Sehun, I’m Pregnant (Chapter 3)

Tittle: Sehun, I’m Pregnant (3)

Author: Park Sunghyo

Genre: AU-Romance-Marriage Life

Length: Chapter

Rating: PG-17+

Main Cast: Oh Sehun-Park Sungra

Terimakasih untuk admin yang sudah publish ffku ini. Terimakasih juga untuk para pembaca juga yang bersedia menuliskan komentarnya. Selamat membaca/

~*~

Sungra menatap Sehun yang tengah tertidur di sofa kamar mereka. Setelah setengah jam berdebat masalah ranjang, akhirnya Sehun mengalah juga.

Merasa iri mengapa pria itu bisa cepat tertidur. Berbeda dengan dirinya yang selalu mengalami insomnia jika sedang memikirkan sesuatu.

“Jika kau ingin aku mencintaimu, maka buat aku mencintaimu”

Lagi-lagi ingatan itu berputar di otaknya.

Sehun mencoba mempermainkannya atau apa. Menyebalkan sekali.

Namun, ada yang lebih bodoh lagi.

“Jangan meremehkanku. Oh Sehun”

Sungra menarik selimutnya tinggi-tinggi hingga mencapai kepala.

Benar-benar memalukan.

Jantung Sungra terasa mau lepas jika sedang berdekatan dengan pria itu. Antara gugup bercampur rasa yang ia sendiri sulit definisikan.

Han Yesoo.

Tiba-tiba nama gadis itu muncul di kepalanya.

Han Yesoo adalah kekasih Sehun. Mereka sudah menjalin kebersamaan dari dua tahun yang lalu dan Sungra menghancurkannya.

Sungra tak bisa menyalahkan satu pihak dalam hubungan antar mereka bertiga. Sudah cukup ia merasa sedih dan dihantui dengan rasa bersalah. Sudah cukup.

Jadi lebih baik ia anggap sebagai takdir Tuhan. Jalani saja layaknya air mengalir. Setidaknya pemikiran Sungra tak akan berubah untuk sekarang.

Sudah pasti Han Yesoo mencercanya habis-habisan dalam hati. Atau yang lebih buruk lagi, gadis itu merajuk pada Sehun untuk secepatnya mengatur perceraian dengannya.

Mulai dari mereka bercinta tanpa sengaja di pesta Nayeon sampai terjadinya pernikahan mereka. Sungra tak percaya telah melalui banyak hal dalam kurun waktu kurang dari dua bulan.

Sungra mengusap perutnya perlahan, merasakan respon lemah dari janin yang selalu ia bawa kemana-mana. Jika bukan karena janin berharga ini, Sungra sudah pasti melepaskan Sehun begitu saja.

Karena dia bukan tipe perempuan yang hobi mengusik hubungan orang lain.

Sungra tak akan mengulangi kebodohannya yang hampir menggugurkan kandungan ini, Sehun sudah memperingatkannya.

Kemudian…

Bagaimana cara mendapatkan hati Oh Sehun?

Sungra sudah terlanjur menyetujui penawaran namja itu. Pengecut sekali jika menarik kembali sebuah ucapan.

Sehun pria setia. Terbukti saat namja itu masih saja berpelukan dengan Han Yesoo setelah beberapa jam pernikahan mereka kala itu.

Siapa pula yang mau menolak dan menyangkal pesona seorang Han Yesoo.

Dia gadis yang luar biasa cantik. Sungra akui.

Wajar saja jika pria macam Oh Sehun begitu terpikat padanya.

Untuk perbandingan mendapatkan hati Sehun dari Han Yesoo, Sungra akan kalah jauh mengingat ia bukanlah rival yang sebanding.

Oke, lebih baik ia tertidur sekarang.

~*~

Aroma kopi dan roti panggang menyeruak begitu kuat ke indera penciuman Sungra. Sayup-sayup terdengar bunyi langkah kaki yang bergerak kesana-sini. Pasti dia.

Sungra turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Selepas dari kegiatan awal, Sungra berjalan menuju dapur dan menemukan Sehun tengah bergelut dengan masakannya yang entah apa.

