal satu rumah jadi mereka tidak akan pernah pergi kesekolah bersama bukan hanya takut jika ada yang tahu tapi ketidakmauan hyojin pergi bersama namja mesum seperti kai.

“hyojin-ah wajahmu pucat sekali? Kau sakit?” ucap kyungsoo yang melihat sahabatnya tertunduk lemas dengan wajah pucat dan rambut acak-acakan

“eum… kepalaku masih agak pusing sedikit semalam syndrome ku kumat jadi beginilah akibatnya” ucap hyojin yang tanpa sadar mengatakan hal itu

“syndrome? Tunggu… ya hyojin-ah kau berciuman?” Tanya kyungsoo sambil mendekatkan wajahnya mencoba menyelidik kata-kata hyojin barusan

“ne? aniyo aniyo maksudku aku hanya terkena demam ya demam” hyojin mencoba mengelak dan dengan segera mengalihkan pandangannya kearah luar jendela sambil memukul kepalanya sendiri merutuki betapa cerobohnya dirinya bisa mengatakan hal itu pada kyungsoo.

Waktu istirahat pun tiba hyojin pergi kekantin bersama shin yeong sedangkan kyungsoo tetap berada dikelas, kali ini iya benar-benar ingin menghindar dari kai bahkan saat kai masuk kekelas hyojin hanya menutupi wajahnya dengan buku matematika.

“kyungsoo-ya apa kau ada waktu?” Tanya kai pada kyungsoo yang hendak melangkahan kakinya dari kursinya.

“eum… ada apa?” ucap kyungsoo yang kembali ketempat duduknya

“begini aku ingin bertanya sejak kapan hyojin terkena kiss syndrome?” Tanya kai mencoba menyelidik “saat dia berusia 10 tahun, kenapa kau menanyakan hal itu?” Tanya kyungsoo pada kai “tidak apa-apa aku hanya penasaran saja” ucap kai kembali tapi kyungsoo menatapnya dengan tatapan aneh.

“wae? Kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanya kai lagi yang merasa terganggu dengan tatapan aneh kyungsoo padanya.

“bagaimana kau bisa tahu mengenai syndromenya? yang tahu syndrome itu hanya orang-orang yang dekat dengannya saja? Seolma (jangan-jangan)?” ucap kyungsoo dengan tatapan lebih aneh dari sebelumnya

“ne? ahhh itu … itu karna aku mendengar percakapan kalian barusan jadi aku hanya penasaran saja” ucap kai yang gelagapan karna dirinya hampir saja tertangkap basah.

“kau yakin?” Tanya kyungsoo lagi “oh iya aku kekantin dulu aku sudah lapar” kai segera meninggalkan kyungsoo dan mengacak-acak rambutnya sendiri yang tak gatal sama sekali

“sejak usia 10 tahun? Seingatku saat orang tua nya ingin bercerai, apa karna itu dia jadi terkena syndrome itu” ucap kai sambil kembali focus pada mochacino yanga ada diatas meja kantin tempat iya memesan makanan.

☆☆☆

“hari ini saya akan memberikan tugas kelompok satu kelompok terdiri dari 2 orang jadi saya akan membacakan nama-nama kelompoknya…” ucap seongsaenim

“aku harap kita satu kelompok kyungsoo-ya” ucap hyojin sambil menoleh kerarah kyungsoo

“kim shinyeong dan do kyungsoo, kim jong in dan park hyojin” ucap seongsaenim

“ne? aku dengan …” hyojin menoleh kearah kai dengan tatapan kesal sedangkan kai sama sekali tidak peduli dengan hal itu

“jadi tugasnya adalah kalian harus membuat sebuah penelitian tentang syndrome, terserah mau syndrome apa tugas dikumpulkan minggu depan, kelas selesai” setelah seongsaenim keluar semua siswa keluar dari kelas dan segera pulang hyojin berjalan sendirian mengarah kearah halte bis sedangkan kai hanya melewati hyojin tanpa memberikan tumpangan kepada hyojin

“aishh” hyojin hanya mengumpat kesal sambil mengepalkan tangannya.

Dia tiba dirumah dan melihat kai baru saja memasuki kamarnya, hyyojin segera masuk kekamarnya “satu kelompok? Dengan? Aishhhh bagaimana bisa aku mengerjekan tugas bersama dengan namja mesum seperti dia yang ada aku akan pingsan berkali-kali akibat ulahnya yang ingin mengerjaiku itu, bagaimana ini?!” hyojin menghempaskan tubuhnya ketempat tidur.

