Untittle

Untittle

IMG_20150913_00194045

Tittle : Untittle | Author : ayslv (@ayusilpiani) | Cast : EXO’s Park Chanyeol, OC’s Shin Hayoung | Genre : Comedy, Fluff, Romance, School-life | Ratting : PG | Lenght : Ficlet

~The Storyline Pure is Mine~

                                                                                                                                                         

 

-Happy Reading-

“Oh, dia sangat imut…”

.

.

“Omo.. Omo..”

.

.

“Kookie…”

.

.

Chanyeol memutar bola matanya malas. Terlalu malas malah. Terhitung sejak dirinya duduk disamping Hayoung lima belas menit lalu, gadis yang menyandang status sebagai kekasihnya itu masih saja mengabaikannya.

Baru dirinya akan bersuara saat tiba-tiba suara Hayoung lebih dulu menggema, memekik histeris kala sang idola tampak pada layar televisi. Chanyeol terlongo –tentu saja, buru-buru ia mengatupkan mulutnya kembali lantas mendengus sebal. Kencan macam apa ini! Chanyeol membatin.

Hingga manik hitamnya tidak sengaja menangkap sebuah remote yang tergeletak disamping kiri tubuh Hayoung. Sejenak Chanyeol melirik Hayoung –sekedar memastikan, setelah dirasa gadisnya itu masih asyik dengan kegilaannya akan boygrup asuhan Big Hit Entertainment itu, Chanyeol pun melancarkan aksinya dengan menyelipkan tangan kirinya melewati punggung Hayoung.

Sedikit lagi. Batin Chanyeol saat tangannya mulai menyentuh ujung remote. Tiba-tiba suara pekikan yang lebih nyaring dari sebelumnya kembali mengudara, Chanyeol terlongo –lagi. Ia mengerjap cepat, lantas buru-buru meraih remote yang semula diabaikan lantaran terlalu shock akan pekikan Hayoung.

Tanpa menunggu lebih lama, Chanyeol langsung menekan tombol merah yang ada pada remote. Sontak membuat Hayoung menoleh ke arahnya dengan tatapan ‘kau ingin mati, huh?!’. Chanyeol menggeleng cepat, sementara genggaman dalam tangannya semakin erat.

Hayoung kesal. Sungguh. Ia memejamkan mata sejenak, menghirup oksigen tamak lalu membuangnya kasar sebelum kembali membuka mata. Di hadapannya, Chanyeol masih enggan memberikan remotenya pada Hayoung, sekali pun gadisnya itu memasang wajah ‘berikan-padaku-sekarang- juga!’.

Oke. Kesabaran Hayoung habis. Ia kemudian setengah bangkit dengan lutut bertumpu pada empuknya sofa disana, mencoba meraih remote dalam genggaman Chanyeol yang ia sembunyikan dibelakang tubuh. Hayoung semakin kalap lantaran Chanyeol sengaja menjauhkan remote itu dari jangkauannya.

“Chanyeol!!”

“Tidak!!”

“Park Chanyeol!!”

“Shin Hayoung!!”

“YA!!”

“Aw– Youngie kenapa kau memukul kepalaku?!”

“Berikan remotenya padaku!!”

“Tidak!!”

“Chanyeol!!”

“Tidak!!”

“Kau ingin mati, huh?!”

“Apa? Kau ingin aku menciummu?”

“Chanyeol!!”

“Aku disini sayang..”

Hayoung mendengus kesal. Merasa tenaganya akan terbuang percuma, lantas Hayoung memilih mundur. Kembali pada posisi awalnya –duduk, dengan lengan yang ia lipat dibawah dada. Raut kesal membingkai wajah naturalnya selagi pandangannya yang menatap lurus ke depan. Chanyeol menggigit bibir bawahnya gusar sebelum kembali membuka suara.

“Hayoung-ah..” Panggil Chanyeol hati-hati.

“. . .”

“Youngie..” Panggil Chanyeol –lagi.

“. . .“

Melihat Hayoung yang terus bergeming, Chanyeol kemudian menunduk menatap remote dalam genggamannya. Menghembuskan napas panjang sebelum kembali mendongak. Meski pun ada perasaan tidak rela, pada akhirnya Chanyeol mengulurkan tangannya –memberikan benda mati itu pada Hayoung.

“Ini, ambil lah…” Chanyeol tersenyum tulus.

Tanpa ba-bi-bu Hayoung langsung meraihnya lalu menekan tombol power dengan gestur kasar membuat senyum Chanyeol memudar seketika. Sementara Hayoung kembali fokus dengan dunianya, Chanyeol lebih memilih menyandarkan sisi kepalanya pada sandaran sofa –menatap sisi wajah Hayoung dengan wajah melas. Merasa diabaikan –lagi, Chanyeol pun kembali membeo.

“Youngie, kau tidak ingin menciumku?”

.

.

“Akh– Youngie, jangan tarik telingaku!”

.

.

“Ya! Ya!”

.

.

“Youngie, –Akh..”

.

.

“Oke.. Oke.. Aku akan –Akh.. –diam!”

.

.

.

.

.

“Youngie, bagaimana kalau dipipi sa– Akh.. rambutku!”

.

.

.

.

.

*fin*

Hai 😀

Jumpa lagi 😀

Pertama. Aku mau ngucapin terimakasih buat yang udah baca terus komen atau pun ngelike ficlet aku sebelumnya, Library dan I-L-O-V-E-Y-O-U. :* buat yang belum baca, silahkan dicari saja 😀

Kedua. Kenapa aku kasih judul untittle? Alasannya, karena aku gak tau musti kasih judul apa 😀 maafin yaa^^ tapi, aku berharap kalian suka terus juga gak ngebosenin :* kayanya ini bakal jadi series 😀

Finally. Thanks and don’t forget give me your feedback gengss :*

.ayslv.

Iklan

8 pemikiran pada “Untittle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s