Sehun tetap membalik telur dadarnya dengan tenang walau sudah mengetahui keberadaan Sungra yang barusan datang.

Kemeja putih melekat sempurna di tubuhnya dengan dua kancing kemeja atas yang dibiarkan terbuka. Dasi yang belum disimpul tergantung begitu saja di leher putihnya, juga rambut yang terlihat acak-acakan.

“Jadi, Tuan Oh tidak bisa memasang dasi?”

Sehun diam tak menanggapi.

“Lalu siapa yang biasanya memasangkan dasi itu? Pacarmu?” Tanya Sungra berlanjut.

Sehun mengalihkan pandangannya dari wajan dan menatap Sungra datar.

“Pakaikan kalau begitu”

Tak mau ambil pusing, Sungra bergegas menuju kearah Sehun. Daripada ia diomeli oleh pria ini karena sudah mengkritik tapi tak mau memperbaiki.

Sungra mematikan kompor terlebih dahulu sebelum berbalik menghadap Sehun. Mengancingkan kemeja Sehun dan berlanjut menyimpulkan dasinya dengan rapi.

Sehun sedikit menunduk menatap Sungra mengingat gadis itu lebih pendek darinya. Sungra berkali-kali mengatur detak jantungnya saat merasakan deru nafas Sehun menyapu wajah.

Sehun masih setia memandangi Sungra dengan datar.

“Lama sekali. Kau sengaja?” Tanya Sehun asal.

Sungra berdecak kecil dan mulai menjauhkan diri dari Sehun.

Gadis itu langsung berjalan menuju meja makan dan duduk dengan tenang menunggu sarapannya.

Sehun tersenyum samar dan membawakan dua piring telur dadar berisi campuran sayur dan daging ke atas meja.

“Kita pulang hari ini. Aku ada meeting”

Sungra hanya mengangguk saja dan mulai memisahkan berbagai sayuran dari telur dadarnya.

“Seperti anak kecil saja” Ejek Sehun sambil menahan senyum.

“Aku benci rumput-rumput itu” Tukas Sungra dan melanjutkan makannya.

Keheningan melanda mereka beberapa saat.

Sehun terus mengunyah makanannya dengan tatapan terus tertuju pada Sungra. Gadis itu mencoba fokus pada makanannya walau Sehun terang-terangan memberikan tatapan menilai.

“Kau benar delapan belas tahun?”

“Memangnya kenapa?”

“Kita seperti seumuran jika berjalan bersama”

“Maksudmu wajahku boros?”

“Kurasa begitu”

Sungra menahan kekesalan dengan menyuapkan telur dadar hingga memenuhi mulutnya. Pria ini menyebalkan sekali.

Sehun memotong telurnya menjadi dua bagian dan memberikan salah satunya ke piring Sungra.

“Makanlah yang banyak”

Sungra hanya mengangguk ragu dan kembali melanjutkan kunyahannya.

~*~

“Kenapa cepat sekali ‘eoh?” Tanya Nyonya Oh dengan raut kecewa.

“Aku ada meeting, eomma”

“Arraseo. Jaga menantuku dengan baik, awas saja kalau kau sampai melukainya”

Sehun tersenyum tipis sebagai jawaban.

“Suami kami masih tertidur nyenyak, jangan khawatirkan mereka. Nikmati perjalanan kalian eoh” Ujar Nyonya Park sambil mengulas senyum.

“Hanya semalam? Tidak seru”

Sungra mendelik mendengar celotehan Chanyeol. Jangan sampai kakaknya kembali berhasil memprovokasi kedua orangtua dan membuat ia juga Sehun terjebak lebih lama lagi di sini.

“Kai, Suho, dan D.O dimana?” Tanya Sehun sambil memperhatikan sekeliling.

“Mereka masih tidur akibat menonton pertandingan semalam” Jawab Chanyeol sambil mengendikkan dagu ke lantai dua.

Sehun dan Sungra mengangguk bersamaan sebelum pamit dan berlanjut pergi menaiki mobil.

“Apa yang kau lamunkan?”