“bagaimanapun aku harus menyelesaikan tugasku, aku tidak mau nilai ku jelek hanya karna dia, andwe!!” hyojin segera berjalan keluar dari kamarnya dan langkahnya terhenti didepan kamar kai, dia menggerakkan tangannya kearah pintu kamar kai “tidak… tidak” dia menarik tangannya lagi, selang beberapa detik dia kembali mencoba mengetuk pintu kai “aishhh… hyojin-ah kau pasti bisa ayolah dia hanya makhluk mesum bukan ulat bulu raksasa jadi kau tidak perlu takut”

tok tok tok, akhirnya hyojin mengetuk pintu kamar kai “wae?” kai membuka pintu kamarnya hanya sedikit saja bahkan hyojin hanya bisa melihat kepalanya saja yang ia keluarkan dari celah pintu “ayo kita kerjakan tugas itu” ucap hyojin “sekarang?” Tanya kai

“ani, nanti saat perayaan hari kemerdekaan korea tahun depan” ucap hyojin kesal dan hanya dijawab dengan anggukan oleh kai, hyojin yang merasa kesal dengan kelakuan kai dia menginjak kaki kai yang sedikit keluar dari celah pintu

“AAAKKKK… appo” teriak kai yang membuat pintu kamar kai terbuka dan membuat seluruh tubuh kai terlihat sekarang, hyojin yang melihat itu hanya bisa membulatkan matanya melebihi mata kyungsoo.

Ya kai hanya mengenakan celana panjang tanpa mengenakan baju sama sekali memperlihatkan bentuk tubuhnya dengan bentukan abs nya yang makin membuat tubuh kai terlihat begitu sexy “ya!!! kenapa kau tidak memakai bajumu!” teriak hyojin sambil membalikan wajahnya dengan cepat

“itu salahmu, siapa suruh kau menginjak kakiku hah? akukan sudah mencoba menyembunyikannya darimu tadi” ucap kai membela dirinya

“aku tunggu dibawah palli” hyojin segera turun dan beranjak turuk keruang tengah rumahnya, tapi langkahnya terhenti didapur dan mengambil air didalam kulkas dan meneguknya sekali teguk “hahhhh… dasar byuntae (mesum) aishh” hyojin mengacak-acak rambutnya jujur saja saat melihat tubuh kai tadi jantungnya berdebar begitu kencang bahkan dia susah bernafas dibuatnya dan itu yang masih dipertanyakan oleh kepala hyojin.

Drrt drrt

Dia mengambil ponsel yang berada disaku celananya

Appa : Hyojin-ah mian appa tidak jadi pulang hari ini, tiba-tiba saja ada proyek yang harus

ditangani mungkin akan butuh waktu 1 sampai 2 minggu jadi jongin bisa menemanimu   teruskan.

Sampaikan pesan appa pada jongin ne.

“aishhh appa aishhh aaaaaaaaakkkk” hyojin menghantuk-hantukkan kepalanya kepintu kulkas yang berada didepannya, kini dia harus menerima kenyataan bahwa mungkin hidupnya akan tamat jika dia terus tinggal berdua ya hanya berdua dirumah ini bersama makhluk mesum itu.

Mereka sekarang sudah mulai mengerjakan tugas mereka “berarti kita akan meneliti syndrome mu benarkan?” ucap kai membuka pembicaraan.

“andwe…” ucap hyojin “wae? Bukankah itu akan jadi lebih mudah karna kau yang mengalaminya sendiri benarkan? Jadi kita tidak perlu harus melakukan penelitian lagi” ucap kai, hyojin berpikir sejenak ada benarnya juga apa yang dikatakan kai barusan pikirnya “ternyata kau pintar juga, baiklah” ucap hyojin.

“kau baru menyadarinya, aku tidak hanya pintar tapi aku juga tampan” kai membenarkan gaya rambutnya. Sekarang hyojin kembali sibuk dengan tugasnya sedangkan kai sibuk dengan pikirannya sambil terus memandangi wajah hyojin yang berada didepannya “kira-kira hal apa yang terjadi padanya saat berusia 10 tahun, sampai dia jadi trauma” ucap kai dalam hati, “aku tau aku cantik jadi tidak usah memandangiku seperti itu” ucap hyojin yang masih focus dengan kertas ditangannya.

“ani aku hanya sedang berpikir, kenapa bisa kau terkena kiss syndrome? Kata dokter yang merawatmu kemarin karna disebabkan trauma mendalam, benarkah?” tanya kai

“ne… ada hal yang terjadi padaku saat aku berusia 10 tahun, tapi apa pedulimu?” tanya hyojin lagi, “aku sedang melakukan penelitian, oh! Aku baru ingat syndrome mu akan kambuh jika ada seseorang yang menciummu benarkan?” tanya kai lagi, “ne, lalu kenapa?” hyojin kini berpaling dari kertas ditangannya dan melihat kearah kai.

Kai dengan cepat mendekatkan wajahnya kearah hyojin kini wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja, hyojin hanya bisa membulatkan matanya mendapati kini wajah kai sudah berada dihadapannya, cukup lama mereka saling bertatapan entahlah kai juga tidak tahu kenapa hanya saja ia seakan enggan untuk berkedip sekali saja matanya terlalu sibuk dengan wajah orang didepannya.

Deg

Deg

Deg

“ekhem…” kai dengan cepat memalingkan wajahnya dari hyojin begitu juga hyojin yang kembali dengan kertas-kertas dihadapannya.

Kali ini mereka tidak ada yang berani berbicara satu sama lain, sejak kai menatap hyojin tadi mereka sama-sama tak mengerti mengapa jatung mereka berdetak begitu kencang seperti selesai melakukan lari marathon 1km, bahka mereka tidak bisa mngontrol alur nafas mereka lagi.

“kau lapar?” tanya kai yang memberanikan diri membuka pembicaraan diantara kecanggungan yang masih menyelimuti mereka malam itu, “ani” ucap hyojin tapi krukk…kruukk perut hyojin berbunyi menandakan kalau dia saat ini benar-benar kelaparan

“mck… aishhh” hyojin merutuki dirinya sendiri, kai segera bangkit dan mengambil jaketnya di kamar dan hendak pergi keluar “ya! eodiga?” tanya hyojin mencoba menghentikan langkah kai “mencari bahan bakar untuk perutku, wae? Kau mau ikut?” tawar kai

“ani” ucap hyojin “baiklah” kai melangkahkan kakinya hendak membuka pintu “changkaman! Baiklah aku ikut” ucap hyojin yang kini berjalan mendahului kai, kai hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh hyojin.

Kini mereka sudah berada didalam mobil kai dan segera mencari tempat dimana mereka bisa menemukan makanan, setelah 10 menit perjalanan mereka tiba disebuah restoran ayam, dan mereka segera memesan makanan “kenapa kita harus berada direstoran ayam? Tidak bisakah kita makan jjajjangmyeon, atau curry ramyeon” tanya hyojin pada kai yang masih sibuk dengan buku menunya “nikmati sajalah, kau ini cerewet sekali” ucap kai yang segera memilih pesanannya.

Tidak butuh waktu lama pesanan mereka tiba dan mereka menikmati makan malam mereka, selesai dengan makan malam hyojin segera meninggalkan kai dan kai akhirnya yang membayar semua pesanan mereka.

“I’m full” ucap hyojin yang menyenderkan badannya pada jock mobil dan menutup matanya perlahan “ya! kau tidur?” tanya kai yang melihat hyojin “oh, focus saja pada jalan ne” ucap hyojin.

Diperjalanan tiba-tiba mobil kai mati dan itu membuat hyojin bangun dari tidurnya “wae?” tanya hyojin “entahlah, tapi mesinnya kenapa tidak mau menyala” kai masih berusaha menghidupkan mobilnya tapi tidak berhasil juga “ya… eotteokkhae?” tanya hyojin panik ya bagaimana iya tidak panik hari sedang hujan dan kini hyojin berada didalam mobil dengan namja mesum seperti kai dia tidak tahu apa yang akan dilakukan nanti padanya.