Sungra menoleh pelan kearah Sehun dengan diam. Bingung untuk sekedar menjawab

Sehun menghela nafas.

“Kau mau kuantar ke suatu tempat?” Tanya Sehun.

“Ke rumah saja”

Mobil Sehun langsung berbalik pergi menuju kantor setelah mengantarkan Sungra sampai ke lobi apartemen mereka.

Wangi mawar dan mint bercampur menjadi satu di dalam apartemen mereka.

Sungra mulai terbiasa dengan seluruh perubahan setelah pernikahannya. Perlahan bisa menerima dan mengerti seluruh konsekuensi yang harus ia tanggung.

Park Sungra akan menjadi seorang ibu muda, bukan lagi pelajar yang duduk di bangku sekolah menengah. Memikirkannya saja membuat hati Sungra teriris. Ia begitu rindu dengan kehidupan sekolahnya juga lelucon Lee Hyera.

Segala hal yang mungkin akan terjadi baik itu buruk atau tidak telah difikirkannya masak-masak. Kemungkinan Sehun pergi dan Sungra yang harus menanggung beban perasaan dan mental telah mempengaruhinya sejak lama.

Untuk itu, Sungra tak ingin berharap lebih.

Oh Sehun adalah pria yang lumayan baik.

Melihat dari caranya untuk hidup juga mengontrol diri yang sangat luar biasa, pastilah banyak gadis macam Han Yesoo yang mengejarnya.

Namun, Sungra tahu benar batasan-batasan yang harus ia miliki. Jangan sampai sisi emosionalnya yang mengambil alih, ia harus berkepala dingin dalam mengahadapi segala sesuatunya.

Karena kehidupan Park Sungra telah berubah.

~*~

Sehun terduduk lemas diatas kursi kekuasannya. Meeting beberapa menit yang lalu begitu menguras energi. Sehun memijat keningnya sebentar sebelum mendengar ketukan dan menampakkan Jay—sekretarisnya diikuti senyuman Han Yesoo di sana.

“Maaf, Tuan. Aku sudah mencoba melarang” Ungkap Jay tenang.

“Kau boleh pergi”

Setelah kepergian Jay, Sehun menatap Yesoo lama. Gadis itu melipat kedua lengan dengan posisi menekan, membuat dadanya terlihat lebih besar. Han Yesoo selalu pandai menggoda Sehun di manapun.

Yesoo berjalan mendekat dan perlahan duduk di pangkuan Sehun.

“Tak merindukanku, eoh?”

Sehun tersenyum dan menatap Yesoo lamat-lamat.

“Aku pria yang sibuk”

“Luangkanlah waktu untukku sesekali, aku begitu merindukanmu”

“Aku juga” Balas Sehun.

“Kutebak para sahabatmu yang sudah merencanakan kepergian kalian ke villa”

Sehun menangkap raut tak suka juga dari nada bicara Yesoo. Darimana gadis ini tahu.

Mengerti tatapan Sehun, Yesoo menjawab, “Aku melihat foto kalian di sosial media”

“Park Chanyeol, D.O, Suho, dan Kai yang mengunggah bersamaan” Lanjut Yesoo.

Sehun setengah tertawa dalam hati. Mereka benar-benar kompak sekali bukan?

Sehun menghela nafas panjang.

“Aku hanya mencintaimu”

Sehun tak tahu harus berucap apa lagi, ia hanya bisa mengucap kata penuh cinta untuk kekasihnya sekarang. Masalah perusahaan sudah cukup membuatnya di ambang emosi. Sehun tak mau terus-terusan memikirkan kehidupan percintaannya yang menyedihkan.

“Bagaimana harimu?” Tanya Sehun kalem.

“Membosankan. Kekasihku terlihat sibuk akhir-akhir ini”

“Jangan menyindirku” Balas Sehun dengan senyum geli di wajahnya.

“Apa saja yang kau lakukan dengan bocah itu saat berdua? Bercinta?”

Tiba-tiba Sehun terdiam dan menatap ke sembarang arah. Ada percikan aneh di hatinya, merasa tak tenang dan jantungnya berdebar tak karuan setelah mendengar nama Sungra disebut.

Sehun menghela nafas sebentar.

“Mengapa ucapanmu seperti itu, Yesoo-ya?”

“Hanya menduga, dan aku begitu merindukanmu” Ujar Yesoo dengan nada manjanya.

Yesoo memeluk Sehun erat. Mereka saling rindu dengan moment seperti ini.

“Oh Sehun sepertinya dompetku berada di tas ker—“

Pintu menjeblak terbuka dan menampakkan Sungra dengan wajah kaget yang langsung disembunyikan.

Sehun langsung berdiri melepas pelukan mereka.

Yesoo menampakkan dengan jelas raut tak sukanya pada gadis ini. Melihat itu, Sungra menundukkan pandangan sebentar. Ia mungkin bersikap kurang ajar dengan menerobos masuk ke kantor seorang pewaris perusahaan. Tapi Sungra tak menyangkan akan menyaksikan adegan semacam ini untuk yang kedua kalinya.

“Aku hanya ingin mengambil dompetku” Datar Sungra.

Sehun berdiri dengan tenang menatap Sungra yang terlihat menahan kegugupan.

“Kutunggu telfonmu”

Usai mengucapkannya, Yesoo menarik tengkuk Sehun dan mengecup bibir pria itu sekilas.

“Aku pergi”

“Ya, hati-hati”

Beberapa detik Sungra merasakan tusukan tajam tepat di hatinya. Rasa kesal dan tak terima yang sulit dijelaskan. Namun Sungra mencoba menutupi dan bertingkah seperti biasa.

Setelah pintu menutup rapat, tinggalah Sehun dan Sungra dengan keheningan yang merayapi mereka.

Sehun menatap Sungra dalam dan berujar,

“Dompet?”

“Ya. Salah tempat”

Sehun berjalan mengambil tas kerjanya di atas sofa. Dua detik setelahnya, Sehun menemukan dompet wanita di bagian depan tas kerjanya.

Sehun tersenyum sebentar, ada-ada saja tingkah gadis ini, selalu membuat onar dan merusak moment orang lain.

Sehun berjalan mendekat dan membelai rambut gadis itu.

“Ceroboh sekali”

“Jangan mengejekku dan lepaskan tanganmu”

Sehun tersenyum miring dan melepaskan tangan kirinya dari rambut Sungra secara dramatis.

Sungra mengambil kasar dompetnya dari tangan Sehun. Saat Sungra berbalik dan ingin pergi, Sehun menangkap tangan Sungra dan mengaitkan jemarinya disana.

Jantung Sungra berdebar keras merasakan kehangatan tangan besar itu menyentuhnya.

Sungra tak ingin berbalik dan membiarkan Sehun memegang tangannya.

“Kau terlihat kesal” Ujar Sehun tenang.

“Tidak”

“Iya”

Sungra memejamkan matanya sesaat. Ia menetralkan raut wajahnya dan dengan berani berbalik menghadap Sehun masih dengan tangan yang saling terkait.

Jangan meragukan seorang gadis remaja yang masih labil.

Sehun hanya diam dengan wajah datar saat melihat Sungra berjalan mendekat dan hampir menghimpit tubuhnya.

“Kau ingin bukti seperti apa jika aku tidak kesal, Tuan Oh?”

Sehun menelan ludahnya dengan susah payah.

Mau apa gadis ini.

“Haruskah aku menciummu sebelum pergi? Sama seperti yang Han Yesoo lakukan?”

“Jangan memancingku” Jawab Sehun dingin.

Aroma mawar menyeruak dari tubuh Sungra, membuat Sehun kelimpungan sendiri dengan fikirannya.

Sungra sedikit mendongak untuk menatap wajah Sehun. Perlahan Sungra membelai wajah pria itu dengan tangan kirinya.

“Seperti ini?”

Sehun hampir kehilangan kendali jika saja Jay tidak masuk menginterupsi mereka.

Jay tersenyum segan melihat Sungra. Istri dari atasannya itu benar-benar cantik.