“kau tunggu disini aku akan memeriksanya sebentar” kai segera keluar dari mobil dan memeriksa mesin mobilnya dalam keadaan hujan-hujanan, tidak lama kai kembali kedalam mobil “tidak ada harapan mobil ini akan menyala, kajja kita pulang saja lagi pula sudah tidak jauh lagi” ajak kai pada hyojin dan hyojin pun mengikuti saran kai, kini mereka berlari ditengah hujan “aaawwwww…” kaki hyojin terpleset dan itu membuat pergelangan kakinya mengalami cedera “kau kenapa?” kai yang sudah mendahului hyojin kini berbalik dan menghampiri hyojin “kakiku sepertinya keseleo” ucap hyojin sambil memegangi pergelangan kakinya “kau masih bisa berjalan tidak?” hyojin mencoba berdiri dibantu oleh kai tapi hyojin sama sekali tidak bisa berjalan kakinya terlalu sakit “naiklah” ucap kai kini kai sudah berjongkok dihadapan hyojin “ne?” tanya hyojin bingung “palli… cepat naik kau mau kita berada dalam hujan ini sampai besok pagi hah?” ucap kai, dengan ragu hyojin pun naik kepunggung kai.

“turunlah” ucap kai saat tiba didepan rumah hyojin kini mereka berdua sudah basah kuyup kai menaruh tangan hyojin kepundaknya dan membawanya masuk kedalam rumah hyojin, kai meletakkan hyojin diatas sofa dan kai segera mencari handuk untuk hyojin “keringkan badanmu” ucap kai sambil memberikan handuk ke hyojin “kau tidak apa-apa?” tanya hyojin yang melihat kai masih sibuk memanaskan air untuk dipakai mereka menghangatkan tubuh “menurutmu? Tentu saja aku capek, ya hyojin-ssi aku harap kau bisa berdiet kau tau betapa beratnya tubuhmu itu” ucap kai, hyojin hanya mengembungkan pipinya merasa bersalah karna telah merepotkan kai.

“cepatlah mandi dan ganti pakaianmu nanti kau bisa terkena flu” ucap kai yang kini sedang berjalan kearah kamarnya. Hyojin terus memandang kai hingga kai masuk kedalam kamarnya entahlah hyojin hanya merasa melihat sisi lain dari kai. Entah lah sejak kai menggendongnya tadi jantungnya berdetak kencang jujur saja tadi itu sangat membuatnya gugup untuk pertama kalinya ada namja yang menggendongnya setelah oppanya.

Toktoktok

Kai mengetuk pintu kamar hyojin, hyojin segera membukanya “ada apa?” tanya hyojin “kakimu masih sakit?” tanya kai “oh! Masih sakit dibawa berjalan, wae?”

“turunlah aku akan mengobatinya”

“ne? oh!” hyojin melangkahkan kakinya tapi dia masih sulit berjalan kai yang melihatnya segera menggendongnya ala bridal dan membawanya kebawah dan mendudukannya di sofa, kai berlutut dibawah hyojin “a… apa yang mau kau lakukan?” tanya hyojin yang benar-benar sudah gugup melihat hal yang dilakukan kai “menyembuhkannya, jangan berpikir yang aneh-aneh” ucap kai menarik kaki hyojin dan membalutnya dengan kain “gomawo” ucap hyojin kai hanya tersenyum dan duduk disebelah hyojin sambil menghidupkan tv “mian aku sudah menyusahkanmu” ucap hyojin “gwenchana, aku tidak direpotkan sama sekali” jawab kai tanpa mengalihkan pandangannya dari tv “kalau begitu aku masuk kekamarku” hyojin melangkahkan kakinya melewati kai tapi sialnya kakinya tersandung dan

Brukkk

Hyojin jatuh dipangkuan kai kini wajah hyojin berada tepat dihadapan kai bahkan hidung mereka saling bersentuhan, mereka saling bertatapan cukup lama bahkan kini jantung mereka berdua kembali berdetak kencang.

“hhhaaacchhhimmm”

-to be continued-

6 thoughts on “kiss syndrome (Part 2)

  1. syndrome yang aneh, tapi semoga Jongin bisa sembuhin syndrome aneh ini yaaaa..
    dan maaf ya saengi, aku baru comment dipart ini sorry.
    tapi over all, ceritanya unik kok dan tentu bikin aku penasaran ^^

  2. Very fictional, apalagi dengan kiss syndromenya😄
    Oiya, tanda baca seperti koma dan penggunaan huruf kapitalnya diperbaiki lagi ya Author-nim. Kadanf kalo pas bagian percakapannya aku baca sekali baca, jd ngebayanginnya seolah mereka ngmg sekali tarikan napas😄
    Overall aku suka ceritanya, sweet2 gmn gitu huahaha.
    Ditunggu ya kelanjutannya, jgn lama2😄 Author fighting! X)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s