Sehun mendengus pelan dan menatap Jay seolah berkata ‘Ada apa?’ kemudian dibalas Jay dengan senyum malu dan pergi meninggalkan ruangan itu.

Sungra menahan tawa dan tersenyum miring menatap Sehun.

“Terimakasih untuk dompetnya”

Setelah kepergian Sungra, Sehun diam sebentar sebelum tersenyum sendiri dengan berbagai khayalan di otaknya.

“Gadis nakal”

~*~

Sungra membanting tubuhnya kasar ke atas ranjang. Hari ini cukup melelahkan baginya. Sebenarnya aktivitas yang tak begitu berarti, hanya saja ia mudah sekali kelelahan akhir-akhir ini. Mungkin efek si bayi. Pikir Sungra.

Menyebalkan sekali mendapati dirinya selalu berada dalam lingkaran Sehun dan Yesoo. Ia seperti orang ketiga yang jahat dan berkeras memisahkan mereka.

Sungra mengumpat kesal mendengar dering ponselnya. Baru saja ia ingin tidur namun ponsel sial itu mengacaukan.

“Chanyeol, ada apa? Jika tidak penting akan kumatikan”

“Ini menyangkut Sehun”

Sungra langsung bangun terduduk mendengar nama Sehun disebut-sebut.

“Kenapa?”

“Charlotte Café sekarang”

Bersamaan dengan berakhirnya panggilan itu, Sungra langsung berganti pakaian dan berlari cepat menuju lift. Nada Chanyeol begitu serius. Kakaknya itu sering sekali mengerjai Sungra, tetapi kali ini Sungra langsung percaya saja tanpa mengira-ngira kelakuan gila kakaknya.

Sungra berserapah dalam hati. Mengapa begitu mudah merespon segala hal tentang Oh Sehun. Ini benar-benar aneh dan berbahaya.

Sungra langsung menyetop taksi dan memberitahu alamat tujuan pada sang supir.

~*~

Sungra mengambil nafas dalam-dalam sebelum melangkahkan kakinya memasuki café tersebut. Chanyeol melambaikan tangan dari ujung ruangan.

“Jadi, ada apa?”

Raut Chanyeol nampak gusar dan ragu dalam waktu yang bersamaan.

Sungra menghela nafas tak sabar sambil menatap Chanyeol menuntut jawaban.

“Begini. Ada yang harus kutunjukkan padamu”

Jantung Sungra memacu lebih cepat dari biasanya. Chanyeol, kau benar-benar akan menjadi sialan jika berbohong kali ini.

Chanyeol mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah foto pada Sungra.

Sedetik kemudian Sungra menahan nafasnya.

“Darimana kau mendapatkannya?”

“Kami memotretnya kemarin malam”

“Kami?”

“Dengan para oppamu tentu saja”

“Jadi Yesoo kemarin malam berada di tempat yang berdekatan dengan peristirahatan kita?”

“Ya”

Dasar gadis jalang. Maki Sungra dalam hati.

Beraninya ia berciuman dengan pria lain dan tetap berani menemui Sehun beberapa jam yang lalu.

Kalau saja Sungra bukan perempuan perasa, mungkin ia sudah menelfon Sehun dan mengajaknya bertemu untuk menunjukkan foto ini.

Tunggu.

Untuk apa Sungra repot-repot memberitahukannya?

Apa sekarang ia sedang mengkhawatirkan perasaan Sehun jika foto ini sampai padanya? Yang benar saja.

“Jangan melamun bodoh”

Sungra mendengus kasar dan beranjak pergi dari kursinya.

“YA! Kau mau kemana? Kuantar?”

“Tidak, terimakasih”

Chanyeol menghembuskan nafas lega setelah kepergian Sungra. Setidaknya ia sudah menunjukkan foto itu pada Sungra. Chanyeol tak tega jika harus menunjukkannya langsung pada Sehun. Pria itu pasti akan murka dan mengamuk.

Sekarang keputusan ada di tangan Sungra. Tentu sebagai istri ia mempunyai peranan yang penting akan hal ini. Chanyeol sudah berjanji dengan para sahabatnya untuk menutup mulut mengenai foto itu. Biar mereka menunggu keberanian Sungra untuk membuka rahasia Yesoo.

Chanyeol setengah tertawa dan menggeleng pelan. Apa yang kurang dari Oh Sehun hingga Yesoo berani mempermainkannya. Mungkin benar jika sekarang Sehun telah menikah dengan Sungra, tapi hati Sehun bulat-bulat sudah jatuh pada Han Yesoo saja.

Toh Chanyeol sudah memprediksi keretakan pernikahan Sehun dan Sungra nanti. Jadi, mengapa Yesoo tak bersabar menunggu daripada menghancurkan Sehun diam-diam seperti ini?

~*~

Angin siang itu membuat beberapa helai rambut Sungra beterbangan. Selepas dari café, Sungra memilih duduk di bangku ini daripada pulang ke apartemen.

Sungra memegang bangku kayu itu. Tempat inilah yang menjadi saksi bisu saat Sehun mengajaknya untuk menikah. Malam dimana Sungra hampir saja menggugurkan kandungannya.

Gadis itu memperhatikan banyak anak kecil bermain dan berlarian bersama orangtuanya. Kehangatan menjalar ke seluruh tubuh Sungra saat menyaksikan bagaimana anak-anak kecil itu tengah tertawa lepas.

Perut Sungra bergejolak pelan. Tanpa sadar Sungra menyimpulkan senyum, menikmati bagaimana hari demi hari dengan seluruh kekuatannya telah ia lalui.

Tiba-tiba ponsel Sungra berdering. ‘Namja Gila Tak Tahu Malu’ tertera besar-besar di ponsel. Sungra melihat ponselnya tanpa mau mengangkat panggilan itu. Tiga detik kemudian ponsel Sungra kembali berdering masih dengan nama kontak yang sama.

Sungra menghela nafas dan berdehem sebentar sebelum mengangkat panggilan.

“Mengapa kau menelfonku?”

“Tidak boleh?”

“Tidak”

Terdengar helaan nafas di seberang telfon.

“Sudah bicaranya?” Tanya Sungra sambil memilin-milin rambutnya. Kebiasaan itu ia lakukan jika sedang dilanda rasa bingung.

“Rambutmu tak akan terbang kemana-mana”

Sungra menghentikan aktivitasnya dan menatap liar ke segala arah.

Tak jauh dari tempat Sungra duduk, Sehun tengah berdiri dan memperhatikannya dalam diam.

Gadis itu menjauhkan ponsel dari telinga dan menunduk sebentar, menyusun kalimat demi kalimat jika Sehun bertanya padanya.

Sehun duduk tepat di sebelah Sungra. Pria itu menatap datar kearah sungai sambil melipat kedua lengannya.

Sungra bertanya-tanya dalam hati darimana pria itu tau Sungra berada disini.

“Chanyeol menghubungiku”

Gadis itu langsung memaki-maki Chanyeol dalam hati. Untuk apa kakaknya menghubungi Sehun dan memberitahukan keberadaannya.

Sungra berdehem untuk menetralisir perasaan aneh dalam dirinya.

“Sudah selesai dengan pekerjaanmu?”

Sehun hanya mengangguk sebagai jawaban.

Mereka tenggelam dalam keheningan beberapa saat.

“Besok ada acara?” Tanya Sehun menatap lurus ke depan.

Sungra menoleh menatap wajah pria di sampingnya sebelum berkata, “Kenapa?”

“Kalau begitu, kau harus ikut denganku”

~*~

Sungra mematut diri di depan cermin. Gaun merah selutut yang terbuka di bagian punggung dengan heels berwarna senada sudah cukup untuknya. Terakhir ia menggelung tinggi rambutnya dan menyematkan hiasan berwarna merah disana.

Ini adalah riasan beserta gaun pilihan dengan kerja kerasnya sendiri. Sungra akan langsung melepas hak tinggi dan gaunnya ini jika Sehun tak menyetujui semuanya.

Derap langkah kaki terdengar mendekat kearah Sungra. Gadis itu diam dan melempar pandangan kearah cermin.

Sehun mematung sesaat sebelum berdehem menahan gejolak aneh di dadanya. Dengan gelungan rambut setinggi itu, Sungra telah salah memilih gaun.

“Berangkat sekarang?”

Sungra mengangguk dan melenggang pergi mendahului Sehun.

Belum genap empat langkah Sungra berjalan, Sehun perlahan melepas gelungan rambut gadis itu dengan tangan kanannya.

Sungra berbalik dan melotot tak suka.

“Apa maksudmu?” Tanya Sungra dingin.

“Kau terlihat lebih tua jika menggelung rambutmu”

“Aku lebih suka rambutku digelung” Tegas Sungra.

Sehun tak menanggapi dan langsung berjalan mendahului Sungra.

Sungra mendengus kesal. Pria ini benar-benar menyebalkan.

~*~

Mata Sungra sesekali berpendar ke segala arah kemudian menunduk kembali. Benar dugaannya, ia tak akan betah berlama-lama di tempat seperti ini.

Berkali-kali Sungra menangkap pandangan orang-orang yang terang-terangan memperhatikannya. Gadis itu memilih acuh dan mengontrol diri untuk tetap tenang.

Berisik dan keramaian adalah musuh bagi Sungra. Ia lebih memilih duduk diam berjam-jam di perpustakaan dibanding tempat seperti ini.

Aura kesombongan sangat terasa di hall ini. Para hedonisme berlomba-lomba menunjukkan kelebihan mereka mulai dari cara bicara hingga apa yang mereka kenakan.

Sungra benar-benar membenci tempat seperti ini.

Sungra memilih menjauh dari Sehun daripada ia harus menyapa dan tersenyum pada orang-orang yang tak ia kenal.

Sempat beberapa kali Sungra mencuri pandang pada Sehun sambil memperhatikan sekeliling. Ternyata hampir seluruh yeoja di hall ini saling berbisik menatap Sehun penuh minat. Sudah diduga.

Acara amal dengan mengundang banyak orang-orang kaya memang melelahkan. Entah sudah berapa puluh kali Sungra menghela nafas tanda ia bosan dan tak nyaman.

Beberapa saat kemudian, Sehun berjalan mendekati Sungra yang tengah memasang wajah masam.

“Kau terlihat menikmati pesta ini”

“Jangan mengejekku”

Sehun menahan senyumnya.

“Kapan kita pulang?”

“Setidaknya sampai Tuan Zhang datang dan aku memperkenalkanmu”

Sungra mencerna perkataan Sehun. Ia merasa begitu familiar dengan nama itu. Sungra menepis fikiran buruknya dan dengan sabar ikut menunggu rekan bisnis Sehun datang.

Beberapa menit kemudian, Sehun terdengar menyapa seseorang dari arah belakang Sungra. Sungra tak perduli dan tetap duduk diam memperhatikan sekitar.

“Tuan Oh, sudah lama menunggu?”

Suara berat itu terdengar familiar. Darah Sungra tiba-tiba mendesir sampai ke ujung sarafnya.

Tidak. Sungra tak ingin berbalik. Ia hafal betul siapa pemilik suara itu.

Sungra berdiri perlahan dan berbalik, kedua matanya langsung bertemu pandang dengan mata teduh itu.

“Oh ya, kenalkan, ini istriku. Park Sungra”

Kedua tangan Sungra bergetar menahan kegugupan. Gadis itu mencoba tersenyum sebisa mungkin walau hatinya terasa ingin meledak seketika.

“Lama tak bertemu. Park Sungra”

TBC

Maaf kalau absurd. Terimakasih sudah mau membaca//

105 pemikiran pada “Sehun, I’m Pregnant (Chapter 3)

  1. OMG!!! Makin seru aja ni ff.. Huaaah sungra yg kuat ya ngadepin yesoo! Betewe siapakah pria yg membuat sungra jadi waswas (?) apakah dia pria masa lalu yg sempat menaburkan cinta kepadanya(?)Next!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s